Modul AjarBab 5Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 5: Asyiknya Belajar Kisah Nabi Nuh a.s

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 untuk Bab 5 "Asyiknya Belajar Kisah Nabi Nuh a.s", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 Bab 5: Asyiknya Belajar Kisah Nabi Nuh a.s

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Asyiknya Belajar Kisah Nabi Nuh a.s

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikBab 5 — Asyiknya Belajar Kisah Nabi Nuh a.s
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 2.5.1 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. saat berdakwah kepada umatnya
  2. TP 2.5.2 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. dalam hal sikap sabar dan kerja keras saat membuat kapal
  3. TP 2.5.3 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. berdasarkan susunan urutan kartu kisah bergambar
  4. TP 2.5.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar dan kerja keras sebagaimana meneladani kisah Nabi Nuh a.s.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah nabi yang diutus Allah Swt. untuk mengajak kaum penyembah berhala kembali menyembah Allah?
  2. Bagaimana sikap Nabi Nuh a.s. ketika dakwahnya diejek dan ditolak oleh kaumnya?
  3. Mengapa Allah Swt. memerintahkan Nabi Nuh a.s. membuat kapal yang sangat besar di atas bukit?
  4. Bagaimana sikap Nabi Nuh a.s. ketika diejek oleh kaumnya saat membuat kapal?
  5. Bagaimana urutan cerita ketika Nabi Nuh a.s. membuat kapal sampai banjir besar datang?
  6. Bagaimana caramu bersabar dan bekerja keras saat belajar di sekolah seperti teladan Nabi Nuh a.s.?
  7. Bagaimana urutan peristiwa kisah Nabi Nuh a.s. dari mulai berdakwah hingga datangnya banjir besar?
  8. Sikap sabar dan kerja keras apa dari Nabi Nuh a.s. yang sudah kalian terapkan saat belajar di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. saat Berdakwah kepada Umatnya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. saat berdakwah kepada umatnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal lisan dengan mengajukan dua pertanyaan pemantik: (1) Siapa nabi yang diutus Allah Swt. untuk mengajak kaum penyembah berhala kembali menyembah Allah? (acuan: Nabi Nuh a.s.); (2) Mengapa kaumnya menolak ajakan tersebut? (acuan: karena kaumnya sombong/menyembah berhala) untuk memetakan pengetahuan awal murid mengenai dakwah Nabi Nuh a.s. (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. saat berdakwah kepada umatnya (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar cerita dakwah Nabi Nuh a.s. dan menyimak pemaparan guru tentang 3 poin peristiwa dakwah: (1) Perilaku kaum Nabi Nuh a.s. yang menyembah berhala dan berbuat zalim; (2) Ajakan dakwah Nabi Nuh a.s. agar menyembah Allah Swt. dan beramal saleh; (3) Sikap sabar Nabi Nuh a.s. saat diejek dan ditolak oleh kaumnya selama berdakwah (12 menit).
  • Murid bersama guru melakukan tanya jawab untuk mengonfirmasi pemahaman 3 poin dakwah tersebut secara klasikal (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan melakukan permainan bertutur estafet 'Tongkat Cerita Berpasangan': secara bergantian menceritakan 3 peristiwa dakwah Nabi Nuh a.s. (perilaku kaum yang menyembah berhala, ajakan beribadah kepada Allah, dan sikap sabar menghadapi ejekan) kepada teman sebangku (15 menit).
  • Guru memanggil perwakilan murid untuk menceritakan kembali kisah keteladanan dakwah Nabi Nuh a.s. di depan kelas berdasarkan 3 poin peristiwa tersebut secara mandiri dengan bimbingan rubrik observasi (12 menit).

