Modul AjarPertemuan 3Bab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Sifat Jaiz Allah Swt. dan Menghafal Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Mengenal Sifat Jaiz Allah Swt. dan Menghafal Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Mengenal Sifat Jaiz Allah Swt. dan Menghafal Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Mengenal Sifat Jaiz Allah Swt. dan Menghafal Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMengenal Sifat Jaiz Allah Swt. dan Menghafal Sifat Wajib, Mustahil, Jaiz
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt. (fi'lu kulli mumkinin aw tarkuhu) dengan benar.
  2. Murid dapat mendemonstrasikan hafalan sifat wajib, mustahil, dan jaiz Allah Swt. dengan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah Allah Swt. bisa melakukan apa saja yang Dia kehendaki? Mengapa begitu?
  2. Apa perbedaan antara sesuatu yang 'wajib', 'mustahil', dan 'boleh' ketika kita berbicara tentang Allah Swt.?
  3. Jika Allah Swt. membuat seseorang sakit, apakah itu berarti Allah Swt. tidak sayang? Kenapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pelajaran.
  • Guru menyapa murid dengan hangat dan menanyakan kabar ('Apa kabar kalian hari ini?').
  • Guru memeriksa kehadiran, kerapian pakaian, dan posisi duduk murid.
  • Guru melakukan asesmen awal/diagnostik dengan mengajukan pertanyaan lisan singkat: 'Siapa yang masih ingat, apa itu sifat wajib Allah? Ada berapa jumlahnya? Ada yang tahu apa itu sifat jaiz?'
  • Guru mencatat sekilas respons murid untuk mengetahui titik awal pemahaman mereka.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar tentang sifat jaiz Allah Swt. dan berlatih menghafal sifat wajib, mustahil, serta jaiz Allah Swt.'
  • Guru menyajikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid dan meminta beberapa murid menyampaikan pendapatnya.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menuliskan di papan tulis teks Arab sifat jaiz Allah Swt.: فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ beserta artinya: 'Berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu'.
  • Guru menjelaskan secara singkat dan sederhana bahwa sifat jaiz Allah berarti Allah berhak melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu sesuai kehendak-Nya — misalnya Allah boleh membuat seseorang sehat atau sakit, bahagia atau tidak.
  • Guru mengajak murid mengamati contoh nyata dari kehidupan sehari-hari: 'Pernahkah kalian sakit, lalu sembuh? Itu karena Allah berkehendak menyembuhkan. Pernahkah tanaman layu, lalu hujan turun dan tanaman itu segar kembali? Itu kehendak Allah.' (Prinsip Bermakna: menghubungkan materi dengan pengalaman nyata murid.)
  • Guru membedakan secara singkat ketiga jenis sifat: sifat wajib (pasti ada pada Allah), sifat mustahil (pasti tidak ada pada Allah), dan sifat jaiz (boleh ada atau tidak ada). Guru menggunakan analogi sederhana yang sesuai usia kelas 3.
  • Guru meminta murid membuka buku siswa pada halaman tentang Sifat Jaiz Allah Swt. dan membaca bersama-sama secara lantang satu paragraf pengertian sifat jaiz.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman kepada beberapa murid secara acak: 'Apa arti sifat jaiz? Sebutkan satu contoh sifat jaiz Allah dalam kehidupan sehari-hari!' (Prinsip Berkesadaran: mendorong murid aktif membangun pengetahuan, bukan sekadar mendengar.)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memandu sesi hafalan bertahap dengan metode talqin (guru membaca, murid menirukan bersama-sama) untuk sifat jaiz Allah: فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ.
  • Guru memimpin pengulangan hafalan sifat wajib (20 sifat) dan sifat mustahil (20 sifat) secara ringkas menggunakan gerakan tangan atau ritme tepuk tangan agar lebih mudah diingat dan menyenangkan. (Prinsip Menggembirakan: hafalan dikemas dalam ritme dan gerakan.)
  • Murid dibagi menjadi 4–5 kelompok kecil (3–4 orang per kelompok). Setiap kelompok berlatih bersama: satu murid menjadi 'penguji', anggota lain menghafal sifat jaiz beserta artinya, kemudian bergantian peran. (Prinsip Kolaborasi dan Menggembirakan.)
  • Setiap kelompok mendapat kartu kecil bertuliskan penggalan sifat (wajib/mustahil/jaiz) — mereka bertugas mencocokkan kartu dengan jenisnya (wajib, mustahil, atau jaiz) di atas meja. Kegiatan ini memperkuat pemahaman perbedaan ketiga sifat secara kontekstual. (Prinsip Bermakna: penerapan pemahaman dalam aktivitas langsung.)
  • Perwakilan 2–3 kelompok diminta mendemonstrasikan hafalan sifat jaiz (beserta artinya) dan minimal 5 sifat wajib di depan kelas. Murid lain memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.
  • Guru memantau proses hafalan kelompok, memberikan umpan balik lisan segera, dan mencatat nama murid yang membutuhkan bimbingan tambahan. (Asesmen proses: observasi hafalan kelompok.)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk duduk tenang sejenak, menarik napas, dan mengingat kembali apa yang telah mereka pelajari hari ini. (Prinsip Berkesadaran: jeda refleksi sadar.)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi lisan: 'Apa yang baru kalian ketahui hari ini tentang sifat jaiz Allah? Bagaimana perasaan kalian ketika tahu bahwa Allah berkuasa atas segala sesuatu?'
  • Murid menuliskan di selembar kertas kecil (post-it atau kertas buram): (1) satu hal yang mereka pahami tentang sifat jaiz Allah, dan (2) satu pertanyaan yang masih ingin mereka tanyakan. Kertas ditempel di papan 'Aku Belajar Hari Ini'. (Prinsip Berkesadaran dan Bermakna.)
  • Guru membahas secara singkat 1–2 pertanyaan yang muncul dari kertas murid untuk memastikan tidak ada miskonsepsi yang tersisa.
  • Guru menghubungkan materi dengan nilai akhlak: 'Karena Allah Swt. berkuasa atas segalanya, kita harus selalu bersyukur, berdoa, dan tidak sombong. Kita tidak tahu apa yang akan Allah lakukan, jadi kita harus terus berbuat baik dan bersabar.'

