MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A) Topik: Bab 10 — Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
|---|
| Topik | Bab 10 — Asyiknya Belajar Kisah Ayah Para Nabi |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 2.10.1 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi
- TP 2.10.2 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak
- TP 2.10.3 Menceritakan kisah keteladanan dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya
- TP 2.10.4 Menceritakan sikap keteladanan rela berkorban serta ketaatan Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah Swt.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa Nabi Ibrahim a.s. dijuluki sebagai ayah dari para nabi?
- Siapa sajakah nabi-nabi yang merupakan keturunan Nabi Ibrahim a.s.?
- Di mana Nabi Ibrahim a.s. disembunyikan oleh orang tuanya ketika masih bayi?
- Bagaimana cara Nabi Ibrahim a.s. saat masih kecil mencari tahu siapa Tuhan yang sebenarnya?
- Bagaimana cara Nabi Ibrahim a.s. mengajak kaumnya dan Raja Namrud untuk menyembah Allah Swt.?
- Mengapa Nabi Ibrahim a.s. rela mengorbankan putra yang disayanginya, Nabi Ismail a.s., saat diperintah oleh Allah Swt.?
- Bagaimana kisah Nabi Ibrahim a.s. saat mencari Tuhan pada masa kanak-kanak hingga dijuluki sebagai ayah para nabi?
- Bagaimana kegigihan dakwah Nabi Ibrahim a.s. serta kerelaan beliau berkorban demi taat kepada Allah Swt.?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai Ayah Para Nabi dan Silsilah Keluarganya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.10.1 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan lagu "Nabi Ibrahim a.s." bernada Lir-Ilir untuk membangkitkan semangat belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi beserta silsilahnya (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Siapakah nama ayah Nabi Ibrahim a.s.?' (acuan: Azar), dan (2) 'Mengapa Nabi Ibrahim a.s. disebut ayah para nabi?' (acuan: karena banyak nabi dan rasul lahir dari keturunan beliau) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati bagan silsilah Nabi Ibrahim a.s. di papan tulis yang memuat 4 fakta inti: (1) Nabi Ibrahim a.s. nabi ke-6 dan keturunan ke-10 Nabi Nuh a.s.; (2) Nama ayah Nabi Ibrahim a.s. adalah Azar; (3) Memiliki putra nabi bernama Ismail a.s. dan Ishaq a.s.; (4) Disebut ayah para nabi karena banyak nabi sesudahnya adalah keturunannya (seperti Nabi Ya'qub a.s., Nabi Yusuf a.s., hingga Nabi Muhammad saw.) (10 menit).
- Murid menyimak penuturan guru mengenai kisah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi yang mendidik keluarganya beriman kepada Allah Swt. serta mengidentifikasi 4 fakta silsilah tersebut secara bersama-sama (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan dan memainkan tantangan ceria 'Sambung Cerita Silsilah' menggunakan 4 kartu alur kisah: Kartu 1: 'Nabi Ibrahim a.s. adalah nabi ke-6 dan keturunan Nabi Nuh a.s.'; Kartu 2: 'Ayah Nabi Ibrahim a.s. bernama Azar'; Kartu 3: 'Putra Nabi Ibrahim a.s. di antaranya Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s.'; Kartu 4: 'Nabi Ibrahim a.s. dijuluki ayah para nabi karena banyak keturunannya menjadi nabi hingga Nabi Muhammad saw.' (12 menit).
- Secara bergantian dalam pasangan, murid menceritakan kembali kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi dan garis silsilahnya berdasarkan urutan kartu 1 sampai 4 kepada pasangannya secara lisan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa kelengkapan penceritaan kisah dan menyebutkan kembali intisari kisah mengapa Nabi Ibrahim a.s. menjadi teladan sebagai ayah para nabi (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi dan silsilah keluarganya (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap penceritaan murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan silsilah dengan gambar ilustrasi tokoh nabi untuk membantu visualisasi murid yang membutuhkan dukungan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menceritakan dengan bantuan memegang 4 kartu alur berurutan, sedangkan murid yang mahir menceritakan kisah silsilah secara mandiri tanpa melihat teks kartu.
- Produk: Murid menyampaikan cerita silsilah secara lisan kepada teman pasangan dengan tingkat kelengkapan fakta inti minimal 3 hingga 4 fakta.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan 2 butir: (1) 'Siapakah nama ayah Nabi Ibrahim a.s.?' (acuan: Azar); (2) 'Mengapa Nabi Ibrahim a.s. dijuluki ayah para nabi?' (acuan: karena dari keturunan beliau banyak lahir nabi dan rasul).
