Modul AjarPertemuan 4Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghormati Orang Lain sebagai Perilaku Terpuji

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menghormati Orang Lain sebagai Perilaku Terpuji". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghormati Orang Lain sebagai Perilaku Terpuji

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menghormati Orang Lain sebagai Perilaku Terpuji

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenghormati Orang Lain sebagai Perilaku Terpuji
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian dan cara menghormati orang lain sebagai bagian dari akhlak mulia dengan benar.
  2. Murid dapat merumuskan hikmah menghormati orang lain dan akibat tidak menghormati orang lain dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
  3. Murid dapat mendemonstrasikan cara menghormati orang lain melalui praktik langsung atau simulasi dengan sungguh-sungguh.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasa tidak dihargai oleh temanmu? Bagaimana perasaanmu saat itu?
  2. Menurutmu, apa yang terjadi jika semua orang di kelas tidak saling menghormati satu sama lain?
  3. Mengapa Allah Swt. memerintahkan kita untuk menghormati semua orang, meskipun mereka berbeda suku atau agama dengan kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar, misalnya: 'Apa kabar kalian hari ini? Semoga semua dalam keadaan sehat dan semangat!'
  • Guru mengecek kehadiran, kerapian, dan kesiapan posisi duduk murid.
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat kepada 2-3 murid secara acak — 'Siapa yang tahu apa artinya menghormati orang lain? Berikan satu contoh!' — untuk mengukur pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari hari ini: 'Hormat kepada Orang Lain sebagai Perilaku Terpuji'.
  • Guru meminta murid mengamati gambar di buku siswa halaman terkait (adegan anak-anak saling menghormati) dan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kamu merasa tidak dihargai oleh temanmu? Bagaimana perasaanmu saat itu?'
  • Murid menjawab pertanyaan pemantik secara lisan; guru menampung semua jawaban tanpa menghakimi untuk membangun rasa aman berpendapat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka capai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta konsep sederhana di papan tulis atau layar LCD yang memuat: Pengertian Menghormati Orang Lain → Ciri-Ciri → Cara Menumbuhkan → Hikmah → Akibat Tidak Menghormati.
  • Guru membacakan teks pendek dari buku siswa tentang pengertian menghormati orang lain dengan suara jelas, lalu meminta beberapa murid ikut membaca bergantian (teknik membaca bergilir).
  • Guru menjelaskan bahwa menghormati orang lain artinya menunjukkan sikap menghargai siapa pun — yang seagama maupun berbeda agama, satu suku maupun berbeda suku — karena semua orang berhak dihargai.
  • Guru menyampaikan 5 ciri-ciri orang yang menghormati orang lain dari buku siswa (sopan santun berbicara, tidak mengganggu yang sedang ibadah, memilih teman tanpa membeda-bedakan, menghargai pendapat, mendahulukan orang yang lebih tua) disertai contoh nyata di lingkungan sekolah.
  • Guru menjelaskan cara menumbuhkan sikap hormat: menyadari orang lain punya kelebihan, menyadari kita tidak bisa hidup sendiri, selalu memaafkan, mengingat kebaikan orang lain, dan meyakini perbedaan adalah sunnatullāh.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan berkesadaran: 'Dari ciri-ciri tadi, mana yang sudah kalian lakukan sehari-hari? Apa yang ingin kalian perbaiki?' — murid menjawab secara jujur (Think).
  • Murid menuliskan satu kata kunci yang paling berkesan dari penjelasan guru pada kertas post-it, lalu ditempelkan di papan 'Kata Pelajaranku' sebagai penanda pemahaman awal.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (4-5 orang) secara heterogen.
  • Setiap kelompok mendapatkan kartu skenario berisi situasi sehari-hari (contoh: 'Temanmu berbeda agama sedang beribadah di sudut kelas, apa yang kamu lakukan?'; 'Ada teman baru yang berbeda suku, bagaimana kamu menyapanya?'; 'Temanmu berpendapat berbeda saat diskusi, bagaimana sikapmu?').
