Modul AjarBab 5Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 5: Nabi dan Rasul Panutanku

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 5 "Nabi dan Rasul Panutanku", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 5: Nabi dan Rasul Panutanku

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 5 — Nabi dan Rasul Panutanku

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 5 — Nabi dan Rasul Panutanku
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.5.1 Menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul dalam mengenal tugas mereka sebagai utusan Allah Swt.
  2. TP 1.5.2 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul dari 25 nabi dan rasul
  3. TP 1.5.3 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul melalui peristiwa mukjizat yang diterimanya
  4. TP 1.5.4 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul tentang perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah manusia istimewa yang dipilih Allah Swt. untuk membimbing kita ke jalan kebaikan?
  2. Apa tugas utama yang diemban oleh nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt.?
  3. Siapakah nabi pertama dan nabi terakhir yang diutus oleh Allah Swt.?
  4. Mengapa kita perlu meneladani kisah nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari?
  5. Peristiwa luar biasa apa yang pernah dialami oleh Nabi Nuh a.s., Nabi Musa a.s., dan Nabi Muhammad saw.?
  6. Bagaimana kebiasaan hidup para nabi dan rasul dalam menggunakan harta atau makanan sehari-hari?
  7. Apakah tugas utama yang diemban oleh nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt.?
  8. Kisah nabi manakah dan mukjizat apa yang paling kamu ingat?
  9. Bagaimana cara meneladani perilaku hidup sederhana nabi dalam keseharian kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menceritakan Kisah Keteladanan Nabi dan Rasul dalam Mengenal Tugas sebagai Utusan Allah Swt. — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.1 Menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul dalam mengenal tugas mereka sebagai utusan Allah Swt.

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Siapakah yang mengutus nabi dan rasul?' (acuan: Allah Swt.) dan 'Apakah tugas nabi dan rasul?' (acuan: utusan Allah Swt. untuk mengajak manusia berbuat baik/beribadah kepada Allah Swt.) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul dalam menjalankan tugasnya sebagai utusan Allah Swt. (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati gambar anak-anak mendengarkan dakwah (Gambar 5.7 Buku Siswa) dan menyimak penjelasan guru tentang kisah nabi dan rasul sebagai manusia pilihan yang diutus Allah Swt. untuk menerima wahyu dan membimbing umat manusia agar menyembah Allah Swt. serta berperilaku terpuji (10 menit).
  • Murid bersama guru membaca dan melafalkan kalimat penegasan rukun iman keempat: 'Aku yakin bahwa nabi dan rasul adalah utusan Allah Swt.' secara bersama-sama dan berulang-ulang untuk memperkuat pemahaman tugas utusan Allah Swt. (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi pasangan duduk, lalu memberikan tantangan permainan berpasangan 'Sambung Cerita Kisah Utusan Allah' dengan menggunakan 3 kartu alur bergambar berturutan: Kartu 1 'Allah Swt. memilih nabi dan rasul', Kartu 2 'Nabi dan rasul menerima wahyu dari Allah Swt.', Kartu 3 'Nabi dan rasul mengajak umat beribadah kepada Allah Swt. dan berbuat baik' (15 menit).
  • Setiap murid secara bergantian menceritakan kembali secara lisan isi ketiga alur kisah tugas nabi dan rasul tersebut kepada teman pasangannya secara runtut menggunakan bahasanya sendiri (acuan inti cerita: nabi dan rasul adalah utusan Allah Swt., menerima wahyu, dan bertugas mengajak manusia menyembah Allah Swt. serta berbuat kebaikan) (10 menit).
  • Beberapa perwakilan murid maju ke depan kelas untuk menceritakan kisah tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. di hadapan teman-temannya sesuai alur 3 kartu tersebut (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing murid menarik kesimpulan bersama bahwa nabi dan rasul merupakan utusan mulia yang wajib kita teladani ketakwaannya dalam mematuhi perintah Allah Swt. (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan dengan menanyakan inti tugas nabi dan rasul kepada murid (acuan jawaban: utusan Allah Swt. yang menyampaikan wahyu/mengajak kebaikan) (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas keberanian murid bercerita dan menutup sesi dengan doa penutup serta salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan media 3 kartu bergambar berurutan, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kesempatan menceritakan kisah tugas nabi dan rasul secara langsung tanpa melihat kartu.
  • Proses: Pada latihan berpasangan, murid yang belum lancar bercerita dapat merespons dengan memandu urutan kartu sambil melengkapi kalimat cerita yang diawali temannya.
  • Produk: Cerita lisan murid dapat berupa 3 kalimat runtut sesuai kartu (standar) atau cerita yang lebih mengalir dengan menambahkan contoh perbuatan baik yang diajarkan nabi dan rasul (lanjutan).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah yang mengutus nabi dan rasul?' (acuan: Allah Swt.); (2) 'Apa tugas utama nabi dan rasul yang diutus Allah Swt.?' (acuan: membimbing manusia menyembah Allah Swt. / menyampaikan wahyu / mengajak berbuat baik).

