Modul AjarPertemuan 3Bab 10Fase BSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 10 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Dakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikDakwah Sembunyi-Sembunyi Nabi Muhammad saw.
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan strategi dakwah Nabi Muhammad saw. secara sembunyi-sembunyi beserta tokoh-tokoh yang pertama masuk Islam (as-sabiqun al-awwalun) dengan benar.
  2. Murid dapat meneladani sikap sabar dan percaya diri Nabi Muhammad saw. dalam berdakwah sebagai bentuk akhlak terpuji dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian harus menyampaikan sesuatu yang benar kepada teman, tetapi takut tidak diterima? Apa yang kalian rasakan?
  2. Mengapa Nabi Muhammad saw. tidak langsung berdakwah kepada semua orang di Makkah sekaligus, tetapi mulai dari orang-orang terdekat dulu?
  3. Siapa saja orang pertama yang mempercayai dan mendukung dakwah Nabi Muhammad saw.? Mengapa mereka mau percaya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan memimpin doa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru mengecek kehadiran murid dan menanyakan kabar secara singkat.
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan gambar ilustrasi Kota Makkah tempo dulu dan bertanya secara lisan, 'Kalian sudah tahu belum, bagaimana Nabi Muhammad saw. mulai menyebarkan Islam? Ceritakan satu hal yang sudah kalian ketahui!' Guru mencatat jawaban murid di papan tulis untuk melihat peta pengetahuan awal.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat: 'Hari ini kita akan belajar tentang cara Nabi Muhammad saw. berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan mengenal siapa saja orang-orang pertama yang masuk Islam.'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian harus menyampaikan sesuatu yang benar kepada teman, tetapi takut tidak diterima? Apa yang kalian rasakan?' untuk membangun koneksi antara pengalaman murid dan materi.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran hari ini secara singkat agar murid tahu apa yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan kisah singkat dakwah sembunyi-sembunyi Nabi Muhammad saw. dengan suara ekspresif: bagaimana beliau mendatangi Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, dan Utsman bin Affan satu per satu secara diam-diam. (Berkesadaran: murid diminta menyimak dengan tenang dan penuh perhatian.)
  • Murid membuka Buku Siswa halaman materi 'Berdakwah Secara Sembunyi-Sembunyi' dan membaca secara bergantian dalam kelompok kecil (3-4 orang).
  • Guru menempelkan kartu nama tokoh as-sabiqun al-awwalun di papan tulis: Khadijah binti Khuwailid, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah, Utsman bin Affan. Guru menjelaskan peran masing-masing tokoh secara ringkas menggunakan poin-poin singkat.
  • Murid mengisi lembar 'Kartu Siapa Aku?' yang berisi kolom nama tokoh, hubungan dengan Nabi, dan alasan menjadi orang pertama masuk Islam. Guru membimbing murid mengisi kolom ini bersama-sama dulu satu contoh, lalu murid melanjutkan secara mandiri. (Bermakna: murid menghubungkan siapa tokoh tersebut dengan konteks nyata.)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemahaman secara lisan: 'Mengapa Nabi Muhammad saw. memilih berdakwah secara sembunyi-sembunyi dulu? Apa risikonya jika berdakwah terang-terangan langsung di awal?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok mendapat satu 'Kartu Peran Tokoh' berisi nama tokoh as-sabiqun al-awwalun beserta cuplikan kisah singkat cara mereka menerima Islam.
  • Setiap kelompok berdiskusi: 'Sikap apa dari tokoh ini yang bisa kalian tiru dalam kehidupan sehari-hari?' Murid menuliskan 2 contoh sikap sabar dan percaya diri yang bisa diterapkan di rumah atau di sekolah pada lembar kerja kelompok. (Bermakna: menghubungkan nilai akhlak ke kehidupan nyata murid.)
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya dalam 1-2 menit. Kelompok lain menyimak dan boleh menambahkan atau menanggapi. Guru memfasilitasi agar suasana tetap positif dan saling menghargai. (Menggembirakan: presentasi singkat dengan tepuk tangan apresiasi setelah setiap kelompok selesai.)
  • Guru memberikan penguatan: menyebutkan kembali nilai sabar dan percaya diri Nabi Muhammad saw. serta menghubungkannya dengan contoh konkret yang disebutkan murid.
  • Asesmen proses: Guru berkeliling mengamati lembar kerja kelompok dan memberikan umpan balik lisan langsung kepada setiap kelompok tentang kualitas contoh sikap yang mereka tuliskan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid secara individual mengisi 'Lembar Refleksi Diri' berisi tiga pertanyaan: (1) Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang dakwah Nabi Muhammad saw. adalah ...; (2) Sikap Nabi Muhammad saw. yang ingin aku tiru adalah ... karena ...; (3) Satu langkah kecil yang akan aku lakukan minggu ini untuk menunjukkan sikap sabar atau percaya diri adalah ... (Berkesadaran: murid berhenti sejenak dan berpikir tentang proses belajarnya sendiri.)
  • Guru mempersilakan 2-3 murid sukarela membacakan hasil refleksinya di depan kelas. Guru merespons dengan hangat dan positif tanpa menghakimi.
  • Guru memimpin murid menyimpulkan pembelajaran: 'Jadi, strategi dakwah sembunyi-sembunyi Nabi Muhammad saw. adalah ... dan tokoh-tokoh pertama yang masuk Islam adalah ... Sikap beliau yang bisa kita tiru adalah ...' Kesimpulan disampaikan bergantian oleh murid dengan panduan pertanyaan dari guru.
  • Guru menegaskan kembali nilai akhlak: sabar dan percaya diri bukan hanya milik Nabi, tetapi bisa kita tunjukkan setiap hari dalam hal-hal kecil, seperti berani menyampaikan kebenaran kepada teman dengan sopan.

