Modul AjarPertemuan 2Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Empati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikEmpati dan Tutur Kata yang Lembut sebagai Perilaku Terpuji
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat meyakini bahwa sikap empati dan bertutur kata yang lembut adalah cerminan dari iman kepada Allah Swt.
  2. Murid dapat menyebutkan arti empati dan bertutur kata yang lembut serta memberikan contoh-contohnya dengan benar
  3. Murid dapat membuat kreasi cerita pendek sederhana yang menggambarkan sikap empati dan tutur kata yang lembut dengan percaya diri

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat teman yang sedang sedih atau kesusahan? Apa yang kalian rasakan?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika ada yang berbicara dengan kasar kepada kalian?
  3. Mengapa Allah Swt. menyukai orang yang bertutur kata lembut dan peduli kepada orang lain?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah menolong teman yang sedang kesusahan?' dan 'Bagaimana rasanya ketika ada yang berbicara kasar kepada kalian?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami sikap empati dan tutur kata lembut sebagai perilaku terpuji dalam Islam
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian melihat teman yang sedih? Apa yang kalian lakukan?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid mengamati gambar situasi di buku siswa halaman 71 (Fauzan mengobati Boaz yang terluka) dengan penuh perhatian
  • Guru mengajak murid bernafas dengan tenang, lalu membayangkan bagaimana perasaan Boaz yang terluka (latihan berkesadaran emosi)
  • Guru menjelaskan arti empati: 'Empati adalah turut merasakan apa yang dirasakan orang lain dan membantu mereka'
  • Guru menjelaskan arti bertutur kata lembut: 'Bertutur kata lembut adalah berbicara dengan baik, sopan, dan santun kepada siapa saja'
  • Guru menceritakan kisah sederhana: seorang anak yang membantu temannya yang jatuh dengan kata-kata lembut 'Tidak apa-apa, ayo saya bantu'
  • Guru menghubungkan dengan keimanan: 'Allah Swt. sangat senang kepada anak yang empati dan berbicara lembut. Ini adalah tanda iman kita kepada Allah'
  • Murid menyebutkan contoh sikap empati: membantu teman yang sedih, menghibur yang menangis, berbagi makanan
  • Murid menyebutkan contoh tutur kata lembut: berkata 'tolong', 'terima kasih', 'maaf', berbicara sopan kepada orang tua dan guru

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid dalam kelompok kecil (3-4 anak per kelompok)
  • Setiap kelompok berdiskusi tentang pengalaman mereka menunjukkan empati atau bertutur kata lembut
  • Guru memberikan tugas kelompok: membuat cerita pendek sederhana (4-5 kalimat) tentang anak yang menunjukkan empati dan tutur kata lembut
  • Murid dalam kelompok berkreasi menyusun cerita dengan bimbingan guru (tema bebas: di sekolah, di rumah, atau di lingkungan)
  • Contoh panduan cerita: 'Ada anak bernama... Dia melihat temannya... Dia merasakan... Lalu dia... Temannya merasa...'
  • Setiap kelompok menuliskan ceritanya di kertas atau buku masing-masing
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan cerita mereka di depan kelas dengan percaya diri
  • Kelompok lain memberikan apresiasi dan tanggapan positif

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk duduk tenang dan merefleksikan pembelajaran hari ini
  • Guru bertanya: 'Apa yang kalian rasakan setelah belajar tentang empati dan tutur kata lembut?'
  • Murid berbagi perasaan dan pemikiran mereka secara bergantian
  • Guru bertanya: 'Sikap empati apa yang sudah pernah kalian lakukan? Ceritakan salah satunya!' (sesuai aktivitas di buku siswa hal 71)
  • Murid menuliskan rencana aksi pribadi: 'Mulai besok, saya akan menunjukkan empati dengan cara...' dan 'Saya akan bertutur kata lembut kepada...'
  • Guru menguatkan: 'Allah Swt. mencintai anak-anak yang empati dan berbicara lembut. Ini adalah akhlak mulia yang akan membawa pahala'
  • Murid mengucapkan komitmen bersama untuk menjadi anak yang empati dan bertutur kata lembut

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan ulang arti empati dan tutur kata lembut serta contohnya
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas partisipasi aktif murid
  • Guru memberikan tugas refleksi individu: menuliskan 3 sikap empati yang akan dilakukan minggu ini
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, berikan bacaan tambahan kisah Nabi Muhammad saw. yang empati dan bertutur kata lembut. Untuk murid yang membutuhkan bantuan, berikan gambar situasi konkret untuk membantu memahami konsep empati
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya membantu temannya menyusun cerita. Murid yang membutuhkan waktu lebih dapat bekerja dalam kelompok kecil dengan bimbingan intensif guru atau membuat cerita yang lebih sederhana (3 kalimat)
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat cerita lebih panjang dengan ilustrasi gambar. Murid yang membutuhkan bantuan dapat menceritakan secara lisan atau membuat cerita sangat sederhana dengan bantuan template kalimat