Merefleksi (Bermakna):

  • Murid bersama guru merefleksikan makna keteladanan dari kesabaran Nabi Nuh a.s. yang tetap teguh menyampaikan kebaikan walau menghadapi penolakan (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan 3 poin utama kisah dakwah Nabi Nuh a.s. (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan memberikan apresiasi, pesan motivasi untuk meneladani kesabaran Nabi Nuh a.s., dan doa penutup bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan gambar berseri alur dakwah untuk murid yang memerlukan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan dengan bantuan kata kunci pemandu (berhala - ajakan - sabar), sedangkan murid yang mahir menceritakan kisah dakwah secara mandiri dan lengkap.
  • Produk: Penyampaian cerita lisan dapat dilakukan berpasangan di meja (murid berkembang) atau di depan kelas (murid mahir).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan pada pendahuluan: (1) Siapa nabi yang diutus berdakwah kepada kaum penyembah berhala? (acuan: Nabi Nuh a.s.); (2) Mengapa kaumnya menolak ajakan Nabi Nuh a.s.? (acuan: karena kaumnya sombong/menyembah berhala).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja menceritakan kisah keteladanan dakwah Nabi Nuh a.s. mencakup 3 peristiwa acuan: (1) Perilaku buruk kaum Nabi Nuh a.s. menyembah berhala; (2) Ajakan Nabi Nuh a.s. menyembah Allah Swt.; (3) Sikap sabar Nabi Nuh a.s. saat dihina/ditolak kaumnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup berupa verifikasi 3 peristiwa kunci dakwah Nabi Nuh a.s. (acuan: (1) kaumnya menyembah berhala dan berbuat zalim, (2) Nabi Nuh a.s. mengajak menyembah Allah Swt. dan berbuat baik, (3) Nabi Nuh a.s. tetap sabar meski dicaci dan ditolak).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kisah keteladanan dakwah Nabi Nuh a.s. saat latihan berpasangan dan bercerita mandiri.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Kisah Keteladanan Dakwah Nabi Nuh a.s. (Acuan peristiwa: 1. Perilaku kaum menyembah berhala; 2. Ajakan menyembah Allah Swt.; 3. Sikap sabar Nabi Nuh a.s. saat ditolak)Belum mampu menceritakan peristiwa dakwah Nabi Nuh a.s. atau hanya menyebutkan 1 peristiwa dengan bantuan penuh dari guru.Mampu menceritakan 1 peristiwa dakwah Nabi Nuh a.s. sesuai acuan secara mandiri atau 2 peristiwa dengan bantuan petunjuk guru.Mampu menceritakan 2 hingga 3 peristiwa dakwah Nabi Nuh a.s. sesuai acuan secara runtut dan mandiri.Mampu menceritakan seluruh (3) peristiwa dakwah Nabi Nuh a.s. secara runtut, lengkap, tepat sesuai acuan, dan mandiri tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi saat kegiatan bercerita berpasangan?
  • Apakah media gambar berseri cukup efektif membantu murid memahami alur dakwah Nabi Nuh a.s.?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah dakwah Nabi Nuh a.s. yang paling kalian ingat?
  • Bagaimana perasaan kalian saat menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. kepada teman sebangku?

Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Keteladanan Sikap Sabar dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. saat Membuat Kapal — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.2 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. dalam hal sikap sabar dan kerja keras saat membuat kapal