Proses:- Observasi penuturan lisan kisah silsilah berpasangan berdasarkan 4 fakta acuan: (1) nabi ke-6 / keturunan ke-10 Nabi Nuh a.s., (2) nama ayah adalah Azar, (3) putra beliau Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s., (4) alasan julukan ayah para nabi (banyak keturunan beliau menjadi nabi hingga Nabi Muhammad saw.).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan singkat di akhir kegiatan berupa penyebutan 2 nama putra Nabi Ibrahim a.s. yang juga menjadi nabi (acuan: Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s.).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja penuturan lisan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi secara berpasangan dengan rubrik penceritaan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi | Belum mampu menceritakan kisah silsilah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi meski telah dibimbing (menceritakan kurang dari 2 fakta dari 4 fakta acuan: nabi ke-6/keturunan Nabi Nuh, ayah bernama Azar, putra Ismail dan Ishaq, alasan julukan ayah para nabi). | Mampu menceritakan 2 fakta kisah silsilah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi dengan bimbingan penuh kartu bantuan. | Mampu menceritakan 3 sampai 4 fakta kisah silsilah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi secara runtut dan tepat sesuai 4 fakta acuan dengan sesekali melihat kartu bantuan. | Mampu menceritakan seluruh (4 fakta lengkap) kisah silsilah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa melihat kartu bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas tantangan berpasangan 'Sambung Cerita Silsilah' efektif membantu seluruh murid menceritakan kembali kisah Nabi Ibrahim a.s.?
- Bagian silsilah mana yang paling membutuhkan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari kisah silsilah Nabi Ibrahim a.s. yang paling mudah kamu ceritakan kepada temanmu?
- Apakah kamu merasa senang bercerita kisah Nabi Ibrahim a.s. bersama teman pasanganmu?
Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada Masa Kanak-Kanak dalam Mencari Tuhan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.10.2 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, tilawah surah pendek, mengecek kehadiran, serta menyanyikan lagu 'Nabi Ibrahim a.s.' dengan nada 'Lir Ilir' (10 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemetaan: (1) Mengapa Nabi Ibrahim a.s. bayi disembunyikan di dalam gua? (acuan: karena Raja Namrud yang zalim memerintahkan membunuh semua bayi laki-laki), (2) Benda langit apa saja yang sempat dilihat Nabi Ibrahim kecil sebelum menyadari bahwa Tuhan itu Allah Swt.? (acuan: bintang, bulan, dan matahari) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak dalam mencari Tuhan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penuturan guru berbantuan 4 kartu alur bergambar kisah masa kecil Nabi Ibrahim a.s.: Kartu 1 (Kelahiran Nabi Ibrahim di masa ancaman Raja Namrud yang kejam), Kartu 2 (Nabi Ibrahim bayi disembunyikan dan tumbuh sehat serta cerdas di dalam gua), Kartu 3 (Nabi Ibrahim kecil melihat bintang, bulan, dan matahari yang akhirnya tenggelam/hilang), Kartu 4 (Nabi Ibrahim menyimpulkan bahwa Tuhan adalah Allah Swt. Yang Menciptakan alam semesta dan tidak pernah tenggelam) (15 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis tebak kartu 'Kisah Ibrahim Kecil': satu murid memegang satu dari 4 kartu alur dan menyebutkan potongan peristiwa, lalu pasangannya menebak nomor urutan alur ceritanya secara bergantian (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap murid menerima lembar kartu berseri yang memuat 4 cuplikan peristiwa: (A) Ibrahim mengamati bintang, bulan, dan matahari lalu menyadari semuanya tenggelam; (B) Ibrahim menyimpulkan Allah Swt. adalah Pencipta alam semesta; (C) Raja Namrud memerintahkan tentara membunuh bayi laki-laki; (D) Ibu menyembunyikan bayi Ibrahim di dalam gua. Murid mengurutkan kartu menjadi urutan yang benar (Acuan urutan runtut: C - D - A - B) (15 menit).
