MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 2 — Mari Mengenal Allah Swt INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Mari Mengenal Allah Swt |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī beserta artinya
- TP 2.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī melalui pernyataan sikap berserah diri dan bersyukur
- TP 2.2.3 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr beserta artinya
- TP 2.2.4 Meyakini beberapa asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr melalui pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Siapakah yang menjaga dan memelihara seluruh alam semesta beserta isinya agar tetap teratur?
- Apa arti dari nama Allah Swt. al-Ḥafīẓ?
- Bagaimana cara kita menunjukkan sikap berserah diri (tawakal) kepada Allah Yang Maha Memelihara dalam kehidupan sehari-hari?
- Siapakah yang selalu melindungi kita di mana pun kita berada?
- Apa arti dari nama indah Allah al-Walī?
- Bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah yang telah melindungi kita?
- Apakah ada perbuatan kita yang tidak diketahui oleh Allah Swt.?
- Bagaimana cara kita meyakini bahwa Allah Swt. Maha Mengetahui dan Mahateliti dalam kegiatan belajar sehari-hari?
- Apa arti dari asmaulhusna al-Ḥafīẓ, al-Walī, al-‘Alīm, dan al-Khabīr yang sudah kita pelajari?
- Bagaimana caramu menunjukkan rasa berserah diri, bersyukur, rajin belajar, dan berhati-hati dalam kehidupan sehari-hari karena meyakini sifat-sifat Allah Swt. tersebut?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan dan Meyakini Asmaulhusna al-Ḥafīẓ beserta Artinya melalui Pernyataan Sikap Berserah Diri — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī beserta artinya
- TP 2.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī melalui pernyataan sikap berserah diri dan bersyukur
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan memeriksa kesiapan fisik serta kehadiran murid (5 menit).
- Guru bersama murid melakukan kegiatan 'Tepuk al-Ḥafīẓ' (Tepuk: Prok-prok-prok Allah / Prok-prok-prok al-Ḥafīẓ / Prok-prok-prok Maha Memelihara) untuk membangkitkan suasana gembira dan fokus belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: menjelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan menunjukkan keyakinan kepada Allah al-Ḥafīẓ melalui pernyataan sikap berserah diri (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Apa arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ?' (acuan jawaban: Allah Maha Memelihara / Maha Menjaga), dan (2) 'Jika kita sudah berusaha dan berdoa, kepada siapakah kita berserah diri?' (acuan jawaban: Allah Swt.) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati gambar keteraturan alam semesta (bumi, langit, dan makhluk hidup yang terpelihara) pada buku teks untuk memahami bahwa nama Allah Swt. al-Ḥafīẓ artinya Maha Memelihara (10 menit).
- Dalam metode Cooperative Script berpasangan, murid bergantian secara lisan menyebutkan dan menjelaskan kepada teman sebangkunya bahwa al-Ḥafīẓ berarti Allah Maha Memelihara segala ciptaan-Nya dan manusia wajib berserah diri kepada-Nya (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara riang dalam permainan cepat 'Kartu Cocok al-Ḥafīẓ', murid menerima lembar latihan berisi 3 pernyataan sikap untuk dipilah mana yang mencerminkan sikap berserah diri kepada Allah al-Ḥafīẓ dan mana yang bukan: (1) Berdoa sebelum berangkat sekolah lalu tenang dan yakin Allah menjaga (Acuan: Sikap berserah diri kepada al-Ḥafīẓ); (2) Menolak belajar dan mengunci diri karena takut nilainya jelek (Acuan: Bukan sikap berserah diri kepada al-Ḥafīẓ); (3) Berusaha sungguh-sungguh merapikan buku lalu berdoa menyerahkan hasil kepada Allah (Acuan: Sikap berserah diri kepada al-Ḥafīẓ) (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan penjelasan arti al-Ḥafīẓ pada lembar kerja dan memberi tanda centang serta menyatakan tekad berserah diri berdasarkan 3 butir pernyataan tertulis: Pernyataan 1: 'Aku meyakini Allah al-Ḥafīẓ artinya Maha Memelihara' (Acuan: Setuju); Pernyataan 2: 'Aku berserah diri kepada Allah Swt. setelah berusaha dan berdoa' (Acuan: Setuju); Pernyataan 3: 'Manusia mampu memelihara seluruh alam semesta tanpa pertolongan Allah' (Acuan: Tidak Setuju) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dengan bimbingan guru mengevaluasi hasil pengerjaan lembar kerja bersama-sama dan menyimpulkan kembali makna al-Ḥafīẓ serta pentingnya sikap berserah diri (tawakal) kepada Allah Swt. saat menghadapi rasa cemas atau takut (10 menit).
