Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Sikap Sabar dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. serta Meneladaninya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Sikap Sabar dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. serta Meneladaninya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Sikap Sabar dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. serta Meneladaninya

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Sikap Sabar dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. serta Meneladaninya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikSikap Sabar dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. serta Meneladaninya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui kegiatan menyusun urutan kartu kisah (picture to picture/card to card) dan mendongeng (talking stick), murid dapat menjelaskan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. dalam membangun kapal dan menghadapi penolakan umatnya dengan benar
  2. Melalui diskusi kelompok tentang kisah Nabi Nuh a.s., murid dapat menunjukkan sikap sabar dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari sebagaimana meneladani kisah Nabi Nuh a.s. dengan benar
  3. Melalui kegiatan mendongeng dan video comment, murid dapat menceritakan kembali kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. secara runtut dengan percaya diri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian lakukan ketika menghadapi kesulitan atau tantangan di sekolah?
  2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan Nabi Nuh a.s. untuk membuat kapal? Mengapa beliau tetap sabar dan bekerja keras?
  3. Sikap apa saja yang bisa kita tiru dari Nabi Nuh a.s. dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Nabi-Nabi Pilihan Allah' untuk membangun suasana belajar yang menggembirakan
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang dakwah Nabi Nuh a.s.
  • Guru menunjukkan gambar kapal besar dan bertanya: 'Siapa yang tahu kapal siapa ini? Mengapa Nabi Nuh a.s. membuat kapal?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: Hari ini kita akan belajar tentang sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. dan bagaimana kita bisa meneladaninya
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. dalam membangun kapal dengan penuh kesabaran selama bertahun-tahun meski diejek umatnya (menggembirakan melalui storytelling yang menarik)
  • Guru menayangkan video singkat atau gambar seri tentang proses pembuatan kapal oleh Nabi Nuh a.s.
  • Guru membagikan kartu bergambar kisah Nabi Nuh a.s. yang belum berurutan kepada setiap kelompok (4-5 anak per kelompok)
  • Murid dalam kelompok mengamati kartu-kartu gambar dengan seksama (berkesadaran: fokus pada detail gambar)
  • Guru memfasilitasi murid untuk berdiskusi dalam kelompok tentang urutan peristiwa dalam kartu gambar
  • Setiap kelompok menyusun kartu gambar menjadi urutan kisah yang benar (model picture to picture/card to card)
  • Perwakilan kelompok menjelaskan urutan kartu yang telah disusun dan menyebutkan sikap sabar dan kerja keras yang tampak dalam gambar
  • Guru memberikan konfirmasi dan penguatan tentang sikap sabar Nabi Nuh a.s. menghadapi ejekan dan penolakan, serta kerja kerasnya membangun kapal (bermakna: menghubungkan dengan nilai akhlak)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid melakukan kegiatan 'Talking Stick' dengan tongkat estafet untuk menceritakan kembali kisah Nabi Nuh a.s.
  • Murid yang mendapat tongkat menceritakan satu bagian kisah, lalu meneruskan tongkat ke teman berikutnya (menggembirakan: permainan interaktif)
  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil untuk diskusi: 'Bagaimana kita bisa bersikap sabar dan bekerja keras seperti Nabi Nuh a.s. di sekolah dan di rumah?'
  • Setiap kelompok mendiskusikan contoh konkret sikap sabar dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari (bermakna: kontekstual dengan kehidupan murid)
  • Murid menuliskan atau menggambar satu contoh sikap sabar atau kerja keras yang akan mereka lakukan di lembar kerja
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
  • Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap setiap contoh yang disampaikan murid

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar untuk sesi refleksi (berkesadaran: menciptakan ruang refleksi yang tenang)
  • Murid diminta menceritakan pengalaman pribadi ketika mereka harus bersabar atau bekerja keras (video comment/sharing pengalaman)
  • Guru memfasilitasi murid untuk merefleksikan: 'Apa yang kalian rasakan ketika harus bersabar? Apakah mudah atau sulit?'
  • Murid mengisi lembar refleksi sederhana dengan gambar emotikon atau kalimat pendek tentang komitmen mereka untuk meneladani Nabi Nuh a.s.
  • Beberapa murid secara sukarela membagikan refleksi mereka kepada teman-teman
  • Guru memberikan penguatan spiritual: 'Allah Swt. sangat mencintai orang yang bersabar dan bekerja keras. Mari kita teladani Nabi Nuh a.s. setiap hari'

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan kembali secara singkat sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Nabi Nuh a.s. mengajarkan kita untuk selalu sabar dan bekerja keras dalam menghadapi tantangan
  • Guru memberikan penguatan nilai akhlak: 'Sebagai muslim, kita harus meneladan sifat sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. dalam belajar, beribadah, dan membantu orang lain'
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mempraktikkan sikap sabar dan kerja keras di rumah, misalnya membantu orang tua atau mengerjakan PR dengan tekun
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan kartu kisah dengan urutan yang lebih kompleks atau menambahkan teks pendek. Untuk murid yang memerlukan pendampingan, guru menyediakan kartu dengan gambar yang lebih sederhana dan jelas dengan petunjuk urutan
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca didampingi dengan model pembelajaran berbasis gambar dan storytelling oral. Murid yang sudah lancar dapat membaca teks kisah pendek dari buku siswa dan membuat ringkasan sederhana
  • Produk: Murid dapat memilih cara mengekspresikan pemahaman: menggambar sikap sabar/kerja keras, menuliskan kalimat sederhana, atau menceritakan secara lisan. Untuk pengayaan, murid dapat membuat kartu perjalanan dakwah Nabi Nuh a.s. atau menjadi tutor sebaya

