Modul AjarPertemuan 2Bab 10Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Kisah Nabi Ibrahim a.s. di Masa Kanak-Kanak

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Kisah Nabi Ibrahim a.s. di Masa Kanak-Kanak". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Kisah Nabi Ibrahim a.s. di Masa Kanak-Kanak

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 10 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Kisah Nabi Ibrahim a.s. di Masa Kanak-Kanak

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikKisah Nabi Ibrahim a.s. di Masa Kanak-Kanak
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model pembelajaran discovery learning dan metode diskusi, murid dapat menjelaskan kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak, termasuk pencariannya akan kebenaran tentang Tuhan, dengan benar.
  2. Melalui kegiatan bercerita, murid dapat menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak dengan menggunakan bahasa sendiri secara baik dan benar.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang di langit?
  2. Pernahkah kalian bertanya-tanya siapa yang membuat semua benda di sekitar kita?
  3. Bagaimana perasaan kalian jika ingin mencari tahu kebenaran tetapi belum tahu jawabannya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama untuk mengawali pembelajaran dengan khusyuk.
  • Guru memimpin tilawah surah pendek Al-Qur'an (misalnya Al-Fatihah atau Al-Ikhlas) secara bersama-sama.
  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu 'Nabi Ibrahim a.s.' dengan nada 'Lir Ilir' untuk membangkitkan semangat dan motivasi belajar.
  • Guru menampilkan gambar matahari, bulan, bintang, dan patung/berhala untuk menarik perhatian murid.
  • Guru menyampaikan pertanyaan pemantik: 'Siapa yang menciptakan matahari, bulan, dan bintang? Apakah benda-benda itu bisa menjadi Tuhan kita?'
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Apa yang kalian ketahui tentang Nabi Ibrahim a.s.?' untuk mengeksplorasi pengetahuan awal murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar kisah Nabi Ibrahim kecil yang mencari Tuhannya, Allah Swt.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 anak per kelompok).
  • Guru menceritakan kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak: ketika kecil, Nabi Ibrahim hidup di tengah kaum yang menyembah berhala. Ia bertanya-tanya siapa Tuhan yang sebenarnya.
  • Guru melanjutkan cerita: Nabi Ibrahim kecil melihat bintang di malam hari dan berkata, 'Apakah ini Tuhanku?' Tetapi ketika bintang terbenam, ia berkata, 'Aku tidak suka yang terbenam.'
  • Guru melanjutkan: Kemudian Nabi Ibrahim melihat bulan yang lebih besar dan berkata, 'Apakah ini Tuhanku?' Tetapi bulan juga terbenam.
  • Guru melanjutkan: Pagi harinya, Nabi Ibrahim melihat matahari yang sangat terang dan berkata, 'Apakah ini Tuhanku yang paling besar?' Tetapi matahari pun terbenam.
  • Guru menyampaikan kesimpulan kisah: Akhirnya Nabi Ibrahim menyadari bahwa Tuhan yang sebenarnya adalah Allah Swt. yang menciptakan bintang, bulan, matahari, dan seluruh alam semesta. Allah tidak terbenam dan tidak pernah hilang.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelompok dengan pertanyaan: 'Mengapa Nabi Ibrahim kecil tidak mau menyembah bintang, bulan, dan matahari?' dan 'Siapa Tuhan yang sebenarnya menurut kisah ini?'
  • Setiap kelompok mendiskusikan pertanyaan tersebut dan mencatat jawaban mereka.
  • Guru mengamati proses diskusi dan memberikan bimbingan kepada kelompok yang membutuhkan bantuan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas secara bergantian.
  • Guru memberikan apresiasi dan umpan balik konstruktif terhadap setiap presentasi.
  • Guru meminta setiap murid untuk menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak dengan bahasa mereka sendiri kepada teman sebangku.
  • Guru memilih 3-4 murid secara acak untuk menceritakan kembali kisah tersebut di depan kelas dengan gaya mereka sendiri.
  • Guru mengajak murid untuk menghubungkan kisah dengan kehidupan sehari-hari: 'Bagaimana cara kita menunjukkan bahwa kita yakin Allah adalah Tuhan kita? Misalnya dengan rajin salat, berdoa, dan bersyukur.'
  • Murid menyebutkan contoh-contoh cara mereka beriman kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid untuk merefleksi pembelajaran dengan pertanyaan: 'Apa yang paling menarik dari kisah Nabi Ibrahim kecil hari ini?'
  • Guru bertanya: 'Apa pelajaran yang bisa kalian ambil dari kisah Nabi Ibrahim yang terus mencari kebenaran?'
  • Murid berbagi refleksi mereka secara lisan atau menuliskan di buku catatan.
  • Guru menegaskan nilai karakter yang dapat diteladani: Nabi Ibrahim kecil memiliki sikap ingin tahu yang tinggi, berani bertanya, dan tidak mudah menerima sesuatu tanpa berpikir. Kita juga harus selalu mencari kebenaran dan beriman hanya kepada Allah Swt.
  • Guru mengajak murid untuk berkomitmen menerapkan keimanan kepada Allah dalam kehidupan sehari-hari.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: Nabi Ibrahim a.s. sejak kecil sudah mencari kebenaran tentang Tuhan. Ia menyadari bahwa Allah Swt. adalah Tuhan yang sebenarnya, Pencipta seluruh alam semesta.
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menuliskan atau menggambar bagian kisah Nabi Ibrahim yang paling mereka ingat.
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada semua murid atas partisipasi aktif mereka.
  • Guru menyampaikan pesan moral: 'Mari kita teladani Nabi Ibrahim yang selalu mencari kebenaran dan beriman hanya kepada Allah Swt.'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang cepat memahami, guru memberikan cerita tambahan tentang sikap teguh Nabi Ibrahim menghadapi ayahnya yang membuat patung. Untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih, guru menceritakan kisah dengan bantuan gambar visual dan menggunakan kalimat yang lebih sederhana.
  • Proses: Murid yang cepat dapat memimpin diskusi kelompok dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi kesempatan menceritakan kembali kisah dengan bantuan gambar atau kata kunci.
  • Produk: Murid yang cepat dapat menuliskan cerita lengkap dengan gambar ilustrasi. Murid yang membutuhkan dukungan dapat menggambar urutan cerita dengan keterangan singkat atau menceritakan secara lisan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru bertanya kepada murid: 'Apa yang kalian ketahui tentang Nabi Ibrahim a.s.?' untuk mengidentifikasi pengetahuan awal.
  • Guru menampilkan gambar bintang, bulan, matahari, dan patung, lalu bertanya: 'Apakah benda-benda ini bisa menjadi Tuhan kita?' untuk mengeksplorasi pemahaman konsep ketauhidan.