Proses:

  • Pengamatan performa murid saat menceritakan alur 3 kartu tugas nabi dan rasul: (1) Allah Swt. memilih nabi dan rasul; (2) Menerima wahyu dari Allah Swt.; (3) Mengajak umat menyembah Allah Swt. dan berbuat baik (acuan ketepatan: memuat ketiga poin tugas utusan Allah Swt.).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid menyebutkan kembali dengan kalimat sendiri apa tugas utama nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. (kriteria penerimaan operasional: murid menyebutkan bahwa nabi dan rasul adalah utusan Allah Swt. yang bertugas menyampaikan kebaikan/wahyu atau mengajak manusia beribadah kepada Allah Swt.).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja bercerita lisan mengenai kisah keteladanan nabi dan rasul dalam mengenal tugasnya sebagai utusan Allah Swt. pada kegiatan berpasangan dan perwakilan kelas.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul dalam mengenal tugas mereka sebagai utusan Allah Swt.Belum mampu menceritakan kisah tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt., atau hanya mampu menyebutkan 1 dari 3 alur tugas (Nabi utusan Allah, menerima wahyu, mengajak kebaikan) meski dengan bimbingan penuh guru.Mampu menceritakan 2 dari 3 alur kisah tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. (acuan alur: [1] nabi utusan pilihan Allah Swt., [2] menerima amanah/wahyu, [3] mengajak manusia beribadah dan berbuat baik) dengan bantuan petunjuk guru.Mampu menceritakan seluruh (3 dari 3) alur kisah tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. (acuan alur: [1] nabi utusan pilihan Allah Swt., [2] menerima amanah/wahyu, [3] mengajak manusia beribadah dan berbuat baik) secara runtut dan tepat secara mandiri.Mampu menceritakan seluruh (3 dari 3) alur kisah tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. secara mandiri, runtut, tepat, serta mengaitkannya dengan keteladanan taat beribadah kepada Allah Swt. dalam kehidupan sehari-hari.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu alur bergambar efektif membantu murid kelas 1 menceritakan kembali tugas nabi dan rasul?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam aktivitas berpasangan sambung cerita?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita tugas nabi dan rasul yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu merasa senang saat bercerita bergantian bersama temanmu?

Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Keteladanan Beberapa Nabi dan Rasul dari 25 Nabi dan Rasul — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.2 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul dari 25 nabi dan rasul

