Modul AjarBab 3Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 3: Perilaku Terpuji Adalah Kepribadianku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 3 "Perilaku Terpuji Adalah Kepribadianku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 3: Perilaku Terpuji Adalah Kepribadianku

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 3 — Perilaku Terpuji Adalah Kepribadianku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 3 — Perilaku Terpuji Adalah Kepribadianku
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.3.1 Menerapkan akhlak terhadap orang tua dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 3.3.2 Menerapkan akhlak terhadap guru dalam lingkungan sekolah
  3. TP 3.3.3 Menjelaskan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama
  4. TP 3.3.4 Menghafal hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kamu lakukan sebelum berangkat ke sekolah kepada ayah dan ibu?
  2. Bagaimana caramu berbicara ketika dipanggil oleh orang tuamu di rumah?
  3. Apa yang biasanya kalian lakukan ketika berpapasan dengan bapak atau ibu guru di halaman sekolah?
  4. Bagaimana cara kita berbicara dan bersikap saat guru sedang menjelaskan materi di kelas?
  5. Bagaimana bunyi hadis Nabi Muhammad saw. tentang larangan saling mendiamkan lebih dari tiga hari?
  6. Apa pesan yang terkandung di dalam hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama?
  7. Bagaimana caramu membuktikan rasa sayang dan hormatmu kepada orang tua dan guru?
  8. Mengapa kita harus menjaga lisan dan perbuatan baik kepada sesama manusia sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad saw.?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Akhlak terhadap Orang Tua dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Menerapkan akhlak terhadap orang tua dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan akhlak terhadap orang tua dalam kehidupan sehari-hari (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan cara bersikap dalam 2 situasi: (1) Saat dipanggil ibu saat sedang bermain (acuan: segera menjawab santun dan menghampiri); (2) Saat hendak berangkat ke sekolah (acuan: berpamitan dan mencium tangan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui telaah gambar anak mencium tangan dan membantu orang tua mengenai 4 wujud akhlak terpuji kepada orang tua: (1) Berkata lemah lembut dan tidak membentak, (2) Mematuhi perintah orang tua selagi baik, (3) Mendoakan kebaikan orang tua, (4) Membantu meringankan pekerjaan orang tua di rumah (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencocokkan kartu situasi dengan respons akhlak yang tepat pada 3 kartu: Situasi 1 'Ibu meminta tolong mengambilkan air minum' -> Respons: 'Segera mengambilkan air dengan ikhlas'; Situasi 2 'Ayah memberi nasihat belajar' -> Respons: 'Mendengarkan dengan tenang tanpa menyela'; Situasi 3 'Selesai salat fardu' -> Respons: 'Mendoakan kedua orang tua' (acuan: pasangan situasi dan respons yang cocok tersebut) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid melakukan simulasi peran berpasangan (praktik penerapan akhlak terpuji terhadap orang tua) secara bergantian dalam permainan peran 'Anak Berbakti' pada 2 skenario konkret: Skenario 1: Meminta izin dan berpamitan kepada orang tua sebelum berangkat sekolah dengan mencium