MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Ikamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Ikamah: Seruan Tanda Salat Akan Segera Dilaksanakan |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Melalui pengamatan dan tanya jawab, murid dapat menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan tanda salat akan segera dilaksanakan sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.
- Melalui model Modeling The Way dan metode demonstrasi, murid dapat menjelaskan ketentuan ikamah dengan benar
- Melalui model Modeling The Way dan metode demonstrasi, murid dapat melafalkan bacaan ikamah dengan baik dan benar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang dilakukan sebelum melaksanakan salat berjamaah?
- Apakah kalian pernah mendengar ikamah di masjid? Bagaimana bunyinya?
- Apa perbedaan azan dengan ikamah?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
- Asesmen Awal: Guru menanyakan pengalaman murid tentang salat berjamaah dan apakah mereka pernah mendengar ikamah
- Guru melakukan apersepsi dengan menghubungkan materi azan yang sudah dipelajari sebelumnya dengan materi ikamah
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini tentang ikamah
- Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Apa yang dilakukan sebelum melaksanakan salat berjamaah?'
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau memperdengarkan rekaman suara ikamah kepada murid
- Murid mengamati gambar ilustrasi seseorang mengumandangkan ikamah di masjid
- Guru melakukan tanya jawab tentang apa yang diamati murid: kapan ikamah dikumandangkan, di mana, dan siapa yang mengumandangkan
- Guru menjelaskan pengertian ikamah sebagai seruan tanda bahwa salat akan segera dilaksanakan
- Guru menjelaskan perbedaan ikamah dengan azan: azan adalah panggilan untuk datang ke masjid, ikamah adalah tanda salat akan segera dimulai
- Guru menjelaskan ketentuan ikamah: dikumandangkan setelah azan, di dalam masjid, dengan suara yang tidak terlalu keras, dan hanya sekali
- Murid menyimak penjelasan guru dengan penuh perhatian dan mencatat poin penting di buku tulis
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memodelkan cara melafalkan bacaan ikamah dengan tartil dan benar (Modeling The Way)
- Guru melafalkan kalimat ikamah per bagian: Allahu Akbar (4x), Asyhadu al-la ilaha illallah (2x), Asyhadu anna Muhammadar Rasulullah (2x), Hayya 'alas shalah (2x), Hayya 'alal falah (2x), Qad qamatis shalah (2x), Allahu Akbar (2x), La ilaha illallah (1x)
- Murid menirukan pelafalan ikamah secara klasikal mengikuti guru
- Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak)
- Setiap kelompok berlatih melafalkan ikamah secara bersama-sama dengan bimbingan guru
- Guru memberikan kesempatan kepada beberapa murid untuk mempraktikkan melafalkan ikamah secara individu di depan kelas
- Guru memberikan umpan balik dan perbaikan terhadap pelafalan murid
- Murid berlatih kembali melafalkan ikamah dengan lafal dan makharijul huruf yang benar
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meminta murid merefleksikan pembelajaran hari ini: apa yang sudah dipahami tentang ikamah?
- Murid menuliskan di buku tulis: 'Aku belajar tentang ikamah hari ini. Ikamah adalah...'
- Guru memfasilitasi diskusi singkat: bagaimana perasaan murid saat belajar melafalkan ikamah?
- Murid menyampaikan komitmen untuk segera berbaris dan siap salat ketika mendengar ikamah di masjid atau mushala
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan untuk segera melaksanakan salat sebagai bentuk ketaatan kepada Allah Swt.
- Murid mengevaluasi kemampuan diri sendiri dalam melafalkan ikamah: sudah lancar atau masih perlu berlatih lagi
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid secara acak melafalkan ikamah
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: ikamah adalah seruan tanda salat akan segera dilaksanakan, dikumandangkan setelah azan, dan kita harus segera bersiap untuk salat
- Guru memberikan penguatan sikap: 'Ketika mendengar ikamah, aku akan segera bersiap dan berbaris untuk salat berjamaah'
- Guru memberikan tugas: berlatih melafalkan ikamah di rumah bersama orang tua
- Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang sudah lancar, diberikan materi tambahan tentang adab mendengarkan ikamah dan tata cara menjawab ikamah. Untuk murid yang belum lancar, fokus pada penguasaan lafal dasar ikamah dengan pengulangan lebih banyak
- Proses: Murid yang cepat belajar dapat menjadi tutor sebaya membantu teman yang masih kesulitan melafalkan. Murid yang lambat mendapat bimbingan individual lebih intensif dari guru dan diberi kesempatan berlatih lebih banyak dalam kelompok kecil
- Produk: Murid yang sudah mahir dapat merekam video praktik ikamah di rumah. Murid yang masih belajar cukup melafalkan sebagian kalimat ikamah dengan benar atau menuliskan lafal ikamah dalam huruf latin di buku tulis
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid mendengar atau melihat orang mengumandangkan ikamah
- Pertanyaan diagnostik: 'Apa yang kalian ketahui tentang ikamah?'
