MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 4 — Mengenal Rukun Islam INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Mengenal Rukun Islam |
|---|
| Alokasi Waktu | 11 JP (11 x 35 menit = 385 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 4 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.4.1 Menerapkan urutan rukun Islam dalam pengenalan dasar ibadah
- TP 1.4.2 Menerapkan pelafalan syahadatain secara benar dan lancar
- TP 1.4.3 Menerapkan makna syahadatain dalam pemahaman persaksian kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw.
- TP 1.4.4 Menerapkan nilai rukun Islam dan syahadatain dalam pembiasaan perilaku anak muslim sehari-hari
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Ada berapa tiang utama atau rukun dalam agama Islam yang kita anut?
- Ibadah apa yang menempati urutan pertama dan kedua dalam rukun Islam?
- Bagaimana bunyi dua kalimat syahadat yang biasa kita dengar saat azan?
- Siapakah satu-satunya sesembahan kita dan siapakah utusan Allah Swt. yang kita teladani?
- Apa yang biasa kalian lakukan saat mendengar suara azan berkumandang?
- Bagaimana caramu bersikap saat melihat teman di kelas tidak membawa bekal makanan?
- Bagaimana urutan lima rukun Islam yang benar dari yang pertama sampai kelima?
- Bagaimana lafal syahadat tauhid dan syahadat rasul beserta artinya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Urutan Rukun Islam dalam Pengenalan Dasar Ibadah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menerapkan urutan rukun Islam dalam pengenalan dasar ibadah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, membaca doa bersama, dan mengecek kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru mengajak murid menyanyikan bersama lagu tepuk rukun Islam secara ceria untuk membangkitkan suasana gembira (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan rukun Islam yang pertama!' (acuan jawaban: membaca dua kalimat syahadat / syahadat) dan 'Ada berapa jumlah rukun Islam?' (acuan jawaban: 5) untuk memetakan kesiapan belajar murid (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru melalui media gambar peraga 'Kereta Rukun Islam' tentang 5 urutan rukun Islam sebagai fondasi dasar ibadah seorang muslim (acuan urutan: gerbong 1 = membaca syahadat, gerbong 2 = mengerjakan salat, gerbong 3 = membayar zakat, gerbong 4 = menjalankan puasa, gerbong 5 = melaksanakan haji bagi yang mampu) (10 menit).
- Murid secara bersama-sama dan bergiliran menyebutkan kembali 5 urutan rukun Islam mulai dari urutan ke-1 sampai urutan ke-5 dipandu oleh guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Menyusun Gerbong Kereta Rukun Islam' dengan mengurutkan 5 kartu rukun Islam acak pada papan rel bergambar (isi kartu: Kartu 1 'Membaca syahadat', Kartu 2 'Mengerjakan salat', Kartu 3 'Membayar zakat', Kartu 4 'Menjalankan puasa', Kartu 5 'Melaksanakan haji bagi yang mampu') (acuan: urutan kartu nomor 1, 2, 3, 4, lalu 5 secara runtut) (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan memasangkan angka urutan (1, 2, 3, 4, 5) dengan nama rukun Islam yang tepat (butir: A. 'Membayar zakat' dipasangkan ke angka 3; B. 'Membaca syahadat' ke angka 1; C. 'Melaksanakan haji' ke angka 5; D. 'Mengerjakan salat' ke angka 2; E. 'Menjalankan puasa' ke angka 4; acuan: pasangan 1-B, 2-D, 3-A, 4-E, 5-C) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengoreksi kecocokan hasil susunan urutan rukun Islam dan menyadari pentingnya menjalankan ibadah sesuai fondasi rukun Islam secara runtut (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 5 urutan rukun Islam yang telah dipelajari hari ini (3 menit).
- Guru memberikan penguatan apresiatif dan menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca doa penutup majelis serta mengucap salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu dengan nomor urut dan gambar simbolik ibadah, sedangkan murid yang sudah mahir menerima kartu bertuliskan nama ibadah tanpa bantuan angka nomor urut.
- Proses: Murid yang masih ragu didampingi guru secara bertahap memasangkan satu per satu gerbong, sedangkan murid yang mandiri langsung menyusun 5 kartu secara acak bersama pasangan.
