Modul AjarBab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 8: Aku Senang Bisa Berakhlak Terpuji

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 untuk Bab 8 "Aku Senang Bisa Berakhlak Terpuji", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 8: Aku Senang Bisa Berakhlak Terpuji

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 8 — Aku Senang Bisa Berakhlak Terpuji

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 8 — Aku Senang Bisa Berakhlak Terpuji
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.8.1 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 2.8.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui kebiasaan hidup rapi dalam kehidupan sehari-hari
  3. TP 2.8.3 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui pembiasaan hidup teratur dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Berapa kali kalian mandi dalam sehari dan mengapa badan kita harus dicuci?
  2. Apa yang kalian lakukan jika pakaian kalian kotor terkena noda lumpur?
  3. Bagaimana perasaanmu ketika melihat meja dan lantai kelas bebas dari sampah?
  4. Bagaimana perasaanmu ketika seragam yang kamu pakai rapi dan alat tulismu tertata di dalam tas?
  5. Apa yang biasanya kamu lakukan jika melihat pensil dan buku berserakan di atas mejamu?
  6. Apa yang biasanya kalian lakukan tepat setelah bangun tidur di pagi hari?
  7. Mengapa kegiatan sehari-hari kita perlu dilakukan secara teratur dan berurutan?
  8. Bagaimana caramu menjaga badan dan pakaian tetap bersih setiap hari?
  9. Mengapa perlengkapan belajar di mejamu harus selalu ditata rapi?
  10. Apa manfaat menjalankan jadwal kegiatan sehari-hari secara teratur?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Kebiasaan Hidup Bersih pada Badan, Pakaian, dan Lingkungan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.8.1 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru memeriksa kesiapan diri murid (memeriksa kebersihan tangan dan pakaian) serta mengondisikan kelas dalam suasana berkesadaran (2 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Mari Jaga Hidup BRT' dengan nada lagu 'Menanam Jagung' untuk menciptakan suasana belajar yang menggembirakan (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membiasakan hidup bersih pada badan, pakaian, dan lingkungan sebagai akhlak terpuji terhadap diri sendiri (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan 3 cara menjaga kebersihan diri dan sekitar!' (Acuan jawaban: (1) kebersihan badan dijaga dengan mandi/keramas/cuci tangan; (2) kebersihan pakaian dijaga dengan dicuci/ganti baju kotor; (3) kebersihan lingkungan dijaga dengan membuang sampah di tempat sampah/menyapu) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar ilustrasi cara hidup bersih pada badan (mandi 2 kali sehari), pakaian (mencuci baju kotor), dan lingkungan (membuang bungkus makanan ke tempat sampah) pada Buku Siswa (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru secara berkesadaran bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman dan menjaga badan, pakaian, serta lingkungan merupakan bentuk akhlak terpuji kepada diri sendiri agar sehat dan terhindar dari kuman (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep esensial kebersihan: badan bersih dengan mandi dan cuci tangan, pakaian bersih dengan dicuci dan diganti, lingkungan bersih dengan disapu dan sampah dibuang pada tempatnya (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan tantangan gerak menggembirakan 'Aksi Hidup Bersih': guru menyebutkan 1 dari 3 objek (badan, pakaian, atau lingkungan), lalu murid mempraktikkan gerakan penerapan kebersihannya secara serentak (badan = gerakan menggosok tangan/mandi; pakaian = gerakan mencuci baju; lingkungan = gerakan menyapu/memungut sampah ke keranjang) (5 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar klasifikasi 'Penerapan Hidup Bersih' dengan memasangkan 3 kartu situasi penerapan kebersihan ke dalam kolom yang tepat: Kartu A: 'Mandi dua kali sehari dan menggosok gigi' -> Kolom Kebersihan Badan; Kartu B: 'Mencuci baju yang terkena noda kotor' -> Kolom Kebersihan Pakaian; Kartu C: 'Menyapu lantai dan membuang sampah ke tempat sampah' -> Kolom Kebersihan Lingkungan (acuan: Kartu A ke Badan, Kartu B ke Pakaian, Kartu C ke Lingkungan) (10 menit).
