Modul AjarBab 9Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 9: Membiasakan Hidup Bersih

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 9 "Membiasakan Hidup Bersih", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 9: Membiasakan Hidup Bersih

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 9

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 9 — Membiasakan Hidup Bersih

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 9 — Membiasakan Hidup Bersih
Alokasi Waktu11 JP (11 x 35 menit = 385 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.9.1 Menghafal hadis tentang kebersihan dengan pelafalan yang jelas
  2. TP 1.9.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam membiasakan pola hidup bersih sehari-hari
  3. TP 1.9.3 Menerapkan tata cara bersuci melalui praktik berwudu sesuai urutan
  4. TP 1.9.4 Menerapkan tata cara bersuci melalui praktik bertayamum dengan debu yang suci

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan✓
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa tubuh dan pakaian kita harus selalu bersih?
  2. Bagaimana bunyi hadis Nabi Muhammad saw. tentang kebersihan?
  3. Apa yang harus kita lakukan sebelum melaksanakan salat agar badan kita suci?
  4. Bagian tubuh mana saja yang harus dibasuh dan diusap saat kita berwudu?
  5. Mengapa saat berwudu kita harus mengikuti urutan dan tidak boleh terbalik?
  6. Apa yang kita lakukan jika ingin salat tetapi tidak ada air sama sekali di sekitar kita?
  7. Bagaimana cara bersuci dengan menggunakan debu yang bersih?
  8. Mengapa Allah Swt. sangat mencintai orang yang bersih dan suci?
  9. Bagaimana urutan bersuci yang benar saat kita hendak melaksanakan salat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menghafal Hadis tentang Kebersihan dengan Pelafalan yang Jelas serta Menerapkan Akhlak Hidup Bersih Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.1 Menghafal hadis tentang kebersihan dengan pelafalan yang jelas
  • TP 1.9.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam membiasakan pola hidup bersih sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru bersama murid menyanyikan lagu 'Kebersihan Bagian dari Iman' dengan nada lagu Pelangi untuk membangun suasana belajar yang ceria (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan hari ini, yaitu melafalkan dan menghafal hadis kebersihan serta menerapkan kebiasaan hidup bersih pada diri sendiri (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid menirukan penggalan bunyi hadis 'An-nazhafatu minal-iman' dan menyebutkan 2 contoh tindakan menjaga kebersihan badan (acuan: bunyi hadis tepat dan menyebut mandi/cuci tangan/gosok gigi) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru melafalkan hadis riwayat at-Tirmizi tentang kebersihan: 'An-nazhafatu minal-iman' beserta artinya 'Kebersihan itu sebagian dari iman' secara jelas dan meminta murid menyimak dengan saksama (5 menit).
  • Murid menirukan pelafalan hadis kata per kata secara berulang-ulang melalui teknik drill: 'An-nazhafatu' (kebersihan itu), 'minal-iman' (sebagian dari iman) hingga pelafalan terdengar jelas dan fasih (10 menit).
  • Guru menunjukkan 3 gambar contoh penerapan hidup bersih pada diri sendiri: (1) mandi dua kali sehari, (2) mencuci tangan pakai sabun di air mengalir, dan (3) memotong kuku yang panjang dan kotor, kemudian mendiskusikan manfaatnya bagi tubuh (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan estafet lafal hadis 'Tepuk Bersih': satu murid melafalkan 'An-nazhafatu' dan pasangannya menyambung 'minal-iman' beserta artinya secara bergantian hingga lancar (10 menit).
  • Setiap murid secara mandiri maju melafalkan hadis tentang kebersihan secara lengkap di depan guru (acuan: lafal 'An-nazhafatu minal-iman' jelas dan lancar tanpa terbata-bata) (10 menit).
  • Murid mengaplikasikan pemahaman akhlak hidup bersih dengan mengisi lembar checklist pembiasaan diri terhadap 4 tindakan harian: (1) mandi 2 kali sehari, (2) menggosok gigi pagi dan malam, (3) mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, (4) memotong kuku yang panjang (acuan: murid menandai tindakan yang telah dilakukan secara jujur) (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi diri tentang kemudahan menghafal hadis kebersihan dan merenungkan kebiasaan hidup bersih yang sudah atau belum mereka lakukan di rumah (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap hafalan hadis serta menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri setiap hari sebagai wujud iman (4 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual bertuliskan penggalan hadis dalam huruf latin berukuran besar; murid yang lebih cepat diberikan kartu teks hadis lengkap.
  • Proses: Bimbingan intensif berupa penuntunan pelafalan per suku kata untuk murid yang belum lancar, sedangkan murid yang sudah lancar menghafal diberi kesempatan mengulang hafalan beserta artinya secara mandiri.
  • Produk: Semua murid melafalkan hadis yang sama; murid yang belum lancar diperkenankan melafalkan per penggalan frasa, sedangkan murid yang lancar melafalkan hadis sekaligus artinya secara utuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menguji kesiapan awal murid dengan meminta menirukan lafal 'An-nazhafatu minal-iman' dan menanyakan 2 contoh merawat kebersihan tubuh (acuan jawaban: lafal mendekati tepat; contoh: mandi, sikat gigi, cuci tangan, keramas, potong kuku).

