MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Membaca Surah al-Falaq dengan Tartil INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Membaca Surah al-Falaq dengan Tartil |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui demonstrasi dan latihan berulang (drill and practice), murid dapat membaca Surah al-Falaq dengan tartil sesuai makhārijul ḥurūf
- Melalui pembiasaan membaca taawuz dan basmalah sebelum membaca Al-Qur'an, murid terbiasa memulai bacaan Al-Qur'an dengan taawuz sebagai wujud sikap berlindung diri kepada Allah Swt
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kita harus membaca taawuz dan basmalah sebelum membaca Al-Qur'an?
- Apakah kalian sudah pernah mendengar Surah al-Falaq? Bagaimana rasanya?
- Apa yang membuat bacaan Al-Qur'an menjadi indah dan enak didengar?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid mendengar atau membaca Surah al-Falaq
- Guru mengajak murid membaca 'Kata-Kata Mutiara' di buku siswa: 'Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan menjadi penolongmu kelak di akhirat'
- Guru mengajak murid bernyanyi bersama lagu 'Mari Baca Al-Qur'an' dengan nada lagu 'Cublek-Cublek Suweng' untuk membangun suasana menggembirakan
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik dan tujuan pembelajaran hari ini
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menjelaskan pentingnya membaca taawuz dan basmalah sebelum membaca Al-Qur'an sebagai bentuk berlindung kepada Allah Swt dan memohon keberkahan
- Guru membimbing murid membaca taawuz dan basmalah bersama-sama dengan penuh kesadaran akan makna dan adabnya
- Guru mendemonstrasikan cara membaca Surah al-Falaq dengan tartil, memperhatikan makhārijul ḥurūf (tempat keluar huruf) dengan jelas dan perlahan
- Murid mendengarkan dan mengamati demonstrasi guru atau audio murattal Surah al-Falaq sebanyak dua kali dengan penuh perhatian
- Murid mengamati tulisan Surah al-Falaq pada buku siswa (gambar 6.5) atau poster yang ditempel di kelas sambil mendengarkan
- Guru menjelaskan perbedaan bacaan tartil dengan bacaan cepat, menekankan pentingnya keindahan dan kekhusyukan dalam membaca Al-Qur'an
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membimbing murid membaca Surah al-Falaq ayat per ayat secara bersama-sama (klasikal) sebanyak dua kali, dengan guru memberi contoh terlebih dahulu
- Murid mengikuti guru membaca Surah al-Falaq ayat per ayat dengan memperhatikan makhārijul ḥurūf, setiap ayat diulang dua kali
- Guru dan murid membaca Surah al-Falaq lengkap bersama-sama sebanyak dua kali dengan melihat tulisan di buku atau poster
- Murid membaca Surah al-Falaq secara bersama-sama dengan tartil, guru menyimak dan memberikan koreksi halus bila ada kesalahan makhārijul ḥurūf
- Murid dibagi menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak), setiap kelompok membaca Surah al-Falaq secara bergantian sambil kelompok lain menyimak
- Dalam kelompok, murid bergantian membaca secara individu, satu murid membaca sementara yang lain menyimak dan memberi apresiasi
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid merefleksikan pengalaman belajar: 'Bagaimana perasaan kalian setelah belajar membaca Surah al-Falaq dengan tartil?'
- Murid berbagi perasaan dan pengalaman mereka, apa yang mudah dan apa yang masih sulit dalam membaca Surah al-Falaq
- Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi atas usaha semua murid
- Murid diajak membaca bagian 'Sikapku' di buku siswa: 'Aku senang dapat membaca Surah al-Falaq dengan tartil'
- Guru mengingatkan kembali pentingnya membiasakan membaca taawuz dan basmalah sebelum membaca Al-Qur'an sebagai wujud keimanan
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid membaca Surah al-Falaq secara individu di depan kelas
- Guru menggunakan lembar checklist 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' dari buku siswa untuk asesmen individu (memberi tanda √ pada kolom sudah/belum untuk setiap ayat)
- Guru memberikan umpan balik konstruktif dan penguatan kepada setiap murid yang telah tampil
- Guru memberikan penugasan untuk berlatih membaca Surah al-Falaq di rumah bersama orang tua minimal 3 kali sehari
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid membaca doa kafaratul majelis dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang sudah lancar membaca huruf hijaiah diberi tantangan memperhatikan panjang pendek bacaan (mad), sedangkan yang masih kesulitan fokus pada ketepatan makhārijul ḥurūf dasar
- Proses: Murid yang cepat menguasai bacaan diberi peran sebagai tutor sebaya dalam kelompok untuk membantu teman yang masih kesulitan. Murid yang lambat mendapat bimbingan intensif dari guru dengan pengulangan lebih banyak dan tempo lebih pelan
- Produk: Murid yang sudah sangat lancar dapat membaca Surah al-Falaq lengkap dengan tartil sempurna, sementara murid yang masih belajar cukup menguasai ayat per ayat dengan makhārijul ḥurūf yang benar
ASESMENAwal:- Guru menanyakan kepada murid: 'Siapa yang sudah pernah mendengar Surah al-Falaq?'
