Modul AjarBab 8Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 8: Aku Suka Berterima Kasih dan Disiplin

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 8 "Aku Suka Berterima Kasih dan Disiplin", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 8: Aku Suka Berterima Kasih dan Disiplin

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 8

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 8 — Aku Suka Berterima Kasih dan Disiplin

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 8 — Aku Suka Berterima Kasih dan Disiplin
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.8.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui ungkapan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari
  2. TP 1.8.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui pembiasaan berterima kasih kepada sesama
  3. TP 1.8.3 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui sikap disiplin mematuhi aturan
  4. TP 1.8.4 Menerapkan salat fardu secara tertib dan tepat waktu sebagai wujud perilaku disiplin

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa kalimat pujian yang kita ucapkan saat mendapatkan nikmat dari Allah Swt.?
  2. Kapan saja kalian mengucapkan kalimat alhamdulillah dalam kegiatan sehari-hari?
  3. Apa ucapan yang kalian sampaikan ketika teman meminjamkan pensil atau penghapus?
  4. Mengapa kita perlu berterima kasih kepada orang yang telah membantu kita?
  5. Mengapa kita harus memakai seragam rapi dan merapikan alat tulis sendiri di kelas?
  6. Berapa kali kita melaksanakan salat fardu setiap hari dan mengapa harus tepat waktu?
  7. Apa yang kita ucapkan saat memuji Allah Swt. karena mendapat nikmat?
  8. Bagaimana caramu mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan teman?
  9. Mengapa kita harus tertib mematuhi aturan kelas dan salat tepat waktu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Akhlak terhadap Allah Swt. dengan Memuji-Nya melalui Ungkapan Rasa Syukur — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui ungkapan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid dengan ramah, dan mengajak berdoa bersama sebelum belajar (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Jika kita selesai makan atau mendapat rezeki, kalimat pujian apa yang kita ucapkan kepada Allah Swt.?' (acuan jawaban: Alhamdulillah / Segala puji bagi Allah) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang akhlak memuji Allah Swt. sebagai bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diterima, dengan melafalkan kalimat hamdalah secara fasih: 'Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn' yang artinya 'Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam' (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi 3 situasi nikmat yang wajib disyukuri dengan ucapan hamdalah: (1) Selesai makan dan minum, (2) Bersin, (3) Mendapatkan nilai bagus/kabar gembira (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti permainan menggembirakan 'Tepuk & Ucap Syukur': guru menyebutkan satu peristiwa nikmat, lalu murid bertepuk tangan berirama dan bersama-sama melafalkan kalimat 'Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn' secara lantang dan fasih (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mempraktikkan simulasi penerapan ungkapan syukur pada 4 kartu situasi nyata yang dibagikan guru: Kartu 1 'Selesai makan bekal di kelas', Kartu 2 'Mendengar bunyi bersin sendiri', Kartu 3 'Diberi kesehatan saat bangun pagi', Kartu 4 'Mendapat giliran bermain mainan di sekolah' (acuan penerapan untuk seluruh 4 kartu: melafalkan kalimat hamdalah 'Alhamdulillah' atau 'Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn' dengan tulus dan tepat saat situasi tersebut terjadi) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pembiasaan memuji Allah Swt. dalam rutinitas harian di rumah dan di sekolah agar senantiasa bersyukur atas nikmat-Nya (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang melafalkan hamdalah sebagai wujud akhlak memuji Allah Swt. dan ungkapan rasa syukur (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keaktifan murid, mengingatkan untuk membiasakan mengucap alhamdulillah di rumah, lalu menutup pelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi bergambar ilustrasi kegiatan anak bagi murid yang masih tahap awal membaca, serta teks kartu kalimat lengkap bagi yang sudah lancar membaca.
  • Proses: Bimbingan pelafalan hamdalah secara berulang dan terpandu bagi murid yang belum lancar, sedangkan murid yang sudah lancar diminta mempraktikkan lafal lengkap beserta artinya.
  • Produk: Penerapan ungkapan syukur dapat diucapkan langsung secara lisan atau dipraktikkan melalui peragaan langsung terhadap kartu situasi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan kalimat pujian kepada Allah Swt. yang diucapkan saat kalian mendapatkan kenikmatan atau selesai makan!' (acuan jawaban: Alhamdulillah / Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn / Segala puji bagi Allah).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja saat simulasi 4 kartu situasi: ketepatan melafalkan kalimat pujian hamdalah (Alhamdulillah/Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn) pada situasi Kartu 1 (selesai makan), Kartu 2 (setelah bersin), Kartu 3 (bangun pagi dalam keadaan sehat), dan Kartu 4 (mendapat giliran bermain). Kriteria: melafalkan kalimat hamdalah secara tepat sesuai situasi yang diberikan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat pada penutup: 'Sebutkan 2 contoh situasi dalam sehari-hari ketika kita harus memuji Allah Swt. dengan mengucapkan hamdalah!' (acuan jawaban: memilih 2 dari situasi: selesai makan/minum, selesai belajar, setelah bersin, bangun tidur, atau menerima kebaikan/rezeki).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja simulasi pelafalan ungkapan syukur (hamdalah) pada 4 kartu situasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan akhlak memuji Allah Swt. melalui ungkapan rasa syukurBelum mampu melafalkan kalimat hamdalah (Alhamdulillah) pada 4 kartu situasi yang diberikan meskipun dengan bimbingan guru.Mampu melafalkan kalimat hamdalah (Alhamdulillah) pada 1-2 dari 4 kartu situasi yang diberikan dengan bimbingan guru.Mampu melafalkan kalimat hamdalah (Alhamdulillah) dengan tepat pada 3-4 kartu situasi yang diberikan secara mandiri.Mampu melafalkan kalimat hamdalah secara lengkap ('Alhamdulillāhi rabbil 'ālamīn') dengan fasih dan tepat pada seluruh (4) kartu situasi secara konsisten dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat melafalkan kalimat hamdalah dengan fasih dan tepat?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat bermain peran simulasi mengucap syukur?

