Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Mengenal Allah al-Khabīr (Mahateliti/Mahawaspada)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Mengenal Allah al-Khabīr (Mahateliti/Mahawaspada)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Mengenal Allah al-Khabīr (Mahateliti/Mahawaspada)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Mengenal Allah al-Khabīr (Mahateliti/Mahawaspada)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMengenal Allah al-Khabīr (Mahateliti/Mahawaspada)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan asmaulhusna al-Khabīr beserta artinya dengan benar sebagai bagian dari iman kepada Allah Swt.
  2. Murid dapat menunjukkan sikap rasa ingin tahu yang baik dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dari pemahaman makna al-Khabīr dengan penuh tanggung jawab

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian sudah tahu arti dan makna al-Khabīr?
  2. Siapa yang bisa memberitahu kita tentang hal-hal yang tersembunyi?
  3. Bagaimana kita bisa meneladani sifat Allah yang Mahateliti dalam kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama dengan khusyuk
  • Guru mengondisikan kelas agar siap mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang Allah al-Khabīr, artinya Allah Yang Mahateliti'
  • Guru menyampaikan langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan: bertepuk, berdiskusi kelompok, dan aktivitas menebalkan kaligrafi
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apakah kalian sudah tahu arti al-Khabīr?' dan mencatat respons murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak seluruh murid bertepuk bersama dengan yel-yel 'Tepuk al-Khabīr' untuk membangun semangat dan fokus belajar
  • Guru membagi murid menjadi beberapa kelompok kecil (4-5 anak per kelompok)
  • Guru memerintahkan setiap kelompok membaca materi tentang asmaulhusna al-Khabīr dari buku siswa halaman 51-52
  • Masing-masing kelompok berdiskusi dan saling mengemukakan hasil membaca tentang pengertian, bukti, dan cara meneladan Allah al-Khabīr secara bergantian
  • Guru menjelaskan dengan bahasa sederhana: al-Khabīr artinya Yang Mahateliti, Allah mengetahui segala sesuatu yang tampak maupun tersembunyi
  • Guru menyampaikan dalil Al-Qur'an (QS. at-Taḥrīm: 3) sebagai bukti bahwa Allah Mahateliti
  • Murid dalam kelompok saling menyebutkan dan menjelaskan asmaulhusna al-Khabīr beserta artinya secara bergantian
  • Guru mengevaluasi hasil diskusi tiap kelompok dan memberikan penjelasan tambahan serta penguatan

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid membuat kesimpulan bersama tentang makna al-Khabīr dan bagaimana Allah mengetahui semua yang kita lakukan
  • Pada rubrik 'Aktivitasku', masing-masing murid secara mandiri diminta menebalkan dan mewarnai kaligrafi asmaulhusna al-Khabīr dengan sebaik mungkin
  • Pada rubrik 'Aktivitas Kelompok', murid berdiskusi dalam kelompok untuk menyebutkan contoh sikap rasa ingin tahu dalam kehidupan sehari-hari
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi tentang cara meneladan al-Khabīr: tidak menyombongkan diri, taat beribadah, berbaik sangka, dan bersyukur
  • Guru memfasilitasi murid menghubungkan pemahaman al-Khabīr dengan perilaku rajin belajar dan bertanya hal-hal yang baik

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid menceritakan pengalaman dan pendapat mereka tentang materi al-Khabīr yang telah dipelajari
  • Murid menuliskan refleksi pribadi di buku tulis: 'Apa yang aku rasakan setelah belajar bahwa Allah Mahateliti terhadap segala yang aku lakukan?'
  • Guru mengajak murid berefleksi: 'Sikap rasa ingin tahu apa yang akan kalian terapkan mulai hari ini?'
  • Beberapa murid secara sukarela menyampaikan refleksi mereka di depan kelas
  • Guru memberikan apresiasi dan penguatan terhadap refleksi murid

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: al-Khabīr artinya Allah Mahateliti, kita harus meneladan dengan rajin belajar dan memiliki rasa ingin tahu yang baik
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid menyebutkan kembali asmaulhusna al-Khabīr dan artinya
  • Guru memberikan penguatan sikap: karena Allah Mahateliti, kita harus selalu berbuat baik bahkan saat sendirian
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat memahami diberi materi pengayaan berupa dalil Al-Qur'an tambahan tentang sifat Allah Mahateliti. Murid yang lambat memahami diberi penjelasan ulang dengan media visual gambar ilustrasi sederhana
  • Proses: Murid yang cepat diminta memimpin diskusi kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat diberi waktu lebih untuk membaca materi dan pendampingan intensif dari guru saat diskusi kelompok
  • Produk: Murid yang cepat diminta membuat cerita singkat tentang penerapan sikap rasa ingin tahu dalam kehidupan. Murid yang lambat cukup menyelesaikan aktivitas menebalkan kaligrafi dengan baik