- Secara mandiri atau berpasangan, murid berlatih menuturkan kembali kisah masa kecil Nabi Ibrahim a.s. secara runtut berdasarkan 4 kartu peristiwa tersebut mencakup: alasan disembunyikan di gua, keteladanan kecerdasan dan sikap kritis mencari Tuhan, serta penemuan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara bergantian menceritakan kisah keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. di hadapan guru atau teman sebangku sesuai lembar pengamatan (15 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan keteladanan berpikir cerdas dan kritis Nabi Ibrahim a.s. sejak kecil dalam mencari kebenaran tentang Allah Swt. (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap penuturan murid terkait kelengkapan 3 unsur kisah: bayi di gua karena perintah Raja Namrud, mengamati benda langit yang tenggelam, dan meyakini Allah Swt. sebagai Tuhan (5 menit).
- Guru menginformasikan materi untuk pertemuan berikutnya (dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya) dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa kafaratul majlis serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan 4 kartu gambar berurutan dengan teks panduan singkat per kartu; murid yang sudah mahir menggunakan gambar tanpa bantuan teks kunci.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan menceritakan kisah dengan bantuan pertanyaan pemandu satu per satu dari guru; murid yang mahir menuturkan kisah secara mandiri dari awal hingga akhir.
- Produk: Murid yang memerlukan bimbingan menceritakan minimal 2 dari 3 peristiwa utama secara runtut; murid mahir menceritakan seluruh 3 peristiwa utama secara utuh dan terperinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan mengenai latar belakang masa kecil Nabi Ibrahim a.s. Pertanyaan: (1) Mengapa Nabi Ibrahim disembunyikan di dalam gua saat bayi? (acuan: karena ada perintah dari Raja Namrud yang zalim untuk membunuh setiap bayi laki-laki yang baru lahir); (2) Benda apa saja di langit yang dilihat Nabi Ibrahim kecil saat mencari Tuhan? (acuan: bintang, bulan, dan matahari).
Proses:- Formatif mengurutkan 4 kartu alur kisah masa kecil Nabi Ibrahim a.s. (Acuan urutan tepat: 1-Perintah kejam Raja Namrud membunuh bayi laki-laki; 2-Bayi Ibrahim disembunyikan di gua; 3-Ibrahim kecil mengamati bintang, bulan, matahari yang tenggelam; 4-Ibrahim meyakini Allah Swt. sebagai Pencipta alam semesta).
- Formatif penuturan lisan menceritakan kisah keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. yang memuat 3 episode inti: (1) peristiwa disembunyikan di dalam gua karena Raja Namrud; (2) proses berpikir kritis mengamati bintang, bulan, dan matahari; (3) keyakinan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan Yang Maha Esa.
Akhir Pertemuan:- Cek lisan mandiri akhir sesi: murid menyebutkan kembali secara ringkas 3 pokok kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak (Acuan: disembunyikan di gua karena ancaman Raja Namrud; berpikir kritis mengamati benda langit yang sirna/tenggelam; meyakini Allah Swt. Tuhan Yang Maha Esa).
Formatif:- Unjuk kerja lisan menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak berdasarkan kartu berseri
- Lembar ceklis observasi ketercapaian urutan kisah masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak (Acuan 3 peristiwa: [1] disembunyikan di dalam gua akibat ancaman Raja Namrud; [2] proses kritis mengamati bintang, bulan, matahari yang tenggelam; [3] kesimpulan keyakinan bahwa Allah Swt. adalah Tuhan) | Menceritakan kisah keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. dengan memuat kurang dari 2 peristiwa acuan dan membutuhkan bimbingan penuh guru. | Menceritakan kisah keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. dengan memuat 2 dari 3 peristiwa acuan secara runtut namun masih memerlukan arahan pertanyaan pemandu. | Menceritakan kisah keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. dengan memuat seluruh 3 peristiwa acuan secara tepat dan runtut secara mandiri. | Menceritakan kisah keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. dengan memuat seluruh 3 peristiwa acuan secara tepat, runtut, terperinci, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar berseri mempermudah murid dalam menceritakan kisah masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. secara runtut?
- Bagian mana dari penuturan kisah oleh murid yang masih membutuhkan pendampingan lebih intensif?
Murid:- Apa hal paling menarik yang kalian pelajari dari kisah Nabi Ibrahim a.s. saat masih kecil?
- Apakah kalian sudah dapat menceritakan sendiri bagaimana Nabi Ibrahim a.s. menemukan bahwa Allah adalah Tuhannya?