Murid:

  • Apakah kamu senang belajar mengucapkan alhamdulillah hari ini?
  • Kapan kamu akan mengucapkan alhamdulillah di rumah nanti?

Pertemuan 2 — Menerapkan Akhlak terhadap Diri Sendiri melalui Pembiasaan Berterima Kasih kepada Sesama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui pembiasaan berterima kasih kepada sesama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) 'Siapa saja orang di sekitar kita yang perlu kita beri ucapan terima kasih?' (acuan jawaban: orang tua/ayah-ibu, guru, teman, atau saudara); (2) 'Bagaimana caramu berterima kasih saat dipinjami pensil?' (acuan jawaban: mengucapkan kata 'terima kasih' dan/atau berjabat tangan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membiasakan diri menerapkan ucapan dan sikap berterima kasih kepada sesama (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati tayangan/gambar interaksi santun: (1) Murid menerima buku dari guru dan mengucapkan terima kasih; (2) Anak menerima bekal dari ibu dan berterima kasih; (3) Murid meminjam penghapus teman lalu mengucapkan terima kasih sambil tersenyum (acuan telaah gambar: penerima bantuan mengucapkan 'terima kasih' kepada pemberi bantuan) (10 menit).
  • Guru membimbing tanya jawab terarah tentang alasan manusia saling berterima kasih, menegaskan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan bantuan sesama (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru memperkenalkan permainan peran berpasangan 'Estafet Kebaikan', di mana murid duduk berpasangan dan bergantian mempraktikkan ungkapan terima kasih secara langsung dengan berjabat tangan ramah (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid mempraktikkan 3 skenario simulasi berterima kasih: Skenario 1: Teman meminjamkan pensil warna (reaksi tepat: menerima pensil lalu mengucapkan 'Terima kasih sudah meminjamkan pensil'); Skenario 2: Teman membantu mengambilkan buku yang jatuh (reaksi tepat: mengambil buku lalu mengucapkan 'Terima kasih sudah membantuku'); Skenario 3: Teman berbagi makanan ringan (reaksi tepat: menerima makanan lalu mengucapkan 'Terima kasih banyak atas makanannya') (acuan: murid mengucapkan kalimat terima kasih secara santun dan sesuai konteks bantuan) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid melakukan refleksi terbimbing dengan meletakkan tangan di dada dan mengungkapkan perasaan setelah membiasakan diri mengucapkan terima kasih kepada teman (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan bahwa berterima kasih kepada sesama merupakan wujud akhlak mulia terhadap diri sendiri agar senantiasa rendah hati dan menghargai orang lain (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali pembiasaan berterima kasih kepada sesama (orang tua, guru, dan teman) dalam keseharian (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut pembiasaan di rumah dan di sekolah, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar situasi konkret bagi murid yang membutuhkan bantuan visual dalam merangkai ucapan terima kasih.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pada pengucapan frasa terima kasih bagi murid yang belum percaya diri, serta memberikan skenario tambahan yang lebih variatif bagi murid yang sudah lancar.
  • Produk: Praktik penerapan ucapan terima kasih dapat dilakukan secara lisan tunggal maupun disertai jabat tangan santun.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Sebutkan orang yang berjasa atau membantu kita sehari-hari!' (acuan: orang tua/guru/teman/saudara); (2) 'Apa yang kamu ucapkan saat ada teman menolongmu?' (acuan: mengucapkan 'terima kasih' / 'terima kasih banyak').

