MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 7 — Kasih Sayang terhadap Sesama INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Kasih Sayang terhadap Sesama |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.7.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim beserta artinya
- TP 1.7.2 Meyakini beberapa asmaulhusna yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim melalui pengakuan sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk
- TP 1.7.3 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam menunjukkan kasih sayang terhadap sesama
- TP 1.7.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa pembiasaan sikap kasih sayang dalam berinteraksi sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa arti dari kata Asmaulhusna yang sering kita dengar saat berdoa?
- Siapa yang tahu apa arti ar-Rahman dan ar-Rahim dalam bacaan basmalah?
- Siapakah yang memberikan udara, sinar matahari, dan makanan kepada seluruh hewan dan manusia di bumi?
- Bagaimana cara kita meyakini bahwa Allah Swt. Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada semua ciptaan-Nya?
- Bagaimana sikap Nabi Muhammad saw. ketika melihat anak kecil menangis atau orang yang membutuhkan pertolongan?
- Bagaimana caramu menunjukkan sikap kasih sayang terhadap diri sendiri saat merawat tubuh dan berbicara sopan sehari-hari?
- Apa arti ar-Rahman dan ar-Rahim yang telah kita pelajari bersama?
- Bagaimana cara Nabi Muhammad saw. menunjukkan kasih sayang kepada sesama dan keluarga?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Arti Asmaulhusna ar-Rahman dan ar-Rahim — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim beserta artinya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam dan memandu murid melafalkan basmalah bersama secara khusyuk (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid bertepuk tangan konsentrasi untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: (1) Apa arti kata Asmaulhusna? (acuan jawaban: nama-nama Allah Swt. yang baik); (2) Berapa jumlah Asmaulhusna? (acuan jawaban: 99 nama) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui kartu kata di papan tulis bahwa Asmaulhusna berasal dari kata 'asma' (nama) dan 'husna' (baik), berjumlah 99, serta mengamati kartu lafal ar-Rahman dan ar-Rahim (10 menit).
- Murid melafalkan nama 'ar-Rahman' beserta artinya 'Maha Pengasih' dan 'ar-Rahim' beserta artinya 'Maha Penyayang' secara berulang bersama guru (acuan: ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Asmaulhusna': seorang murid mengangkat salah satu dari 2 kartu nama ('ar-Rahman' atau 'ar-Rahim') dan pasangannya menyebutkan artinya secara tepat (acuan: kartu ar-Rahman artinya Maha Pengasih; kartu ar-Rahim artinya Maha Penyayang) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja menjodohkan garis antara 3 lafal/istilah dengan artinya: (1) Asmaulhusna -> Nama-nama Allah yang baik; (2) ar-Rahman -> Maha Pengasih; (3) ar-Rahim -> Maha Penyayang (acuan: pasangan 1-nama baik, 2-Maha Pengasih, 3-Maha Penyayang) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereview kembali makna ar-Rahman dan ar-Rahim dengan melafalkan maknanya saat membaca basmalah dalam kehidupan sehari-hari (acuan: menyebutkan ar-Rahman artinya Maha Pengasih dan ar-Rahim artinya Maha Penyayang) (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan kepada murid secara acak untuk menjelaskan arti Asmaulhusna, ar-Rahman, dan ar-Rahim (acuan: Asmaulhusna = nama-nama Allah yang baik; ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan murid dan menutup pembelajaran dengan doa hamdalah bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu lafal berukuran besar dengan kode warna berbeda untuk kata ar-Rahman dan ar-Rahim guna membantu murid yang memerlukan dukungan visual.
- Proses: Bagi murid yang masih mengeja lafal atau arti diberikan bimbingan langsung oleh guru, sedangkan murid yang sudah lancar diminta menjelaskan arti kedua Asmaulhusna tersebut secara mandiri tanpa melihat kartu bantuan.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman arti Asmaulhusna, ar-Rahman, dan ar-Rahim baik melalui lembar kerja menjodohkan bergaris maupun secara lisan langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat: (1) Apa arti Asmaulhusna? (acuan: nama-nama Allah yang baik/indah); (2) Berapa jumlah Asmaulhusna? (acuan: 99 nama).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam permainan tebak kartu lafal dan arti ar-Rahman serta ar-Rahim.
