MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Asesmen Sumatif Bab 10: Nabi Muhammad saw. Rasulku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Asesmen Sumatif Bab 10: Nabi Muhammad saw. Rasulku |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menyusun kesimpulan rangkaian peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. mulai dari pengangkatan sebagai rasul, proses dakwah, hingga mukjizat yang dimilikinya dengan lengkap dan benar.
- Murid dapat menceritakan kembali kisah perjuangan Nabi Muhammad saw. dalam berdakwah dan mengaitkannya dengan sikap keteladanan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Masih ingatkah kalian, apa peristiwa penting yang pertama kali dialami Nabi Muhammad saw. saat beliau berusia 40 tahun?
- Apa yang membuat Nabi Muhammad saw. tidak menyerah dalam berdakwah, meskipun banyak orang yang menentang beliau?
- Jika kalian menghadapi kesulitan seperti yang dialami Nabi Muhammad saw., sikap apa yang ingin kalian terapkan dalam hidup kalian?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
- Guru memeriksa kehadiran murid dan memastikan suasana kelas kondusif.
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: mengajukan 2–3 pertanyaan lisan kepada beberapa murid secara acak untuk mengecek sejauh mana murid mengingat materi Bab 10 (misalnya: 'Siapa yang ingat wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad saw.?' dan 'Apa salah satu mukjizat Nabi Muhammad saw.?').
- Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah pertemuan asesmen sumatif untuk Bab 10, sehingga murid akan menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan: murid akan menyusun kesimpulan rangkaian peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. dan menceritakan kembali kisah perjuangan dakwah beliau secara tertulis maupun lisan.
- Guru memberikan motivasi singkat: mengingatkan murid bahwa kisah Nabi Muhammad saw. adalah bekal iman dan teladan hidup yang nyata, bukan sekadar hafalan.
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk memanaskan pikiran murid sebelum mengerjakan asesmen.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan 'kilas balik' selama 5 menit: murid menutup buku dan secara berpasangan menyebutkan secara bergantian hal-hal yang mereka ingat dari Bab 10 (pengangkatan sebagai rasul, strategi dakwah, mukjizat) — teknik Think-Pair tanpa Share.
- Guru memfasilitasi murid untuk membuka buku siswa halaman yang memuat tabel rangkaian peristiwa Nabi Muhammad saw. sebagai bahan acuan visual selama 2 menit, kemudian murid menutup kembali buku mereka.
- Guru mengingatkan murid bahwa dalam asesmen ini mereka perlu mengingat: (1) peristiwa penting sejak pengangkatan sebagai rasul, (2) strategi dakwah sirriyah dan jahriyah, dan (3) mukjizat utama yakni Al-Qur'an.
- Guru mempersilakan murid bertanya jika ada hal yang masih membingungkan sebelum asesmen dimulai, dan menjawab secara singkat tanpa memberi jawaban langsung.
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membagikan lembar asesmen sumatif yang memuat dua bagian: Bagian A (menyusun kesimpulan rangkaian peristiwa) dan Bagian B (menceritakan kembali kisah dakwah dan keteladanannya).
- Bagian A — Menyusun Kesimpulan Rangkaian Peristiwa (TP 3.10.6.1): Murid mengisi tabel rangkaian peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. secara berurutan, mulai dari pengangkatan sebagai rasul (usia 40 tahun), penerimaan wahyu pertama (Surah Al-'Alaq 1–5), dakwah secara diam-diam (sirriyah), dakwah secara terang-terangan (jahriyah), hingga mukjizat Al-Qur'an. Murid juga menuliskan kesimpulan singkat (3–5 kalimat) berdasarkan tabel yang telah mereka isi.
- Bagian B — Menceritakan Kembali dan Mengaitkan Keteladanan (TP 3.10.6.2): Murid menuliskan narasi singkat (5–8 kalimat) yang menceritakan kembali perjuangan dakwah Nabi Muhammad saw. dan menyebutkan minimal 2 sikap keteladanan (seperti sabar, percaya diri, gigih, pantang menyerah) beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari murid.
- Murid mengerjakan secara mandiri dalam suasana tenang. Guru berkeliling memantau proses pengerjaan, memastikan setiap murid aktif mengerjakan, dan mencatat murid yang tampak kesulitan.
- Bagi murid yang selesai lebih awal, guru menyediakan tugas pengayaan: menuliskan satu paragraf refleksi tentang 'Apa yang paling menginspirasi dari perjuangan Nabi Muhammad saw. menurut kalian dan mengapa?'.
Merefleksi (Bermakna, Menggembirakan):- Setelah pengerjaan selesai, guru meminta 2–3 sukarelawan untuk membacakan hasil narasi (Bagian B) mereka di depan kelas secara singkat.