Penutup:

  • Guru bersama murid merangkum poin-poin utama pembelajaran: strategi dakwah sembunyi-sembunyi, nama tokoh as-sabiqun al-awwalun, dan sikap sabar serta percaya diri Nabi Muhammad saw.
  • Asesmen akhir sumatif singkat: Murid mengerjakan 3 soal tertulis di lembar soal yang dibagikan guru (1 soal menjelaskan strategi dakwah, 1 soal menyebutkan minimal 3 tokoh pertama masuk Islam, 1 soal memberikan contoh sikap sabar dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari).
  • Guru memberikan pesan moral penutup: 'Nabi Muhammad saw. mengajarkan kita bahwa kebenaran perlu disampaikan dengan sabar dan penuh keyakinan. Kita bisa mulai dari orang-orang terdekat kita.'
  • Guru menyampaikan gambaran singkat materi pertemuan berikutnya tentang dakwah terang-terangan.
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru menyediakan kartu ringkasan bergambar (visual aid) berisi nama dan foto ilustrasi tokoh as-sabiqun al-awwalun beserta keterangan singkat, sehingga murid tidak perlu membaca teks panjang. Untuk murid yang sudah cepat memahami: guru menyediakan teks bacaan tambahan yang lebih rinci tentang peran Abu Bakar ash-Shiddiq dalam menyebarkan Islam di tahap awal.
  • Proses: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: guru mendampingi kelompoknya secara langsung saat diskusi dan memberikan pertanyaan bantuan yang lebih terarah (scaffolding). Untuk murid yang sudah cepat: murid diberi tantangan tambahan berupa pertanyaan analisis, 'Menurutmu, mengapa berdakwah secara sembunyi-sembunyi di awal justru lebih efektif di zaman Nabi?'
  • Produk: Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih: cukup menyebutkan secara lisan 2 tokoh as-sabiqun al-awwalun dan 1 contoh sikap yang bisa diteladani. Untuk murid yang sudah cepat: membuat peta konsep sederhana berisi urutan tokoh as-sabiqun al-awwalun beserta 2 nilai akhlak yang dapat diteladani dari masing-masing tokoh.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: guru menampilkan gambar ilustrasi Kota Makkah dan bertanya, 'Apa yang sudah kalian ketahui tentang cara Nabi Muhammad saw. mulai menyebarkan Islam?' Guru mencatat jawaban murid di papan tulis untuk memetakan pengetahuan awal sebelum pembelajaran dimulai.

Proses:

  • Observasi langsung saat murid mengisi 'Kartu Siapa Aku?' di tahap Memahami: guru mengecek apakah murid dapat mengidentifikasi nama dan peran tokoh as-sabiqun al-awwalun dengan benar.
  • Pemantauan diskusi kelompok di tahap Mengaplikasi: guru berkeliling, menyimak diskusi, dan memberikan umpan balik lisan kepada kelompok tentang relevansi contoh sikap yang mereka kemukakan.
  • Penilaian lembar kerja kelompok: kelengkapan dan ketepatan 2 contoh sikap sabar dan percaya diri yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari murid.

Akhir:

  • Soal tertulis 3 butir yang dikerjakan secara individual di akhir pembelajaran sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran 3.10.3.1 dan 3.10.3.2.
  • Lembar Refleksi Diri murid: digunakan guru untuk menilai kedalaman pemahaman nilai akhlak dan rencana tindak lanjut murid.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi tanya jawab di tahap Memahami: guru mencatat murid yang sudah memahami dan yang masih perlu bimbingan.
  • Pengecekan lembar kerja kelompok saat tahap Mengaplikasi: guru memberikan umpan balik langsung kepada setiap kelompok.
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik observasi sederhana (aspek: ketepatan isi, keberanian menyampaikan, kerja sama).