- Pemeriksaan lembar kerja menjodohkan 3 butir: (1) Asmaulhusna dipasangkan ke 'Nama-nama Allah yang baik'; (2) ar-Rahman dipasangkan ke 'Maha Pengasih'; (3) ar-Rahim dipasangkan ke 'Maha Penyayang' (acuan kunci: 1-nama baik, 2-Maha Pengasih, 3-Maha Penyayang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir pertemuan: meminta murid menjelaskan arti Asmaulhusna, ar-Rahman, dan ar-Rahim (acuan: Asmaulhusna = nama-nama Allah yang baik; ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang).
Formatif:- Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang arti kata Asmaulhusna dan jumlahnya.
- Observasi unjuk kerja permainan berpasangan tebak kartu Asmaulhusna (ar-Rahman dan ar-Rahim beserta artinya).
- Penilaian lembar kerja menjodohkan arti kata Asmaulhusna, ar-Rahman, dan ar-Rahim.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan arti Asmaulhusna, ar-Rahman, dan ar-Rahim | Belum mampu menjelaskan arti Asmaulhusna, ar-Rahman, maupun ar-Rahim sesuai acuan meski telah dibimbing. | Mampu menjelaskan 1 dari 3 arti secara tepat dengan bimbingan penuh guru (acuan: Asmaulhusna = nama-nama Allah yang baik; ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang). | Mampu menjelaskan 2 dari 3 arti secara tepat secara mandiri (acuan: Asmaulhusna = nama-nama Allah yang baik; ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang). | Mampu menjelaskan seluruh 3 arti secara tepat dan lancar secara mandiri (acuan: Asmaulhusna = nama-nama Allah yang baik; ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat membedakan dengan jelas antara arti ar-Rahman (Maha Pengasih) dan ar-Rahim (Maha Penyayang)?
- Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami arti kedua Asmaulhusna tersebut secara menyenangkan?
Murid:- Apa arti ar-Rahman dan ar-Rahim yang sudah kita pelajari hari ini?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar arti nama-nama Allah tadi?
Pertemuan 2 — Meyakini Asmaulhusna ar-Rahman dan ar-Rahim melalui Pengakuan Sifat Pengasih dan Penyayang Allah Swt. terhadap Makhluk — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.2 Meyakini beberapa asmaulhusna yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim melalui pengakuan sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu pujian Asmaulhusna ar-Rahman dan ar-Rahim dengan tepukan gembira untuk membangkitkan suasana ceria (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu meyakini sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. (ar-Rahman dan ar-Rahim) terhadap seluruh makhluk ciptaan-Nya (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan kesiapan: (1) 'Siapakah yang Maha Pengasih kepada semua ciptaan-Nya di dunia?' (acuan: Allah Swt. / ar-Rahman); (2) 'Sebutkan 1 contoh bukti kasih sayang Allah di sekitar kita!' (acuan: memberi hujan / memberi udara / memberi makanan / merawat makhluk) untuk memetakan pemahaman awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan 4 kartu gambar bukti kasih sayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk di papan tulis: Gambar 1 (Hujan menyirami tanaman hijau hingga subur), Gambar 2 (Induk burung menyuapi anak-anaknya di sarang), Gambar 3 (Matahari menyinari bumi untuk semua manusia dan hewan), Gambar 4 (Keluarga menikmati makanan sehat bersama) (10 menit).
