Modul AjarBab 2Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 2: Ayo Mengenal Tuhan Kita

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 untuk Bab 2 "Ayo Mengenal Tuhan Kita", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3 Bab 2: Ayo Mengenal Tuhan Kita

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Bab 2 — Ayo Mengenal Tuhan Kita

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikBab 2 — Ayo Mengenal Tuhan Kita
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 3.2.1 Menjelaskan sifat-sifat Allah Swt. yang meliputi sifat wajib, jaiz, dan mustahil
  2. TP 3.2.2 Meyakini sifat-sifat Allah Swt. melalui pengakuan keagungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 3.2.3 Menjelaskan beberapa asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir)
  4. TP 3.2.4 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir) dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah Allah Swt. memiliki sifat yang sama seperti makhluk ciptaan-Nya?
  2. Apa arti sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt.?
  3. Bagaimana kita merasakan bahwa Allah Swt. itu benar-benar ada dan Maha Melihat saat kita sedang sendirian?
  4. Sikap apa yang muncul dalam diri kita saat menyadari keagungan Allah Swt. yang Maha Kuasa menciptakan alam semesta?
  5. Siapakah yang memberikan kita kesehatan, rezeki, dan kehidupan tanpa meminta balasan?
  6. Ketika melihat langit yang luas, gunung yang menjulang, dan alam semesta yang megah, siapakah yang menciptakan dan Maha Besar melebihi segalanya?
  7. Bagaimana pemahaman kita tentang sifat-sifat Allah Swt. dan asmaulhusna al-Wahhab serta al-Kabir membimbing kita untuk selalu rendah hati dan bersyukur?
  8. Apa bukti nyata dalam perbuatan sehari-hari bahwa kita meyakini Allah Swt. Maha Pemberi dan Maha Besar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Sifat Wajib, Jaiz, dan Mustahil Allah Swt. — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menjelaskan sifat-sifat Allah Swt. yang meliputi sifat wajib, jaiz, dan mustahil

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan memimpin doa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan mengamati keindahan ciptaan Allah di sekitar kelas serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang sifat wajib, jaiz, dan mustahil Allah Swt. (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menanyakan kepada kelas apa makna kata 'pasti', 'tidak mungkin', dan 'boleh' dalam kehidupan, lalu mengaitkannya dengan 3 kelompok sifat Allah Swt. (acuan diagnostik: sifat wajib = pasti ada pada Allah; sifat mustahil = tidak mungkin ada pada Allah; sifat jaiz = boleh/bebas bagi Allah untuk berbuat atau tidak berbuat) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru dan membaca teks ringkas tentang pengertian 3 kelompok sifat Allah Swt. (sifat wajib: 20 sifat yang pasti ada pada Allah; sifat mustahil: 20 sifat yang tidak mungkin ada pada Allah; sifat jaiz: 1 sifat kebebasan Allah untuk menciptakan atau tidak menciptakan sesuatu) (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati contoh pasangan sifat wajib dan sifat mustahil (contoh acuan: Wujud [Ada] lawannya 'Adam [Tidak Ada]; Qidam [Terdahulu] lawannya Hudus [Baru]; Baqa' [Kekal] lawannya Fana [Binasa]) serta 1 sifat jaiz Allah (Fi'lu kulli mumkinnin au tarkuhu: berbuat sesuatu yang mungkin atau meninggalkannya) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam aktivitas kelompok bergembira 'Teka-Teki Pasangan Sifat', setiap kelompok menerima 6 kartu pernyataan berisi pengertian dan klasifikasi sifat untuk dikelompokkan ke wadah bertuliskan 'Wajib', 'Mustahil', atau 'Jaiz'. Rincian 6 kartu: Kartu 1: 'Sifat yang pasti dimiliki oleh Allah Swt. yang maha sempurna' -> Wadah Wajib; Kartu 2: 'Sifat yang mustahil/tidak mungkin dimiliki oleh Allah Swt.' -> Wadah Mustahil; Kartu 3: 'Kewenangan bebas bagi Allah untuk menciptakan atau tidak menciptakan alam semesta' -> Wadah Jaiz; Kartu 4: 'Sifat Wujud (Ada) dan Baqa (Kekal)' -> Wadah Wajib; Kartu 5: 'Sifat 'Adam (Tidak Ada) dan Fana (Rusak/Binasa)' -> Wadah Mustahil; Kartu 6: 'Allah berkehendak menurunkan hujan atau tidak menurunkannya' -> Wadah Jaiz (acuan pengelompokan sesuai pasangan kartu di atas) (15 menit).
  • Setiap kelompok bergantian menjelaskan alasan pengelompokan kartu yang telah dipilih di depan kelompok lain dengan menyebutkan pengertian sifat wajib, mustahil, atau jaiz secara tepat (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara mandiri menuliskan 1 kesimpulan kalimat di lembar kerja mini: perbedaan mendasar antara sifat wajib (pasti ada), sifat mustahil (tidak mungkin ada), dan sifat jaiz (boleh ada/tidak ada) bagi Allah Swt. (acuan: membedakan ketiga sifat dengan benar) (5 menit).
  • Murid mengutarakan pengalaman belajarnya: bagian mana dari penjelasan sifat Allah yang paling mudah dipahami dan bagian mana yang membutuhkan penjelasan tambahan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pengertian sifat wajib (pasti ada), mustahil (tidak mungkin ada), dan jaiz (kewenangan bebas) bagi Allah Swt. (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja kelompok murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar dengan definisi kata kunci yang jelas (pasti ada, tidak mungkin, boleh), sedangkan murid yang cepat diberikan kartu tambahan berisi 3 contoh nama sifat bahasa Arab (Wujud, 'Adam, Jaiz) untuk dijelaskan maknanya.
  • Proses: Pada kerja kelompok, murid yang belum lancar dibimbing secara bertahap dalam mencocokkan definisi, sedangkan murid yang mandiri memimpin konfirmasi jawaban dalam kelompok.
  • Produk: Penjelasan kesimpulan refleksi dapat berupa tulisan ringkas 1-2 kalimat atau penjelasan lisan terarah langsung kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Anak-anak, apa yang kalian pahami bila dikatakan sesuatu itu pasti ada, mustahil terjadi, atau boleh terjadi? Bagaimana jika dihubungkan dengan sifat-sifat Allah Swt.?' (acuan: sifat wajib = sifat yang pasti ada pada Allah; sifat mustahil = sifat yang tidak mungkin ada pada Allah; sifat jaiz = sifat yang boleh/bebas bagi Allah untuk dilakukan atau tidak dilakukan).