  • Murid melakukan aksi nyata langsung di kelas dengan memeriksa kebersihan saku/laci meja masing-masing, mengambil sampah kertas/serpihan jika ada, dan membuangnya ke tempat sampah kelas (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid dibimbing guru mengevaluasi proses penerapan hidup bersih yang telah dilakukan dan mengidentifikasi kebiasaan bersih yang paling mudah serta yang masih sering terlupa di rumah (5 menit).
  • Murid menyampaikan tekad pribadi dengan bimbingan guru: 'Aku bertekad untuk selalu mandi teratur, memakai baju bersih, dan membuang sampah pada tempatnya setiap hari' (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menjaga kebersihan badan, pakaian, dan lingkungan (4 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan motivasi agar terus menerapkan kebiasaan hidup bersih di rumah dan di sekolah (4 menit).
  • Guru menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret (gambar anak mandi, gambar mesin cuci/menjemur, gambar menyapu), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu teks situasi yang lebih deskriptif.
  • Proses: Murid dengan hambatan belajar didampingi guru atau teman saat memilah kartu penerapan hidup bersih; murid yang telah mahir secara mandiri mengelompokkan kartu tanpa bantuan.
  • Produk: Semua murid mengelompokkan 3 kategori penerapan hidup bersih (badan, pakaian, lingkungan) sesuai acuan; murid yang lebih cepat dapat menuliskan 1 contoh tindakan tambahan untuk masing-masing kolom.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: menyebutkan 3 cara menjaga kebersihan (acuan: (1) mandi/keramas/cuci tangan untuk badan; (2) mencuci/mengganti pakaian kotor; (3) menyapu/membuang sampah di tempatnya untuk lingkungan).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan gerak dan aksi memungut sampah di laci meja.
  • Pemeriksaan lembar kerja pemasangan 3 kartu situasi penerapan hidup bersih. Acuan jawaban benar: (1) Kartu A ('Mandi dua kali sehari dan menggosok gigi') dipasangkan ke kolom Kebersihan Badan; (2) Kartu B ('Mencuci baju yang terkena noda kotor') dipasangkan ke kolom Kebersihan Pakaian; (3) Kartu C ('Menyapu lantai dan membuang sampah ke tempat sampah') dipasangkan ke kolom Kebersihan Lingkungan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: Murid menjawab 3 pertanyaan lisan cepat dari guru: 'Bagaimana cara membersihkan badan?' (acuan: mandi/cuci tangan), 'Bagaimana cara membersihkan pakaian?' (acuan: dicuci/diganti), 'Bagaimana cara membersihkan lingkungan?' (acuan: disapu/buang sampah pada tempatnya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan gerak 'Aksi Hidup Bersih' dan praktik merapikan sampah kelas.
  • Penilaian kinerja lembar klasifikasi 3 kartu penerapan hidup bersih (badan, pakaian, lingkungan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Kebiasaan Hidup Bersih (Badan, Pakaian, dan Lingkungan)Belum mampu menerapkan dan mengelompokkan kartu tindakan kebersihan (0 dari 3 kartu tepat sesuai acuan)Mampu mengelompokkan 1 dari 3 kartu tindakan kebersihan pada badan, pakaian, atau lingkungan secara tepat sesuai acuan dengan bimbingan guruMampu mengelompokkan 2 hingga 3 kartu tindakan kebersihan pada badan, pakaian, dan lingkungan secara tepat sesuai acuan secara mandiriMampu mengelompokkan seluruh 3 kartu tindakan kebersihan pada badan, pakaian, dan lingkungan secara tepat sesuai acuan secara mandiri dan konsisten mempraktikkan kebersihan meja/kelas tanpa diingatkan

