MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B) Topik: Bab 10 — Nabi Muhammad saw. Rasulku INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 3 |
|---|
| Topik | Bab 10 — Nabi Muhammad saw. Rasulku |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 3.10.1 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah saat menerima wahyu
- TP 3.10.2 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah saat menerima wahyu
- TP 3.10.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam peristiwa dakwah dan mukjizat beliau
- TP 3.10.4 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa Nabi Muhammad saw. berdiam diri (berkhalwat) di Gua Hira?
- Siapakah malaikat yang mendatangi Nabi Muhammad saw. saat pertama kali menerima wahyu di Gua Hira?
- Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. menyampaikan ajaran Islam pada masa awal kerasulan di Makkah?
- Mengapa dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah dilakukan secara sembunyi-sembunyi terlebih dahulu sebelum terang-terangan?
- Apa yang dimaksud dengan mukjizat yang diberikan Allah Swt. kepada rasul-Nya?
- Peristiwa luar biasa apa saja yang dialami Nabi Muhammad saw. saat menghadapi penentangan kafir Quraisy di Makkah?
- Bagaimana urutan peristiwa saat Nabi Muhammad saw. menerima wahyu pertama kali di Gua Hira?
- Mengapa pada awal masa kerasulan Nabi Muhammad saw. berdakwah secara sembunyi-sembunyi sebelum akhirnya berdakwah secara terang-terangan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan dan Menceritakan Kisah Nabi Muhammad saw. Menerima Wahyu di Gua Hira — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.10.1 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah saat menerima wahyu
- TP 3.10.2 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah saat menerima wahyu
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan dan menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. saat menerima wahyu pertama di Gua Hira (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Di mana tempat Nabi Muhammad saw. menyendiri dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.?' (acuan: Gua Hira), dan (2) 'Siapa malaikat yang menyampaikan wahyu pertama?' (acuan: Malaikat Jibril) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati ilustrasi tentang latar belakang Nabi Muhammad saw. berkhalwat di Gua Hira karena resah melihat kaum Quraisy menyembah berhala, serta peristiwa datangnya Malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama Surah Al-'Alaq ayat 1-5 saat beliau berusia 40 tahun (12 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis tebak kata 'Kartu Peristiwa Gua Hira' yang berisi 4 kartu kata kunci: (1) 'Gua Hira' dipasangkan dengan 'Tempat Nabi Muhammad saw. berkhalwat'; (2) 'Malaikat Jibril' dipasangkan dengan 'Malaikat pembawa wahyu'; (3) 'Surah Al-'Alaq 1-5' dipasangkan dengan 'Wahyu pertama yang diterima Nabi'; (4) 'Iqra'' dipasangkan dengan 'Perintah membaca dari Malaikat Jibril' (acuan pasangan benar: 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengurutkan 4 kartu alur peristiwa kisah penerimaan wahyu di Gua Hira pada lembar kerja: Kartu A: 'Nabi Muhammad saw. gelisah melihat kaum Quraisy menyembah berhala lalu berkhalwat di Gua Hira'; Kartu B: 'Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama'; Kartu C: 'Malaikat Jibril memerintahkan Nabi membaca Iqra' dan menyampaikan Surah Al-'Alaq ayat 1-5'; Kartu D: 'Nabi Muhammad saw. pulang dalam keadaan gemetar dan ditenangkan oleh Khadijah' (acuan urutan runtut yang benar: Kartu A - Kartu B - Kartu C - Kartu D) (10 menit).
- Secara bergiliran dengan teman sebangku, setiap murid menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. menerima wahyu di Gua Hira menggunakan panduan 4 alur urutan kartu yang telah disusun (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan jalannya kegiatan dengan mengidentifikasi bagian kisah mana yang paling mereka pahami dan bagian yang masih memerlukan bantuan dalam penceritaan (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan dan cerita yang disampaikan murid mengenai peristiwa penerimaan wahyu di Gua Hira (5 menit).
- Murid menjawab 2 pertanyaan asesmen akhir secara tertulis singkat pada secarik kertas: (1) 'Sebutkan alasan Nabi Muhammad saw. berkhalwat di Gua Hira!' (acuan: resah/menolak penyembahan berhala oleh kaum Quraisy dan ingin mendekatkan diri kepada Allah Swt.); (2) 'Surah dan ayat berapakah wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.?' (acuan: Surah Al-'Alaq ayat 1-5) (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup majelis dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu peristiwa yang memuat kata kunci bantuan; murid yang cepat diberikan teks narasi ringkas tanpa kata kunci bantuan.