Proses:

  • Lembar observasi aktivitas pengelompokan 6 kartu sifat: (1) Sifat pasti sempurna pada Allah (Wajib); (2) Sifat tidak mungkin ada pada Allah (Mustahil); (3) Hak bebas menciptakan/tidak menciptakan (Jaiz); (4) Wujud & Baqa (Wajib); (5) 'Adam & Fana (Mustahil); (6) Menurunkan atau tidak menurunkan hujan (Jaiz). Kriteria ketercapaian: tepat menempatkan minimal 5 dari 6 kartu ke wadah yang tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (1 butir): 'Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa perbedaan sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz bagi Allah Swt.!' (acuan kunci jawaban: sifat wajib adalah sifat yang pasti dimiliki Allah; sifat mustahil adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah; sifat jaiz adalah sifat yang boleh/bebas bagi Allah untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang arti kata 'pasti', 'tidak mungkin', dan 'boleh'
  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas kelompok Teka-Teki Pasangan Sifat (pengelompokan 6 kartu sifat)
  • Cek pemahaman mandiri di lembar refleksi akhir pertemuan mengenai pengertian sifat wajib, mustahil, dan jaiz

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz Allah Swt.Belum mampu menjelaskan pengertian sifat wajib, mustahil, maupun jaiz meski dengan bimbingan penuh guru.Mampu menjelaskan 1 dari 3 pengertian kelompok sifat Allah Swt. (wajib, mustahil, atau jaiz) secara tepat sesuai acuan materi.Mampu menjelaskan 2 dari 3 pengertian kelompok sifat Allah Swt. secara tepat sesuai acuan materi.Mampu menjelaskan seluruh (3) pengertian kelompok sifat Allah Swt. (sifat wajib, mustahil, dan jaiz) secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa bantuan guru.
Mengelompokkan contoh sifat ke dalam sifat wajib, mustahil, dan jaizTepat menempatkan kurang dari 3 dari 6 kartu sifat pada klasifikasi yang benar.Tepat menempatkan 3 sampai 4 dari 6 kartu sifat pada klasifikasi yang benar.Tepat menempatkan 5 dari 6 kartu sifat pada klasifikasi yang benar.Tepat menempatkan seluruh 6 dari 6 kartu sifat ke dalam kategori wajib, mustahil, dan jaiz dengan tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan pengelompokan kartu sifat wajib, mustahil, dan jaiz?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk memfasilitasi pemahaman konsep ketiga kelompok sifat Allah Swt.?

Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari tentang sifat-sifat Allah Swt. hari ini?
  • Bagian mana dari sifat wajib, mustahil, dan jaiz yang paling mudah kamu ingat dan jelaskan?

