MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 3 — Ayo Berperilaku Terpuji INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Ayo Berperilaku Terpuji |
|---|
| Alokasi Waktu | 10 JP (10 x 35 menit = 350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.3.1 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap jujur dalam perkataan dan perbuatan
- TP 2.3.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa pembiasaan tutur kata yang santun dan benar
- TP 2.3.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan menyucikan dan memuji-Nya melalui pembiasaan kalimah tayibah tasbih dan tahmid
- TP 2.3.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | ✓ | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang kalian lakukan jika menemukan uang teman yang terjatuh di lantai kelas?
- Mengapa kita harus mengatakan hal yang sebenarnya ketika berbuat salah?
- Bagaimana caramu berbicara ketika meminta bantuan kepada teman atau guru?
- Mengapa kita harus memilih kata-kata yang baik dan tidak kasar saat berbicara?
- Apa kalimah yang kita ucapkan saat melihat ciptaan Allah Swt. yang luar biasa indah?
- Apa kalimah yang kita lafalkan ketika selesai makan atau mendapat nikmat?
- Mengapa kita harus menjaga pakaian tetap bersih dan memasukkan baju dengan rapi?
- Bagaimana caramu berbicara santun saat meminta tolong dan berterima kasih kepada teman?
- Kapan kita mengucap Subhanallah dan Alhamdulillah dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa kita harus berkata jujur serta berpakaian rapi dan bersih setiap hari?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Sikap Jujur dalam Perkataan dan Perbuatan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap jujur dalam perkataan dan perbuatan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan sikap jujur dalam perkataan dan perbuatan sehari-hari (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan respon tindakan terhadap 2 situasi: (1) 'Jika tidak sengaja mematahkan pensil teman, apa perkataan yang kamu ucapkan?' (acuan: mengakui dengan jujur bahwa dirinya yang mematahkan dan minta maaf); (2) 'Jika menemukan uang koin di meja guru, apa perbuatan yang kamu lakukan?' (acuan: menyerahkan kepada guru/tidak mengambilnya) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati gambar situasi Gusti menemukan dompet di tengah jalan (Buku Siswa Gambar 3.13) dan menyimak penjelasan guru tentang arti jujur, yaitu lurus hati, tidak curang, dan tidak berbohong sebagai akhlak terpuji terhadap diri sendiri (8 menit).
- Guru memandu tanya jawab terarah tentang contoh sikap jujur dalam perkataan (berbicara apa adanya, mengakui kesalahan) dan perbuatan (mengembalikan barang temuan, tidak menyontek saat mengerjakan soal) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan tantangan gerak 'Langkah Jujur': guru membacakan 4 pernyataan perilaku, murid melompat ke kanan jika perilaku jujur dan melompat ke kiri jika perilaku tidak jujur. Pernyataan 1: 'Mengembalikan sisa uang jajan kepada ibu' (acuan: Jujur - lompat kanan); Pernyataan 2: 'Menyontek jawaban teman saat ulangan' (acuan: Tidak Jujur - lompat kiri); Pernyataan 3: 'Mengakui bahwa dirinya menumpahkan air di meja' (acuan: Jujur - lompat kanan); Pernyataan 4: 'Menyembunyikan penghapus teman yang tertinggal di laci' (acuan: Tidak Jujur - lompat kiri) (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar penerapan 'Tindakanku yang Jujur' berisi 3 skenario situasi konkret untuk menentukan tindakan jujur dalam perkataan atau perbuatan: Skenario 1: 'Kamu menemukan uang Rp2.000 di lapangan sekolah' (acuan tindakan: menyerahkan uang temuan kepada bapak/ibu guru); Skenario 2: 'Ibu bertanya siapa yang memecahkan gelas, padahal kamu yang menyenggolnya' (acuan tindakan: berkata jujur kepada ibu bahwa saya yang tidak sengaja memecahkannya); Skenario 3: 'Teman mengajak melihat contekan saat tugas mandiri' (acuan tindakan: menolak menyontek dan mengerjakan soal sendiri secara jujur) (18 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan perasaan saat bersikap jujur dan menyadari bahwa bersikap jujur membuat hati tenang serta disayang Allah Swt. (5 menit).
