Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase BSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghafal QS. Al-'Alaq Ayat 1-5 dan Memahami Pesan Pokoknya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 3 dengan topik "Menghafal QS. Al-'Alaq Ayat 1-5 dan Memahami Pesan Pokoknya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 3: Menghafal QS. Al-'Alaq Ayat 1-5 dan Memahami Pesan Pokoknya

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 3

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 3 (Fase B)

Topik: Menghafal QS. Al-'Alaq Ayat 1-5 dan Memahami Pesan Pokoknya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase B / Kelas 3
TopikMenghafal QS. Al-'Alaq Ayat 1-5 dan Memahami Pesan Pokoknya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan hafalan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 beserta terjemahnya dengan lancar.
  2. Murid dapat menjelaskan pesan pokok QS. Al-'Alaq ayat 1-5, termasuk asbabunnuzul-nya, dengan benar.
  3. Murid dapat menyimpulkan pesan pokok QS. Al-'Alaq ayat 1-5 sebagai dasar sikap rajin belajar dalam kehidupan sehari-hari.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar cerita tentang bagaimana wahyu pertama diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.? Apa yang terjadi saat itu?
  2. Mengapa menurut kalian perintah pertama yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad adalah 'Iqra' (bacalah)? Apa hubungannya dengan kehidupan kita sehari-hari?
  3. Kalau kalian mau hafal sesuatu, cara apa yang biasanya kalian pakai supaya cepat ingat dan tidak mudah lupa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar.
  • Guru menyampaikan asesmen awal secara lisan: mengajukan dua pertanyaan singkat — 'Siapa yang sudah bisa menyebutkan satu ayat dari QS. Al-'Alaq?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang pesan surah ini?' — untuk memetakan kemampuan awal murid.
  • Guru mencatat secara mental atau pada lembar observasi murid yang sudah hafal, baru mengenal, atau belum pernah mendengar surah tersebut.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan menghafal QS. Al-'Alaq ayat 1-5 beserta terjemahnya, memahami asbabunnuzul dan pesan pokoknya, serta menghubungkannya dengan semangat belajar sehari-hari.
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Mengapa perintah pertama Allah kepada Nabi adalah Iqra — bacalah? Apa kaitannya dengan kalian sebagai pelajar?' — beri waktu 2 menit untuk murid berpikir dan berbagi jawaban singkat.
  • Guru memberikan apersepsi singkat: mengingatkan bahwa pada pertemuan sebelumnya murid telah membaca dan menulis QS. Al-'Alaq, sekarang saatnya menghafal dan memahami maknanya lebih dalam.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan atau menuliskan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 di papan tulis beserta terjemahnya ayat per ayat. (Berkesadaran: murid diminta memperhatikan dengan fokus penuh sebelum mulai menghafal.)
  • Guru membacakan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 dengan tartil secara keseluruhan satu kali, murid menyimak sambil melihat teks.
  • Guru membacakan ulang ayat per ayat (ayat 1, lalu ayat 2, dst.), murid menirukan bersama-sama (metode talaqqi sederhana). Ulangi setiap ayat minimal dua kali sebelum lanjut ke ayat berikutnya.
  • Guru menjelaskan terjemah setiap ayat secara singkat dan dikaitkan dengan konteks nyata: 'Ayat 1 memerintahkan membaca atas nama Allah yang menciptakan — artinya semua ilmu bersumber dari Allah.' (Bermakna: terjemah dikaitkan langsung dengan pengalaman belajar murid.)
  • Guru menyampaikan asbabunnuzul secara sederhana dan menarik: 'Dulu Nabi Muhammad berada di Gua Hira, kemudian Malaikat Jibril datang memeluk beliau tiga kali dan mengajarkan ayat ini. Inilah wahyu pertama yang diturunkan Allah.' Guru bertanya: 'Mengapa menurut kalian Allah memilih perintah membaca sebagai wahyu pertama?'
  • Murid diberi waktu 3 menit untuk mencermati kembali teks dan terjemah secara mandiri, memberi tanda atau menggaris bawahi kata yang menurutnya paling penting. (Berkesadaran: belajar dengan penuh perhatian dan kesengajaan.)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil (3-4 orang). Setiap kelompok berlatih menghafal bersama dengan metode bergantian: satu orang memimpin hafalan, yang lain menyimak dan mengoreksi bila ada yang salah. (Menggembirakan: suasana kompak dan saling membantu.)
  • Setelah berlatih ±8 menit dalam kelompok, guru meminta setiap kelompok menunjuk satu wakil untuk menyetorkan hafalan ayat 1-5 beserta terjemahnya di depan kelas atau ke guru secara bergantian.
  • Murid yang belum mendapat giliran tetap berlatih pelan-pelan di kelompoknya atau menyimak hafalan temannya sambil memegang teks sebagai panduan.
  • Setelah sesi hafalan, guru mengajak murid bermain 'Pesan Berantai Makna': guru menyebutkan nomor ayat, murid secara bergilir menyebutkan terjemahnya. Bila salah, kelompok boleh membantu. (Menggembirakan: aktivitas interaktif yang membangun hafalan terjemah.)
  • Guru meminta murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Apa pesan pokok dari ayat 1-5 ini? Tuliskan minimal satu kalimat kesimpulan di buku tulis kalian.' (Bermakna: murid mengonstruksi makna sendiri, bukan sekadar menghafal.)
  • Beberapa pasangan diminta membacakan kesimpulannya. Guru memberi umpan balik positif dan meluruskan bila ada pemahaman yang kurang tepat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak, menarik napas, dan bertanya pada diri sendiri: 'Apa yang baru saja aku pelajari hari ini? Apakah aku sudah benar-benar memahaminya?' (Berkesadaran: refleksi metakognitif sederhana.)
  • Guru mengajukan pertanyaan refleksi: 'Bagaimana pesan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 bisa kalian terapkan mulai hari ini di rumah atau di sekolah? Sebutkan satu contoh nyata!'
  • Murid menuliskan jawaban refleksi mereka di 'Kartu Refleksi' (selembar kertas kecil atau kolom di buku tulis): (1) Satu hal yang aku pelajari hari ini, (2) Satu hal yang masih ingin aku tanyakan, (3) Satu sikap rajin belajar yang akan aku lakukan besok. (Bermakna: refleksi dikaitkan dengan tindakan nyata ke depan.)
  • Guru meminta 2-3 murid secara sukarela berbagi isi kartu refleksinya. Guru menegaskan hubungan antara pesan surah dengan semangat belajar sebagai wujud syukur kepada Allah.
  • Guru memberikan penguatan: 'Dengan menghafal dan memahami QS. Al-'Alaq, kalian sudah melaksanakan perintah Allah yang pertama — Iqra! Teruslah rajin belajar sebagai bentuk rasa syukur.'