tangan serta berucap santun; Skenario 2: Merespons panggilan orang tua dengan ucapan sopan ('Iya, Bu/Pak') dan langsung menghampiri tanpa mengeluh (18 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi lembar komitmen penerapan akhlak terhadap orang tua dengan memilih dan menetapkan minimal 3 tindakan nyata berbakti yang akan diterapkan langsung di rumah hari ini dari daftar tindakan: (1) Menjawab panggilan orang tua dengan suara lembut, (2) Merapikan tempat tidur sendiri untuk membantu ibu, (3) Mencium tangan orang tua saat pulang dan pergi, (4) Mendoakan orang tua setelah salat (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid duduk tenang dalam suasana hening dan merenungkan perlakuan serta pengorbanan orang tua, lalu menyadari pentingnya selalu menjaga tutur kata dan tindakan sopan kepada ayah dan ibu setiap hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara-cara menerapkan akhlak terpuji terhadap orang tua dalam kehidupan sehari-hari (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas komitmen penerapan akhlak yang telah dibuat murid, menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya (akhlak terhadap guru), dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi contoh kalimat santun kepada orang tua, sedangkan murid yang mandiri langsung mempraktikkan skenario secara spontan.
  • Proses: Saat simulasi penerapan, murid yang belum percaya diri berlatih dengan bimbingan langsung guru, sementara murid yang mahir mempraktikkan skenario tantangan tambahan (misalnya merespons nasihat saat melakukan kesalahan di rumah dengan meminta maaf secara tulus).
  • Produk: Murid menentukan dan menuliskan 3 pilihan komitmen tindakan akhlak terpuji yang relevan dengan rutinitas kesehariannya di rumah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan murid terkait 2 situasi akhlak terhadap orang tua: (1) Apa yang kamu lakukan saat dipanggil ibu ketika sedang asyik bermain? (acuan respons tepat: segera menjawab dengan sopan, menghentikan mainan sejenak, dan menghampiri ibu); (2) Bagaimana caramu berpamitan saat hendak berangkat ke sekolah? (acuan respons tepat: berpamitan dengan santun, mengucapkan salam, dan mencium tangan orang tua).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan simulasi peran penerapan akhlak terhadap orang tua pada Skenario 1 (berpamitan mencium tangan dan mengucap salam/santun) dan Skenario 2 (menjawab panggilan dengan lemah lembut dan segera menghampiri), dengan kriteria: kesesuaian tindakan fisik (mencium tangan/menghampiri) dan kesantunan tutur kata.
  • Pengecekan ketepatan murid dalam menjodohkan 3 kartu situasi-respons akhlak terhadap orang tua (acuan: Situasi 1-Mengambilkan air dengan ikhlas; Situasi 2-Mendengarkan tenang tanpa menyela; Situasi 3-Mendoakan kedua orang tua).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 1 skenario 'Ibu meminta tolong merapikan sepatu yang berserakan', murid menyebutkan tindakan penerapan akhlak yang tepat (acuan jawaban: segera mematuhi perintah dengan membantu merapikan sepatu tanpa mengeluh dan tanpa membentak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi peran penerapan akhlak terpuji terhadap orang tua (skenario berpamitan dan merespons panggilan)
  • Pemeriksaan lembar komitmen penerapan akhlak terhadap orang tua di rumah