- Murid menyuarakan kalimat komitmen bersama: 'Aku yakin Allah al-Ḥafīẓ Maha Memelihara, aku selalu berusaha, berdoa, dan berserah diri kepada Allah Swt.' secara berkesadaran dan khidmat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung dan mengonfirmasi ketercapaian pemahaman murid terhadap arti al-Ḥafīẓ dan sikap berserah diri (5 menit).
- Guru menyampaikan sekilas bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan belajar mengenal nama Allah yang lain yaitu al-Walī, lalu menutup pertemuan dengan membaca doa kafaratul majelis dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan disediakan kartu bergambar bertuliskan lafal 'al-Ḥafīẓ' dan artinya 'Maha Memelihara'; bagi murid yang cepat disediakan kartu bacaan contoh sikap berserah diri yang lebih variatif.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca didampingi melalui pembacaan lisan berulang oleh guru/teman sebaya; murid yang mahir langsung membaca dan mengerjakan mandiri.
- Produk: Murid dapat menyampaikan penjelasan arti dan pernyataan sikap secara lisan langsung atau secara tertulis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: (1) 'Sebutkan arti dari asmaulhusna al-Ḥafīẓ!' (acuan jawaban benar: Allah Maha Memelihara atau Maha Menjaga); (2) 'Setelah kita giat belajar dan berdoa, kepada siapakah kita berserah diri?' (acuan jawaban benar: berserah diri hanya kepada Allah Swt.).
Proses:- Formatif kinerja berpasangan: Memantau ketepatan murid saat saling menjelaskan bahwa al-Ḥafīẓ artinya Allah Maha Memelihara seluruh alam semesta dan makhluk-Nya (acuan: lafal dan arti tepat).
- Formatif tertulis pada lembar kerja murid: Menilai ketepatan murid dalam menentukan 3 butir pernyataan sikap: Butir 1: 'Aku meyakini Allah al-Ḥafīẓ artinya Maha Memelihara' (Kunci: Setuju); Butir 2: 'Aku berserah diri kepada Allah Swt. setelah berusaha dan berdoa' (Kunci: Setuju); Butir 3: 'Manusia mampu memelihara seluruh alam semesta tanpa pertolongan Allah' (Kunci: Tidak Setuju).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 3 perwakilan murid menyebutkan arti al-Ḥafīẓ (acuan: Maha Memelihara) dan menyebutkan 1 contoh nyata sikap berserah diri sebelum pulang sekolah (acuan kriteria: menyebutkan tindakan berdoa/menyerahkan keselamatan perjalanan pulang kepada Allah setelah tertib).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai arti al-Ḥafīẓ dan konsep berserah diri
- Observasi unjuk kerja saat Cooperative Script berpasangan menjelaskan arti al-Ḥafīẓ
- Pemeriksaan lembar kerja penentuan 3 pernyataan sikap berserah diri dan penjelasan arti al-Ḥafīẓ
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ | Belum mampu menyebutkan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ meskipun telah diberikan bantuan dan bimbingan guru. | Menyebutkan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ (Maha Memelihara/Maha Menjaga) secara tepat dengan bantuan arahan pemantik dari guru. | Menjelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ secara mandiri dan tepat bahwa Allah Maha Memelihara/Menjaga seluruh ciptaan-Nya. | Menjelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ secara mandiri, tepat, dan lancar beserta contoh ciptaan Allah yang dipelihara di alam semesta. | | Meyakini asmaulhusna al-Ḥafīẓ melalui pernyataan sikap berserah diri | Belum mampu menentukan pernyataan sikap berserah diri kepada Allah al-Ḥafīẓ pada butir lembar kerja (0-1 butir tepat dari 3 butir acuan). | Mampu menentukan sebagian pernyataan sikap berserah diri kepada Allah al-Ḥafīẓ secara tepat (2 butir tepat dari 3 butir acuan). | Mampu menentukan seluruh pernyataan sikap berserah diri kepada Allah al-Ḥafīẓ secara tepat dan mandiri (3 butir tepat dari 3 butir acuan). | Mampu menentukan seluruh 3 butir pernyataan sikap secara tepat serta mampu menyatakan tekad berserah diri dengan bahasa sendiri secara lugas dan mantap. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu menjelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ dengan benar?