- Produk: Murid menuangkan hasil urutan rukun Islam melalui penempelan kartu rukun Islam bergambar atau menuliskan angka 1 sampai 5 secara tepat pada kolom latihan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan rukun Islam yang pertama!' (acuan jawaban: membaca dua kalimat syahadat / syahadat) dan 'Berapa jumlah rukun Islam?' (acuan jawaban: 5).
Proses:- Observasi unjuk kerja menyusun 5 kartu rukun Islam pada media rel kereta (acuan: urutan tepat 1. Syahadat, 2. Salat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Haji).
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri memasangkan 5 nama rukun Islam dengan angka urutannya (acuan kunci: 1-Membaca syahadat, 2-Mengerjakan salat, 3-Membayar zakat, 4-Menjalankan puasa, 5-Melaksanakan haji).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman cepat di akhir pelajaran berupa kuis lisan tebak cepat: 'Rukun Islam ke-2 adalah ...' (acuan jawaban: salat/mengerjakan salat) dan 'Rukun Islam ke-4 adalah ...' (acuan jawaban: puasa/menjalankan puasa).
Formatif:- Unjuk kerja berpasangan menyusun 5 kartu urutan rukun Islam pada papan rel kereta
- Tes tertulis mandiri menjodohkan angka 1-5 dengan nama 5 rukun Islam pada lembar latihan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan Urutan Rukun Islam | Belum mampu mengurutkan rukun Islam dengan benar walau dengan bimbingan penuh guru (kurang dari 2 urutan tepat dari 5 rukun Islam). | Mampu menerapkan urutan rukun Islam secara tepat untuk 2 sampai 3 urutan dari 5 rukun Islam dengan bantuan arahan guru (acuan: 1. Syahadat, 2. Salat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Haji). | Mampu menerapkan urutan rukun Islam secara tepat untuk 4 sampai 5 urutan rukun Islam secara mandiri (acuan: 1. Syahadat, 2. Salat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Haji). | Mampu menerapkan seluruh 5 urutan rukun Islam secara tepat, runtut, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan atau jeda bantuan (acuan: 1. Syahadat, 2. Salat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Haji). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media visual kartu gerbong kereta rukun Islam efektif mempermudah murid kelas 1 memahami urutan rukun Islam?
- Bagian langkah pembelajaran mana yang paling membuat murid antusias dan aktif bergerak mengurutkan kartu?
- Berapa persentase murid yang sudah mampu mengurutkan kelima rukun Islam secara runtut dan mandiri?
Murid:- Apakah kamu merasa senang bermain menyusun gerbong kereta rukun Islam hari ini?
- Apakah kamu sudah hafal urutan rukun Islam kesatu sampai kelima?
Pertemuan 2 — Menerapkan Pelafalan dan Makna Syahadatain Persaksian kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.2 Menerapkan pelafalan syahadatain secara benar dan lancar
- TP 1.4.3 Menerapkan makna syahadatain dalam pemahaman persaksian kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw.
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, membaca basmalah bersama, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melafalkan dua kalimat syahadat secara benar dan lancar serta memahami artinya sebagai persaksian kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan pelafalan syahadat tauhid dan syahadat rasul secara klasikal dan meminta beberapa murid mencoba melafalkannya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak pelafalan syahadatain kalimat per kalimat dari guru: syahadat tauhid 'Asyhadu allā ilāha illallāh' dan syahadat rasul 'wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh' (10 menit).
- Murid menirukan pelafalan syahadatain secara berulang bersama guru sampai makhraj dan harakatnya terdengar jelas dan benar (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang arti syahadatain per penggalan: 'Asyhadu' (aku bersaksi), 'allā ilāha' (bahwa tidak ada Tuhan), 'illallāh' (selain Allah), 'wa asyhadu' (dan aku bersaksi), 'anna Muhammadan' (sesungguhnya Muhammad), 'rasūlullāh' (utusan Allah), sehingga memahami persaksian hanya menyembah Allah Swt. dan meyakini Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid diajak bernyanyi bersama lagu 'Dua Kalimat Syahadat' (dengan nada lagu 'Naik Becak': 'Lā ilāha illallāh, Muhammadar rasūlullāh, Tiada Tuhan selain Allah, Muhammad utusan Allah') untuk menguatkan kelancaran lafal dan ingatan artinya secara ceria (10 menit).