Pertemuan 3 — Menceritakan Kisah Keteladanan Dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada Kaumnya dan Sikap Rela Berkorban serta Ketaatan kepada Allah Swt. — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.10.3 Menceritakan kisah keteladanan dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya
- TP 2.10.4 Menceritakan sikap keteladanan rela berkorban serta ketaatan Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah Swt.
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan menyapa kehadiran murid (5 menit).
- Guru bersama murid menyanyikan bersama lagu 'Nabi Ibrahim a.s.' dengan nada lagu 'Lir-Ilir' untuk membangkitkan semangat belajar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal lisan mengenai dakwah dan ketaatan Nabi Ibrahim a.s. kepada 3 perwakilan murid untuk memetakan kesiapan awal bercerita (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru berbantuan media gambar kisah dakwah Nabi Ibrahim a.s. menghadapi kaum pembuat patung dan Raja Namrud, serta peristiwa diselamatkan dari kobaran api (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan lanjutan guru tentang mimpi perintah menyembelih Nabi Ismail a.s. sebagai bukti sikap rela berkorban dan ketaatan penuh Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah Swt., yang kemudian diganti dengan seekor domba dari surga (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan media kartu berpasangan (4 kartu gambar peristiwa) kepada tiap kelompok kecil: Kartu A (Nabi Ibrahim merobohkan berhala kaumnya), Kartu B (Nabi Ibrahim diselamatkan Allah dari api unggun Raja Namrud), Kartu C (Nabi Ibrahim menyampaikan perintah mimpi penyembelihan kepada Nabi Ismail), dan Kartu D (Allah mengganti sembelihan kurban dengan seekor domba) (10 menit).
- Murid bermain tantangan seru 'Estafet Cerita Teladan': secara bergantian dan menggembirakan, tiap murid mengambil 1 kartu lalu menceritakan isi gambar tersebut secara lisan kepada pasangannya (15 menit).
- Secara bergiliran, beberapa murid maju menceritakan kembali kisah dakwah Nabi Ibrahim a.s. dan keteladanan sikap rela berkorbannya di depan kelas dengan bahasa sendiri (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru merefleksikan hikmah kisah: menyebutkan kembali contoh keteladanan rela berkorban dan taat kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari seperti mematuhi perintah salat dan berbagi celengan (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan inti pembelajaran mengenai dakwah serta keteladanan ketaatan dan rela berkorban Nabi Ibrahim a.s. (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap cerita murid, menyampaikan rencana latihan penuturan lisan pada pertemuan sumatif mendatang, dan menutup dengan doa bersama serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan urutan teks petunjuk kata kunci bagi murid yang membutuhkan scaffolding, dan gambar tanpa teks bagi murid yang sudah mahir.
- Proses: Bagi murid yang masih terbata-bata, guru memberikan panduan pertanyaan pemandu saat bercerita; bagi murid yang lancar, diminta menceritakan hubungan sebab-akibat peristiwa dakwah dan kurban secara mandiri.
- Produk: Cerita lisan dapat disampaikan secara bertahap per kartu bagi murid yang butuh bimbingan, atau langsung menceritakan rangkaian utuh 4 kartu secara berkesinambungan bagi murid yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Bagaimana cerita Nabi Ibrahim a.s. ketika dibakar oleh Raja Namrud?' (Acuan jawaban benar: Nabi Ibrahim a.s. diselamatkan oleh Allah Swt. sehingga apinya terasa dingin dan beliau selamat tidak terbakar).
- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa yang dilakukan Nabi Ibrahim a.s. saat menerima perintah Allah Swt. untuk menyembelih Nabi Ismail a.s.?' (Acuan jawaban benar: Nabi Ibrahim a.s. taat dan rela berkorban melaksanakan perintah Allah Swt., lalu Allah menggantinya dengan seekor domba jantan).
Proses:- Observasi penuturan lisan murid saat menceritakan isi 4 kartu kisah: Kartu A (perusakan berhala kaum musyrik), Kartu B (diselamatkan dari api Raja Namrud), Kartu C (musyawarah perintah kurban kepada Ismail), dan Kartu D (penggantian kurban dengan domba jantan dari surga).
Akhir Pertemuan:- Cek lisan pemahaman akhir sesi: Murid menceritakan 1 sikap teladan utama Nabi Ibrahim a.s. dari peristiwa kurban. (Kriteria penerimaan: murid menyebutkan sikap taat mematuhi perintah Allah Swt. atau sikap rela berkorban demi Allah Swt.).