Pertemuan 2 — Meyakini Sifat-Sifat Allah Swt. Melalui Pengakuan Keagungan-Nya dalam Kehidupan Sehari-Hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.2 Meyakini sifat-sifat Allah Swt. melalui pengakuan keagungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memandu doa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 3 pertanyaan pemetaan keyakinan terhadap sifat Allah Swt.: (1) 'Jika tidak ada orang melihat, apakah perbuatan kita tetap diketahui Allah? Mengapa?' (acuan: ya, karena Allah Maha Melihat/Bashar dan Maha Mengetahui/'Ilmun), (2) 'Mengapa kita tidak boleh sombong di hadapan keagungan Allah?' (acuan: karena Allah Maha Besar/Maha Kuasa/Qadir sedangkan manusia lemah/ciptaan), (3) 'Sebutkan 1 bukti adanya Allah di sekitar kita!' (acuan: adanya alam semesta/langit/bumi/manusia sebagai ciptaan-Nya) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak ulasan guru tentang makna meyakini keagungan sifat Allah Swt. dalam keseharian, seperti sifat Wujud (ada), Qudrah (kuasa), Sama' (mendengar), dan Basar (melihat) (10 menit).
  • Murid mencermati 4 skenario perilaku sehari-hari yang ditampilkan guru di papan tulis: (1) Farhan tetap jujur tidak menyontek saat ujian meski guru keluar kelas (terkait sifat Basar/Melihat), (2) Aisyah rajin berdoa meminta kesembuhan saat sakit karena yakin hanya Allah penentu segalanya (terkait sifat Qudrah/Kuasa), (3) Doni mengagumi keteraturan pergantian siang dan malam di bumi (terkait sifat Wujud/Ada), (4) Siti selalu menjaga lisan dari perkataan kotor meski berbisik (terkait sifat Sama'/Mendengar) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan mencocokkan kartu 'Tanda Yakin pada Keagungan Allah': murid menerima 4 kartu pernyataan sikap dan memasangkannya pada kartu sifat Allah yang tepat: Kartu A 'Tidak berbuat curang di tempat sepi' -> Sifat Basar (Maha Melihat); Kartu B 'Selalu berkata jujur dan baik' -> Sifat Sama' (Maha Mendengar); Kartu C 'Rendah hati dan tidak takabur dengan kepintarannya' -> Sifat Qudrah (Maha Kuasa); Kartu D 'Bersyukur atas keteraturan alam semesta' -> Sifat Wujud (Maha Ada) (acuan: pasangan tepat A-Basar, B-Sama', C-Qudrah, D-Wujud) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja pengakuan keagungan Allah dengan menentukan sikap keyakinan terhadap 4 situasi nyata: (1) Situasi menemukan uang jatuh di kelas tanpa pemilik -> Sikap yakin Allah Maha Melihat: tidak mengambilnya dan menyerahkan ke guru; (2) Situasi diajak teman berbohong -> Sikap yakin Allah Maha Mendengar: menolak berbohong; (3) Situasi meraih juara kelas -> Sikap yakin Allah Maha Kuasa: bersyukur dan tidak sombong; (4) Situasi melihat indahnya pemandangan gunung -> Sikap yakin Allah Maha Ada: memuji kebesaran ciptaan Allah (acuan: sikap selaras dengan 4 pengakuan keagungan sifat tersebut) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan perenungan terbimbing berkesadaran penuh (mindful reflection) dengan hening sejenak, meletakkan tangan di dada, menyadari bahwa gerak-gerik dan bisikan hati selalu berada dalam pengawasan sifat-sifat agung Allah Swt. (10 menit).
  • Murid menuliskan 1 ikrar keyakinan pribadi di secarik kertas: 'Aku yakin Allah Swt. Maha Melihat dan Mendengar diriku, maka mulai hari ini aku bertekad untuk...' (kriteria penerimaan: ikrar memuat pengakuan keagungan sifat Allah dan niat perbuatan baik nyata yang relevan) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari meyakini sifat-sifat Allah Swt. melalui sikap nyata dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ikrar murid, menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya tentang asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir, lalu menutup dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, kartu pernyataan dilengkapi gambar ilustrasi konkret; bagi murid yang cepat, disediakan kartu situasi tambahan yang lebih kompleks (misal: tetap sabar dan tawakal saat menghadapi musibah).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi guru secara terarah saat memasangkan kartu, sedangkan murid mahir langsung menganalisis dan membuktikan keterkaitan sikap dengan sifat Allah secara mandiri.
  • Produk: Pada lembar kerja, murid berkembang dapat memilih opsi sikap yang tersedia, sedangkan murid mahir menuliskan narasi tindakan pengakuan keagungan sifat Allah dengan kalimat sendiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pelajaran mengenai pengakuan keagungan Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari: (1) Pengawasan Allah di tempat sepi (acuan: yakin Allah Maha Melihat/Bashar dan Maha Mengetahui/'Ilmun), (2) Sikap terhadap keagungan Allah (acuan: rendah hati/tidak sombong karena Allah Maha Kuasa/Qadir), (3) Bukti adanya Allah (acuan: ciptaan alam semesta/makhluk hidup).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid dalam mencocokkan 4 kartu pernyataan sikap dengan kartu sifat Allah: (1) Kartu A 'Tidak curang di tempat sepi' -> Sifat Basar, (2) Kartu B 'Berkata jujur dan baik' -> Sifat Sama', (3) Kartu C 'Rendah hati tidak takabur' -> Sifat Qudrah, (4) Kartu D 'Bersyukur atas keteraturan alam' -> Sifat Wujud (acuan: 4 pasangan kartu tepat).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri penentuan sikap keyakinan pada 4 situasi: (1) uang jatuh tak bertuan -> serahkan ke guru (yakin Basar), (2) ajakan bohong -> tolak (yakin Sama'), (3) dapat juara -> bersyukur/tidak sombong (yakin Qudrah), (4) melihat alam indah -> memuji Allah (yakin Wujud) (acuan: 4 respon sikap tepat mencerminkan pengakuan sifat Allah).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan ikrar refleksi keyakinan pribadi murid pada kertas refleksi (kriteria penerimaan: kalimat memuat minimal 1 sifat Allah Swt. dan 1 wujud sikap keyakinan nyata dalam keseharian, misal: 'Aku yakin Allah Maha Melihat, maka aku akan selalu jujur saat ujian').

