Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Berbakti kepada Orang Tua sebagai Perilaku Terpuji

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Berbakti kepada Orang Tua sebagai Perilaku Terpuji". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Berbakti kepada Orang Tua sebagai Perilaku Terpuji

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Berbakti kepada Orang Tua sebagai Perilaku Terpuji

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBerbakti kepada Orang Tua sebagai Perilaku Terpuji
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian dan cara berbakti kepada orang tua sebagai perintah Allah Swt. dengan benar.
  2. Murid dapat mengidentifikasi ciri-ciri orang yang berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa saja yang sudah dilakukan ayah dan ibu untuk kita setiap hari, dan bagaimana perasaan kita terhadap mereka?
  2. Menurut kalian, apa artinya berbakti kepada orang tua? Apakah hanya sekadar menuruti perintah mereka?
  3. Mengapa Allah Swt. memerintahkan kita untuk berbakti kepada orang tua? Apa yang kira-kira terjadi jika kita tidak melakukannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik secara lisan: mengajukan pertanyaan singkat 'Siapa yang tadi pagi sudah membantu orang tua di rumah? Apa yang kalian lakukan?' untuk mengukur pengetahuan dan pengalaman awal murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara berurutan dan memberi waktu beberapa murid untuk menjawab secara sukarela.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini: memahami pengertian dan cara berbakti kepada orang tua serta mengenal ciri-ciri anak yang berbakti.
  • Guru memberikan motivasi singkat: menyampaikan bahwa berbakti kepada orang tua adalah ibadah yang dicintai Allah Swt. dan membawa keberkahan hidup.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau ilustrasi sederhana yang menggambarkan berbagai bentuk bakti anak kepada orang tua (misalnya: membantu ibu, berpamitan sebelum berangkat sekolah, mendoakan orang tua). Murid diminta mengamati gambar tersebut dengan seksama.
  • Guru mengajak murid berdiskusi singkat: 'Apa yang sedang dilakukan anak dalam gambar itu? Apakah itu termasuk berbakti kepada orang tua?'
  • Guru menjelaskan pengertian berbakti kepada orang tua: berbakti berarti patuh, taat, dan berperilaku baik kepada ayah dan ibu sebagai wujud syukur atas kasih sayang mereka sekaligus menjalankan perintah Allah Swt.
  • Guru membacakan dengan lantang penggalan terjemahan doa untuk orang tua: 'Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.' Murid menirukan bersama-sama.
  • Guru menjelaskan lima ciri-ciri anak yang berbakti kepada orang tua yang tertuang dalam buku siswa: (a) berkata lemah lembut kepada orang tua, (b) taat kepada perintah ayah dan ibu, (c) selalu mendoakan orang tua, (d) membantu pekerjaan rumah, (e) tidak membantah atau berkata kasar kepada orang tua.
  • Guru melakukan pengecekan pemahaman (asesmen proses) dengan teknik 'Angkat Tangan': guru menyebutkan pernyataan, murid mengangkat tangan jika pernyataan tersebut termasuk ciri berbakti kepada orang tua dan diam jika bukan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja sederhana berisi tabel dua kolom: 'Termasuk Berbakti' dan 'Bukan Berbakti'. Guru menyebutkan delapan contoh perilaku anak sehari-hari; murid secara mandiri menuliskan atau memberi tanda centang pada kolom yang sesuai.
  • Contoh perilaku dalam lembar kerja meliputi: membantu ibu menyiapkan makan malam, berteriak kepada ayah saat marah, mendoakan orang tua setelah salat, menolak membantu ketika diminta, berkata 'iya Bu/Pak' dengan sopan, pergi bermain tanpa pamit, memeluk orang tua saat pulang sekolah, membantah perintah ibu.