- Guru memberikan apresiasi verbal atas keberanian murid berbagi dan memberikan penguatan singkat terhadap poin-poin keteladanan yang disebutkan murid.
- Guru memimpin refleksi bersama dengan pertanyaan lisan: 'Dari kisah Nabi Muhammad saw. yang sudah kalian tulis, sikap mana yang paling ingin kalian terapkan mulai hari ini?' Murid menjawab secara lisan atau dalam hati.
- Murid menuliskan satu kalimat komitmen pribadi di bagian bawah lembar kerja mereka: 'Hari ini aku berjanji akan ... seperti Nabi Muhammad saw.' sebagai penutup refleksi tertulis.
- Guru mengumpulkan lembar asesmen sumatif dari seluruh murid untuk dinilai.
Penutup:- Guru mengajak murid menyimpulkan bersama secara lisan: 'Apa satu hal terpenting yang kalian pelajari dari kisah Nabi Muhammad saw. hari ini?'
- Guru menyampaikan umpan balik umum mengenai proses pengerjaan asesmen (tanpa menyebut nama) dan mengingatkan pentingnya kejujuran dan kemandirian dalam mengerjakan tugas.
- Guru menginformasikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan pada pertemuan berikutnya beserta umpan balik tertulis.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan dukungan tambahan diperbolehkan membuka buku siswa pada bagian tabel rangkaian peristiwa sebagai scaffold saat mengerjakan Bagian A. Murid yang sudah sangat mahir diberikan pertanyaan pengayaan tambahan tentang kaitan mukjizat Al-Qur'an dengan kehidupan masa kini.
- Proses: Murid yang lambat diberikan lembar kerja yang sudah memiliki kata-kata kunci (key words) sebagai petunjuk pengisi tabel, sehingga mereka tidak mulai dari nol. Murid yang cepat diminta mengembangkan jawaban Bagian B dengan lebih detail dan menambahkan contoh keteladanan dari lingkungan sekolah atau rumah.
- Produk: Murid dengan kemampuan lebih tinggi dapat menyampaikan hasil kerja Bagian B secara lisan di depan kelas (bercerita). Murid yang membutuhkan dukungan cukup menyelesaikan Bagian A dan menuliskan minimal 1 sikap keteladanan pada Bagian B.
ASESMENAwal:- Guru mengajukan 2–3 pertanyaan lisan secara spontan kepada beberapa murid: 'Siapa yang ingat, wahyu pertama apa yang diterima Nabi Muhammad saw.?', 'Di mana Nabi Muhammad saw. pertama kali berdakwah secara diam-diam?', 'Apa mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw.?' — untuk memetakan kesiapan belajar sebelum asesmen sumatif dimulai.
- Kegiatan kilas balik berpasangan (Think-Pair) selama 5 menit sebagai aktivasi memori dan pengecekan pemahaman awal murid terhadap materi Bab 10.
Proses:- Observasi aktif guru saat murid mengerjakan lembar asesmen: guru mencatat nama murid yang tampak kebingungan atau tidak mengerjakan, sebagai bahan umpan balik dan tindak lanjut.
- Guru memantau kelengkapan pengisian tabel (Bagian A) secara sekilas saat berkeliling, untuk memastikan murid memahami alur rangkaian peristiwa.
- Guru memberikan umpan balik lisan segera kepada 1–2 murid yang mengangkat tangan atau tampak memerlukan arahan, tanpa memberi jawaban langsung.
Akhir:- Bagian A (TP 3.10.6.1): Penilaian tertulis — murid mengisi tabel rangkaian peristiwa dan menulis kesimpulan. Dinilai berdasarkan kelengkapan, urutan, dan kebenaran informasi.
- Bagian B (TP 3.10.6.2): Penilaian tertulis — murid menulis narasi perjuangan dakwah dan keteladanan. Dinilai berdasarkan kesesuaian isi, keruntutan cerita, dan kemampuan mengaitkan dengan kehidupan nyata.
- Penilaian menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) untuk kedua aspek di atas.
- Unjuk kerja lisan (opsional, bagi murid yang bercerita di depan kelas): dinilai berdasarkan ketepatan, keruntutan, kelengkapan, dan kepercayaan diri.
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pertemuan untuk mengecek kesiapan belajar murid.
- Observasi guru saat murid mengerjakan asesmen: mencatat murid yang aktif, kesulitan, atau memerlukan bimbingan tambahan.
- Kegiatan Think-Pair (kilas balik berpasangan) sebagai cek pemahaman informal sebelum pengerjaan sumatif.