Proses:

  • Pengamatan pelafalan hadis kata per kata saat latihan drill dan permainan berpasangan (acuan: ketepatan makhraj lafal hadis 'An-nazhafatu minal-iman').
  • Pemeriksaan checklist pembiasaan 4 perilaku hidup bersih diri sendiri: (1) mandi dua kali sehari, (2) menggosok gigi, (3) mencuci tangan pakai sabun, (4) memotong kuku kotor (acuan: terisinya data pembiasaan diri secara lengkap dan mandiri).

Akhir Pertemuan:

  • Cek hafalan mandiri pelafalan hadis kebersihan di hadapan guru (acuan: lafal lengkap 'An-nazhafatu minal-iman' diucapkan secara jelas dan benar).

Formatif:

  • Unjuk kerja hafalan pelafalan hadis tentang kebersihan
  • Penilaian diri melalui checklist pembiasaan akhlak hidup bersih sehari-hari

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menghafal hadis tentang kebersihan dengan pelafalan yang jelasBelum mampu melafalkan hadis 'An-nazhafatu minal-iman' meskipun telah dibimbing guru.Mampu melafalkan penggalan hadis 'An-nazhafatu minal-iman' secara terbata-bata dengan bimbingan guru.Mampu menghafal seluruh hadis 'An-nazhafatu minal-iman' dengan pelafalan yang jelas secara mandiri.Mampu menghafal seluruh hadis 'An-nazhafatu minal-iman' dengan pelafalan yang sangat jelas, lancar, beserta terjemahannya secara mandiri.
Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam membiasakan pola hidup bersih sehari-hariBelum mampu menerapkan dan mengidentifikasi pembiasaan hidup bersih pada diri sendiri.Mampu mengidentifikasi 1-2 pembiasaan hidup bersih pada diri sendiri (dari 4 acuan: mandi, sikat gigi, cuci tangan, potong kuku) dengan bimbingan.Mampu menerapkan dan mengisi secara konsisten 3-4 pembiasaan hidup bersih pada diri sendiri (dari 4 acuan: mandi, sikat gigi, cuci tangan, potong kuku) secara mandiri.Mampu menerapkan seluruh (4 dari 4) pembiasaan hidup bersih pada diri sendiri secara konsisten dan menceritakan pelaksanaannya di rumah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah metode drill dan permainan estafet lafal efektif membantu seluruh murid kelas 1 menghafal hadis kebersihan?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menerapkan kebiasaan hidup bersih diri di lingkungan sekolah?

Murid:

  • Apakah kamu sudah hafal bunyi hadis tentang kebersihan?
  • Apa kebiasaan hidup bersih yang sudah kamu lakukan sendiri hari ini di rumah atau sekolah?

