Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Kisah Nabi Muhammad saw.: Kelahiran dan Masa Kanak-kanak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Kisah Nabi Muhammad saw.: Kelahiran dan Masa Kanak-kanak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Kisah Nabi Muhammad saw.: Kelahiran dan Masa Kanak-kanak

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Kisah Nabi Muhammad saw.: Kelahiran dan Masa Kanak-kanak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikKisah Nabi Muhammad saw.: Kelahiran dan Masa Kanak-kanak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. dengan benar.
  2. Murid dapat meneladani sikap berani, jujur, dan dapat dipercaya dari kisah masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah mendengar nama Nabi Muhammad saw.? Apa yang kalian ketahui tentang beliau saat masih kecil?
  2. Menurut kalian, apa artinya menjadi anak yang berani dan jujur? Bisakah kalian ceritakan contohnya dari kehidupan sehari-hari?
  3. Bayangkan kalian hidup di masa Nabi Muhammad saw. kecil — kira-kira apa tantangan terbesar yang beliau hadapi dan bagaimana cara beliau menghadapinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran (± 3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: guru menampilkan gambar Ka'bah atau peta Jazirah Arab sederhana dan bertanya, 'Siapa yang tahu di mana Nabi Muhammad saw. dilahirkan? Apa yang kalian sudah ketahui tentang beliau sewaktu kecil?' Guru mencatat respons murid sebagai peta pengetahuan awal (± 4 menit).
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid (± 3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw., serta meneladani sikap berani, jujur, dan dapat dipercaya dari kisah beliau (± 2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan atau memutarkan audio/video pendek (2–3 menit) tentang kelahiran Nabi Muhammad saw.: lahir pada tahun Gajah (570 M) di Makkah, ayahnya Abdullah wafat sebelum beliau lahir, ibunya Aminah, diasuh kakeknya Abdul Muthalib, lalu disusukan oleh Halimah Sa'diyah di pedalaman.
  • Guru melanjutkan dengan bercerita interaktif tentang masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.: hidup bersama ibu susu Halimah, peristiwa pembelahan dada (syaqq al-shadr) sebagai tanda keistimewaan beliau, kepulangannya ke Makkah, wafatnya ibunda Aminah saat perjalanan ke Yatsrib, lalu diasuh kakek Abdul Muthalib kemudian paman Abu Thalib.
  • Selama bercerita, guru mengajukan pertanyaan lisan singkat, misalnya: 'Bagaimana perasaan kalian jika mendengar Nabi kecil kehilangan ibu dan ayah?' untuk mendorong empati dan pemahaman bermakna.
  • Murid mencatat 3–5 fakta penting kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. di buku catatan masing-masing menggunakan kata-kata sendiri.
  • Guru meminta 2–3 murid membacakan catatannya dan memberikan konfirmasi/koreksi singkat.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapat kartu situasi berbeda, contoh: (a) 'Temanmu mengajakmu berbohong kepada guru — apa yang kamu lakukan seperti sikap Nabi?' (b) 'Ada teman yang takut tampil di depan kelas — bagaimana caramu membantunya dengan sikap berani seperti Nabi?' (c) 'Kamu menemukan uang di kelas — apa yang kamu lakukan sebagai anak yang dapat dipercaya seperti Nabi?'
  • Setiap kelompok berdiskusi selama ± 5 menit: menghubungkan sikap berani, jujur, dan dapat dipercaya dari kisah masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. dengan situasi nyata di kartu mereka.
  • Setiap kelompok menuliskan kesimpulan singkat di selembar kertas: 'Dari kisah Nabi kecil, kami belajar bahwa ...' dan bagaimana menerapkannya dalam situasi di kartu.
  • Perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi secara lisan di depan kelas (± 2 menit per kelompok). Kelompok lain diberi kesempatan menanggapi atau menambahkan.
  • Guru memberikan penguatan: menegaskan kaitan langsung antara kisah Nabi Muhammad saw. kecil dengan nilai-nilai yang bisa murid terapkan setiap hari di rumah dan sekolah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan lembar refleksi sederhana berisi 4 pernyataan sikap (diadaptasi dari buku siswa): (1) Aku bersabar jika diuji Allah. (2) Aku anak yang berani. (3) Aku hanya jujur kalau terpaksa. (4) Aku anak yang dapat dipercaya. Murid memberi tanda (✓) pada kolom 'Ya' atau 'Tidak' secara jujur.
  • Murid menuliskan 1 komitmen pribadi di bagian bawah lembar refleksi, misalnya: 'Mulai hari ini, aku berjanji akan ... karena meneladani Nabi Muhammad saw.'
  • Guru mengajak murid membaca bersama tiga kalimat afirmasi: 'Insyaallah aku anak pemberani. Insyaallah aku anak yang jujur. Insyaallah aku anak yang dapat dipercaya.' — diucapkan dengan suara lantang dan penuh semangat.
  • Guru memberi waktu murid untuk menyampaikan secara lisan satu hal paling berkesan yang mereka pelajari hari ini tentang Nabi Muhammad saw. kecil (beberapa murid sukarela atau ditunjuk).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Nabi Muhammad saw. lahir di Makkah tahun 570 M, mengalami berbagai cobaan sejak kecil, namun beliau tumbuh sebagai pribadi yang berani, jujur, dan dapat dipercaya (± 3 menit).
  • Guru melakukan asesmen akhir lisan: mengajukan 2–3 pertanyaan singkat kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek ketercapaian TP, misalnya: 'Di mana Nabi Muhammad saw. dilahirkan?' dan 'Sebutkan satu sikap Nabi kecil yang ingin kamu teladani!' (± 4 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar refleksi murid sebagai bahan asesmen formatif dan tindak lanjut.
  • Guru menyampaikan pesan moral singkat: mencintai Nabi Muhammad saw. berarti berusaha meneladani akhlak beliau mulai dari hal kecil setiap hari.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (± 2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan dukungan lebih dapat menggunakan ringkasan kisah bergambar (komik strip sederhana atau kartu bergambar) yang disiapkan guru, sehingga mereka dapat mengikuti alur cerita dengan lebih mudah. Murid yang sudah cepat memahami dapat membaca tambahan dari buku siswa halaman 121–122 atau sumber lain yang disediakan guru tentang kisah remaja Nabi Muhammad saw.
  • Proses: Saat diskusi kelompok, guru memberikan pertanyaan pemandu tambahan kepada kelompok yang kesulitan, seperti: 'Coba ingat, apa yang Nabi lakukan ketika menghadapi kesulitan?' Bagi murid yang cepat, guru mendorong mereka untuk mengaitkan lebih dari satu nilai sekaligus dalam situasi di kartu dan mencari contoh lain dari kehidupan sehari-hari mereka sendiri.
  • Produk: Murid yang memerlukan dukungan cukup menyebutkan 2 fakta kisah Nabi kecil secara lisan dan menuliskan 1 sikap yang ingin diteladani. Murid yang berkembang pesat dapat membuat ringkasan tertulis kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. dalam 5–7 kalimat lengkap, disertai 2 contoh penerapan sikap Nabi dalam kehidupan sehari-hari mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal: guru menampilkan gambar Ka'bah atau peta Jazirah Arab dan bertanya kepada murid secara klasikal — 'Siapa yang tahu di mana Nabi Muhammad saw. dilahirkan?' dan 'Apa yang sudah kalian ketahui tentang Nabi kecil?' Guru mencatat respons untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan penekanan materi.