  • Kelompok mendiskusikan skenario menggunakan teknik Think-Pair-Share: setiap anggota memikirkan jawaban sendiri (1 menit), lalu berpasangan mendiskusikan (2 menit), terakhir berbagi ke kelompok (2 menit).
  • Setelah diskusi, setiap kelompok memilih satu skenario untuk ditampilkan dalam simulasi singkat (Role Playing) di depan kelas — guru memberi waktu 2 menit latihan per kelompok.
  • Kelompok menampilkan simulasi bergantian (maksimal 2 menit per kelompok); kelompok lain mengamati dan mencatat satu hal positif yang mereka lihat.
  • Guru memberikan umpan balik konstruktif setelah setiap penampilan, menekankan nilai-nilai Islam yang tercermin dalam aksi tersebut (misalnya: akhlak mulia, ukhuwah, tawadhu').
  • Asesmen Proses: Guru mengamati keaktifan, keberanian tampil, dan ketepatan konten simulasi menggunakan lembar observasi sederhana (checklist 3 poin: ketepatan cara menghormati, keberanian, kerjasama kelompok).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang hikmah menghormati orang lain berdasarkan pengalaman simulasi yang baru saja dilakukan — 'Apa hikmah yang kalian rasakan dari kegiatan tadi?'
  • Guru menuliskan hikmah-hikmah yang disebutkan murid di papan tulis, lalu melengkapi dengan poin dari buku siswa: rendah hati, punya rasa malu, tulus membantu, menjadi pribadi pemaaf.
  • Guru membahas akibat tidak menghormati orang lain: dijauhi teman, tidak dipercaya, merusak hubungan sosial, dan bertentangan dengan ajaran Islam.
  • Guru mengaitkan materi dengan nilai keimanan: 'Allah Swt. mencintai orang yang berakhlak mulia dan menghormati sesama, karena semua manusia adalah ciptaan-Nya.'
  • Murid secara mandiri mengisi 'Lembar Refleksi Diri' dengan menjawab 3 pertanyaan pendek: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini; (2) Satu cara menghormati orang lain yang akan aku praktikkan besok; (3) Satu hal yang masih ingin aku tanyakan.
  • Beberapa murid sukarela berbagi isi refleksinya di depan kelas; guru merespon dengan apresiasi positif.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran hari ini: pengertian, cara, hikmah, dan akibat tidak menghormati orang lain.
  • Asesmen Akhir: Guru membagikan lembar soal sumatif singkat berisi 3 soal uraian pendek — (1) Jelaskan pengertian menghormati orang lain! (2) Sebutkan 2 hikmah menghormati orang lain! (3) Tuliskan satu akibat jika kita tidak menghormati orang lain! — dikerjakan selama 5 menit.
  • Guru memberikan pesan moral: 'Menghormati orang lain adalah cerminan akhlak mulia seorang Muslim. Mulailah dari hal kecil: senyum, salam, dan sapa dengan tulus.'
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut: murid diminta menceritakan satu pengalaman menghormati orang lain kepada orang tua di rumah dan menuliskannya dalam buku jurnal ibadah.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan kartu bergambar (flashcard) berisi ilustrasi visual tentang ciri-ciri dan cara menghormati orang lain sebagai panduan membaca dan memahami materi.
  • Proses: Untuk murid cepat: diberikan tantangan tambahan berupa tugas mengidentifikasi 3 contoh sikap menghormati dari kisah teladan dalam buku referensi (Hadis dan Kisah Teladan Anak Saleh) dan menuliskan refleksinya. Untuk murid yang masih kesulitan: guru memberikan pendampingan langsung saat diskusi kelompok dan menyederhanakan skenario role playing.
  • Produk: Murid yang telah mencapai tujuan dengan baik dapat membuat poster sederhana berisi 3 cara menghormati orang lain menggunakan kertas buram dan spidol warna. Murid yang masih berkembang cukup melengkapi kalimat rumpang pada lembar kerja yang telah disiapkan guru.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan singkat di awal pendahuluan kepada 2-3 murid secara acak: 'Siapa yang tahu apa artinya menghormati orang lain? Berikan satu contoh!' untuk memetakan pengetahuan dan pengalaman awal murid sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi keaktifan dan ketepatan jawaban saat tanya jawab tentang ciri-ciri dan cara menghormati orang lain pada tahap Memahami.
  • Checklist observasi selama diskusi Think-Pair-Share: apakah murid dapat mengidentifikasi tindakan yang tepat sesuai skenario.
  • Penilaian simulasi Role Playing: guru menggunakan lembar observasi dengan 3 indikator (ketepatan konten, keberanian, kerjasama) berskala 1-4.