- Murid secara berpasangan bergantian melafalkan syahadatain dengan benar dan lancar di hadapan pasangannya (3 menit).
- Murid mengerjakan latihan mencocokkan makna syahadatain pada lembar kerja berisi 4 butir: (1) 'Lā ilāha illallāh' dipasangkan dengan 'Tiada Tuhan selain Allah', (2) 'Muhammadar rasūlullāh' dipasangkan dengan 'Muhammad utusan Allah', (3) 'Tuhan sesembahan kita' dipasangkan dengan 'Allah Swt.', (4) 'Nabi utusan Allah' dipasangkan dengan 'Nabi Muhammad saw.' (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memanggil beberapa murid secara acak untuk melafalkan satu kalimat syahadat beserta artinya di depan kelas untuk mengonfirmasi kelancaran dan pemahaman (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa seorang muslim bersaksi hanya menyembah Allah Swt. dan mengikuti ajaran Nabi Muhammad saw. (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap pelafalan syahadatain murid yang sudah lancar dan memotivasi yang masih terbata-bata (10 menit).
- Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan membaca hamdalah bersama-sama dan salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu lafal berharakat jelas dan teks arti kata per kata; murid yang cepat diberikan penguatan melafalkan kalimat lengkap tanpa jeda.
- Proses: Pada latihan berpasangan, murid yang lancar dipasangkan untuk saling menyimak mandiri, sedangkan murid yang masih terbata-bata didampingi guru dengan bimbingan langsung penggalan kata demi penggalan kata.
- Produk: Pada latihan mencocokkan makna, murid yang belum lancar membaca dibantu membacakan pilihan katanya oleh guru.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Siapa yang sudah bisa melafalkan dua kalimat syahadat?' Guru menguji kesiapan awal murid melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul (acuan: lafal syahadat tauhid 'Asyhadu allā ilāha illallāh' dan syahadat rasul 'wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh').
Proses:- Pengamatan kinerja pelafalan syahadatain murid saat berpasangan (acuan: ketepatan lafal 'Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh' tanpa salah harakat/kata).
- Pemeriksaan lembar latihan mencocokkan makna 4 butir: (1) 'Lā ilāha illallāh' -> 'Tiada Tuhan selain Allah'; (2) 'Muhammadar rasūlullāh' -> 'Muhammad utusan Allah'; (3) 'Tuhan sesembahan kita' -> 'Allah Swt.'; (4) 'Nabi utusan Allah' -> 'Nabi Muhammad saw.' (acuan: keempat pasangan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: murid menjawab secara lisan 2 pertanyaan makna persaksian: (1) 'Siapakah satu-satunya Tuhan yang wajib kita sembah?' (acuan: Allah Swt.), (2) 'Siapakah nabi yang menjadi utusan Allah Swt.?' (acuan: Nabi Muhammad saw.).
Formatif:- Unjuk kerja pelafalan syahadatain secara lisan
- Penugasan menjodohkan makna syahadatain pada lembar latihan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelafalan Syahadatain (TP 1.4.2) | Belum mampu melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul secara benar walau dengan bimbingan penuh guru. | Mampu melafalkan syahadat tauhid dan syahadat rasul tetapi masih terbata-bata dan membutuhkan tuntunan guru pada sebagian besar lafal. | Mampu melafalkan syahadatain ('Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh') secara benar dan lancar dengan sedikit bantuan. | Mampu melafalkan syahadatain ('Asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh') secara benar, lancar, dan mandiri tanpa keraguan sedikit pun. | | Makna Syahadatain (TP 1.4.3) | Mampu mencocokkan paling banyak 1 dari 4 butir makna syahadatain secara tepat (acuan 4 butir: Lā ilāha illallāh -> Tiada Tuhan selain Allah; Muhammadar rasūlullāh -> Muhammad utusan Allah; Tuhan sesembahan -> Allah Swt.; Nabi utusan -> Nabi Muhammad saw.). | Mampu mencocokkan 2 dari 4 butir makna syahadatain secara tepat sesuai acuan 4 butir. | Mampu mencocokkan 3 dari 4 butir makna syahadatain secara tepat sesuai acuan 4 butir. | Mampu mencocokkan seluruh 4 butir makna syahadatain secara tepat sesuai acuan 4 butir secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah metode bernyanyi dan latihan berpasangan efektif membantu murid melafalkan dua kalimat syahadat dengan lancar?
