Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Asmaulhusna Al-Wahhāb (Maha Pemberi)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengenal Asmaulhusna Al-Wahhāb (Maha Pemberi)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Asmaulhusna Al-Wahhāb (Maha Pemberi)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Asmaulhusna Al-Wahhāb (Maha Pemberi)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Asmaulhusna Al-Wahhāb (Maha Pemberi)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan makna asmaulhusna Al-Wahhāb beserta bukti Allah Swt. Maha Pemberi dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
  2. Murid dapat membiasakan sikap peduli kepada sesama sebagai penghayatan asmaulhusna Al-Wahhāb dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Coba sebutkan 3 hal yang paling kamu syukuri hari ini — siapa yang memberikan semuanya itu?
  2. Bayangkan jika Allah tidak memberikan udara, air, dan makanan. Apa yang akan terjadi pada kita?
  3. Pernah tidak kamu memberikan sesuatu kepada teman atau orang lain? Bagaimana perasaanmu saat itu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru melakukan asesmen awal: menampilkan gambar aneka buah-buahan dan hewan (sesuai Buku Siswa hal. 48), lalu bertanya singkat: 'Siapa yang memberikan semua ini kepada kita?' — jawaban murid dicatat sebagai peta pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik secara lisan untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: memahami makna Al-Wahhāb dan meneladani sikap peduli kepada sesama.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menuliskan lafal 'الْوَهَّابُ' di papan tulis dan mengajak murid membacanya bersama-sama dengan tartil sebanyak 3 kali (Berkesadaran — murid hadir dan fokus pada lafal).
  • Guru menjelaskan makna Al-Wahhāb: Allah Maha Pemberi, memberikan segala karunia tanpa diminta dan tanpa mengharap imbalan, mengacu QS. Hud/11:6 ('Tidak ada makhluk bergerak [bernyawa] di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya').
  • Guru membacakan QS. Hud/11:6 beserta artinya, murid menyimak dengan khidmat (Berkesadaran).
  • Guru menampilkan gambar contoh nyata pemberian Allah: udara, cahaya matahari, air, buah-buahan, tubuh yang sehat. Murid diminta menyebutkan contoh lain dari pengalaman pribadi mereka (Bermakna — menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata).
  • Murid membaca ringkasan materi Al-Wahhāb pada Buku Siswa hal. 49–50 secara bergantian (membaca nyaring satu paragraf per siswa).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman: 'Apa bedanya pemberian Allah dengan pemberian manusia?' dan mendorong murid berpikir kritis (Bermakna).
  • Guru memberikan penguatan konsep: Allah memberi tanpa batas, tanpa syarat, dan tidak pernah kehabisan — berbeda dengan manusia yang terbatas.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) secara acak menggunakan metode 'Take and Give' (Menggembirakan — kerja kelompok aktif).
  • Setiap kelompok mendapatkan kartu 'Bukti Pemberian Allah': satu sisi berisi nikmat (contoh: kesehatan, rezeki, keluarga), sisi lain kosong untuk diisi murid dengan contoh nyata dari kehidupan mereka sendiri.
  • Murid berdiskusi dalam kelompok: mengisi kartu dengan minimal 2 bukti pemberian Allah yang mereka rasakan sehari-hari dan 1 bentuk sikap peduli kepada sesama yang bisa mereka lakukan sebagai wujud syukur (Bermakna — kontekstual dengan kehidupan nyata).