Pertemuan 2 — Menerapkan Tata Cara Bersuci melalui Praktik Berwudu Sesuai Urutan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.3 Menerapkan tata cara bersuci melalui praktik berwudu sesuai urutan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan ice breaking bernyanyi lagu 'Tepuk Wudu' (Tepuk wudu: baca bismillah lalu cuci tangan, kumur-kumur basuh hidung basuh muka, tangan sampai ke siku kepala dan telinga, terakhir cuci kaki lalu doa) untuk menciptakan suasana kelas yang menyenangkan (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik dengan meminta 3 orang perwakilan murid mengurutkan 3 kartu gambar acak di papan tulis (Gambar A: Mencuci muka, Gambar B: Membasuh kaki, Gambar C: Mencuci tangan) untuk mengecek pemahaman awal urutan wudu (acuan urutan benar: C - Mencuci tangan, A - Mencuci muka, B - Membasuh kaki) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati Gambar 9.15 pada Buku Siswa tentang 8 urutan gerakan wudu: (1) Mencuci kedua telapak tangan, (2) Berkumur-kumur, (3) Membersihkan lubang hidung, (4) Membasuh muka disertai niat dalam hati, (5) Membasuh kedua tangan sampai siku, (6) Mengusap sebagian kepala/rambut, (7) Membasuh kedua telinga, (8) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki (diakhiri berdoa) (10 menit).
  • Guru mendemonstrasikan gerakan wudu satu per satu secara runut dan tertib di depan kelas tanpa air terlebih dahulu sebagai peragaan visual (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain 'Tantangan Kartu Urut Wudu': secara berpasangan, murid menyusun 8 kartu bergambar gerakan wudu (Kartu 1: Cuci tangan, Kartu 2: Berkumur, Kartu 3: Basuh hidung, Kartu 4: Basuh muka, Kartu 5: Basuh tangan hingga siku, Kartu 6: Usap kepala, Kartu 7: Basuh telinga, Kartu 8: Basuh kaki hingga mata kaki) secara berurutan di atas meja (acuan: urutan nomor 1 sampai 8) (15 menit).
  • Guru mengajak dan membimbing murid menuju tempat wudu sekolah untuk mempraktikkan wudu langsung secara bergantian menggunakan air mengalir (20 menit).
  • Setiap murid mempraktikkan tata cara berwudu secara langsung sesuai 8 urutan yang benar di hadapan guru secara bergiliran (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru melafalkan kalimat rubrik Tekadku secara bersama-sama dan penuh kesadaran: 'Aku akan berwudu dengan benar dan tertib' (5 menit).
  • Murid memeriksa diri sendiri apakah saat praktik tadi ada urutan gerakan wudu yang terlewat atau tertukar dengan bimbingan guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas ketertiban murid dalam mempraktikkan wudu sesuai urutan (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan untuk pertemuan berikutnya (mengenal dan mempraktikkan tayamum) serta menutup pembelajaran dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar urutan wudu dengan kode angka bagi murid yang memerlukan panduan visual konkret.
  • Proses: Murid yang masih ragu urutannya didampingi guru dengan panduan lisan/isyarat saat berwudu di keran air, sedangkan murid yang sudah hafal urutannya langsung mempraktikkan wudu secara mandiri.
  • Produk: Murid yang sudah mahir mempraktikkan seluruh 8 urutan wudu secara runtut mandiri tanpa arahan, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan mempraktikkan minimal 5 urutan utama berwudu.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dan simulasi menata 3 kartu acak urutan wudu: (1) Mencuci muka, (2) Membasuh kaki, (3) Mencuci tangan di awal sesi (acuan urutan benar: Mencuci tangan, Mencuci muka, Membasuh kaki).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja praktik langsung tata cara berwudu di tempat wudu dengan mengamati keterlaksanaan 8 urutan gerakan: (1) Mencuci tangan, (2) Berkumur, (3) Membersihkan hidung, (4) Membasuh muka (niat), (5) Membasuh kedua tangan sampai siku, (6) Mengusap kepala, (7) Membasuh telinga, dan (8) Membasuh kedua kaki sampai mata kaki (acuan: ketertiban dan kelengkapan 8 urutan gerakan wudu).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat sebelum penutup dengan menjawab 3 pertanyaan cepat dari rubrik Kuuji Kemampuanku: (1) Berwudu dapat menyucikan diri dari apa? (acuan: hadas kecil/kotoran), (2) Berwudu harus tertib, apa arti tertib? (acuan: berurutan/teratur), (3) Kita berwudu menggunakan air apa? (acuan: air suci dan menyucikan/air bersih).