- Proses: Murid yang belum lancar menceritakan dibimbing dengan pertanyaan penuntun per kartu; murid yang sudah mahir menceritakan alur kisah secara mandiri tanpa jeda bantuan.
- Produk: Penceritaan kisah dapat didukung dengan memegang kartu alur peristiwa bagi murid yang memerlukan dukungan visual, atau diceritakan langsung secara lisan mandiri bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan: (1) 'Di mana tempat Nabi Muhammad saw. menyendiri dan beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.?' (acuan: Gua Hira); (2) 'Siapa malaikat yang menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw.?' (acuan: Malaikat Jibril).
Proses:- Pengamatan penyusunan 4 kartu alur kisah penerimaan wahyu di Gua Hira: Kartu A (khalwat karena berhala), Kartu B (datangnya Malaikat Jibril), Kartu C (perintah Iqra' dan Surah Al-'Alaq 1-5), Kartu D (Nabi pulang gemetar dan ditenangkan Khadijah). Acuan urutan benar: A-B-C-D.
- Pengamatan unjuk kerja menceritakan kisah penerimaan wahyu di Gua Hira secara berpasangan sesuai dengan alur kartu yang disusun.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: (1) 'Sebutkan alasan Nabi Muhammad saw. berkhalwat di Gua Hira!' (acuan: resah/menolak penyembahan berhala oleh kaum Quraisy dan ingin beribadah mendekatkan diri kepada Allah Swt.); (2) 'Surah dan ayat berapakah wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.?' (acuan: Surah Al-'Alaq ayat 1-5).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Kuis berpasangan mencocokkan kartu kata kunci peristiwa Gua Hira
- Unjuk kerja menceritakan kisah penerimaan wahyu di Gua Hira berdasarkan 4 kartu alur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. saat menerima wahyu di Gua Hira | Belum mampu menjelaskan fakta kisah penerimaan wahyu di Gua Hira (tempat, tokoh malaikat, dan wahyu pertama salah atau tidak terjawab). | Mampu menjelaskan 1 fakta kisah penerimaan wahyu di Gua Hira secara tepat sesuai acuan (tempat: Gua Hira; malaikat: Jibril; wahyu: Surah Al-'Alaq ayat 1-5). | Mampu menjelaskan 2 fakta kisah penerimaan wahyu di Gua Hira secara tepat sesuai acuan (tempat: Gua Hira; malaikat: Jibril; wahyu: Surah Al-'Alaq ayat 1-5). | Mampu menjelaskan seluruh (3) fakta kisah penerimaan wahyu di Gua Hira secara lengkap dan tepat sesuai acuan (tempat: Gua Hira; malaikat: Jibril; wahyu: Surah Al-'Alaq ayat 1-5) secara mandiri. | | Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. saat menerima wahyu di Gua Hira | Belum mampu menceritakan peristiwa penerimaan wahyu di Gua Hira meskipun dibimbing guru. | Menceritakan kisah penerimaan wahyu di Gua Hira namun hanya mencakup 1-2 urutan peristiwa secara runtut dengan bantuan penuh. | Menceritakan kisah penerimaan wahyu di Gua Hira mencakup 3-4 urutan peristiwa secara runtut (awal berkhalwat, kedatangan Jibril, turunnya wahyu Iqra'/Al-'Alaq 1-5, hingga pulang ke rumah ditenangkan Khadijah) dengan sedikit bantuan. | Menceritakan kisah penerimaan wahyu di Gua Hira mencakup seluruh (4) urutan peristiwa secara runtut dan lengkap dari awal hingga akhir secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk aktivitas mengurutkan alur dan latihan bercerita berpasangan mencukupi untuk semua murid?
- Bagian penjelasan mana tentang peristiwa penerimaan wahyu di Gua Hira yang paling cepat dipahami oleh murid?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang kisah Nabi Muhammad saw. saat menerima wahyu pertama di Gua Hira?
- Apakah kamu dapat menceritakan kembali peristiwa datangnya Malaikat Jibril di Gua Hira kepada temanmu dengan lancar?