- Guru memandu murid menelaah bahwa seluruh nikmat pada keempat gambar tersebut adalah wujud nyata pengakuan bahwa Allah memiliki sifat ar-Rahman (Maha Pengasih kepada seluruh ciptaan di dunia) dan ar-Rahim (Maha Penyayang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengorganisasikan permainan 'Tebak Bukti Kasih Sayang Allah' di mana guru membacakan 4 pernyataan bukti kasih sayang Allah secara bergantian, lalu murid mengangkat kartu hijau bertuliskan 'YAKIN' jika pernyataan merupakan bukti sifat ar-Rahman dan ar-Rahim Allah Swt. Empat pernyataan tersebut: (1) 'Allah menurunkan hujan agar tumbuhan tidak layu', (2) 'Allah memberi udara untuk bernapas semua makhluk', (3) 'Batu membuat tanaman tumbuh sendiri tanpa bantuan Allah', (4) 'Allah memberi rezeki makanan kepada hewan dan manusia'. (Acuan kebenaran: pernyataan 1, 2, dan 4 adalah wujud keyakinan pada ar-Rahman dan ar-Rahim; pernyataan 3 bukan) (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja 'Aku Mengakui Sifat Pengasih Allah' yang memuat 4 butir pernyataan untuk dicentang tanda Setuju/Yakin oleh murid secara mandiri: Butir 1 ('Allah Swt. memberi sinar matahari kepada semua manusia dan hewan'), Butir 2 ('Hanya manusia pintar saja yang diberi rezeki oleh Allah Swt.'), Butir 3 ('Allah Swt. memelihara anak burung di sarang melalui induknya'), Butir 4 ('Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada seluruh makhluk'). (Kunci jawaban: Butir 1 = Setuju, Butir 2 = Tidak Setuju, Butir 3 = Setuju, Butir 4 = Setuju) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak murid duduk tenang dan meletakkan tangan di dada untuk menyatakan pengakuan kalbu bahwa dirinya meyakini sepenuh hati bahwa Allah Swt. adalah ar-Rahman dan ar-Rahim yang memelihara hidupnya dan seluruh ciptaan-Nya (10 menit).
- Beberapa perwakilan murid secara bergantian menyebutkan kembali satu bukti kasih sayang Allah yang paling ia syukuri hari ini (acuan: udara segar / tubuh sehat / makanan dari orang tua) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa meyakini Asmaulhusna ar-Rahman dan ar-Rahim dibuktikan dengan mengakui bahwa seluruh rezeki, pemeliharaan, dan kasih sayang kepada seluruh makhluk berasal dari Allah Swt. (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan singkat serta memberikan apresiasi dan penguatan atas ketertiban belajar murid hari ini (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan mengajak seluruh murid membaca doa kafaratul majelis atau hamdalah bersama-sama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu gambar konkret tentang pemeliharaan Allah pada makhluk, sedangkan murid yang lebih cepat mencermati teks kalimat sederhana.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara verbal dalam membacakan butir lembar kerja, sedangkan murid yang sudah lancar membaca mengerjakan secara mandiri.
- Produk: Murid dapat menyatakan keyakinannya secara lisan langsung atau melalui penandaan centang pada lembar pilihan pernyataan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: (1) 'Siapakah yang Maha Pengasih kepada seluruh makhluk?' (Acuan jawaban: Allah Swt. / ar-Rahman), (2) 'Sebutkan 1 bukti bahwa Allah menyayangi makhluk-Nya!' (Acuan jawaban: menurunkan hujan / menciptakan makanan / memberi kesehatan / memberi udara bernapas).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat merespons 4 pernyataan dalam permainan kartu: Pernyataan 1 ('Allah menurunkan hujan agar tumbuhan tidak layu' -> Yakin), Pernyataan 2 ('Allah memberi udara untuk bernapas semua makhluk' -> Yakin), Pernyataan 3 ('Batu membuat tanaman tumbuh sendiri tanpa bantuan Allah' -> Tidak Yakin), Pernyataan 4 ('Allah memberi rezeki makanan kepada hewan dan manusia' -> Yakin).
- Pemeriksaan Lembar Kerja 'Aku Mengakui Sifat Pengasih Allah' dengan 4 butir kunci jawaban: Butir 1 ('Allah Swt. memberi sinar matahari kepada semua manusia dan hewan' -> Setuju), Butir 2 ('Hanya manusia pintar saja yang diberi rezeki oleh Allah Swt.' -> Tidak Setuju), Butir 3 ('Allah Swt. memelihara anak burung di sarang melalui induknya' -> Setuju), Butir 4 ('Allah Maha Pengasih dan Maha Penyayang kepada seluruh makhluk' -> Setuju).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menanyakan, 'Apakah Allah Swt. hanya mengasihi orang kaya saja, atau mengasihi seluruh makhluk ciptaan-Nya?' (Acuan jawaban: Mengasihi seluruh makhluk ciptaan-Nya karena Allah Maha Pengasih / ar-Rahman).