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan apersepsi dan diagnostik awal dengan meminta murid menyebutkan nama nabi yang mereka ketahui dari daftar 25 nabi dan rasul, misalnya Nabi Adam a.s., Nabi Ibrahim a.s., atau Nabi Muhammad saw. (acuan: nama nabi termasuk dalam 25 nabi dan rasul yang wajib diimani) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menayangkan gambar cerita bergambar yang memuat 3 kisah nabi: (1) Nabi Adam a.s. yang segera mengakui kesalahan dan bertobat, (2) Nabi Ibrahim a.s. yang taat dan teguh beriman kepada Allah Swt., serta (3) Nabi Muhammad saw. yang jujur sehingga digelari Al-Amin (10 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai inti kisah keteladanan dari ketiga nabi tersebut sambil mencermati nama dan sikap teladan masing-masing nabi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Melalui permainan menggembirakan 'Estafet Tongkat Kisah' dengan iringan tepuk nabi, murid yang memegang tongkat saat tepukan berhenti memilih 1 dari 3 kartu bergambar nabi (Kartu 1: Gambar Nabi Adam a.s. berdoa memohon ampun; Kartu 2: Gambar Nabi Ibrahim a.s. membangun Ka'bah dengan sabar; Kartu 3: Gambar Nabi Muhammad saw. berdagang dengan jujur) (15 menit).
  • Murid yang terpilih menceritakan kembali secara lisan kisah keteladanan nabi pada kartu tersebut dengan menyebutkan nama nabi dan sikap teladannya (acuan jawaban: Kartu 1 menceritakan Nabi Adam a.s. yang bertobat/mengakui kesalahan; Kartu 2 menceritakan Nabi Ibrahim a.s. yang taat/sabar beribadah kepada Allah Swt.; Kartu 3 menceritakan Nabi Muhammad saw. yang jujur/dapat dipercaya) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid merenungkan sikap teladan nabi yang telah diceritakan (sifat jujur Nabi Muhammad saw., ketaatan Nabi Ibrahim a.s., dan kerendahan hati Nabi Adam a.s. mengakui kesalahan) untuk diterapkan dalam kegiatan sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bersama materi kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul yang telah dipelajari (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik lisan atas keberanian murid bercerita, menyampaikan rencana pertemuan berikutnya tentang mukjizat nabi, dan menutup sesi dengan doa penutup serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan teks ringkas bagi murid yang sudah lancar membaca dan kartu gambar dominan simbol visual bagi murid yang sedang berkembang kemampuan membacanya.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan pertanyaan penuntun bagi murid yang membutuhkan bantuan dalam merangkai kalimat saat bercerita lisan.
  • Produk: Bagi murid yang mahir dipersilakan menceritakan 2 kisah nabi secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan cukup menceritakan 1 kisah nabi secara terbimbing.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: Guru menanyakan, 'Sebutkan 1 nama nabi yang kamu ketahui beserta perbuatan baiknya!' (Acuan: murid menyebutkan nama yang ada dalam 25 nabi seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, atau Muhammad saw. beserta satu perilaku baiknya).

Proses:

  • Cek unjuk kerja lisan saat permainan 'Estafet Tongkat Kisah': menilai kemampuan murid menceritakan kisah keteladanan nabi berdasarkan kartu gambar yang dipilih (Kartu 1: Nabi Adam a.s. bertobat; Kartu 2: Nabi Ibrahim a.s. taat/sabar; Kartu 3: Nabi Muhammad saw. jujur).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Meminta murid menjawab pertanyaan, 'Sikap teladan apa yang dimiliki Nabi Muhammad saw. dalam cerita tadi?' (Acuan jawaban: jujur/dapat dipercaya/al-amin).

Formatif:

  • Pengamatan unjuk kerja menceritakan lisan kisah keteladanan nabi dan rasul menggunakan lembar observasi bercerita.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasulBelum mampu menceritakan kisah keteladanan nabi meskipun telah diberikan bantuan pertanyaan pemandu dari guru.Mampu menceritakan kisah keteladanan 1 nabi (Nabi Adam a.s./Nabi Ibrahim a.s./Nabi Muhammad saw.) dengan bimbingan penuh dari guru mengenai nama tokoh dan sikap teladannya.Mampu menceritakan kisah keteladanan 1 nabi (Nabi Adam a.s./Nabi Ibrahim a.s./Nabi Muhammad saw.) secara runtut dan mandiri mencakup nama tokoh serta sikap keteladanannya (akui kesalahan/sabar dan taat/jujur).Mampu menceritakan kisah keteladanan 2 atau lebih nabi secara runtut, tepat, dan mandiri mencakup nama tokoh serta sikap keteladanan masing-masing nabi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan Estafet Tongkat Kisah efektif memotivasi seluruh murid untuk berani bercerita secara lisan?
  • Apakah diferensiasi scaffolding pertanyaan pemandu membantu murid yang belum percaya diri saat menceritakan kisah keteladanan nabi?