Pertemuan 2 — Menjelaskan dan Menceritakan Kisah Nabi Muhammad saw. Berdakwah secara Sembunyi-Sembunyi dan Terang-Terangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.10.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam peristiwa dakwah dan mukjizat beliau
- TP 3.10.4 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid dan mengecek kesiapan fisik serta tempat duduk murid (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan meminta murid menjawab dua pertanyaan diagnostik: (1) Siapa saja orang terdekat yang diajak Nabi Muhammad saw. masuk Islam saat berdakwah sembunyi-sembunyi? (Acuan: Khadijah, Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah); (2) Di manakah Nabi Muhammad saw. pertama kali menyerukan dakwah secara terang-terangan kepada kaum Quraisy? (Acuan: Bukit Shafa) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan dan menceritakan peristiwa dakwah Nabi Muhammad saw. periode Makkah baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak paparan guru mengenai peristiwa dakwah Nabi Muhammad saw. di Makkah, yang terbagi dalam dua tahap: (1) Dakwah sembunyi-sembunyi yang ditujukan kepada keluarga dan sahabat terdekat (as-Sabiqunal Awwalun) bertempat di rumah Arqam bin Abi al-Arqam, dan (2) Dakwah terang-terangan yang dimulai setelah turun perintah Allah (QS. Al-Hijr ayat 94) dengan mengumpulkan kaum Quraisy di Bukit Shafa (15 menit).
- Guru mengadakan permainan kuis berpasangan 'Cocokkan Fakta Dakwah' di mana setiap pasangan menerima 4 lembar kartu pernyataan berikut: Kartu 1: 'Dakwah sembunyi-sembunyi ditujukan kepada...' (Acuan: keluarga dan sahabat terdekat / As-Sabiqunal Awwalun); Kartu 2: 'Tempat berkumpul dan belajar Islam secara rahasia...' (Acuan: rumah Arqam bin Abi al-Arqam); Kartu 3: 'Dakwah terang-terangan pertama kali diserukan secara terbuka di...' (Acuan: Bukit Shafa); Kartu 4: 'Sikap kaum kafir Quraisy saat Nabi berdakwah terang-terangan...' (Acuan: menolak, mengejek, dan menentang dakwah). Setiap pasangan mencocokkan kartu pernyataan dengan kartu jawaban yang tersedia (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid secara berpasangan melakukan latihan bertutur: satu murid menceritakan bagian dakwah sembunyi-sembunyi (sasaran dakwah, tempat berkumpul di rumah Arqam, dan tokoh yang masuk Islam), sedangkan pasangannya menceritakan bagian dakwah terang-terangan (seruan di Bukit Shafa, reaksi penolakan kafir Quraisy, dan kegigihan Nabi) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar tugas bercerita dan menjelaskan: menuliskan ringkasan alur kisah dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan serta menjelaskan 2 perbedaan utama antara kedua strategi dakwah tersebut (Acuan sasaran sembunyi-sembunyi: keluarga/kerabat dekat vs terang-terangan: seluruh masyarakat Makkah/Quraisy; Acuan tempat/cara sembunyi-sembunyi: rahasia di rumah Arqam vs terang-terangan: terbuka di Bukit Shafa dan tempat umum) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Beberapa murid secara sukarela menceritakan kembali peristiwa dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan di depan kelas, kemudian guru memberikan konfirmasi kelengkapan alur cerita (10 menit).
- Murid bersama guru merefleksikan makna kegigihan dan ketabahan Nabi Muhammad saw. saat menghadapi penolakan kaum Quraisy dalam mempertahankan kebenaran (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali poin-poin utama peristiwa dakwah sembunyi-sembunyi dan dakwah terang-terangan Nabi Muhammad saw. periode Makkah (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas performa bercerita dan penjelasan murid, lalu menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majlis dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu alur bergambar runtut kisah dakwah Makkah bagi murid yang memerlukan bantuan visual, serta teks narasi kisah yang lebih terperinci bagi murid yang telah membaca lancar.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih menceritakan kisah dakwah dengan panduan kata kunci bertahap (sembunyi-sembunyi, keluarga, Arqam, Bukit Shafa, terang-terangan), sementara murid yang sudah mahir langsung menceritakan secara mandiri alur lengkap kedua fase dakwah.
- Produk: Murid dapat memilih menyajikan cerita kisah dakwah secara lisan langsung di depan guru/teman atau menuliskannya dalam bentuk bagan alur cerita tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Siapa sajakah orang-orang terdekat yang pertama kali diajak Nabi Muhammad saw. memeluk Islam?' (Acuan jawaban: Siti Khadijah, Abu Bakar ash-Shiddiq, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Haritsah); (2) 'Di manakah Nabi Muhammad saw. pertama kali berdiri memanggil kaum Quraisy untuk berdakwah secara terang-terangan?' (Acuan jawaban: Di atas Bukit Shafa).
Proses:- Penilaian unjuk kerja bercerita berpasangan mengenai kisah dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan berdasarkan kelengkapan unsur alur: sasaran dakwah, tempat pelaksanaan, dan reaksi kaum Quraisy.
