Modul AjarBab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 3: Aku Suka Membaca Basmalah dan Hamdalah

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 3 "Aku Suka Membaca Basmalah dan Hamdalah", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 3: Aku Suka Membaca Basmalah dan Hamdalah

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 3 — Aku Suka Membaca Basmalah dan Hamdalah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 3 — Aku Suka Membaca Basmalah dan Hamdalah
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.3.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan menyucikan-Nya melalui pembiasaan membaca basmalah pada awal kegiatan
  2. TP 1.3.2 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui pembiasaan membaca hamdalah pada akhir kegiatan
  3. TP 1.3.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui perilaku bersyukur atas nikmat-Nya
  4. TP 1.3.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui perilaku santun dalam bertutur kata dan bergaul

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa bacaan yang kita ucapkan saat hendak memulai makan, minum, atau belajar?
  2. Mengapa kita perlu menyebut nama Allah Swt. sebelum melakukan kegiatan yang baik?
  3. Apa yang kalian ucapkan saat selesai makan atau selesai belajar?
  4. Mengapa kita perlu memuji Allah Swt. setelah selesai melakukan suatu kegiatan?
  5. Apa yang kita ucapkan dan lakukan ketika menerima kebaikan atau nikmat dari Allah Swt.?
  6. Bagaimana tutur kata dan sikap kita saat berpamitan kepada orang tua atau menyapa teman?
  7. Kapan saja kita membaca bismillāhir-raḥmānir-raḥīm dan alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn dalam kegiatan sehari-hari?
  8. Bagaimana caramu menunjukkan rasa terima kasih kepada Allah Swt. dan berbicara santun kepada teman di kelas?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menerapkan Pembiasaan Membaca Basmalah pada Awal Kegiatan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan menyucikan-Nya melalui pembiasaan membaca basmalah pada awal kegiatan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu berdoa sebelum belajar dengan mengucap basmalah bersama-sama (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta menyiapkan suasana kelas yang tertib dan nyaman untuk belajar (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan: 'Anak-anak, apa yang kalian ucapkan sebelum mulai belajar atau makan?' (acuan jawaban: membaca basmalah / bismillāhir-raḥmānir-raḥīm) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membiasakan diri membaca basmalah setiap mengawali kegiatan yang baik untuk menyucikan dan mengingat Allah Swt. (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui kartu peraga lafal basmalah 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm' yang artinya 'Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang' sebagai wujud menyucikan Allah Swt. pada setiap awal perbuatan baik (7 menit).
  • Murid bersama guru menirukan pelafalan basmalah secara berulang hingga lancar dan benar (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak bermain 'Tepuk dan Ucap Basmalah': guru menyebutkan 4 situasi kegiatan harian satu per satu, lalu murid langsung merespons dengan melafalkan basmalah secara serempak. Keempat situasi tersebut adalah: (1) hendak menyantap bekal makan, (2) hendak meneguk air minum, (3) hendak membuka buku pelajaran, dan (4) hendak melangkahkan kaki keluar rumah (acuan respons: pada seluruh 4 kegiatan tersebut murid serempak melafalkan 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm') (15 menit).
  • Murid secara berpasangan saling memperagakan pembiasaan membaca basmalah sebelum memulai 3 simulasi aktivitas kelas: (1) mengambil pensil untuk menulis, (2) membuka tas sekolah, dan (3) meminjam krayon teman; pasangan saling menyimak pelafalan basmalah pasangannya (acuan: setiap simulasi diawali lafal 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm') (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid merenungkan manfaat membiasakan membaca basmalah, yaitu agar setiap perbuatan baik yang dilakukan bernilai ibadah dan mendapat perlindungan serta berkah Allah Swt. (5 menit).
  • Murid menyatakan tekad pembiasaan diri secara lisan: 'Aku bertekad selalu membaca basmalah sebelum memulai setiap kegiatan' (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid membuat simpulan ringkas bahwa setiap kegiatan baik harus diawali dengan membaca basmalah (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pembiasaan membaca basmalah dalam kehidupan sehari-hari di rumah dan di sekolah (3 menit).
  • Guru memandu doa penutup majelis dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu visual bertuliskan lafal basmalah dengan bantuan warna/harakat jelas; murid yang sudah mahir diperlihatkan contoh beragam situasi harian lainnya.
  • Proses: Murid yang belum lancar melafalkan didampingi guru dengan bimbingan pelafalan per kata; murid yang sudah lancar diberi kesempatan memimpin peragaan pelafalan basmalah di depan kelas.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu melafalkan dan menerapkan pembiasaan membaca basmalah pada situasi awal kegiatan yang disimulasikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan di awal pelajaran: 'Apa bacaan yang kita ucapkan saat hendak mulai belajar atau makan?' (acuan jawaban: membaca basmalah atau lafal 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm').