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja simulasi berterima kasih pada 3 skenario: (1) Skenario pinjam pensil (acuan: mengucapkan 'Terima kasih sudah meminjamkan pensil'); (2) Skenario buku jatuh (acuan: mengucapkan 'Terima kasih sudah membantuku'); (3) Skenario berbagi makanan (acuan: mengucapkan 'Terima kasih banyak atas makanannya'). Kriteria: ketepatan melafalkan ucapan terima kasih dan kesesuaian dengan konteks bantuan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan satu situasi cepat, yaitu 'Ibu menyiapkan sarapan untukmu di pagi hari, apa yang kamu ucapkan?' (acuan jawaban: mengucapkan 'Terima kasih, Ibu').

Formatif:

  • Unjuk kerja berpasangan: simulasi pembiasaan mengucapkan terima kasih pada 3 skenario situasi bantuan (skenario pinjam pensil, bantuan buku jatuh, dan berbagi makanan).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan pembiasaan berterima kasih kepada sesamaBelum mampu mengucapkan terima kasih pada ketiga skenario bantuan meskipun telah diarahkan guru.Mampu mengucapkan terima kasih secara tepat pada 1 dari 3 skenario bantuan dengan bimbingan guru.Mampu menerapkan ucapan terima kasih secara tepat pada 2 sampai 3 skenario bantuan secara mandiri.Mampu menerapkan ucapan terima kasih secara konsisten dan tepat pada seluruh (3) skenario bantuan secara lancar dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid berani dan mampu melafalkan kalimat terima kasih saat simulasi berpasangan?
  • Bagaimana respons murid terhadap permainan peran 'Estafet Kebaikan' dalam menumbuhkan pembiasaan santun?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah mengucapkan terima kasih kepada temanmu hari ini?
  • Apakah kamu akan selalu ingat mengucapkan terima kasih ketika ditolong orang lain?

Pertemuan 3 — Menerapkan Sikap Disiplin Mematuhi Aturan dan Salat Fardu secara Tertib — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.3 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui sikap disiplin mematuhi aturan
  • TP 1.8.4 Menerapkan salat fardu secara tertib dan tepat waktu sebagai wujud perilaku disiplin