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, serta mengecek kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terkait materi sebelumnya dan topik kapal Nabi Nuh a.s.: (1) 'Siapakah nama nabi yang diperintahkan Allah membuat kapal besar?' (acuan: Nabi Nuh a.s.); (2) 'Bagaimana tanggapan kaum kafir saat melihat Nabi Nuh a.s. membuat kapal di daratan?' (acuan: mengejek/menghina/menganggap gila) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kembali kisah keteladanan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak dongeng interaktif guru berbantuan gambar peraga tentang proses Nabi Nuh a.s. membuat kapal: perintah Allah Swt., kerja keras menebang kayu dan merakit kapal bersama pengikutnya, serta kesabaran Nabi Nuh a.s. menghadapi cemoohan dan hinaan kaum kafir tanpa membalasnya (12 menit).
  • Murid bersama guru melakukan tanya jawab untuk mengidentifikasi 3 fakta peristiwa utama kisah: (1) perintah Allah membuat kapal besar, (2) kerja keras Nabi Nuh a.s. dan para pengikutnya membangun kapal, dan (3) sikap sabar Nabi Nuh a.s. yang tidak membalas ejekan kaumnya (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid melakukan permainan menggembirakan 'Estafet Tongkat Cerita' (Talking Stick): guru memutar nasyid/lagu Islami singkat, murid mengalirkan tongkat kayu kecil, dan saat lagu berhenti, murid pemegang tongkat menceritakan 1 bagian kisah pembuatan kapal Nabi Nuh a.s. (alur: perintah Allah, kerja keras pembuatan, atau kesabaran saat diejek) secara bergantian (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling menceritakan secara lengkap kisah keteladanan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal berdasarkan 3 panduan alur: (1) mengapa kapal dibuat, (2) bagaimana kerja keras Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya merakit kapal, (3) bagaimana kesabaran Nabi Nuh a.s. saat diejek kaumnya (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu menceritakan kembali intisari kisah keteladanan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. di hadapan guru atau teman dengan merangkum apa teladan sabar dan kerja keras yang ditunjukkan Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal (7 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan kembali kisah keteladanan Nabi Nuh a.s., yaitu sikap tidak mudah menyerah (kerja keras) dan tidak mendendam/membalas keburukan (sabar) (4 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid bercerita, menyampaikan pengantar singkat untuk pertemuan berikutnya (bercerita menggunakan kartu bergambar), dan menutup pelajaran dengan doa kafaratul majelis serta salam (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan panduan gambar berseri alur pembuatan kapal bagi murid yang memerlukan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu bercerita, guru memberikan kalimat pemantik/scaffolding alur ('Awalnya Allah memerintahkan...', 'Lalu Nabi Nuh bekerja keras...', 'Ketika diejek, Nabi Nuh bersabar dengan cara...'); bagi murid yang cepat bercerita mandiri, diminta menceritakan kisah secara utuh tanpa panduan kalimat perancah.
  • Produk: Penyampaian cerita kisah keteladanan dapat dilakukan secara langsung di depan kelas atau secara berpasangan dengan bimbingan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Siapakah nabi yang diperintahkan Allah membuat kapal besar? (acuan: Nabi Nuh a.s.); (2) Apa respon kaum kafir saat Nabi Nuh a.s. membuat kapal di atas bukit/daratan? (acuan: mengejek, mencemooh, atau menghina Nabi Nuh a.s.). Kriteria: Murid siap bila mampu menjawab minimal 1 dari 2 pertanyaan secara tepat.

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja saat bercerita lisan mengenai kisah Nabi Nuh a.s. membuat kapal. Acuan 3 butir fakta cerita yang dinilai: (1) Perintah Allah Swt. kepada Nabi Nuh a.s. untuk membuat kapal; (2) Bukti kerja keras Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya membuat kapal besar dari kayu; (3) Bukti keteladanan sabar Nabi Nuh a.s. yang tidak membalas cemoohan dan hinaan kaumnya.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 2 teladan utama Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal (acuan jawaban: sabar menghadapi ejekan kaumnya dan kerja keras merakit kapal besar hingga selesai).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja bercerita pada permainan tongkat cerita dan latihan berpasangan
  • Penilaian kinerja menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal menggunakan rubrik

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah keteladanan sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal (Acuan 3 unsur kisah: 1. Perintah Allah membuat kapal; 2. Kerja keras Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya; 3. Sikap sabar tidak membalas ejekan kaum kafir)Belum mampu menceritakan kisah atau hanya menyebutkan 1 unsur kisah dengan bantuan penuh bimbingan guru.Mampu menceritakan 1 sampai 2 unsur kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. saat membuat kapal dengan bantuan arahan atau pemantik dari guru.Mampu menceritakan ketiga unsur kisah keteladanan (perintah Allah, kerja keras membuat kapal, dan sabar saat diejek) secara tepat dan runtut dengan sedikit bimbingan guru.Mampu menceritakan ketiga unsur kisah keteladanan (perintah Allah, kerja keras membuat kapal, dan sabar saat diejek) secara tepat, lengkap, dan runtut secara mandiri tanpa bantuan bimbingan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan metode mendongeng dan permainan tongkat cerita berhasil memotivasi seluruh murid untuk berani bercerita?
  • Bagian mana dari kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. membuat kapal yang paling mudah dan paling sulit diceritakan kembali oleh murid?