- Bagaimana respons murid terhadap kegiatan 'Tepuk al-Ḥafīẓ' dan metode berpasangan Cooperative Script, apakah membantu pemahaman mereka?
- Apakah alokasi waktu pada tiap tahap pembelajaran terlaksana sesuai rencana (105 menit)?
Murid:- Apa arti nama Allah al-Ḥafīẓ yang telah kamu pelajari hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Allah Swt. selalu memelihara dan menjaga dirimu?
- Apa yang akan kamu lakukan ketika merasa takut atau cemas agar menunjukkan sikap berserah diri kepada Allah?
Pertemuan 2 — Menjelaskan dan Meyakini Asmaulhusna al-Walī beserta Artinya melalui Pernyataan Sikap Bersyukur — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī beserta artinya
- TP 2.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī melalui pernyataan sikap berserah diri dan bersyukur
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
- Guru bersama murid melakukan ice breaking 'Tepuk al-Walī' (Tepuk: Allah / Tepuk: al-Walī / Tepuk: Allah Maha / Tepuk: Melindungi / Tepuk: Allah al-Walī Allah Maha Melindungi) untuk mencairkan suasana belajar (4 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ yang telah kita pelajari pekan lalu?' (acuan jawaban: Maha Memelihara) dan (2) 'Pernahkah kalian mendengar nama Allah al-Walī, apa artinya?' (acuan jawaban: Maha Melindungi) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu menjelaskan arti asmaulhusna al-Walī dan menyatakan sikap bersyukur kepada Allah Yang Maha Melindungi (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang nama Allah al-Walī dan artinya yaitu Yang Maha Melindungi ciptaan-Nya (8 menit).
- Secara berpasangan (cooperative script), murid bergantian saling menjelaskan dan menyebutkan arti al-Walī kepada teman sebangku (acuan: al-Walī artinya Allah Maha Melindungi) (12 menit).
- Guru memberikan penguatan dengan menayangkan kartu lafal dan arti, lalu membimbing murid menegaskan pemahaman makna perlindungan Allah dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan berpasangan 'Tebak Kartu Asmaulhusna': satu murid memegang kartu lafal (al-Ḥafīẓ dan al-Walī) dan pasangannya menyebutkan artinya secara tepat (acuan: al-Ḥafīẓ = Maha Memelihara; al-Walī = Maha Melindungi) (7 menit).
- Murid menerima lembar latihan menjodohkan 3 lafal asmaulhusna dengan artinya dan menyelesaikannya secara mandiri: (1) al-Ḥafīẓ -> Maha Memelihara; (2) al-Walī -> Maha Melindungi; (3) Pernyataan syukur atas perlindungan Allah -> Mengucap alhamdulillah (15 menit).
- Murid diajak mengungkapkan pernyataan sikap meyakini Allah al-Walī dengan melengkapi kalimat pernyataan sikap bersyukur: 'Allah melindungiku setiap waktu, aku bersyukur kepada Allah dengan cara mengucapkan ...' (acuan jawaban: alhamdulillah / terima kasih kepada Allah) dan 'Ketika diberi keselamatan dari bahaya, aku bersyukur dengan ...' (acuan jawaban: berdoa/beribadah/mengucap hamdalah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memaknai kembali pentingnya meyakini Allah al-Walī dan senantiasa bersyukur atas segala nikmat perlindungan yang diterima setiap hari (10 menit).
- Murid secara lisan menyampaikan satu hal yang paling disyukuri hari ini sebagai wujud keyakinan pada Allah Yang Maha Melindungi (acuan kriteria: murid menyebutkan satu wujud nikmat/perlindungan yang disyukuri) (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik dan penguatan atas ketepatan penjelasan arti al-Walī dan pernyataan sikap bersyukur yang telah diungkapkan murid (2 menit).
- Guru menyampaikan gambaran materi untuk pertemuan berikutnya (mengenal asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr) serta menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu visual bergambar simbol perlindungan bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar menyebutkan arti kata, serta memberikan tantangan menjelaskan contoh perlindungan Allah secara mandiri bagi murid yang cepat paham.