Proses:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok: apakah murid aktif bertanya dan menjawab?
  • Mendengarkan dan menilai kemampuan murid menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiri.
  • Pertanyaan lisan saat pembelajaran: 'Mengapa Nabi Ibrahim tidak mau menyembah bintang, bulan, dan matahari?'
  • Pengamatan ekspresi dan antusiasme murid dalam mengikuti pembelajaran.

Akhir:

  • Murid menuliskan atau menggambar bagian kisah Nabi Ibrahim yang paling berkesan bagi mereka.
  • Guru menilai kemampuan murid menjelaskan siapa Tuhan yang sebenarnya menurut kisah Nabi Ibrahim a.s.
  • Murid menyebutkan minimal satu pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian kemampuan menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s.
  • Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman

Sumatif:

  • Penilaian hasil tulisan atau gambar murid tentang kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak
  • Penilaian kemampuan menjelaskan pesan moral dari kisah Nabi Ibrahim a.s.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menjelaskan kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanakMurid belum dapat menjelaskan kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan benar, bahkan dengan bantuan guru.Murid dapat menjelaskan sebagian kecil kisah Nabi Ibrahim a.s. dengan bantuan guru atau teman.Murid dapat menjelaskan kisah Nabi Ibrahim a.s. secara sederhana dengan sedikit bantuan.Murid dapat menjelaskan kisah Nabi Ibrahim a.s. secara lengkap dan jelas tanpa bantuan, termasuk pencariannya akan kebenaran tentang Tuhan.
Kemampuan menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiriMurid belum dapat menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s. meskipun dengan bantuan.Murid dapat menceritakan kembali kisah dengan bantuan guru dan menggunakan kalimat yang sangat sederhana.Murid dapat menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiri secara sederhana dan cukup runtut.Murid dapat menceritakan kembali kisah dengan bahasa sendiri secara runtut, jelas, dan ekspresif.
Pemahaman tentang keimanan kepada Allah Swt.Murid belum memahami bahwa Allah Swt. adalah Tuhan yang sebenarnya.Murid mulai memahami bahwa Allah Swt. adalah Tuhan, tetapi masih memerlukan banyak bimbingan.Murid memahami bahwa Allah Swt. adalah Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dan dapat menyebutkan contoh sederhana.Murid memahami dengan jelas bahwa Allah Swt. adalah Tuhan yang sebenarnya dan dapat menjelaskan mengapa kita hanya menyembah Allah dengan alasan yang tepat.
Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid tidak aktif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok.Murid sesekali memberikan pendapat dalam diskusi kelompok dengan dorongan guru.Murid aktif memberikan pendapat dan mendengarkan teman dalam diskusi kelompok.Murid sangat aktif, memberikan ide-ide kreatif, mendengarkan dengan baik, dan membantu teman dalam diskusi kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak dengan baik?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk membantu murid memahami konsep ketauhidan?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid yang beragam?
  • Bagaimana cara meningkatkan keterlibatan murid yang pasif dalam diskusi kelompok?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari kisah Nabi Ibrahim a.s. yang kamu pelajari hari ini?
  • Bagian mana dari kisah yang paling kamu ingat?
  • Apa pelajaran penting yang bisa kamu ambil dari kisah Nabi Ibrahim kecil?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang cara Nabi Ibrahim mencari kebenaran?
  • Apa yang akan kamu lakukan untuk menunjukkan bahwa kamu beriman kepada Allah Swt.?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek, 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas II, Kemendikbudristek, 2021
  3. Gambar/ilustrasi bintang, bulan, matahari, dan patung/berhala
  4. Lagu 'Nabi Ibrahim a.s.' dengan nada 'Lir Ilir'
  5. Buku Kisah 25 Nabi dan Rasul (sumber alternatif)
  6. Kartu bergambar urutan kisah Nabi Ibrahim a.s. (opsional)
  7. Video animasi kisah Nabi Ibrahim a.s. di masa kanak-kanak (jika tersedia)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.