Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 4: Aku Bangga Mampu Berpuasa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 4: Aku Bangga Mampu Berpuasa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Asesmen Sumatif Bab 4: Aku Bangga Mampu Berpuasa

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 4: Aku Bangga Mampu Berpuasa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikAsesmen Sumatif Bab 4: Aku Bangga Mampu Berpuasa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui asesmen tertulis, murid dapat menunjukkan pemahaman tentang pengertian, ketentuan, dan hikmah puasa Ramadan dengan benar.
  2. Melalui asesmen praktik, murid dapat meyakini pelaksanaan puasa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt. yang tercermin dalam sikap sabar dan pengendalian diri dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang paling berkesan bagimu selama belajar tentang puasa Ramadan di bab ini?
  2. Menurutmu, mengapa Allah Swt. mewajibkan puasa Ramadan bagi umat Islam?
  3. Bagaimana cara puasa bisa melatih kita menjadi lebih sabar dan kuat dalam mengendalikan diri?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama sebelum memulai kegiatan.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar tenang dan siap mengikuti asesmen.
  • Guru menyampaikan bahwa pertemuan hari ini adalah asesmen sumatif Bab 4 untuk melihat sejauh mana pemahaman murid tentang puasa Ramadan.
  • Guru menyampaikan gambaran kegiatan asesmen: (1) sesi refleksi singkat/pemantik, (2) asesmen tertulis, (3) asesmen praktik hafalan niat dan doa berbuka.
  • Diagnostik awal: Guru bertanya secara lisan, 'Siapa yang masih ingat pengertian puasa? Apa saja yang harus diperhatikan saat berpuasa?' untuk mengecek kesiapan belajar murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru menjelaskan tata tertib selama asesmen: jujur, mandiri, tenang, dan mengerjakan dengan sepenuh hati sebagai bentuk tanggung jawab kepada Allah Swt.
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen hari ini agar murid memahami apa yang akan dinilai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melakukan 'jeda sadar' selama 1–2 menit: duduk tegak, tarik napas dalam, dan niatkan dalam hati bahwa asesmen ini dikerjakan dengan jujur sebagai bentuk ibadah.
  • Guru membacakan pertanyaan pemantik secara lisan: 'Apa hikmah yang paling kamu rasakan dari belajar tentang puasa?' Beberapa murid diberi kesempatan menjawab singkat secara lisan.
  • Guru memastikan semua murid memahami petunjuk soal asesmen tertulis sebelum dimulai, termasuk menjelaskan bahwa soal mencakup pengertian puasa, ketentuan puasa (syarat, rukun, hal yang membatalkan), dan hikmah puasa.
  • Guru membagikan lembar soal asesmen tertulis kepada seluruh murid.

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan soal asesmen tertulis secara mandiri selama ±30 menit. Soal terdiri dari: (a) 5 soal pilihan ganda tentang pengertian dan ketentuan puasa, (b) 3 soal isian singkat tentang syarat, rukun, dan hal yang membatalkan puasa, (c) 2 soal uraian: menjelaskan pengertian puasa dan merumuskan minimal dua hikmah puasa dalam kalimat sendiri.
  • Selama murid mengerjakan, guru berkeliling memantau kemandirian dan kejujuran murid serta mencatat observasi sikap (sabar, tenang, tidak mencontek) sebagai data asesmen proses.
  • Setelah waktu asesmen tertulis selesai, guru mengumpulkan lembar jawaban.
  • Guru mengatur giliran asesmen praktik hafalan niat puasa dan doa berbuka. Murid dipanggil satu per satu (atau berpasangan) maju ke depan untuk melafalkan niat puasa dan doa berbuka puasa.
  • Murid yang belum mendapat giliran praktik mengisi lembar refleksi diri singkat yang telah disiapkan guru (lihat bagian Merefleksi).
  • Guru menggunakan rubrik penilaian praktik saat murid melafalkan niat dan doa berbuka: menilai kelancaran, ketepatan lafal, dan kepercayaan diri.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid yang menunggu giliran praktik atau yang telah selesai mengisi lembar refleksi diri dengan pertanyaan: (1) 'Materi puasa mana yang paling mudah aku pahami?', (2) 'Materi puasa mana yang masih perlu aku pelajari lagi?', (3) 'Satu nilai dari puasa yang ingin aku terapkan dalam kehidupan sehari-hariku adalah...'
  • Setelah seluruh murid selesai mengerjakan asesmen tertulis dan praktik, guru mengajak murid berbagi refleksi secara sukarela: 'Siapa yang mau berbagi satu hal yang paling berkesan dari belajar puasa di bab ini?'
  • Guru memberikan apresiasi atas usaha dan kejujuran murid selama asesmen, mengingatkan bahwa sikap sabar dan jujur saat asesmen adalah cerminan nyata dari hikmah puasa.