Proses:

  • Observasi aktif oleh guru saat murid mencatat fakta kisah Nabi (tahap Memahami): apakah murid mampu menangkap fakta-fakta penting dengan benar.
  • Pemantauan diskusi kelompok (tahap Mengaplikasi): guru berkeliling, mendengarkan, dan mencatat murid mana yang mampu menghubungkan nilai kisah Nabi ke situasi nyata serta murid mana yang masih membutuhkan bimbingan.
  • Cek respons saat presentasi kelompok: guru menilai kemampuan murid mengomunikasikan keteladanan sikap Nabi secara lisan.

Akhir:

  • Pertanyaan lisan di penutup kepada 3–5 murid secara acak: (1) 'Ceritakan secara singkat kisah kelahiran Nabi Muhammad saw.!' (2) 'Siapa yang merawat Nabi Muhammad saw. setelah ibundanya wafat?' (3) 'Sebutkan satu sikap Nabi kecil yang ingin kamu tiru dan jelaskan cara menerapkannya!'
  • Pengumpulan lembar refleksi sikap: guru membaca komitmen pribadi murid sebagai bukti ketercapaian TP 3.5.2.2 tentang keteladanan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan selama kegiatan Memahami untuk mengecek pemahaman fakta kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw.
  • Observasi diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi: guru memantau keaktifan, kemampuan menghubungkan nilai dari kisah Nabi ke situasi nyata, dan kualitas presentasi lisan.
  • Lembar refleksi sikap yang diisi murid pada tahap Merefleksi: guru memeriksa kejujuran dan relevansi komitmen pribadi yang ditulis murid.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan singkat di akhir pembelajaran (penutup) kepada beberapa murid untuk mengecek ketercapaian TP 3.5.2.1 (menjelaskan kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi) dan TP 3.5.2.2 (meneladani sikap berani, jujur, dapat dipercaya).
  • Hasil tulisan catatan fakta (tahap Memahami) dan tulisan kesimpulan kelompok (tahap Mengaplikasi) dijadikan portofolio mini sebagai bukti asesmen sumatif pertemuan ini.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. (TP 3.5.2.1)Murid belum mampu menyebutkan fakta dasar tentang kelahiran atau masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. meskipun sudah dibimbing.Murid dapat menyebutkan 1–2 fakta sederhana tentang kelahiran atau masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menjelaskan 3–4 fakta penting tentang kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. secara urut dan cukup jelas tanpa bantuan.Murid dapat menjelaskan kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. secara lengkap, runtut, dan jelas; mampu menjawab pertanyaan lanjutan dengan tepat.
Meneladani sikap berani, jujur, dan dapat dipercaya dari kisah Nabi kecil (TP 3.5.2.2)Murid belum mampu mengidentifikasi sikap berani, jujur, atau dapat dipercaya dari kisah Nabi Muhammad saw. meskipun sudah diberi contoh.Murid dapat menyebutkan satu sikap Nabi kecil (berani/jujur/dapat dipercaya) tetapi belum mampu menghubungkannya dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat menjelaskan dua atau lebih sikap Nabi kecil dan memberikan satu contoh konkret penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dengan cukup tepat.Murid dapat menjelaskan ketiga sikap (berani, jujur, dapat dipercaya) dari kisah Nabi kecil dan memberikan contoh penerapan yang konkret, relevan, dan beragam dalam kehidupan sehari-hari; mampu mengungkapkan komitmen pribadi secara mandiri.
Partisipasi dalam diskusi dan presentasi kelompokMurid tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak menyampaikan pendapat.Murid terlibat sesekali dalam diskusi kelompok dengan dorongan teman atau guru; menyampaikan pendapat dengan sangat singkat.Murid aktif berdiskusi dan menyampaikan pendapat yang relevan; turut serta dalam presentasi kelompok dengan cukup percaya diri.Murid sangat aktif berdiskusi, mendorong teman untuk berpartisipasi, menyampaikan gagasan yang relevan dan mendalam, serta mempresentasikan hasil kelompok dengan jelas dan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami kisah kelahiran dan masa kanak-kanak Nabi Muhammad saw. sesuai tujuan pembelajaran hari ini? Apa indikatornya?
  • Apakah metode bercerita interaktif dan diskusi kartu situasi efektif untuk usia kelas 3? Bagian mana yang perlu diperbaiki di pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana keterlibatan dan antusias murid selama kegiatan inti — adakah murid yang memerlukan pendekatan berbeda? Tindak lanjut apa yang perlu disiapkan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang memerlukan dukungan maupun murid yang berkembang pesat?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang paling berkesan yang kamu pelajari hari ini tentang Nabi Muhammad saw. sewaktu kecil?
  • Dari sikap berani, jujur, dan dapat dipercaya milik Nabi Muhammad saw., mana yang ingin paling kamu tiru? Mengapa?
  • Bagaimana rencanamu untuk menerapkan sikap tersebut mulai besok di rumah atau di sekolah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Bab V 'Aku Suka Belajar Sejarah Islam', hlm. 121–122.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Moh. Ghozali & Erwin Wasti, hlm. 91–93.
  3. Gambar atau peta sederhana Jazirah Arab / Kota Makkah (dapat dicetak atau ditampilkan di layar proyektor).
  4. Kartu situasi untuk diskusi kelompok (disiapkan guru, dicetak atau ditulis tangan).
  5. Lembar refleksi sikap (disiapkan guru, berisi 4 pernyataan sikap dan kolom komitmen pribadi).
  6. Audio atau video pendek kisah kelahiran Nabi Muhammad saw. (opsional, durasi 2–3 menit, disesuaikan ketersediaan fasilitas kelas).
  7. Spidol, kertas HVS, atau papan tulis untuk mencatat hasil diskusi kelompok.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.