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Akhlak terhadap Orang TuaBelum mampu menerapkan tindakan dan tutur kata santun terhadap orang tua sesuai skenario simulasi meskipun telah diberi bimbingan guru.Mampu menerapkan tindakan atau tutur kata santun terhadap orang tua pada 1 skenario simulasi dengan bimbingan dan arahan guru.Mampu menerapkan tindakan dan tutur kata santun terhadap orang tua secara tepat pada kedua skenario simulasi (berpamitan mencium tangan dan merespons panggilan dengan santun) secara mandiri.Mampu menerapkan tindakan dan tutur kata santun terhadap orang tua secara tepat, konsisten, dan wajar pada kedua skenario simulasi serta skenario tantangan tambahan (merespons nasihat dan meminta maaf) secara mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dan antusias saat melakukan simulasi penerapan akhlak terhadap orang tua?
  • Apakah langkah pembelajaran berhasil menumbuhkan kesadaran murid untuk bertutur kata lemah lembut kepada orang tua di rumah?

Murid:

  • Apa tindakan berbakti kepada orang tua yang paling mudah kamu lakukan hari ini?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berlatih berbicara sopan dan mencium tangan orang tua?

Pertemuan 2 — Menerapkan Akhlak terhadap Guru dalam Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.2 Menerapkan akhlak terhadap guru dalam lingkungan sekolah

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan akhlak terhadap guru di lingkungan sekolah (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 gambar perilaku di sekolah untuk memetakan kesiapan murid dalam menerapkan akhlak kepada guru: (1) Menyapa dan mencium tangan guru saat berpapasan; (2) Memotong pembicaraan guru yang sedang mengajar; (3) Mendengarkan nasihat guru dengan tenang. Murid mengangkat kartu jempol ke atas jika mencerminkan akhlak terpuji kepada guru atau jempol ke bawah jika bukan (acuan: gambar 1 = akhlak terpuji, gambar 2 = bukan akhlak terpuji, gambar 3 = akhlak terpuji) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak kisah keteladanan para ulama tentang menghormati guru (Kisah Imam Syafi'i yang berhati-hati membuka lembaran buku di depan gurunya, Imam Malik, dan Imam Ahmad yang selalu mendoakan gurunya) dari Buku Siswa serta mengamati tayangan gambar ragam adab kepada guru di sekolah (10 menit).
  • Guru memandu murid mengidentifikasi 4 bentuk penerapan akhlak terpuji terhadap guru di lingkungan sekolah: (1) Mengucapkan salam dan menyapa dengan sopan saat berpapasan; (2) Mendengarkan penjelasan guru di kelas dengan tertib; (3) Mendoakan kebaikan guru; (4) Menjalankan nasihat guru dengan ikhlas (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil berpasangan untuk memainkan permainan peran 'Praktik Adab Murid Teladan' di mana setiap pasangan secara bergantian mempraktikkan langsung penerapan akhlak terhadap guru berdasarkan 4 skenario simulasi: Skenario 1 (Berpapasan dengan guru di lorong sekolah: mengucapkan salam, tersenyum, dan mencium tangan guru); Skenario 2 (Guru masuk ke ruang kelas: duduk rapi dan menjawab salam guru dengan santun); Skenario 3 (Guru sedang menerangkan pelajaran: duduk tenang, memperhatikan, dan mendengarkan tanpa berbicara sendiri); Skenario 4 (Diberikan tugas/nasihat oleh guru: menerima dengan wajah ramah dan mengucapkan 'terima kasih, Bu/Pak Guru' serta melaksanakannya) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Penerapan Akhlak dengan menentukan tindakan konkret yang tepat terhadap 4 pernyataan situasi nyata di sekolah: (1) Situasi: Bertemu guru piket yang membawa banyak buku di gerbang sekolah (tindakan tepat: memberi salam dan membantu membawakan buku/membukakan pintu); (2) Situasi: Ingin bertanya saat guru sedang mengajar di kelas (tindakan tepat: mengangkat tangan terlebih dahulu dengan tenang dan menunggu dipersilakan); (3) Situasi: Dinasihati guru karena datang terlambat (tindakan tepat: mendengarkan nasihat dengan menunduk sopan dan berjanji tidak mengulangi); (4) Situasi: Selesai jam pelajaran sekolah (tindakan tepat: mendoakan kebaikan guru dan berpamitan dengan santun). Acuan kunci jawaban: tindakan murid memuat kesantunan ucapan dan sikap hormat sesuai situasi (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru meninjau kembali pengalaman latihan peran dan pengisian lembar kerja, mendiskusikan apa yang dirasakan saat menerapkan adab sopan santun kepada guru (10 menit).
  • Murid mengisi lembar ceklis komitmen pembiasaan diri 'Aku Berakhlak Mulia kepada Guruku' berisi 4 butir: memberi salam, mendengarkan di kelas, mematuhi nasihat, dan mendoakan guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas praktik akhlak terhadap guru yang telah diterapkan murid dengan baik selama sesi simulasi (5 menit).
  • Guru memandu simpulan singkat, mengingatkan murid untuk langsung mempraktikkan akhlak ini kepada seluruh guru di sekolah setiap hari, lalu menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah adab untuk murid yang membutuhkan pengingat konkret, serta teks narasi situasi yang lebih rinci bagi murid yang siap membaca mandiri.
  • Proses: Memberikan pendampingan terbimbing langsung oleh guru saat simulasi bagi murid yang ragu-ragu, sementara murid yang sudah mandiri mempraktikkan skenario tantangan tanpa teks panduan.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan penerapan akhlak melalui demonstrasi simulasi tindakan langsung atau menuliskannya secara rinci pada lembar situasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik klasikal menggunakan 3 kartu gambar situasi di sekolah: (1) Menyapa dan mencium tangan guru saat berpapasan; (2) Memotong pembicaraan guru yang sedang mengajar; (3) Mendengarkan nasihat guru dengan tenang. Murid mengidentifikasi perilaku yang mencerminkan akhlak terpuji kepada guru (Acuan kunci: gambar 1 dan 3 benar merupakan akhlak terpuji; gambar 2 bukan akhlak terpuji).

