Modul AjarPertemuan 4Bab 7Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. sebagai Teladan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. sebagai Teladan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. sebagai Teladan

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 7 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. sebagai Teladan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikKasih Sayang Nabi Muhammad saw. sebagai Teladan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan minimal dua bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. terhadap sesama manusia dengan benar
  2. Murid dapat menampilkan sikap kasih sayang terhadap sesama dalam kehidupan sehari-hari sebagai bentuk keteladanan Nabi Muhammad saw
  3. Murid dapat membuat kaligrafi lafal Muhammad dengan benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa yang paling kalian sayangi di rumah? Bagaimana cara kalian menunjukkan kasih sayang?
  2. Apakah Nabi Muhammad saw. juga menyayangi orang lain? Kepada siapa saja beliau menunjukkan kasih sayang?
  3. Bagaimana cara kita meneladan kasih sayang Nabi Muhammad saw. di sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama dipimpin oleh salah satu murid
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid dengan penuh kasih sayang
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Siapa yang tadi pagi sudah menyayangi ayah dan ibu? Bagaimana caranya?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang kasih sayang Nabi Muhammad saw. dan belajar membuat kaligrafi nama Muhammad'
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau cerita sederhana tentang Nabi Muhammad saw. yang menyayangi anak-anak, orang tua, tetangga, dan bahkan binatang
  • Murid mengamati gambar dan mendengarkan cerita dengan penuh perhatian
  • Guru mengajak murid berdiskusi: 'Siapa saja yang disayangi Nabi Muhammad saw.?' dan membimbing murid menyebutkan minimal dua bentuk kasih sayang Nabi
  • Murid menyebutkan bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. seperti: menyayangi anak yatim, mengajarkan ilmu dengan sabar, membantu orang yang membutuhkan, menyayangi binatang
  • Guru menjelaskan bahwa kita harus meneladan kasih sayang Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru menunjukkan kaligrafi lafal Muhammad dan menjelaskan keindahan tulisan Arab

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara berkelompok (3-4 orang) melakukan permainan peran sederhana tentang menunjukkan kasih sayang: membantu teman yang jatuh, berbagi makanan, menghibur teman yang sedih
  • Setiap kelompok menampilkan permainan peran mereka di depan kelas
  • Guru memberikan apresiasi positif pada setiap penampilan dan membimbing murid menghubungkan tindakan mereka dengan teladan Nabi Muhammad saw.
  • Murid membuat kaligrafi lafal Muhammad dengan bimbingan guru: guru mencontohkan di papan tulis, murid menebalkan pola kaligrafi di lembar kerja, kemudian mewarnai dengan crayon atau pensil warna
  • Guru berkeliling membimbing murid yang mengalami kesulitan dalam membuat kaligrafi

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan melakukan refleksi bersama
  • Murid menjawab pertanyaan refleksi: 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang kasih sayang Nabi Muhammad saw.?'
  • Murid berbagi pengalaman: 'Sikap kasih sayang apa yang akan kalian lakukan di rumah dan sekolah mulai hari ini?'
  • Murid menempelkan hasil kaligrafi mereka di papan pajangan kelas
  • Guru memberikan penilaian diri kepada murid dengan panduan lembar 'Aku Anak Saleh': mencentang sikap kasih sayang yang sudah dilakukan dan berkomitmen melakukan yang belum

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan kembali bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw.
  • Guru memberikan penguatan: 'Alhamdulillah, kalian semua sudah belajar dengan baik. Ingat, kita harus selalu meneladan kasih sayang Nabi Muhammad saw. kepada siapa saja'
  • Guru memberikan tindak lanjut: meminta murid mempraktikkan satu sikap kasih sayang di rumah dan menceritakannya pada pertemuan berikutnya
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu 'Sayang Allah' bersama-sama dengan penuh semangat
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat belajar dapat diberikan cerita tambahan tentang bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. yang lebih beragam. Murid yang lambat dapat fokus pada 2 bentuk kasih sayang yang paling sederhana (kepada anak-anak dan kepada orang tua)
  • Proses: Murid yang cepat dapat membuat kaligrafi tanpa pola (meniru langsung dari contoh guru). Murid yang lambat dapat menebalkan pola kaligrafi yang sudah disiapkan guru dan mendapat bimbingan lebih intensif
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat kaligrafi Muhammad dengan hiasan atau border kreatif. Murid yang lambat cukup menebalkan dan mewarnai kaligrafi dengan rapi