- Pemeriksaan lembar kerja tertulis mengenai 2 perbedaan strategi dakwah Nabi Muhammad saw. periode Makkah (Acuan: (1) Sasaran: dakwah sembunyi-sembunyi kepada keluarga/sahabat dekat, dakwah terang-terangan kepada seluruh masyarakat Quraisy; (2) Tempat/cara: sembunyi-sembunyi dilakukan tertutup di rumah Arqam bin Abi al-Arqam, terang-terangan dilakukan terbuka di Bukit Shafa dan ruang publik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/tertulis singkat di akhir pertemuan: Murid diminta menyebutkan 1 fakta utama dakwah sembunyi-sembunyi (Acuan: dilakukan kepada orang terdekat/di rumah Arqam) dan 1 fakta utama dakwah terang-terangan (Acuan: dimulai di Bukit Shafa/diserukan kepada seluruh kaum Quraisy).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai tokoh awal masuk Islam dan tempat dakwah terbuka.
- Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan kembali kisah dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan secara berpasangan.
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan perbedaan dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan kisah peristiwa dakwah Nabi Muhammad saw. periode Makkah (sembunyi-sembunyi dan terang-terangan) | Belum mampu menjelaskan perbedaan dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, atau penjelasan tidak sesuai dengan acuan fakta sejarah. | Mampu menjelaskan 1 perbedaan antara dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan (misal hanya menyebut perbedaan sasaran atau perbedaan tempat saja) sesuai acuan. | Mampu menjelaskan 2 perbedaan antara dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan (mencakup sasaran dan tempat pelaksanaan) secara tepat sesuai acuan materi. | Mampu menjelaskan seluruh peristiwa dakwah sembunyi-sembunyi dan terang-terangan mencakup sasaran, tempat, serta reaksi penolakan kaum Quraisy secara lengkap, tepat, dan mandiri. | | Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan | Belum mampu menceritakan kisah dakwah Nabi Muhammad saw. baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan secara runtut. | Menceritakan kisah dakwah Nabi Muhammad saw. namun hanya mencakup salah satu fase saja (sembunyi-sembunyi saja atau terang-terangan saja) dengan bantuan guru. | Menceritakan kisah dakwah Nabi Muhammad saw. mencakup fase sembunyi-sembunyi dan terang-terangan secara runtut sesuai urutan peristiwa secara mandiri. | Menceritakan kisah dakwah Nabi Muhammad saw. mencakup fase sembunyi-sembunyi dan terang-terangan secara runtut, lengkap dengan detail tokoh (Khadijah, Abu Bakar, dll.) dan tempat (rumah Arqam, Bukit Shafa) tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi saat kegiatan bertutur menceritakan kisah dakwah secara berpasangan?
- Bagian alur kisah dakwah mana yang masih sering membingungkan murid antara periode sembunyi-sembunyi dan terang-terangan?
Murid:- Apa hal baru yang kamu ketahui tentang perjuangan Nabi Muhammad saw. saat mulai berdakwah di Makkah?
- Sikap teladan apa dari Nabi Muhammad saw. saat menghadapi tantangan dakwah yang ingin kamu tiru dalam kehidupan sehari-hari?
Pertemuan 3 — Menjelaskan Kisah Mukjizat Nabi Muhammad saw. pada Periode Makkah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.10.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam peristiwa dakwah dan mukjizat beliau
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa presensi (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan dua pertanyaan lisan kepada murid: (1) 'Apa arti mukjizat secara sederhana?' (acuan: perkara luar biasa dari Allah Swt. untuk membuktikan kenabian/kerasulan) dan (2) 'Sebutkan satu contoh mukjizat Nabi Muhammad saw. yang kalian ketahui!' (acuan: Al-Qur'an, membelah bulan, Isra' Mi'raj, atau air keluar dari sela jari) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan pengertian mukjizat serta kisah mukjizat Nabi Muhammad saw. pada periode Makkah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui tayangan visual/cerita mengenai pengertian mukjizat (perkara luar biasa dari Allah Swt. kepada rasul sebagai bukti kenabian dan melemahkan musuh) serta 3 kisah mukjizat Nabi Muhammad saw. pada periode Makkah: (1) Al-Qur'an sebagai mukjizat terbesar yang mengungguli keindahan bahasa syair Arab Quraisy, (2) Terbelahnya bulan menjadi dua bagian saat orang kafir Makkah meminta bukti kerasulan, dan (3) Peristiwa Isra' dan Mi'raj yaitu perjalanan malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa hingga ke Sidratulmuntaha (5 menit).