Formatif:- Penilaian kinerja lisan saat murid menceritakan kartu gambar peristiwa dakwah dan keteladanan rela berkorban Nabi Ibrahim a.s. berpasangan atau di depan kelas menggunakan rubrik observasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kisah Dakwah Nabi Ibrahim a.s. | Belum mampu menceritakan peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. menghadapi kaumnya dan Raja Namrud meskipun telah dipandu kartu gambar. | Mampu menceritakan sebagian peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. (hanya menyebutkan peristiwa perusakan patung atau api Namrud) dengan bimbingan guru. | Mampu menceritakan peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya dan diselamatkan dari api Raja Namrud secara mandiri dan tepat. | Mampu menceritakan seluruh rangkaian peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya serta azab Raja Namrud secara runtut, utuh, dan mandiri. | | Menceritakan Sikap Keteladanan Rela Berkorban dan Ketaatan Nabi Ibrahim a.s. | Belum mampu menceritakan kisah kurban dan sikap keteladanan rela berkorban Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah Swt. | Mampu menceritakan peristiwa kurban Nabi Ismail a.s. secara terbata-bata dengan bantuan pertanyaan pemandu dari guru. | Mampu menceritakan kisah ketaatan Nabi Ibrahim a.s. saat menjalankan perintah kurban dan penggantian domba oleh Allah Swt. secara mandiri dan tepat. | Mampu menceritakan kisah ketaatan dan kerelaan berkorban Nabi Ibrahim a.s. bersama Nabi Ismail a.s. secara lengkap, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu bergambar berseri berhasil memantik keberanian murid kelas 2 dalam menceritakan kisah dakwah dan kurban Nabi Ibrahim a.s.?
- Apakah kegiatan bermain estafet cerita berjalan tertib dan menyenangkan bagi seluruh murid?
Murid:- Peristiwa apa dari kisah Nabi Ibrahim a.s. yang paling seru kalian ceritakan hari ini?
- Bagaimana perasaan kalian saat belajar bahwa Nabi Ibrahim a.s. sangat taat dan rela berkorban kepada Allah Swt.?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 2.10.1 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi
- TP 2.10.2 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada masa kanak-kanak
- TP 2.10.3 Menceritakan kisah keteladanan dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya
- TP 2.10.4 Menceritakan sikap keteladanan rela berkorban serta ketaatan Nabi Ibrahim a.s. kepada Allah Swt.
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menjelaskan tujuan sesi unjuk kerja sumatif: menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. berpasangan berbantuan 4 kartu gambar berseri (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru tentang alur unjuk kerja sumatif berpasangan dan mengamati 4 kartu gambar berseri yang disediakan pada meja masing-masing: Kartu 1 (Nabi Ibrahim a.s. masa kanak-kanak mengamati bintang, bulan, dan matahari untuk mencari Tuhan), Kartu 2 (Silsilah Nabi Ibrahim a.s. sebagai ayah para nabi yang menurunkan Nabi Ismail a.s. dan Nabi Ishaq a.s.), Kartu 3 (Dakwah Nabi Ibrahim a.s. mengajak kaum pembuat patung menyembah Allah Swt. dan tetap tabah saat dilempar ke api oleh Raja Namrud), dan Kartu 4 (Ketaatan Nabi Ibrahim a.s. saat diperintahkan menyembelih Nabi Ismail a.s. yang rela berkorban hingga diganti kibas oleh Allah Swt.) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 Asesmen Sumatif (TP 2.10.1 & TP 2.10.2): Murid di dalam tiap pasangan (14 pasangan) secara bergantian melakukan penuturan lisan menceritakan keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. (Kartu 1) dan kedudukannya sebagai ayah para nabi (Kartu 2) dipandu kartu gambar, sementara guru berkeliling mengobservasi dan mencatat capaian pada lembar rubrik observasi bercerita (45 menit).
- Tugas 2 Asesmen Sumatif (TP 2.10.3 & TP 2.10.4): Murid di dalam pasangan secara bergantian menceritakan kegigihan dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya (Kartu 3) serta keteladanan rela berkorban dan ketaatannya kepada Allah Swt. saat perintah kurban (Kartu 4) dipandu kartu gambar, sementara guru berkeliling mengobservasi dan menilai penuturan lisan murid (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya merapikan kembali kartu gambar berseri dan merefleksikan pengalaman bercerita lisan yang telah dilaksanakan secara mandiri (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban dan kelancaran unjuk kerja bercerita kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. pada asesmen sumatif bab ini (3 menit).