- Bagian penggalan lafal atau makna mana yang masih sulit dipahami oleh murid kelas 1?
Murid:- Apakah kamu senang melafalkan dua kalimat syahadat bersama temanmu hari ini?
- Siapakah Tuhan satu-satunya yang kita sembah dan siapa nabi utusan Allah?
Pertemuan 3 — Menerapkan Nilai Rukun Islam dan Syahadatain dalam Pembiasaan Perilaku Anak Muslim Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.4 Menerapkan nilai rukun Islam dan syahadatain dalam pembiasaan perilaku anak muslim sehari-hari
Pendahuluan:- Guru mengkondisikan kelas dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik penerapan perilaku muslim: (1) 'Bila mendengar azan, apa yang kita lakukan?' (acuan: bersiap salat/mengerjakan salat) dan (2) 'Bila ada teman tidak membawa makanan, apa yang kita lakukan?' (acuan: berbagi makanan/menolong) untuk memetakan kesiapan awal murid (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membiasakan nilai-nilai rukun Islam dan syahadatain dalam kehidupan sehari-hari anak muslim (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memperlihatkan Gambar 4.11 dan 4.12 dari buku cetak mengenai contoh perilaku anak muslim: melaksanakan salat tepat waktu, gemar berbagi makanan kepada teman, serta bergotong royong membantu orang tua dan teman (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang penerapan 4 nilai dasar rukun Islam dan syahadatain: (1) taat kepada Allah dengan salat lima waktu, (2) peduli sesama dengan berbagi rezeki/sedekah, (3) sabar menahan diri seperti saat berpuasa, dan (4) suka menolong sesama sebagai bukti persaksian anak muslim (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid memainkan permainan kartu interaktif 'Tebak Perilaku Anak Muslim': Guru membagikan 4 kartu bergambar situasi perilaku kepada kelompok meja. Kartu 1: Gambar anak merapikan sajadah untuk salat; Kartu 2: Gambar anak membagikan kue kepada teman yang tidak bawa bekal; Kartu 3: Gambar anak menahan lapar dan sabar saat waktu siang; Kartu 4: Gambar anak membantu guru membawakan buku. Murid secara bergantian mengangkat kartu sesuai instruksi nilai ibadah yang disebutkan guru (acuan: Kartu 1 = nilai salat; Kartu 2 = nilai zakat/berbagi; Kartu 3 = nilai puasa; Kartu 4 = nilai syahadat/akhlak anak muslim) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar pembiasaan 'Rencana Amalku Hari Ini' (mengacu Buku Siswa halaman 66) dengan memberi tanda centang pada 4 daftar perilaku muslim berikut: (1) Mengerjakan salat, (2) Berbagi kepada teman, (3) Membantu orang tua di rumah, dan (4) Merapikan perlengkapan sendiri; murid menandai perilaku yang siap dan terbiasa mereka terapkan (acuan ketercapaian: murid mencentang minimal 3 dari 4 perilaku anak muslim yang disajikan secara jujur dan mandiri) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid diajak duduk hening sejenak menyadari identitas dirinya sebagai anak muslim yang wajib mewujudkan rukun Islam dan syahadatain dalam tindakan sehari-hari di rumah dan sekolah (10 menit).
- Murid bersama guru mereview lembar centang amalan dan meneguhkan niat untuk mempraktikkan sikap berbagi dan taat salat sejak usia dini (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pengisian lembar pembiasaan perilaku anak muslim (5 menit).
- Guru menyampaikan informasi agenda pertemuan berikutnya yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 4 tentang rukun Islam dan syahadatain (3 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan membaca doa kafaratul majelis dan salam bersama murid (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan kartu dengan gambar ilustrasi yang lebih besar dan simbol sederhana, sedangkan murid yang sudah lancar membaca disediakan lembar bertuliskan teks aktivitas secara lengkap.
- Proses: Murid yang masih kesulitan membaca dibimbing guru secara verbal dalam memahami butir daftar rencana amal; murid yang sudah mandiri langsung menandai lembar amalannya sendiri.
