MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Kisah Nabi Muhammad saw.: Masa Remaja dan Melantunkan Selawat/Qasidah INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Kisah Nabi Muhammad saw.: Masa Remaja dan Melantunkan Selawat/Qasidah |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menjelaskan kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. hingga menjelang diutus menjadi rasul dengan benar.
- Murid dapat melantunkan selawat, sya'ir, atau qasidah yang berisi kisah Nabi Muhammad saw. dengan baik.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kalian ketahui tentang Nabi Muhammad saw. saat beliau seusiamu hingga remaja?
- Mengapa Nabi Muhammad saw. dijuluki 'Al-Amin' oleh penduduk Makkah? Apa artinya menurutmu?
- Pernahkah kalian mendengar atau menyanyikan selawat? Apa rasanya saat melantunkan selawat?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
- Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar: 'Apa kabar kalian hari ini? Semoga semangat belajar kita penuh berkah!'
- Guru memeriksa kehadiran murid.
- Asesmen awal (diagnostik): Guru menampilkan 3 gambar sederhana di papan tulis atau layar (gambar anak menggembala kambing, gambar orang berdagang, gambar orang berdoa) dan bertanya, 'Kira-kira gambar mana yang menggambarkan kegiatan Nabi Muhammad saw. saat remaja?' Murid menjawab secara lisan, guru mencatat siapa yang sudah mengenal kisah ini dan siapa yang belum.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan untuk memancing rasa ingin tahu murid.
- Guru menjelaskan tujuan pembelajaran hari ini: memahami kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. dan berlatih melantunkan selawat bersama.
- Guru menyampaikan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid duduk nyaman dan mengambil napas dalam-dalam sejenak (mindful opening), kemudian meminta murid menutup mata sebentar sambil membayangkan dirinya hidup di Makkah zaman dahulu sebagai teman Nabi Muhammad saw. yang sedang remaja. (Berkesadaran)
- Guru membacakan narasi singkat kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. secara ekspresif: mulai dari kegiatan menggembala kambing bersama penduduk Makkah, ikut berdagang bersama pamannya Abu Thalib ke Syam, pertemuan dengan pendeta Bahira yang melihat tanda kenabian, hingga beliau dikenal sebagai Al-Amin. Murid menyimak dengan tenang.
- Guru menampilkan peta konsep sederhana di papan tulis yang menghubungkan: Masa Remaja Nabi → Menggembala → Berdagang ke Syam → Bertemu Pendeta Bahira → Dijuluki Al-Amin → Menjelang Diutus menjadi Rasul. (Bermakna)
- Murid diajak mendiskusikan makna dari julukan 'Al-Amin' dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari: 'Sikap apa yang bisa kita tiru dari Nabi Muhammad saw. yang jujur dan terpercaya?' Murid menjawab secara bergantian. (Bermakna)
- Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman: 'Ke kota mana Nabi Muhammad berdagang bersama pamannya? Siapa pendeta yang mengenali tanda kenabian beliau? Apa julukan Nabi Muhammad saat remaja?' Murid menjawab dengan mengangkat tangan.
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang per kelompok). Setiap kelompok mendapat kartu cerita bergambar sederhana yang berisi penggalan kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. (Menggembirakan)
- Setiap kelompok diminta menyusun kartu cerita sesuai urutan yang benar, lalu menuliskan 1 kalimat kesimpulan di lembar kerja mereka tentang teladan yang bisa diambil dari kisah tersebut. (Bermakna)
- Guru memperkenalkan teks Selawat Badar atau sya'ir pendek tentang Nabi Muhammad saw. yang tertulis di papan tulis atau lembar bacaan. Guru membacakan dulu dengan pelan dan jelas.
- Dengan model Tutor Sebaya, murid yang sudah familiar dengan selawat diminta membantu teman di kelompoknya berlatih melantunkan selawat baris demi baris. Guru berkeliling membimbing dan memberi semangat. (Menggembirakan)
- Setiap kelompok berlatih melantunkan bersama dalam kelompok dengan nada yang sederhana dan meriah.