Murid:

  • Kisah nabi mana yang paling kamu sukai ceritanya hari ini?
  • Sikap baik apa dari nabi yang ingin kamu tiru di rumah atau di sekolah?

Pertemuan 3 — Menceritakan Kisah Keteladanan Beberapa Nabi dan Rasul Melalui Peristiwa Mukjizat dan Perilaku Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.3 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul melalui peristiwa mukjizat yang diterimanya
  • TP 1.5.4 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul tentang perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengajak murid bernyanyi tepuk nabi dan rasul untuk membangkitkan suasana gembira (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Siapa yang kapalnya sangat besar saat banjir?' (acuan: Nabi Nuh a.s.) dan 'Bagaimana sikap nabi saat makan atau berpakaian, apakah berlebih-lebihan atau sederhana?' (acuan: sederhana/tidak berlebihan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menunjukkan 3 gambar peristiwa mukjizat: Gambar A (kapal besar di atas air), Gambar B (tongkat berubah menjadi ular besar), dan Gambar C (Al-Qur'an mulia), lalu menceritakan kisah keteladanan mukjizat Nabi Nuh a.s. membuat kapal besar atas izin Allah, Nabi Musa a.s. tongkatnya menjadi ular besar, dan Nabi Muhammad saw. menerima mukjizat terbesar Al-Qur'an (15 menit).
  • Guru menceritakan kisah keteladanan perilaku hidup sederhana para nabi dan rasul yang tidak berlebih-lebihan, selalu bersyukur, dan gemar berbagi, yang dapat dicontoh murid seperti menabung uang saku dan tidak jajan berlebihan (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Kisah Mukjizat': satu murid menyebutkan mukjizat dan pasangannya menyebutkan nama nabi secara bergantian untuk 3 nabi (Nabi Nuh a.s. - kapal besar; Nabi Musa a.s. - tongkat jadi ular; Nabi Muhammad saw. - Al-Qur'an) (15 menit).
  • Murid secara bergiliran menceritakan secara lisan kisah peristiwa mukjizat salah satu nabi (Nuh a.s., Musa a.s., atau Muhammad saw.) dan perilaku sederhana nabi dalam kehidupan sehari-hari di depan pasangannya atau kelompok kecil (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memaknai kisah bahwa mukjizat adalah bukti kekuasaan Allah Swt. kepada utusan-Nya dan perilaku sederhana mendatangkan ketenangan hidup (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman lisan singkat kepada murid tentang mukjizat 3 nabi dan contoh perilaku hidup sederhana (acuan: Nabi Nuh a.s. - kapal besar, Nabi Musa a.s. - tongkat jadi ular, Nabi Muhammad saw. - Al-Qur'an; perilaku sederhana: tidak boros/menabung) (10 menit).
  • Guru bersama murid menutup pertemuan dengan membaca doa kafaratul majelis dan hamdalah (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar mukjizat (kapal besar, tongkat/ular, mushaf Al-Qur'an) sebagai panduan bercerita; murid yang mahir langsung menceritakan kisah tanpa bantuan kartu visual.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun dalam menceritakan kisah; murid yang mandiri bercerita secara langsung kepada teman sebayanya.
  • Produk: Murid pemula menceritakan 1 peristiwa mukjizat dan 1 contoh perilaku sederhana; murid yang cepat menceritakan 2-3 kisah mukjizat beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Siapa nabi yang membuat perahu/kapal sangat besar atas perintah Allah? (acuan: Nabi Nuh a.s.); (2) Apakah nabi dan rasul suka hidup mewah berlebihan atau sederhana? (acuan: hidup sederhana/tidak berlebihan/hemat).