Formatif:- Observasi partisipasi dan ketepatan mengangkat kartu 'YAKIN' pada permainan pembuktian sifat ar-Rahman dan ar-Rahim
- Penilaian kinerja Lembar Kerja 'Aku Mengakui Sifat Pengasih Allah' berisi 4 butir penentuan sikap keyakinan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Meyakini Asmaulhusna ar-Rahman dan ar-Rahim melalui pengakuan sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk pada 4 butir lembar kerja (Acuan: Butir 1 Setuju, Butir 2 Tidak Setuju, Butir 3 Setuju, Butir 4 Setuju) | Menentukan keyakinan dengan tepat pada paling banyak 1 dari 4 butir pernyataan bukti sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. dengan bimbingan penuh guru. | Menentukan keyakinan dengan tepat pada 2 dari 4 butir pernyataan bukti sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. dengan arahan guru. | Menentukan keyakinan dengan tepat pada 3 dari 4 butir pernyataan bukti sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. secara mandiri. | Menentukan keyakinan dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) butir pernyataan bukti sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan kartu gambar konkret dan permainan kartu membantu murid kelas 1 memahami wujud nyata sifat pengasih dan penyayang Allah Swt.?
- Bagaimana respons emosional dan keyakinan murid saat diajak merenungkan nikmat pemeliharaan Allah dalam kehidupan sehari-hari?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membuatmu senang?
- Setelah belajar hari ini, apa bukti kasih sayang Allah yang paling kamu ingat?
Pertemuan 3 — Menceritakan Kisah Keteladanan Kasih Sayang Nabi Muhammad saw. dan Menerapkan Pembiasaan Sikap Kasih Sayang terhadap Diri Sendiri dalam Interaksi Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.3 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam menunjukkan kasih sayang terhadap sesama
- TP 1.7.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa pembiasaan sikap kasih sayang dalam berinteraksi sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru memandu murid melakukan asesmen awal lisan mengenai kisah Nabi Muhammad saw. dan contoh kasih sayang terhadap diri sendiri: Guru bertanya, 'Siapa nabi panutan kita yang sangat penyayang?' (acuan: Nabi Muhammad saw.) dan 'Sebutkan 1 contoh menyayangi diri sendiri!' (acuan: mandi/makan teratur/menjaga kebersihan tubuh/istirahat cukup) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. serta membiasakan sikap kasih sayang terhadap diri sendiri dalam kegiatan sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru membacakan kisah bergambar keteladanan Nabi Muhammad saw. yang menyayangi anak yatim dan selalu berlemah lembut kepada sesama (10 menit).
- Guru memberikan 3 pertanyaan lisan bertahap untuk mengecek pemahaman isi kisah: (1) Siapa tokoh nabi dalam cerita? (acuan: Nabi Muhammad saw.); (2) Kepada siapa Nabi Muhammad saw. mencurahkan kasih sayangnya dalam cerita? (acuan: anak yatim/sesama manusia); (3) Apa yang dilakukan Nabi ketika melihat anak yang bersedih? (acuan: mengusap kepalanya/menghiburnya/mengajaknya pulang) (10 menit).
- Guru membimbing murid mengidentifikasi wujud kasih sayang terhadap diri sendiri melalui 3 contoh konkret: (1) menjaga kebersihan tubuh (mandi dan sikat gigi), (2) makan makanan sehat dan halal tepat waktu, dan (3) menjaga diri dari ucapan kasar saat berinteraksi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan melakukan permainan menggembirakan 'Estafet Cerita Kasih Sayang': murid bergantian menceritakan kembali secara lisan 2 peristiwa kisah kasih sayang Nabi Muhammad saw. (Nabi menyayangi anak yatim dan Nabi berlemah lembut memaafkan orang yang menyakitinya) dengan panduan kartu gambar berseri (15 menit).