Penutup:

  • Guru mengajak murid bersama-sama melafalkan sifat jaiz Allah Swt. sekali lagi sebagai penguatan hafalan akhir.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: meminta 3–4 murid secara individual mendemonstrasikan hafalan sifat jaiz beserta artinya di depan kelas.
  • Guru memberikan umpan balik positif dan mengingatkan murid untuk terus berlatih hafalan di rumah.
  • Guru menyampaikan pesan moral: 'Allah Swt. Maha Kuasa dan berhak berbuat apa saja. Kita sebagai hamba harus selalu yakin, bersabar, dan bersyukur atas segala ketentuan-Nya.'
  • Guru menyampaikan informasi singkat tentang topik pertemuan berikutnya.
  • Pembelajaran diakhiri dengan doa bersama dan salam penutup dari guru.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: sediakan kartu hafalan bergambar atau kartu dengan tulisan Arab besar dan transliterasi latin untuk membantu membaca dan menghafal sifat jaiz. Untuk murid yang sudah cepat memahami: berikan tantangan tambahan berupa menjelaskan contoh sifat jaiz Allah lainnya dari kehidupan sehari-hari secara lisan.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru atau teman sebangku (tutor sebaya) mendampingi saat latihan hafalan kelompok, dengan pengulangan yang lebih sering dan berpasangan. Untuk murid yang cepat: diarahkan menjadi 'pemandu kelompok' yang membantu teman-temannya berlatih hafalan, sekaligus diminta menjelaskan perbedaan sifat wajib, mustahil, dan jaiz dengan kata-kata sendiri.
  • Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: cukup mendemonstrasikan hafalan sifat jaiz beserta artinya saja. Untuk murid yang sudah berkembang: diminta mendemonstrasikan hafalan sifat jaiz dan menyebutkan minimal 5 sifat wajib beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik sebelum kegiatan inti: 'Siapa yang masih ingat sifat wajib Allah itu apa? Ada berapa jumlahnya? Apa yang dimaksud dengan sifat jaiz Allah?'
  • Guru mencatat respons murid untuk memetakan: siapa yang sudah mengenal konsep sifat jaiz, siapa yang baru mengenal sifat wajib saja, dan siapa yang belum familiar sama sekali.

Proses:

  • Observasi hafalan kelompok: guru berkeliling memantau ketepatan lafal sifat jaiz, kelancaran hafalan, dan antusiasme murid dalam kegiatan kelompok.
  • Tanya jawab singkat saat kegiatan Memahami: guru bertanya kepada murid secara acak untuk mengecek pemahaman pengertian sifat jaiz.
  • Pemantauan kerja kelompok kartu sifat (matching activity): guru menilai ketepatan pengelompokan kartu sifat wajib, mustahil, dan jaiz oleh masing-masing kelompok.