- Murid secara berpasangan membaca ikhtisar teks tentang 3 mukjizat periode Makkah tersebut pada lembar bacaan yang disiapkan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Aktivitas Berpasangan yang berisi permainan tebak kartu fakta mukjizat untuk mencocokkan nama mukjizat dengan rincian peristiwanya (10 menit).
- Murid bersama pasangannya memasangkan 3 kartu nama mukjizat dengan 3 kartu rincian peristiwa berikut: Kartu Nama A: 'Kitab Suci Al-Qur'an', Kartu Nama B: 'Membelah Bulan', Kartu Nama C: 'Peristiwa Isra' dan Mi'raj'; dipasangkan dengan Kartu Rincian 1: 'Perjalanan malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa lalu naik ke Sidratulmuntaha menerima perintah salat lima waktu', Kartu Rincian 2: 'Mukjizat abadi dan terbesar yang tidak dapat ditandingi oleh keindahan sastra kaum kafir Quraisy', Kartu Rincian 3: 'Bulan tampak terbagi dua di atas bukit Makkah saat kaum kafir Quraisy menantang bukti kenabian' (acuan pasangan benar: A-2, B-3, C-1) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan tugas tertulis menjelaskan kisah 3 mukjizat periode Makkah pada Lembar Kerja Mandiri: menuliskan pengertian mukjizat dan menguraikan secara singkat peristiwa dari ketiga mukjizat tersebut (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa ketepatan penjelasan kisah 3 mukjizat dengan membandingkan hasil kerja mandiri terhadap poin-poin kunci peristiwa (15 menit).
- Murid mengungkapkan pemahaman mengenai hikmah mengapa Allah Swt. menganugerahkan mukjizat kepada Nabi Muhammad saw. saat berdakwah di Makkah (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap konsep mukjizat dan kisah mukjizat Nabi Muhammad saw. periode Makkah yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk membaca kembali materi dakwah dan mukjizat Nabi Muhammad saw. sebagai persiapan asesmen pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ikhtisar dengan kata kunci berhuruf tebal, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan teks deskripsi narasi peristiwa mukjizat yang lebih detail.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi secara terarah saat mencocokkan kartu peristiwa, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi langsung menjelaskan hubungan latar peristiwa penentangan Quraisy dengan mukjizat yang diturunkan.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan dapat menjelaskan peristiwa dengan melengkapi kalimat rumpang berpemandu, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi menuliskan uraian penjelasan peristiwa mukjizat secara mandiri dan lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan materi: (1) 'Apa arti mukjizat secara sederhana?' (acuan jawaban: perkara luar biasa yang diberikan Allah Swt. kepada nabi/rasul sebagai bukti kebenaran kerasulan) dan (2) 'Sebutkan satu contoh mukjizat Nabi Muhammad saw. yang kamu ketahui!' (acuan jawaban: Al-Qur'an, membelah bulan, peristiwa Isra' dan Mi'raj, atau air memancar dari sela jari).
Proses:- Formatif pada Lembar Kerja Mandiri penjelasan kisah mukjizat Nabi Muhammad saw. periode Makkah yang memuat 4 butir: (1) Pengertian mukjizat (acuan: perkara luar biasa dari Allah Swt. kepada nabi/rasul untuk membuktikan kebenaran dakwah/kerasulannya), (2) Penjelasan mukjizat Al-Qur'an periode Makkah (acuan: mukjizat terbesar yang diturunkan Allah Swt. berupa firman-Nya yang tidak ada seorang pun mampu menandinginya), (3) Penjelasan mukjizat membelah bulan (acuan: peristiwa terbelahnya bulan menjadi dua bagian atas izin Allah Swt. saat kaum kafir Quraisy menantang bukti kenabian), (4) Penjelasan mukjizat Isra' Mi'raj (acuan: perjalanan luar biasa Nabi Muhammad saw. dalam satu malam dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa lalu naik ke Sidratulmuntaha menerima perintah salat lima waktu). Kriteria: tepat menjelaskan minimal 3 dari 4 butir secara benar.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi melalui kuis lisan cepat tentang intisari mukjizat periode Makkah: Murid diminta menjelaskan mengapa Al-Qur'an disebut sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw. (acuan: karena Al-Qur'an berlaku abadi sepanjang masa dan tidak ada manusia yang mampu membuat tandingan ayat-ayatnya).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada kegiatan pendahuluan
- Observasi unjuk kerja mencocokkan kartu fakta mukjizat
- Penilaian tugas tertulis penjelasan kisah mukjizat Nabi Muhammad saw. periode Makkah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan pengertian mukjizat dan kisah mukjizat Nabi Muhammad saw. periode Makkah | Mampu menjelaskan 1 dari 4 acuan (pengertian mukjizat, mukjizat Al-Qur'an, membelah bulan, atau Isra' Mi'raj) dengan bimbingan penuh guru. | Mampu menjelaskan 2 dari 4 acuan kisah mukjizat periode Makkah secara tepat dengan sedikit bimbingan guru. | Mampu menjelaskan 3 dari 4 acuan kisah mukjizat periode Makkah secara tepat dan mandiri. | Mampu menjelaskan seluruh 4 acuan (pengertian mukjizat, mukjizat Al-Qur'an, membelah bulan, dan Isra' Mi'raj) secara tepat, lengkap, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media cerita dan kartu fakta peristiwa mukjizat efektif membantu murid memahami mukjizat Nabi Muhammad saw. periode Makkah?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengaitkan peristiwa mukjizat dengan tantangan dakwah di Makkah?