- Produk: Murid menuangkan bukti komitmen pembiasaan dengan mencentang lembar aktivitas atau menceritakan secara lisan 1 contoh perilaku berbagi yang pernah dilakukannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan kesiapan penerapan nilai rukun Islam dan syahadatain dengan 2 pertanyaan: (1) 'Apa yang kamu lakukan bila mendengar azan berkumandang?' (acuan: bersiap/mengambil wudu dan mengerjakan salat); (2) 'Apa yang kamu lakukan bila melihat teman di sampingmu tidak membawa pensil atau bekal makanan?' (acuan: meminjamkan pensil/berbagi makanan atau membantunya).
Proses:- Observasi ketepatan mengidentifikasi dan memilih 4 kartu situasi perilaku anak muslim pada permainan kelompok: Kartu 1 (merapikan sajadah = taat salat), Kartu 2 (membagi kue = gemar berbagi/zakat), Kartu 3 (menahan godaan makanan = sabar/puasa), Kartu 4 (membantu membawa buku = gemar menolong/syahadat) (acuan: tepat memasangkan minimal 3 dari 4 kartu situasi).
- Pemeriksaan lembar 'Rencana Amalku Hari Ini' yang memuat 4 butir perilaku: (1) Mengerjakan salat, (2) Berbagi kepada teman, (3) Membantu orang tua, (4) Merapikan perlengkapan sendiri (acuan kriteria: murid secara mandiri mencentang dan menyatakan kesiapan menerapkan minimal 3 dari 4 butir amalan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menanyakan kepada 3 murid secara acak: 'Sebutkan 1 contoh perbuatan anak muslim di rumah yang mencerminkan ajaran rukun Islam!' (kriteria penerimaan: jawaban mencakup salah satu tindakan ibadah/akhlak terpuji seperti mendirikan salat, patuh/membantu orang tua, berbagi makanan dengan saudara, atau menjaga kerapian diri).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang tindakan nyata saat azan dan saat melihat teman membutuhkan bantuan.
- Observasi unjuk kerja permainan kartu situasi perilaku anak muslim.
- Pemeriksaan lembar pembiasaan 'Rencana Amalku Hari Ini' (4 butir amalan anak muslim).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Nilai Rukun Islam dan Syahadatain dalam Pembiasaan Sehari-hari | Belum mampu menentukan perilaku pembiasaan anak muslim pada lembar rencana amalan (kurang dari 2 butir amalan yang dicentang secara tepat walau dibimbing guru). | Mampu menentukan 2 dari 4 butir pembiasaan perilaku anak muslim (salat, berbagi kepada teman, membantu orang tua, merapikan perlengkapan) pada lembar amalan dengan bimbingan guru. | Mampu menentukan 3 dari 4 butir pembiasaan perilaku anak muslim (salat, berbagi kepada teman, membantu orang tua, merapikan perlengkapan) pada lembar amalan secara mandiri. | Mampu menentukan seluruh 4 butir pembiasaan perilaku anak muslim (salat, berbagi kepada teman, membantu orang tua, merapikan perlengkapan) pada lembar amalan secara tepat dan konsisten mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas bermain kartu situasi dan mencentang lembar rencana amalan memotivasi murid membiasakan perilaku anak muslim?
- Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu dalam menyatakan komitmen pembiasaan ibadahnya?
Murid:- Perilaku baik apa yang paling ingin kamu lakukan sepulang sekolah hari ini?
- Bagaimana perasaanmu setelah belajar menjadi anak muslim yang rajin beribadah dan gemar berbagi?
Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.4.1 Menerapkan urutan rukun Islam dalam pengenalan dasar ibadah
- TP 1.4.2 Menerapkan pelafalan syahadatain secara benar dan lancar
- TP 1.4.3 Menerapkan makna syahadatain dalam pemahaman persaksian kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw.