- Murid menerapkan pembiasaan kasih sayang terhadap diri sendiri dengan mempraktikkan langsung dan mencentang lembar aksi diri 'Aku Sayang Diriku' yang memuat 4 tindakan: (1) merapikan pakaian sendiri, (2) mencuci tangan sebelum makan, (3) berbicara sopan tanpa mencela diri sendiri, dan (4) beristirahat saat lelah (acuan: murid mempraktikkan minimal 3 tindakan secara mandiri) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid duduk tenang melakukan hening sejenak (mindful reflection), menyadari anugerah tubuh dan jiwa yang harus disayangi dan dirawat setiap hari (10 menit).
- Murid memilih kartu emotikon (senang/bangga) dan secara bergantian menyampaikan satu komitmen: 'Mulai hari ini, aku meneladani Nabi Muhammad saw. dengan menyayangi diriku, yaitu selalu ...' (acuan komitmen: menjaga kebersihan diri/makan teratur/tidak berkata kasar) (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran hari ini bahwa Nabi Muhammad saw. adalah teladan kasih sayang dan menyayangi sesama diawali dengan menyayangi serta merawat diri sendiri dengan baik (5 menit).
- Guru memberikan penguatan atas partisipasi aktif murid, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya untuk kegiatan asesmen sumatif bab, lalu menutup pertemuan dengan doa dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar berseri alur cerita Nabi Muhammad saw. untuk murid yang membutuhkan bantuan visual dan teks narasi pendek bagi yang sudah lancar membaca.
- Proses: Bagi murid yang masih terbata-bata dalam menceritakan kembali, guru memberikan pertanyaan pemandu satu per satu; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan menceritakan kisah secara utuh dari awal sampai akhir.
- Produk: Pada lembar aksi 'Aku Sayang Diriku', murid yang belum lancar menulis cukup memberi tanda centang pada gambar aksi, sedangkan murid yang mahir dapat menambahkan satu contoh tindakan menyayangi diri sendiri yang biasa dilakukan di rumah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) Siapa nabi panutan kita yang terkenal sangat menyayangi sesama? (acuan: Nabi Muhammad saw.); (2) Bagaimana contoh caramu menyayangi tubuhmu sendiri? (acuan: mandi/makan bergizi/menjaga kebersihan diri/tidur cukup).
Proses:- Pengamatan ketercapaian saat estafet cerita kisah Nabi Muhammad saw.: mengamati ketepatan murid menceritakan minimal 1 dari 2 peristiwa teladan kasih sayang Nabi (peristiwa menyayangi anak yatim atau bersikap lemah lembut kepada sesama).
- Pemeriksaan lembar aksi diri 'Aku Sayang Diriku' berisi 4 butir tindakan: (1) merapikan pakaian sendiri, (2) mencuci tangan sebelum makan, (3) berbicara sopan tanpa mencela diri sendiri, (4) beristirahat saat lelah. Kriteria tuntas: mencentang dan mempraktikkan minimal 3 tindakan secara tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Murid menyebutkan 1 bukti keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. (acuan: menyayangi anak yatim/lemah lembut) dan 1 tindakan kasih sayang terhadap diri sendiri (acuan: menjaga kebersihan/merawat tubuh/tidak berkata buruk).
Formatif:- Penilaian kinerja lisan menceritakan kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. berdasarkan kartu gambar berseri.
- Observasi unjuk kerja penerapan pembiasaan sikap kasih sayang terhadap diri sendiri melalui lembar ceklis tindakan nyata.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam menunjukkan kasih sayang (TP 1.7.3) | Belum mampu menceritakan kisah kasih sayang Nabi Muhammad saw. meskipun telah diberi panduan kartu gambar. | Mampu menceritakan 1 bagian kisah kasih sayang Nabi Muhammad saw. dengan bantuan arahan dan pertanyaan pemantik guru. | Mampu menceritakan 2 peristiwa kasih sayang Nabi Muhammad saw. (menyayangi anak yatim dan bersikap lemah lembut) secara runtut sesuai kartu panduan. | Mampu menceritakan seluruh peristiwa kisah kasih sayang Nabi Muhammad saw. secara runtut, tepat, dan mandiri tanpa bantuan pertanyaan pemantik guru. | | Menerapkan pembiasaan sikap kasih sayang terhadap diri sendiri dalam berinteraksi (TP 1.7.4) | Menerapkan kurang dari 2 tindakan pembiasaan kasih sayang terhadap diri sendiri pada lembar aksi. | Menerapkan 2 tindakan pembiasaan kasih sayang terhadap diri sendiri pada lembar aksi dengan bimbingan guru. | Menerapkan 3 tindakan pembiasaan kasih sayang terhadap diri sendiri pada lembar aksi secara mandiri. | Menerapkan seluruh (4) tindakan pembiasaan kasih sayang terhadap diri sendiri pada lembar aksi secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media kartu gambar berseri efektif membantu murid Fase A menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. secara runtut?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mempraktikkan pembiasaan menyayangi diri sendiri pada lembar aksi harian?