- Murid bersama-sama membaca ikrar sikap dari rubrik Buku Siswa: 'Aku akan selalu bersikap jujur dalam perkataan dan perbuatan' dengan penuh kesadaran (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid pada lembar latihan dan memberikan umpan balik langsung (3 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pentingnya berkata dan berbuat jujur, kemudian menutup pelajaran dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar ilustrasi visual untuk murid yang membutuhkan bantuan dalam memahami situasi skenario sikap jujur.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi pembacaan skenario situasi secara lisan; bagi murid yang cepat paham, diberikan kesempatan menuliskan contoh penerapan sikap jujur tambahan yang pernah dialami di rumah.
- Produk: Murid boleh menyampaikan pilihan tindakan jujurnya dengan menuliskan kalimat sederhana atau memilih kartu gambar tindakan jujur yang sesuai skenario.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan respons sikap jujur terhadap 2 situasi konkret: (1) Mematahkan pensil teman tanpa sengaja (acuan: mengakui perkataan sebenarnya dan meminta maaf); (2) Menemukan uang koin di meja guru (acuan: perbuatan menyerahkan uang kepada guru, tidak mengambilnya).
Proses:- Pengamatan langsung saat permainan 'Langkah Jujur' terhadap 4 pernyataan perilaku (acuan: pernyataan 1 dan 3 = perilaku jujur; pernyataan 2 dan 4 = perilaku tidak jujur).
- Pemeriksaan lembar penerapan 'Tindakanku yang Jujur' pada 3 skenario: Skenario 1 (acuan: menyerahkan uang temuan ke guru), Skenario 2 (acuan: mengaku terus terang memecahkan gelas ke ibu), Skenario 3 (acuan: menolak contekan dan mengerjakan sendiri).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir kegiatan: menyebutkan 1 contoh penerapan perkataan jujur (acuan: berbicara apa adanya/mengakui kesalahan) dan 1 contoh penerapan perbuatan jujur (acuan: mengembalikan barang temuan/tidak menyontek).
Formatif:- Observasi ketepatan respons pada permainan tantangan 'Langkah Jujur'
- Penilaian kinerja penentuan tindakan jujur pada lembar penerapan 'Tindakanku yang Jujur'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan sikap jujur dalam perkataan | Belum mampu menentukan perkataan yang jujur pada situasi mengakui kesalahan meski telah dibimbing guru. | Mampu menentukan perkataan yang jujur pada situasi mengakui kesalahan dengan bantuan dan bimbingan guru. | Mampu menentukan perkataan yang jujur pada situasi mengakui kesalahan secara mandiri sesuai acuan konteks. | Mampu menentukan perkataan yang jujur pada situasi mengakui kesalahan dan berbagai situasi perkataan sehari-hari lainnya secara mandiri dan konsisten. | | Menerapkan sikap jujur dalam perbuatan | Belum mampu menentukan perbuatan jujur pada skenario barang temuan dan tidak menyontek (0 dari 2 tepat). | Mampu menentukan perbuatan jujur pada skenario barang temuan atau tidak menyontek secara tepat (1 dari 2 tepat). | Mampu menentukan perbuatan jujur pada kedua skenario barang temuan dan tidak menyontek secara tepat (2 dari 2 tepat) secara mandiri. | Mampu menentukan perbuatan jujur pada seluruh skenario secara tepat mandiri serta mampu memberikan contoh perbuatan jujur lainnya dalam kehidupan sehari-hari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tantangan gerak 'Langkah Jujur' efektif membantu murid membedakan perilaku jujur dan tidak jujur secara menyenangkan?
- Bagaimana keterlibatan dan pemahaman murid yang memerlukan bimbingan saat menyelesaikan lembar penerapan skenario situasi jujur?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang bersikap jujur hari ini?
- Sikap jujur apa yang akan kamu lakukan di rumah hari ini?