Sumatif:- Bagian A: Tes tertulis menyusun kesimpulan rangkaian peristiwa kisah Nabi Muhammad saw. dalam bentuk pengisian tabel dan penulisan kesimpulan (TP 3.10.6.1).
- Bagian B: Tes tertulis narasi menceritakan kembali perjuangan dakwah Nabi Muhammad saw. dan mengaitkannya dengan sikap keteladanan dalam kehidupan sehari-hari (TP 3.10.6.2).
- Opsional: Penilaian unjuk kerja lisan bagi murid yang mempresentasikan hasil narasi di depan kelas, dinilai menggunakan rubrik bercerita.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menyusun Kesimpulan Rangkaian Peristiwa (TP 3.10.6.1) | Murid tidak dapat mengisi tabel peristiwa dan tidak menulis kesimpulan, atau isian sangat tidak relevan dengan kisah Nabi Muhammad saw. | Murid mengisi sebagian tabel peristiwa (1–2 peristiwa benar) dan menulis kesimpulan yang sangat singkat atau tidak runtut. | Murid mengisi tabel dengan 3–4 peristiwa yang benar dan runtut serta menulis kesimpulan yang cukup lengkap namun ada beberapa bagian yang kurang akurat. | Murid mengisi tabel dengan seluruh peristiwa penting secara benar dan berurutan (pengangkatan rasul, wahyu pertama, dakwah sirriyah, dakwah jahriyah, mukjizat) serta menulis kesimpulan yang lengkap, runtut, dan akurat. | | Menceritakan Kembali dan Mengaitkan Keteladanan (TP 3.10.6.2) | Murid tidak menulis narasi atau narasi tidak berkaitan dengan kisah perjuangan dakwah Nabi Muhammad saw. dan tidak menyebut sikap keteladanan. | Murid menulis narasi singkat yang menyebutkan sebagian kisah dakwah (kurang runtut) dan menyebut 1 sikap keteladanan tanpa contoh penerapan nyata. | Murid menulis narasi yang cukup runtut tentang perjuangan dakwah Nabi Muhammad saw. dan menyebutkan 2 sikap keteladanan dengan contoh penerapan yang relevan meski kurang rinci. | Murid menulis narasi yang runtut, lengkap, dan tepat tentang perjuangan dakwah Nabi Muhammad saw., menyebutkan minimal 2 sikap keteladanan dengan contoh penerapan yang konkret dan relevan dalam kehidupan sehari-hari. | | Unjuk Kerja Lisan — Bercerita (Opsional) | Murid tidak mampu bercerita atau cerita tidak berkaitan dengan kisah Nabi Muhammad saw. | Murid bercerita namun tidak runtut, isi terbatas, dan suara kurang jelas. | Murid bercerita dengan cukup runtut dan tepat, isi mencakup sebagian besar peristiwa, suara cukup jelas meski sesekali terbata. | Murid bercerita dengan tepat, runtut, lengkap, dan percaya diri; suara jelas; isi mencakup peristiwa pengangkatan rasul, proses dakwah, mukjizat, dan keteladanan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat memahami instruksi asesmen dengan baik? Jika tidak, bagian mana yang perlu diperjelas pada pertemuan berikutnya?
- Apakah alokasi waktu 2x35 menit cukup untuk murid menyelesaikan kedua bagian asesmen dengan optimal?
- Murid mana yang memerlukan tindak lanjut atau remedial berdasarkan hasil observasi selama proses pengerjaan?
- Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan hari ini sudah efektif membantu murid dengan kebutuhan yang berbeda?
Refleksi Murid:- Peristiwa apa dalam kisah Nabi Muhammad saw. yang paling mudah kamu ingat? Mengapa?
- Sikap keteladanan Nabi Muhammad saw. mana yang ingin kamu terapkan mulai hari ini, dan bagaimana caranya?
- Apakah kamu merasa sudah menunjukkan kemampuan terbaikmu dalam mengerjakan asesmen hari ini? Apa yang ingin kamu tingkatkan?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemdikbudristek 2022 (Penulis: Moh. Ghozali, Erwin Wasti) — Bab X, halaman 239–240.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Kemdikbudristek 2022 (ISBN: 978-602-244-673-6) — Panduan Khusus Bab X, halaman 188–202.
- Lembar asesmen sumatif buatan guru (Bagian A: tabel rangkaian peristiwa + kesimpulan; Bagian B: narasi dakwah dan keteladanan).
- Lembar kerja berdiferensiasi: versi dengan kata kunci (scaffold) untuk murid yang memerlukan dukungan, dan versi pengayaan untuk murid yang cepat.
- Papan tulis atau media tayang sederhana untuk menampilkan pertanyaan pemantik di awal pembelajaran.
- Alat tulis (pensil/pulpen) untuk murid.
|