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid tentang kasih sayang di rumah: 'Siapa yang tadi pagi sudah menyayangi ayah dan ibu? Bagaimana caranya?'
  • Guru mengamati respon dan pemahaman awal murid tentang konsep kasih sayang

Proses:

  • Observasi saat murid mendengarkan cerita tentang Nabi Muhammad saw.: fokus dan antusiasme
  • Observasi saat diskusi: kemampuan menyebutkan bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw.
  • Observasi saat permainan peran: sikap kasih sayang yang ditampilkan (membantu, berbagi, menghibur)
  • Observasi saat membuat kaligrafi: ketelitian, kesabaran, dan hasil karya

Akhir:

  • Tes lisan: murid diminta menyebutkan minimal 2 bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. dengan benar
  • Penilaian produk kaligrafi lafal Muhammad: kerapian, ketepatan bentuk huruf, dan kreativitas pewarnaan
  • Penilaian diri menggunakan lembar 'Aku Anak Saleh': murid mencentang sikap kasih sayang yang sudah dan akan dilakukan

Formatif:

  • Observasi selama diskusi: kemampuan murid menyebutkan bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw.
  • Observasi selama permainan peran: sikap kasih sayang yang ditampilkan murid
  • Penilaian proses pembuatan kaligrafi: ketelitian dan kerapian

Sumatif:

  • Tes lisan: murid menyebutkan minimal 2 bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw.
  • Penilaian produk: hasil kaligrafi lafal Muhammad
  • Lembar penilaian diri 'Aku Anak Saleh' tentang sikap kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyebutkan bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw.Belum dapat menyebutkan bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. dengan benarDapat menyebutkan 1 bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. dengan bantuan guruDapat menyebutkan 2 bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. dengan benarDapat menyebutkan lebih dari 2 bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. dengan benar dan memberikan contoh konkret
Menampilkan sikap kasih sayang terhadap sesamaBelum menunjukkan sikap kasih sayang dalam permainan peran atau kegiatan pembelajaranMenunjukkan sikap kasih sayang dengan bantuan dan dorongan guruMenunjukkan sikap kasih sayang dalam permainan peran dengan baikMenunjukkan sikap kasih sayang dalam permainan peran dengan baik dan berkomitmen mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari
Membuat kaligrafi lafal MuhammadBelum dapat menebalkan atau membuat kaligrafi lafal MuhammadDapat menebalkan sebagian kaligrafi lafal Muhammad dengan bantuan guruDapat menebalkan dan mewarnai kaligrafi lafal Muhammad dengan rapiDapat membuat kaligrafi lafal Muhammad dengan rapi, proporsional, dan kreativitas pewarnaan yang baik

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat memahami bentuk kasih sayang Nabi Muhammad saw. dan mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari?
  • Apakah metode permainan peran efektif membuat murid menampilkan sikap kasih sayang?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?
  • Apa yang perlu diperbaiki dalam pembelajaran berikutnya agar lebih bermakna dan menggembirakan?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang kasih sayang Nabi Muhammad saw.?
  • Sikap kasih sayang apa yang paling mudah kalian lakukan?
  • Bagaimana perasaan kalian saat membuat kaligrafi nama Muhammad?
  • Sikap kasih sayang apa yang akan kalian lakukan di rumah dan sekolah mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD halaman 110-124
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 SD halaman 154-167
  3. Gambar ilustrasi Nabi Muhammad saw. menunjukkan kasih sayang (digital atau cetak)
  4. Lembar kerja kaligrafi lafal Muhammad (pola untuk ditebalkan)
  5. Crayon, pensil warna, atau spidol untuk mewarnai
  6. Lagu 'Sayang Allah' (audio atau video)
  7. Lembar penilaian diri 'Aku Anak Saleh'
  8. Papan pajangan untuk menempel hasil karya murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.