Murid:

  • Kisah apa yang paling kamu sukai saat Nabi Nuh a.s. membuat kapal?
  • Apakah kamu bisa menceritakan sikap sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. kepada temanmu?

Pertemuan 3 — Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Nuh a.s. Berdasarkan Kartu Bergambar dan Menerapkan Sikap Sabar serta Kerja Keras — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.3 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. berdasarkan susunan urutan kartu kisah bergambar
  • TP 2.5.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar dan kerja keras sebagaimana meneladani kisah Nabi Nuh a.s.

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 2 kartu gambar acak: Kartu A (Nabi Nuh a.s. mengajak kaumnya menyembah Allah Swt.) dan Kartu B (Banjir besar menenggelamkan kaum yang kafir), lalu meminta murid menunjuk gambar mana yang terjadi lebih awal (acuan jawaban: Kartu A terjadi lebih dahulu daripada Kartu B) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun 4 urutan kartu kisah bergambar lalu menceritakan isi ceritanya, serta membiasakan sikap sabar dan kerja keras terhadap diri sendiri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperkenalkan 4 kartu kisah bergambar Nabi Nuh a.s. yang ditempel secara acak di papan tulis: Kartu 1 (Nabi Nuh a.s. berdakwah mengajak kaumnya menyembah Allah Swt.), Kartu 2 (Nabi Nuh a.s. diejek kaumnya tetapi tetap sabar bekerja keras membuat kapal di bukit), Kartu 3 (Nabi Nuh a.s. menaikkan hewan berpasang-pasangan dan pengikut beriman ke dalam kapal), Kartu 4 (Banjir besar datang menenggelamkan kaum kafir dan menyelamatkan orang beriman) (10 menit).
  • Guru menjelaskan makna akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar (tidak cepat marah atau menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar) dan kerja keras (terus mencoba mengerjakan tugas sekolah sampai selesai dengan sungguh-sungguh) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagikan set 4 kartu kisah bergambar mini kepada setiap murid dan mengadakan permainan tantangan mandiri 'Susun Cepat dan Ceritakan', di mana murid menyusun keempat kartu menjadi urutan peristiwa yang benar: Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3 -> Kartu 4 (15 menit).
  • Murid secara bergiliran menceritakan urutan kisah Nabi Nuh a.s. berdasarkan susunan 4 kartu yang telah dibuatnya kepada guru/teman (acuan alur cerita: 1. Berdakwah mengajak kaumnya beriman, 2. Sabar dan bekerja keras membuat kapal walau diejek, 3. Menaikkan pengikut beriman dan hewan berpasangan, 4. Datangnya banjir besar yang menenggelamkan kaum kafir serta menyelamatkan Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya) (20 menit).
  • Murid mengisi lembar ceklis penerapan akhlak terhadap diri sendiri berisi 4 tindakan nyata: (1) Tetap sabar saat mengantre atau menunggu giliran giliran tugas, (2) Sabar dan tidak merajuk saat menemui soal yang sulit, (3) Bekerja keras menyelesaikan tugas latihan membaca/menulis sampai tuntas, (4) Bangun pagi dan merapikan alat tulis sendiri dengan sungguh-sungguh (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengidentifikasi satu tindakan sabar dan satu tindakan kerja keras yang paling nyata sudah mereka lakukan di sekolah hari ini sesuai lembar ceklis akhlak (acuan: murid menyebutkan perilaku spesifik, misal tidak mengeluh saat menulis tugas dan menyelesaikan latihan tepat waktu) (5 menit).