- Produk: Pernyataan sikap bersyukur dapat disampaikan secara lisan langsung atau melalui lembar kerja isian singkat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menanyakan (1) 'Apa arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ yang dipelajari pekan lalu?' (acuan jawaban: Maha Memelihara) dan (2) 'Siapa yang tahu arti dari al-Walī?' (acuan jawaban: Yang Maha Melindungi).
Proses:- Observasi aktivitas berpasangan 'Tebak Kartu': Guru mengamati kemampuan murid menjelaskan arti al-Walī (acuan: Maha Melindungi) dan al-Ḥafīẓ (acuan: Maha Memelihara).
- Pemeriksaan lembar latihan 3 butir: (1) al-Ḥafīẓ dipasangkan dengan Maha Memelihara; (2) al-Walī dipasangkan dengan Maha Melindungi; (3) Sikap bersyukur dipasangkan dengan mengucap alhamdulillah / pujian kepada Allah (acuan: ketiga pasangan harus tepat).
- Pengamatan pernyataan sikap bersyukur: Guru memeriksa kalimat pernyataan sikap keyakinan murid terhadap perlindungan Allah (acuan: memuat kata hamdalah/doa/syukur atas perlindungan Allah Swt.).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid secara acak ditanya arti al-Walī (acuan jawaban tepat: Maha Melindungi) dan menyebutkan 1 kalimat pernyataan sikap bersyukur atas perlindungan Allah (acuan jawaban: 'Aku bersyukur Allah melindungiku dengan mengucap alhamdulillah' atau kalimat setara).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai arti al-Ḥafīẓ dan al-Walī
- Observasi unjuk kerja berpasangan saat saling menjelaskan arti asmaulhusna al-Walī
- Penilaian lembar latihan menjodohkan lafal, arti, dan pernyataan sikap bersyukur
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan arti asmaulhusna al-Walī | Belum mampu menyebutkan arti al-Walī meskipun telah dibimbing guru. | Mampu menyebutkan arti al-Walī (Maha Melindungi) dengan bantuan bimbingan penuh dari guru. | Mampu menjelaskan arti al-Walī (Maha Melindungi) secara tepat dan mandiri. | Mampu menjelaskan arti al-Walī (Maha Melindungi) dan mengaitkannya kembali dengan al-Ḥafīẓ secara tepat dan mandiri tanpa ragu. | | Meyakini asmaulhusna al-Walī melalui pernyataan sikap bersyukur | Belum mampu mengungkapkan pernyataan sikap bersyukur atas perlindungan Allah Swt. | Mampu mengungkapkan pernyataan sikap bersyukur (misalnya mengucap alhamdulillah) dengan panduan dan contoh dari guru. | Mampu mengungkapkan pernyataan sikap bersyukur atas perlindungan Allah Swt. secara mandiri dengan tepat. | Mampu mengungkapkan pernyataan sikap bersyukur atas perlindungan Allah Swt. secara mandiri, runtut, dan konsisten dalam perilaku keseharian di kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat menjelaskan arti asmaulhusna al-Walī dengan tepat?
- Bagaimana keterlibatan murid saat diajak mengungkapkan pernyataan sikap bersyukur kepada Allah Yang Maha Melindungi?
- Langkah apa yang perlu diperbaiki dalam memfasilitasi kerja berpasangan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Apa arti nama Allah al-Walī yang telah kamu pelajari hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa Allah selalu melindungimu?
- Apa ucapan syukur yang akan selalu kamu ucapkan kepada Allah setiap hari?
Pertemuan 3 — Menjelaskan dan Meyakini Asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr beserta Artinya melalui Pernyataan Sikap Rajin Belajar dan Berhati-hati — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.3 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr beserta artinya
- TP 2.2.4 Meyakini beberapa asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr melalui pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid merespons arti dari al-‘Alīm dan al-Khabīr secara lisan: jika al-‘Alīm artinya Maha Mengetahui dan al-Khabīr artinya Mahateliti/Waspada (acuan: al-‘Alīm = Maha Mengetahui; al-Khabīr = Mahateliti/Mahawaspada) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan arti asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr serta menunjukkan keyakinan melalu sikap rajin belajar dan berhati-hati dalam berbuat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membacakan lafal asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr beserta artinya, kemudian bersama murid melakukan kegiatan 'Tepuk al-Khabīr dan al-‘Alīm' secara interaktif dan ceria (tepuk al-‘Alīm: prok-prok-prok Maha Mengetahui; tepuk al-Khabīr: prok-prok-prok Mahateliti) (10 menit).
