Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Melafalkan dan Mempraktikkan Azan dengan Baik dan Benar

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Melafalkan dan Mempraktikkan Azan dengan Baik dan Benar". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Melafalkan dan Mempraktikkan Azan dengan Baik dan Benar

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Melafalkan dan Mempraktikkan Azan dengan Baik dan Benar

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMelafalkan dan Mempraktikkan Azan dengan Baik dan Benar
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui latihan individu dan kelompok, murid dapat melafalkan bacaan azan dengan tartil dan benar sesuai ketentuan
  2. Melalui praktik demonstrasi, murid dapat mempraktikkan azan dengan sikap dan suara yang baik dan benar sebagai wujud akhlak memuliakan panggilan Allah Swt

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian sudah pernah mendengar suara azan? Dari mana suara azan berasal?
  2. Apa yang kalian lakukan setelah mendengar suara azan?
  3. Siapa yang melafalkan azan di masjid? Apa namanya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama dengan khusyuk
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid untuk belajar
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar melafalkan dan mempraktikkan azan dengan baik dan benar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pertanyaan pemantik: Apakah kalian sudah pernah mendengar suara azan? Apa yang kalian lakukan setelah mendengar azan?
  • Guru memutarkan atau melafalkan contoh suara azan untuk membangun suasana belajar yang bermakna

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan pengertian azan sebagai panggilan untuk melaksanakan salat berjamaah ketika sudah masuk waktunya
  • Guru menjelaskan bahwa orang yang melafalkan azan disebut muazin dan azan adalah bentuk memuliakan panggilan Allah Swt
  • Guru membacakan lafal azan dengan tartil dan benar, murid menyimak dengan saksama
  • Guru membagi lafal azan menjadi beberapa bagian (kalimat per kalimat) dan menjelaskan arti singkat dari setiap kalimat
  • Murid menirukan pelafalan setiap kalimat azan secara bersama-sama dengan bimbingan guru
  • Guru memberikan contoh sikap dan suara yang baik saat melafalkan azan: suara lantang, penuh penghayatan, dan menghadap kiblat

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok berlatih melafalkan bacaan azan secara berulang dengan bimbingan guru yang berkeliling
  • Dalam kelompok, setiap anggota mendapat kesempatan berlatih melafalkan azan dengan disimak teman-temannya
  • Guru memberikan umpan balik dan koreksi pelafalan kepada setiap kelompok
  • Setiap kelompok menunjuk satu perwakilan untuk mempraktikkan azan di depan kelas
  • Murid berlatih secara individu melafalkan azan dengan tartil dan mempraktikkan sikap yang benar
  • Beberapa murid secara sukarela maju ke depan untuk mempraktikkan azan secara individu

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan berdiskusi tentang pengalaman belajar hari ini
  • Murid menceritakan perasaannya setelah belajar dan mempraktikkan azan
  • Guru bertanya: Apa yang paling sulit saat melafalkan azan? Bagaimana cara kalian mengatasinya?
  • Murid diajak merefleksi: Mengapa kita harus segera ke masjid ketika mendengar azan? Apa hubungannya dengan akhlak kita kepada Allah Swt?
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya memuliakan panggilan Allah dengan segera melaksanakan salat ketika mendengar azan
  • Murid menuliskan atau menyampaikan komitmen untuk berlatih melafalkan azan di rumah

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: azan adalah panggilan untuk salat dan kita harus melafalkannya dengan tartil dan sikap yang benar
  • Guru memberikan penghargaan lisan kepada kelompok dan individu yang menunjukkan usaha terbaik dalam melafalkan azan
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid melafalkan bagian dari azan secara acak
  • Guru memberikan tugas untuk berlatih melafalkan azan di rumah bersama keluarga
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, guru menyediakan audio rekaman azan yang dapat didengarkan berulang kali. Untuk murid yang sudah lancar, guru memberikan tantangan untuk melafalkan azan dengan variasi lagu yang berbeda
  • Proses: Murid yang cepat menguasai dapat menjadi tutor sebaya dalam kelompok, membimbing teman yang masih kesulitan. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberikan bimbingan intensif oleh guru secara personal
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat merekam suara azannya sebagai contoh untuk teman-teman. Murid yang masih berlatih cukup melafalkan sebagian lafal azan dengan benar