Proses:

  • Pengamatan performa bercerita lisan mengenai kisah mukjizat (acuan: Nabi Nuh a.s. kapal besar, Nabi Musa a.s. tongkat jadi ular, Nabi Muhammad saw. Al-Qur'an) dan keteladanan perilaku sederhana (acuan: tidak berlebihan, hemat/menabung, bersyukur).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan pada akhir sesi: Murid diminta menyebutkan dan menceritakan secara singkat pasangan nama nabi beserta mukjizatnya: (1) Nabi Nuh a.s. (acuan: membuat kapal besar), (2) Nabi Musa a.s. (acuan: tongkat menjadi ular besar), (3) Nabi Muhammad saw. (acuan: menerima Al-Qur'an), serta 1 contoh meneladani perilaku sederhana nabi (acuan: menabung sebagian uang jajan / tidak boros).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang mukjizat dan hidup sederhana
  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan kisah peristiwa mukjizat dan perilaku sederhana nabi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah mukjizat nabi dan rasulBelum mampu menceritakan kisah mukjizat nabi walau telah diberi bimbingan penuh oleh guru.Menceritakan kisah 1 mukjizat nabi secara terbimbing menggunakan kartu gambar (acuan: Nabi Nuh a.s. - kapal besar, Nabi Musa a.s. - tongkat jadi ular, atau Nabi Muhammad saw. - Al-Qur'an).Menceritakan kisah 2 mukjizat nabi dengan tepat secara mandiri (acuan: Nabi Nuh a.s. - kapal besar, Nabi Musa a.s. - tongkat jadi ular, atau Nabi Muhammad saw. - Al-Qur'an).Menceritakan kisah 3 mukjizat nabi secara lengkap dan tepat tanpa bantuan (acuan: Nabi Nuh a.s. - kapal besar, Nabi Musa a.s. - tongkat jadi ular, dan Nabi Muhammad saw. - Al-Qur'an).
Menceritakan kisah perilaku sederhana nabi dan rasulBelum mampu menceritakan kisah perilaku sederhana nabi dan rasul meski dibimbing.Menceritakan kisah perilaku sederhana nabi dan rasul dengan bantuan pertanyaan pemantik guru.Menceritakan kisah keteladanan perilaku hidup sederhana nabi dan rasul dalam kehidupan sehari-hari secara mandiri (acuan: makan tidak berlebihan, berpakaian wajar, gemar berbagi/menabung).Menceritakan kisah keteladanan perilaku sederhana nabi dan rasul secara rinci serta mengaitkannya dengan kebiasaan sehari-hari secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar peraga mukjizat membantu murid kelas 1 memahami dan menceritakan kisah dengan antusias?
  • Bagaimana keterlibatan murid saat memainkan permainan berpasangan tebak mukjizat dan bercerita lisan?

Murid:

  • Bagian mana dari kisah mukjizat nabi yang paling kamu sukai?
  • Apa perilaku sederhana nabi yang ingin kamu tiru di rumah dan di sekolah?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.5.1 Menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul dalam mengenal tugas mereka sebagai utusan Allah Swt.
  • TP 1.5.2 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul dari 25 nabi dan rasul
  • TP 1.5.3 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul melalui peristiwa mukjizat yang diterimanya
  • TP 1.5.4 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul tentang perilaku sederhana dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memandu doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (2 menit).
  • Guru menjelaskan bahwa pertemuan ini adalah sesi asesmen sumatif unjuk kerja bercerita lisan mengenai kisah keteladanan nabi dan rasul dengan bantuan kartu gambar di meja guru secara bergiliran (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan pengarahan alur asesmen unjuk kerja lisan di meja guru serta membagikan 4 lembar kartu gambar stimulus untuk diamati mandiri oleh murid di meja masing-masing: Kartu 1 (Nabi Adam a.s. taat beribadah dan bertobat memohon ampun kepada Allah Swt.), Kartu 2 (Nabi Nuh a.s. membuat kapal besar atas perintah Allah Swt. untuk menyelamatkan orang beriman dari banjir besar), Kartu 3 (Nabi Musa a.s. dengan tongkat yang berubah menjadi ular besar atas izin Allah Swt.), dan Kartu 4 (Nabi Muhammad saw. tidur beralaskan tikar kasar dan berpakaian sederhana tidak berlebih-lebihan) (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Pelaksanaan Tugas 1: Penuturan lisan singkat selama 1,5 menit per murid di meja guru tentang tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. serta menyebutkan nama dan kisah keteladanan salah satu nabi dari kartu pilihan (dinilai bergantian 1,5 menit x 28 murid = 42 menit sementara murid lain mengamati kartu gambar cerita) dengan durasi total pelaksanaan 45 menit (45 menit).
  • Pelaksanaan Tugas 2: Penuturan lisan singkat selama 2 menit per murid di meja guru yang menceritakan mukjizat nabi pada kartu gambar yang dipilih beserta contoh perilaku hidup sederhana nabi yang dapat ditiru sehari-hari (dinilai bergantian 2 menit x 28 murid = 42 menit dengan buffer transisi giliran meja guru hingga tuntas) sementara murid lain melakukan kegiatan menyimak mandiri gambar nabi dengan durasi total pelaksanaan 44 menit (44 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak seluruh murid merenungkan pengalaman bercerita lisan tentang nabi dan rasul serta menegaskan komitmen meneladani perilaku baik nabi dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan keberanian seluruh murid yang telah menyelesaikan unjuk kerja bercerita lisan tentang kisah keteladanan nabi dan rasul (2 menit).
  • Guru merangkum bab 5 'Nabi dan Rasul Panutanku', mengajak bersyukur bersama, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup majelis serta salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi visual berupa kartu bergambar berukuran jelas dengan teks nama nabi yang mudah dibaca untuk memandu penceritaan lisan tanpa mengubah target kompetensi.
  • Proses: Pemberian waktu jeda hening sejenak bagi murid yang cemas saat maju ke meja guru sebelum memulai penuturan lisan tanpa mengubah indikator rubrik unjuk kerja.
  • Produk: Seluruh murid menyajikan bukti yang sama berupa penuturan lisan kisah keteladanan nabi dan rasul di hadapan guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru memeriksa kesiapan murid sebelum unjuk kerja dengan menanyakan: 'Siapakah utusan Allah Swt. yang menjadi panutan kita?' (acuan jawaban: nabi dan rasul).

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja bercerita lisan dengan bantuan kartu gambar: penuturan lisan murid yang menceritakan tugas nabi/rasul, nama dan keteladanan nabi tertentu, peristiwa mukjizat yang dialami, serta contoh perilaku sederhana sehari-hari
  • unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan singkat selama 1,5 menit per murid di meja guru tentang tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. serta menyebutkan nama dan kisah keteladanan salah satu nabi dari kartu pilihan (dinilai bergantian 1,5 menit x 28 murid = 42 menit sementara murid lain mengamati kartu gambar cerita) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan keteladanan nabi dan rasul)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan singkat selama 2 menit per murid di meja guru yang menceritakan mukjizat nabi pada kartu gambar yang dipilih beserta contoh perilaku hidup sederhana nabi yang dapat ditiru sehari-hari (dinilai bergantian 2 menit x 28 murid = 56 menit sementara murid lain melakukan kegiatan menyimak mandiri gambar nabi) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan mukjizat dan keteladanan sederhana)

Sumatif:

  • unjuk kerja bercerita lisan dengan bantuan kartu gambar: penuturan lisan murid yang menceritakan tugas nabi/rasul, nama dan keteladanan nabi tertentu, peristiwa mukjizat yang dialami, serta contoh perilaku sederhana sehari-hari
  • unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan singkat selama 1,5 menit per murid di meja guru tentang tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt. serta menyebutkan nama dan kisah keteladanan salah satu nabi dari kartu pilihan (dinilai bergantian 1,5 menit x 28 murid = 42 menit sementara murid lain mengamati kartu gambar cerita) (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan keteladanan nabi dan rasul)
  • unjuk kerja lisan bergiliran: penuturan lisan singkat selama 2 menit per murid di meja guru yang menceritakan mukjizat nabi pada kartu gambar yang dipilih beserta contoh perilaku hidup sederhana nabi yang dapat ditiru sehari-hari (dinilai bergantian 2 menit x 28 murid = 56 menit sementara murid lain melakukan kegiatan menyimak mandiri gambar nabi) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan mukjizat dan keteladanan sederhana)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan Tugas Nabi dan Rasul serta Kisah Keteladanan (TP 1.5.1 & TP 1.5.2)Belum mampu menceritakan tugas nabi/rasul dan belum mampu menyebutkan nama serta kisah keteladanan nabi dari kartu pilihan meski dipandu guru.Menceritakan tugas nabi/rasul secara terbata-bata dengan bimbingan penuh atau hanya menyebutkan nama nabi tanpa menceritakan kisah keteladanannya.Menceritakan dengan tepat bahwa nabi dan rasul adalah utusan Allah Swt. untuk membimbing manusia serta menceritakan 1 kisah keteladanan nabi dari kartu pilihan (acuan: ketaatan Nabi Adam a.s., kesabaran Nabi Nuh a.s., keberanian Nabi Musa a.s., atau kejujuran Nabi Muhammad saw.) secara mandiri.Menceritakan dengan sangat lengkap dan runtut tugas nabi/rasul sebagai pembawa wahyu Allah Swt. serta menceritakan kisah keteladanan nabi secara rinci dan mandiri.
Menceritakan Mukjizat dan Perilaku Sederhana Nabi (TP 1.5.3 & TP 1.5.4)Belum mampu menceritakan mukjizat nabi dan belum mampu menceritakan contoh perilaku sederhana sehari-hari.Menceritakan mukjizat atau contoh perilaku sederhana nabi secara kurang tepat dan memerlukan arahan bertahap dari guru.Menceritakan dengan tepat mukjizat nabi sesuai kartu pilihan (acuan: kapal besar Nabi Nuh a.s., tongkat ular Nabi Musa a.s., atau mukjizat Al-Qur'an Nabi Muhammad saw.) serta menceritakan 1 contoh perilaku sederhana nabi yang dapat ditiru (acuan: makan tidak berlebihan, berpakaian rapi sederhana, atau tidak boros) secara mandiri.Menceritakan dengan sangat tepat dan lengkap peristiwa mukjizat nabi serta menghubungkan contoh perilaku hidup sederhana nabi dengan tindakan nyata sehari-hari secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu unjuk kerja lisan di meja guru berjalan efektif sesuai alokasi 1,5 hingga 2 menit per murid?
  • Bagaimana kesiapan murid kelas 1 dalam menceritakan kisah keteladanan nabi dan rasul secara lisan dan mandiri?

Murid:

  • Apakah aku merasa senang dan berani saat menceritakan kisah nabi di depan guru?
  • Perilaku sederhana apa yang ingin aku tiru dari nabi mulai hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021) Bab 5
  3. Media kartu visual 3 alur kisah tugas nabi dan rasul sebagai utusan Allah Swt.
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I Kemendikbudristek 2021
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I Kemendikbudristek 2021
  6. Kartu bergambar kisah Nabi Adam a.s., Nabi Ibrahim a.s., dan Nabi Muhammad saw.
  7. Tongkat estafet untuk permainan kelas
  8. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  9. Poster dan gambar ilustrasi mukjizat nabi (kapal Nabi Nuh a.s., tongkat Nabi Musa a.s., mushaf Al-Qur'an Nabi Muhammad saw.)
  10. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek, 2021.
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek, 2021.
  12. Set 4 Kartu Gambar Kisah Keteladanan Nabi dan Rasul (Nabi Adam a.s., Nabi Nuh a.s., Nabi Musa a.s., dan Nabi Muhammad saw.).
  13. Lembar Instrumen Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Lisan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.