Modul AjarPertemuan 3Bab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal dan Melafalkan Dua Kalimat Syahadat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Mengenal dan Melafalkan Dua Kalimat Syahadat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Mengenal dan Melafalkan Dua Kalimat Syahadat

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 4 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal dan Melafalkan Dua Kalimat Syahadat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal dan Melafalkan Dua Kalimat Syahadat
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat melafalkan dua kalimat syahadat (syahadat tauhid dan syahadat rasul) dengan lancar dan benar
  2. Murid dapat mengartikan dua kalimat syahadat dengan tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapa Tuhan kita?
  2. Siapa Nabi kita?
  3. Apa yang harus kita ucapkan untuk menjadi anak muslim?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan siapa yang sudah pernah mendengar kalimat syahadat
  • Guru mengajak murid bernyanyi atau bertepuk tangan untuk membangkitkan semangat
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar melafalkan dan mengartikan dua kalimat syahadat
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: Siapa Tuhan kita? Siapa Nabi kita? Apa yang harus kita ucapkan untuk menjadi anak muslim?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan video atau melafalkan dua kalimat syahadat dengan jelas: syahadat tauhid dan syahadat rasul
  • Guru menjelaskan bahwa syahadat adalah rukun Islam yang pertama dan paling penting
  • Guru menuliskan lafal syahadat di papan tulis dengan huruf latin: Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah
  • Guru melafalkan kalimat syahadat secara perlahan, murid menyimak dengan penuh perhatian
  • Guru menjelaskan arti setiap kata: Asyhadu (aku bersaksi), Alla ilaha illallah (tidak ada Tuhan selain Allah), Wa asyhadu (dan aku bersaksi), Anna Muhammadar rasulullah (bahwa Muhammad adalah utusan Allah)
  • Murid diminta mengamati gerakan bibir guru saat melafalkan syahadat untuk memahami pelafalan yang benar

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membimbing murid melafalkan syahadat tauhid bersama-sama secara berulang hingga lancar
  • Guru membimbing murid melafalkan syahadat rasul bersama-sama secara berulang hingga lancar
  • Murid melafalkan dua kalimat syahadat secara individu bergantian di depan kelas atau di tempat duduk
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pelafalan setiap murid
  • Murid dibentuk kelompok kecil (3-4 orang) untuk saling mendengarkan dan membantu teman menghafalkan syahadat
  • Guru meminta murid menghafalkan arti syahadat dengan cara menyebutkan arti setiap kalimat: Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah
  • Murid menyanyikan lagu dengan syair syahadat beserta artinya untuk memperkuat hafalan

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksi: Bagaimana perasaan kalian setelah bisa melafalkan syahadat?
  • Murid diminta menyebutkan apa yang sudah mereka pelajari hari ini
  • Guru bertanya: Mengapa syahadat itu penting bagi kita sebagai muslim?
  • Murid diminta menceritakan kapan dan di mana mereka bisa mengamalkan syahadat dalam kehidupan sehari-hari
  • Murid menuliskan atau menggambar simbol tentang syahadat di buku tulis sebagai bentuk komitmen untuk menghafalkannya

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta beberapa murid melafalkan dan mengartikan syahadat secara individu
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada semua murid
  • Guru memberikan tugas rumah: berlatih melafalkan syahadat di rumah bersama orang tua
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang kesulitan fokus pada syahadat tauhid dulu, murid yang cepat belajar melanjutkan menghafal arti lengkap
  • Proses: Murid yang lambat dibimbing secara individual atau dalam kelompok kecil dengan pengulangan lebih banyak, murid yang cepat diminta membantu teman sebaya
  • Produk: Murid yang belum lancar melafalkan di tempat duduk, murid yang sudah lancar melafalkan di depan kelas dan mengajarkan teman

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab: Siapa yang sudah pernah mendengar kalimat syahadat?
  • Observasi: Apakah murid sudah bisa melafalkan sebagian atau seluruh syahadat?

Proses:

  • Observasi saat murid melafalkan syahadat bersama-sama dan dalam kelompok
  • Mendengarkan pelafalan individu dan memberikan umpan balik langsung
  • Penilaian diri: murid mengangkat tangan jika merasa sudah lancar
  • Penilaian sejawat dalam kelompok kecil

Akhir:

  • Tes lisan individu: melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul dengan lancar
  • Tes lisan individu: menyebutkan arti kedua kalimat syahadat dengan tepat
  • Lembar kerja: melengkapi kalimat 'Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain...', 'Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah...', 'Asyhadu artinya...'

Formatif:

  • Observasi pelafalan syahadat saat latihan bersama dan kelompok
  • Penilaian sejawat dalam kelompok kecil
  • Tanya jawab lisan tentang arti syahadat

Sumatif:

  • Tes lisan individu melafalkan dua kalimat syahadat
  • Tes lisan individu mengartikan dua kalimat syahadat
  • Lembar kerja sederhana melengkapi arti syahadat

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melafalkan Dua Kalimat SyahadatBelum mampu melafalkan syahadat sama sekali atau masih terbata-bata dengan banyak kesalahanMampu melafalkan sebagian syahadat dengan bantuan guru tetapi masih ada beberapa kesalahanMampu melafalkan kedua kalimat syahadat dengan lancar tetapi masih ada sedikit kesalahan pelafalanMampu melafalkan kedua kalimat syahadat dengan sangat lancar dan benar tanpa bantuan
Mengartikan Dua Kalimat SyahadatBelum mampu menyebutkan arti syahadat sama sekaliMampu menyebutkan sebagian arti syahadat dengan bantuan guruMampu menyebutkan arti kedua kalimat syahadat dengan tepat tetapi masih memerlukan sedikit bantuanMampu menyebutkan arti kedua kalimat syahadat dengan tepat dan lengkap tanpa bantuan
Sikap Spiritual (Keimanan)Belum menunjukkan kesungguhan saat belajar syahadatMulai menunjukkan kesungguhan tetapi masih perlu diingatkanMenunjukkan kesungguhan dan rasa hormat saat belajar syahadatMenunjukkan kesungguhan, rasa hormat, dan semangat tinggi saat belajar syahadat serta membantu teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu melafalkan dua kalimat syahadat dengan lancar?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid menghafal syahadat?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu saya perbaiki di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah bisa melafalkan syahadat?
  • Apa yang paling sulit saat belajar syahadat hari ini?
  • Apa yang akan kamu lakukan agar lebih lancar melafalkan syahadat?
  • Kapan kamu akan mengamalkan syahadat di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1
  3. Papan tulis dan spidol
  4. Video pembelajaran tentang syahadat
  5. Kartu bergambar lafal dan arti syahadat
  6. Lagu syahadat untuk anak-anak

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.