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, meminta seorang murid memimpin doa sebelum belajar, dan memeriksa kehadiran serta kerapian pakaian murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab cepat: guru menyebutkan 3 nama salat (Subuh, Zuhur, Asar) dan meminta murid melengkapinya dengan 2 nama salat fardu lainnya; lalu menanyakan apa yang harus dilakukan murid saat bel masuk berbunyi (acuan jawaban: 2 nama salat fardu pelengkap adalah Magrib dan Isya; tindakan saat bel masuk adalah berbaris rapi atau langsung masuk kelas dengan tertib) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru berbantu media gambar tentang disiplin mematuhi aturan sehari-hari (disiplin waktu, disiplin berpakaian rapi, disiplin merapikan alat belajar) dan keteraturan melaksanakan 5 salat fardu (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya) (15 menit).
  • Murid berpasangan mengikuti kuis tebak tertib waktu: guru membacakan 4 pernyataan aturan dan murid mengangkat kartu centang hijau jika benar atau silang merah jika salah. Pernyataan 1: 'Bangun pagi dan langsung merapikan tempat tidur' (acuan: centang hijau). Pernyataan 2: 'Meninggalkan sampah pensil di atas meja kelas' (acuan: silang merah). Pernyataan 3: 'Melaksanakan salat Magrib setelah azan Magrib berkumandang' (acuan: centang hijau). Pernyataan 4: 'Bermain terus saat waktu salat Zuhur tiba' (acuan: silang merah) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mempraktikkan langsung penerapan aturan kelas: merapikan meja belajar masing-masing, menyimpan pensil ke dalam kotak pensil, dan duduk tegak siap belajar secara tertib tanpa disuruh berulang kali (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Praktik Disiplin: menjodohkan 5 nama salat fardu dengan waktu pelaksanaannya secara mandiri. Butir: (1) Subuh -> pagi fajar; (2) Zuhur -> siang hari; (3) Asar -> sore hari; (4) Magrib -> petang saat matahari terbenam; (5) Isya -> malam hari. Acuan: kelima pasangan tepat sesuai waktu edar harian salat fardu (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mengecek lembar kepatuhan diri sederhana: menghitung berapa aturan kelas yang sudah dipatuhi hari ini dan menandai komitmen jadwal salat fardu harian (15 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa anak muslim yang berakhlak mulia selalu mematuhi aturan dan tertib menjalankan salat fardu tepat waktu (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketertiban kelas, menginstruksikan murid mengisi jurnal harian ibadah di rumah bersama orang tua, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar panduan visual urutan salat fardu dan simbol aturan kelas; murid yang sudah mahir diberikan kartu jadwal waktu harian salat yang lebih rinci.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menjodohkan waktu salat didampingi guru secara bertahap butir per butir, sedangkan murid yang cepat langsung melengkapi tabel jadwal salat harian secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menghasilkan lembar kepatuhan aturan dan penataan jadwal 5 waktu salat fardu sesuai kemampuan kemandiriannya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: menyebutkan 2 salat fardu pelengkap dari 3 yang disebutkan guru (acuan: Magrib dan Isya) serta menyebutkan tindakan tepat saat bel sekolah berbunyi (acuan: berbaris rapi/masuk kelas dengan tertib)

Proses:

  • Pengamatan langsung disiplin kelas: memeriksa kerapian meja dan alat belajar murid saat instruksi diberikan (acuan: meja bersih dari sampah, alat tulis tersimpan dalam tempat pensil)
  • Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 5 salat fardu dengan waktunya: Subuh (pagi fajar), Zuhur (siang hari), Asar (sore hari), Magrib (petang/matahari terbenam), Isya (malam hari) (acuan: minimal 4 dari 5 pasangan tepat)

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: murid menyebutkan satu wujud disiplin aturan kelas yang telah dilakukan hari ini dan menyebutkan waktu pelaksanaan salah satu salat fardu (acuan kriteria: menyebutkan tindakan konkret seperti merapikan meja/membuang sampah pada tempatnya, dan waktu salat yang sesuai seperti Subuh di pagi hari)