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: QS. Al-'Alaq ayat 1-5 adalah wahyu pertama yang memerintahkan membaca dan belajar; murid sudah menghafal ayat beserta terjemahnya dan memahami pesan pokoknya.
  • Guru melaksanakan asesmen akhir: meminta 3-4 murid secara individual menyetorkan hafalan ayat 1-5 beserta terjemah salah satu ayat pilihan guru, sambil guru menilai dengan lembar observasi hafalan.
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta berlatih hafalan di rumah dan menceritakan pesan QS. Al-'Alaq kepada satu anggota keluarga malam ini.
  • Guru mengumpulkan Kartu Refleksi sebagai bahan asesmen proses dan bahan perbaikan pembelajaran.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca Arab, guru menyediakan kartu hafalan bergambar atau transliterasi latin di bawah teks Arab sebagai panduan sementara, sehingga mereka tetap bisa ikut menghafal tanpa tertinggal.
  • Proses: Murid yang sudah cepat menghafal (ayat 1-5 sudah lancar) diberi tantangan tambahan: menghafal terjemah lengkap semua ayat dan mencoba menjelaskan pesan pokok kepada teman kelompoknya sebagai 'guru mini'. Murid yang lambat mendapat bimbingan lebih intensif dari guru atau teman sebaya, cukup menargetkan hafalan minimal ayat 1-3 dulu.
  • Produk: Murid yang sudah mampu dapat membuat peta pikiran sederhana (mind map) di buku tulis yang menggambarkan pesan pokok QS. Al-'Alaq dan contoh penerapannya. Murid yang masih berkembang cukup menuliskan satu kalimat kesimpulan pesan pokok.