Murid:- Bagian cerita Nabi Muhammad saw. mana yang paling kamu sukai hari ini?
- Tindakan apa yang akan kamu lakukan hari ini untuk menunjukkan bahwa kamu menyayangi dirimu sendiri?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.7.1 Menjelaskan beberapa asmaulhusna yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim beserta artinya
- TP 1.7.2 Meyakini beberapa asmaulhusna yaitu ar-Rahman dan ar-Rahim melalui pengakuan sifat pengasih dan penyayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk
- TP 1.7.3 Menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. dalam menunjukkan kasih sayang terhadap sesama
- TP 1.7.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri berupa pembiasaan sikap kasih sayang dalam berinteraksi sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 7 untuk melihat pemahaman arti ar-Rahman dan ar-Rahim, keyakinan sifat kasih sayang Allah Swt., kisah keteladanan Nabi Muhammad saw., dan pembiasaan kasih sayang di kelas (4 menit).
- Guru menjelaskan tata tertib asesmen: setiap murid akan bergiliran maju ke meja guru untuk penuturan lisan berpandukan 3 kartu visual stimulus, sementara murid lainnya melakukan kegiatan membaca terbimbing materi Bab 7 secara tertib (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memperlihatkan 3 kartu stimulus yang akan digunakan di meja guru dan menjelaskan tugas lisan: Bagian 1 arti ar-Rahman dan ar-Rahim (acuan: ar-Rahman artinya Maha Pengasih; ar-Rahim artinya Maha Penyayang); Bagian 2 pengakuan keyakinan kasih sayang Allah Swt. beserta contoh pemberian-Nya (acuan: meyakini Allah mengasihi semua makhluk dengan bukti memberi udara, air, makanan, atau tubuh sehat); Bagian 3 menceritakan kisah keteladanan Nabi Muhammad saw. menyayangi sesama manusia dan keluarga secara runtut (acuan: kisah Nabi membalas orang yang menjahati/meludahi dengan menjenguk saat sakit, atau Nabi mencium dan memangku cucunya Hasan dan Husain) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1 (70 menit): Setiap murid secara bergiliran maju ke meja guru selama 2,5 menit untuk unjuk kerja lisan terpandu 3 bagian: (1) menjelaskan arti ar-Rahman dan ar-Rahim, (2) menyatakan lisan keyakinan sifat pengasih-penyayang Allah Swt. terhadap seluruh ciptaan disertai contoh riil ciptaan/rezeki, dan (3) menceritakan kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. kepada sesama manusia dan keluarga; guru mencatat skor pada rubrik lisan 3 kriteria (70 menit).
- Tugas 2 (15 menit): Guru melakukan observasi kinerja autentik terhadap pembiasaan diri murid dalam menerapkan sikap kasih sayang saat berinteraksi di kelas, berfokus pada 3 indikator: (1) berbicara dengan nada ramah/santun kepada teman, (2) bersedia meminjamkan/berbagi alat tulis, dan (3) membantu teman yang membutuhkan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru mengajak seluruh murid merenungkan pengalaman selama menyelesaikan tugas sumatif dan memvalidasi perasaan mereka setelah menyampaikan pemahaman secara mandiri di meja guru (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid dalam mengikuti rangkaian asesmen sumatif Bab 7 (1 menit).