  • Guru membimbing murid memaknai bahwa kesabaran dan kerja keras Nabi Nuh a.s. membawa keselamatan, sehingga kita pun harus membiasakannya setiap hari untuk kebaikan diri sendiri (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan urutan peristiwa kisah Nabi Nuh a.s. pada kartu bergambar dan pentingnya berakhlak sabar serta kerja keras terhadap diri sendiri (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada 2 murid secara cepat mengenai urutan peristiwa kartu dan contoh tindakan kerja keras murid di kelas (acuan: urutan 1-2-3-4 dan contoh belajar sungguh-sungguh) (2 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bercerita kisah Nabi Nuh a.s. dengan kartu bergambar, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang butuh bimbingan, kartu bergambar dilengkapi nomor urut samar sebagai panduan urutan; bagi murid mahir, kartu bergambar tanpa nomor dan gambar disajikan secara penuh.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan 2 kartu peristiwa utama dengan panduan pertanyaan arahan guru; murid mahir menceritakan seluruh 4 kartu secara berurutan secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan bukti penerapan sikap diri melalui penandaan ceklis 4 tindakan harian atau menyebutkan langsung contoh tindakan sabar dan kerja keras yang telah dilakukan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 2 kartu bergambar acak: Kartu A (Nabi Nuh berdakwah mengajak kaumnya) dan Kartu B (Banjir besar menenggelamkan kaum kafir). Pertanyaan: 'Manakah peristiwa yang terjadi lebih dahulu?' (Acuan jawaban benar: Kartu A terjadi lebih dahulu sebelum azab banjir pada Kartu B).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kisah berdasarkan susunan 4 kartu bergambar: (1) Berdakwah mengajak menyembah Allah, (2) Sabar dan bekerja keras membuat kapal walau diejek, (3) Menaikkan pengikut dan hewan ke kapal, (4) Peristiwa banjir besar dan keselamatan orang beriman.
  • Pemeriksaan lembar ceklis penerapan akhlak terhadap diri sendiri yang memuat 4 butir: (1) Sabar saat mengantre, (2) Sabar menghadapi kesulitan belajar tanpa merajuk, (3) Bekerja keras menyelesaikan tugas sekolah hingga tuntas, (4) Disiplin menyiapkan perlengkapan belajar sendiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan urutan kejadian saat banjir melanda dan memberikan 1 contoh nyata kerja keras sebagai pelajar (Acuan jawaban: banjir menenggelamkan kaum kafir setelah kapal selesai dibuat; contoh kerja keras: tekun belajar/mengerjakan tugas sampai selesai).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja: Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. berdasarkan susunan 4 kartu kisah bergambar
  • Penilaian diri: Ceklis penerapan akhlak terhadap diri sendiri (sikap sabar dan kerja keras)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. berdasarkan urutan kartu bergambarBelum mampu menceritakan kisah berdasarkan 4 urutan kartu kisah bergambar meskipun diberi bimbingan penuh.Mampu menceritakan 1-2 peristiwa berdasarkan urutan kartu kisah bergambar dengan bantuan dan arahan guru (daftar 4 kartu acuan: 1. Berdakwah menyembah Allah, 2. Sabar membuat kapal, 3. Menaikkan pengikut dan hewan, 4. Banjir besar).Mampu menceritakan 3-4 peristiwa berdasarkan urutan kartu kisah bergambar dengan alur yang sesuai acuan secara mandiri.Mampu menceritakan seluruh 4 peristiwa berdasarkan urutan kartu kisah bergambar secara lengkap, runut sesuai acuan, dan mandiri tanpa keraguan.
Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri (sabar dan kerja keras)Belum menunjukkan bukti penerapan sikap sabar maupun kerja keras pada lembar ceklis aktivitas diri.Menunjukkan 1-2 bukti penerapan sikap sabar atau kerja keras dari 4 daftar tindakan pada lembar ceklis aktivitas diri (daftar 4 tindakan acuan: sabar mengantre, sabar saat soal sulit, kerja keras menuntaskan tugas, mandiri merapikan alat belajar).Menunjukkan 3-4 bukti penerapan sikap sabar dan kerja keras dari 4 daftar tindakan pada lembar ceklis aktivitas diri secara konsisten.Menunjukkan seluruh 4 bukti penerapan sikap sabar dan kerja keras pada lembar ceklis aktivitas diri serta mampu memberikan contoh tindakan nyata tambahannya di kelas secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media 4 kartu kisah bergambar efektif membantu murid kelas 2 menceritakan kembali peristiwa kisah Nabi Nuh a.s. secara runtut?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam membiasakan sikap sabar dan kerja keras dalam aktivitas pembelajaran hari ini?