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid tentang pengalaman mereka menolong teman atau berbicara dengan orang lain
  • Guru mengamati respons awal murid terhadap pertanyaan: 'Bagaimana rasanya ketika ada yang berbicara kasar?'
  • Guru mencatat pemahaman awal murid tentang konsep empati dan tutur kata yang baik

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat mengamati gambar dan mendengarkan penjelasan
  • Penilaian kemampuan murid menyebutkan contoh empati dan tutur kata lembut
  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian proses pembuatan cerita pendek dalam kelompok
  • Observasi kepercayaan diri murid saat mempresentasikan cerita

Akhir:

  • Penilaian produk cerita pendek yang dibuat kelompok (kesesuaian tema, kreativitas, struktur cerita)
  • Penilaian kemampuan murid menjelaskan ulang arti empati dan tutur kata lembut beserta contohnya
  • Penilaian refleksi pribadi dan rencana aksi yang dibuat murid
  • Penilaian pemahaman murid tentang hubungan empati dan tutur kata lembut dengan keimanan kepada Allah Swt.

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat diskusi kelompok dan presentasi
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian partisipasi dalam aktivitas kelompok
  • Observasi kemampuan murid memberikan contoh empati dan tutur kata lembut

Sumatif:

  • Penilaian hasil cerita pendek yang dibuat murid (isi, kreativitas, kesesuaian tema)
  • Penilaian kemampuan murid menjelaskan arti empati dan tutur kata lembut
  • Penilaian rencana aksi pribadi yang dibuat murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep empati dan tutur kata lembutBelum dapat menjelaskan arti empati dan tutur kata lembut sama sekaliDapat menjelaskan salah satu konsep (empati atau tutur kata lembut) dengan bantuan guruDapat menjelaskan kedua konsep dengan tepat dan memberikan 1-2 contohDapat menjelaskan kedua konsep dengan jelas, memberikan berbagai contoh, dan menghubungkannya dengan keimanan
Kreativitas cerita pendekBelum dapat membuat cerita atau cerita tidak sesuai temaMembuat cerita sangat sederhana (2-3 kalimat) dengan bimbingan penuhMembuat cerita sederhana (4-5 kalimat) yang menggambarkan empati atau tutur kata lembut dengan jelasMembuat cerita lengkap dan kreatif yang menggambarkan kedua sikap dengan detail dan menarik
Kepercayaan diri dalam presentasiTidak mau mempresentasikan cerita meski dengan bantuanMempresentasikan dengan suara sangat pelan dan perlu banyak doronganMempresentasikan dengan suara jelas dan sikap cukup percaya diriMempresentasikan dengan suara lantang, sikap percaya diri, dan ekspresi yang baik
Keyakinan terhadap empati dan tutur kata lembut sebagai cerminan imanBelum menunjukkan pemahaman hubungan antara sikap tersebut dengan imanMulai memahami bahwa sikap empati dan tutur kata lembut disukai Allah Swt.Meyakini bahwa empati dan tutur kata lembut adalah cerminan iman dan membuat rencana untuk melakukannyaMenunjukkan keyakinan kuat dengan menyatakan komitmen jelas untuk mengamalkan sikap tersebut dalam kehidupan sehari-hari

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep empati dan tutur kata lembut dengan baik?
  • Kegiatan mana yang paling efektif membantu murid memahami materi?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah memenuhi kebutuhan semua murid?
  • Bagaimana cara meningkatkan kepercayaan diri murid yang masih malu dalam presentasi?
  • Apakah prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah diterapkan dengan optimal?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Sikap empati apa yang sudah pernah kamu lakukan?
  • Bagaimana perasaanmu ketika membuat cerita tentang empati dan tutur kata lembut?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menjadi anak yang empati dan bertutur kata lembut?
  • Apa kesulitan yang kamu hadapi dalam pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 (halaman 69-72)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 (halaman 86-92)
  3. Gambar ilustrasi situasi empati dan tutur kata lembut
  4. Kertas HVS atau buku tulis untuk menulis cerita
  5. Alat tulis (pensil, pensil warna, spidol)
  6. Kartu bergambar situasi sosial untuk stimulus diskusi
  7. Al-Quran dan Hadis tentang berbicara yang baik (untuk referensi guru)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.