Modul AjarBab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 9: Ayo Zikir dan Doa Setelah Salat

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 untuk Bab 9 "Ayo Zikir dan Doa Setelah Salat", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 9: Ayo Zikir dan Doa Setelah Salat

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 9 — Ayo Zikir dan Doa Setelah Salat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 9 — Ayo Zikir dan Doa Setelah Salat
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.9.1 Menerapkan zikir setelah salat
  2. TP 2.9.2 Menerapkan doa setelah salat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang biasa kalian ucapkan di tempat duduk tepat setelah selesai salat fardu?
  2. Bagaimana lafal kalimat tasbih, tahmid, dan takbir yang dibaca setelah salat?
  3. Apa yang kita panjatkan kepada Allah Swt. setelah selesai berzikir seusai salat?
  4. Bagaimana posisi tangan dan sikap tubuh yang baik saat kita memohon doa kepada Allah Swt.?
  5. Bagaimanakah urutan yang benar antara berzikir dan berdoa setelah kita selesai mengerjakan salat?
  6. Mengapa kita perlu merangkai bacaan zikir dan doa secara runtut seusai salat?
  7. Bagaimana urutan bacaan zikir yang kita lafalkan setelah selesai salat fardu?
  8. Doa apa saja yang kita panjatkan kepada Allah Swt. setelah berzikir dan bagaimana sikap tubuh kita saat berdoa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Pelafalan Bacaan Zikir Setelah Salat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.9.1 Menerapkan zikir setelah salat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan lafal 3 kalimat zikir setelah salat: istigfar, tasbih, dan tahmid (acuan: istigfar = Astagfirullahal'azim; tasbih = Subhanallah; tahmid = Alhamdulillah) untuk memetakan kesiapan murid (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan pelafalan bacaan zikir setelah salat fardu secara tepat dan mandiri (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi guru tentang urutan dan pelafalan 4 bacaan zikir setelah salat: (1) Istigfar: 'Astagfirullahal'azim' (3x), (2) Tasbih: 'Subhanallah' (33x), (3) Tahmid: 'Alhamdulillah' (33x), (4) Takbir: 'Allahu Akbar' (33x) (12 menit).
  • Murid bersama-sama menirukan pelafalan keempat kalimat zikir tersebut per kata secara berulang dengan bimbingan ketukan ritme guru agar makhraj dan harakatnya tepat (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara bergantian dalam kelompok kecil memainkan permainan 'Estafet Lafal Zikir': kartu lafal dibuka acak lalu murid melafalkan bacaan zikir yang ditunjuk (kartu 1: Astagfirullahal'azim, kartu 2: Subhanallah, kartu 3: Alhamdulillah, kartu 4: Allahu Akbar) dengan hitungan jari secara tepat dan gembira (12 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menerapkan pelafalan rangkaian zikir setelah salat (istigfar, tasbih, tahmid, takbir) di meja masing-masing sambil dipantau oleh guru menggunakan lembar ceklis observasi formatif (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru menyimpulkan manfaat membiasakan pelafalan zikir untuk senantiasa mengingat Allah setelah selesai mengerjakan salat (4 menit).
  • Murid mengungkapkan perasaan mereka setelah berhasil melafalkan keempat kalimat zikir dengan lancar melalui isyarat jempol (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap pelafalan zikir yang sudah dilakukan murid dan mencatat kemajuan belajar (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu visual lafal zikir berharakat lengkap bagi murid yang membutuhkan scaffolding membaca, serta kartu teks latin murni bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Bagi murid yang masih terbata-bata diberi bimbingan perorangan melafalkan satu per satu zikir (istigfar dahulu, lalu tasbih); bagi murid yang cepat menghafal diberikan tantangan melafalkan rangkaian keempat zikir secara berurutan tanpa jeda jeding.
  • Produk: Pelafalan rangkaian zikir dinilai dari ketepatan bunyi lafal: murid pemula melafalkan minimal 2 lafal zikir dengan tepat, murid mahir melafalkan seluruh 4 lafal zikir secara runtut dan tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat untuk mengecek kesiapan murid melafalkan zikir: guru meminta murid melafalkan kalimat istigfar (acuan: 'Astagfirullahal'azim'), tasbih (acuan: 'Subhanallah'), dan tahmid (acuan: 'Alhamdulillah').