- Guru menjelaskan makna al-‘Alīm (Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, baik yang tampak maupun tersembunyi) dan al-Khabīr (Allah Mahateliti terhadap segala perbuatan sekecil apa pun) melalui contoh situasi nyata di kelas (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan permainan kartu jodoh 'Pasang Kata dan Arti' yang terdiri atas 4 kartu lafal dan artinya: (1) kartu bertuliskan 'al-‘Alīm' dipasangkan dengan kartu 'Maha Mengetahui'; (2) kartu bertuliskan 'al-Khabīr' dipasangkan dengan kartu 'Mahateliti/Waspada' (acuan pasangan: al-‘Alīm - Maha Mengetahui; al-Khabīr - Mahateliti/Waspada) (12 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja pernyataan sikap berisi 4 butir pernyataan untuk membuktikan keyakinan terhadap al-‘Alīm dan al-Khabīr melalui sikap rajin belajar dan berhati-hati: (1) 'Saya sungguh-sungguh membaca buku pelajaran karena Allah Maha Mengetahui (al-‘Alīm)' [Setuju]; (2) 'Saya tidak perlu belajar jika guru tidak melihat' [Tidak Setuju]; (3) 'Saya berhati-hati agar tidak mengambil pensil teman karena Allah Mahateliti (al-Khabīr)' [Setuju]; (4) 'Saya boleh berbisik mengejek teman saat guru keluar kelas' [Tidak Setuju] (acuan kunci: 1=Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Setuju, 4=Tidak Setuju) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil lembar kerja pernyataan sikap dan mengaitkannya dengan kesadaran bahwa Allah Swt. senantiasa mengetahui dan meneliti seluruh tindakan kita (5 menit).
- Murid menyatakan secara lisan satu komitmen sikap: 'Karena Allah al-‘Alīm aku akan rajin belajar, dan karena Allah al-Khabīr aku akan berhati-hati dalam bertindak' (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan kembali arti al-‘Alīm (Maha Mengetahui) dan al-Khabīr (Mahateliti) serta dua sikap cerminan meyakininya yaitu rajin belajar dan berhati-hati (4 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa hamdalah bersama (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata bertuliskan lafal dan arti berhuruf tebal disertai kode warna senada; murid mahir diberikan kartu dengan arti rincian makna.
- Proses: Murid yang belum lancar membaca dibimbing guru secara terbimbing dalam membaca pernyataan sikap; murid mandiri membaca dan menandai lembar kerja sendiri.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja 4 butir pernyataan sikap yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan: 'Sebutkan arti dari asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr!' (acuan jawaban: al-‘Alīm = Maha Mengetahui; al-Khabīr = Mahateliti atau Mahawaspada).
Proses:- Observasi pemasangan 2 pasang kartu lafal-arti: al-‘Alīm dengan 'Maha Mengetahui', dan al-Khabīr dengan 'Mahateliti/Waspada' (acuan: tepat memasangkan kedua pasangan).
- Pemeriksaan lembar kerja 4 pernyataan sikap: (1) 'Saya sungguh-sungguh membaca buku pelajaran karena Allah Maha Mengetahui' -> Setuju; (2) 'Saya tidak perlu belajar jika guru tidak melihat' -> Tidak Setuju; (3) 'Saya berhati-hati agar tidak mengambil pensil teman karena Allah Mahateliti' -> Setuju; (4) 'Saya boleh berbisik mengejek teman saat guru keluar kelas' -> Tidak Setuju (acuan: tepat 4 butir bernilai benar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: menyebutkan arti al-‘Alīm dan al-Khabīr serta memilih sikap yang benar saat sendirian di kamar (acuan: al-‘Alīm = Maha Mengetahui; al-Khabīr = Mahateliti; sikap = tetap rajin belajar dan berhati-hati tidak berbuat buruk).
Formatif:- Tes lisan/tanya jawab singkat mencocokkan arti al-‘Alīm dan al-Khabīr pada awal kegiatan.
- Observasi unjuk kerja mencocokkan kartu lafal dan arti asmaulhusna.