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik langsung tata cara berwudu sesuai urutan di tempat wudu menggunakan lembar observasi/ceklis gerakan wudu.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Tata Cara Berwudu Sesuai UrutanMempraktikkan kurang dari 4 urutan gerakan wudu dan urutan masih terbalik-balik meski diarahkan guru.Mempraktikkan 4 sampai 5 urutan gerakan wudu dengan urutan yang benar namun masih memerlukan bimbingan guru pada beberapa gerakan.Mempraktikkan 6 sampai 7 urutan gerakan wudu dengan urutan yang runtut dan benar dengan sedikit arahan.Mempraktikkan seluruh 8 urutan gerakan wudu (mencuci tangan, berkumur, membasuh hidung, membasuh muka, membasuh tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, membasuh kaki) secara tertib, benar, dan mandiri tanpa bimbingan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid tertib dan antusias saat diajak praktik berwudu di tempat wudu sekolah?
  • Bagian urutan wudu manakah yang paling sering tertukar atau terlewat oleh murid?
  • Bagaimana pengelolaan alur murid saat praktik di keran air agar waktu berjalan efektif?

Murid:

  • Bagian mana dari gerakan wudu yang menurutmu paling mudah dilakukan?
  • Apakah kamu sudah bisa berwudu sendiri secara berurutan di rumah?

Pertemuan 3 — Menerapkan Tata Cara Bersuci melalui Praktik Bertayamum dengan Debu yang Suci — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.4 Menerapkan tata cara bersuci melalui praktik bertayamum dengan debu yang suci

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, membaca basmalah bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik secara lisan: (1) 'Pengganti wudu saat tidak ada air disebut apa?' (acuan jawaban: tayamum); (2) 'Benda apa yang dipakai untuk bertayamum?' (acuan jawaban: debu/tanah yang suci dan bersih) untuk memetakan kesiapan awal murid (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan dan demonstrasi guru mengenai tata cara bertayamum dengan debu suci secara berkesadaran, mencakup 4 tahapan urutan: (1) Menempelkan kedua telapak tangan pada debu yang suci lalu meniupnya perlahan; (2) Mengusap wajah secara merata disertai niat bertayamum; (3) Menempelkan kembali kedua telapak tangan pada bagian debu yang lain lalu meniupnya; (4) Mengusap kedua tangan sampai siku/pergelangan tangan secara tertib (15 menit).
  • Murid bersama guru menyanyikan lagu tepuk tayamum dengan riang gembira sebagai jembatan ingatan gerakan: 'Tepuk Tayamum! Niat dulu, ambil debu, usap muka, ambil debu, usap tangan, tertib dan sah!' (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan melakukan simulasi permainan 'Tantangan Ceklis Tayamum': satu murid mempraktikkan 4 urutan gerakan tayamum menggunakan media peraga debu suci/tepung bersih di nampan, sementara pasangannya memverifikasi dengan menunjuk kartu ceklis bergambar urutan tayamum secara bergantian (25 menit).
  • Setiap murid mempraktikkan tata cara bertayamum secara mandiri di hadapan guru sesuai 4 urutan: (1) Mengambil debu suci, (2) Mengusap muka disertai niat, (3) Mengambil debu suci kembali, (4) Mengusap tangan (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid diajak merenungkan makna kemudahan bersuci yang diberikan Allah Swt. bahwa ibadah salat tidak boleh ditinggalkan meski tidak ada air, serta memeriksa apakah urutan praktik yang dilakukannya tadi sudah lengkap dan tertib (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 urutan tayamum dengan debu suci (acuan: 1. ambil debu suci, 2. usap wajah, 3. ambil debu suci kedua, 4. usap tangan) (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap kemandirian murid dalam mempraktikkan tayamum, menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah pelaksanaan asesmen sumatif bab, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu panduan visual 4 urutan bergambar tayamum di meja praktik bagi murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
  • Proses: Murid yang masih ragu diberi bimbingan langsung (scaffolding) pada peragaan tangan ke wajah, sedangkan murid yang sudah lancar langsung mempraktikkan 4 urutan secara mandiri tanpa bantuan peraga gambar.
  • Produk: Seluruh murid mempraktikkan gerakan tayamum yang sama; murid yang belum lancar dinilai ketercapaian minimal mengusap wajah dan tangan secara urut dengan bimbingan isyarat, murid mahir mempraktikkan seluruh 4 urutan secara mandiri dan runtut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Butir 1: 'Apa nama bersuci pengganti wudu jika tidak ada air?' (acuan: tayamum); Butir 2: 'Benda apa yang digunakan untuk tayamum?' (acuan: debu/tanah yang suci).