  • Setelah mengerjakan secara mandiri (sekitar 5 menit), murid berpasangan dengan teman sebangku untuk membandingkan jawaban dan berdiskusi jika ada perbedaan pendapat.
  • Perwakilan dua atau tiga pasang murid mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas. Guru memberikan umpan balik langsung dan meluruskan jika ada kesalahpahaman.
  • Guru mengajak murid menceritakan secara singkat satu contoh nyata dari pengalaman mereka sendiri: 'Siapa yang mau berbagi cerita, apa yang pernah kamu lakukan untuk membantu orang tua di rumah?' (beberapa murid diberi kesempatan berbagi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak dan memejamkan mata selama 30 detik sambil membayangkan wajah ayah dan ibu mereka di rumah.
  • Guru membacakan pertanyaan refleksi dengan suara pelan dan hangat: 'Apa yang sudah kamu lakukan untuk orang tuamu selama ini? Apakah kamu sudah berbakti kepada mereka dengan sepenuh hati?'
  • Murid membuka mata, kemudian menuliskan satu kalimat komitmen pada selembar kertas kecil (sticky note atau kertas lipat): 'Mulai besok, aku akan... untuk orang tuaku.' Guru berkeliling membaca komitmen murid secara acak.
  • Guru mengajak murid mendoakan orang tua bersama-sama dengan membaca doa yang telah dipelajari: 'Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa.'
  • Guru mengingatkan murid bahwa berbakti kepada orang tua adalah ibadah yang berkelanjutan, bukan hanya saat di sekolah, dan mendorong mereka untuk mempraktikkan satu perilaku berbakti malam ini di rumah.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran hari ini: berbakti kepada orang tua adalah perintah Allah Swt., dilakukan dengan cara berkata lemah lembut, taat, membantu, dan mendoakan orang tua.
  • Guru melakukan asesmen akhir sumatif secara lisan dengan pertanyaan cepat kepada beberapa murid: 'Sebutkan tiga ciri anak yang berbakti kepada orang tua!' dan 'Apa arti berbakti kepada orang tua?'
  • Guru menyampaikan tugas tindak lanjut: murid diminta melakukan satu kegiatan berbakti kepada orang tua malam ini dan menceritakannya kepada guru pada pertemuan berikutnya (dicatat di buku penghubung jika tersedia).
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang materi pertemuan berikutnya yaitu Berbakti kepada Guru.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid membaca hamdalah bersama-sama, kemudian mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menyediakan kartu bergambar ilustrasi ciri-ciri berbakti kepada orang tua sehingga mereka dapat memahami konsep melalui visual tanpa hanya bergantung teks. Untuk murid yang sudah lebih cepat memahami, guru menyediakan kartu kasus tambahan berisi situasi yang lebih kompleks untuk dianalisis (misalnya: 'Bagaimana jika perintah orang tua menurutmu kurang tepat, apakah tetap harus dituruti?').
  • Proses: Saat mengerjakan lembar kerja, murid yang memerlukan dukungan dapat bekerja bersama guru atau pendamping. Murid yang cepat selesai dapat langsung diminta membuat contoh perilaku berbakti tambahan dari pengalaman mereka sendiri secara tertulis.
  • Produk: Murid yang belum lancar menulis dapat menyampaikan jawaban dan refleksi secara lisan kepada guru. Murid yang sudah lancar dan memiliki kemampuan lebih dapat menulis komitmen mereka dalam kalimat yang lebih lengkap atau membuat daftar tiga perilaku berbakti yang akan mereka lakukan minggu ini.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik di awal pembelajaran: 'Siapa yang tadi pagi sudah membantu orang tua di rumah? Apa yang kalian lakukan?' untuk menggali pengetahuan awal dan pengalaman nyata murid tentang perilaku berbakti kepada orang tua.
  • Guru mencatat secara mental atau pada daftar kelas murid yang sudah memiliki pengalaman konkret berbakti kepada orang tua dan yang belum, sebagai dasar penyesuaian pendekatan selama pembelajaran.