- Guru menutup seluruh rangkaian pembelajaran Bab 10 dengan doa bersama dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Semua murid menggunakan 4 kartu gambar berseri yang seragam sesuai acuan materi bab.
- Proses: Akomodasi akses berupa penataan urutan kartu gambar di atas meja bagi murid yang memerlukan panduan visual lebih terstruktur tanpa mengubah butir tugas maupun kriteria penilaian.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti penuturan lisan terpadu kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. sesuai 4 kriteria rubrik yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis bercerita di awal sesi: guru memastikan setiap pasangan telah memegang set 4 kartu gambar berseri dan memahami giliran berbicara di dalam pasangan.
Proses:- Observasi keterlibatan dan kepatuhan murid saat menunggu giliran berbicara dan mendengarkan pasangan di mejanya masing-masing.
Sumatif Bab:- unjuk kerja bercerita berpasangan dan bergantian dengan bantuan kartu gambar berseri: penuturan lisan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. secara runtut dan terpadu (sebagai ayah para nabi, masa kanak-kanak, dakwah kepada kaumnya, serta kerelaan berkorban dan ketaatan kepada Allah Swt.) yang dinilai guru menggunakan rubrik observasi bercerita
- unjuk kerja lisan terbimbing berpasangan: penuturan lisan murid secara bergantian di dalam pasangan menceritakan keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. dan kedudukannya sebagai ayah para nabi dipandu kartu gambar, diobservasi guru berkeliling (14 pasangan x 3 menit = 42 menit) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: keruntutan cerita, ketepatan fakta keteladanan, kelancaran lisan))
- unjuk kerja lisan terbimbing berpasangan: penuturan lisan murid secara bergantian di dalam pasangan menceritakan kegigihan dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya serta keteladanan rela berkorban dan ketaatannya kepada Allah Swt. dipandu kartu gambar, diobservasi guru berkeliling (14 pasangan x 3 menit = 42 menit) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: pemahaman nilai dakwah, keteladanan rela berkorban/ketaatan, keberanian berbicara))
Sumatif:- unjuk kerja bercerita berpasangan dan bergantian dengan bantuan kartu gambar berseri: penuturan lisan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. secara runtut dan terpadu (sebagai ayah para nabi, masa kanak-kanak, dakwah kepada kaumnya, serta kerelaan berkorban dan ketaatan kepada Allah Swt.) yang dinilai guru menggunakan rubrik observasi bercerita
- unjuk kerja lisan terbimbing berpasangan: penuturan lisan murid secara bergantian di dalam pasangan menceritakan keteladanan masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. dan kedudukannya sebagai ayah para nabi dipandu kartu gambar, diobservasi guru berkeliling (14 pasangan x 3 menit = 42 menit) (50 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: keruntutan cerita, ketepatan fakta keteladanan, kelancaran lisan))
- unjuk kerja lisan terbimbing berpasangan: penuturan lisan murid secara bergantian di dalam pasangan menceritakan kegigihan dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya serta keteladanan rela berkorban dan ketaatannya kepada Allah Swt. dipandu kartu gambar, diobservasi guru berkeliling (14 pasangan x 3 menit = 42 menit) (55 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja bercerita (kriteria: pemahaman nilai dakwah, keteladanan rela berkorban/ketaatan, keberanian berbicara))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan Kisah sebagai Ayah Para Nabi (TP 2.10.1) | Belum mampu menuturkan lisan kisah silsilah dan julukan ayah para nabi meskipun dipandu kartu gambar 2. | Mampu menuturkan 1 fakta kisah (misal: hanya menyebut Nabi Ibrahim a.s. nabi ke-6 atau keturunan Nabi Nuh a.s.) berdasarkan kartu gambar 2 (Acuan fakta: [1] nabi ke-6 keturunan Nabi Nuh a.s., [2] putra