Pertemuan 2 — Menerapkan Pembiasaan Tutur Kata yang Santun dan Benar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa pembiasaan tutur kata yang santun dan benar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membiasakan diri bertutur kata santun dan benar dalam perkataan sehari-hari (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan memberikan dua pilihan ungkapan untuk situasi meminta izin ke kamar kecil: (A) 'Bu guru, aku mau kencing!' atau (B) 'Permisi Bu guru, bolehkah saya izin ke kamar kecil?'. Murid diminta mengangkat tangan memilih ungkapan yang santun dan benar (acuan jawaban benar: ungkapan B karena memuat kata permisi, izin, dan bahasa yang sopan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan Gambar 3.12 pada Buku Siswa (gambar anak meminta izin dengan santun) serta menelaah makna hadis riwayat Al-Bukhari bahwa bertutur kata yang baik adalah sedekah (7 menit).
- Guru memperkenalkan 3 kata ajaib dalam tutur kata yang santun dan benar: 'Tolong' (saat meminta bantuan), 'Maaf' (saat berbuat salah atau tidak sengaja), dan 'Terima kasih' (saat menerima kebaikan atau bantuan) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara bergembira melalui permainan berpasangan 'Tebak & Ucap Kata Santun', guru membacakan 3 skenario situasi: Skenario 1: 'Pensilmu patah dan ingin meminjam pensil teman'; Skenario 2: 'Tidak sengaja menyenggol botol minum teman hingga tumpah'; Skenario 3: 'Menerima pinjaman buku dari guru'. Tiap pasangan murid mempraktikkan langsung ucapan santun yang tepat untuk ketiga skenario tersebut (acuan: Skenario 1 memakai kata 'Tolong, bolehkah saya pinjam pensilmu?'; Skenario 2 memakai kata 'Maafkan saya, saya tidak sengaja menyenggol botolmu'; Skenario 3 memakai kata 'Terima kasih banyak, Bu Guru') (10 menit).
- Murid secara berpasangan bergantian melatih pembiasaan mengucapkan kalimat santun dan benar untuk 2 situasi tambahan di kelas: (1) meminta izin lewat di depan orang yang duduk (acuan: 'Permisi, numpang lewat'); (2) diajak teman berbicara bohong lalu menolak dengan perkataan benar (acuan: 'Tidak, kita harus berkata yang sebenarnya') (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama bimbingan guru merefleksikan perasaan setelah mempraktikkan tutur kata yang santun dan benar, menyadari bahwa ucapan santun membuat orang lain merasa dihargai dan disayangi (5 menit).
- Murid mengisi lembar cek pembiasaan diri 'Bismillah, Aku Pasti Bisa' dengan 3 butir pernyataan pengamatan diri: (1) 'Aku mengucapkan tolong saat meminta bantuan', (2) 'Aku mengucapkan maaf saat salah', (3) 'Aku mengucapkan terima kasih saat dibantu' (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pentingnya membiasakan bertutur kata yang santun dan benar kepada siapa pun (6 menit).
- Guru memberikan penguatan pesan moral dan menutup sesi pertemuan kedua dengan doa kafaratul majlis dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu pengingat bergambar 3 kata santun ('Tolong', 'Maaf', 'Terima kasih') untuk murid yang membutuhkan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kalimat langsung (scaffolding pemodelan kata), sedangkan murid yang sudah mahir ditantang langsung merangkai kalimat santun secara mandiri pada situasi sehari-hari yang baru.
- Produk: Praktik pelafalan tutur kata santun dilakukan secara lisan berpasangan atau dengan menunjuk kartu ungkapan santun yang sesuai skenario.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan lisan memilih ungkapan santun dari 2 pilihan situasi izin ke kamar kecil: Pilihan A ('Bu guru, aku mau kencing!') vs Pilihan B ('Permisi Bu guru, bolehkah saya izin ke kamar kecil?'). Acuan jawaban benar: Pilihan B karena menggunakan kata 'permisi' dan bahasa yang santun.
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berpasangan merespons 3 skenario situasi tutur kata santun: (1) Situasi meminjam pensil (acuan: mengucapkan kata 'tolong' dan meminta izin dengan sopan); (2) Situasi botol tersenggol (acuan: mengucapkan kata 'maaf' secara tulus); (3) Situasi menerima bantuan buku (acuan: mengucapkan 'terima kasih'). Kriteria ketercapaian: murid mengucapkan kalimat santun sesuai konteks tanpa berkata kasar/berteriak.