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan mencocokkan kartu pengakuan keagungan sifat Allah
  • Penilaian tertulis lembar kerja mandiri penentuan sikap pengakuan keagungan sifat Allah pada 4 situasi nyata

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Meyakini sifat-sifat Allah Swt. melalui pengakuan keagungan-Nya dalam kehidupan sehari-hariBelum mampu menghubungkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. dengan sikap dalam situasi sehari-hari (hanya 0-1 situasi dijawab tepat sesuai acuan)Mulai mampu menghubungkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. dengan sikap dalam situasi sehari-hari secara terbatas (2 situasi dijawab tepat sesuai acuan)Mampu menghubungkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. dengan sikap nyata dalam situasi kehidupan sehari-hari dengan tepat (3 situasi dijawab tepat sesuai acuan)Sangat konsisten dan tepat menghubungkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. dengan sikap nyata dalam situasi kehidupan sehari-hari secara mandiri dan lengkap (seluruh 4 situasi dijawab tepat sesuai acuan)

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran berkesadaran membantu murid merasakan kehadiran dan keagungan Allah Swt. secara nyata?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membimbing murid merefleksikan keyakinan sifat Allah ke dalam perilaku harian?

Murid:

  • Apa yang kamu rasakan ketika menyadari bahwa Allah Swt. selalu melihat dan mendengar segala ucapan serta perbuatanmu?
  • Perbuatan baik apa yang akan selalu kamu lakukan sebagai tanda yakin akan keagungan sifat-sifat Allah Swt.?

