Modul AjarPertemuan 1Bab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menyayangi Sesama Manusia sebagai Cerminan Iman

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menyayangi Sesama Manusia sebagai Cerminan Iman". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menyayangi Sesama Manusia sebagai Cerminan Iman

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 3 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menyayangi Sesama Manusia sebagai Cerminan Iman

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenyayangi Sesama Manusia sebagai Cerminan Iman
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat meyakini dengan sungguh-sungguh bahwa sikap menyayangi sesama manusia merupakan cerminan dari iman kepada Allah Swt.
  2. Murid dapat menyebutkan arti sikap menyayangi sesama manusia dan memberikan contoh perilakunya dalam kehidupan sehari-hari dengan benar.
  3. Murid dapat menunjukkan sikap menyayangi sesama manusia melalui perilaku nyata di lingkungan keluarga dan sekolah.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa saja yang pernah kalian sayangi hari ini?
  2. Bagaimana perasaan kalian ketika disayangi oleh orang tua atau teman?
  3. Mengapa Allah Swt. menyuruh kita untuk saling menyayangi?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru memastikan murid siap belajar dengan berdoa bersama dipimpin ketua kelas.
  • Guru menyapa murid dengan salam dan mengajak bernyanyi lagu 'Akhlak Terpuji' (nada Anak Kambing Saya) untuk membangkitkan semangat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: kita akan belajar tentang menyayangi sesama manusia sebagai cerminan iman.
  • Guru melakukan asesmen awal: menanyakan kepada murid, 'Siapa yang tadi pagi sudah menyayangi orang tua? Bagaimana caranya?' untuk mengukur pemahaman awal.
  • Guru menampilkan gambar keluarga Pak Ahmad yang saling menyayangi (Gambar 3.1-3.4 dari buku siswa) dan mengajukan pertanyaan pemantik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan bahwa Islam adalah agama rahmatan lil'alamin (kasih sayang untuk seluruh alam) dan Allah Swt. menyuruh kita menyayangi sesama manusia.
  • Murid mengamati gambar Meutia menyayangi ayahnya dan Arai menyayangi ibunya (Gambar 3.6 dan 3.7) sambil mendengarkan penjelasan guru.
  • Guru membimbing murid memahami arti menyayangi sesama: berbuat baik, peduli, membantu, dan menghormati orang lain.
  • Murid berkelompok (3 orang) untuk berdiskusi: menyebutkan contoh sikap menyayangi di rumah (membantu ayah membawa tas, mengambilkan minum untuk ibu yang lelah) dan di sekolah (mengucap salam, cium tangan guru, menjenguk teman sakit).
  • Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi secara bergantian, guru memberikan penguatan dan klarifikasi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid melakukan aktivitas kelompok: membuat kreasi cerita pendek sederhana (3-5 kalimat) tentang pengalaman menyayangi sesama.
  • Setiap kelompok memilih satu contoh nyata: menyayangi orang tua, teman, atau orang lain (misalnya memberi sedekah kepada fakir miskin).
  • Murid menuliskan atau menggambar cerita mereka di kertas HVS, guru berkeliling membimbing dan memberi umpan balik.
  • Setiap kelompok mempresentasikan cerita mereka di depan kelas dengan percaya diri.
  • Murid lain memberikan apresiasi dengan tepuk tangan dan komentar positif.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid merefleksi: 'Apa yang kalian rasakan setelah belajar tentang menyayangi sesama? Apakah kalian sudah melakukannya dengan baik?'
  • Murid mengisi lembar refleksi 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' dengan memberi tanda centang (√) pada kolom 'ya' atau 'tidak' untuk pernyataan: menyayangi orang tua, kakak/adik, guru, dan teman.
  • Guru mengajak murid menentukan satu tindakan nyata yang akan dilakukan setelah pulang: misalnya membantu ibu di rumah atau berbagi bekal dengan teman.
  • Murid menyampaikan komitmen mereka secara sukarela, guru memberikan motivasi dan penguatan bahwa menyayangi sesama adalah cerminan iman kepada Allah Swt.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: menyayangi sesama manusia adalah perilaku terpuji yang diperintahkan Allah Swt. dan merupakan cerminan iman kita.
  • Guru melakukan asesmen akhir: meminta 3-5 murid menyebutkan kembali arti dan contoh sikap menyayangi sesama.
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat tangkap diberi tantangan menyebutkan contoh menyayangi orang lain di luar keluarga dan sekolah (tetangga, lingkungan). Murid yang lambat difokuskan pada contoh konkret di rumah dan sekolah dengan bantuan gambar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan ekstra didampingi guru saat diskusi kelompok dan pembuatan cerita. Murid yang mandiri diberi kebebasan berkreasi dengan menambahkan gambar atau dekorasi pada cerita mereka.
  • Produk: Murid dapat memilih menyampaikan cerita dengan bercerita lisan, menuliskan kalimat sederhana, atau menggambar disertai penjelasan singkat sesuai kemampuan mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Siapa yang tadi pagi sudah menyayangi orang tua? Bagaimana caranya?' untuk mengukur pengalaman dan pemahaman awal murid.

