Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Jujur sebagai Perilaku Terpuji Cerminan Iman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Jujur sebagai Perilaku Terpuji Cerminan Iman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Jujur sebagai Perilaku Terpuji Cerminan Iman

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Jujur sebagai Perilaku Terpuji Cerminan Iman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikJujur sebagai Perilaku Terpuji Cerminan Iman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa sikap jujur merupakan cerminan dari iman kepada Allah Swt.
  2. Murid dapat menyebutkan arti jujur, memberikan contoh perilaku jujur, dan menyebutkan akibat dari sikap tidak jujur dengan benar.
  3. Murid dapat membuat kreasi cerita pendek sederhana mengenai sikap jujur dan menunjukkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan baik.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa di antara kalian yang pernah mengembalikan uang kembalian kepada ibu atau bapak? Mengapa kalian melakukannya?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika melihat teman yang menyontek saat ulangan?
  3. Apa yang akan terjadi jika kita sering berbohong kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama dengan khusyuk.
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid dengan penuh perhatian.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: belajar tentang sikap jujur sebagai cerminan iman kepada Allah Swt.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang pernah mengembalikan uang kembalian? Mengapa?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Asesmen awal: Guru menanyakan kepada murid apa yang mereka ketahui tentang arti jujur dan meminta 2-3 murid menyebutkan contoh sikap jujur yang pernah mereka lihat atau lakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau menceritakan kisah sederhana tentang anak yang mengembalikan uang kembalian kepada ibunya (sesuai konteks buku siswa).
  • Murid mengamati gambar dan mendengarkan cerita dengan seksama, kemudian diminta berbagi perasaan mereka tentang tindakan anak tersebut.
  • Guru menjelaskan pengertian jujur: lurus hati, tidak curang, dan tidak berbohong, dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami murid kelas 2.
  • Guru bersama murid mendiskusikan beberapa contoh sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari: mengembalikan uang kembalian, mengerjakan soal tanpa menyontek, berbicara yang sebenarnya.
  • Guru menjelaskan bahwa jujur adalah akhlak terpuji dan cerminan iman kepada Allah Swt., serta menyampaikan bahwa anak yang jujur disayangi Allah dan akan masuk surga.
  • Guru menjelaskan akibat dari sikap tidak jujur (berbohong): mendapat dosa, tidak dipercaya orang lain, dan kelak masuk neraka.
  • Murid diminta menyebutkan kembali arti jujur dan menyebutkan minimal 2 contoh sikap jujur untuk memastikan pemahaman mereka.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3-4 orang) untuk membuat cerita pendek sederhana tentang sikap jujur.
  • Setiap kelompok menulis cerita 3-4 kalimat dengan bahasa sendiri di kertas atau buku tugas mereka.
  • Guru berkeliling membimbing setiap kelompok, memberikan arahan dan motivasi agar semua murid terlibat aktif.
  • Setelah selesai, perwakilan setiap kelompok maju ke depan kelas untuk membacakan cerita yang telah mereka buat.
  • Murid lain diminta mendengarkan dengan baik dan memberikan tepuk tangan sebagai apresiasi.
  • Guru memberikan pujian dan penguatan positif atas kreativitas dan usaha setiap kelompok.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diminta mengisi rubrik 'Aktivitasku' secara mandiri: menulis pengalaman pribadi mereka ketika bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memfasilitasi diskusi refleksi dengan pertanyaan: 'Bagaimana perasaan kalian ketika bersikap jujur?' dan 'Apa yang akan kalian lakukan agar selalu jujur mulai hari ini?'
  • Murid berbagi pengalaman dan komitmen mereka secara sukarela di depan kelas (2-3 murid).
  • Guru mengarahkan murid untuk mengisi rubrik 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' dengan memberi tanda centang sesuai kemampuan mereka dalam memahami materi hari ini.
  • Murid diajak membaca bersama kalimat komitmen di rubrik 'Sikapku': 'Aku akan selalu bersikap jujur' dengan penuh semangat.
  • Guru mengingatkan murid untuk menjadi Pelajar Pancasila dengan menerapkan sikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat kesimpulan pembelajaran: jujur adalah akhlak terpuji yang mencerminkan iman kepada Allah Swt., dan kita harus selalu bersikap jujur dalam kehidupan sehari-hari.
  • Asesmen akhir: Guru meminta 3-4 murid secara acak menyebutkan kembali arti jujur, contoh sikap jujur, dan akibat dari sikap tidak jujur untuk mengukur pemahaman mereka.
  • Guru memberikan penguatan dan motivasi agar murid terus menerapkan sikap jujur di rumah, di sekolah, dan di mana pun mereka berada.
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum lancar menulis dapat menceritakan pengalaman jujur mereka secara lisan kepada guru atau teman, sementara murid yang sudah lancar dapat menulis cerita lebih panjang (5-6 kalimat).
  • Proses: Murid yang cepat menangkap materi dapat menjadi tutor sebaya untuk membantu teman yang masih kesulitan memahami arti jujur atau membuat cerita. Murid yang membutuhkan bimbingan lebih mendapat perhatian khusus dari guru saat kegiatan kelompok.
  • Produk: Murid yang sudah memenuhi target dapat membuat ilustrasi gambar sederhana untuk melengkapi cerita mereka, sementara murid yang belum tuntas fokus menyelesaikan cerita 3-4 kalimat terlebih dahulu.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pemahaman awal murid mengenai arti jujur dan contoh sikap jujur yang pernah mereka lihat atau lakukan.