Proses:

  • Formatif unjuk kerja praktik tayamum perorangan berdasarkan lembar observasi 4 tahapan: (1) Mengambil debu suci dan meniupnya, (2) Mengusap seluruh muka sambil berniat, (3) Mengambil debu suci kedua kalinya, (4) Mengusap kedua tangan sampai siku/pergelangan secara tertib (acuan: minimal 3 dari 4 tahapan dilakukan dengan tepat dan urut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan secara runtut 2 anggota badan yang wajib diusap saat tayamum (acuan: (1) wajah/muka dan (2) tangan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja praktik tayamum murid menggunakan lembar ceklis 4 tahapan urutan gerakan bertayamum dengan debu suci.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Praktik Tata Cara Bertayamum dengan Debu yang SuciMempraktikkan kurang dari 2 tahapan tayamum dan urutannya belum tepat meskipun dibimbing penuh oleh guru (acuan 4 tahapan: 1. ambil debu suci, 2. usap muka, 3. ambil debu kedua, 4. usap tangan).Mempraktikkan 2 dari 4 tahapan tayamum dengan urutan yang tepat dengan bimbingan dan arahan guru.Mempraktikkan minimal 3 dari 4 tahapan tayamum secara runtut dan tepat dengan sedikit arahan guru.Mempraktikkan seluruh 4 tahapan tayamum (ambil debu, usap muka, ambil debu kedua, usap tangan) secara tepat, tertib, dan mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media peraga debu suci/tepung bersih dan kartu urutan visual efektif membantu murid Fase A memahami dan mempraktikkan tayamum?
  • Bagian tahapan tayamum mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan berulang bagi murid?

Murid:

  • Bagian gerakan tayamum mana yang paling mudah kamu lakukan?
  • Apakah kamu sudah bisa mempraktikkan tayamum sendiri tanpa dibantu guru atau teman?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.9.1 Menghafal hadis tentang kebersihan dengan pelafalan yang jelas
  • TP 1.9.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri dalam membiasakan pola hidup bersih sehari-hari
  • TP 1.9.3 Menerapkan tata cara bersuci melalui praktik berwudu sesuai urutan
  • TP 1.9.4 Menerapkan tata cara bersuci melalui praktik bertayamum dengan debu yang suci

