Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Ikamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Ikamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Ikamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Ikamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikIkamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui pengamatan dan tanya jawab, murid dapat menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan tanda salat akan segera dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.
  2. Melalui model Modeling The Way dan metode demonstrasi, murid dapat menjelaskan ketentuan ikamah dengan benar
  3. Melalui model Modeling The Way dan metode demonstrasi, murid dapat melafalkan bacaan ikamah dengan baik dan benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang dilakukan sebelum melaksanakan salat berjamaah?
  2. Apakah kalian pernah mendengar ikamah di masjid? Bagaimana bunyinya?
  3. Apa perbedaan azan dengan ikamah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
  • Asesmen Awal: Guru menanyakan pengalaman murid tentang salat berjamaah dan apakah mereka pernah mendengar ikamah
  • Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi azan yang sudah dipelajari sebelumnya dengan materi ikamah
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang ikamah
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apa yang dilakukan sebelum melaksanakan salat berjamaah?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan atau memperdengarkan rekaman suara ikamah kepada murid
  • Murid mengamati gambar ilustrasi seseorang mengumandangkan ikamah di masjid
  • Guru melakukan tanya jawab tentang apa yang diamati murid: kapan ikamah dikumandangkan, di mana, dan siapa yang mengumandangkan
  • Guru menjelaskan pengertian ikamah sebagai seruan tanda bahwa salat akan segera dilaksanakan
  • Guru menjelaskan perbedaan ikamah dengan azan: azan adalah panggilan untuk datang ke masjid, ikamah adalah tanda salat akan segera dimulai
  • Guru menjelaskan ketentuan ikamah: dikumandangkan setelah azan, di dalam masjid, dengan suara yang tidak terlalu keras, dan hanya sekali
  • Murid menyimak penjelasan guru dengan penuh perhatian dan mencatat poin penting di buku tulis

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru memodelkan cara melafalkan bacaan ikamah dengan tartil dan benar (Modeling The Way)
  • Guru melafalkan kalimat ikamah per bagian: Allahu Akbar (4x), Asyhadu al-la ilaha illallah (2x), Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2x), Hayya 'alas shalah (2x), Hayya 'alal falah (2x), Qad qamatis shalah (2x), Allahu Akbar (2x), La ilaha illallah (1x)
  • Murid menirukan pelafalan ikamah secara klasikal mengikuti guru
  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak)
  • Setiap kelompok berlatih melafalkan ikamah secara bersama-sama dengan bimbingan guru
  • Guru memberikan kesempatan kepada beberapa murid untuk mempraktikkan melafalkan ikamah secara individu di depan kelas
  • Guru memberikan umpan balik dan perbaikan terhadap pelafalan murid
  • Murid berlatih kembali melafalkan ikamah dengan lafal dan makharijul huruf yang benar

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid merefleksikan pembelajaran hari ini: apa yang sudah dipahami tentang ikamah?
  • Murid menuliskan di buku tulis: 'Aku belajar tentang ikamah hari ini. Ikamah adalah...'
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: bagaimana perasaan murid saat belajar melafalkan ikamah?
  • Murid menyampaikan komitmen untuk segera berbaris dan siap salat ketika mendengar ikamah di masjid atau mushala
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan untuk segera melaksanakan salat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.
  • Murid mengevaluasi kemampuan diri sendiri dalam melafalkan ikamah: sudah lancar atau masih perlu berlatih lagi

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid secara acak melafalkan ikamah
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: ikamah adalah seruan tanda salat akan segera dilaksanakan, dikumandangkan setelah azan, dan kita harus segera bersiap untuk salat
  • Guru memberikan penguatan sikap: 'Ketika mendengar ikamah, aku akan segera bersiap dan berbaris untuk salat berjamaah'
  • Guru memberikan tugas: berlatih melafalkan ikamah di rumah bersama orang tua
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lancar, diberikan materi tambahan tentang adab mendengarkan ikamah dan tata cara menjawab ikamah. Untuk murid yang belum lancar, fokus pada penguasaan lafal dasar ikamah dengan pengulangan lebih banyak
  • Proses: Murid yang cepat belajar dapat menjadi tutor sebaya membantu teman yang masih kesulitan melafalkan. Murid yang lambat mendapat bimbingan individual lebih intensif dari guru dan diberi kesempatan berlatih lebih banyak dalam kelompok kecil
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat merekam video praktik ikamah di rumah. Murid yang masih belajar cukup melafalkan sebagian kalimat ikamah dengan benar atau menuliskan lafal ikamah dalam huruf latin di buku tulis

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid mendengar atau melihat orang mengumandangkan ikamah
  • Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang ikamah?'