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan gerak dan pemilahan kartu efektif membantu murid kelas 2 memahami dan menerapkan kebiasaan hidup bersih?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama kegiatan membersihkan laci meja dan kelas secara langsung?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk seluruh rangkaian kegiatan berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan?

Murid:

  • Apakah kegiatan bernyanyi dan permainan gerak hidup bersih hari ini menyenangkan?
  • Bagian mana dari tubuh, pakaian, atau kamarmu yang akan mulai kamu jaga kebersihannya hari ini?

Pertemuan 2 — Menerapkan Kebiasaan Hidup Rapi pada Pakaian dan Perlengkapan Belajar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.8.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui kebiasaan hidup rapi dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta memeriksa kerapian pakaian seragam yang sedang dikenakan murid (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Mari Jaga Hidup BRT' dengan nada lagu 'Menanam Jagung' untuk menciptakan suasana belajar yang ceria (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar kondisi benda: Gambar A (baju kusut dikeluarkan tidak rapi), Gambar B (meja belajar dengan buku dan alat tulis tertata apik), dan Gambar C (buku dan pensil berserakan di lantai), lalu meminta murid menunjuk mana kondisi yang mencerminkan 'hidup rapi' (acuan jawaban: Gambar B) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar 8.14 (anak menyisir rambut), gambar 8.15 (anak menyetrika/merapikan pakaian), dan gambar 8.16 (anak menata perlengkapan dan mainan) pada Buku Siswa untuk mengidentifikasi wujud kebiasaan hidup rapi sebagai bentuk akhlak terpuji terhadap diri sendiri (8 menit).
  • Guru memberikan penjelasan sederhana bahwa rapi artinya baik, apik, dan tertib, serta mengajak murid memahami bahwa merapikan seragam dan alat sekolah memudahkan kita mencari barang dan menjaga keawetannya (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid memainkan simulasi menggembirakan 'Tantangan Kelas Rapi 5 Menit': murid berpasangan saling mengecek dan merapikan kancing seragam, kerah baju, dasi/jilbab, serta menyisir/merapikan rambut masing-masing (10 menit).
  • Murid mempraktikkan langsung penerapan hidup rapi pada perlengkapan belajarnya sendiri: mengeluarkan isi tas, menyusun buku pelajaran berjajar rapi dari ukuran besar ke kecil, memasukkan pensil dan penghapus ke dalam kotak pensil, lalu menatanya kembali ke dalam tas dengan tertib (15 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa hasil penataan meja dan tas masing-masing, lalu meminta 2-3 perwakilan murid menyampaikan bagaimana rasanya belajar di meja yang rapi dan memiliki perlengkapan yang tertata tertib (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa kebiasaan merapikan pakaian dan perlengkapan belajar merupakan akhlak terpuji terhadap diri sendiri yang mencerminkan keimanan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan tekad hidup rapi, mengumumkan kegiatan pembiasaan teratur untuk pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majlis dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan visual langkah-demi-langkah (kartu bergambar) urutan menata tas sekolah bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual.
  • Proses: Murid yang sudah terbiasa mandiri langsung merapikan perlengkapan belajar sendiri tanpa aba-aba guru, sedangkan murid yang masih canggung didampingi guru atau dibantu mitra sebayanya.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti penerapan hidup rapi yang sama, yaitu meja belajar, pakaian yang dikenakan, dan tas sekolah yang tertata apik sesuai standar kerapian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menunjukkan 3 gambar situasi: (1) Gambar A seragam kusut dan kancing terbuka; (2) Gambar B buku dan pensil tertata rapi di atas meja; (3) Gambar C tas sekolah tergeletak terbuka dengan alat tulis tercecer. Murid diminta menunjuk gambar mana yang menunjukkan kebiasaan hidup rapi. (Acuan jawaban benar: Gambar B).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja penerapan hidup rapi dengan 2 indikator: (1) Kerapian pakaian: kerah rapi, kancing terpasang tepat, baju dimasukkan/terpasang apik; (2) Kerapian perlengkapan belajar: buku tersusun teratur, alat tulis masuk ke tempat pensil, dan meja bebas dari barang berserakan (Acuan ketercapaian: murid memenuhi kedua indikator secara mandiri atau dengan bantuan minimal).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman dan pembiasaan di akhir sesi: Guru memeriksa langsung kondisi meja dan tas belajar seluruh murid sebelum bel pulang berbunyi (Acuan: meja bersih dan kosong dari ceceran alat tulis, semua buku dan pensil sudah tersimpan apik di dalam tas).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik langsung merapikan pakaian seragam (kancing, kerah, dasi/jilbab) dan perlengkapan belajar (buku dan alat tulis di meja/tas)
  • Observasi diagnostik awal melalui pemilihan gambar kondisi rapi vs tidak rapi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Kerapian pada PakaianBelum mampu merapikan kancing baju, kerah seragam, atau jilbab/rambut meskipun telah diingatkan dan dibimbing berulang kali.Mampu merapikan pakaian seragam (kancing, kerah, dasi/jilbab) namun masih membutuhkan bimbingan fisik atau arahan langkah demi langkah dari guru.Mampu merapikan pakaian seragam (kancing terpasang tepat, kerah rapi, seragam tertata apik) secara mandiri setelah diberi satu kali instruksi.Mampu merapikan pakaian seragam sendiri secara mandiri, konsisten rapi sepanjang pembelajaran tanpa perlu diingatkan.
Penerapan Kerapian pada Perlengkapan BelajarBelum menata buku dan alat tulis; perlengkapan dibiarkan berserakan di atas meja atau di lantai.Menata buku dan alat tulis ke dalam tas atau wadah pensil dengan bantuan dan dorongan langsung dari guru.Menata seluruh buku dan alat tulis dengan apik (buku tersusun urut, alat tulis di kotak pensil) di atas meja dan ke dalam tas secara mandiri.Menata seluruh perlengkapan belajar dengan sangat apik, tertib, dan menjaga kerapian meja belajarnya secara konsisten selama kegiatan berlangsung tanpa diingatkan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu praktik merapikan pakaian dan perlengkapan belajar berjalan efektif dan menyenangkan bagi murid kelas 2?
  • Bagaimana respons murid saat saling mengecek kerapian pakaian bersama pasangannya?
  • Murid mana saja yang masih membutuhkan bimbingan motorik dalam mengancingkan baju atau menyusun isi tas?