Akhir Pertemuan:- Cek pembiasaan lisan singkat di akhir sesi: guru menyebutkan 1 situasi 'Teman memberimu kue', murid merespons serempak secara santun dan benar (acuan: 'Terima kasih'). Kriteria: seluruh murid merespons dengan kata 'Terima kasih' secara tepat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja praktik tutur kata santun dan benar pada permainan skenario berpasangan
- Penilaian diri melalui lembar cek pembiasaan 'Bismillah, Aku Pasti Bisa'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Tutur Kata Santun dan Benar | Belum mampu menerapkan tutur kata santun (tolong, maaf, terima kasih) pada 3 skenario yang diberikan meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menerapkan tutur kata santun pada 1 dari 3 skenario dengan bimbingan penuh dari guru atau teman. | Mampu menerapkan tutur kata santun dan benar secara mandiri dan tepat pada 2 hingga 3 skenario yang diberikan (acuan: tolong saat meminjam, maaf saat menyenggol, terima kasih saat dibantu). | Mampu menerapkan tutur kata santun dan benar pada seluruh skenario secara konsisten, mandiri, lancar, serta mampu menerapkannya pada situasi tambahan di luar skenario latihan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid aktif dan antusias dalam mempraktikkan tutur kata santun melalui permainan berpasangan?
- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk melatih setiap pasangan murid melafalkan ungkapan santun?
Murid:- Kata santun apa yang paling sering kamu ucapkan hari ini kepada temanmu?
- Bagaimana perasaanmu ketika teman berbicara dengan tutur kata yang santun kepadamu?
Pertemuan 3 — Menerapkan Kalimah Tayibah Tasbih dan Tahmid serta Menjaga Kebersihan dan Kerapian Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan menyucikan dan memuji-Nya melalui pembiasaan kalimah tayibah tasbih dan tahmid
- TP 2.3.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 situasi: (1) 'Bila melihat langit malam penuh bintang yang indah, kita menyucikan Allah dengan ucapan apa?' (acuan: Subhanallah/Tasbih); (2) 'Setelah selesai makan hingga kenyang, kita memuji Allah dengan ucapan apa?' (acuan: Alhamdulillah/Tahmid) (5 menit).
- Guru mengaitkan jawaban murid dengan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membiasakan melafalkan tasbih, tahmid, serta memeriksa kebersihan dan kerapian diri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pelafalan kalimah tayibah tasbih ('Subhanallah') untuk menyucikan Allah Swt. saat melihat keindahan/keagungan ciptaan-Nya, dan tahmid ('Alhamdulillah') untuk memuji Allah Swt. atas karunia nikmat-Nya, lalu melafalkannya bersama-sama secara fasih (10 menit).
- Murid mengamati 4 gambar situasi kebersihan dan kerapian diri: Gambar A (mencuci tangan dengan sabun), Gambar B (memotong kuku kotor), Gambar C (merapikan kancing baju dan memasukkan baju seragam ke dalam celana/rok), dan Gambar D (menyisir rambut yang acak-acakan), lalu mengidentifikasi tindakan menjaga kebersihan pada Gambar A dan B serta tindakan menjaga kerapian diri pada Gambar C dan D (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan 'Tepat Lafal dan Respon': Guru membacakan 4 kartu peristiwa: (1) 'Melihat pelangi berwarna-warni di langit luas' (acuan tepat: Subhanallah); (2) 'Mendapat nilai bagus setelah belajar tekun' (acuan tepat: Alhamdulillah); (3) 'Melihat gunung tinggi yang sangat megah' (acuan tepat: Subhanallah); (4) 'Selesai minum air saat haus' (acuan tepat: Alhamdulillah). Pasangan murid bergantian mengangkat kartu lafal dan mengucapkan lafalnya secara tepat (15 menit).