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid mendengar azan dan respons mereka ketika mendengar azan
  • Guru meminta beberapa murid menyebutkan apa yang mereka ketahui tentang azan

Proses:

  • Observasi ketepatan pelafalan setiap kalimat azan saat latihan bersama
  • Penilaian kemampuan berkolaborasi dalam kelompok
  • Penilaian diri oleh murid: seberapa percaya diri mereka dalam melafalkan azan
  • Umpan balik guru terhadap pelafalan dan sikap setiap murid

Akhir:

  • Praktik melafalkan azan secara individu di depan kelas atau dalam kelompok kecil
  • Penilaian kemampuan melafalkan azan dengan tartil dan benar sesuai ketentuan
  • Penilaian sikap dan suara yang baik saat mempraktikkan azan
  • Refleksi tertulis atau lisan: apa yang sudah dipelajari dan bagaimana akan mengaplikasikannya

Formatif:

  • Observasi selama latihan kelompok: ketepatan pelafalan, sikap saat berlatih, dan partisipasi dalam kelompok
  • Penilaian sejawat dalam kelompok: teman satu kelompok memberikan masukan terhadap pelafalan azan temannya
  • Umpan balik langsung dari guru saat murid berlatih

Sumatif:

  • Praktik individu melafalkan azan di depan kelas dengan penilaian menggunakan rubrik
  • Penilaian sikap dan suara saat mempraktikkan azan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Pelafalan AzanMurid belum dapat melafalkan lafal azan dengan benar, banyak kesalahan dalam makharijul huruf dan bacaanMurid dapat melafalkan sebagian lafal azan dengan benar, masih ada beberapa kesalahan pelafalanMurid dapat melafalkan seluruh lafal azan dengan benar dan tartil, hanya sesekali masih memerlukan bimbinganMurid dapat melafalkan seluruh lafal azan dengan tartil, benar, lancar, dan penuh penghayatan tanpa bimbingan
Sikap dan Suara saat Praktik AzanMurid belum menunjukkan sikap yang tepat (postur tubuh, arah kiblat) dan suara kurang jelasMurid menunjukkan sikap yang cukup baik namun suara masih kurang lantang atau sebaliknyaMurid menunjukkan sikap yang baik dan suara lantang, sesekali masih memerlukan pengingatMurid menunjukkan sikap yang sangat baik (khusyuk, menghadap kiblat, postur tegak) dan suara lantang penuh penghayatan
Partisipasi dan Kolaborasi dalam KelompokMurid pasif dalam kegiatan kelompok, tidak terlibat dalam latihan bersamaMurid mulai terlibat dalam kegiatan kelompok namun masih perlu doronganMurid aktif berlatih dalam kelompok dan membantu teman yang kesulitanMurid sangat aktif, inisiatif tinggi dalam berlatih, dan membantu teman dengan penuh semangat
Pemahaman Makna dan Akhlak Memuliakan AzanMurid belum memahami bahwa azan adalah panggilan Allah untuk salatMurid mulai memahami azan sebagai panggilan salat namun belum mengaitkan dengan akhlakMurid memahami azan sebagai panggilan Allah dan menunjukkan sikap menghargai azanMurid memahami dengan baik bahwa azan adalah panggilan Allah, menunjukkan komitmen untuk segera melaksanakan salat, dan memuliakan azan sebagai wujud akhlak kepada Allah

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat melafalkan azan dengan benar sesuai target pembelajaran?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk membantu murid menguasai lafal azan?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana cara meningkatkan suasana pembelajaran agar lebih bermakna dan menggembirakan di pertemuan berikutnya?
  • Apakah asesmen yang dilakukan sudah memberikan gambaran utuh tentang pencapaian kompetensi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari belajar azan hari ini?
  • Bagian mana dari lafal azan yang paling sulit bagimu? Bagaimana cara kamu mengatasinya?
  • Apa yang kamu rasakan ketika mempraktikkan azan di depan teman-teman?
  • Mengapa kita harus segera ke masjid ketika mendengar azan?
  • Apa yang akan kamu lakukan di rumah untuk terus berlatih melafalkan azan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
  3. Audio rekaman azan dari muazin yang fasih
  4. Video tutorial pelafalan azan untuk anak-anak
  5. Kartu lafal azan dengan tulisan Arab dan latin
  6. Poster lafal azan yang ditempel di dinding kelas
  7. Speaker atau perangkat audio untuk memutar contoh azan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.