Murid:

  • Apakah pakaian dan perlengkapan belajarku sekarang sudah rapi?
  • Bagian mana dari merapikan barang yang paling aku sukai hari ini?

Pertemuan 3 — Menerapkan Pembiasaan Hidup Teratur melalui Jadwal Kegiatan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.8.3 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui pembiasaan hidup teratur dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran murid, dan memastikan kesiapan kelas (5 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Mari Jaga Hidup BRT' dengan nada lagu 'Menanam Jagung' untuk menciptakan suasana belajar yang ceria (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan kebiasaan hidup teratur melalui penyusunan jadwal kegiatan sehari-hari (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab secara lisan urutan 3 kegiatan pagi hari: (1) bangun tidur, (2) merapikan tempat tidur, (3) mandi pagi (acuan urutan benar: 1 - 2 - 3) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar alur rutinitas harian anak muslim dari bangun tidur hingga malam hari yang ditampilkan guru di papan tulis (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang makna hidup teratur sebagai bentuk akhlak terpuji terhadap diri sendiri, yaitu melakukan kegiatan secara berturut-turut, tepat waktu, dan tertib (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Susun Kartu Waktuku' dengan mengurutkan 4 kartu kegiatan harian acak: Kartu A (Merapikan tempat tidur setelah bangun), Kartu B (Belajar di sekolah), Kartu C (Mengulang pelajaran/mengerjakan PR sore hari), Kartu D (Tidur malam tepat waktu) ke dalam garis waktu yang tepat (acuan urutan benar: A - B - C - D) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar kerja pembiasaan untuk melengkapi tabel jadwal kegiatan sehari-hari mereka yang memuat 4 waktu utama: Pagi hari (acuan: bangun subuh/mandi/merapikan kasur), Siang hari (acuan: salat zuhur/makan siang/istirahat), Sore hari (acuan: mengaji/belajar/bermain secukupnya), dan Malam hari (acuan: salat isya/tidur tepat waktu) (25 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa keteraturan urutan jadwal harian yang telah disusun dan mencocokkannya dengan pedoman alur waktu di papan tulis (10 menit).
  • Murid menyatakan tekad pembiasaan hidup teratur dalam kehidupan sehari-hari secara lisan dipandu oleh guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa hidup teratur adalah membiasakan kegiatan sehari-hari berjalan runtut dan tepat waktu (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid, mengingatkan untuk mempraktikkan jadwal tersebut di rumah, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu kegiatan bergambar disertai simbol waktu (matahari terbit, matahari di atas, bulan/bintang) untuk murid yang masih memerlukan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan bertahap dalam menyusun urutan jadwal harian, sedangkan murid yang sudah mahir menyusun jadwal dengan menambahkan rincian jam kegiatan secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan keteraturan kegiatan melalui penempelan kartu bergambar berurutan atau penulisan teks kegiatan pada tabel jadwal harian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Murid diminta mengurutkan 3 kegiatan pagi hari: (1) mandi pagi, (2) bangun tidur, (3) merapikan kasur. Acuan jawaban benar: Bangun tidur (2) -> Merapikan kasur (3) -> Mandi pagi (1).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan menyusun 4 kartu kegiatan harian: Kartu A (Merapikan tempat tidur), Kartu B (Belajar di sekolah), Kartu C (Belajar/mengaji sore), Kartu D (Tidur malam) (acuan urutan tepat: A - B - C - D).