- Guru merangkum pesan utama Bab 7 tentang meneladani kasih sayang Allah Swt. dan Nabi Muhammad saw. dalam kehidupan sehari-hari, lalu menutup kelas dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Proses: Pemberian waktu jeda berpikir sejenak atau bantuan gestur netral bagi murid yang tampak ragu saat sesi lisan di meja guru tanpa mengurangi kriteria penilaian; bagi murid yang selesai giliran disediakan sudut baca terarah Bab 7.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja lisan-tindakan terpandu dan observasi pembiasaan di kelas: penjelasan lisan arti ar-Rahman dan ar-Rahim, penuturan lisan pengakuan keyakinan sifat kasih sayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk, penceritaan kembali keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw., serta catatan perilaku pembiasaan sikap kasih sayang dalam interaksi sehari-hari di kelas
- unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan tiap murid bergiliran selama 2,5 menit ke meja guru dengan panduan kartu visual stimulus, yang mencakup tiga bagian terpisah: (1) menjelaskan arti ar-Rahman (Maha Pengasih) dan ar-Rahim (Maha Penyayang), (2) menyatakan lisan keyakinan bahwa Allah Swt. menyayangi seluruh ciptaan-Nya beserta contoh pemberian Allah, dan (3) menceritakan kembali keteladanan sikap kasih sayang Nabi Muhammad saw. kepada sesama manusia dan keluarga secara runtut (75 menit / 2,5 menit = 30 slot, mencakup 28 murid satu kelas sementara murid lain menyimak atau melakukan kegiatan membaca terbimbing) (75 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan 3 kriteria (penjelasan arti asmaulhusna, pengakuan keyakinan asmaulhusna, dan penceritaan keteladanan Nabi))
- observasi kinerja autentik: catatan pengamatan guru terhadap pembiasaan diri murid dalam mempraktikkan sikap kasih sayang saat berinteraksi di kelas (berbicara dengan nada ramah, mau berbagi alat tulis, dan membantu teman) (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi sikap pembiasaan kasih sayang)
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja lisan-tindakan terpandu dan observasi pembiasaan di kelas: penjelasan lisan arti ar-Rahman dan ar-Rahim, penuturan lisan pengakuan keyakinan sifat kasih sayang Allah Swt. terhadap seluruh makhluk, penceritaan kembali keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw., serta catatan perilaku pembiasaan sikap kasih sayang dalam interaksi sehari-hari di kelas
- unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan tiap murid bergiliran selama 2,5 menit ke meja guru dengan panduan kartu visual stimulus, yang mencakup tiga bagian terpisah: (1) menjelaskan arti ar-Rahman (Maha Pengasih) dan ar-Rahim (Maha Penyayang), (2) menyatakan lisan keyakinan bahwa Allah Swt. menyayangi seluruh ciptaan-Nya beserta contoh pemberian Allah, dan (3) menceritakan kembali keteladanan sikap kasih sayang Nabi Muhammad saw. kepada sesama manusia dan keluarga secara runtut (75 menit / 2,5 menit = 30 slot, mencakup 28 murid satu kelas sementara murid lain menyimak atau melakukan kegiatan membaca terbimbing) (75 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan 3 kriteria (penjelasan arti asmaulhusna, pengakuan keyakinan asmaulhusna, dan penceritaan keteladanan Nabi))
- observasi kinerja autentik: catatan pengamatan guru terhadap pembiasaan diri murid dalam mempraktikkan sikap kasih sayang saat berinteraksi di kelas (berbicara dengan nada ramah, mau berbagi alat tulis, dan membantu teman) (30 menit; kelompok; instrumen: lembar observasi sikap pembiasaan kasih sayang)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Arti Asmaulhusna (TP 1.7.1) | Belum dapat menyebutkan arti ar-Rahman maupun ar-Rahim secara tepat walaupun telah dipandu kartu stimulus (acuan: ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang). | Menjelaskan arti 1 dari 2 asmaulhusna secara tepat dengan bantuan arahan guru (acuan: ar-Rahman = Maha Pengasih; ar-Rahim = Maha Penyayang). | Menjelaskan arti