Murid:

  • Peristiwa mana pada kartu kisah Nabi Nuh a.s. yang paling kamu sukai ceritanya?
  • Apa hal paling berat yang berhasil kamu kerjakan dengan sabar dan kerja keras hari ini di sekolah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 2.5.1 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. saat berdakwah kepada umatnya
  • TP 2.5.2 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. dalam hal sikap sabar dan kerja keras saat membuat kapal
  • TP 2.5.3 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Nuh a.s. berdasarkan susunan urutan kartu kisah bergambar
  • TP 2.5.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar dan kerja keras sebagaimana meneladani kisah Nabi Nuh a.s.

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab: menyusun kartu gambar kisah Nabi Nuh a.s., bercerita berpasangan, dan mengisi lembar refleksi penerapan akhlak sabar serta kerja keras (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja 1 berisi 4 kartu gambar acak: Kartu A (Nabi Nuh a.s. berdakwah kepada kaumnya yang menyembah berhala), Kartu B (Kaum kafir mengejek Nabi Nuh a.s.), Kartu C (Nabi Nuh a.s. dan pengikutnya bekerja keras membuat kapal besar di atas bukit), dan Kartu D (Banjir besar menenggelamkan kaum yang kafir sementara kapal Nabi Nuh a.s. berlayar selamat) lalu menjelaskan instruksi penomoran urutan 1 sampai 4 (5 menit).
  • Guru menjelaskan aturan unjuk kerja bercerita berpasangan di mana setiap murid bergantian menceritakan kisah berdasarkan urutan gambar kepada teman sebangku tanpa saling mendikte (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 Bagian A: Murid secara mandiri memberi nomor urut 1 sampai 4 pada 4 kartu gambar pada lembar kerja (kunci acuan urutan benar: 1-Kartu A, 2-Kartu B, 3-Kartu C, 4-Kartu D) (10 menit).
  • Tugas 1 Bagian B: Murid secara bergiliran menceritakan alur kisah Nabi Nuh a.s. kepada teman sebangku berdasarkan kartu gambar yang telah diurutkan, mencakup keteladanan dakwah, sikap sabar menghadapi ejekan, dan kerja keras membuat kapal, sementara guru berkeliling melakukan observasi dan mencatat pada rubrik penceritaan lisan (49 menit).
  • Tugas 2: Guru membagikan Lembar Refleksi Diri Bergambar (skala emotikon: Selalu / Sering / Jarang / Tidak Pernah) berisi 5 butir penerapan akhlak terhadap diri sendiri: (1) Aku sabar saat menemui kesulitan belajar; (2) Aku sabar saat harus mendengarkan penjelasan di kelas; (3) Aku bekerja keras mengerjakan tugas sekolah sampai tuntas; (4) Aku bekerja keras belajar setiap hari; (5) Aku tidak bermalas-malasan saat belajar di kelas (3 menit).
  • Murid secara mandiri membaca/menyimak butir pernyataan dan memberi tanda centang (√) pada kolom emotikon yang mencerminkan tindakan nyata dirinya sendiri dalam belajar di sekolah (17 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kelengkapan nomor urut pada lembar gambar dan seluruh centang pada lembar refleksi diri sebelum dikumpulkan (5 menit).
  • Murid mengumpulkan seluruh berkas asesmen sumatif ke meja guru secara tertib (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kesungguhan seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif Bab 5 (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merangkum tekad bersama untuk selalu sabar dan bekerja keras dalam belajar, diakhiri dengan doa kafaratul majelis dan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Standar materi kartu gambar dan butir refleksi seragam sesuai tujuan asesmen sumatif bab.
  • Proses: Bagi murid yang masih mengalami kesulitan membaca lancar pada lembar refleksi, guru membacakan kelima butir pernyataan secara lisan dengan intonasi netral tanpa mengubah makna atau mengarahkan pilihan jawaban murid.
  • Produk: Produk asesmen tetap sama bagi seluruh murid yaitu lembar penomoran 4 kartu gambar, rekaman observasi cerita lisan berpasangan, dan lembar centang refleksi diri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan awal asesmen sumatif (pertanyaan lisan pendahuluan): 'Siapa nabi yang diperintahkan Allah Swt. membuat kapal besar di atas bukit?' (Acuan jawaban benar: Nabi Nuh a.s.).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan kemandirian murid saat mengerjakan penomoran kartu gambar dan pengisian lembar refleksi diri tanpa saling menyontek.