Murid:- Peristiwa mukjizat Nabi Muhammad saw. mana yang paling mengesankan bagimu? Mengapa?
- Apakah kamu dapat menjelaskan kembali peristiwa terbelahnya bulan dan Isra' Mi'raj dengan kata-katamu sendiri?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 3.10.1 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah saat menerima wahyu
- TP 3.10.2 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah saat menerima wahyu
- TP 3.10.3 Menjelaskan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam peristiwa dakwah dan mukjizat beliau
- TP 3.10.4 Menceritakan kisah Nabi Muhammad saw. sesudah menjadi rasul periode Makkah dalam berdakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah sesi asesmen sumatif untuk mengukur pemahaman dan kemampuan menceritakan kisah penerimaan wahyu, dakwah, serta mukjizat Nabi Muhammad saw. periode Makkah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Soal Tes Tertulis dan menjelaskan petunjuk pengerjaan 5 butir soal isian/uraian singkat secara mandiri dan jujur, serta menjelaskan prosedur giliran unjuk kerja bercerita yang akan dilakukan secara bergantian ke meja guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara mandiri mengerjakan 5 butir soal tes tertulis pada lembar kerja masing-masing (alokasi 35 menit serentak). Butir soal tertulis: (1) Di manakah Nabi Muhammad saw. menerima wahyu pertama dan siapa malaikat penyampainya? [Kunci: Di Gua Hira, disampaikan oleh Malaikat Jibril]; (2) Sebutkan nama surah dan ayat yang menjadi wahyu pertama serta wahyu kedua yang diterima Nabi Muhammad saw.! [Kunci: Wahyu pertama QS. Al-'Alaq ayat 1-5; Wahyu kedua QS. Al-Muddaṡṡir ayat 1-7]; (3) Jelaskan mengapa pada awal masa kerasulannya Nabi Muhammad saw. melakukan dakwah secara sembunyi-sembunyi! [Kunci: Untuk menghindari penentangan dan kekerasan kaum kafir Quraisy karena jumlah pengikut Islam saat itu masih sangat sedikit]; (4) Sebutkan tempat Rasulullah saw. pertama kali berdakwah secara terang-terangan kepada kaum Quraisy serta respons mereka! [Kunci: Di Bukit Shafa; kaum kafir Quraisy menolak, mengejek, dan menentang ajaran tauhid]; (5) Jelaskan pengertian mukjizat serta sebutkan 2 mukjizat Nabi Muhammad saw. yang terjadi pada periode Makkah! [Kunci: Mukjizat adalah perkara luar biasa dari Allah Swt. untuk membuktikan kebenaran kenabian rasul-Nya; contoh: peristiwa terbelahnya bulan dan kitab suci Al-Qur'an] (35 menit).