Proses:

  • Teknik 'Angkat Tangan' selama tahap Memahami: guru menyebutkan pernyataan, murid mengangkat tangan jika termasuk ciri berbakti. Guru mengamati dan mencatat murid yang tampak kesulitan membedakan.
  • Observasi lembar kerja saat tahap Mengaplikasi: guru berkeliling mengamati hasil klasifikasi murid dan memberikan umpan balik langsung kepada murid yang jawabannya kurang tepat.
  • Diskusi berpasangan: guru mendengarkan percakapan beberapa pasang murid untuk menilai kedalaman pemahaman dan kemampuan berargumentasi mereka.

Akhir:

  • Tanya jawab lisan di Penutup kepada beberapa murid secara acak: 'Apa pengertian berbakti kepada orang tua?' dan 'Sebutkan tiga ciri anak yang berbakti kepada orang tua!'
  • Komitmen tertulis di sticky note: dinilai berdasarkan kesesuaian isi komitmen dengan konsep berbakti kepada orang tua yang telah dipelajari (apakah murid dapat mengaitkan komitmen mereka dengan ciri-ciri konkret berbakti).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan selama kegiatan Memahami menggunakan teknik 'Angkat Tangan' untuk mengecek pemahaman murid tentang ciri-ciri berbakti kepada orang tua.
  • Observasi guru saat murid mengerjakan lembar kerja klasifikasi perilaku pada kegiatan Mengaplikasi.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat murid berdiskusi berpasangan membandingkan hasil klasifikasi perilaku berbakti.

Sumatif:

  • Tanya jawab lisan di kegiatan Penutup: murid diminta menyebutkan minimal tiga ciri anak yang berbakti kepada orang tua dan menjelaskan pengertian berbakti kepada orang tua.
  • Komitmen tertulis pada sticky note sebagai produk refleksi yang menunjukkan pemahaman dan penghayatan murid terhadap materi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian dan cara berbakti kepada orang tua (TP 3.3.1.1)Murid belum dapat menjelaskan pengertian berbakti kepada orang tua, atau penjelasannya tidak relevan dengan konsep yang dipelajari.Murid dapat menyebutkan pengertian berbakti kepada orang tua secara sangat sederhana (misalnya hanya 'menuruti orang tua') tanpa menyebut hubungannya dengan perintah Allah Swt.Murid dapat menjelaskan pengertian berbakti kepada orang tua dengan benar, termasuk menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan perintah Allah Swt., meskipun penjelasannya belum lengkap.Murid dapat menjelaskan pengertian berbakti kepada orang tua dengan lengkap dan benar, menyebut bahwa hal tersebut merupakan perintah Allah Swt., dan menyebutkan minimal dua cara konkret berbakti kepada orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Mengidentifikasi ciri-ciri orang yang berbakti kepada orang tua (TP 3.3.1.2)Murid belum dapat membedakan perilaku yang termasuk berbakti dan yang bukan berbakti kepada orang tua.Murid dapat mengidentifikasi 1–2 ciri anak yang berbakti kepada orang tua dengan benar dari contoh yang diberikan.Murid dapat mengidentifikasi 3–4 ciri anak yang berbakti kepada orang tua dengan benar, termasuk membedakan perilaku berbakti dan tidak berbakti pada lembar kerja.Murid dapat mengidentifikasi 5 atau lebih ciri anak yang berbakti kepada orang tua dengan benar, mampu memberikan contoh nyata dari pengalaman sehari-hari, dan menjelaskan alasannya dengan kalimat sendiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat memahami pengertian berbakti kepada orang tua setelah pembelajaran hari ini? Bagaimana saya mengetahuinya?
  • Apakah kegiatan lembar kerja klasifikasi perilaku cukup efektif untuk membantu murid mengidentifikasi ciri-ciri berbakti kepada orang tua? Apa yang perlu saya perbaiki?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap kegiatan inti? Tahap mana yang perlu penyesuaian waktu pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah ada murid yang masih memerlukan pendampingan lebih lanjut? Apa langkah tindak lanjut yang akan saya lakukan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang baru kamu pelajari hari ini tentang berbakti kepada orang tua?
  • Dari ciri-ciri anak yang berbakti kepada orang tua, mana yang sudah kamu lakukan dan mana yang belum?
  • Satu hal apa yang akan kamu lakukan untuk orang tuamu hari ini sebagai wujud berbakti kepada mereka?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali, Erwin Wasti; Kemdikbudristek 2022; ISBN 978-602-244-670-5), khususnya Bab III halaman 62–68.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali, Erwin Wasti; Kemdikbudristek 2022; ISBN 978-602-244-673-6), khususnya Bab III halaman 53–55.
  3. Gambar atau ilustrasi bentuk-bentuk bakti anak kepada orang tua (dapat dicetak dari buku siswa atau disiapkan guru).
  4. Lembar kerja sederhana berisi tabel klasifikasi perilaku berbakti dan bukan berbakti (disiapkan oleh guru).
  5. Sticky note atau kertas kecil untuk kegiatan penulisan komitmen murid.
  6. Papan tulis atau media tayang sederhana untuk menampilkan ciri-ciri berbakti kepada orang tua.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.