  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri jadwal kegiatan sehari-hari pada 4 rentang waktu: Pagi (misal: bangun/mandi/salat subuh), Siang (misal: sekolah/makan siang/salat zuhur), Sore (misal: mengaji/bermain/salat asar), Malam (misal: belajar/salat isya/tidur malam) (kriteria: setiap rentang waktu terisi kegiatan yang logis dan runtut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir: Menyebutkan 2 contoh tindakan hidup teratur yang dilakukan di rumah pada malam hari (acuan jawaban: merapikan buku pelajaran besok, salat isya, atau tidur tepat waktu/tidak begadang).

Formatif:

  • Unjuk kerja permainan berpasangan 'Susun Kartu Waktuku'
  • Penugasan mandiri penyusunan tabel jadwal kegiatan sehari-hari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Pembiasaan Hidup Teratur melalui Jadwal Kegiatan Sehari-hariBelum mampu menyusun urutan jadwal kegiatan harian secara runtut dan tepat waktu meski telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menyusun 1-2 rentang waktu kegiatan harian secara runtut dan tepat dengan bantuan dan arahan guru.Mampu menyusun 3-4 rentang waktu kegiatan harian secara runtut dan tepat waktu secara mandiri.Mampu menyusun seluruh 4 rentang waktu kegiatan harian secara runtut, tepat waktu, rinci, dan konsisten secara mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu kegiatan harian efektif membantu murid kelas 2 memahami alur hidup teratur?
  • Bagian mana dari kegiatan penyusunan jadwal harian yang paling membutuhkan bimbingan guru?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang belajar menyusun jadwal kegiatan sehari-hari?
  • Kegiatan apa yang paling ingin kamu biasakan agar hidupmu lebih teratur mulai hari ini?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.8.1 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui kebiasaan hidup bersih dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 2.8.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui kebiasaan hidup rapi dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 2.8.3 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui pembiasaan hidup teratur dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-4 sebagai sesi asesmen sumatif untuk membuktikan penerapan hidup bersih, hidup rapi, dan hidup teratur sebagai cerminan akhlak terpuji terhadap diri sendiri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Ceklis Refleksi Bergambar Keteraturan Jadwal Harian dan menjelaskan cara pengisian 4 butir kegiatan menggunakan skala emotikon bintang tersenyum: butir (1) Bangun tidur pagi tepat waktu; butir (2) Melaksanakan ibadah/salat tepat waktu; butir (3) Belajar/mengerjakan tugas secara tertib; butir (4) Merapikan tempat tidur sendiri (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara mandiri dan serentak mengisi 4 butir pernyataan pada Lembar Ceklis Refleksi Bergambar tentang pembiasaan hidup teratur di bawah bimbingan guru dengan panduan penskoran: emotikon bintang tersenyum/Selalu (skor 3), emotikon wajah datar/Kadang-kadang (skor 2), dan emotikon sedih/Belum pernah (skor 1) (30 menit).
  • Secara bergiliran tiap murid maju ke meja guru selama 2,5 menit per anak (total 28 murid) untuk melaksanakan unjuk kerja langsung: (a) memperagakan kebersihan diri meliputi kebersihan kuku (dipotong pendek dan tidak berdaki), kebersihan telapak/punggung tangan (dicuci bersih tidak bernoda), dan kebersihan seragam/pakaian (bersih dari noda dan bercak kotor); serta (b) memperagakan kebiasaan rapi dengan menata dan memasukkan perlengkapan belajar (buku tulis, buku paket, dan tempat pensil) ke dalam tas secara teratur dan apik; sementara murid lain yang menunggu giliran membaca buku bacaan islami di meja masing-masing secara tertib (50 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama bimbingan guru merefleksikan proses asesmen yang telah dijalani dengan memeriksa kembali komitmen diri untuk terus istiqomah menjaga kebersihan badan, pakaian, lingkungan, kerapian perlengkapan, serta keteraturan jadwal harian di rumah maupun madrasah/sekolah (5 menit).