Proses:

  • Ceklis observasi formatif saat murid melafalkan 4 bacaan zikir: (1) Istigfar: 'Astagfirullahal'azim', (2) Tasbih: 'Subhanallah', (3) Tahmid: 'Alhamdulillah', (4) Takbir: 'Allahu Akbar' (kriteria: ketepatan pelafalan harakat dan makhraj).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid diminta melafalkan secara berurutan 4 bacaan zikir setelah salat fardu (acuan lengkap: 1. Astagfirullahal'azim, 2. Subhanallah, 3. Alhamdulillah, 4. Allahu Akbar).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelafalan bacaan zikir setelah salat (istigfar, tasbih, tahmid, takbir) saat aktivitas estafet dan latihan mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Pelafalan Zikir Setelah SalatBelum mampu melafalkan 4 bacaan zikir (istigfar, tasbih, tahmid, takbir) secara tepat meskipun telah dibimbing guru.Mampu melafalkan 1–2 dari 4 bacaan zikir (acuan: Astagfirullahal'azim, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) dengan tepat melalui bimbingan.Mampu melafalkan 3–4 bacaan zikir (acuan: Astagfirullahal'azim, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) dengan tepat secara mandiri.Mampu melafalkan seluruh (4) bacaan zikir (acuan: Astagfirullahal'azim, Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar) secara berurutan, tepat makhraj dan harakatnya, serta lancar secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode drill dan permainan estafet kartu efektif membantu seluruh murid melafalkan keempat bacaan zikir dengan tepat?
  • Bagian bacaan zikir mana yang masih sering keliru dilafalkan oleh murid fase A?

Murid:

  • Bacaan zikir mana yang paling mudah kamu lafalkan?
  • Apakah kamu merasa tenang dan senang saat melafalkan tasbih, tahmid, dan takbir tadi?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pelafalan Bacaan Doa Setelah Salat Beserta Adabnya — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.9.2 Menerapkan doa setelah salat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengaitkan materi zikir pada pertemuan sebelumnya dengan doa setelah salat, menyampaikan tujuan pembelajaran, serta aturan kegiatan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan meminta murid melafalkan doa untuk kedua orang tua secara singkat guna memetakan kesiapan awal murid (acuan teks: 'Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa') (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan dan peragaan guru tentang adab berdoa setelah salat (menghadap kiblat, mengangkat kedua telapak tangan setinggi dada, dan bersuara lembut merendahkan diri) serta mendengarkan pelafalan 2 doa setelah salat: Doa Kebaikan Dunia Akhirat ('Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar') dan Doa untuk Kedua Orang Tua ('Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa') (15 menit).
  • Murid menirukan pelafalan kedua bacaan doa tersebut kata demi kata secara klasikal dengan bimbingan guru secara khusyuk dan tertib (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan tantangan estafet lafal 'Sambung Doa Ceria': guru membagikan strip kalimat doa, murid dalam kelompok kecil bergantian melafalkan potongan lafal doa setelah salat dengan mengangkat tangan secara serasi dan gembira (20 menit).
  • Secara bergiliran atau berpasangan di meja masing-masing, setiap murid mempraktikkan langsung penerapan adab berdoa (mengangkat kedua telapak tangan) sambil melafalkan secara mandiri Doa Kebaikan Dunia Akhirat dan Doa untuk Kedua Orang Tua di hadapan guru (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid bersama bimbingan guru menyimpulkan pentingnya membiasakan berdoa dan menjaga adab merendahkan hati kepada Allah Swt. setiap selesai menunaikan salat (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik apresiatif terhadap penerapan pelafalan doa dan sikap berdoa murid, lalu menginformasikan kegiatan pertemuan berikutnya yaitu mempraktikkan rangkaian gabungan zikir dan doa berpasangan (5 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan membaca hamdalah dan doa kafaratul majelis bersama-sama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan lafal berharakat jelas/teks latin doa, sedangkan murid yang sudah lancar menghafal langsung tanpa melihat teks.
  • Proses: Murid yang belum lancar dibimbing pelafalannya per penggalan frasa secara berulang, sedangkan murid yang mahir melafalkan seluruh rangkaian kedua doa secara mandiri dan fasih.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan pelafalan doa setelah salat beserta adab mengangkat tangan sesuai batas kemampuannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: meminta murid melafalkan doa untuk kedua orang tua. Acuan lafal benar: 'Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa'.