kedua asmaulhusna secara tepat: ar-Rahman artinya Maha Pengasih dan ar-Rahim artinya Maha Penyayang secara mandiri. | Menjelaskan arti kedua asmaulhusna secara tepat, lancar, dan mandiri serta melafalkan kedua lafal asmaulhusna dengan benar. | | Pengakuan Keyakinan Sifat Pengasih dan Penyayang Allah Swt. (TP 1.7.2) | Belum mampu mengungkapkan pengakuan keyakinan bahwa Allah Swt. menyayangi makhluk-Nya dan belum dapat memberikan contoh pemberian Allah. | Menyatakan keyakinan bahwa Allah Swt. Maha Pengasih dan Penyayang namun memerlukan bimbingan guru untuk menyebutkan minimal 1 contoh pemberian Allah Swt. kepada makhluk. | Menyatakan keyakinan bahwa Allah Swt. menyayangi seluruh makhluk secara mandiri disertai 1-2 contoh nyata pemberian Allah Swt. (acuan: memberikan anggota tubuh, udara untuk bernapas, air, atau makanan). | Menyatakan keyakinan bahwa Allah Swt. menyayangi seluruh makhluk secara mandiri dan meyakinkan disertai lebih dari 2 contoh nyata pemberian Allah Swt. | | Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi Muhammad saw. (TP 1.7.3) | Belum dapat menceritakan kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. meskipun telah dibantu stimulus visual. | Menceritakan sebagian fragmen kisah kasih sayang Nabi Muhammad saw. secara terbata-bata dengan pancingan pertanyaan dari guru. | Menceritakan kembali kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. kepada sesama manusia atau keluarga secara runtut dan mandiri (acuan kisah: menjenguk orang yang memusuhinya saat sakit, atau menyayangi dan memangku cucunya Hasan dan Husain). | Menceritakan kembali kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw. kepada sesama manusia dan keluarga secara runtut, utuh, dan mandiri tanpa bimbingan. | | Pembiasaan Sikap Kasih Sayang dalam Berinteraksi (TP 1.7.4) | Belum menunjukkan ketiga indikator pembiasaan sikap kasih sayang selama berinteraksi di kelas (acuan indikator: berbicara ramah, berbagi alat tulis, membantu teman). | Menunjukkan 1 dari 3 indikator pembiasaan sikap kasih sayang dalam berinteraksi di kelas dengan dorongan atau pengingat dari guru. | Menunjukkan minimal 2 dari 3 indikator pembiasaan sikap kasih sayang dalam interaksi di kelas secara spontan dan konsisten. | Menunjukkan seluruh (3) indikator pembiasaan kasih sayang dalam berinteraksi di kelas secara konsisten dan mandiri tanpa perlu diingatkan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 2,5 menit per murid di meja guru cukup efektif untuk menggali ketiga target kompetensi lisan?
- Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada materi kasih sayang ar-Rahman, ar-Rahim, dan keteladanan Nabi Muhammad saw.?
- Apakah lembar observasi interaksi kelas memberikan gambaran autentik terhadap akhlak kasih sayang murid?
Murid:- Bagian mana dari tugas lisan tadi yang paling kamu sukai saat bercerita kepada guru?
- Perbuatan kasih sayang apa yang sudah kamu lakukan kepada temanmu di kelas hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
- Kartu kata bertuliskan lafal Asmaulhusna, ar-Rahman, ar-Rahim beserta kartu arti.
- Papan tulis, spidol, dan lembar kerja menjodohkan.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 7)
- Buku Teks Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 7 Subbab Ar-Rahman dan Ar-Rahim)
- Kartu gambar bukti ciptaan dan kasih sayang Allah (hujan, sinar matahari, sarang burung, makanan keluarga)
- Kartu respons hijau bertuliskan 'YAKIN' untuk setiap murid
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021).
- Kartu gambar berseri kisah keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw.
- Lembar aksi diri 'Aku Sayang Diriku'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Kartu visual stimulus sumatif (kartu 1: lafal ar-Rahman dan ar-Rahim; kartu 2: gambar ciptaan Allah/alam semesta; kartu 3: ilustrasi keteladanan kasih sayang Nabi Muhammad saw.)
- Lembar rubrik penilaian unjuk kerja lisan dan lembar observasi interaksi harian murid
|