- TP 1.4.4 Menerapkan nilai rukun Islam dan syahadatain dalam pembiasaan perilaku anak muslim sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, berdoa bersama, dan menenangkan suasana kelas agar kondusif untuk asesmen (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan dan alur kegiatan asesmen sumatif bab: menyusun 5 kartu rukun Islam secara berpasangan di meja, tes lisan pelafalan dan arti syahadatain di meja guru, serta verifikasi lembar pembiasaan harian anak muslim dari rumah (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan petunjuk unjuk kerja serentak menyusun 5 kartu bergambar rukun Islam di meja: Kartu 1 (Membaca syahadat), Kartu 2 (Mengerjakan salat), Kartu 3 (Membayar zakat), Kartu 4 (Menjalankan puasa), dan Kartu 5 (Melaksanakan haji bagi yang mampu) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid secara berpasangan di mejanya masing-masing menyusun 5 kartu bergambar rukun Islam secara runtut di atas meja dalam waktu yang ditentukan; guru berkeliling memeriksa dan mencatat hasil penataan pada lembar cek ketepatan urutan rukun Islam dengan acuan urutan benar: 1-Membaca syahadat, 2-Mengerjakan salat, 3-Membayar zakat, 4-Menjalankan puasa, 5-Melaksanakan haji (15 menit).
- Tugas 2: Murid secara bergiliran maju ke meja guru (alokasi 2,5 menit per murid untuk 28 murid) untuk tes lisan melafalkan syahadatain secara lancar (Syahadat Tauhid: 'Asyhadu allā ilāha illallāh' dan Syahadat Rasul: 'wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh') serta menyebutkan maknanya secara sederhana (artinya: 'Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah'); sementara murid lain duduk tenang mewarnai lembar kaligrafi syahadat di mejanya masing-masing (70 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Tugas 3: Guru memverifikasi lembar centang pembiasaan harian anak muslim yang telah diisi dan ditandatangani orang tua di rumah, mencakup 3 butir pembiasaan: (1) mengucapkan kalimat syahadat, (2) mengikuti ibadah salat, dan (3) belajar berpuasa ramadan/latihan kebaikan anak muslim (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh rangkaian asesmen sumatif bab 4 (3 menit).
- Guru bersama murid menutup pertemuan dan bab dengan membaca doa hamdalah bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Akomodasi akses: murid yang memerlukan pendampingan artikulasi diberikan kesempatan melafalkan syahadatain dengan tempo lebih tenang tanpa mengurangi standar lafal dan makna yang diujikan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja berpasangan menyusun kartu bergambar dan tes lisan individual singkat di meja guru serta verifikasi lembar pembiasaan: hasil susunan kartu urutan 5 rukun Islam, kelancaran pelafalan syahadatain dan penjelasan maknanya secara lisan di meja guru, serta lembar centang pembiasaan diri anak muslim yang telah divalidasi orang tua
- unjuk kerja serentak: hasil penataan 5 kartu bergambar rukun Islam secara runtut di atas meja oleh murid (dikerjakan serentak di meja masing-masing) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar cek ketepatan urutan rukun Islam)
- unjuk kerja dan tanya jawab lisan bergiliran: pelafalan dua kalimat syahadatain secara lancar dan penjelasan artinya secara sederhana dinilai 2 menit per murid secara bergantian ke meja guru sementara murid lain mewarnai lembar kaligrafi syahadat (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pelafalan dan pemahaman makna syahadatain)
- pemeriksaan lembar pembiasaan diri: lembar centang pembiasaan harian anak muslim (mengucapkan syahadat, mengikuti salat, dan belajar berpuasa) yang telah diisi dan ditandatangani orang tua di rumah kemudian diverifikasi guru (15 menit; individual; instrumen: lembar cek pembiasaan perilaku anak muslim)
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja berpasangan menyusun kartu bergambar dan tes lisan individual singkat di meja guru serta verifikasi lembar pembiasaan: hasil susunan kartu urutan 5 rukun Islam, kelancaran pelafalan syahadatain dan penjelasan maknanya secara lisan di meja guru, serta lembar centang pembiasaan diri anak muslim yang telah divalidasi orang tua
- unjuk kerja serentak: hasil penataan 5 kartu bergambar rukun Islam secara runtut di atas meja oleh murid (dikerjakan serentak di meja masing-masing) (20 menit; kelompok; instrumen: lembar cek ketepatan urutan rukun Islam)