Pertemuan 3 — Menjelaskan dan Meyakini Asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir dalam Kehidupan Sehari-Hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.3 Menjelaskan beberapa asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir)
  • TP 3.2.4 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir) dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, mengecek kehadiran, serta berdoa bersama secara khusyuk (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang sifat-sifat Allah dengan materi asmaulhusna dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan 2 pertanyaan lisan: 'Apa arti al-Wahhab?' dan 'Apa arti al-Kabir?' (acuan jawaban: al-Wahhab artinya Allah Maha Pemberi karunia tanpa batas/tanpa pamrih; al-Kabir artinya Allah Maha Besar keagungan-Nya tiada tertandingi) untuk memetakan kesiapan belajar murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar buah-buahan, hewan, serta gambar tata surya dan pegunungan megah, lalu menyimak penjelasan guru mengenai arti asmaulhusna al-Wahhab (Maha Pemberi) dan al-Kabir (Maha Besar) (15 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil membaca kartu konsep makna dan bukti al-Wahhab serta al-Kabir, lalu mengidentifikasi makna esensial masing-masing nama agung tersebut (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan aktivitas interaktif 'Take and Give' (Beri dan Terima Kartu): setiap murid memegang satu kartu (setengah murid memegang kartu arti/asmaulhusna dan setengahnya memegang kartu bukti pengamalan keyakinan sehari-hari), kemudian bergerak mencari pasangan yang tepat sambil saling membacakan isi kartu (15 menit).
  • Murid secara berpasangan mengerjakan lembar kerja klasifikasi 4 pernyataan keyakinan dalam kehidupan sehari-hari: (1) 'Gemar berbagi makanan kepada teman' -> bukti meyakini al-Wahhab; (2) 'Tidak sombong dan merasa kecil di hadapan pencipta alam' -> bukti meyakini al-Kabir; (3) 'Selalu bersyukur atas nikmat kesehatan' -> bukti meyakini al-Wahhab; (4) 'Mengagumi luasnya alam semesta ciptaan Allah' -> bukti meyakini al-Kabir (acuan: pasangan 1 & 3 untuk al-Wahhab; pasangan 2 & 4 untuk al-Kabir) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil kerja klasifikasi dan membahas bagaimana meyakini asmaulhusna al-Wahhab menumbuhkan rasa suka memberi serta meyakini al-Kabir menghindarkan diri dari sifat sombong (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan arti al-Wahhab (Maha Pemberi) dan al-Kabir (Maha Besar) serta wujud meyakininya dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir singkat (cek pemahaman) lisan/tulis berdurasi cepat serta menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk persiapan asesmen sumatif bab, lalu menutup dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret (alam semesta dan orang bersedekah) untuk murid yang butuh bantuan visual, serta kartu teks deskriptif bagi yang sudah mahir membaca.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar membaca makna asmaulhusna saat mencocokkan kartu, sementara murid yang cepat diminta mengaitkan lebih dari dua contoh bukti keyakinan.
  • Produk: Murid boleh menunjukkan pemahaman dan keyakinan melalui menjodohkan kartu pasangan kata-makna secara langsung atau menuliskan tanda centang pada lembar kerja klasifikasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid ditanya arti kata al-Wahhab dan al-Kabir. Acuan jawaban benar: al-Wahhab = Allah Maha Pemberi (memberi rezeki/nikmat); al-Kabir = Allah Maha Besar (kebesaran-Nya meliputi alam semesta dan tiada tandingan).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan murid saat mencocokkan kartu nama asmaulhusna dengan artinya dalam permainan 'Take and Give'.
  • Pemeriksaan lembar kerja pencocokan 4 butir pernyataan sikap meyakini asmaulhusna dalam kehidupan sehari-hari: Butir 1 (Berbagi bekal/sedekah) -> al-Wahhab; Butir 2 (Rendah hati/tidak sombong) -> al-Kabir; Butir 3 (Bersyukur atas nikmat nafas dan kesehatan) -> al-Wahhab; Butir 4 (Mengagumi keagungan langit dan bumi) -> al-Kabir. Skor: tiap butir benar bernilai 25 (total 100).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir pernyataan singkat: (1) 'Apakah arti al-Wahhab dan bagaimana kita meneladaninya?' (acuan: Maha Pemberi, meneladani dengan suka bersedekah/berbagi); (2) 'Apakah arti al-Kabir dan bagaimana kita meneladaninya?' (acuan: Maha Besar, meneladani dengan tidak sombong/rendah hati).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja permainan klasifikasi berpasangan 'Take and Give'
  • Penilaian lembar kerja klasifikasi 4 pernyataan bukti keyakinan al-Wahhab dan al-Kabir

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan asmaulhusna al-Wahhab dan al-KabirBelum mampu menjelaskan arti al-Wahhab dan al-Kabir walau dengan bimbingan guru.Mampu menjelaskan arti salah satu asmaulhusna (al-Wahhab saja atau al-Kabir saja) secara tepat sesuai acuan (al-Wahhab = Maha Pemberi; al-Kabir = Maha Besar).Mampu menjelaskan arti kedua asmaulhusna (al-Wahhab = Maha Pemberi dan al-Kabir = Maha Besar) secara tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan arti kedua asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir) beserta bukti sifat-Nya di alam semesta secara lengkap dan tepat tanpa ragu.
Meyakini asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir dalam kehidupan sehari-hariBelum mampu mengidentifikasi contoh sikap meyakini al-Wahhab dan al-Kabir (0 butir tepat dari 4 butir lembar kerja).Mampu mengidentifikasi 1-2 butir contoh sikap meyakini al-Wahhab dan al-Kabir secara tepat sesuai acuan lembar kerja.Mampu mengidentifikasi 3 butir contoh sikap meyakini al-Wahhab dan al-Kabir secara tepat sesuai acuan lembar kerja.Mampu mengidentifikasi seluruh 4 butir contoh sikap meyakini al-Wahhab dan al-Kabir secara tepat dan mandiri sesuai acuan lembar kerja.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan Take and Give efektif memfasilitasi murid memahami perbedaan makna al-Wahhab dan al-Kabir?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling membuat murid antusias meyakini kebesaran Allah Swt. dan sifat Maha Pemberi-Nya?
  • Apakah alokasi waktu 105 menit berjalan tepat sasaran untuk setiap tahap pemahaman dan aplikasi?