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam diskusi kelompok dan proses pembuatan cerita pendek sederhana.
  • Penilaian presentasi cerita kelompok di depan kelas: kejelasan isi, kreativitas, dan kemampuan berkomunikasi.
  • Pemeriksaan pengisian rubrik 'Aktivitasku' untuk melihat kemampuan murid merefleksikan pengalaman pribadi tentang sikap jujur.

Akhir:

  • Tes lisan individu: murid diminta menyebutkan arti jujur, memberikan minimal 2 contoh sikap jujur, dan menyebutkan 1 akibat dari sikap tidak jujur.
  • Penilaian rubrik terhadap hasil cerita pendek sederhana yang dibuat kelompok dengan kriteria kesesuaian tema, kreativitas, dan kerja sama.

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat diskusi dan membuat cerita kelompok: keterlibatan, pemahaman konsep, dan kemampuan memberikan contoh sikap jujur.
  • Penilaian proses saat murid menyampaikan cerita di depan kelas: kejelasan penyampaian dan kepercayaan diri.
  • Pemeriksaan hasil pengisian rubrik 'Aktivitasku' dan 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' untuk melihat refleksi dan pemahaman murid.

Sumatif:

  • Penilaian hasil cerita pendek sederhana yang dibuat kelompok menggunakan rubrik: kesesuaian isi dengan tema jujur, kreativitas, dan kerja sama kelompok.
  • Tes lisan di akhir pembelajaran: murid diminta menyebutkan arti jujur, memberikan 2 contoh sikap jujur, dan menyebutkan 1 akibat dari sikap tidak jujur.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep JujurBelum dapat menyebutkan arti jujur dan belum bisa memberikan contoh sikap jujur.Dapat menyebutkan arti jujur dengan bantuan guru, tetapi kesulitan memberikan contoh sikap jujur.Dapat menyebutkan arti jujur dengan benar dan memberikan 1-2 contoh sikap jujur.Dapat menyebutkan arti jujur dengan benar, memberikan lebih dari 2 contoh sikap jujur, dan menjelaskan akibat dari sikap tidak jujur.
Kreativitas Membuat CeritaBelum dapat membuat cerita sederhana tentang sikap jujur meski dengan bantuan.Dapat membuat cerita 1-2 kalimat tentang sikap jujur dengan banyak bantuan guru.Dapat membuat cerita 3-4 kalimat tentang sikap jujur dengan sedikit bantuan.Dapat membuat cerita lebih dari 4 kalimat tentang sikap jujur dengan bahasa sendiri secara mandiri dan kreatif.
Keyakinan bahwa Jujur Cerminan ImanBelum menunjukkan pemahaman bahwa jujur adalah cerminan iman kepada Allah Swt.Mulai memahami bahwa jujur adalah perilaku baik, tetapi belum mengaitkan dengan iman kepada Allah Swt.Dapat menyebutkan bahwa jujur adalah cerminan iman kepada Allah Swt. dengan bimbingan guru.Dapat menyebutkan dan meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa jujur adalah cerminan iman kepada Allah Swt. dan berkomitmen menerapkannya.
Penerapan Sikap JujurBelum menunjukkan sikap jujur dalam refleksi atau aktivitas pembelajaran.Sesekali menunjukkan sikap jujur tetapi masih memerlukan pengingat dari guru.Menunjukkan sikap jujur dalam aktivitas pembelajaran dan dapat menceritakan pengalaman jujur di rumah atau sekolah.Secara konsisten menunjukkan sikap jujur dalam aktivitas pembelajaran dan berkomitmen menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari di berbagai situasi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid telah memahami arti jujur dan dapat memberikan contoh sikap jujur dengan benar?
  • Apakah kegiatan membuat cerita kelompok efektif dalam membantu murid mengaplikasikan pemahaman tentang sikap jujur?
  • Murid mana yang memerlukan bimbingan lebih lanjut untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kemampuan berbeda?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih efektif dan bermakna bagi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang sikap jujur?
  • Bagaimana perasaan kalian ketika membuat cerita tentang sikap jujur bersama teman-teman?
  • Apakah kalian sudah memahami mengapa jujur itu penting dan menjadi cerminan iman kepada Allah Swt.?
  • Apa yang akan kalian lakukan mulai hari ini agar selalu bersikap jujur di rumah dan di sekolah?
  • Apakah ada yang masih belum kalian pahami tentang pelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD (Bab 3: Ayo Berperilaku Terpuji - Sub Bab Jujur)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD
  3. Gambar ilustrasi anak yang mengembalikan uang kembalian dan anak yang tidak menyontek
  4. Kertas atau buku tugas untuk membuat cerita pendek
  5. Papan tulis dan spidol untuk menulis poin-poin penting
  6. Rubrik 'Aktivitasku', 'Bismillah, Aku Pasti Bisa', dan 'Sikapku' dari buku siswa

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.