- Perwakilan tiap kelompok maju ke depan kelas untuk melantunkan selawat bersama kelompoknya. Kelas lain menyimak dan memberi apresiasi dengan tepuk tangan. (Menggembirakan)
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid kembali duduk tenang. Guru meminta murid menutup mata sejenak dan bertanya dalam hati: 'Satu hal apa yang paling berkesan dari kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. yang kamu pelajari hari ini?' (Berkesadaran)
- Murid membuka mata dan menuliskan jawaban di lembar refleksi pribadi berupa kalimat singkat: 'Satu hal yang aku pelajari hari ini adalah … dan aku ingin meneladaninya dengan cara …' (Bermakna)
- Beberapa murid berbagi jawabannya secara sukarela kepada kelas. Guru merespons dengan hangat dan menguatkan nilai-nilai teladan Nabi.
- Guru meminta murid menilai penampilan melantunkan selawat kelompok lain menggunakan lembar penilaian sejawat sederhana (3 bintang = sangat baik, 2 bintang = baik, 1 bintang = perlu latihan lagi) disertai satu komentar positif. (Berkesadaran)
- Guru memberikan penguatan materi tentang pentingnya mengenal kisah Nabi Muhammad saw. dan keutamaan membaca/melantunkan selawat sebagai bentuk kecintaan kepada beliau.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menyebut kembali poin-poin penting kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. dan makna selawat.
- Asesmen akhir: Murid mengerjakan 3 soal lisan/tertulis singkat (lihat bagian asesmenAkhir).
- Guru meminta murid membaca kolom 'Tadabbur' di buku siswa halaman terkait dan meresapi pesannya.
- Guru menyampaikan kolom 'Tekadku': murid menuliskan satu tekad/janji pada diri sendiri untuk meneladani sikap Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari.
- Guru mengingatkan murid untuk berlatih melantunkan selawat di rumah dan menunjukkannya kepada orang tua.
- Guru menyampaikan topik pembelajaran berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
- Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang belum lancar membaca mendapat kartu cerita bergambar dengan teks lebih singkat dan ilustrasi lebih banyak. Murid yang sudah mahir mendapat versi kartu dengan teks lebih lengkap dan pertanyaan analisis tambahan ('Menurutmu, mengapa pengalaman menggembala dan berdagang penting bagi persiapan kenabian Muhammad saw.?').
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat mendengarkan narasi kisah lewat audio (jika tersedia) atau didampingi guru/teman sebaya saat sesi memahami. Murid yang cepat memahami berperan sebagai tutor sebaya dalam kelompok dan memimpin latihan selawat.
- Produk: Murid yang belum berkembang cukup melantunkan satu bait selawat dengan bimbingan. Murid yang sudah berkembang dapat melantunkan selawat secara mandiri dan menambahkan gerakan tangan yang ekspresif. Murid sangat berkembang dapat mencoba menuliskan satu bait sya'ir sederhana tentang Nabi Muhammad saw. di lembar kerja tambahan.
ASESMENAwal:- Guru menampilkan 3 gambar tematik (anak menggembala, orang berdagang, orang berdoa) dan meminta murid menebak mana yang berkaitan dengan kisah Nabi Muhammad saw. saat remaja. Jawaban murid dicatat sebagai peta pengetahuan awal.
- Guru bertanya lisan: 'Siapa yang sudah pernah mendengar kisah Nabi Muhammad saw. saat remaja? Ceritakan satu hal yang kamu tahu!' — digunakan untuk memetakan murid yang sudah mengenal materi dan yang belum.
Proses:- Observasi aktif oleh guru saat murid menyusun kartu cerita dalam kelompok: apakah urutan peristiwa sudah benar dan murid mampu menjelaskan alasannya.
- Guru berkeliling dan mengajukan pertanyaan terbuka kepada kelompok: 'Mengapa menurut kalian Nabi Muhammad dijuluki Al-Amin?' untuk mengecek kedalaman pemahaman.
- Penilaian proses melantunkan selawat dalam kelompok: guru mencatat murid yang sudah lancar, cukup lancar, dan yang masih memerlukan bimbingan untuk pemberian umpan balik segera.
- Lembar refleksi pribadi murid ('Satu hal yang aku pelajari … dan aku ingin meneladaninya dengan …') dikumpulkan sebagai bukti proses belajar.
Akhir:- Soal 1 (lisan/tertulis): Sebutkan dua kegiatan yang dilakukan Nabi Muhammad saw. saat remaja sebelum menjadi rasul!
- Soal 2 (lisan/tertulis): Apa julukan Nabi Muhammad saw. yang diberikan penduduk Makkah dan apa artinya?
- Soal 3 (penampilan): Lantunkan satu bait selawat atau sya'ir tentang Nabi Muhammad saw. yang sudah dipelajari hari ini!