Sumatif Bab:

  • penugasan menyusun kartu kisah bergambar disertai unjuk kerja bercerita berpasangan dan lembar refleksi diri: hasil penomoran/penyusunan urutan 4 kartu gambar peristiwa dakwah dan pembuatan kapal Nabi Nuh a.s., rekaman observasi cerita lisan alur keteladanan dakwah, sabar, dan kerja keras secara bergantian antarpasangan, serta lembar centang refleksi penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam belajar
  • penugasan menyusun gambar dan unjuk kerja bercerita berpasangan: lembar tugas serentak berisi susunan urutan 4 kartu gambar kisah Nabi Nuh a.s. (dakwah, ejekan kaum, kerja keras membuat kapal, dan banjir) dilanjutkan unjuk kerja bercerita lisan saling bergantian dalam pasangan teman sebangku yang dipantau guru berkeliling (70 menit; kelompok; instrumen: lembar kerja penyusunan kartu bergambar dan rubrik observasi penceritaan lisan)
  • penilaian diri serentak: lembar centang refleksi bergambar yang diisi mandiri oleh murid untuk menilai penerapan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar saat menemui kesulitan belajar dan kerja keras menyelesaikan tugas hingga tuntas di kelas (35 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi diri berskala emotikon bergambar)

Sumatif:

  • penugasan menyusun kartu kisah bergambar disertai unjuk kerja bercerita berpasangan dan lembar refleksi diri: hasil penomoran/penyusunan urutan 4 kartu gambar peristiwa dakwah dan pembuatan kapal Nabi Nuh a.s., rekaman observasi cerita lisan alur keteladanan dakwah, sabar, dan kerja keras secara bergantian antarpasangan, serta lembar centang refleksi penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam belajar
  • penugasan menyusun gambar dan unjuk kerja bercerita berpasangan: lembar tugas serentak berisi susunan urutan 4 kartu gambar kisah Nabi Nuh a.s. (dakwah, ejekan kaum, kerja keras membuat kapal, dan banjir) dilanjutkan unjuk kerja bercerita lisan saling bergantian dalam pasangan teman sebangku yang dipantau guru berkeliling (70 menit; kelompok; instrumen: lembar kerja penyusunan kartu bergambar dan rubrik observasi penceritaan lisan)
  • penilaian diri serentak: lembar centang refleksi bergambar yang diisi mandiri oleh murid untuk menilai penerapan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap sabar saat menemui kesulitan belajar dan kerja keras menyelesaikan tugas hingga tuntas di kelas (35 menit; kelompok; instrumen: lembar refleksi diri berskala emotikon bergambar)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyusun Urutan Kartu Kisah Bergambar Nabi Nuh a.s. (TP 2.5.3)Belum mampu menyusun urutan 4 kartu gambar dengan tepat (0-1 kartu diletakkan pada urutan yang benar sesuai acuan urutan: 1-A dakwah, 2-B ejekan, 3-C buat kapal, 4-D banjir).Menyusun 2 dari 4 kartu gambar pada nomor urut yang benar sesuai acuan urutan peristiwa kisah Nabi Nuh a.s.Menyusun 3 dari 4 kartu gambar pada nomor urut yang benar sesuai acuan urutan peristiwa kisah Nabi Nuh a.s.Menyusun seluruh 4 kartu gambar secara tepat dan runtut pada urutan 1 sampai 4 secara mandiri (acuan urutan: 1-Kartu A, 2-Kartu B, 3-Kartu C, 4-Kartu D).
Menceritakan Kisah Dakwah, Sabar, dan Kerja Keras Nabi Nuh a.s. (TP 2.5.1 & TP 2.5.2)Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. namun belum memuat unsur dakwah maupun sikap sabar dan kerja keras saat membuat kapal.Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. dengan memuat 1 unsur keteladanan saja (hanya dakwah, atau hanya sabar/kerja keras membuat kapal).Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. dengan memuat 2 unsur keteladanan secara cukup lengkap (dakwah kepada umatnya serta keteladanan sabar dan kerja keras saat membuat kapal).Menceritakan kisah Nabi Nuh a.s. secara lengkap dan runtut mencakup seluruh unsur keteladanan: dakwah kepada umatnya, kesabaran menghadapi ejekan, dan kerja keras saat membuat kapal hingga selesai.
Penerapan Akhlak Sabar dan Kerja Keras terhadap Diri Sendiri (TP 2.5.4)Belum melengkapi pengisian lembar refleksi diri atau hanya mencentang 1-2 butir pernyataan penerapan akhlak sabar dan kerja keras.Mengisi lembar refleksi dengan mencentang 3 butir pernyataan penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam belajar.Mengisi lembar refleksi dengan mencentang 4 butir pernyataan penerapan sikap sabar dan kerja keras dalam belajar secara mandiri.Mengisi lembar refleksi secara lengkap dan mandiri pada seluruh 5 butir pernyataan penerapan akhlak sabar saat kesulitan belajar dan kerja keras menuntaskan tugas di sekolah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 105 menit memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan penyusunan kartu, bercerita lisan berpasangan, dan mengisi lembar refleksi diri?
  • Bagaimana capaian murid pada indikator keteladanan sabar dan kerja keras Nabi Nuh a.s. sebagai bahan tindak lanjut pengayaan atau perbaikan?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah Nabi Nuh a.s. yang paling mudah dan paling sulit kamu ceritakan kepada temanmu?
  • Apakah kamu sudah sungguh-sungguh bersabar dan bekerja keras saat belajar dan menyelesaikan tugas sekolah hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek 2021
  3. Gambar/poster peristiwa dakwah Nabi Nuh a.s.
  4. Tongkat kayu kecil untuk media bermain tongkat cerita
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021) Halaman 128-130
  7. Gambar ilustrasi Nabi Nuh a.s. merakit kapal besar dan diejek kaumnya
  8. Tongkat kecil (talking stick) untuk permainan cerita
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021).
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021), Bab 5 Subbab C & D.
  11. Set kartu kisah bergambar Nabi Nuh a.s. (4 adegan: dakwah, membuat kapal, menaiki kapal, peristiwa banjir) dan lembar ceklis pembiasaan akhlak diri.
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021).
  13. Buku Teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II Bab 5 (Kemendikbudristek, 2021).
  14. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 5: 4 Kartu Bergambar Kisah Nabi Nuh a.s. (A: Dakwah menyembah Allah, B: Ejekan kaum kafir, C: Kerja keras membuat kapal di atas bukit, D: Banjir melanda dan kapal berlayar selamat).
  15. Lembar Refleksi Diri Bergambar Penerapan Sikap Sabar dan Kerja Keras dalam Belajar (skala emotikon).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.