Proses:

  • Observasi kesiapan dan ketepatan murid dalam melafalkan basmalah ('Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm') pada permainan 'Tepuk dan Ucap Basmalah' untuk 4 situasi: (1) makan, (2) minum, (3) membuka buku, (4) melangkah keluar rumah.
  • Observasi simulasi berpasangan: ketepatan dan kemandirian murid menerapkan bacaan basmalah pada 3 aktivitas: (1) mengambil pensil, (2) membuka tas, (3) meminjam krayon (acuan: membaca 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm' sebelum tiap aktivitas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Guru menyebutkan 1 situasi acak (contoh: 'Sebelum kita memakai sepatu untuk berangkat sekolah, apa yang kita baca?') dan murid menjawab dengan melafalkan basmalah secara tepat (acuan jawaban: melafalkan 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm').

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pelafalan dan penerapan pembiasaan membaca basmalah pada simulasi awal kegiatan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan pembiasaan membaca basmalah pada awal kegiatanBelum membiasakan membaca basmalah pada awal kegiatan simulasi meskipun telah diingatkan guru.Menerapkan pembiasaan membaca basmalah pada awal kegiatan simulasi hanya jika diingatkan atau dituntun oleh guru/teman.Menerapkan pembiasaan membaca basmalah pada seluruh 3 situasi simulasi awal kegiatan secara mandiri dengan lafal yang benar.Menerapkan pembiasaan membaca basmalah secara konsisten, mandiri, dan spontan pada seluruh simulasi awal kegiatan serta mengajak membiasakannya dengan lafal yang fasih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat melafalkan kalimat basmalah dengan lancar?
  • Apakah kegiatan simulasi dan permainan berhasil menumbuhkan kesadaran murid untuk mengawali setiap perbuatan baik dengan basmalah?

Murid:

  • Kapan saja kalian akan membaca basmalah setelah belajar hari ini?
  • Bagaimana perasaan kalian saat mengawali perbuatan baik dengan menyebut nama Allah Swt.?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pembiasaan Membaca Hamdalah pada Akhir Kegiatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.2 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui pembiasaan membaca hamdalah pada akhir kegiatan