Akhir:

  • Lembar soal uraian pendek 3 butir yang dikerjakan mandiri selama 5 menit di penutup pembelajaran: (1) Jelaskan pengertian menghormati orang lain! (2) Sebutkan 2 hikmah menghormati orang lain! (3) Tuliskan satu akibat jika kita tidak menghormati orang lain!
  • Lembar Refleksi Diri: murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari, satu tindakan yang akan dipraktikkan, dan satu pertanyaan yang masih ingin dijawab.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi tanya jawab pertanyaan pemantik di pendahuluan untuk mengukur pengetahuan awal.
  • Pengamatan aktif selama diskusi kelompok Think-Pair-Share menggunakan checklist keaktifan dan ketepatan konten.
  • Penilaian penampilan simulasi Role Playing menggunakan lembar observasi 3 kriteria: ketepatan cara menghormati, keberanian tampil, dan kerjasama kelompok.
  • Kartu post-it 'Kata Pelajaranku' sebagai penanda pemahaman konsep kunci.

Sumatif:

  • Lembar soal uraian pendek 3 butir di akhir pertemuan mencakup: pengertian menghormati orang lain, 2 hikmah, dan 1 akibat tidak menghormati.
  • Lembar Refleksi Diri yang diisi murid secara mandiri sebagai bukti internalisasi nilai.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Pengertian dan Cara Menghormati Orang Lain (TP 3.3.4.1)Murid belum dapat menyebutkan pengertian menghormati orang lain meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan pengertian menghormati orang lain secara sederhana namun belum mampu menjelaskan caranya.Murid dapat menjelaskan pengertian menghormati orang lain dan menyebutkan minimal 2 cara menghormati dengan benar.Murid dapat menjelaskan pengertian menghormati orang lain secara lengkap, menyebutkan minimal 3 cara menghormati, dan mengaitkannya dengan nilai akhlak mulia dalam Islam.
Merumuskan Hikmah dan Akibat Tidak Menghormati Orang Lain (TP 3.3.4.2)Murid belum dapat menyebutkan hikmah atau akibat tidak menghormati orang lain.Murid dapat menyebutkan 1 hikmah atau 1 akibat tidak menghormati orang lain dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan minimal 2 hikmah dan 1 akibat tidak menghormati orang lain secara mandiri.Murid dapat merumuskan minimal 3 hikmah dan 2 akibat tidak menghormati orang lain, serta mampu menghubungkannya dengan pengalaman nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Mendemonstrasikan Cara Menghormati Orang Lain melalui Simulasi (TP 3.3.4.3)Murid tidak berpartisipasi dalam simulasi atau menunjukkan perilaku yang tidak sesuai dengan nilai menghormati orang lain.Murid berpartisipasi dalam simulasi namun cara yang ditampilkan kurang tepat atau masih memerlukan banyak bimbingan.Murid mendemonstrasikan cara menghormati orang lain dengan tepat dalam simulasi, meskipun masih perlu sedikit arahan.Murid mendemonstrasikan cara menghormati orang lain dengan tepat, percaya diri, dan ekspresif dalam simulasi, serta mampu menjelaskan alasan tindakan yang dipilih.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid memahami pengertian dan cara menghormati orang lain setelah pembelajaran ini? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah kegiatan simulasi Role Playing cukup efektif untuk membantu murid menginternalisasi nilai menghormati? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama diskusi dan simulasi — apakah semua aktif, atau ada yang pasif? Apa yang perlu saya lakukan untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan berbeda?

Refleksi Murid:

  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang menghormati orang lain?
  • Satu cara menghormati orang lain mana yang paling ingin kamu praktikkan mulai besok? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu saat bermain peran tadi? Apakah kamu menemukan cara baru untuk bersikap hormat kepada orang lain?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbud RI tahun 2022 (Penulis: Moh. Ghozali, Erwin Wasti, ISBN: 978-602-244-670-5).
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbud RI.
  3. Tarbiyatul Aulād, 'Abdullāh Nāsih 'Ulwān.
  4. Hadis dan Kisah Teladan Anak Saleh.
  5. LCD Proyektor dan layar tayang untuk menampilkan peta konsep dan gambar ilustrasi.
  6. Kertas post-it warna untuk kegiatan 'Kata Pelajaranku'.
  7. Kartu skenario simulasi (disiapkan guru) berisi situasi kehidupan sehari-hari.
  8. Lembar kerja murid: Lembar Refleksi Diri dan soal uraian pendek.
  9. Papan tulis, spidol, dan alat tulis.
  10. Kartu bergambar (flashcard) ilustrasi ciri-ciri menghormati orang lain untuk diferensiasi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.