- Murid melakukan praktik mandiri 'Operasi Diri Bersih dan Rapi' di tempat duduk masing-masing: memeriksa kebersihan kuku dan tangan, membersihkan remah meja, serta merapikan lipatan kerah dan baju seragam hingga apik (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Praktik berisi 4 butir penentuan penerapan: Butir 1 (menentukan lafal tasbih untuk peristiwa melihat pemandangan indah; acuan: Subhanallah), Butir 2 (menentukan lafal tahmid untuk peristiwa diberi hadiah oleh orang tua; acuan: Alhamdulillah), Butir 3 (menentukan tindakan kebersihan diri saat tangan kotor setelah makan; acuan: mencuci tangan dengan air dan sabun), Butir 4 (menentukan tindakan kerapian diri saat kancing baju lepas atau seragam berantakan; acuan: mengancingkan dan merapikan baju) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kebersihan dan kerapian dirinya masing-masing setelah berkegiatan serta menyatakan komitmen pembiasaan mengucap tasbih dan tahmid dalam aktivitas harian (10 menit).
- Murid menjawab secara lisan umpan balik langsung dari guru mengenai kapan waktu yang tepat mengucap tasbih, kapan mengucap tahmid, dan bagaimana memastikan diri selalu rapi di sekolah (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan kalimah tayibah tasbih, tahmid, serta pentingnya kebersihan dan kerapian diri sebagai akhlak terpuji terhadap Allah Swt. dan diri sendiri (5 menit).
- Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dilaksanakan asesmen sumatif bab melalui bermain peran tutur kata santun, kalimah tayibah, serta observasi kejujuran dan kerapian diri, lalu menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual bertuliskan lafal 'Subhanallah' dan 'Alhamdulillah' dengan simbol visual (bintang/tangan bersyukur), sedangkan murid yang mandiri langsung merespons situasi tanpa bantuan kartu visual.
- Proses: Pada praktik mandiri kerapian diri, murid yang belum terbiasa merapikan seragam didampingi dengan pemodelan langsung langkah mengancingkan dan memasukkan seragam, sedangkan murid yang sudah rapi diberi tantangan memeriksa kerapian meja dan alat tulisnya sendiri.
- Produk: Pada lembar latihan, murid dengan hambatan menulis dapat menjawab secara lisan dengan menunjuk pilihan lafal/tindakan yang tepat, sedangkan murid lainnya menuliskan pilihan secara tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan awal 2 butir: (1) 'Ketika melihat keindahan alam ciptaan Allah yang menakjubkan, kalimah tayibah apa yang kita ucapkan?' (acuan: Subhanallah); (2) 'Ketika selesai makan dan minum serta bersyukur atas nikmat, kalimah apa yang kita lafalkan?' (acuan: Alhamdulillah).
Proses:- Observasi keterlibatan murid pada permainan tantangan respon kalimah tayibah: murid merespons 4 kartu peristiwa dengan lafal yang tepat (acuan: Peristiwa 1 = Subhanallah, Peristiwa 2 = Alhamdulillah, Peristiwa 3 = Subhanallah, Peristiwa 4 = Alhamdulillah).
- Pengamatan langsung praktik mandiri 'Operasi Diri Bersih dan Rapi': murid mencuci/memeriksa tangan dan kuku (kebersihan) serta merapikan kancing dan lipatan seragam (kerapian).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman melalui Lembar Latihan Praktik 4 butir: (1) Respon melihat pemandangan indah (acuan: Subhanallah); (2) Respon menerima nikmat/hadiah (acuan: Alhamdulillah); (3) Tindakan tangan kotor setelah makan (acuan: mencuci tangan dengan air dan sabun); (4) Tindakan baju seragam keluar/tidak terpasang rapi (acuan: merapikan seragam/memasukkan baju ke dalam celana atau rok).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik lisan pada awal pembelajaran mengenai situasi pelafalan tasbih dan tahmid.
- Observasi unjuk kerja permainan tantangan 'Tepat Lafal dan Respon' (ketepatan respons tasbih/tahmid pada 4 peristiwa).