Penutup:

  • Guru menyampaikan bahwa asesmen sumatif Bab 4 telah selesai dan berterima kasih atas kesungguhan murid.
  • Guru memberikan umpan balik umum: menyampaikan poin-poin materi yang tampak sudah dikuasai banyak murid dan poin yang perlu diperhatikan lebih lanjut (tanpa menyebut nama).
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: hasil asesmen akan dikembalikan dengan catatan personal, dan bagi murid yang memerlukan, akan ada sesi remedi atau pengayaan.
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mempraktikkan nilai-nilai puasa (sabar, jujur, pengendalian diri) dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan dukungan tambahan (lambat): soal uraian dapat disederhanakan, misalnya guru menyediakan kata kunci atau pilihan jawaban sebagai scaffolding. Untuk murid yang sudah sangat siap (cepat): soal uraian ditambah dengan pertanyaan tantangan, misalnya 'Bagaimana hubungan antara puasa dan pembentukan akhlak mulia? Jelaskan dengan contoh nyata.'
  • Proses: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diberi waktu sedikit lebih fleksibel untuk asesmen praktik dan boleh mengulang lafal niat/doa berbuka sekali lagi jika terjadi kekeliruan. Murid yang cepat selesai mengerjakan soal tertulis dapat langsung mengisi lembar refleksi diri atau membaca materi pengayaan yang telah disiapkan guru.
  • Produk: Untuk asesmen praktik, murid yang memiliki hambatan dalam pelafalan (misalnya kesulitan artikulasi) dapat dinilai melalui tulisan transliterasi niat dan doa berbuka sebagai bentuk asesmen alternatif.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: guru mengajukan 2 pertanyaan lisan ('Siapa yang masih ingat pengertian puasa?' dan 'Apa saja yang membatalkan puasa?') untuk mengetahui kesiapan kognitif murid sebelum asesmen dimulai.
  • Guru mengamati respons murid secara cepat dan mencatat siapa yang tampak siap dan siapa yang masih ragu sebagai dasar penyesuaian pendampingan selama asesmen.

Proses:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan soal tertulis: guru mengamati sikap mandiri, sabar, dan jujur menggunakan catatan anekdot atau lembar observasi.
  • Penilaian praktik hafalan niat puasa dan doa berbuka puasa menggunakan rubrik saat murid maju satu per satu.
  • Pengumpulan lembar refleksi diri murid sebagai data formatif tentang pemahaman diri dan ketercapaian belajar.

Akhir:

  • Asesmen tertulis (soal pilihan ganda, isian singkat, uraian) dikumpulkan dan dinilai guru sesuai kunci jawaban dan rubrik penilaian pengetahuan.
  • Asesmen praktik hafalan niat dan doa berbuka puasa dinilai dengan rubrik 4 level oleh guru.
  • Guru merekapitulasi hasil asesmen tertulis dan praktik untuk menentukan ketercapaian TP 3.4.4.1 dan TP 3.4.4.2 masing-masing murid.

Formatif:

  • Observasi sikap selama asesmen: guru mencatat kemandirian, kejujuran, ketenangan, dan kesabaran murid menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Tanya jawab lisan saat sesi pemantik di awal kegiatan inti untuk mengecek kesiapan belajar.
  • Lembar refleksi diri murid yang diisi selama menunggu giliran praktik.

Sumatif:

  • Asesmen tertulis: soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian tentang pengertian, ketentuan, dan hikmah puasa Ramadan (mengukur TP 3.4.4.1).
  • Asesmen praktik: melafalkan niat puasa dan doa berbuka puasa dinilai dengan rubrik kelancaran, ketepatan lafal, dan kepercayaan diri (mengukur TP 3.4.4.2).