ASESMEN

Awal:

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apakah kalian sudah tahu arti al-Khabīr?' untuk mengukur pengetahuan awal murid
  • Guru mencatat respons dan tingkat pemahaman awal murid sebagai dasar pembelajaran

Proses:

  • Observasi saat murid berdiskusi dalam kelompok: kemampuan menyebutkan dan menjelaskan asmaulhusna al-Khabīr
  • Tanya jawab saat kegiatan inti untuk mengecek pemahaman murid tentang pengertian, bukti, dan cara meneladan al-Khabīr
  • Pengamatan sikap rasa ingin tahu murid melalui pertanyaan yang diajukan dan partisipasi dalam diskusi

Akhir:

  • Tes lisan individu: guru meminta 5-8 murid secara acak menyebutkan asmaulhusna al-Khabīr dan artinya
  • Penilaian hasil karya: kerapian dan kesungguhan dalam menebalkan serta mewarnai kaligrafi al-Khabīr
  • Penilaian refleksi tertulis di buku tulis tentang penerapan sikap rasa ingin tahu dalam kehidupan sehari-hari

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab lisan tentang pengertian al-Khabīr dan artinya
  • Pengamatan sikap rasa ingin tahu murid selama pembelajaran

Sumatif:

  • Tes lisan: murid menyebutkan asmaulhusna al-Khabīr beserta artinya
  • Penilaian produk: hasil menebalkan dan mewarnai kaligrafi al-Khabīr
  • Penilaian sikap: kemampuan menunjukkan sikap rasa ingin tahu melalui pertanyaan atau partisipasi aktif

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyebutkan asmaulhusna al-Khabīr beserta artinyaBelum dapat menyebutkan asmaulhusna al-Khabīr dan artinya dengan benarDapat menyebutkan al-Khabīr tetapi belum tepat menyebutkan artinya (Mahateliti/Mahawaspada)Dapat menyebutkan al-Khabīr beserta artinya dengan benar namun masih ragu-raguDapat menyebutkan al-Khabīr beserta artinya dengan benar, lancar, dan penuh keyakinan
Sikap rasa ingin tahu dalam pembelajaranPasif, tidak mengajukan pertanyaan, dan tidak menunjukkan antusiasme belajarMulai menunjukkan perhatian tetapi belum aktif bertanya atau berdiskusiAktif dalam diskusi kelompok dan sesekali mengajukan pertanyaanSangat antusias, aktif bertanya, berdiskusi, dan menunjukkan keinginan kuat untuk memahami materi
Kemampuan meneladan al-Khabīr dalam kehidupan sehari-hariBelum dapat menyebutkan cara meneladan al-Khabīr dalam kehidupan sehari-hariDapat menyebutkan 1-2 cara meneladan al-Khabīr dengan bantuan guruDapat menyebutkan 3-4 cara meneladan al-Khabīr dengan contoh konkretDapat menyebutkan dan menjelaskan berbagai cara meneladan al-Khabīr dengan contoh konkret dan komitmen untuk menerapkannya
Kualitas hasil menebalkan dan mewarnai kaligrafiHasil menebalkan tidak rapi, keluar garis, dan warna tidak tertataHasil menebalkan cukup rapi tetapi beberapa bagian masih keluar garis atau warna belum rataHasil menebalkan rapi, sebagian besar dalam garis, dan pewarnaan cukup tertataHasil menebalkan sangat rapi, dalam garis, pewarnaan indah, dan dikerjakan dengan penuh kesungguhan

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami makna al-Khabīr dengan baik?
  • Apakah metode diskusi kelompok efektif untuk mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat lebih memfasilitasi murid yang masih kesulitan memahami konsep abstrak tentang sifat Allah?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang aku pelajari hari ini tentang Allah al-Khabīr?
  • Apa yang aku rasakan setelah tahu bahwa Allah Mahateliti terhadap semua yang aku lakukan?
  • Sikap rasa ingin tahu apa yang akan aku terapkan mulai hari ini?
  • Apa yang masih ingin aku ketahui lebih lanjut tentang asmaulhusna?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021), halaman 51-53
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek, 2021), halaman 67-68
  3. Al-Qur'an, QS. at-Taḥrīm ayat 3
  4. Papan tulis dan spidol warna
  5. Lembar kerja aktivitas menebalkan kaligrafi al-Khabīr
  6. Krayon atau pensil warna untuk mewarnai kaligrafi
  7. Media visual berupa poster atau gambar ilustrasi tentang sifat Allah Mahateliti (opsional)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.