- Guru mengecek pemahaman murid tentang taawuz dan basmalah: 'Apakah kalian tahu apa yang harus dibaca sebelum membaca Al-Qur'an?'
Proses:- Observasi guru saat murid membaca Surah al-Falaq secara klasikal: apakah mereka mengikuti dengan baik, memperhatikan makhārijul ḥurūf
- Penilaian saat kerja kelompok: ketepatan bacaan, kemampuan bekerja sama, dan sikap menghargai teman
- Catatan anekdot untuk murid yang mengalami kesulitan khusus dalam makhārijul ḥurūf tertentu
Akhir:- Unjuk kerja individu: murid membaca Surah al-Falaq di depan guru dengan menggunakan lembar checklist
- Penilaian ketepatan makhārijul ḥurūf dan kelancaran bacaan tartil menggunakan rubrik
- Penilaian sikap: apakah murid konsisten membaca taawuz dan basmalah sebelum membaca Al-Qur'an
Formatif:- Observasi guru terhadap partisipasi murid saat membaca bersama-sama (klasikal)
- Observasi ketepatan makhārijul ḥurūf saat murid membaca dalam kelompok
- Penilaian antarteman (peer assessment) saat membaca bergantian dalam kelompok
Sumatif:- Unjuk kerja membaca Surah al-Falaq secara individu di depan guru
- Checklist kemampuan membaca setiap ayat Surah al-Falaq menggunakan lembar 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' dari buku siswa
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Makhārijul Ḥurūf | Membaca dengan banyak kesalahan makhārijul ḥurūf (lebih dari 5 kesalahan) | Membaca dengan beberapa kesalahan makhārijul ḥurūf (3-5 kesalahan) namun sudah berusaha melafalkan dengan benar | Membaca dengan sedikit kesalahan makhārijul ḥurūf (1-2 kesalahan) dan sebagian besar sudah tepat | Membaca dengan makhārijul ḥurūf yang tepat dan konsisten pada semua ayat | | Kelancaran Bacaan Tartil | Membaca tersendat-sendat, belum lancar, dan masih sangat bergantung pada tulisan | Membaca dengan tempo lambat namun sudah mulai lancar, masih sering melihat tulisan | Membaca dengan lancar dan tempo yang sesuai, sesekali melihat tulisan | Membaca dengan sangat lancar, tartil, tempo yang tepat, dan percaya diri | | Pembiasaan Taawuz dan Basmalah | Tidak membaca taawuz dan basmalah atau lupa tanpa diingatkan | Membaca taawuz dan basmalah setelah diingatkan guru | Membaca taawuz dan basmalah tanpa diingatkan namun kadang masih lupa | Selalu membaca taawuz dan basmalah dengan penuh kesadaran sebelum membaca Al-Qur'an | | Sikap dan Adab | Kurang fokus, sering ramai sendiri, tidak menunjukkan sikap khusyuk | Mulai menunjukkan sikap tenang namun masih perlu diingatkan berkali-kali | Menunjukkan sikap tenang dan khusyuk saat membaca, sesekali perlu diingatkan | Menunjukkan sikap sangat khusyuk, tenang, dan menghormati bacaan Al-Qur'an secara konsisten |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah demonstrasi dan audio murattal yang saya gunakan sudah efektif membantu murid memahami cara membaca tartil?
- Bagaimana saya dapat memberikan bimbingan yang lebih baik kepada murid yang masih kesulitan dengan makhārijul ḥurūf tertentu?
- Apakah metode drill and practice yang saya terapkan sudah menciptakan suasana belajar yang menggembirakan atau justru membosankan?
- Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah tepat dan memenuhi kebutuhan semua murid?
- Bagaimana saya dapat lebih menanamkan pembiasaan membaca taawuz dan basmalah sebagai kesadaran spiritual, bukan sekadar rutinitas?
Refleksi Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar membaca Surah al-Falaq hari ini?
- Apa bagian yang paling mudah dan apa yang masih kamu rasa sulit?
- Apakah kamu sudah terbiasa membaca taawuz dan basmalah sebelum membaca Al-Qur'an? Mengapa itu penting?
- Apa yang akan kamu lakukan agar bacaan Surah al-Falaq-mu semakin tartil dan indah?
SUMBER BELAJAR- Al-Qur'an
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD, Kemdikbudristek
- Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD, Kemdikbudristek
- Poster atau slide presentasi Surah al-Falaq
- Audio murattal Surah al-Falaq (Qari anak atau Qari terkenal)
- Papan tulis dan spidol untuk menulis huruf hijaiah
|