- unjuk kerja dan tanya jawab lisan bergiliran: pelafalan dua kalimat syahadatain secara lancar dan penjelasan artinya secara sederhana dinilai 2 menit per murid secara bergantian ke meja guru sementara murid lain mewarnai lembar kaligrafi syahadat (70 menit / 2,5 menit = 28 murid, muat satu kelas) (70 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pelafalan dan pemahaman makna syahadatain)
- pemeriksaan lembar pembiasaan diri: lembar centang pembiasaan harian anak muslim (mengucapkan syahadat, mengikuti salat, dan belajar berpuasa) yang telah diisi dan ditandatangani orang tua di rumah kemudian diverifikasi guru (15 menit; individual; instrumen: lembar cek pembiasaan perilaku anak muslim)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan urutan rukun Islam (TP 1.4.1) | Menyusun kurang dari 3 kartu rukun Islam secara benar dari 5 urutan acuan (Acuan: 1. Syahadat, 2. Salat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Haji). | Menyusun 3 sampai 4 kartu rukun Islam secara berurutan dengan benar dari 5 urutan acuan. | Menyusun tepat seluruh 5 kartu rukun Islam secara runtut sesuai urutan acuan (1. Syahadat, 2. Salat, 3. Zakat, 4. Puasa, 5. Haji). | Menyusun tepat seluruh 5 kartu rukun Islam secara runtut sesuai urutan acuan secara mandiri dan tepat waktu. | | Pelafalan syahadatain (TP 1.4.2) | Melafalkan syahadatain dengan terbata-bata dan keliru pada sebagian besar lafal acuan (Acuan: 'Asyhadu allā ilāha illallāh' dan 'wa asyhadu anna Muhammadar rasūlullāh'). | Melafalkan syahadatain secara benar namun masih terbata-bata atau mengulang pada salah satu kalimat. | Melafalkan kedua kalimat syahadatain secara benar dan lancar sesuai lafal acuan. | Melafalkan kedua kalimat syahadatain secara sangat lancar, benar, dan fasih sesuai lafal acuan tanpa ragu. | | Pemahaman makna syahadatain (TP 1.4.3) | Belum dapat menyebutkan arti persaksian kepada Allah Swt. maupun Rasulullah saw. sesuai acuan (Acuan: 'Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah' dan 'aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad utusan Allah'). | Menyebutkan arti salah satu kalimat syahadat secara benar (persaksian kepada Allah saja atau Rasul saja). | Menyebutkan arti kedua kalimat syahadatain secara benar sesuai acuan makna persaksian kepada Allah Swt. dan Rasulullah saw. | Menyebutkan arti kedua kalimat syahadatain secara lengkap, tepat, dan lancar dengan bahasa yang jelas. | | Pembiasaan perilaku anak muslim (TP 1.4.4) | Lembar pembiasaan harian anak muslim terisi kurang dari 2 butir pembiasaan atau belum divalidasi orang tua (Acuan: mengucapkan syahadat, mengikuti salat, belajar berpuasa). | Lembar pembiasaan harian anak muslim terisi 2 butir pembiasaan dengan tanda tangan orang tua. | Lembar pembiasaan harian anak muslim terisi lengkap 3 butir pembiasaan (mengucapkan syahadat, mengikuti salat, dan belajar berpuasa) dengan validasi tanda tangan orang tua. | Lembar pembiasaan harian anak muslim terisi lengkap 3 butir pembiasaan secara konsisten disertai catatan positif dari orang tua. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes lisan 2,5 menit per murid di meja guru berjalan efektif tanpa mengganggu ketertiban kelas?
- Bagaimana ketercapaian seluruh murid pada empat indikator capaian bab Mengenal Rukun Islam?
Murid:- Bagian mana dari tes rukun Islam dan syahadatain tadi yang paling mudah kamu lakukan?
- Apakah kamu sudah melatih pembiasaan salat dan membaca syahadat setiap hari di rumah?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek, 2021)
- Set kartu gerbong kereta rukun Islam (nomor 1 sampai 5 beserta gambar ibadahnya)
- Papan rel kereta peraga urutan rukun Islam
- Lembar aktivitas murid (menjodohkan urutan rukun Islam)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Kartu lafal syahadatain dan lembar kerja mencocokkan makna
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021) Bab 4 Halaman 66-67.
- Kartu bergambar situasi perilaku anak muslim (salat, berbagi bekal, berpuasa/sabar, menolong teman).
- Lembar centang amalan harian 'Rencana Amalku Hari Ini'.
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Kartu bergambar 5 rukun Islam (syahadat, salat, zakat, puasa, haji)
- Lembar kerja kaligrafi syahadat untuk aktivitas murid saat menunggu antrean tes lisan
- Lembar centang pembiasaan harian anak muslim yang telah divalidasi orang tua
|