Murid:

  • Apa arti nama Allah al-Wahhab dan al-Kabir yang kamu pelajari hari ini?
  • Perbuatan baik apa yang ingin kamu lakukan setelah tahu bahwa Allah itu al-Wahhab (Maha Pemberi) dan al-Kabir (Maha Besar)?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 3.2.1 Menjelaskan sifat-sifat Allah Swt. yang meliputi sifat wajib, jaiz, dan mustahil
  • TP 3.2.2 Meyakini sifat-sifat Allah Swt. melalui pengakuan keagungan-Nya dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 3.2.3 Menjelaskan beberapa asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir)
  • TP 3.2.4 Meyakini beberapa asmaulhusna (al-Wahhab dan al-Kabir) dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memandu doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta alat tulis murid di meja masing-masing (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan khusus asesmen sumatif Bab 2 dan membacakan tata tertib serta alur pengerjaan asesmen yang terdiri dari tugas tertulis isian dan penilaian diri, tes lisan sampling terstruktur, serta observasi pembiasaan perilaku di kelas (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis dan Lembar Penilaian Diri kepada seluruh 28 murid, lalu membacakan petunjuk teknis pengisian secara jelas tanpa membahas kunci jawaban (5 menit).
  • Guru mengonfirmasi pemahaman murid terhadap format isian singkat dan cara mencentang skala pernyataan pada lembar penilaian diri, memastikan setiap murid siap mengerjakan secara mandiri dan jujur (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak mengerjakan Lembar Asesmen Tertulis (TP 3) yang memuat 4 butir isian singkat: (1) Arti al-Wahhab (Acuan: Allah Maha Pemberi), (2) Contoh bukti Allah Swt. bersifat al-Wahhab (Acuan: memberikan rezeki/kesehatan/kehidupan/pancaindra tanpa meminta balasan), (3) Arti al-Kabir (Acuan: Allah Maha Besar), (4) Contoh bukti Allah Swt. bersifat al-Kabir (Acuan: menciptakan alam semesta yang luas beserta isinya/kebesaran-Nya tidak tertandingi oleh siapa pun), serta mengisi Lembar Penilaian Diri (TP 2) dengan 4 butir berskala SL/SR/KD/TP mengenai pengakuan keagungan sifat Allah Swt.: [a] Menjalankan salat dengan tertib karena meyakini keagungan dan kekuasaan Allah Swt., [b] Berdoa memohon hanya kepada Allah Swt. karena meyakini sifat wajib-Nya, [c] Tidak sombong kepada teman karena meyakini hanya Allah Swt. yang Maha Besar, [d] Menjauhi larangan Allah Swt. karena meyakini sifat-sifat mustahil bagi-Nya (30 menit).
  • Sambil murid lain menuntaskan asesmen tertulis secara tertib dan mandiri, guru memanggil 10 murid sampel terpilih satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan tes lisan terstruktur (TP 1) berdurasi masing-masing sekitar 2-3 menit dengan menjawab 3 pertanyaan acuan: [1] Jelaskan apa itu sifat wajib bagi Allah Swt. beserta 1 contohnya! (Acuan: sifat yang pasti ada/dimiliki Allah Swt., contoh: Wujud/Qidam/Baqo/lainnya), [2] Jelaskan apa itu sifat mustahil bagi Allah Swt. beserta 1 contohnya! (Acuan: sifat yang tidak mungkin ada/dimiliki Allah Swt., contoh: Adam/Huduts/Fana/lainnya), dan [3] Jelaskan apa itu sifat jaiz bagi Allah Swt. beserta artinya! (Acuan: sifat yang boleh ada atau boleh tidak ada pada Allah Swt., yaitu memperbuat sesuatu yang mungkin atau tidak memperbuatnya); sekaligus guru mencatat ketercapaian pada rubrik tes lisan (25 menit).
  • Selama murid berinteraksi saat mengumpulkan lembar asesmen dan merapikan perlengkapan kelas, guru melakukan observasi terstruktur (TP 4) terhadap tindakan nyata pembiasaan murid terkait pengamalan al-Wahhab dan al-Kabir berdasarkan 2 indikator perilaku: (1) Mengucapkan lafal syukur 'Alhamdulillah' atas kelancaran tugas/kesehatan, dan (2) Menunjukkan kerelaan berbagi alat tulis/bantuan sederhana atau sikap rendah hati menghargai teman tanpa meremehkan (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak seluruh murid mengheningkan cipta sejenak dan mengevaluasi pengalaman belajar serta pengerjaan asesmen sumatif bab ini secara tenang dan jujur (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban isian dan lembar penilaian diri murid secara tertib dan memastikan seluruh dokumen telah diberi identitas lengkap (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, ketertiban, dan kemandirian murid selama asesmen, menyampaikan informasi tindak lanjut (umpan balik hasil dan jadwal asesmen lisan bagi murid non-sampel pada sesi remedial/pengayaan), serta menutup sesi dengan doa hamdalah dan salam (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Konten asesmen sumatif menguji materi inti sifat wajib, mustahil, jaiz, serta asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir dengan tingkat kesulitan dan kompetensi yang terstandar sama bagi seluruh murid.
  • Proses: Pemberian akomodasi pembacaan petunjuk secara individual bagi murid dengan hambatan membaca visual tanpa memberikan bantuan petunjuk jawaban.
  • Produk: Bagi murid dengan hambatan motorik halus menulis, jawaban asesmen isian tertulis dapat disampaikan secara lisan langsung kepada guru dengan acuan rubrik dan kunci jawaban yang persis sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen: Guru mengajukan pertanyaan cek kesiapan belajar: 'Sebutkan 3 kelompok sifat Allah Swt. yang telah kita pelajari!' (Acuan: sifat wajib, sifat mustahil, dan sifat jaiz) untuk memastikan kesiapan konsentrasi murid sebelum lembar evaluasi dibagikan.