- Penilaian tertulis lembar kerja respon 4 butir pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan arti asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr (TP 2.2.3) | Belum mampu menyebutkan arti al-‘Alīm maupun al-Khabīr secara tepat meski dibimbing guru. | Menjelaskan arti 1 dari 2 asmaulhusna (al-‘Alīm atau al-Khabīr) secara tepat dengan bantuan guru (acuan: al-‘Alīm = Maha Mengetahui; al-Khabīr = Mahateliti). | Menjelaskan arti kedua asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr secara tepat (al-‘Alīm = Maha Mengetahui; al-Khabīr = Mahateliti) secara mandiri. | Menjelaskan arti kedua asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr secara tepat beserta penjelasannya bahwa Allah mengetahui dan meneliti hal yang tampak maupun tersembunyi secara mandiri. | | Meyakini asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr melalui pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati (TP 2.2.4) | Menjawab tepat kurang dari 2 pernyataan sikap pada lembar kerja 4 butir (acuan: 1=Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Setuju, 4=Tidak Setuju). | Menjawab tepat 2-3 dari 4 butir pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati pada lembar kerja dengan bimbingan. | Menjawab tepat seluruh 4 butir pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati pada lembar kerja secara mandiri (acuan: butir 1=Setuju, 2=Tidak Setuju, 3=Setuju, 4=Tidak Setuju). | Menjawab tepat seluruh 4 butir pernyataan sikap secara mandiri serta mampu memberikan alasan keterkaitannya dengan sifat Allah al-‘Alīm dan al-Khabīr. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas 'Tepuk al-Khabīr dan al-‘Alīm' serta permainan kartu mempermudah murid memahami makna kedua asmaulhusna?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menghubungkan sifat Allah al-‘Alīm dan al-Khabīr dengan sikap rajin belajar dan berhati-hati dalam kehidupan nyata?
Murid:- Apa arti dari al-‘Alīm dan al-Khabīr yang telah kalian pelajari hari ini?
- Sikap baik apa yang akan kamu lakukan di rumah dan di sekolah karena tahu Allah Maha Mengetahui dan Mahateliti?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.2.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī beserta artinya
- TP 2.2.2 Meyakini beberapa asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī melalui pernyataan sikap berserah diri dan bersyukur
- TP 2.2.3 Menjelaskan beberapa asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr beserta artinya
- TP 2.2.4 Meyakini beberapa asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr melalui pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memimpin doa bersama, serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-4, yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 2 untuk mengukur pemahaman dan keyakinan terhadap asmaulhusna al-Ḥafīẓ, al-Walī, al-‘Alīm, dan al-Khabīr (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar tes tertulis serentak dan menjelaskan petunjuk pengerjaan: murid menjodohkan kartu nama asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr dengan artinya yang tepat, serta mencentang pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati (3 menit).
- Guru menjelaskan mekanisme pelaksanaan unjuk kerja lisan yang akan dilakukan bergiliran di meja guru sementara murid lainnya melanjutkan pengerjaan tertulis dan lembar ceklis secara mandiri dan tenang (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengerjakan tes tertulis secara serentak mandiri selama 40 menit: (1) Menjodohkan 2 kartu nama asmaulhusna dengan artinya: Kartu A 'al-‘Alīm' dipasangkan ke arti 'Maha Mengetahui', Kartu B 'al-Khabīr' dipasangkan ke arti 'Mahateliti/Mahawaspada'; (2) Mencenthang skala biner (Ya/Tidak) pada 2 butir refleksi sikap: Butir 1 'Saya rajin belajar dan membaca buku setiap hari karena meyakini Allah Maha Mengetahui (al-‘Alīm)' (kunci: Ya), Butir 2 'Saya berhati-hati dalam bersikap dan bertutur kata karena meyakini Allah Mahateliti (al-Khabīr)' (kunci: Ya) (40 menit).