Penutup:

  • Guru merangkum capaian Bab 8 dan memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kemandirian seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif (3 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan membaca doa kafaratul majelis dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks instruksi pada lembar refleksi dilengkapi ikon visual grafis/emotikon agar mudah dipahami semua murid tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Proses: Akomodasi proses: guru membacakan butir refleksi secara lisan per nomor untuk memfasilitasi murid yang memerlukan pendampingan visual-auditori tanpa mengurangi kemandirian isi jawaban.
  • Produk: Standar bukti unjuk kerja dan lembar refleksi tetap seragam sesuai kriteria rubrik sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian kinerja langsung dan pengisian lembar refleksi bergambar serentak: praktik unjuk kerja kebersihan dan kerapian diri di sekolah serta lembar refleksi bergambar keteraturan jadwal harian
  • penilaian diri serentak: lembar ceklis refleksi bergambar tentang pembiasaan hidup teratur (jadwal bangun tidur, belajar, beribadah, dan merapikan tempat tidur) yang diisi secara mandiri serentak oleh seluruh murid di bawah bimbingan guru (35 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi bergambar dengan skala emotikon dan panduan penskoran)
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja tiap murid dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru memperagakan kebersihan diri (kebersihan kuku, tangan, dan pakaian) serta merapikan perlengkapan belajar ke dalam tas (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas penuh 28 murid) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kebersihan dan kerapian diri)

Sumatif:

  • penilaian kinerja langsung dan pengisian lembar refleksi bergambar serentak: praktik unjuk kerja kebersihan dan kerapian diri di sekolah serta lembar refleksi bergambar keteraturan jadwal harian
  • penilaian diri serentak: lembar ceklis refleksi bergambar tentang pembiasaan hidup teratur (jadwal bangun tidur, belajar, beribadah, dan merapikan tempat tidur) yang diisi secara mandiri serentak oleh seluruh murid di bawah bimbingan guru (35 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi bergambar dengan skala emotikon dan panduan penskoran)
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja tiap murid dinilai 2,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru memperagakan kebersihan diri (kebersihan kuku, tangan, dan pakaian) serta merapikan perlengkapan belajar ke dalam tas (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas penuh 28 murid) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kebersihan dan kerapian diri)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Kebiasaan Hidup Bersih pada Diri Sendiri (TP 2.8.1)Memenuhi kurang dari 2 indikator kebersihan badan dan pakaian (acuan 3 indikator: kuku tangan bersih dipotong rapi tanpa daki, kulit tangan dicuci bersih bebas kotoran/coretan noda, seragam pakaian bersih dari noda kotor).Memenuhi tepat 2 dari 3 indikator kebersihan badan dan pakaian dengan bantuan arahan guru (acuan 3 indikator: kuku tangan bersih dipotong rapi tanpa daki, kulit tangan dicuci bersih bebas kotoran/coretan noda, seragam pakaian bersih dari noda kotor).Memenuhi seluruh 3 indikator kebersihan badan dan pakaian secara tepat dan mandiri (acuan 3 indikator: kuku tangan bersih dipotong rapi tanpa daki, kulit tangan dicuci bersih bebas kotoran/coretan noda, seragam pakaian bersih dari noda kotor).Memenuhi seluruh 3 indikator kebersihan badan dan pakaian secara tepat, bersih sempurna, serta mampu mempraktikkan cara mencuci tangan dengan tertib tanpa diingatkan guru.
Penerapan Kebiasaan Hidup Rapi pada Pakaian dan Perlengkapan Belajar (TP 2.8.2)Belum mampu merapikan seragam pakaian dan belum mampu menyusun perlengkapan belajar (buku teks, buku tulis, kotak pensil) ke dalam tas secara apik.Mampu merapikan pakaian atau menyusun sebagian perlengkapan belajar ke dalam tas namun masih ada buku yang terlipat/tidak tertata apik.Mampu merapikan seragam pakaian terkancing lurus serta menata ketiga perlengkapan belajar (buku teks, buku tulis, kotak pensil) tersusun rata dan apik di dalam tas secara mandiri.Mampu merapikan seragam pakaian terkancing sempurna serta menata seluruh perlengkapan belajar di dalam tas dengan sangat apik, teratur berdasarkan ukuran buku, dan menutup tas dengan tertib tanpa diingatkan guru.
Pembiasaan Hidup Teratur melalui Jadwal Kegiatan Sehari-hari (TP 2.8.3)Memperoleh total skor kurang dari 6 pada Lembar Ceklis Refleksi Jadwal Harian (acuan 4 butir: bangun tidur tepat waktu, salat/ibadah tepat waktu, belajar tertib, merapikan tempat tidur; skor 1-3 per butir).Memperoleh total skor 6 sampai 8 pada Lembar Ceklis Refleksi Jadwal Harian (acuan 4 butir kegiatan hidup teratur).Memperoleh total skor 9 sampai 11 pada Lembar Ceklis Refleksi Jadwal Harian (menunjukkan kebiasaan hidup teratur terlaksana secara konsisten pada sebagian besar jadwal harian).Memperoleh skor maksimal 12 pada Lembar Ceklis Refleksi Jadwal Harian (seluruh 4 butir kegiatan hidup teratur terlaksana selalu dan konsisten setiap hari).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 2,5 menit per murid efektif dan mencukupi untuk mengamati unjuk kerja kebersihan fisik dan kerapian perlengkapan 28 murid?
  • Bagaimana tingkat kejujuran dan kemandirian murid kelas 2 dalam merefleksikan pembiasaan hidup teratur pada jadwal harian mereka?

Murid:

  • Kegiatan hidup teratur apa yang sudah selalu kamu lakukan tepat waktu di rumah?
  • Apakah kamu merasa senang dan nyaman saat badan, seragam pakaian, dan meja belajarmu selalu bersih dan rapi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Gambar peraga kebiasaan hidup bersih (mandi, mencuci baju, menyapu sampah)
  4. Set kartu situasi penerapan hidup bersih (Badan, Pakaian, Lingkungan)
  5. Tempat sampah kelas dan perlengkapan kebersihan ruang kelas
  6. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  7. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021 (Bab 8)
  8. Peralatan belajar pribadi murid (tas sekolah, buku pelajaran, alat tulis, kotak pensil)
  9. Gambar peraga kerapian pakaian dan meja belajar
  10. Set kartu alur kegiatan harian 'Susun Kartu Waktuku'
  11. Lembar kerja tabel jadwal kegiatan harian anak muslim
  12. Buku Panduan Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  13. Lembar Ceklis Refleksi Bergambar Jadwal Harian Murid Fase A
  14. Rubrik dan Lembar Observasi Unjuk Kerja Kebersihan dan Kerapian Diri

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.