  • Setiap kelompok berbagi hasil diskusinya kepada kelompok lain dengan cara 'Take and Give': satu anggota bertugas menyampaikan isi kartunya kepada anggota kelompok lain, lalu bertukar informasi (Menggembirakan).
  • Guru berkeliling mengamati, memberikan umpan balik singkat kepada tiap kelompok, dan mencatat perkembangan pemahaman murid sebagai asesmen proses.
  • Satu perwakilan per kelompok menyampaikan hasil diskusinya di depan kelas secara singkat. Kelompok lain boleh menambahkan atau menanggapi (Bermakna — komunikasi dan kolaborasi).
  • Guru merangkum temuan dari semua kelompok dan menghubungkannya dengan cara meneladani Al-Wahhāb: bersyukur dengan lisan dan perbuatan, peduli kepada sesama, membantu yang membutuhkan, dan menjaga lingkungan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk tenang sejenak, menutup mata selama 30 detik, dan merenungkan dalam hati: 'Apa saja yang sudah Allah berikan kepadaku hari ini?' (Berkesadaran — refleksi mendalam dan mindful).
  • Murid membuka mata dan mengisi lembar refleksi sederhana (bisa lisan atau tertulis di buku tulis): (1) Satu karunia Allah yang paling aku syukuri hari ini adalah..., (2) Satu sikap peduli kepada sesama yang akan aku lakukan minggu ini adalah... (Bermakna — refleksi personal yang konkret).
  • Beberapa murid (sukarela) berbagi refleksinya kepada kelas. Guru merespons dengan hangat dan penghargaan verbal.
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi penutup: 'Setelah mengenal Al-Wahhāb hari ini, apa yang berubah dari cara kamu melihat nikmat Allah?' (Berkesadaran).
  • Guru memberikan penguatan akhir: mengenal Al-Wahhāb bukan hanya soal menghafal nama, tetapi soal merasakan kasih sayang Allah dan meneladaninya dengan menjadi orang yang suka memberi dan peduli kepada sesama.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: Al-Wahhāb artinya Maha Pemberi, Allah memberi tanpa batas, wujud syukur kita adalah peduli dan berbagi kepada sesama.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid menjawab 2–3 pertanyaan lisan atau tertulis singkat (lihat bagian Asesmen Akhir).
  • Guru menyampaikan pesan moral: 'Karena Allah sudah sangat banyak memberi kepada kita, yuk kita juga jadi orang yang suka memberi dan peduli kepada teman.'
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya agar murid dapat mempersiapkan diri.
  • Guru mengajak murid berdoa penutup bersama.
  • Guru menyampaikan salam penutup.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar membaca diberi kartu bergambar (visual) untuk memudahkan pemahaman makna Al-Wahhāb. Murid yang sudah cepat memahami diberi tantangan: mencari 1 ayat Al-Qur'an lain yang menunjukkan Allah Maha Pemberi menggunakan Buku Siswa atau bimbingan guru.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih ditempatkan dalam kelompok bersama teman yang lebih mampu (peer learning). Guru memberikan pertanyaan berjenjang: pertanyaan literal ('Apa artinya Al-Wahhāb?') untuk murid yang perlu dukungan, dan pertanyaan analitis ('Mengapa Allah disebut Al-Wahhāb dan bukan sekedar 'Pemberi'?') untuk murid yang lebih cepat.
  • Produk: Murid yang sudah memahami dapat menuliskan atau menggambar 'Pohon Syukur' berisi karunia Allah yang mereka rasakan beserta sikap peduli yang akan mereka lakukan. Murid yang masih dalam proses cukup melengkapi kalimat rumpang: 'Al-Wahhāb artinya... Salah satu buktinya adalah... Cara aku bersyukur adalah...'