Sumatif:

  • Soal tertulis 3 butir di akhir pembelajaran: (1) Jelaskan strategi dakwah Nabi Muhammad saw. secara sembunyi-sembunyi! (2) Sebutkan minimal 3 tokoh yang pertama masuk Islam! (3) Berikan 1 contoh sikap sabar dan percaya diri yang bisa kamu lakukan di sekolah, seperti yang diteladankan Nabi Muhammad saw.!

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan strategi dakwah sembunyi-sembunyi Nabi Muhammad saw. (TP 3.10.3.1)Murid belum dapat menjelaskan strategi dakwah sembunyi-sembunyi meskipun dengan bantuan guru.Murid dapat menyebutkan bahwa Nabi berdakwah kepada orang terdekat, tetapi belum dapat menjelaskan alasan atau strateginya dengan jelas.Murid dapat menjelaskan strategi dakwah sembunyi-sembunyi (mendekati orang terdekat, dilakukan secara diam-diam) dengan kalimat sendiri yang cukup jelas.Murid dapat menjelaskan strategi dakwah sembunyi-sembunyi secara runtut dan lengkap, disertai alasan mengapa strategi ini dipilih Nabi di awal dakwah.
Menyebutkan tokoh as-sabiqun al-awwalun (TP 3.10.3.1)Murid belum dapat menyebutkan tokoh yang pertama masuk Islam.Murid dapat menyebutkan 1-2 nama tokoh yang pertama masuk Islam.Murid dapat menyebutkan 3-4 nama tokoh yang pertama masuk Islam dengan benar.Murid dapat menyebutkan 5 nama tokoh as-sabiqun al-awwalun dengan benar beserta keterangan singkat hubungan mereka dengan Nabi Muhammad saw.
Meneladani sikap sabar dan percaya diri Nabi Muhammad saw. (TP 3.10.3.2)Murid belum dapat memberikan contoh sikap sabar atau percaya diri yang dapat diteladani dari Nabi Muhammad saw.Murid dapat menyebutkan sikap sabar atau percaya diri Nabi Muhammad saw. tetapi belum dapat menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari.Murid dapat memberikan 1 contoh konkret sikap sabar atau percaya diri yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai peneladanan Nabi Muhammad saw.Murid dapat memberikan 2 atau lebih contoh konkret sikap sabar dan percaya diri dalam kehidupan sehari-hari, dengan penjelasan yang jelas mengapa sikap tersebut mencerminkan akhlak Nabi Muhammad saw.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat memahami strategi dakwah sembunyi-sembunyi dan menyebutkan tokoh as-sabiqun al-awwalun dengan benar? Murid mana yang masih perlu pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah kegiatan diskusi kelompok dan presentasi berjalan efektif dalam alokasi waktu yang tersedia? Bagian mana yang perlu penyesuaian waktu?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid dengan kebutuhan belajar yang berbeda?

Refleksi Murid:

  • Satu hal baru yang aku pelajari hari ini tentang dakwah Nabi Muhammad saw. adalah ...
  • Sikap Nabi Muhammad saw. yang paling ingin aku tiru adalah ... karena ...
  • Satu langkah kecil yang akan aku lakukan minggu ini untuk menunjukkan sikap sabar atau percaya diri adalah ...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3, Kemendikbudristek RI, 2022 (halaman materi Bab X: Nabi Muhammad saw. Rasulku, subbab Berdakwah Secara Sembunyi-Sembunyi)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Moh. Ghozali & Erwin Wasti, Kemendikbudristek RI, 2022
  3. Kartu nama tokoh as-sabiqun al-awwalun (media cetak buatan guru: berisi nama, gambar ilustrasi, dan keterangan singkat 5 tokoh pertama masuk Islam)
  4. Lembar Kerja Murid 'Kartu Siapa Aku?' (berisi kolom: nama tokoh, hubungan dengan Nabi, alasan masuk Islam)
  5. Lembar Refleksi Diri Murid (tiga pertanyaan refleksi tertulis)
  6. Lembar Soal Asesmen Akhir (3 butir soal tertulis)
  7. Gambar ilustrasi Kota Makkah tempo dulu (untuk apersepsi di pendahuluan, dapat dicetak atau ditampilkan melalui proyektor)
  8. Ringkasan Sirah Nabawiyah (referensi guru untuk pendalaman materi)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.