- Pemeriksaan langsung Lembar Latihan Praktik 4 butir dan cek fisik praktik mandiri kebersihan serta kerapian diri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Kalimah Tayibah Tasbih dan Tahmid (TP 2.3.3) | Belum mampu menentukan dan melafalkan tasbih dan tahmid secara tepat pada 4 peristiwa target walau telah dibimbing guru. | Mampu menentukan dan melafalkan tasbih dan tahmid secara tepat pada 1-2 dari 4 peristiwa target dengan bimbingan guru. | Mampu menentukan dan melafalkan tasbih dan tahmid secara tepat pada 3 dari 4 peristiwa target secara mandiri (acuan: Peristiwa 1 = Subhanallah, Peristiwa 2 = Alhamdulillah, Peristiwa 3 = Subhanallah, Peristiwa 4 = Alhamdulillah). | Mampu menentukan dan melafalkan tasbih dan tahmid secara tepat pada seluruh (4 dari 4) peristiwa target secara fasih dan mandiri. | | Penerapan Kebersihan dan Kerapian Diri (TP 2.3.4) | Belum mampu menerapkan tindakan menjaga kebersihan badan/tangan dan kerapian seragam walau telah diarahkan. | Mampu menerapkan tindakan menjaga kebersihan badan/tangan atau kerapian pakaian dengan bantuan dan dorongan berkala dari guru. | Mampu menerapkan tindakan menjaga kebersihan tangan/kuku serta merapikan pakaian/seragam sekolah secara mandiri sesuai contoh. | Mampu menerapkan tindakan menjaga kebersihan diri (tangan dan kuku bersih) dan kerapian diri (pakaian terkancing rapi dan apik) secara konsisten dan mandiri tanpa perlu diingatkan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tantangan efektif memfasilitasi murid membedakan konteks pelafalan tasbih dan tahmid?
- Bagaimana ketercapaian pembiasaan kebersihan dan kerapian diri murid selama kegiatan pembelajaran berlangsung?
Murid:- Kapan kamu mengucap Subhanallah dan Alhamdulillah hari ini?
- Apakah bajumu dan tanganmu sudah bersih serta rapi sekarang?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.3.1 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa sikap jujur dalam perkataan dan perbuatan
- TP 2.3.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa pembiasaan tutur kata yang santun dan benar
- TP 2.3.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan menyucikan dan memuji-Nya melalui pembiasaan kalimah tayibah tasbih dan tahmid
- TP 2.3.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam menjaga kebersihan dan kerapian diri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama sebelum memulai asesmen sumatif bab (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab 3, yaitu unjuk kerja bermain peran tutur kata santun dan kalimah tayibah serta observasi kejujuran dan kebersihan-kerapian diri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan tata cara pengerjaan dua tugas sumatif: Tugas 1 berupa bermain peran berpasangan berdasarkan kartu situasi, dan Tugas 2 berupa lembar penandaan refleksi kejujuran perilaku harian bergambar serta cek fisik kebersihan kuku dan kerapian seragam (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara serentak mengerjakan Tugas 2 (Bagian A): mengisi lembar penandaan refleksi bergambar tentang sikap jujur yang berisi 4 butir situasi bergambar: (1) Menemukan pensil teman di lantai kelas (pilihan benar: mengembalikan kepada pemilik/guru); (2) Menumpahkan air minum tanpa sengaja (pilihan benar: mengakui perbuatan dan meminta maaf); (3) Menerima uang kembalian belanja berlebih (pilihan benar: mengembalikan uang lebih ke orang tua/penjual); (4) Tidak sengaja merobek buku teman saat meminjam (pilihan benar: jujur berkata terus terang kepada teman) (20 menit).
- Guru melaksanakan observasi langsung kebersihan dan kerapian diri murid (Tugas 2 Bagian B) memeriksa 3 indikator fisik pada setiap murid: (1) kuku tangan bersih dan terpotong rapi; (2) seragam sekolah dipakai rapi (baju dimasukkan sesuai aturan/rapi dan memakai ikat pinggang); (3) kebersihan pakaian (tidak bernoda kotor dan memakai kaos kaki bersih) (15 menit).