Proses:

  • Observasi keaktifan murid saat mengamati dan bertanya tentang ikamah
  • Penilaian saat murid menirukan pelafalan ikamah secara klasikal dan kelompok
  • Mengamati kemampuan murid melafalkan ikamah dengan lafal yang benar
  • Catatan anekdotal untuk murid yang memerlukan bimbingan khusus

Akhir:

  • Tes praktik individu: murid melafalkan bacaan ikamah secara lengkap
  • Penilaian sikap: pengamatan kesungguhan dan keikhlasan murid dalam belajar ikamah
  • Penilaian pemahaman: murid dapat menjelaskan perbedaan azan dan ikamah serta kapan ikamah dikumandangkan

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat mengamati dan menirukan pelafalan ikamah
  • Tanya jawab lisan tentang pengertian dan ketentuan ikamah
  • Penilaian praktik pelafalan ikamah dalam kelompok

Sumatif:

  • Tes praktik melafalkan ikamah secara individu di akhir pembelajaran
  • Penilaian sikap menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan untuk segera melaksanakan salat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep ikamahBelum dapat menjelaskan pengertian ikamah dan perbedaannya dengan azanDapat menjelaskan pengertian ikamah tetapi masih keliru membedakannya dengan azanDapat menjelaskan pengertian ikamah dan perbedaannya dengan azan dengan sedikit bantuanDapat menjelaskan dengan jelas dan benar pengertian ikamah, ketentuan, dan perbedaannya dengan azan secara mandiri
Praktik pelafalan ikamahBelum dapat melafalkan ikamah dengan benar, banyak kesalahan lafal dan urutanDapat melafalkan sebagian kalimat ikamah dengan benar tetapi masih banyak kesalahanDapat melafalkan ikamah secara lengkap dengan benar meskipun masih ada 1-2 kesalahan kecilDapat melafalkan ikamah secara lengkap dengan lafal, makharijul huruf, dan urutan yang benar dan tartil
Sikap menerima dengan ikhlasBelum menunjukkan kesungguhan dalam belajar ikamah dan belum memahami ikamah sebagai seruan untuk salatMulai menunjukkan kesungguhan tetapi masih perlu diingatkan tentang pentingnya ikamahMenunjukkan kesungguhan belajar dan mulai memahami bahwa ikamah adalah seruan untuk segera salatMenunjukkan kesungguhan tinggi, antusias belajar, dan berkomitmen untuk segera bersiap salat ketika mendengar ikamah sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat melafalkan ikamah dengan benar? Siapa yang masih memerlukan bimbingan tambahan?
  • Apakah metode Modeling The Way efektif untuk mengajarkan pelafalan ikamah?
  • Apakah alokasi waktu mencukupi untuk semua tahap pembelajaran?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran ikamah di pertemuan selanjutnya atau tahun depan?
  • Apakah murid menunjukkan sikap menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan untuk melaksanakan salat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang ikamah?
  • Bagian mana dari bacaan ikamah yang masih sulit untuk kamu lafalkan?
  • Apa yang akan kamu lakukan ketika mendengar ikamah di masjid atau mushala?
  • Apakah kamu senang belajar melafalkan ikamah hari ini? Mengapa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD (Kemdikbudristek, 2021)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD (Kemdikbudristek, 2021)
  3. Al-Quran dan terjemahannya
  4. Rekaman audio ikamah
  5. Kartu bergambar ilustrasi orang mengumandangkan ikamah
  6. Poster lafal ikamah dalam tulisan Arab dan latin
  7. Papan tulis dan spidol
  8. Kertas karton untuk media pembelajaran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.