Proses:

  • Lembar observasi praktik simulasi peran 4 skenario adab kepada guru (mengucapkan salam/sapaan hormat, bersikap tertib di kelas, mendengarkan nasihat, dan berterima kasih/mendoakan guru) dengan kriteria kesantunan ucapan dan sikap tubuh hormat.
  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri pada Lembar Kerja 4 Situasi Nyata di sekolah (Acuan kunci: (1) Menyapa dan menawarkan bantuan; (2) Mengangkat tangan sebelum berbicara; (3) Mendengarkan nasihat tanpa membantah; (4) Mendoakan dan berpamitan dengan santun).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan melalui 4 butir pernyataan benar/salah mengenai akhlak terhadap guru: (1) Berjalan membungkuk sopan saat lewat di depan guru (Benar); (2) Tetap asyik mengobrol dengan teman saat guru menerangkan pelajaran (Salah); (3) Mengucapkan salam setiap berpapasan dengan guru di sekolah (Benar); (4) Merasa kesal dan membantah saat dinasihati guru (Salah). Kriteria tercapai jika murid menjawab tepat minimal 3 dari 4 butir.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi peran penerapan akhlak terhadap guru
  • Pemeriksaan lembar kerja penentuan tindakan akhlak terhadap guru

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan adab berpapasan dan berbicara dengan guru (mengucapkan salam, menyapa sopan, dan mencium tangan/bersalaman)Belum mampu mempraktikkan adab berpapasan dan berbicara dengan guru meskipun telah dibimbing guru.Mampu mempraktikkan adab berpapasan dan berbicara dengan guru dengan bimbingan dan arahan guru.Mampu mempraktikkan adab berpapasan dan berbicara santun dengan guru secara tepat dan mandiri.Mampu mempraktikkan adab berpapasan dan berbicara santun dengan guru secara tepat, mandiri, dan konsisten menunjukkan sikap hormat penuh kesadaran.
Penerapan adab saat menerima pembelajaran dan nasihat guru di kelas (duduk tertib, mendengarkan, dan mematuhi arahan)Belum menunjukkan sikap tertib dan belum mendengarkan saat guru memberikan penjelasan atau arahan di kelas.Mampu menunjukkan sikap tertib dan mendengarkan penjelasan guru di kelas jika terus diingatkan guru.Mampu menerapkan sikap tertib, mendengarkan penjelasan, dan mematuhi arahan guru di kelas secara mandiri.Konsisten menerapkan sikap tertib, mendengarkan dengan seksama, dan mematuhi arahan guru secara mandiri tanpa perlu diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas simulasi peran efektif membantu murid membiasakan penerapan akhlak terpuji terhadap guru di sekolah?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membuat murid antusias dan bagaimana tindak lanjut pembiasaan akhlak ini dalam keseharian sekolah?

Murid:

  • Apa tindakan terpuji kepada bapak dan ibu guru yang sudah kamu praktikkan hari ini?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika besok pagi bertemu dengan bapak atau ibu guru di gerbang sekolah?