Azar, [3] berputra Nabi Ismail a.s. dan Ishaq a.s., [4] dijuluki ayah para nabi karena keturunannya banyak menjadi nabi). | Mampu menuturkan 2-3 fakta kisah silsilah dan julukan ayah para nabi secara runtut berdasarkan kartu gambar 2. | Mampu menuturkan seluruh 4 fakta kisah silsilah dan julukan ayah para nabi secara lengkap dan runtut berdasarkan kartu gambar 2. | | Menceritakan Kisah Masa Kanak-Kanak (TP 2.10.2) | Belum mampu menuturkan lisan kisah masa kanak-kanak Nabi Ibrahim a.s. meskipun dipandu kartu gambar 1. | Mampu menuturkan 1 peristiwa pencarian Tuhan pada masa kanak-kanak berdasarkan kartu gambar 1 (Acuan fakta: [1] masa kanak-kanak di Babilonia, [2] mengamati bintang, [3] mengamati bulan dan matahari yang terbenam, [4] meyakini Tuhan yang kekal adalah Allah Swt.). | Mampu menuturkan 2-3 peristiwa pencarian Tuhan pada masa kanak-kanak secara runtut berdasarkan kartu gambar 1. | Mampu menuturkan seluruh 4 peristiwa pencarian Tuhan pada masa kanak-kanak secara lengkap dan runtut berdasarkan kartu gambar 1. | | Menceritakan Dakwah kepada Kaumnya (TP 2.10.3) | Belum mampu menuturkan lisan kisah dakwah Nabi Ibrahim a.s. meskipun dipandu kartu gambar 3. | Mampu menuturkan 1 peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. berdasarkan kartu gambar 3 (Acuan fakta: [1] mengajak ayahnya dan kaumnya meninggalkan berhala, [2] mengajak hanya menyembah Allah Swt., [3] ditentang oleh Raja Namrud, [4] tabah dan selamat dari kobaran api atas pertolongan Allah Swt.). | Mampu menuturkan 2-3 peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya secara runtut berdasarkan kartu gambar 3. | Mampu menuturkan seluruh 4 peristiwa dakwah Nabi Ibrahim a.s. kepada kaumnya secara lengkap dan runtut berdasarkan kartu gambar 3. | | Menceritakan Ketaatan dan Rela Berkorban (TP 2.10.4) | Belum mampu menuturkan lisan sikap ketaatan dan rela berkorban Nabi Ibrahim a.s. meskipun dipandu kartu gambar 4. | Mampu menuturkan 1 bagian kisah rela berkorban dan ketaatan kepada Allah Swt. berdasarkan kartu gambar 4 (Acuan fakta: [1] mendapat perintah menyembelih putranya Ismail a.s., [2] taat mematuhi perintah Allah Swt. tanpa ragu, [3] Nabi Ismail a.s. diganti dengan seekor kibas/hewan kurban, [4] meneladan ketaatan beribadah dan bersedekah/berkurban). | Mampu menuturkan 2-3 bagian kisah rela berkorban dan ketaatan Nabi Ibrahim a.s. secara runtut berdasarkan kartu gambar 4. | Mampu menuturkan seluruh 4 bagian kisah rela berkorban dan ketaatan Nabi Ibrahim a.s. secara lengkap dan runtut berdasarkan kartu gambar 4. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu penuturan lisan berpasangan berjalan efektif untuk mengobservasi seluruh murid?
- Bagaimana ketercapaian murid dalam menceritakan kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. secara mandiri dengan bantuan kartu gambar berseri?
Murid:- Bagian kisah Nabi Ibrahim a.s. mana yang paling lancar aku ceritakan kepada teman pasanganku?
- Sikap keteladanan apa dari Nabi Ibrahim a.s. yang paling ingin aku amalkan dalam kehidupan sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II Bab 10 (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Bagan dinding silsilah Nabi Ibrahim a.s. dan 4 set kartu alur kisah silsilah.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II, Kemendikbudristek RI, 2021
- Set Kartu Bergambar Berseri Kisah Nabi Ibrahim a.s. Masa Kanak-Kanak (Gua, Raja Namrud, Bintang/Bulan/Matahari)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek 2021).
- Set 4 kartu gambar peristiwa kisah Nabi Ibrahim a.s. (Perusakan berhala, api Raja Namrud, perintah kurban Nabi Ismail, penggantian domba surga).
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas II (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Set kartu gambar berseri kisah keteladanan Nabi Ibrahim a.s. (Kartu 1, 2, 3, dan 4)
- Lembar rubrik observasi penilaian unjuk kerja bercerita
|