Proses:

  • Pemantauan kemandirian, ketertiban, dan kejujuran pengerjaan tugas tertulis dan lembar penilaian diri oleh guru berkeliling kelas.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis isian singkat serentak, penilaian diri terstruktur, observasi perilaku berbagi dan bersyukur, serta tes lisan terstruktur individual secara sampling: lembar jawaban isian tentang arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir, lembar penilaian diri pengakuan keagungan sifat Allah Swt., catatan observasi perilaku bersyukur dan berbagi, serta rekaman penjelasan lisan sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt.
  • tes tertulis serentak dan penilaian diri: lembar asesmen tertulis yang dikerjakan serentak oleh 28 murid, berisi isian singkat arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir (TP 3) serta lembar penilaian diri dengan pernyataan berskala (selalu/sering/kadang/tidak pernah) mengenai sikap rendah hati dan ketundukan beribadah sebagai pengakuan keagungan sifat-sifat Allah Swt. (TP 2) (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban penskoran isian dan rubrik penilaian diri 3 skala ketercapaian)
  • tes lisan terstruktur bergantian (sampling): penjelasan lisan tentang pengertian dan contoh sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt. dinilai 2 menit per murid pada 10 murid sampel terpilih saat sesi mandiri, dilanjutkan penilaian murid lainnya pada sesi remedial/pengayaan (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan terstruktur dengan kriteria ketepatan konsep sifat wajib, mustahil, dan jaiz)
  • observasi perilaku pembiasaan di kelas: catatan amatan guru terhadap tindakan nyata murid dalam mengucapkan rasa syukur atas nikmat Allah Swt. dan kesediaan berbagi makanan/alat tulis kepada teman kelas selama aktivitas pembelajaran berlangsung (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi perilaku dengan indikator bersyukur dan kerelaan berbagi (al-Wahhab dan al-Kabir))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis isian singkat serentak, penilaian diri terstruktur, observasi perilaku berbagi dan bersyukur, serta tes lisan terstruktur individual secara sampling: lembar jawaban isian tentang arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir, lembar penilaian diri pengakuan keagungan sifat Allah Swt., catatan observasi perilaku bersyukur dan berbagi, serta rekaman penjelasan lisan sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt.
  • tes tertulis serentak dan penilaian diri: lembar asesmen tertulis yang dikerjakan serentak oleh 28 murid, berisi isian singkat arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir (TP 3) serta lembar penilaian diri dengan pernyataan berskala (selalu/sering/kadang/tidak pernah) mengenai sikap rendah hati dan ketundukan beribadah sebagai pengakuan keagungan sifat-sifat Allah Swt. (TP 2) (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban penskoran isian dan rubrik penilaian diri 3 skala ketercapaian)
  • tes lisan terstruktur bergantian (sampling): penjelasan lisan tentang pengertian dan contoh sifat wajib, mustahil, dan jaiz bagi Allah Swt. dinilai 2 menit per murid pada 10 murid sampel terpilih saat sesi mandiri, dilanjutkan penilaian murid lainnya pada sesi remedial/pengayaan (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan terstruktur dengan kriteria ketepatan konsep sifat wajib, mustahil, dan jaiz)
  • observasi perilaku pembiasaan di kelas: catatan amatan guru terhadap tindakan nyata murid dalam mengucapkan rasa syukur atas nikmat Allah Swt. dan kesediaan berbagi makanan/alat tulis kepada teman kelas selama aktivitas pembelajaran berlangsung (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi perilaku dengan indikator bersyukur dan kerelaan berbagi (al-Wahhab dan al-Kabir))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Sifat Wajib, Mustahil, dan Jaiz Allah Swt. (Tes Lisan - TP 3.2.1) [Acuan: Wajib = pasti ada/dimiliki; Mustahil = tidak mungkin ada/dimiliki; Jaiz = boleh ada/boleh tidak ada memperbuat atau meninggalkan hal mungkin]Belum mampu menjelaskan pengertian dan contoh dari ketiga sifat Allah Swt. dengan tepat (0 acuan tepat).Mampu menjelaskan pengertian dan contoh dari 1 sifat Allah Swt. dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan pengertian dan contoh dari 2 sifat Allah Swt. dengan tepat sesuai acuan.Mampu menjelaskan pengertian dan contoh dari ketiga sifat Allah Swt. (wajib, mustahil, dan jaiz) secara lengkap dan tepat sesuai acuan tanpa ragu.