Akhir:

  • Demonstrasi hafalan individual: setiap murid yang dipanggil melafalkan فِعْلُ كُلِّ مُمْكِنٍ أَوْ تَرْكُهُ beserta artinya dengan benar.
  • Pertanyaan lisan: 'Apa arti sifat jaiz Allah Swt.? Sebutkan satu contoh nyata sifat jaiz Allah dalam kehidupanmu!'
  • Guru merekap hasil observasi proses dan demonstrasi akhir sebagai catatan perkembangan murid per individu.

Formatif:

  • Tanya jawab lisan pada pendahuluan untuk mengukur pengetahuan awal murid tentang sifat wajib dan sifat jaiz Allah.
  • Observasi aktif guru selama latihan hafalan kelompok kecil: memperhatikan ketepatan lafal, kelancaran, dan keterlibatan murid.
  • Kartu refleksi (post-it): murid menuliskan satu hal yang dipahami dan satu pertanyaan tentang sifat jaiz Allah.

Sumatif:

  • Demonstrasi hafalan individual di akhir pertemuan: murid melafalkan sifat jaiz Allah Swt. beserta artinya secara mandiri di depan kelas.
  • Pertanyaan lisan singkat: murid menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt. dengan kata-kata sendiri.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt. [TP 3.2.3.1]Murid tidak dapat menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt. meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan bahwa sifat jaiz adalah sifat 'boleh' pada Allah, namun belum dapat menjelaskan maknanya dengan kalimat sendiri.Murid dapat menjelaskan bahwa sifat jaiz Allah adalah Allah boleh berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu (fi'lu kulli mumkinin aw tarkuhu) dengan kalimat sendiri yang cukup tepat.Murid dapat menjelaskan pengertian sifat jaiz Allah Swt. dengan benar, lengkap dengan redaksi Arab dan artinya, serta mampu memberikan contoh nyata dari kehidupan sehari-hari secara mandiri.
Mendemonstrasikan hafalan sifat jaiz Allah Swt. [TP 3.2.3.2 — bagian jaiz]Murid tidak dapat melafalkan sifat jaiz Allah Swt. meskipun dengan bantuan penuh dari guru.Murid dapat melafalkan sebagian sifat jaiz Allah Swt. dengan bimbingan guru, namun masih terbata-bata atau kurang tepat.Murid dapat melafalkan sifat jaiz Allah Swt. beserta artinya dengan cukup lancar dan tepat, dengan sedikit kesalahan minor.Murid dapat melafalkan sifat jaiz Allah Swt. beserta artinya dengan lancar, tepat, dan percaya diri secara mandiri di depan kelas.
Mendemonstrasikan hafalan sifat wajib dan mustahil Allah Swt. [TP 3.2.3.2 — bagian wajib & mustahil]Murid tidak dapat menyebutkan sifat wajib maupun mustahil Allah Swt. meskipun dengan bantuan.Murid dapat menyebutkan 1–5 sifat wajib atau mustahil Allah Swt. dengan bimbingan guru.Murid dapat menyebutkan 6–15 sifat wajib dan beberapa sifat mustahil Allah Swt. dengan cukup lancar.Murid dapat melafalkan seluruh 20 sifat wajib dan pasangan sifat mustahilnya serta sifat jaiz dengan lancar dan mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan hafalan kelompok? Siapa saja yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah metode talqin dan kegiatan kartu sifat efektif membantu murid memahami perbedaan sifat wajib, mustahil, dan jaiz?
  • Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk mencapai kedua tujuan pembelajaran? Bagian mana yang perlu dipercepat atau diperdalam pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil membangkitkan rasa ingin tahu murid? Bagaimana saya bisa meningkatkannya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang sifat jaiz Allah Swt.? Ceritakan dengan kata-katamu sendiri!
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang paling mudah dan paling sulit bagimu?
  • Apa yang ingin kamu lakukan di rumah agar hafalanmu semakin lancar?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III — Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek RI 2022 (ISBN: 978-602-244-670-5), Bab II halaman 46–47.
  2. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III — Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek RI 2022 (ISBN: 978-602-244-673-6), Bab II halaman 34–40.
  3. Kartu hafalan sifat jaiz, wajib, dan mustahil (dapat dibuat dari kertas buram/karton yang dipotong kecil, ditulis dengan spidol).
  4. Kertas post-it atau kertas buram untuk kegiatan refleksi tulis murid.
  5. Papan tulis dan spidol/kapur untuk menuliskan teks Arab sifat jaiz beserta transliterasi dan artinya.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.