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja kepatuhan aturan kelas (merapikan alat tulis, kerapian seragam, ketertiban posisi duduk)
  • Penugasan menjodohkan 5 salat fardu dengan waktu pelaksanaannya pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Disiplin Mematuhi Aturan KelasBelum menerapkan aturan kelas (meja berantakan dan mengabaikan aba-aba ketertiban kelas).Menerapkan aturan kelas (merapikan meja dan alat belajar) hanya jika diingatkan berulang kali oleh guru.Menerapkan aturan kelas (merapikan meja dan alat belajar) secara tertib dengan satu kali arahan guru.Menerapkan aturan kelas (merapikan meja dan alat belajar) secara tertib, konsisten, dan mandiri tanpa harus diarahkan.
Penerapan Keteraturan Waktu Salat FarduMenjodohkan waktu salat fardu dengan benar kurang dari 2 nama salat.Menjodohkan 2-3 nama salat fardu dengan waktu pelaksanaannya secara tepat.Menjodohkan 4 nama salat fardu dengan waktu pelaksanaannya secara tepat.Menjodohkan seluruh 5 nama salat fardu (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya) dengan waktu pelaksanaannya secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat mengikuti aktivitas penataan ketertiban kelas dan memahami urutan waktu salat fardu dengan baik?
  • Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling efektif mendorong kemandirian murid dalam menaati aturan?

Murid:

  • Aturan kelas apa yang paling mudah aku patuhi hari ini?
  • Salat fardu apa saja yang sudah aku laksanakan tepat waktu di rumah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.8.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui ungkapan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 1.8.2 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui pembiasaan berterima kasih kepada sesama
  • TP 1.8.3 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui sikap disiplin mematuhi aturan
  • TP 1.8.4 Menerapkan salat fardu secara tertib dan tepat waktu sebagai wujud perilaku disiplin

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif Bab 8 yang mencakup unjuk kerja pelafalan rasa syukur dan terima kasih, observasi ketertiban aturan kelas, serta verifikasi buku pembiasaan salat fardu (4 menit).
  • Guru menjelaskan aturan teknis pelaksanaan asesmen: murid bergantian maju ke meja guru untuk simulasi lisan sementara murid lain mengerjakan aktivitas tenang di tempat duduk (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang alur simulasi lisan: ketika guru memberikan benda/skenario nikmat, murid melafalkan pujian kepada Allah Swt. (Alhamdulillah), lalu memperagakan ucapan terima kasih santun dan berjabat tangan kepada teman pasangan simulasi (5 menit).
  • Murid mendengarkan penegasan aturan ketertiban kelas selama asesmen berlangsung: duduk rapi di kursi masing-masing, merapikan alat tulis di atas meja, tidak membuat kegaduhan, dan mengikuti instruksi guru secara disiplin (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara bergiliran maju ke meja guru (rotasi 1,5 menit per murid untuk 28 murid) melakukan unjuk kerja simulasi lisan: (1) melafalkan kalimat hamdalah 'Alhamdulillah' saat guru memberikan kartu situasi menerima nikmat berupa gambar mendapat pensil baru, dan (2) mengucapkan kalimat santun 'Terima kasih teman' sambil tersenyum dan berjabat tangan dengan teman pasangannya di depan meja guru (37 menit).
  • Sepanjang proses unjuk kerja bergiliran berlangsung, seluruh murid diobservasi kepatuhannya terhadap aturan kelas menggunakan lembar ceklis keteraturan: duduk tertib di tempat, merapikan alat tulis mandiri, dan tenang mematuhi instruksi tanpa mengganggu teman yang sedang dinilai (25 menit).
  • Murid menyerahkan buku penghubung pembiasaan salat fardu yang telah diisi rekam jejak pelaksanaan salat lima waktu (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya) secara tertib dan ditandatangani orang tua di rumah selama satu pekan untuk diperiksa dan diverifikasi oleh guru (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan pengalaman mempraktikkan rasa syukur memuji Allah Swt., berterima kasih kepada sesama, dan menjaga disiplin diri baik dalam mematuhi aturan maupun salat fardu lima waktu (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kesungguhan seluruh murid selama sesi asesmen sumatif Bab 8 (3 menit).
  • Guru merangkum pesan utama Bab 8 untuk membiasakan memuji Allah Swt., berterima kasih kepada sesama, dan disiplin salat serta aturan, lalu menutup kegiatan dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi petunjuk lisan dengan bahasa visual/kartu gambar situasi bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman tanpa mengubah teks lafal syukur dan ucapan terima kasih yang diujikan.
  • Proses: Pemberian waktu jeda sejenak untuk menenangkan diri sebelum berbicara bagi murid yang pemalu atau cemas saat simulasi lisan di meja guru, tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Standar bukti kinerja unjuk kerja lisan, observasi disiplin kelas, dan verifikasi buku penghubung salat berlaku sama untuk semua murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan lisan murid mengenai lafal pujian kepada Allah Swt. saat menerima nikmat (acuan lafal tepat: 'Alhamdulillah') dan ucapan santun kepada sesama (acuan: 'Terima kasih').