Pertemuan 3 — Menjelaskan dan Menghafal Hadis tentang Menjaga Hubungan Baik dengan Sesama — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.3 Menjelaskan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama
  • TP 3.3.4 Menghafal hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan mengenai bunyi dan arti hadis menjaga hubungan baik: 'Siapa yang tahu hadis tentang larangan mendiamkan sesama muslim lebih dari tiga hari?' (acuan: hadis riwayat Bukhari/Muslim 'Lā yahillu limuslimin an yahjura akhāhu fauqa tsalātsi layālin' yang artinya tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan makna/kandungan hadis dan melafalkan hafalan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak lafal hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang menjaga hubungan baik yang ditampilkan guru di papan tulis: 'لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ أَخَاهُ فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ' (Lā yahillu limuslimin an yahjura akhāhu fauqa tsalātsi layālin) beserta terjemahannya: 'Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam' (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai 3 poin isi pesan pokok hadis tersebut: (1) Larangan saling bermusuhan atau mendiamkan sesama muslim, (2) Batas waktu maksimal marah atau tidak bertegur sapa adalah tiga hari/tiga malam, dan (3) Anjuran untuk segera bertegur sapa, memaafkan, dan memulai salam bila bertemu (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berlatih menghafal lafal hadis kata per kata dengan metode talaqqi (menirukan pengulangan guru) hingga hafal penggalan teks: 'Lā yahillu' - 'limuslimin' - 'an yahjura' - 'akhāhu' - 'fauqa tsalātsi layālin' (15 menit).
  • Murid melakukan permainan estafet hafalan hadis (Joyful Learning): murid duduk melingkar lalu menyanyikan lagu penyemangat sambil mengestafetkan spidol; saat musik/tepukan berhenti, murid yang memegang spidol melafalkan hadis lengkap beserta artinya secara bergantian (acuan: lafal hadis riwayat Bukhari/Muslim lengkap beserta arti) (10 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan lembar penjelasan hadis yang memuat 2 pertanyaan isian: (1) Sebutkan batas waktu maksimal mendiamkan saudara sesama muslim menurut hadis tersebut! (acuan jawaban: 3 hari/3 malam); (2) Jelaskan apa yang sebaiknya kita lakukan jika sedang berselisih dengan teman berdasarkan hadis tersebut! (acuan jawaban: segera bertegur sapa/mengucapkan salam/berdamai/memaafkan sebelum lewat 3 hari) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru memeriksa hasil lembar penjelasan dan mengidentifikasi bagian lafal hadis mana yang sudah lancar dihafal serta bagian yang masih terbata-bata (5 menit).
  • Murid merenungkan pentingnya menghafal dan mematuhi hadis Nabi saw. agar selalu menjaga kerukunan dan tidak bermusuhan dengan teman (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pesan pokok hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan agar murid memperlancar hafalan hadis di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan lafal hadis berharakat lengkap dan kartu arti kata per kata; murid yang mahir disediakan teks hadis tanpa harakat.
  • Proses: Murid yang masih terbata-bata menghafal secara berpasangan dengan bimbingan tutor sebaya; murid yang sudah lancar menghafal langsung mendemonstrasikan hafalan tanpa teks.
  • Produk: Pada lembar penjelasan hadis, murid yang berkembang menuliskan penjelasan 2 poin secara lengkap, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan melengkapi kalimat rumpang penjelasan hadis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan sebelum materi dimulai: 'Siapa yang tahu hadis tentang larangan mendiamkan sesama muslim lebih dari tiga hari?' (Acuan jawaban: hadis 'Lā yahillu limuslimin an yahjura akhāhu fauqa tsalātsi layālin' yang artinya tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja hafalan hadis: guru mengamati ketepatan lafal hadis riwayat Bukhari/Muslim 'Lā yahillu limuslimin an yahjura akhāhu fauqa tsalātsi layālin' dan terjemahannya saat permainan estafet hafalan.
  • Pemeriksaan lembar penjelasan hadis: guru memeriksa ketepatan jawaban 2 soal isian. Butir 1: Batas waktu maksimal mendiamkan teman (kunci: 3 hari/3 malam); Butir 2: Sikap yang dilakukan jika berselisih (kunci: segera bertegur sapa/mengucapkan salam/berdamai/memaafkan sebelum lewat 3 hari).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: melafalkan hadis satu persatu atau bersama-sama secara runtut tanpa teks (acuan: lafal hadis 'Lā yahillu limuslimin an yahjura akhāhu fauqa tsalātsi layālin' dan artinya: Tidak halal bagi seorang muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga malam).

