Modul AjarPertemuan 3Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menghafal Surah an-Nās dengan Metode Tikrār

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 2 dengan topik "Menghafal Surah an-Nās dengan Metode Tikrār". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 2: Menghafal Surah an-Nās dengan Metode Tikrār

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 2

Bab 1 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 2 (Fase A)

Topik: Menghafal Surah an-Nās dengan Metode Tikrār

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 2
TopikMenghafal Surah an-Nās dengan Metode Tikrār
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Melalui model pembelajaran tikrār secara klasikal dan kelompok, murid dapat menunjukkan hafalan Surah an-Nās ayat per ayat dengan lancar tanpa melihat tulisan
  2. Melalui aktivitas hafalan berpasangan (tutor sebaya), murid dapat menyimak dan mengoreksi hafalan Surah an-Nās teman dengan sikap saling menghargai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang sudah bisa membaca Surah an-Nās dengan lancar?
  2. Menurut kalian, bagaimana cara agar kita bisa hafal surah dengan cepat?
  3. Kenapa kita perlu menghafal Al-Qur'an sejak kecil?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengkondisikan murid agar siap mengikuti pembelajaran dengan ceria
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan siapa yang sudah bisa membaca Surah an-Nās dan meminta 2-3 murid membaca surah tersebut
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan menghafal Surah an-Nās dengan cara membaca berulang-ulang (tikrār)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun motivasi belajar

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan metode tikrār (membaca berulang-ulang) sebagai cara efektif menghafal Al-Qur'an
  • Guru mencontohkan cara membaca satu ayat Surah an-Nās sebanyak 5-7 kali dengan tartil
  • Murid membaca ta'awuz dan basmalah bersama-sama sebelum memulai hafalan
  • Murid membaca Surah an-Nās secara lengkap bersama-sama sambil melihat tulisan untuk mengingat kembali
  • Guru membimbing murid membaca ayat per ayat Surah an-Nās secara klasikal, setiap ayat dibaca 5-7 kali dengan melihat tulisan
  • Murid membaca seluruh Surah an-Nās secara klasikal sebanyak 5-7 kali dengan melihat tulisan untuk memperkuat ingatan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok berpasangan (2 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok membaca Surah an-Nās ayat per ayat sebanyak 5-7 kali tanpa melihat tulisan
  • Setiap kelompok membaca seluruh Surah an-Nās sebanyak 5-7 kali tanpa melihat tulisan
  • Guru membimbing aktivitas kelompok dengan berkeliling memastikan setiap pasangan aktif berlatih
  • Murid melakukan aktivitas hafalan bergantian: satu siswa menghafal, siswa lainnya menyimak dengan seksama
  • Siswa yang menyimak memberikan koreksi jika ada kesalahan dan memberikan masukan dengan sikap menghargai
  • Kedua siswa dalam kelompok berganti peran, sehingga keduanya mendapat kesempatan menghafal dan menyimak
  • Guru memotivasi dengan kalimat penyemangat: 'Aku bisa menghafalkan Surah an-Nās dengan lancar'

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid melakukan penilaian diri dengan mengisi kolom 'Sudah' atau 'Belum' terkait kemampuan hafalan mereka
  • Murid memberikan penilaian dan masukan terhadap hafalan teman sekelompoknya dengan jujur dan menghargai
  • Guru memfasilitasi refleksi: 'Bagaimana perasaan kalian setelah bisa menghafal Surah an-Nās?'
  • Murid berbagi pengalaman tentang bagian yang mudah dan sulit saat menghafal
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid atas usaha mereka dalam menghafal
  • Murid menetapkan target pribadi untuk terus memperkuat hafalan di rumah

Penutup:

  • Guru melakukan uji keterampilan dengan meminta beberapa murid menghafal Surah an-Nās di depan kelas tanpa melihat tulisan
  • Guru memberikan umpan balik positif dan konstruktif terhadap hafalan murid
  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang metode tikrār
  • Guru memberikan penguatan motivasi agar murid terus mengulang hafalan di rumah
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah lancar membaca, fokus langsung pada hafalan tanpa melihat. Untuk yang masih perlu bantuan, tetap boleh sesekali melihat tulisan sambil terus dilatih lepas dari teks
  • Proses: Murid cepat dapat menjadi tutor sebaya yang membantu teman yang lebih lambat. Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi kesempatan mengulang lebih banyak dengan bimbingan intensif dari guru
  • Produk: Murid cepat dapat menghafal dengan suara lantang dan ekspresi. Murid yang butuh dukungan dapat menghafal dengan suara pelan atau dibimbing ayat demi ayat dengan lebih sabar