Pengakuan Keagungan Sifat Allah Swt. dalam Kehidupan (Penilaian Diri - TP 3.2.2) [Acuan butir: tertib salat, berdoa hanya kepada Allah, tidak sombong, menjauhi larangan]Menunjukkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. pada maksimal 1 butir indikator pernyataan diri (dominan 'Kadang-kadang' atau 'Tidak Pernah').Menunjukkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. pada 2 butir indikator pernyataan diri dengan kategori 'Sering'/'Selalu'.Menunjukkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. pada 3 butir indikator pernyataan diri dengan kategori 'Sering'/'Selalu'.Menunjukkan pengakuan keagungan sifat Allah Swt. secara konsisten pada seluruh 4 butir indikator pernyataan diri dengan kategori 'Selalu'.
Penjelasan Asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir (Tes Tertulis Isian - TP 3.2.3) [Acuan: 1. Arti al-Wahhab = Maha Pemberi; 2. Bukti al-Wahhab = nikmat hidup/sehat/rezeki tanpa pamrih; 3. Arti al-Kabir = Maha Besar; 4. Bukti al-Kabir = ciptaan alam semesta raya tak tertandingi]Menjawab dengan tepat maksimal 1 dari 4 butir isian arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir sesuai acuan.Menjawab dengan tepat 2 dari 4 butir isian arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir sesuai acuan.Menjawab dengan tepat 3 dari 4 butir isian arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir sesuai acuan.Menjawab dengan tepat seluruh 4 butir isian arti dan bukti asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir secara lengkap sesuai acuan.
Keyakinan terhadap Asmaulhusna al-Wahhab dan al-Kabir (Observasi Perilaku - TP 3.2.4) [Acuan: (1) Mengucapkan syukur atas nikmat/kelancaran, (2) Kerelaan berbagi barang/alat dan bersikap rendah hati]Belum teramati menunjukkan ucapan syukur maupun kerelaan berbagi/sikap rendah hati selama sesi di kelas.Menunjukkan 1 dari 2 indikator perilaku (mengucap syukur ATAU berbagi/rendah hati) hanya ketika diingatkan guru.Menunjukkan 1-2 indikator perilaku secara spontan atas inisiatif sendiri dalam interaksi kelas.Menunjukkan kedua indikator perilaku (mengucap rasa syukur DAN kerelaan berbagi serta rendah hati) secara konsisten dan spontan sepanjang sesi kelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit memadai untuk mengombinasikan asesmen tertulis serentak, penilaian diri, serta tes lisan sampling 10 murid?
  • Bagaimana ketercapaian pemahaman dan penghayatan murid kelas 3 terhadap sifat-sifat Allah Swt. dan asmaulhusna al-Wahhab serta al-Kabir berdasarkan bukti-bukti sumatif yang terkumpul?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling mudah dan bagian mana yang masih perlu kupelajari lebih dalam?
  • Bagaimana perasaanku setelah dapat menunjukkan pemahaman tentang sifat-sifat Allah Swt. dan membiasakan sikap bersyukur serta berbagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022)
  3. Set kartu teka-teki 6 pernyataan sifat wajib, mustahil, dan jaiz beserta wadah klasifikasi
  4. Kartu tantangan berpasangan (4 kartu sikap dan 4 kartu sifat Allah)
  5. Lembar kerja mandiri analisis situasi keyakinan sifat Allah
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
  8. Kartu pasangan Take and Give (kartu asmaulhusna, arti, dan kartu contoh perbuatan sehari-hari)
  9. Gambar/poster alam semesta (tata surya, gunung) dan gambar aneka buah/hewan rezeki Allah Swt.
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022).
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek RI, 2022).
  12. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis dan Lembar Penilaian Diri Bab 2.
  13. Lembar Instrumen Rubrik Tes Lisan dan Format Observasi Perilaku Pembiasaan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.