Formatif:- Observasi guru selama diskusi kelompok: apakah murid mampu menyusun urutan kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. dengan benar.
- Penilaian sejawat saat penampilan melantunkan selawat: murid memberi penilaian bintang dan komentar positif kepada kelompok lain.
- Tanya jawab lisan selama tahap Memahami untuk mengecek pemahaman awal murid tentang kisah Nabi.
Sumatif:- Tes lisan/tertulis 3 soal singkat di akhir pembelajaran tentang kisah masa remaja Nabi Muhammad saw.
- Penilaian penampilan melantunkan selawat menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang).
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. | Murid belum dapat menyebutkan satu pun peristiwa dari kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. meskipun dengan bantuan. | Murid dapat menyebutkan satu peristiwa dari kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. dengan bantuan guru atau teman. | Murid dapat menyebutkan dua atau lebih peristiwa dari kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. secara mandiri dengan urutan yang sebagian besar benar. | Murid dapat menjelaskan rangkaian kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. secara runtut, lengkap, dan mandiri, serta mampu mengaitkan keteladanan beliau dengan kehidupan sehari-hari. | | Melantunkan selawat/sya'ir/qasidah tentang Nabi Muhammad saw. | Murid belum dapat melantunkan selawat meskipun sudah dibimbing guru dan teman. | Murid dapat melantunkan sebagian bait selawat dengan bantuan guru atau teman, namun pengucapan dan intonasi masih kurang tepat. | Murid dapat melantunkan selawat secara lengkap dengan pengucapan yang sebagian besar benar dan intonasi yang cukup baik. | Murid dapat melantunkan selawat secara lancar, pengucapan benar, intonasi tepat, dan ekspresif; mampu memimpin teman dalam melantunkan bersama. | | Partisipasi dan kolaborasi dalam kelompok | Murid tidak terlibat aktif dalam kegiatan kelompok dan tidak berkontribusi dalam diskusi maupun latihan. | Murid terlibat dalam kegiatan kelompok namun kontribusinya masih sangat terbatas dan perlu dorongan terus-menerus dari guru. | Murid aktif berpartisipasi dalam kelompok, mau berbagi ide, dan membantu teman dalam menyusun kartu cerita maupun berlatih selawat. | Murid menunjukkan inisiatif tinggi dalam kelompok, memimpin diskusi atau latihan selawat, dan mendorong semua anggota kelompok untuk ikut berpartisipasi. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. sesuai tujuan pembelajaran yang ditetapkan?
- Apakah metode tutor sebaya yang digunakan efektif untuk membantu murid yang belum lancar melantunkan selawat?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk menyelesaikan seluruh tahap kegiatan? Bagian mana yang perlu penyesuaian waktu?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah menjawab kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?
- Apa yang perlu saya tingkatkan dalam pembelajaran berikutnya agar murid semakin mencintai kisah Nabi Muhammad saw.?
Refleksi Murid:- Materi apa yang kamu pelajari hari ini? Ceritakan dengan kalimatmu sendiri!
- Dari kisah masa remaja Nabi Muhammad saw., sikap apa yang paling ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari?
- Bagian mana yang menurutmu masih sulit dipahami atau perlu dipelajari lagi?
- Bagaimana perasaanmu saat melantunkan selawat bersama teman-teman?
- Apa yang akan kamu lakukan di rumah untuk terus belajar tentang kisah Nabi Muhammad saw.?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-670-5) — Bab V halaman 110–130
- Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-673-6) — Panduan Khusus Bab V halaman 92–99
- Kartu cerita bergambar kisah masa remaja Nabi Muhammad saw. (dibuat guru, dicetak atau ditulis tangan)
- Teks Selawat Badar atau sya'ir pendek tentang Nabi Muhammad saw. (ditulis di papan tulis atau lembar bacaan yang digandakan)
- Lembar kerja murid untuk menyusun urutan kisah dan menulis kesimpulan teladan
- Lembar refleksi pribadi murid (format isian singkat)
- Lembar penilaian sejawat sederhana (format bintang 1–3 dengan kolom komentar positif)
- Papan tulis dan spidol/kapur untuk menampilkan peta konsep
- Gambar tematik untuk asesmen awal (3 gambar: menggembala, berdagang, berdoa) — dapat dicetak atau digambar sederhana
- Audio/video selawat (opsional, jika tersedia perangkat audio di kelas)
|