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan dua pertanyaan lisan di awal pendahuluan: 'Siapa yang sudah bisa menyebutkan satu ayat dari QS. Al-'Alaq?' dan 'Apa yang kalian ketahui tentang pesan surah Al-'Alaq?'
  • Guru memetakan murid ke dalam tiga kelompok: sudah hafal sebagian, baru mengenal, atau belum pernah mendengar — sebagai dasar penentuan diferensiasi proses selama pembelajaran.

Proses:

  • Observasi guru selama sesi talaqqi dan latihan kelompok: guru mencatat nama murid yang lafal dan hafalannya sudah tepat, masih perlu bimbingan, atau belum lancar.
  • Penilaian sejawat dalam kelompok kecil: murid saling menyimak dan mengoreksi hafalan teman menggunakan teks sebagai acuan.
  • Diskusi berpasangan tentang pesan pokok: guru berkeliling dan mendengarkan kalimat kesimpulan yang dirumuskan murid, memberikan umpan balik langsung.
  • Kartu Refleksi: guru memeriksa tiga poin isian kartu (hal yang dipelajari, pertanyaan, dan rencana sikap) untuk mengukur kedalaman pemahaman murid.

Akhir:

  • Setoran hafalan lisan individual: guru menilai kelancaran hafalan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 beserta ketepatan terjemah minimal satu ayat menggunakan lembar observasi hafalan berskala 4 level.
  • Tulisan kesimpulan pesan pokok di buku tulis: guru menilai kemampuan murid menyimpulkan pesan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 dan menghubungkannya dengan sikap rajin belajar menggunakan rubrik 4 level.

Formatif:

  • Observasi lisan saat sesi talaqqi: guru memperhatikan ketepatan pelafalan dan kelancaran hafalan tiap murid selama latihan kelompok.
  • Penilaian teman sejawat dalam kelompok: anggota kelompok saling mengoreksi hafalan menggunakan panduan teks.
  • Kartu Refleksi: guru membaca isian kartu untuk memeriksa pemahaman murid tentang pesan pokok dan rencana tindak lanjut mereka.

Sumatif:

  • Setoran hafalan individual: murid menyetorkan hafalan QS. Al-'Alaq ayat 1-5 beserta terjemah minimal satu ayat secara lisan kepada guru di akhir pertemuan.
  • Tulisan kesimpulan: murid menuliskan satu kalimat kesimpulan pesan pokok QS. Al-'Alaq ayat 1-5 di buku tulis yang dinilai menggunakan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Hafalan QS. Al-'Alaq Ayat 1-5Belum dapat melafalkan ayat dengan benar; banyak kesalahan pelafalan dan urutan ayat, bahkan dengan bantuan teks.Dapat melafalkan sebagian ayat (1-3) dengan beberapa kesalahan pelafalan; masih sangat bergantung pada teks atau bantuan teman.Dapat melafalkan seluruh ayat 1-5 dengan cukup lancar; kesalahan pelafalan minimal dan dapat segera diperbaiki bila diingatkan.Dapat melafalkan seluruh ayat 1-5 dengan lancar, tartil, dan tanpa kesalahan pelafalan; urutan ayat benar dan tidak memerlukan bantuan apapun.
Hafalan Terjemah QS. Al-'Alaq Ayat 1-5Belum dapat menyebutkan terjemah satu ayat pun dengan benar.Dapat menyebutkan terjemah 1-2 ayat dengan benar, meskipun masih kurang tepat pada beberapa kata.Dapat menyebutkan terjemah sebagian besar ayat (minimal 3 dari 5) dengan benar dan cukup lancar.Dapat menyebutkan terjemah seluruh ayat 1-5 dengan benar dan lancar tanpa bantuan.
Pemahaman Pesan Pokok dan AsbabunnuzulBelum dapat menjelaskan pesan pokok maupun asbabunnuzul QS. Al-'Alaq ayat 1-5 meskipun sudah dibimbing.Dapat menyebutkan satu pesan pokok secara sederhana, namun belum dapat menjelaskan asbabunnuzul atau kaitannya dengan kehidupan.Dapat menjelaskan pesan pokok QS. Al-'Alaq ayat 1-5 dengan benar dan menyebutkan asbabunnuzul-nya secara garis besar.Dapat menjelaskan pesan pokok dan asbabunnuzul dengan benar dan rinci, serta menghubungkannya secara logis dengan konteks kehidupan nyata.
Menyimpulkan Pesan Pokok sebagai Dasar Sikap Rajin BelajarBelum dapat membuat kesimpulan atau menyebutkan hubungan antara pesan surah dengan sikap rajin belajar.Dapat membuat kesimpulan sederhana tentang pesan surah, tetapi belum dapat menghubungkannya secara jelas dengan sikap rajin belajar dalam kehidupan sehari-hari.Dapat menyimpulkan pesan pokok QS. Al-'Alaq ayat 1-5 dan menyebutkan satu contoh nyata penerapan sikap rajin belajar di kehidupan sehari-hari.Dapat menyimpulkan pesan pokok dengan kalimat yang runtut dan jelas, menyebutkan lebih dari satu contoh penerapan sikap rajin belajar, dan mengaitkannya dengan nilai ibadah kepada Allah.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mendapat kesempatan untuk berlatih dan menyetorkan hafalan, atau hanya sebagian? Bagaimana saya memperbaiki manajemen waktu untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah penjelasan asbabunnuzul saya cukup menarik dan mudah dipahami anak kelas 3? Strategi apa yang bisa membuat cerita ini lebih hidup?
  • Seberapa efektif diferensiasi yang saya terapkan? Apakah murid yang lambat mendapat cukup dukungan, dan murid yang cepat cukup tertantang?
  • Dari Kartu Refleksi yang dikumpulkan, pertanyaan atau kebingungan apa yang paling banyak muncul? Bagaimana saya meresponsnya di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Ayat berapa yang paling mudah kamu hafal hari ini? Mengapa menurutmu ayat itu lebih mudah?
  • Apa satu pesan dari QS. Al-'Alaq ayat 1-5 yang paling berkesan bagimu? Bagaimana kamu akan menerapkannya mulai besok?
  • Apakah ada bagian hafalan atau terjemah yang masih kamu rasa sulit? Apa yang akan kamu lakukan untuk mengatasinya di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III (Kemendikbudristek, 2022) — halaman tentang QS. Al-'Alaq ayat 1-5 bagian D (Menghafal) dan E (Pesan Pokok)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas III, Moh. Ghozali & Erwin Wasti (ISBN: 978-602-244-673-6) — Bab I, skema pembelajaran pertemuan ke-4
  3. Papan tulis atau kartu tempel berisi teks QS. Al-'Alaq ayat 1-5 beserta terjemah ayat per ayat
  4. Kartu Hafalan (kartu kecil berisi teks Arab dan transliterasi latin sebagai alat bantu bagi murid yang membutuhkan)
  5. Kartu Refleksi (selembar kertas kecil atau kolom di buku tulis untuk isian refleksi tiga poin murid)
  6. Lembar Observasi Hafalan (lembar pencatat guru untuk menilai setoran hafalan individual)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.