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan gambar buah-buahan dan hewan (Buku Siswa hal. 48) dan bertanya: 'Menurut kalian, siapa yang memberikan semua ini kepada kita?' — jawaban dicatat untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang konsep Al-Wahhāb.
  • Guru bertanya: 'Siapa yang sudah pernah mendengar kata Al-Wahhāb? Apa artinya menurut kalian?' — untuk mengidentifikasi murid yang sudah memiliki pengetahuan awal dan yang belum.

Proses:

  • Selama tahap Memahami: guru mengajukan pertanyaan lisan ('Apa bukti bahwa Allah Maha Pemberi yang kamu rasakan setiap hari?') dan mengamati respons murid.
  • Selama tahap Mengaplikasi: guru mengamati isian kartu Take and Give dan kualitas diskusi kelompok — apakah murid dapat menghubungkan konsep Al-Wahhāb dengan kehidupan nyata.
  • Penilaian diri singkat (self-assessment) oleh murid di akhir diskusi kelompok: 'Apakah aku sudah memahami makna Al-Wahhāb? (Ya / Hampir / Belum)' dituliskan di pojok kartu diskusi mereka.

Akhir:

  • Murid menjawab pertanyaan: (1) Apa arti asmaulhusna Al-Wahhāb? (2) Sebutkan 2 contoh bukti bahwa Allah Maha Pemberi dalam kehidupan sehari-hari! (3) Apa yang bisa kamu lakukan sebagai wujud penghayatan Al-Wahhāb?
  • Lembar refleksi tertulis: murid melengkapi kalimat — 'Satu karunia Allah yang paling aku syukuri adalah... dan satu sikap peduli yang akan aku lakukan adalah...' — dinilai berdasarkan kesesuaian dan kedalaman jawaban.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid selama diskusi kelompok Take and Give (kualitas kontribusi dan kemampuan menyebutkan bukti pemberian Allah).
  • Umpan balik lisan guru saat murid mempresentasikan hasil diskusi kelompok.
  • Cek pemahaman cepat dengan pertanyaan lisan di sela-sela kegiatan Memahami.

Sumatif:

  • Pertanyaan lisan/tertulis singkat di akhir pembelajaran: murid menjelaskan makna Al-Wahhāb dan menyebutkan minimal 2 bukti pemberian Allah.
  • Lembar refleksi tertulis: murid menuliskan 1 sikap peduli konkret yang akan mereka lakukan sebagai penghayatan Al-Wahhāb.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan makna Al-Wahhāb (TP 3.2.4.1 — Pengetahuan)Murid belum dapat menyebutkan arti Al-Wahhāb meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan arti Al-Wahhāb (Maha Pemberi) dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menjelaskan arti Al-Wahhāb dengan benar secara mandiri.Murid dapat menjelaskan arti Al-Wahhāb secara benar, lengkap, dan mampu mengaitkannya dengan dalil (QS. Hud/11:6) serta contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Menyebutkan bukti Allah Maha Pemberi (TP 3.2.4.1 — Aplikasi)Murid belum dapat menyebutkan bukti pemberian Allah dalam kehidupan sehari-hari.Murid dapat menyebutkan 1 bukti pemberian Allah dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 2 bukti pemberian Allah secara mandiri dan relevan.Murid dapat menyebutkan lebih dari 2 bukti pemberian Allah secara mandiri, relevan, dan disertai penjelasan mengapa hal itu merupakan pemberian Allah.
Membiasakan sikap peduli kepada sesama sebagai penghayatan Al-Wahhāb (TP 3.2.4.2 — Sikap)Murid belum dapat mengidentifikasi contoh sikap peduli kepada sesama.Murid dapat menyebutkan 1 contoh sikap peduli kepada sesama dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1–2 sikap peduli kepada sesama secara mandiri dan menjelaskan hubungannya dengan Al-Wahhāb.Murid dapat menjelaskan beberapa sikap peduli kepada sesama secara mandiri, menghubungkannya dengan penghayatan Al-Wahhāb, dan menyatakan komitmen konkret yang akan dilakukan.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam kegiatan diskusi kelompok dan Take and Give hari ini?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang digunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan keterlibatan emosional murid?
  • Murid mana yang tampak kesulitan memahami konsep Al-Wahhāb? Dukungan apa yang perlu diberikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk ketiga tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)? Bagian mana yang perlu disesuaikan?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang Al-Wahhāb?
  • Karunia Allah yang mana yang paling membuatmu merasa bersyukur hari ini?
  • Satu sikap peduli kepada sesama apa yang akan kamu coba lakukan mulai besok?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemdikbudristek, 2022), Bab II hal. 48–51.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Moh. Ghozali, Erwin Wasti; Kemdikbudristek, 2022), Bab II hal. 34–51.
  3. Kartu Take and Give (disiapkan guru): kartu berisi nama/contoh nikmat Allah di satu sisi, kolom isian kosong di sisi lain.
  4. Gambar visual: aneka buah-buahan, hewan, dan alam (bisa dari Buku Siswa atau dicetak/ditampilkan lewat proyektor).
  5. Papan tulis dan spidol untuk menuliskan lafal 'الْوَهَّابُ'.
  6. Lembar refleksi sederhana (disiapkan guru atau ditulis langsung di buku tulis murid).
  7. QS. Hud/11:6 (teks Arab dan terjemahan) — dapat ditampilkan di papan tulis atau kartu ayat.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.