Formatif:

  • Tes lisan unjuk kerja hafalan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama (lafal Arab dan artinya).
  • Tes tertulis penjelasan 2 butir soal isian pesan pokok hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Hadis Menjaga Hubungan BaikBelum mampu menjawab 2 pertanyaan penjelasan hadis secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Mampu menjawab tepat 1 dari 2 pertanyaan penjelasan hadis (batas waktu 3 hari ATAU anjuran bertegur sapa/salam/damai).Mampu menjawab tepat kedua pertanyaan penjelasan hadis (batas waktu 3 hari DAN anjuran bertegur sapa/salam/damai) dengan bantuan arahan guru.Mampu menjawab tepat kedua pertanyaan penjelasan hadis (batas waktu 3 hari DAN anjuran bertegur sapa/salam/damai) secara mandiri dan lengkap.
Menghafal Hadis Menjaga Hubungan BaikBelum mampu melafalkan hafalan hadis dan artinya meski dibimbing penuh.Mampu melafalkan hafalan hadis secara terbata-bata atau hanya sebagian penggalan kalimat dengan bimbingan guru.Mampu melafalkan hafalan hadis (lafal Arab dan artinya) secara utuh dan lancar dengan sedikit bantuan petunjuk kata dari guru.Mampu melafalkan hafalan hadis (lafal Arab dan artinya) secara utuh, lancar, dan tepat tanpa bantuan sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode talaqqi dan permainan estafet hafalan efektif membantu seluruh murid menghafal hadis?
  • Bagian penjelasan pesan pokok hadis mana yang masih sulit dipahami murid kelas 3?

Murid:

  • Bagian mana dari lafal hadis menjaga hubungan baik yang paling mudah kamu hafal?
  • Apa pesan penting dari hadis yang akan kamu lakukan jika sedang berselisih dengan teman?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.3.1 Menerapkan akhlak terhadap orang tua dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.3.2 Menerapkan akhlak terhadap guru dalam lingkungan sekolah
  • TP 3.3.3 Menjelaskan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama
  • TP 3.3.4 Menghafal hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, serta menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif bab untuk menunjukkan perilaku berbakti dan hafalan hadis hubungan baik dengan sesama (3 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib dan 3 pos/alur pelaksanaan asesmen sumatif: pengamatan pembiasaan adab terhadap guru, simulasi peran adab berpamitan kepada orang tua, dan tes lisan hafalan serta penjelasan hadis hubungan baik dengan sesama (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan petunjuk teknis simulasi peran berpasangan dan teknis giliran maju ke meja guru untuk setoran lisan hadis secara tenang dan tertib (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru melakukan pengamatan perilaku terstruktur terhadap seluruh murid mengenai pembiasaan adab menyapa guru dengan ucapan salam yang santun dan ketertiban menyimak arahan guru di kelas (10 menit).
  • Murid secara berpasangan (14 pasang bergantian) menampilkan unjuk kerja simulasi peran adab berpamitan meminta izin dan bertutur kata santun kepada orang tua saat hendak berangkat sekolah sesuai skenario yang dibagikan guru (35 menit).
  • Secara bergiliran satu per satu menuju meja guru (masing-masing sekitar 1,8 menit untuk 28 murid), murid melafalkan hafalan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama beserta penyampaian penjelasan arti dan pesan pokok hadis, sementara murid lainnya mengerjakan penguatan lembar mutabaah adab harian di meja masing-masing (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melakukan refleksi singkat terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan asesmen sumatif dan proses penerapan perilaku terpuji yang telah dinilai hari ini (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kesungguhan seluruh murid dalam menuntaskan asesmen sumatif bab 3 (1 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: murid yang membutuhkan waktu penyesuaian diberi kesempatan jeda tarik napas sejenak sebelum melafalkan hafalan atau memulai simulasi peran tanpa mengurangi standar kriteria penilaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis asesmen melalui tanya jawab singkat mengenai kesiapan urutan nomor undian giliran hafalan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama dan pasangan simulasi peran (acuan: kesiapan seluruh murid pada pembagian peran dan teks hadis yang telah dipelajari).