- Guru memanggil murid satu per satu ke meja guru secara bergiliran (rotasi 2 menit per murid untuk 28 murid kelas 3, total 56 menit; murid yang menunggu giliran atau telah selesai melanjutkan pengerjaan tes tertulis atau membaca mandiri materi sirah di mejanya). Setiap murid memilih satu dari dua amplop topik unjuk kerja lisan dan menuturkan kisahnya secara lisan selama maksimal 2 menit: Topik A (Peristiwa Penerimaan Wahyu di Gua Hira; acuan: berkhalwat di Gua Hira, kedatangan Malaikat Jibril membawakan QS. Al-'Alaq 1-5, peristiwa Nabi menggigil pulang ke Khadijah, turunnya wahyu kedua QS. Al-Muddaṡṡir 1-7) atau Topik B (Perjuangan Dakwah Sembunyi-Sembunyi dan Terang-Terangan; acuan: dakwah awal kepada keluarga terdekat/As-Sabiqunal Awwalun di rumah Arqam bin Abil Arqam, perintah dakwah terang-terangan di Bukit Shafa, respons penolakan kafir Quraisy, keteguhan sikap Rasulullah) (56 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis murid, memfasilitasi murid melakukan refleksi singkat mengenai proses pengerjaan tes tertulis dan unjuk kerja bercerita yang baru saja dijalani, serta memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian seluruh murid (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum merangkum seluruh materi Bab 10 (peristiwa kerasulan, penerimaan wahyu, tahapan dakwah, dan mukjizat Nabi Muhammad saw.), menyampaikan tindak lanjut penilaian, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami kesulitan membaca teks soal secara cepat, guru membacakan butir soal secara individual di meja guru tanpa mengubah isi soal atau memberi kunci jawaban. Standar bukti dan kriteria penilaian tetap sama untuk semua murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen sumatif: guru menanyakan pemahaman petunjuk tes tertulis dan format unjuk kerja lisan kepada murid untuk memastikan tidak ada keraguan teknis sebelum pengerjaan dimulai.
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam pengerjaan tes tertulis secara mandiri dan ketertiban selama menunggu antrean giliran unjuk kerja bercerita lisan.
Sumatif Bab:- Tes tertulis uraian singkat dan unjuk kerja bercerita bergantian secara terpadu: Lembar jawaban tertulis berisi penjelasan peristiwa penerimaan wahyu, dakwah, dan mukjizat Nabi Muhammad saw. serta penampilan bercerita lisan runtut mengenai peristiwa wahyu dan tahapan dakwah
- tes tertulis serentak: Lembar kerja murid berisi uraian singkat yang menjelaskan peristiwa Nabi Muhammad saw. saat menerima wahyu di Gua Hira, tahapan dakwah periode Makkah, serta mukjizat beliau, dikerjakan serentak oleh seluruh murid di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- unjuk kerja bercerita bergiliran: Penuturan lisan menceritakan peristiwa penerimaan wahyu serta perjuangan dakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan berdurasi 2 menit per murid melalui rotasi panggilan ke meja guru secara individual (60 menit / 2 menit = 30 kuota murid, mencukupi 28 murid kelas 3) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: keruntutan alur kisah, ketepatan fakta sejarah dakwah/wahyu, dan kejelasan lafal/intonasi))
Sumatif:- Tes tertulis uraian singkat dan unjuk kerja bercerita bergantian secara terpadu: Lembar jawaban tertulis berisi penjelasan peristiwa penerimaan wahyu, dakwah, dan mukjizat Nabi Muhammad saw. serta penampilan bercerita lisan runtut mengenai peristiwa wahyu dan tahapan dakwah
- tes tertulis serentak: Lembar kerja murid berisi uraian singkat yang menjelaskan peristiwa Nabi Muhammad saw. saat menerima wahyu di Gua Hira, tahapan dakwah periode Makkah, serta mukjizat beliau, dikerjakan serentak oleh seluruh murid di kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- unjuk kerja bercerita bergiliran: Penuturan lisan menceritakan peristiwa penerimaan wahyu serta perjuangan dakwah secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan berdurasi 2 menit per murid melalui rotasi panggilan ke meja guru secara individual (60 menit / 2 menit = 30 kuota murid, mencukupi 28 murid kelas 3) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: keruntutan alur kisah, ketepatan fakta sejarah dakwah/wahyu, dan kejelasan