- Secara bergiliran, murid melaksanakan Tugas 1 unjuk kerja bermain peran terpandu berpasangan (14 pasang, masing-masing sekitar 3,5 menit) berdasarkan kartu situasi bergambar yang disiapkan guru: Situasi A (melihat pemandangan indah/hal mengagumkan lalu meminta tolong dengan kata santun 'Tolong ambilkan bukuku', dijawab dengan mengucap 'Subhanallah sungguh indah ciptaan Allah' dan 'Terima kasih, sama-sama'); Situasi B (menerima bantuan teman saat terjatuh lalu mendapat pujian/rezeki dengan mengucap santun 'Permisi, bolehkah aku dibantu?' dan mengucapkan 'Alhamdulillah atas pertolongan ini'). Guru mencatat capaian pada rubrik unjuk kerja kesantunan tutur kata dan ketepatan lafal kalimah tayibah (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksikan pengalaman unjuk kerja dan pengisian lembar evaluasi diri dengan menyadari pentingnya konsistensi berkata jujur, santun, bertasbih/bertahmid, serta menjaga kebersihan badan setiap hari (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif Bab 3 (3 menit).
- Guru merangkum pesan utama bab tentang membiasakan akhlak terpuji kepada Allah Swt. dan diri sendiri, kemudian menutup sesi dengan doa kafaratul majelis dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kartu situasi bermain peran dilengkapi gambar visual kontekstual yang jelas agar mudah dipahami semua murid tanpa mengubah muatan situasi.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan akomodasi membaca, guru membacakan narasi situasi pada kartu tanpa memberi tahu lafal atau kata santun yang harus diucapkan.
- Produk: Standar bukti kinerja bermain peran dan kriteria ceklis kebersihan serta kejujuran tetap sama bagi seluruh murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan asesmen: Guru menanyakan pemahaman instruksi bermain peran dan memeriksa kelengkapan alat tulis murid untuk penandaan lembar refleksi (acuan kesiapan: murid memahami giliran peran dan cara memberi tanda centang pada gambar situasi jujur).
Proses:- Pemantauan kemandirian murid saat menandai lembar refleksi kejujuran bergambar serta ketertiban pasangan murid yang sedang menunggu giliran unjuk kerja bermain peran.
Sumatif Bab:- unjuk kerja bermain peran berpasangan dan observasi peragaan pembiasaan diri: praktik bermain peran berpasangan yang menampilkan tutur kata santun dan pelafalan tasbih/tahmid sesuai situasi, serta lembar ceklis observasi perilaku jujur dan kebersihan-kerapian diri
- unjuk kerja bermain peran terpandu: penampilan bermain peran santun dan pelafalan tasbih/tahmid secara berpasangan (2 murid per pasang, 3,5 menit per pasang untuk 14 pasang = 28 murid) berdasarkan kartu situasi bergambar yang disiapkan guru (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kesantunan tutur kata dan ketepatan lafal kalimah tayibah)
- observasi peragaan dan penandaan visual serentak: hasil lembar penandaan refleksi kejujuran perilaku harian bergambar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid serta hasil ceklis observasi guru terhadap kebersihan kuku dan kerapian seragam saat kegiatan berlangsung (50 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi kebersihan-kerapian dan lembar pilihan bergambar refleksi kejujuran)
Sumatif:- unjuk kerja bermain peran berpasangan dan observasi peragaan pembiasaan diri: praktik bermain peran berpasangan yang menampilkan tutur kata santun dan pelafalan tasbih/tahmid sesuai situasi, serta lembar ceklis observasi perilaku jujur dan kebersihan-kerapian diri
- unjuk kerja bermain peran terpandu: penampilan bermain peran santun dan pelafalan tasbih/tahmid secara berpasangan (2 murid per pasang, 3,5 menit per pasang untuk 14 pasang = 28 murid) berdasarkan kartu situasi bergambar yang disiapkan guru (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja kesantunan tutur kata dan ketepatan lafal kalimah tayibah)
