Modul AjarPertemuan 2Bab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Bacaan Zikir Setelah Salat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Praktik Bacaan Zikir Setelah Salat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Praktik Bacaan Zikir Setelah Salat

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 9 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Praktik Bacaan Zikir Setelah Salat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikPraktik Bacaan Zikir Setelah Salat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model drill and practice dan metode demonstrasi, murid dapat mempraktikkan bacaan zikir setelah salat (subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar) dengan fasih dan hafal
  2. Melalui kegiatan praktik bersama, murid dapat menunjukkan sikap berserah diri kepada Allah Swt. sebagai implementasi makna zikir setelah salat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Anak-anak, apa yang biasanya kalian lakukan setelah salat?
  2. Pernahkah kalian mendengar lafal subhanallah, alhamdulillah, dan Allahu akbar? Kapan kita mengucapkannya?
  3. Mengapa kita perlu berzikir setelah salat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengondisikan murid agar siap belajar dengan ice breaking sederhana (tepuk semangat atau gerakan ringan)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar mempraktikkan bacaan zikir setelah salat dengan fasih
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang sudah pernah berzikir setelah salat? Bacaan apa saja yang kalian ingat?
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menampilkan gambar atau video anak yang sedang berzikir setelah salat untuk memberikan konteks visual
  • Guru menjelaskan pengertian zikir secara sederhana: zikir artinya mengingat Allah Swt., dan kita melakukannya setelah salat untuk mendekatkan diri kepada-Nya
  • Guru menjelaskan tiga bacaan zikir utama setelah salat: tasbih (subhanallah 33x), tahmid (alhamdulillah 33x), dan takbir (Allahu akbar 33x)
  • Guru mencontohkan pelafalan setiap bacaan zikir dengan jelas dan perlahan, murid menyimak dengan saksama
  • Guru mengajak murid membaca tulisan Arab dan latin dari setiap bacaan zikir yang ditampilkan di papan tulis atau layar proyektor
  • Guru menjelaskan makna setiap bacaan: subhanallah (Maha Suci Allah), alhamdulillah (segala puji bagi Allah), Allahu akbar (Allah Maha Besar)

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru meminta murid duduk dengan posisi nyaman seperti setelah salat (setelah salam)
  • Guru memimpin praktik drill bersama-sama: melafalkan subhanallah 33 kali dengan suara yang jelas, murid mengikuti
  • Guru memimpin praktik drill bersama-sama: melafalkan alhamdulillah 33 kali, murid mengikuti sambil menghitung dengan jari atau tasbih sederhana
  • Guru memimpin praktik drill bersama-sama: melafalkan Allahu akbar 33 kali, murid mengikuti
  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 anak), setiap kelompok mempraktikkan bacaan zikir secara bergantian sambil saling mendengarkan
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan perbaikan pelafalan kepada setiap kelompok
  • Guru meminta beberapa murid maju untuk mempraktikkan bacaan zikir di depan kelas secara individu
  • Guru dan murid lain memberikan apresiasi dan masukan yang membangun

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid berdiskusi: Bagaimana perasaan kalian setelah mempraktikkan zikir? Apakah hati kalian merasa tenang?
  • Guru menghubungkan praktik zikir dengan sikap berserah diri kepada Allah Swt.: Ketika kita berzikir, kita mengingat Allah dan mempercayakan segala urusan kita kepada-Nya
  • Murid diminta menceritakan pengalaman mereka ketika berzikir di rumah atau di masjid bersama keluarga
  • Guru memberikan penguatan: Zikir bukan hanya bacaan, tetapi juga cara kita menunjukkan rasa syukur dan kebergantungan kepada Allah Swt.
  • Murid diberi kesempatan untuk menyampaikan kesulitan yang mereka hadapi dalam mempraktikkan zikir dan bagaimana mereka akan mengatasinya
  • Guru meminta murid menuliskan atau menggambar simbol sederhana tentang komitmen mereka untuk rutin berzikir setelah salat

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid mempraktikkan kembali bacaan zikir secara acak untuk mengecek pemahaman dan kefasihan
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: kita telah belajar dan mempraktikkan bacaan zikir setelah salat sebagai wujud berserah diri kepada Allah Swt.
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi mereka
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mempraktikkan zikir setelah salat di rumah dan melaporkan pengalaman mereka pada pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lancar membaca, berikan teks Arab dan latin. Untuk yang belum lancar, fokus pada pelafalan dengan audio atau video visual.
  • Proses: Murid yang cepat dapat dipandu untuk memimpin teman dalam kelompoknya. Murid yang lambat mendapat pendampingan intensif dari guru atau teman sebaya, serta diberi waktu tambahan untuk berlatih.
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat diminta mendemonstrasikan di depan kelas atau membuat video zikir. Murid yang masih belajar cukup mempraktikkan dalam kelompok kecil dengan bimbingan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: Siapa yang sudah pernah berzikir setelah salat? Bacaan apa saja yang kalian ingat?
  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan atau melafalkan bacaan zikir yang mereka ketahui untuk mengukur pengetahuan awal