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan siapa yang sudah bisa membaca Surah an-Nās
  • Guru meminta 2-3 murid membaca Surah an-Nās untuk mengecek kemampuan awal

Proses:

  • Observasi saat murid membaca berulang secara klasikal: ketelitian pelafalan dan semangat belajar
  • Observasi aktivitas kelompok berpasangan: kemampuan menghafal, menyimak, dan memberikan koreksi dengan sikap menghargai
  • Penilaian sejawat dan penilaian diri murid

Akhir:

  • Uji keterampilan hafalan: murid menghafal Surah an-Nās di depan kelas tanpa melihat tulisan, dinilai kelancaran, ketepatan pelafalan, dan kepercayaan diri
  • Penilaian sikap: kemampuan menyimak, mengoreksi, dan menghargai teman saat aktivitas tutor sebaya

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat membaca berulang secara klasikal dan kelompok
  • Penilaian sejawat saat aktivitas berpasangan (tutor sebaya)
  • Penilaian diri murid dengan mengisi kolom 'Sudah' atau 'Belum'

Sumatif:

  • Uji keterampilan menghafal Surah an-Nās di depan kelas tanpa melihat tulisan
  • Penilaian sikap saling menghargai saat menyimak dan mengoreksi teman

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelancaran Hafalan Surah an-NāsBelum dapat menghafal, masih perlu melihat tulisan sepenuhnyaDapat menghafal sebagian ayat dengan sesekali melihat tulisan dan terbata-bataDapat menghafal seluruh ayat tanpa melihat tulisan dengan sedikit kesalahanDapat menghafal seluruh Surah an-Nās dengan lancar, tartil, dan tanpa melihat tulisan
Ketepatan Pelafalan (Makharijul Huruf)Banyak kesalahan pelafalan huruf dan belum sesuai makharijul hurufPelafalan huruf mulai benar namun masih ada beberapa kesalahan makharijul hurufPelafalan huruf sebagian besar benar dan sesuai makharijul hurufPelafalan huruf tepat, jelas, dan sesuai makharijul huruf dengan tartil
Sikap Menyimak dan Mengoreksi TemanBelum fokus menyimak dan tidak memberikan koreksiMenyimak namun belum memberikan koreksi yang tepatMenyimak dengan baik dan memberikan koreksi dengan sopanMenyimak dengan seksama, memberikan koreksi tepat, dan masukan konstruktif dengan sikap sangat menghargai
Sikap Menerima Masukan dari TemanTidak mau menerima koreksi dari temanMenerima koreksi namun masih terlihat kurang nyamanMenerima koreksi dengan baik dan berusaha memperbaikiMenerima koreksi dengan terbuka, berterima kasih, dan segera memperbaiki dengan antusias

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode tikrār efektif untuk membantu murid menghafal Surah an-Nās?
  • Apakah aktivitas berpasangan (tutor sebaya) berjalan dengan baik dan menciptakan suasana saling menghargai?
  • Murid mana yang perlu bimbingan lebih intensif dan strategi apa yang akan saya gunakan?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah mengakomodasi kebutuhan murid yang cepat dan lambat?
  • Bagaimana cara meningkatkan kualitas pembelajaran hafalan Al-Qur'an di pertemuan selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah bisa menghafal Surah an-Nās?
  • Apa bagian yang paling mudah dan paling sulit saat menghafal?
  • Bagaimana rasanya saat membantu teman atau dibantu teman dalam menghafal?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar hafalanmu semakin kuat?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II (Kemdikbudristek, 2021)
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas II (Kemdikbudristek, 2021)
  3. Poster atau kartu Surah an-Nās
  4. Audio murrattal Surah an-Nās
  5. Video pembelajaran Surah an-Nās
  6. Laptop, LCD projector, dan speaker aktif
  7. Papan tulis dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.