Proses:

  • Observasi aktif saat diskusi kelompok: kemampuan menyebutkan contoh sikap menyayangi sesama
  • Penilaian proses pembuatan kreasi cerita: kesesuaian tema, kerja sama kelompok, dan kreativitas
  • Tanya jawab interaktif selama tahap Memahami untuk memastikan murid memahami konsep

Akhir:

  • Tes lisan: meminta 3-5 murid menyebutkan arti sikap menyayangi sesama dan memberikan 2-3 contoh konkret
  • Penilaian produk: kreasi cerita pendek sederhana dengan rubrik (kesesuaian tema, kelengkapan contoh, kreativitas penyampaian)
  • Penilaian diri melalui lembar refleksi 'Bismillah, Aku Pasti Bisa'

Formatif:

  • Observasi sikap murid saat diskusi kelompok dan presentasi
  • Tanya jawab lisan untuk mengecek pemahaman tentang arti dan contoh menyayangi sesama
  • Penilaian proses saat murid membuat kreasi cerita pendek

Sumatif:

  • Penilaian hasil kreasi cerita pendek sederhana tentang menyayangi sesama
  • Tes lisan: menyebutkan arti dan 2-3 contoh sikap menyayangi sesama
  • Lembar refleksi 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' sebagai penilaian diri

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep menyayangi sesamaBelum dapat menyebutkan arti menyayangi sesama meskipun dengan bantuan guruDapat menyebutkan arti menyayangi sesama dengan bantuan guru atau temanDapat menyebutkan arti menyayangi sesama dengan benar tanpa bantuanDapat menyebutkan arti menyayangi sesama dengan benar dan menjelaskan hubungannya dengan iman kepada Allah Swt.
Kemampuan memberikan contoh sikap menyayangi sesamaBelum dapat memberikan contoh sikap menyayangi sesamaDapat memberikan 1 contoh sikap menyayangi sesama dengan bantuanDapat memberikan 2-3 contoh sikap menyayangi sesama di rumah atau sekolah dengan benarDapat memberikan 3 atau lebih contoh sikap menyayangi sesama di berbagai konteks (rumah, sekolah, lingkungan) dengan benar
Kreasi cerita pendek tentang menyayangi sesamaCerita belum sesuai tema atau tidak lengkap meskipun dengan bimbinganCerita sesuai tema tetapi sederhana (1-2 kalimat) dan memerlukan banyak bimbinganCerita sesuai tema, lengkap (3-5 kalimat), dan menunjukkan contoh konkret sikap menyayangiCerita sesuai tema, lengkap, kreatif (ada gambar/dekorasi), dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang menyayangi sebagai cerminan iman
Sikap dan perilaku menunjukkan kasih sayangBelum menunjukkan sikap menyayangi dalam interaksi dengan teman dan guruMulai menunjukkan sikap menyayangi sesekali dengan pengingat guruMenunjukkan sikap menyayangi dalam interaksi sehari-hari di kelasKonsisten menunjukkan sikap menyayangi dan menjadi teladan bagi teman-teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep menyayangi sesama sebagai cerminan iman?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk mengaktifkan partisipasi murid?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki untuk pembelajaran pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang sudah kamu pelajari hari ini tentang menyayangi sesama?
  • Apakah kamu sudah menyayangi orang tua, guru, dan temanmu dengan baik?
  • Apa yang akan kamu lakukan setelah pulang untuk menunjukkan sikap menyayangi?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang menyayangi sesama sebagai cerminan iman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD (Bab 3: Ayo Berperilaku Terpuji, halaman 64-68)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2 SD
  3. Al-Qur'an dan terjemahannya
  4. Gambar-gambar ilustrasi sikap menyayangi sesama (Gambar 3.1-3.9 dari buku siswa)
  5. Kertas HVS, pensil warna, spidol untuk aktivitas kreasi cerita
  6. Lagu 'Akhlak Terpuji' (nada Anak Kambing Saya) karya A. Zainal Abidin
  7. Lembar refleksi 'Bismillah, Aku Pasti Bisa'

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.