- Secara bergiliran dan paralel dengan kegiatan tertulis, murid maju satu per satu ke meja guru untuk melaksanakan unjuk kerja lisan selama 50 menit (masing-masing murid sekitar 1,5–2 menit). Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Jelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī!' (kunci lisan: al-Ḥafīẓ artinya Maha Memelihara; al-Walī artinya Maha Melindungi). Selanjutnya murid membacakan 2 centang lembar ceklis sikap meyakini pemeliharaan dan perlindungan Allah Swt. beserta alasan sederhananya: Pernyataan 1 'Saya berserah diri (tawakal) dan berdoa kepada Allah Swt. saat merasa cemas' (alasan acuan: karena Allah al-Ḥafīẓ Maha Memelihara); Pernyataan 2 'Saya mengucapkan alhamdulillah dan bersyukur atas nikmat keselamatan' (alasan acuan: karena Allah al-Walī Maha Melindungi) (50 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengumpulkan seluruh lembar asesmen tertulis dan lembar ceklis refleksi murid, kemudian mengajak seluruh murid merapikan meja dan bernapas lega bersama-sama (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, kejujuran, dan ketertiban seluruh murid selama menyelesaikan asesmen sumatif Bab 2 (1 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi penutup singkat mengenai seluruh pembelajaran Bab 2 'Mari Mengenal Allah Swt.' dan menutup sesi dengan doa penutup serta salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada diferensiasi konten pada sesi sumatif; materi dan butir soal standar sama untuk seluruh murid.
- Proses: Akomodasi akses: bagi murid yang mengalami hambatan membaca teks lembar kerja, guru membacakan teks soal tanpa memberikan jawaban atau petunjuk kunci jawaban.
- Produk: Tidak ada diferensiasi produk; bentuk bukti belajar mengikuti ketetapan asesmen sumatif (lembar tertulis dan unjuk kerja lisan).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek kesiapan dan pemahaman instruksi asesmen: guru menanyakan pemahaman murid terhadap cara pengerjaan menjodohkan garis dan cara mencentang kolom Ya/Tidak pada lembar kerja (acuan kesiapan: murid memahami garis menghubungkan nama ke arti yang tepat, dan tanda centang diberikan pada pilihan sikap yang sesuai).
Proses:- Observasi keteraturan, kemandirian, dan ketenangan murid selama mengerjakan tes tertulis serta kesiapan giliran unjuk kerja lisan di meja guru.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja lisan bergiliran: lembar asesmen tertulis serentak (menjodohkan nama dan arti asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr serta mencentang pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati) dan respons lisan menjelaskan arti al-Ḥafīẓ dan al-Walī serta penyampaian ceklis sikap berserah diri dan bersyukur secara rotasi terstruktur
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi isian singkat penjodohan kartu nama asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr dengan artinya yang tepat serta centang pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati yang dikerjakan serentak seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban penjodohan dan lembar refleksi terstruktur berskala biner)
- unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja lisan tiap murid menjawab pertanyaan singkat arti al-Ḥafīẓ dan al-Walī serta membacakan centang lembar ceklis sikap meyakini pemeliharaan dan perlindungan Allah Swt. dengan alasan sederhana, dinilai 2 menit per murid di meja guru (60 menit / 2 menit = 30 murid, tuntas untuk 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan dan lembar ceklis sikap)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja lisan bergiliran: lembar asesmen tertulis serentak (menjodohkan nama dan arti asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr serta mencentang pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati) dan respons lisan menjelaskan arti al-Ḥafīẓ dan al-Walī serta penyampaian ceklis sikap berserah diri dan bersyukur secara rotasi terstruktur
- tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi isian singkat penjodohan kartu nama asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr dengan artinya yang tepat serta centang pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati yang dikerjakan serentak seluruh kelas (45 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban penjodohan dan lembar refleksi terstruktur berskala biner)
- unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja lisan tiap murid menjawab pertanyaan singkat arti al-Ḥafīẓ dan al-Walī serta membacakan centang lembar ceklis sikap meyakini pemeliharaan dan perlindungan Allah Swt. dengan alasan sederhana, dinilai 2 menit per murid di meja guru (60 menit / 2 menit = 30 murid, tuntas untuk 28 murid) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan dan lembar ceklis sikap)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan arti asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī (Lisan) | Belum mampu menjelaskan arti al-Ḥafīẓ maupun al-Walī dengan tepat (0 dari 2 asmaulhusna dijelaskan dengan benar). Acuan: al-Ḥafīẓ = Maha Memelihara; al-Walī = Maha Melindungi. | Menjelaskan secara tepat arti 1 dari 2 asmaulhusna (hanya al-Ḥafīẓ atau hanya al-Walī) secara lisan sesuai acuan. | Menjelaskan secara tepat arti kedua asmaulhusna al-Ḥafīẓ (Maha Memelihara) dan al-Walī (Maha Melindungi) secara lisan sesuai acuan. | Menjelaskan secara tepat arti kedua asmaulhusna al-Ḥafīẓ (Maha Memelihara) dan al-Walī (Maha Melindungi) secara lisan dengan lancar dan jelas tanpa ragu. | | Meyakini asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī melalui pernyataan sikap (Lisan/Ceklis) | Belum mampu membacakan centang ceklis sikap berserah diri dan bersyukur atau tidak dapat memberikan alasan keterkaitannya dengan sifat Allah Swt. | Membacakan centang ceklis sikap berserah diri dan bersyukur, tetapi hanya dapat memberikan alasan sederhana untuk 1 pernyataan sikap sesuai acuan. | Membacakan centang ceklis sikap serta menyampaikan alasan sederhana untuk kedua sikap (berserah diri karena Allah al-Ḥafīẓ Maha Memelihara; bersyukur karena Allah al-Walī Maha Melindungi) sesuai acuan. | Membacakan centang ceklis sikap serta menyampaikan alasan sederhana untuk kedua sikap secara mandiri, runtut, dan tepat mengaitkannya dengan sifat pemeliharaan dan perlindungan Allah Swt. | | Menjelaskan arti asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr (Tertulis - Penjodohan) | Belum tepat menjodohkan kartu nama asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr dengan artinya (0 dari 2 benar). Acuan: al-‘Alīm -> Maha Mengetahui; al-Khabīr -> Mahateliti/Mahawaspada. | Menjodohkan dengan tepat 1 dari 2 kartu nama asmaulhusna dengan artinya sesuai acuan. | Menjodohkan dengan tepat kedua kartu nama asmaulhusna al-‘Alīm -> Maha Mengetahui dan al-Khabīr -> Mahateliti/Mahawaspada sesuai acuan. | Menjodohkan dengan tepat seluruh (2) kartu nama asmaulhusna dengan artinya secara mandiri, rapi, dan tepat waktu sesuai acuan. | | Meyakini asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr melalui pernyataan sikap (Tertulis - Refleksi) | Belum mencentang pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati sesuai acuan (0 dari 2 butir tepat). Acuan: Pernyataan 1 rajin belajar = Ya; Pernyataan 2 berhati-hati = Ya. | Mencentang dengan tepat 1 dari 2 butir pernyataan refleksi sikap sesuai acuan. | Mencentang dengan tepat kedua butir pernyataan refleksi sikap: rajin belajar (Ya) dan berhati-hati (Ya) sesuai acuan. | Mencentang dengan tepat kedua butir pernyataan refleksi sikap rajin belajar dan berhati-hati secara lengkap dan mandiri tanpa keraguan sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes tertulis serentak (40 menit) dan unjuk kerja lisan bergiliran (50 menit) berjalan tertib dan tuntas untuk seluruh murid?
- Bagaimanakah tingkat ketercapaian murid terhadap pemahaman 4 asmaulhusna (al-Ḥafīẓ, al-Walī, al-‘Alīm, al-Khabīr) serta pembiasaan sikapnya?
Murid:- Bagian mana dari tugas asesmen hari ini yang paling mudah kamu selesaikan?
- Setelah mengenal nama-nama Allah Swt. ini, sikap baik apa yang akan selalu kamu lakukan setiap hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021, Bab 2 (Halaman 48-52)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI 2021, Bab 2 (Halaman 34-42)
- Kartu tulisan lafal dan arti 'al-Ḥafīẓ'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) pernyataan sikap berserah diri
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Kartu bergambar lafal Asmaulhusna al-Ḥafīẓ dan al-Walī beserta kartu arti
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Kartu lafal dan arti asmaulhusna al-‘Alīm dan al-Khabīr.
- Lembar kerja pernyataan sikap rajin belajar dan berhati-hati.
- Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti Kelas II SD, Kemendikbudristek 2021
- Buku Panduan Guru PAI dan Budi Pekerti Kelas II SD, Kemendikbudristek 2021
- Lembar Asesmen Tertulis Sumatif Bab 2 (penjodohan al-‘Alīm dan al-Khabīr serta ceklis rajin belajar dan berhati-hati)
- Lembar Ceklis dan Format Penilaian Observasi Lisan Sumatif Bab 2 (al-Ḥafīẓ dan al-Walī)
|