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kesiapan murid mengikuti asesmen sumatif akhir Bab 9 (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif: murid akan mengisi lembar ceklis pembiasaan hidup bersih serta memperagakan hafalan hadis kebersihan, praktik wudu, dan praktik tayamum di meja guru (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar ceklis bergambar pembiasaan hidup bersih dan menjelaskan cara memberi tanda centang pada 4 butir perilaku: (1) mencuci tangan pakai sabun, (2) mandi dua kali sehari, (3) memotong kuku, dan (4) menyikat gigi (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Penilaian Diri Serentak): Guru membacakan satu per satu dari 4 butir instruksi lembar ceklis bergambar, lalu seluruh murid menandai kolom keterlaksanaan secara mandiri dan jujur di mejanya masing-masing; lembar dikumpulkan setelah selesai (16 menit).
  • Tugas 2 (Unjuk Kerja Praktik Bergiliran): Setiap murid secara individual maju ke meja guru selama 3 menit (total 28 murid) untuk: (a) melafalkan hadis kebersihan 'At-tahūru syathrul īmān' beserta artinya, (b) memperagakan 8 urutan wudu (mencuci tangan, berkumur, membersihkan hidung, membasuh muka disertai niat, membasuh tangan sampai siku, mengusap kepala, membasuh telinga, membasuh kaki), dan (c) memperagakan 4 urutan tayamum (menepukkan tangan ke debu suci, mengusap muka, menepukkan tangan lagi ke debu, mengusap kedua tangan) (64 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid yang telah selesai untuk hening sejenak, menyadari pentingnya menjaga kebersihan badan dan kesucian diri dalam ibadah sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif Bab 9 (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Tidak ada diferensiasi materi karena merupakan sesi asesmen sumatif terstandar.
  • Proses: Akomodasi akses: guru membacakan butir ceklis berulang secara perlahan bagi murid yang kemampuan membacanya masih berkembang tanpa mengubah isi instrumen.
  • Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang setara: lembar ceklis terisi dan rekaman performa unjuk kerja langsung.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan mental dan kehadiran murid sebelum tes unjuk kerja dan penilaian diri dimulai.

Proses:

  • Observasi ketertiban dan kemandirian murid selama menunggu giliran unjuk kerja.

Sumatif Bab:

  • kombinasi penilaian diri bergambar serentak dan unjuk kerja praktik langsung: lembar ceklis bergambar pembiasaan hidup bersih terisi, rekaman hafalan hadis kebersihan yang fasih, serta peragaan berurutan membasuh anggota wudu dan langkah tayamum mengusap muka serta tangan dengan debu suci
  • penilaian diri serentak: lembar ceklis bergambar pembiasaan kebersihan diri harian (mencuci tangan pakai sabun, mandi dua kali sehari, memotong kuku, dan menyikat gigi) yang ditandai murid secara mandiri di kelas dengan bimbingan guru membacakan butir instruksi (21 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis bergambar dengan skala tanda centang dan pedoman penilaian)
  • unjuk kerja praktik bergiliran: setiap murid secara individual maju ke meja guru selama 3 menit untuk melafalkan hadis tentang kebersihan secara lengkap, memperagakan urutan membasuh anggota wudu dari niat hingga membasuh kaki, serta memperagakan langkah tayamum menempelkan telapak tangan pada debu suci lalu mengusap muka dan kedua belah tangan (84 menit / 3 menit = 28 murid, muat satu kelas) (84 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja dengan kriteria pelafalan hadis, ketepatan urutan gerakan wudu, dan ketepatan tata cara tayamum)

Sumatif:

  • kombinasi penilaian diri bergambar serentak dan unjuk kerja praktik langsung: lembar ceklis bergambar pembiasaan hidup bersih terisi, rekaman hafalan hadis kebersihan yang fasih, serta peragaan berurutan membasuh anggota wudu dan langkah tayamum mengusap muka serta tangan dengan debu suci
  • penilaian diri serentak: lembar ceklis bergambar pembiasaan kebersihan diri harian (mencuci tangan pakai sabun, mandi dua kali sehari, memotong kuku, dan menyikat gigi) yang ditandai murid secara mandiri di kelas dengan bimbingan guru membacakan butir instruksi (21 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis bergambar dengan skala tanda centang dan pedoman penilaian)
  • unjuk kerja praktik bergiliran: setiap murid secara individual maju ke meja guru selama 3 menit untuk melafalkan hadis tentang kebersihan secara lengkap, memperagakan urutan membasuh anggota wudu dari niat hingga membasuh kaki, serta memperagakan langkah tayamum menempelkan telapak tangan pada debu suci lalu mengusap muka dan kedua belah tangan (84 menit / 3 menit = 28 murid, muat satu kelas) (84 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja dengan kriteria pelafalan hadis, ketepatan urutan gerakan wudu, dan ketepatan tata cara tayamum)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pembiasaan Hidup Bersih (TP 1.9.2)Menandai 1 dari 4 butir pembiasaan hidup bersih (mencuci tangan, mandi 2 kali, memotong kuku, menyikat gigi).Menandai 2 dari 4 butir pembiasaan hidup bersih secara mandiri.Menandai 3 dari 4 butir pembiasaan hidup bersih secara mandiri.Menandai seluruh 4 butir pembiasaan hidup bersih (mencuci tangan pakai sabun, mandi 2 kali sehari, memotong kuku, menyikat gigi) secara mandiri dan jujur.
Pelafalan Hadis Kebersihan (TP 1.9.1)Belum mampu melafalkan lafal matan hadis 'At-tahūru syathrul īmān' meskipun dibimbing.Melafalkan sebagian lafal hadis dengan terbata-bata dan bimbingan penuh guru.Melafalkan lafal hadis 'At-tahūru syathrul īmān' dengan jelas dan lancar secara mandiri.Melafalkan lafal hadis 'At-tahūru syathrul īmān' dengan sangat jelas, lancar, serta menyebutkan artinya 'Kebersihan itu sebagian dari iman' secara mandiri.
Urutan Gerakan Wudu (TP 1.9.3)Memperagakan kurang dari 4 dari 8 urutan wudu (1. Cuci tangan, 2. Berkumur, 3. Bersihkan hidung, 4. Basuh muka & niat, 5. Basuh tangan hingga siku, 6. Usap kepala, 7. Basuh telinga, 8. Basuh kaki).Memperagakan 4-5 dari 8 urutan wudu dengan tepat.Memperagakan 6-7 dari 8 urutan wudu dengan tepat dan tertib.Memperagakan seluruh 8 urutan wudu secara runtut dan tertib dari membasuh tangan hingga membasuh kaki.
Tata Cara Tayamum (TP 1.9.4)Memperagakan 1 dari 4 langkah tayamum (1. Menempelkan telapak tangan pada debu suci, 2. Mengusap muka, 3. Menempelkan telapak tangan kembali, 4. Mengusap kedua tangan).Memperagakan 2 dari 4 langkah tayamum dengan tepat.Memperagakan 3 dari 4 langkah tayamum dengan tepat dan tertib.Memperagakan seluruh 4 langkah tayamum secara runtut dan tepat menggunakan peraga debu suci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 3 menit per murid mencukupi untuk menguji ketiga aspek unjuk kerja secara akurat?
  • Bagian mana dari tata cara bersuci (wudu atau tayamum) yang masih sering terbalik urutannya oleh murid?

Murid:

  • Bagian mana yang paling mudah kamu peragakan tadi, berwudu atau bertayamum?
  • Apakah kamu sudah terbiasa menjaga kebersihan badanmu setiap hari di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas 1, Kemendikbudristek RI, 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas 1, Kemendikbudristek RI, 2021
  3. Kartu lafal hadis kebersihan dan poster gambar pembiasaan hidup bersih (mandi, sikat gigi, cuci tangan, potong kuku)
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 9).
  6. Fasilitas tempat wudu/keran air sekolah.
  7. Kartu bergambar 8 urutan wudu (kartu bergambar cuci tangan, kumur, basuh hidung, cuci muka, basuh tangan sampai siku, usap kepala, basuh telinga, basuh kaki).
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 9 Submateri Bertayamum)
  10. Nampan berisi debu yang suci/tepung bersih sebagai media peraga praktik
  11. Kartu gambar urutan tayamum (ambil debu, usap wajah, ambil debu kedua, usap tangan)
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  14. Lembar Ceklis Bergambar Pembiasaan Kebersihan Diri
  15. Bak pasir/debu tiruan yang suci untuk peragaan tayamum
  16. Lembar rubrik penilaian guru

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.