Sumatif Bab:

  • kombinasi pengamatan pembiasaan, unjuk kerja simulasi peran berpasangan, dan unjuk kerja hafalan-penjelasan lisan bergiliran: catatan lembar cek pembiasaan adab terhadap guru di sekolah, lembar observasi peran berpamitan dan bertutur kata santun kepada orang tua, serta rekaman ketercapaian hafalan dan penjelasan arti/pesan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama
  • pengamatan perilaku terstruktur: catatan perilaku menyapa guru dengan salam dan mendengarkan penjelasan secara tertib yang diamati guru pada seluruh murid selama kegiatan kelas berlangsung (15 menit; kelompok; instrumen: lembar cek keteramatan perilaku dengan indikator menyapa santun dan tertib menyimak)
  • unjuk kerja simulasi peran: peragaan berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit = 35 menit) yang memperagakan adab berpamitan meminta izin dan bertutur kata santun kepada orang tua sesuai rubrik (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja simulasi peran adab kepada orang tua (kriteria: kesantunan tutur kata, ketepatan gestur pamit/mencium tangan, kejelasan maksud izin))
  • unjuk kerja lisan bergiliran: pelafalan hafalan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama secara lancar sekaligus penyampaian lisan arti dan pesan pokok hadis dinilai 1,8 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan penguatan mandiri di meja masing-masing (55 menit / 1,8 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kriteria hafalan: kelancaran dan ketepatan makhraj; kriteria penjelasan: ketepatan arti dan pesan pokok hadis))

Sumatif:

  • kombinasi pengamatan pembiasaan, unjuk kerja simulasi peran berpasangan, dan unjuk kerja hafalan-penjelasan lisan bergiliran: catatan lembar cek pembiasaan adab terhadap guru di sekolah, lembar observasi peran berpamitan dan bertutur kata santun kepada orang tua, serta rekaman ketercapaian hafalan dan penjelasan arti/pesan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama
  • pengamatan perilaku terstruktur: catatan perilaku menyapa guru dengan salam dan mendengarkan penjelasan secara tertib yang diamati guru pada seluruh murid selama kegiatan kelas berlangsung (15 menit; kelompok; instrumen: lembar cek keteramatan perilaku dengan indikator menyapa santun dan tertib menyimak)
  • unjuk kerja simulasi peran: peragaan berpasangan (14 pasang @ 2,5 menit = 35 menit) yang memperagakan adab berpamitan meminta izin dan bertutur kata santun kepada orang tua sesuai rubrik (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja simulasi peran adab kepada orang tua (kriteria: kesantunan tutur kata, ketepatan gestur pamit/mencium tangan, kejelasan maksud izin))
  • unjuk kerja lisan bergiliran: pelafalan hafalan hadis tentang menjaga hubungan baik dengan sesama secara lancar sekaligus penyampaian lisan arti dan pesan pokok hadis dinilai 1,8 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain melakukan kegiatan penguatan mandiri di meja masing-masing (55 menit / 1,8 menit = 30 murid, muat 28 murid satu kelas) (55 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan (kriteria hafalan: kelancaran dan ketepatan makhraj; kriteria penjelasan: ketepatan arti dan pesan pokok hadis))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan akhlak terhadap orang tua (simulasi peran pamit)Belum mampu memperagakan adab berpamitan; tutur kata belum santun dan belum menunjukkan gestur mencium tangan orang tua.Memperagakan adab berpamitan meminta izin namun gestur pamit/mencium tangan masih ragu atau kalimat izin belum lengkap.Memperagakan adab berpamitan dengan tutur kata santun meminta izin, gestur mencium tangan tepat, dan maksud izin disampaikan jelas sesuai skenario.Memperagakan adab berpamitan dengan tutur kata yang sangat santun, penuh ketakziman gestur mencium tangan, serta penyampaian maksud izin yang sangat jelas dan mandiri tanpa keraguan.
Menerapkan akhlak terhadap guru (pengamatan pembiasaan)Belum menunjukkan pembiasaan menyapa guru dengan salam dan belum tertib saat menyimak instruksi.Menyapa guru dengan salam namun masih perlu diingatkan atau belum konsisten tertib saat mendengarkan penjelasan.Menyapa guru dengan ucapan salam santun dan mendengarkan penjelasan guru secara tertib selama kegiatan berlangsung.Menyapa guru dengan ucapan salam santun secara spontan/mandiri dan senantiasa menyimak arahan dengan sangat tertib serta penuh rasa hormat.
Menghafal hadis menjaga hubungan baik dengan sesamaBelum mampu melafalkan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama atau kelafalan terhenti lebih dari 3 kali.Mampu melafalkan hadis hubungan baik dengan sesama tetapi masih terbata-bata atau terdapat kesalahan pada makhraj huruf.Mampu melafalkan seluruh matan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama secara lancar dengan makhraj huruf yang tepat.Mampu melafalkan seluruh matan hadis menjaga hubungan baik dengan sesama dengan sangat lancar, fasih, tepat makhraj, dan tanpa ragu-ragu.
Menjelaskan hadis menjaga hubungan baik dengan sesamaBelum mampu menjelaskan arti maupun pesan pokok hadis menjaga hubungan baik dengan sesama.Mampu menjelaskan arti hadis dengan tepat namun belum dapat menguraikan pesan pokok hadis untuk sesama.Mampu menjelaskan arti hadis secara tepat dan menguraikan pesan pokok hadis tentang keharusan berbuat baik atau larangan menyakiti sesama.Mampu menjelaskan arti dan seluruh pesan pokok hadis secara sangat jelas, runtut, serta mengaitkannya dengan larangan menyakiti sesama melalui lisan dan tangan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk setiap instrumen asesmen (pengamatan, simulasi peran, tes lisan) berjalan efektif dan mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagaimana tingkat ketercapaian murid kelas 3 pada kompetensi pembiasaan akhlak terpuji dan hafalan hadis ini?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menyetorkan hafalan hadis dan mempraktikkan adab santun hari ini?
  • Adab baik apa yang paling ingin terus kamu lakukan di rumah dan di sekolah setiap hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  3. Kartu situasi dan respons akhlak terhadap orang tua
  4. Lembar komitmen 'Anak Berbakti'
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Bab 3 Halaman 53–62
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022), Bab 3 Halaman 76–80
  7. Kartu gambar situasi perilaku di sekolah dan kartu skenario bermain peran
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  10. Kartu teks potongan lafal hadis dan artinya
  11. Papan tulis dan spidol permainan estafet
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemendikbudristek RI, 2022
  14. Lembar instrumen observasi perilaku adab kepada guru
  15. Lembar skenario peran berpamitan kepada orang tua
  16. Kartu matan hadis dan terjemah tentang hubungan baik dengan sesama

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.