Proses:

  • Pencatatan observasi perilaku tertib, kepatuhan instruksi, dan kesiapan murid mematuhi aturan kelas saat menunggu giliran simulasi.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja simulasi lisan bergiliran dan verifikasi catatan pembiasaan disiplin: rekaman performa lisan pelafalan hamdalah dan ucapan terima kasih dengan santun, lembar observasi kepatuhan aturan kelas, serta buku penghubung pembiasaan salat fardu lima waktu tertib di rumah
  • unjuk kerja simulasi bergiliran: kinerja pelafalan kalimat pujian kepada Allah Swt. (Alhamdulillah) saat menerima nikmat dan peragaan santun berterima kasih serta bersalaman kepada teman yang dinilai secara rotasi 1,5 menit per murid ke meja guru (durasi 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kesesuaian lafal hamdalah dan kesantunan berterima kasih)
  • observasi kepatuhan aturan kelas: tindakan nyata menaati aturan kegiatan kelas seperti duduk tertib, merapikan alat tulis, dan mendengarkan instruksi secara disiplin sepanjang pembelajaran sumatif (40 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis keteraturan dan kepatuhan aturan kelas)
  • penilaian portofolio pembiasaan: lembar ceklis rekam jejak pelaksanaan salat fardu lima waktu secara tertib dan tepat waktu yang telah diisi dan ditandatangani orang tua di rumah selama satu pekan serta diverifikasi guru (20 menit; individual; instrumen: buku penghubung lembar ceklis pembiasaan salat fardu bersama orang tua)

Sumatif:

  • unjuk kerja simulasi lisan bergiliran dan verifikasi catatan pembiasaan disiplin: rekaman performa lisan pelafalan hamdalah dan ucapan terima kasih dengan santun, lembar observasi kepatuhan aturan kelas, serta buku penghubung pembiasaan salat fardu lima waktu tertib di rumah
  • unjuk kerja simulasi bergiliran: kinerja pelafalan kalimat pujian kepada Allah Swt. (Alhamdulillah) saat menerima nikmat dan peragaan santun berterima kasih serta bersalaman kepada teman yang dinilai secara rotasi 1,5 menit per murid ke meja guru (durasi 45 menit / 1,5 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja kesesuaian lafal hamdalah dan kesantunan berterima kasih)
  • observasi kepatuhan aturan kelas: tindakan nyata menaati aturan kegiatan kelas seperti duduk tertib, merapikan alat tulis, dan mendengarkan instruksi secara disiplin sepanjang pembelajaran sumatif (40 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis keteraturan dan kepatuhan aturan kelas)
  • penilaian portofolio pembiasaan: lembar ceklis rekam jejak pelaksanaan salat fardu lima waktu secara tertib dan tepat waktu yang telah diisi dan ditandatangani orang tua di rumah selama satu pekan serta diverifikasi guru (20 menit; individual; instrumen: buku penghubung lembar ceklis pembiasaan salat fardu bersama orang tua)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan pujian kepada Allah Swt. melalui ungkapan rasa syukur (TP 1.8.1)Belum mampu melafalkan kalimat hamdalah saat menerima situasi nikmat meskipun telah dibimbing guru.Mampu melafalkan kalimat hamdalah ('Alhamdulillah') saat menerima nikmat namun masih terbata-bata atau memerlukan bimbingan guru.Mampu melafalkan kalimat hamdalah ('Alhamdulillah' / 'Alhamdulillahirabbil'alamin') secara mandiri dan tepat saat menerima situasi nikmat.Mampu melafalkan kalimat hamdalah ('Alhamdulillahirabbil'alamin') secara fasih, lancar, penuh kesungguhan, dan mandiri seketika menerima situasi nikmat.
Menerapkan pembiasaan berterima kasih kepada sesama (TP 1.8.2)Belum mengucapkan terima kasih dan menolak/ragu mempraktikkan jabat tangan santun kepada teman.Mengucapkan terima kasih kepada teman namun belum disertai sikap santun (tersenyum dan berjabat tangan) tanpa diingatkan.Mengucapkan 'Terima kasih' kepada teman secara santun disertai sikap ramah tersenyum dan berjabat tangan secara mandiri.Mengucapkan kalimat terima kasih santun ('Terima kasih banyak teman') secara spontan, ramah, tersenyum, dan berjabat tangan dengan sangat tertib.
Menerapkan kepatuhan terhadap aturan kelas (TP 1.8.3)Belum mematuhi 3 aturan kelas: meninggalkan tempat duduk tanpa izin, alat tulis berserakan, dan membuat kegaduhan.Hanya mematuhi 1 dari 3 aturan kelas (misal: duduk di tempat tetapi alat tulis berantakan dan masih gaduh).Mematuhi 3 aturan kelas: duduk tertib di tempat, merapikan alat tulis di meja, dan mendengarkan instruksi guru tanpa membuat kegaduhan.Konsisten mematuhi seluruh aturan kelas secara mandiri sepanjang sesi asesmen tanpa perlu diingatkan guru sama sekali.
Menerapkan salat fardu secara tertib dan tepat waktu (TP 1.8.4)Buku penghubung menunjukkan rekam jejak pembiasaan salat fardu kurang dari 2 waktu sehari atau belum diisi dan ditandatangani orang tua.Buku penghubung menunjukkan rekam jejak pembiasaan salat fardu terlaksana 2-3 waktu sehari dengan verifikasi tanda tangan orang tua.Buku penghubung menunjukkan rekam jejak pembiasaan salat fardu terlaksana 4-5 waktu (Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, Isya) secara tertib dengan verifikasi tanda tangan orang tua.Buku penghubung menunjukkan rekam jejak salat fardu 5 waktu lengkap terlaksana tertib dan tepat waktu selama sepekan penuh terverifikasi orang tua.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid mencukupi untuk menilai simulasi rasa syukur dan terima kasih secara objektif?
  • Bagaimana tingkat kepatuhan aturan kelas murid selama proses penilaian mandiri bergiliran berlangsung?
  • Apakah buku penghubung pembiasaan salat fardu terisi valid dan mencerminkan keterlibatan orang tua di rumah?

Murid:

  • Apakah aku sudah terbiasa mengucapkan Alhamdulillah saat mendapat nikmat dari Allah Swt.?
  • Apakah aku selalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih saat menerima bantuan orang lain?
  • Apakah aku sudah tertib mematuhi aturan di kelas dan rajin melaksanakan salat lima waktu di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas I Kemendikbudristek 2021
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas I Kemendikbudristek 2021
  3. Kartu situasi bergambar ungkapan rasa syukur
  4. Teks lafal kaligrafi Hamdalah
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
  7. Kartu bergambar situasi tolong-menolong sesama teman dan keluarga.
  8. Buku Siswa PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Kemendikbudristek 2021 (Bab 8)
  9. Buku Panduan Guru PAI dan Budi Pekerti Kelas 1 Kemendikbudristek 2021
  10. Kartu bergambar simbol aturan kelas dan jadwal 5 waktu salat fardu
  11. Lembar Kerja Siswa: Memasangkan Waktu Salat Fardu
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  14. Buku penghubung lembar ceklis pembiasaan salat fardu bersama orang tua
  15. Kartu gambar situasi nikmat (gambar menerima pensil baru) untuk stimulus simulasi lisan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.