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Pengertian Puasa (TP 3.4.4.1)Murid belum dapat menjelaskan pengertian puasa Ramadan atau jawabannya tidak relevan.Murid dapat menyebutkan pengertian puasa secara sederhana namun belum lengkap (misalnya hanya menyebut menahan makan dan minum).Murid dapat menjelaskan pengertian puasa dengan cukup lengkap, menyebutkan menahan makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan dari terbit fajar hingga terbenam matahari.Murid dapat menjelaskan pengertian puasa secara lengkap dan tepat disertai konteks ibadah kepada Allah Swt., serta menggunakan kalimat sendiri dengan jelas.
Pemahaman Ketentuan Puasa (TP 3.4.4.1)Murid belum dapat menyebutkan syarat, rukun, atau hal yang membatalkan puasa.Murid dapat menyebutkan 1–2 poin ketentuan puasa (misalnya hanya syarat wajib saja atau hanya hal yang membatalkan saja).Murid dapat menyebutkan ketentuan puasa dari dua aspek (misalnya syarat wajib dan rukun puasa) dengan benar meskipun belum lengkap seluruhnya.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan ketentuan puasa secara lengkap mencakup syarat wajib, syarat sah, rukun puasa, dan hal yang membatalkan puasa dengan benar.
Pemahaman Hikmah Puasa (TP 3.4.4.1)Murid belum dapat menyebutkan hikmah puasa.Murid dapat menyebutkan satu hikmah puasa secara umum (misalnya hanya 'menjadi sehat').Murid dapat menyebutkan dua atau lebih hikmah puasa dengan benar, baik dari sisi spiritual maupun sosial.Murid dapat merumuskan hikmah puasa dengan lengkap dan menghubungkannya dengan kehidupan nyata, misalnya melatih kesabaran, menumbuhkan rasa empati kepada orang yang kurang mampu, dan mempererat hubungan dengan Allah Swt.
Hafalan Niat Puasa dan Doa Berbuka (TP 3.4.4.2)Murid belum dapat melafalkan niat puasa atau doa berbuka puasa.Murid dapat melafalkan niat puasa atau doa berbuka puasa namun masih banyak kekeliruan lafal dan memerlukan banyak bantuan.Murid dapat melafalkan niat puasa dan doa berbuka puasa dengan beberapa kekeliruan kecil pada lafal atau kurang lancar di beberapa bagian.Murid dapat melafalkan niat puasa dan doa berbuka puasa dengan lancar, lafal tepat, dan penuh keyakinan tanpa bantuan.
Sikap Sabar dan Pengendalian Diri (TP 3.4.4.2)Murid menunjukkan sikap tidak tenang, mudah terganggu, atau tidak mandiri selama asesmen berlangsung.Murid menunjukkan sikap cukup tenang namun sesekali kurang mandiri atau perlu diingatkan untuk fokus.Murid menunjukkan sikap tenang dan mandiri selama asesmen, serta tidak mengganggu teman.Murid menunjukkan sikap sabar, tenang, jujur, dan sepenuhnya mandiri selama asesmen, mencerminkan internalisasi nilai puasa dalam perilaku nyata.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti asesmen tertulis dan praktik dengan baik? Apa hambatan yang muncul?
  • Apakah soal asesmen tertulis sudah cukup mengukur pemahaman murid tentang pengertian, ketentuan, dan hikmah puasa sesuai TP 3.4.4.1?
  • Bagaimana hasil asesmen praktik hafalan? Apakah ada murid yang memerlukan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah berjalan efektif untuk membantu murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?
  • Tindak lanjut apa yang perlu saya lakukan: remedi untuk siapa, dan pengayaan untuk siapa?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah aku pahami dengan baik tentang puasa Ramadan setelah belajar di bab ini?
  • Bagian mana dari materi puasa yang masih perlu aku pelajari lagi?
  • Apakah aku sudah mengerjakan asesmen hari ini dengan jujur dan sepenuh hati? Bagaimana perasaanku?
  • Satu nilai dari puasa (misalnya sabar atau pengendalian diri) yang ingin aku terapkan dalam kehidupan sehari-hariku adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-670-5.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek 2022, ISBN 978-602-244-673-6.
  3. Lembar soal asesmen tertulis yang disiapkan guru (soal pilihan ganda, isian singkat, dan uraian).
  4. Rubrik penilaian praktik hafalan niat puasa dan doa berbuka puasa.
  5. Lembar refleksi diri murid.
  6. Lembar observasi sikap untuk guru.
  7. Papan tulis atau kartu teks sebagai alat bantu visual apabila diperlukan guru saat memberikan arahan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.