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pelafalan doa setelah salat (Doa Kebaikan Dunia Akhirat dan Doa Kedua Orang Tua) dan penerapan adab berdoa (posisi mengangkat kedua tangan setinggi dada dan bersuara lembut). Kunci lafal 1: 'Rabbanaa aatinaa fid-dun-yaa hasanah wa fil-aakhirati hasanah wa qinaa 'adzaaban-naar'; Kunci lafal 2: 'Rabbighfir lii wa liwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiraa'.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi berupa pelafalan mandiri salah satu doa setelah salat lengkap dengan adab mengangkat kedua tangan (acuan: murid mempraktikkan sikap mengangkat kedua tangan dan melafalkan doa kebaikan dunia akhirat atau doa kedua orang tua tanpa kesalahan penggalan kata).

Formatif:

  • Unjuk kerja penerapan pelafalan bacaan doa setelah salat dan adab berdoa (mengangkat tangan) menggunakan lembar observasi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pelafalan Doa Setelah SalatBelum mampu melafalkan kedua bacaan doa setelah salat meskipun dibimbing secara penuh oleh guru.Mampu melafalkan salah satu doa setelah salat (Doa Kebaikan Dunia Akhirat atau Doa Orang Tua) dengan bimbingan dan koreksi guru pada penggalan katanya.Mampu melafalkan kedua bacaan doa setelah salat (Doa Kebaikan Dunia Akhirat dan Doa Kedua Orang Tua) secara lancar dan mandiri.Mampu melafalkan kedua bacaan doa setelah salat secara mandiri, sangat lancar, fasih, dan tanpa keraguan.
Penerapan Adab Berdoa Setelah SalatBelum menerapkan adab berdoa (belum mengangkat kedua tangan dan belum bersikap tenang) saat berdoa.Menerapkan adab berdoa (mengangkat tangan) hanya jika diingatkan oleh guru.Menerapkan adab berdoa secara tertib dengan mengangkat kedua tangan setinggi dada dan bersuara lembut secara mandiri.Konsisten menerapkan adab berdoa secara khusyuk, mengangkat kedua tangan setinggi dada, menghadap kiblat, dan bersuara santun penuh kesungguhan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu menerapkan pelafalan doa setelah salat dengan pengucapan yang benar?
  • Bagian mana dari langkah bimbingan lafal doa yang masih membutuhkan pengulangan dan penguatan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah aku sudah hafal bacaan doa untuk kedua orang tuaku dan doa kebaikan dunia akhirat?
  • Bagaimana perasaanku saat mempraktikkan doa dengan mengangkat tangan di depan teman dan guru?

Pertemuan 3 — Menerapkan Rangkaian Zikir dan Doa Setelah Salat Secara Berpasangan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.9.1 Menerapkan zikir setelah salat
  • TP 2.9.2 Menerapkan doa setelah salat