Proses:

  • Observasi saat praktik drill bersama: guru mencatat murid yang sudah fasih, yang masih perlu bimbingan, dan yang aktif berpartisipasi
  • Penilaian sejawat dalam kelompok: teman memberikan bintang atau jempol untuk teman yang sudah bagus pelafalannya
  • Guru berkeliling memberikan umpan balik langsung kepada setiap kelompok tentang pelafalan dan ketepatan bacaan
  • Tanya jawab singkat: Apa yang kalian rasakan saat berzikir? Mengapa kita perlu berzikir setelah salat?

Akhir:

  • Unjuk kerja individu: 3-5 murid dipilih secara acak untuk mempraktikkan bacaan zikir lengkap (subhanallah 33x, alhamdulillah 33x, Allahu akbar 33x) di depan kelas
  • Guru menilai kefasihan, ketepatan pelafalan, dan hafalan menggunakan rubrik
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana atau gambar tentang komitmen mereka untuk rutin berzikir setelah salat

Formatif:

  • Observasi selama praktik drill: kefasihan, ketepatan pelafalan, dan partisipasi aktif murid
  • Penilaian sejawat dalam kelompok kecil: teman memberikan apresiasi dan masukan kepada teman lain
  • Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman makna zikir dan sikap berserah diri

Sumatif:

  • Unjuk kerja individu: murid mempraktikkan bacaan zikir (subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar) dengan dinilai menggunakan rubrik
  • Penilaian sikap: observasi sikap berserah diri dan kekhusyukan saat mempraktikkan zikir

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kefasihan pelafalan bacaan zikirMurid belum dapat melafalkan bacaan zikir dengan jelas, banyak kesalahan pelafalan, dan masih terbata-bataMurid dapat melafalkan sebagian bacaan zikir dengan bimbingan, masih ada beberapa kesalahan pelafalanMurid dapat melafalkan bacaan zikir dengan jelas dan benar, hanya ada sedikit kesalahan pelafalanMurid dapat melafalkan bacaan zikir dengan sangat fasih, jelas, benar, dan lancar tanpa bimbingan
Hafalan bacaan zikir (subhanallah, alhamdulillah, Allahu akbar)Murid belum hafal bacaan zikir, masih sangat tergantung pada teks atau bimbingan guruMurid mulai hafal sebagian bacaan zikir, kadang masih melihat teks atau meminta bantuanMurid sudah hafal bacaan zikir, sesekali masih ragu atau perlu pengingat kecilMurid hafal bacaan zikir dengan sempurna dan dapat melafalkannya dengan percaya diri tanpa melihat teks
Sikap berserah diri dan kekhusyukan saat mempraktikkan zikirMurid kurang menunjukkan sikap khusyuk, mudah terganggu, dan belum memahami makna berserah diri kepada Allah Swt.Murid mulai menunjukkan sikap khusyuk dan tenang, namun masih perlu diingatkan untuk fokusMurid menunjukkan sikap khusyuk dan tenang saat berzikir, memahami bahwa zikir adalah cara mengingat Allah Swt.Murid menunjukkan sikap sangat khusyuk, tenang, dan penuh kesadaran bahwa zikir adalah wujud berserah diri kepada Allah Swt.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah dapat mempraktikkan bacaan zikir dengan fasih? Siapa yang masih perlu bimbingan lebih lanjut?
  • Apakah metode drill and practice dan demonstrasi efektif untuk pembelajaran ini? Apa yang perlu diperbaiki?
  • Bagaimana saya dapat lebih mengintegrasikan prinsip pembelajaran bermakna dan berkesadaran dalam kegiatan zikir ini?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari belajar zikir hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa melafalkan subhanallah, alhamdulillah, dan Allahu akbar dengan fasih? Bagian mana yang masih sulit?
  • Bagaimana perasaanmu saat berzikir? Apakah hatimu merasa tenang?
  • Apakah kamu akan rutin berzikir setelah salat di rumah? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 2, Kemendikbudristek, 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas 2, Kemendikbudristek, 2021
  3. Audio bacaan zikir setelah salat (dari aplikasi atau file mp3)
  4. Video pembelajaran praktik zikir dan doa setelah salat
  5. Poster atau kartu bergambar bacaan zikir (Arab dan latin)
  6. Papan tulis, spidol, dan alat tulis
  7. Laptop, LCD proyektor, dan speaker aktif (jika tersedia)
  8. Tasbih sederhana atau alat penghitung (opsional untuk membantu murid menghitung)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.