lafal/intonasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Kisah Penerimaan Wahyu, Peristiwa Dakwah, dan Mukjizat (Tes Tertulis) | Menjawab dengan tepat 1 dari 5 butir soal tes tertulis sesuai kunci jawaban (Acuan 5 butir: [1] Gua Hira & Malaikat Jibril; [2] QS. Al-'Alaq 1-5 & QS. Al-Muddaṡṡir 1-7; [3] Alasan sembunyi-sembunyi: menghindari penentangan kafir Quraisy & pengikut masih sedikit; [4] Bukit Shafa & penolakan kafir Quraisy; [5] Pengertian mukjizat & contoh terbelahnya bulan/Al-Qur'an). | Menjawab dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 butir soal tes tertulis sesuai kunci jawaban (Acuan 5 butir: [1] Gua Hira & Malaikat Jibril; [2] QS. Al-'Alaq 1-5 & QS. Al-Muddaṡṡir 1-7; [3] Alasan sembunyi-sembunyi; [4] Bukit Shafa & penolakan kafir Quraisy; [5] Pengertian mukjizat & contoh terbelahnya bulan/Al-Qur'an). | Menjawab dengan tepat 4 dari 5 butir soal tes tertulis sesuai kunci jawaban (Acuan 5 butir: [1] Gua Hira & Malaikat Jibril; [2] QS. Al-'Alaq 1-5 & QS. Al-Muddaṡṡir 1-7; [3] Alasan sembunyi-sembunyi; [4] Bukit Shafa & penolakan kafir Quraisy; [5] Pengertian mukjizat & contoh terbelahnya bulan/Al-Qur'an). | Menjawab dengan tepat seluruh 5 butir soal tes tertulis sesuai kunci jawaban secara lengkap dan mandiri (Acuan 5 butir: [1] Gua Hira & Malaikat Jibril; [2] QS. Al-'Alaq 1-5 & QS. Al-Muddaṡṡir 1-7; [3] Alasan sembunyi-sembunyi; [4] Bukit Shafa & penolakan kafir Quraisy; [5] Pengertian mukjizat & contoh terbelahnya bulan/Al-Qur'an). | | Menceritakan Kisah Penerimaan Wahyu atau Perjuangan Dakwah (Unjuk Kerja Lisan) | Menceritakan kisah dengan menyebutkan hanya 1 unsur fakta sejarah sesuai topik undian dan alur cerita terputus-putus. (Acuan Topik A: berkhalwat di Gua Hira, kedatangan Malaikat Jibril membawa wahyu pertama, kondisi Nabi menggigil pulang ke Khadijah, turunnya wahyu kedua. Acuan Topik B: dakwah awal sembunyi-sembunyi kepada kerabat di rumah Arqam, seruan terang-terangan di Bukit Shafa, respons penolakan Quraisy, keteguhan Nabi). | Menceritakan kisah dengan menyebutkan 2 unsur fakta sejarah sesuai topik undian secara berurutan. (Acuan Topik A: 4 unsur peristiwa wahyu; Acuan Topik B: 4 unsur peristiwa dakwah). | Menceritakan kisah dengan menyebutkan 3 unsur fakta sejarah sesuai topik undian secara runtut. (Acuan Topik A: 4 unsur peristiwa wahyu; Acuan Topik B: 4 unsur peristiwa dakwah). | Menceritakan kisah secara lengkap mencakup seluruh 4 unsur fakta sejarah sesuai topik undian secara runtut dan lancar tanpa bantuan guru. (Acuan Topik A: berkhalwat di Gua Hira, kedatangan Malaikat Jibril membawakan Al-'Alaq 1-5, kondisi menggigil pulang ke Khadijah, turunnya Al-Muddaṡṡir 1-7. Acuan Topik B: dakwah sembunyi-sembunyi kepada As-Sabiqunal Awwalun di rumah Arqam, dakwah terang-terangan di Bukit Shafa, respons penolakan kafir Quraisy, keteguhan dakwah Nabi). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 56 menit cukup efektif untuk memfasilitasi seluruh murid melakukan unjuk kerja bercerita secara bergiliran tanpa mengganggu ketertiban kelas?
- Bagian materi mana dari Bab 10 yang sebagian besar murid telah kuasai dengan sangat baik dan bagian mana yang masih memerlukan penguatan lebih lanjut?
Murid:- Bagian mana dari kisah Nabi Muhammad saw. di periode Makkah yang paling mudah saya jelaskan dan ceritakan?
- Apakah saya merasa percaya diri saat menceritakan kisah dakwah dan penerimaan wahyu Nabi Muhammad saw. di depan bapak/ibu guru tadi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022) Bab 10
- Kartu kata kunci 'Gua Hira' dan 4 set kartu alur peristiwa kisah penerimaan wahyu
- Gambar/ilustrasi Gua Hira dan Jabal Nur
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek 2022) Bab X.
- Kartu aktivitas mencocokkan fakta dakwah (sembunyi-sembunyi dan terang-terangan).
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas III, Kemendikbudristek, 2022
- Kartu fakta bergambar kisah mukjizat Nabi Muhammad saw.
- Lembar Kerja Mandiri dan teks ikhtisar mukjizat periode Makkah
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022).
- Lembar Soal Asesmen Sumatif Tertulis Bab 10.
- Kartu Undian Topik Bercerita Lisan dan Rubrik Penilaian Unjuk Kerja.
|