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu mempraktikkan penerapan rangkaian zikir dan doa setelah salat secara berpasangan secara runtut (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 murid secara acak menyebutkan urutan rangkaian zikir dan doa setelah salat (acuan urutan benar: 1. Istigfar, 2. Tasbih, 3. Tahmid, 4. Takbir, 5. Doa untuk kedua orang tua, 6. Doa kebaikan dunia akhirat) guna mengecek kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak kartu panduan urutan 'Rangkaian Zikir dan Doa Setelah Salat' yang ditampilkan guru di papan tulis yang memuat 6 lafal runtut: (1) Istigfar: 'Astaghfirullahal 'adzim', (2) Tasbih: 'Subhanallah', (3) Tahmid: 'Alhamdulillah', (4) Takbir: 'Allahu Akbar', dilanjutkan (5) Doa kedua orang tua: 'Rabbighfirli waliwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira', dan (6) Doa kebaikan dunia akhirat: 'Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina 'adzabannar' (15 menit).
  • Murid bersama-sama melafalkan secara klasikal keenam urutan bacaan zikir dan doa setelah salat tersebut sesuai panduan guru agar memahami kesinambungan antara zikir dan doa (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru membagi murid menjadi berpasangan (teman sebangku) untuk melakukan aktivitas interaktif 'Estafet Berpasangan Zikir-Doa': Murid A melafalkan zikir runtut (Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) dan Murid B menyambung dengan melafalkan doa runtut (doa orang tua dan doa kebaikan dunia akhirat), kemudian bergantian peran (20 menit).
  • Secara berpasangan, murid mempraktikkan penerapan rangkaian lengkap zikir dan doa setelah salat di tempat duduk masing-masing dengan posisi duduk setelah salat dan menengadahkan tangan saat berdoa, sementara guru berkeliling memberikan bimbingan langsung (20 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Tiap pasangan murid saling mencocokkan apakah teman pasangannya sudah melafalkan 4 zikir dan 2 doa sesuai urutan tanpa tertukar menggunakan lembar ceklis berpasangan (5 menit).
  • Dua pasang murid secara sukarela memperagakan rangkaian zikir dan doa di depan kelas, kemudian murid bersama guru menyimpulkan pentingnya membiasakan rangkaian ibadah ini seusai salat (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas kerja sama murid dalam melafalkan rangkaian zikir dan doa secara berpasangan (5 menit).
  • Guru menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 4) akan dilaksanakan Asesmen Sumatif Praktik Rangkaian Zikir dan Doa, lalu menutup sesi dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Pasangan yang masih terbata-bata disediakan kartu visual urutan lafal zikir dan doa di meja, sedangkan pasangan yang sudah lancar berlatih melafalkan tanpa melihat kartu teks.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif pada pasangan yang masih tertukar urutan antara zikir dan doa, sementara pasangan yang mahir diberi kesempatan saling menguji kelancaran pelafalan secara mandiri.
  • Produk: Pasangan yang membutuhkan bimbingan cukup melafalkan rangkaian dengan bantuan panduan kata kunci kartu, sedangkan pasangan mahir melafalkan seluruh rangkaian zikir dan doa secara hafalan penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Murid diminta menyebutkan urutan rangkaian bacaan setelah salat. Kriteria kesiapan: Murid siap jika dapat menyebutkan bahwa zikir didahulukan sebelum berdoa dengan urutan minimal 3 dari 6 elemen acuan berikut: (1) Istigfar, (2) Tasbih, (3) Tahmid, (4) Takbir, (5) Doa orang tua, (6) Doa kebaikan dunia akhirat.

Proses:

  • Penilaian unjuk kerja penerapan rangkaian zikir dan doa berpasangan: Guru mengamati ketepatan dan keruntutan pelafalan 6 komponen bacaan: (1) Istigfar ('Astaghfirullahal 'adzim'), (2) Tasbih ('Subhanallah'), (3) Tahmid ('Alhamdulillah'), (4) Takbir ('Allahu Akbar'), (5) Doa orang tua ('Rabbighfirli waliwalidayya...'), (6) Doa kebaikan dunia akhirat ('Rabbana atina fiddunya...'). Kriteria tuntas: Murid mampu melafalkan minimal 5 dari 6 komponen bacaan secara runtut dan tepat.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir berpasangan: Guru meminta setiap pasangan saling mengonfirmasi kelengkapan lafal temannya menggunakan 6 butir target acuan (Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir, Doa orang tua, Doa sapu jagat) dan mencatat pasangan yang sudah lancar atau masih butuh pendampingan.