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan lisan untuk mengecek pemahaman awal: 'Apa yang kalian ingat tentang dakwah Nabi Nuh a.s. di pertemuan lalu?'
  • Guru mengamati respons murid terhadap gambar kapal untuk mengukur pengetahuan prasyarat

Proses:

  • Observasi kerja kelompok saat menyusun kartu gambar: kemampuan berdiskusi, bekerja sama, dan mengurutkan peristiwa
  • Penilaian kemampuan menjelaskan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. saat presentasi kelompok
  • Observasi partisipasi murid dalam kegiatan talking stick
  • Penilaian diskusi kelompok tentang penerapan nilai keteladanan dalam kehidupan sehari-hari

Akhir:

  • Penilaian kemampuan menceritakan kembali kisah Nabi Nuh a.s. dengan runtut dan percaya diri melalui video comment atau presentasi lisan
  • Penilaian produk lembar kerja: contoh sikap sabar dan kerja keras yang akan diterapkan
  • Penilaian sikap melalui lembar refleksi murid tentang komitmen meneladani Nabi Nuh a.s.

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat menyusun kartu gambar kisah dalam kelompok
  • Penilaian diskusi kelompok tentang penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari
  • Observasi kemampuan murid menceritakan kembali kisah melalui kegiatan talking stick

Sumatif:

  • Penilaian kemampuan murid menceritakan kembali kisah Nabi Nuh a.s. secara runtut dengan percaya diri di akhir pembelajaran
  • Penilaian produk: lembar kerja contoh penerapan sikap sabar dan kerja keras
  • Penilaian sikap spiritual dan sosial melalui rubrik pengamatan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menjelaskan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s.Murid belum dapat menyebutkan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. meski dengan bantuan guruMurid dapat menyebutkan 1 sikap (sabar atau kerja keras) Nabi Nuh a.s. dengan bantuan guru atau temanMurid dapat menyebutkan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. dengan contoh sederhana tanpa bantuanMurid dapat menjelaskan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. dengan rinci dan memberikan contoh konkret dari kisah
Kemampuan menunjukkan sikap meneladani dalam kehidupan sehari-hariMurid belum dapat memberikan contoh penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hariMurid dapat menyebutkan 1 contoh penerapan sikap sabar atau kerja keras dengan bantuan guruMurid dapat memberikan contoh penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam kehidupan sehari-hari secara mandiriMurid dapat memberikan beberapa contoh konkret dan berkomitmen untuk mempraktikkannya dengan antusias
Kemampuan menceritakan kembali kisah secara runtutMurid belum dapat menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. meski dengan bantuanMurid dapat menceritakan sebagian kecil kisah dengan urutan yang belum tepat dan memerlukan banyak bantuanMurid dapat menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. dengan urutan yang cukup runtut dan percaya diriMurid dapat menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. secara lengkap, runtut, dengan percaya diri dan ekspresi yang baik
Sikap kolaborasi dalam kerja kelompokMurid belum mau bekerja sama dengan teman dalam kelompokMurid mulai mau bekerja sama tetapi masih perlu banyak arahan dari guruMurid dapat bekerja sama dengan teman kelompok, berbagi tugas, dan menghargai pendapat temanMurid aktif berkolaborasi, membantu teman, menghargai pendapat, dan berkontribusi positif dalam kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah kegiatan menyusun kartu gambar dan talking stick efektif membantu murid memahami sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s.?
  • Bagaimana respons dan antusiasme murid selama pembelajaran? Apakah ada yang memerlukan pendampingan khusus?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran secara komprehensif?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kisah Nabi Nuh a.s. hari ini?
  • Sikap apa yang akan kamu tiru dari Nabi Nuh a.s.? Mengapa?
  • Bagaimana perasaanmu ketika bekerja sama dengan teman dalam kelompok?
  • Apa yang masih sulit kamu pahami dari pembelajaran hari ini?
  • Kapan kamu akan mulai mempraktikkan sikap sabar dan kerja keras seperti Nabi Nuh a.s.?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 2, Kemendikbudristek, 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD/MI Kelas 2, Kemendikbudristek, 2021
  3. Kartu bergambar kisah Nabi Nuh a.s. (picture cards/story cards)
  4. Video singkat kisah Nabi Nuh a.s. yang sesuai untuk anak SD kelas 2
  5. Tongkat estafet untuk kegiatan talking stick
  6. Lembar kerja murid (LKPD) tentang sikap sabar dan kerja keras
  7. Lembar refleksi dengan emotikon atau gambar sederhana
  8. Spidol warna, kertas karton, dan alat tulis
  9. Laptop/proyektor untuk menayangkan video (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.