Proses:- Observasi keaktifan murid saat mengamati dan bertanya tentang ikamah
- Penilaian saat murid menirukan pelafalan ikamah secara klasikal dan kelompok
- Mengamati kemampuan murid melafalkan ikamah dengan lafal yang benar
- Catatan anekdotal untuk murid yang memerlukan bimbingan khusus
Akhir:- Tes praktik individu: murid melafalkan bacaan ikamah secara lengkap
- Penilaian sikap: pengamatan kesungguhan dan keikhlasan murid dalam belajar ikamah
- Penilaian pemahaman: murid dapat menjelaskan perbedaan azan dan ikamah serta kapan ikamah dikumandangkan
Formatif:- Observasi aktivitas murid saat mengamati dan menirukan pelafalan ikamah
- Tanya jawab lisan tentang pengertian dan ketentuan ikamah
- Penilaian praktik pelafalan ikamah dalam kelompok
Sumatif:- Tes praktik melafalkan ikamah secara individu di akhir pembelajaran
- Penilaian sikap menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan untuk segera melaksanakan salat
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman konsep ikamah | Belum dapat menjelaskan pengertian ikamah dan perbedaannya dengan azan | Dapat menjelaskan pengertian ikamah tetapi masih keliru membedakannya dengan azan | Dapat menjelaskan pengertian ikamah dan perbedaannya dengan azan dengan sedikit bantuan | Dapat menjelaskan dengan jelas dan benar pengertian ikamah, ketentuan, dan perbedaannya dengan azan secara mandiri | | Praktik pelafalan ikamah | Belum dapat melafalkan ikamah dengan benar, banyak kesalahan lafal dan urutan | Dapat melafalkan sebagian kalimat ikamah dengan benar tetapi masih banyak kesalahan | Dapat melafalkan ikamah secara lengkap dengan benar meskipun masih ada 1-2 kesalahan kecil | Dapat melafalkan ikamah secara lengkap dengan lafal, makharijul huruf, dan urutan yang benar dan tartil | | Sikap menerima dengan ikhlas | Belum menunjukkan kesungguhan dalam belajar ikamah dan belum memahami ikamah sebagai seruan untuk salat | Mulai menunjukkan kesungguhan tetapi masih perlu diingatkan tentang pentingnya ikamah | Menunjukkan kesungguhan belajar dan mulai memahami bahwa ikamah adalah seruan untuk segera salat | Menunjukkan kesungguhan tinggi, antusias belajar, dan berkomitmen untuk segera bersiap salat ketika mendengar ikamah sebagai wujud ketaatan kepada Allah Swt. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat melafalkan ikamah dengan benar? Siapa yang masih memerlukan bimbingan tambahan?
- Apakah metode Modeling The Way efektif untuk mengajarkan pelafalan ikamah?
- Apakah alokasi waktu mencukupi untuk semua tahap pembelajaran?
- Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran ikamah di pertemuan selanjutnya atau tahun depan?
- Apakah murid menunjukkan sikap menerima dengan ikhlas bahwa ikamah adalah seruan untuk melaksanakan salat?
Refleksi Murid:- Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang ikamah?
- Bagian mana dari bacaan ikamah yang masih sulit untuk kamu lafalkan?
- Apa yang akan kamu lakukan ketika mendengar ikamah di masjid atau mushala?
- Apakah kamu senang belajar melafalkan ikamah hari ini? Mengapa?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD (Kemdikbudristek, 2021)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD (Kemdikbudristek, 2021)
- Al-Quran dan terjemahannya
- Rekaman audio ikamah
- Kartu bergambar ilustrasi orang mengumandangkan ikamah
- Poster lafal ikamah dalam tulisan Arab dan latin
- Papan tulis dan spidol
- Kertas karton untuk media pembelajaran
|