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal mengenai urutan rangkaian zikir dan doa setelah salat
  • Observasi unjuk kerja pelafalan rangkaian zikir dan doa secara berpasangan menggunakan lembar amatan guru

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Bacaan Zikir Setelah SalatBelum mampu melafalkan bacaan zikir setelah salat (kurang dari 2 lafal dari 4 lafal acuan: Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) meski dibimbing guru.Mampu melafalkan 2 sampai 3 lafal zikir setelah salat dari 4 lafal acuan (Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) dengan bantuan pasangan atau guru.Mampu melafalkan seluruh 4 lafal zikir setelah salat (Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) secara tepat dan runtut.Mampu melafalkan seluruh 4 lafal zikir setelah salat secara tepat, sangat lancar, dan runtut tanpa jeda ragu secara mandiri.
Penerapan Bacaan Doa Setelah SalatBelum mampu melafalkan bacaan doa setelah salat (belum melafalkan doa orang tua maupun doa kebaikan dunia akhirat) meski dipandu.Mampu melafalkan 1 dari 2 doa setelah salat (doa orang tua atau doa kebaikan dunia akhirat) dengan bimbingan pasangan atau guru.Mampu melafalkan kedua doa setelah salat (doa orang tua dan doa kebaikan dunia akhirat) secara lengkap dan tepat.Mampu melafalkan kedua doa setelah salat secara tepat, lengkap, dan lancar tanpa bantuan panduan teks.
Keruntutan Rangkaian Zikir dan DoaUrutan bacaan zikir dan doa tertukar secara acak dan tidak membentuk rangkaian ibadah setelah salat.Mampu merangkai zikir dan doa namun urutan antara zikir tertentu atau doanya masih tertukar 1-2 kali.Mampu merangkai zikir mendahului doa secara runtut sesuai urutan (Istigfar -> Tasbih -> Tahmid -> Takbir -> Doa orang tua -> Doa kebaikan dunia akhirat).Mampu merangkai seluruh urutan zikir dan doa setelah salat secara sempurna, konsisten, dan runtut dari awal hingga akhir.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode latihan berpasangan (peer practice) efektif membantu murid menghafal dan merangkai bacaan zikir serta doa secara runtut?
  • Bagian mana dari rangkaian zikir atau doa yang masih sering tertukar oleh murid, dan bagaimana strategi penguatan di pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang dan terbantu ketika berlatih melafalkan zikir dan doa bersama teman pasanganmu?
  • Bacaan zikir atau doa mana yang menurutmu paling mudah dihafalkan dan dirangkaikan?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.9.1 Menerapkan zikir setelah salat
  • TP 2.9.2 Menerapkan doa setelah salat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta salah satu murid memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif praktik hari ini, yaitu menguji penerapan pelafalan zikir dan doa setelah salat fardu secara tartil dan tertib, serta mengonfirmasi pembiasaan ibadah harian di rumah (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai teknis unjuk kerja kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) serta aturan penilaian praktik zikir, doa, dan adab berdoa di depan kelas (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1: Murid dalam kelompok kecil (7 kelompok bergantian, masing-masing 10 menit) maju ke depan kelas untuk memeragakan unjuk kerja lisan penerapan bacaan zikir dan doa setelah salat beserta adabnya (menghadap kiblat, menengadahkan kedua tangan, suara lembut). Bacaan wajib mencakup 4 zikir: (1) Istigfar 'Astaghfirullahal 'adzim', (2) Tasbih 'Subhanallah' (33x), (3) Tahmid 'Alhamdulillah' (33x), (4) Takbir 'Allahu Akbar' (33x); dan 2 doa: (1) Doa kebaikan dunia akhirat 'Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah wa qina 'adzaban-nar', (2) Doa untuk kedua orang tua 'Rabbighfir li wa liwalidayya warhamhuma kama rabbayani shaghira' (65 menit).
  • Tugas 2: Murid menyerahkan lembar ceklis jurnal pembiasaan zikir dan doa setelah salat fardu di rumah selama 1 pekan yang telah ditandatangani orang tua, kemudian mengikuti konfirmasi lisan singkat terbimbing satu per satu di meja guru terkait konsistensi pelaksanaan zikir dan doa setelah salat fardu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melakukan refleksi terhadap kelancaran dan ketertiban pelaksanaan praktik zikir dan doa yang baru saja dituntaskan (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kesungguhan seluruh murid dalam mempraktikkan zikir dan doa setelah salat serta mengingatkan untuk terus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
  • Guru memimpin doa penutup majelis dan mengakhiri sesi dengan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks panduan berharakat disiapkan di meja guru bagi murid yang membutuhkan kepastian visual lafal sebelum tampil, tanpa mengubah teks bacaan wajib yang dinilai.
  • Proses: Akomodasi proses: murid yang memiliki hambatan artikulasi atau kecemasan berbicara di depan kelas diberikan kesempatan posisi duduk di barisan tengah kelompok saat peragaan bersama.
  • Produk: Standar pembuktian tetap setara untuk seluruh murid: pelafalan 4 zikir dan 2 doa beserta peragaan adab berdoa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan mental dan fisik murid serta verifikasi kelengkapan lembar jurnal pembiasaan rumah berpenanda tangan orang tua sebelum sesi praktik dimulai.