- observasi peragaan dan penandaan visual serentak: hasil lembar penandaan refleksi kejujuran perilaku harian bergambar yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid serta hasil ceklis observasi guru terhadap kebersihan kuku dan kerapian seragam saat kegiatan berlangsung (50 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi kebersihan-kerapian dan lembar pilihan bergambar refleksi kejujuran)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Tutur Kata Santun dan Benar (TP 2.3.2) | Belum mengucapkan kata santun (tolong, maaf, terima kasih, permisi) dalam bermain peran. | Mengucapkan 1 kata santun dalam bermain peran namun masih memerlukan bimbingan guru. | Mengucapkan 2 kata santun (misal: 'tolong' dan 'terima kasih') dengan tepat sesuai konteks situasi bermain peran secara mandiri. | Mengucapkan seluruh kata santun yang relevan (tolong, maaf, terima kasih, permisi) secara tepat, benar, dan spontan dalam bermain peran. | | Pelafalan Kalimah Tayibah Tasbih dan Tahmid (TP 2.3.3) | Belum mampu melafalkan kalimah tayibah tasbih (Subhanallah) maupun tahmid (Alhamdulillah) sesuai situasi bermain peran. | Melafalkan salah satu kalimah tayibah (tasbih atau tahmid) namun penempatannya tertukar atau kurang tepat dengan situasi kartu. | Melafalkan kalimah tayibah tasbih ('Subhanallah' saat melihat keindahan/kekaguman) dan tahmid ('Alhamdulillah' saat bersyukur/menerima kebaikan) secara tepat sesuai konteks peran. | Melafalkan kalimah tayibah tasbih ('Subhanallah') dan tahmid ('Alhamdulillah') dengan lafal yang fasih, lancar, dan tepat konteks situasi secara mandiri. | | Sikap Jujur dalam Perkataan dan Perbuatan (TP 2.3.1) | Memilih kurang dari 2 tindakan jujur yang benar pada lembar pilihan bergambar refleksi kejujuran. | Memilih 2 dari 4 tindakan jujur yang benar pada lembar pilihan bergambar refleksi kejujuran. | Memilih 3 dari 4 tindakan jujur yang benar pada lembar pilihan bergambar refleksi kejujuran (acuan: mengembalikan pensil, mengakui tumpahan air, mengembalikan uang lebih, jujur atas buku robek). | Memilih seluruh 4 tindakan jujur dengan tepat dan konsisten pada lembar pilihan bergambar refleksi kejujuran. | | Menjaga Kebersihan dan Kerapian Diri (TP 2.3.4) | Memenuhi kurang dari 1 indikator kebersihan dan kerapian diri dari 3 indikator yang diobservasi. | Memenuhi 1 dari 3 indikator fisik kebersihan dan kerapian diri (kuku bersih/terpotong, seragam rapi, pakaian bersih). | Memenuhi 2 dari 3 indikator fisik kebersihan dan kerapian diri saat diobservasi guru secara langsung. | Memenuhi seluruh 3 indikator fisik kebersihan dan kerapian diri secara lengkap (kuku tangan bersih terpangkas, seragam rapi terpasang, pakaian bersih tidak bernoda). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu bermain peran berpasangan (3,5 menit per pasang) berjalan tertib dan cukup untuk mengamati tutur kata serta kalimah tayibah?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap penerapan kejujuran dan pembiasaan hidup bersih rapi berdasarkan hasil asesmen sumatif?
Murid:- Bagian mana dari bermain peran tadi yang paling kamu sukai?
- Apakah kamu sudah membiasakan diri mengucap kata santun, kalimah tayibah, serta menjaga seragammu tetap bersih dan rapi hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021)
- Gambar situasi Buku Siswa (Gambar 3.13 Gusti menemukan dompet dan Gambar 3.14 perilaku menyontek)
- Lembar aktivitas murid 'Tindakanku yang Jujur'
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021), Bab 3 Halaman 92-96
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021), Bab 3 Halaman 71-73 (Gambar 3.12)
- Kartu situasi bergambar memuat 3 kata ajaib ('Tolong', 'Maaf', 'Terima kasih')
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Kartu lafal kalimah tayibah (Subhanallah dan Alhamdulillah).
- Gambar peraga kebersihan dan kerapian diri.
- Kartu situasi bergambar bermain peran (Situasi A dan Situasi B)
- Lembar penandaan bergambar refleksi kejujuran perilaku harian
- Lembar ceklis observasi guru untuk kebersihan dan kerapian diri
|