Proses:

  • Pengamatan langsung oleh guru menggunakan lembar observasi rubrik unjuk kerja praktik lisan saat kelompok murid tampil di depan kelas.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja praktik lisan berpasangan/kelompok kecil dan jurnal pembiasaan rumah: praktik pelafalan bacaan zikir dan doa setelah salat beserta adabnya yang diperagakan murid di kelas, dilengkapi catatan pembiasaan berzikir dan berdoa setelah salat di rumah
  • unjuk kerja peragaan kelompok kecil: praktik pelafalan bacaan zikir (istigfar, tasbih, tahmid, takbir) dan doa setelah salat (doa kebaikan dunia akhirat dan doa untuk orang tua) secara tartil, tertib, dan beradab yang diperagakan serentak dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) bergantian di depan kelas (7 kelompok x 10 menit = 70 menit untuk 28 murid) (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pelafalan zikir, doa, dan adab berdoa)
  • pencatatan jurnal pembiasaan ibadah: lembar ceklis pembiasaan zikir dan doa setelah salat fardu di rumah selama 1 pekan yang diisi bersama orang tua dan dikonfirmasi melalui refleksi lisan singkat terbimbing di kelas (35 menit; individual; instrumen: lembar cek pembiasaan ibadah harian berpenanda tangan orang tua)

Sumatif:

  • unjuk kerja praktik lisan berpasangan/kelompok kecil dan jurnal pembiasaan rumah: praktik pelafalan bacaan zikir dan doa setelah salat beserta adabnya yang diperagakan murid di kelas, dilengkapi catatan pembiasaan berzikir dan berdoa setelah salat di rumah
  • unjuk kerja peragaan kelompok kecil: praktik pelafalan bacaan zikir (istigfar, tasbih, tahmid, takbir) dan doa setelah salat (doa kebaikan dunia akhirat dan doa untuk orang tua) secara tartil, tertib, dan beradab yang diperagakan serentak dalam kelompok kecil (4-5 murid per kelompok) bergantian di depan kelas (7 kelompok x 10 menit = 70 menit untuk 28 murid) (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pelafalan zikir, doa, dan adab berdoa)
  • pencatatan jurnal pembiasaan ibadah: lembar ceklis pembiasaan zikir dan doa setelah salat fardu di rumah selama 1 pekan yang diisi bersama orang tua dan dikonfirmasi melalui refleksi lisan singkat terbimbing di kelas (35 menit; individual; instrumen: lembar cek pembiasaan ibadah harian berpenanda tangan orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pelafalan Zikir Setelah Salat (Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir)Belum mampu melafalkan keempat zikir setelah salat (Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) secara tepat meskipun diberikan bimbingan penuh.Mampu melafalkan 1-2 bacaan zikir (dari acuan: Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) dengan bimbingan dan bantuan guru.Mampu melafalkan 3-4 bacaan zikir (dari acuan: Istigfar, Tasbih, Tahmid, Takbir) secara tartil dan mandiri dengan sedikit kekeliruan lafal.Mampu melafalkan seluruh 4 bacaan zikir (Istigfar 'Astaghfirullahal 'adzim', Tasbih 'Subhanallah', Tahmid 'Alhamdulillah', Takbir 'Allahu Akbar') secara tartil, fasih, dan mandiri tanpa kekeliruan.
Penerapan Pelafalan Doa Setelah Salat (Doa Kebaikan Dunia Akhirat dan Doa Orang Tua)Belum mampu melafalkan kedua bacaan doa setelah salat sesuai lafal baku meskipun telah dibimbing.Mampu melafalkan 1 bacaan doa (Doa Kebaikan Dunia Akhirat atau Doa Orang Tua) dengan bantuan lafal dari guru.Mampu melafalkan kedua bacaan doa (Doa Kebaikan Dunia Akhirat 'Rabbana atina...' dan Doa Kedua Orang Tua 'Rabbighfir li...') secara mandiri dengan lafal yang cukup tepat.Mampu melafalkan kedua bacaan doa (Doa Kebaikan Dunia Akhirat dan Doa Kedua Orang Tua) secara fasih, lancar, dan tepat secara mandiri.
Penerapan Adab Berdoa Setelah SalatBelum menerapkan adab berdoa (tidak menghadap kiblat, tidak menengadahkan tangan, dan bersuara keras/bermain-main).Menerapkan salah satu adab berdoa (menghadap kiblat atau menengadahkan tangan) setelah diingatkan oleh guru.Menerapkan adab berdoa (menghadap kiblat, menengadahkan tangan, dan bersuara lembut) secara mandiri namun posisi tangan belum konsisten.Menerapkan seluruh adab berdoa (menghadap kiblat, menengadahkan kedua tangan, bersuara lembut dan tertib) secara sempurna dan konsisten.
Pembiasaan Zikir dan Doa di RumahLembar ceklis pembiasaan rumah tidak terisi atau tidak ada konfirmasi pembiasaan ibadah dari orang tua.Lembar ceklis terisi kurang dari 3 hari dalam sepekan dengan tanda tangan orang tua dan konfirmasi lisan terbimbing.Lembar ceklis terisi 3-5 hari dalam sepekan berpenanda tangan orang tua serta murid mengonfirmasi pelaksanaannya secara runtut saat tanya jawab singkat.Lembar ceklis terisi lengkap 6-7 hari dalam sepekan berpenanda tangan orang tua dan murid mengonfirmasi pembiasaan rutin zikir dan doa setiap selesai salat fardu secara mantap dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh instrumen rubrik unjuk kerja dan lembar konfirmasi pembiasaan dapat mengukur ketercapaian TP 1 dan TP 2 secara objektif?
  • Bagaimana tingkat kemandirian dan kefasihan pelafalan zikir serta doa murid saat tampil dalam kelompok kecil di depan kelas?

Murid:

  • Bacaan zikir dan doa mana yang sudah paling lancar aku lafalkan saat praktik tadi?
  • Apakah aku sudah membiasakan diri berzikir dan berdoa dengan tertib setiap selesai salat fardu di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  3. Kartu visual lafal zikir (istigfar, tasbih, tahmid, takbir)
  4. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek RI, 2021
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek RI, 2021
  6. Kartu lafal bacaan doa setelah salat berharakat
  7. Poster adab berdoa setelah salat
  8. Kartu peraga urutan lafal zikir dan doa setelah salat
  9. Lembar ceklis observasi pasangan zikir dan doa
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  12. Lembar Ceklis Pembiasaan Zikir dan Doa Setelah Salat di Rumah (1 Pekan)
  13. Rubrik Penilaian Praktik Unjuk Kerja Lisan PAI Kelas 2 Bab 9

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.