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa pembuka, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan lisan: (1) 'Apa bacaan hamdalah?' (acuan: Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn) dan (2) 'Kapan kalimat hamdalah dibaca, sebelum atau sesudah kegiatan?' (acuan: sesudah/setelah kegiatan) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu melafalkan hamdalah, mengartikannya, dan membiasakan membacanya setiap selesai beraktivitas sebagai cara memuji Allah Swt. (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar situasi anak yang selesai makan dan selesai belajar, lalu memperdengarkan lafal hamdalah 'Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn' serta artinya 'Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam' (10 menit).
  • Murid bersama-sama dan bergantian melafalkan kalimat hamdalah beserta artinya secara berulang-ulang dengan bimbingan guru hingga lancar (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan kartu situasi 'Kapan Membaca Hamdalah?'. Murid secara berkelompok menerima 3 kartu situasi bergambar: Kartu 1 (Selesai makan), Kartu 2 (Selesai belajar di kelas), Kartu 3 (Selesai bermain bersama teman). Setiap kelompok memperagakan melafalkan hamdalah bersama-sama saat kartu tersebut ditunjukkan (acuan: ketiga kartu adalah akhir kegiatan yang tepat untuk membaca hamdalah) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar aktivitas menebalkan lafal hamdalah dan artinya serta melafalkannya kembali saat menyelesaikan lembar tugasnya sebagai bentuk pembiasaan langsung (acuan: keterbacaan garis tebal huruf dan kelancaran pelafalan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak mengucapkan kalimat tekad bersama: 'Aku akan membaca hamdalah setiap mengakhiri kegiatan' sebagai komitmen pribadi memuji Allah Swt. (10 menit).
  • Murid menceritakan secara singkat perasaannya setelah membiasakan membaca hamdalah saat tugas selesai dikerjakan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa hamdalah dibaca pada akhir kegiatan sebagai ungkapan memuji Allah Swt. atas selesainya suatu kebaikan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas usaha murid, mengingatkan untuk mempraktikkannya saat selesai kegiatan belajar hari ini, dan menutup pembelajaran dengan bersama-sama mengucap hamdalah (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu huruf/kaligrafi bertitik-titik dengan ukuran besar bagi murid yang masih memerlukan bantuan motorik halus.
  • Proses: Memberikan bimbingan berulang secara berpasangan bagi murid yang belum lancar melafalkan hamdalah; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan memimpin pelafalan kelompoknya.
  • Produk: Murid yang belum dapat menulis mandiri cukup menebalkan tulisan hamdalah, sedangkan yang sudah mahir dapat menambahkan hiasan warna pada kaligrafi hamdalah.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Guru menanyakan secara lisan kepada murid: (1) 'Bagaimana bunyi bacaan hamdalah?' (acuan: Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn) dan (2) 'Kapan kita mengucapkan hamdalah, sebelum atau sesudah melakukan kegiatan?' (acuan: sesudah/akhir kegiatan).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja saat murid melafalkan hamdalah dalam permainan 3 kartu situasi: Kartu 1 (selesai makan), Kartu 2 (selesai belajar), Kartu 3 (selesai bermain) (acuan: murid mengucap hamdalah 'Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn' pada setiap situasi akhir kegiatan tersebut).
  • Pengamatan pembiasaan langsung: guru mengamati apakah murid spontan membaca hamdalah saat menyelesaikan tugas menebalkan kaligrafi hamdalah (acuan: mengucap hamdalah tepat saat tugas tuntas).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta murid melengkapi kalimat rumpang: (1) 'Lafal hamdalah berbunyi: Alhamdulillāhi rabbil ...' (acuan: ‘ālamīn); (2) 'Hamdalah dibaca pada ... kegiatan' (acuan: akhir/selesai); (3) 'Arti hamdalah adalah segala puji bagi ...' (acuan: Allah Swt./Allah).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang lafal dan waktu membaca hamdalah.
  • Observasi unjuk kerja pelafalan hamdalah dan respon penerapan membaca hamdalah saat menyelesaikan kegiatan lembar kerja.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelafalan kalimat hamdalah dan artinyaBelum mampu melafalkan hamdalah dan artinya meski dengan bimbingan penuh guru.Mampu melafalkan potongan hamdalah dan artinya dengan bimbingan atau contoh dari guru.Mampu melafalkan hamdalah ('Alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn') dan artinya ('Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam') secara lengkap dan mandiri.Mampu melafalkan hamdalah dan artinya secara sangat lancar, jelas, tepat, dan mandiri tanpa keraguan.
Penerapan pembiasaan membaca hamdalah pada akhir kegiatanBelum menunjukkan pembiasaan membaca hamdalah saat mengakhiri kegiatan meskipun sudah diingatkan.Membaca hamdalah pada akhir kegiatan setelah mendapatkan arahan atau diingatkan oleh guru/teman.Membaca hamdalah secara mandiri dan tepat waktu setiap kali menyelesaikan suatu kegiatan belajar.Membaca hamdalah secara mandiri dan konsisten pada setiap akhir kegiatan serta mengajak teman di sekitarnya untuk turut membaca hamdalah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid sudah dapat melafalkan kalimat hamdalah dengan lancar dan memahami artinya?
  • Apakah aktivitas permainan kartu situasi efektif menanamkan pembiasaan mengucap hamdalah di akhir kegiatan?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar melafalkan hamdalah hari ini?
  • Kapan saja kamu akan mulai membiasakan membaca hamdalah di rumah?

Pertemuan 3 — Menerapkan Perilaku Bersyukur atas Nikmat Allah Swt. dan Sikap Santun — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui perilaku bersyukur atas nikmat-Nya
  • TP 1.3.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui perilaku santun dalam bertutur kata dan bergaul

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan membacakan 2 situasi: (1) 'Saat diberi rezeki makanan sehat oleh Allah, apa yang kita lakukan?' (acuan: mengucapkan hamdalah/bersyukur/beribadah); (2) 'Bagaimana perkataan dan sikap yang baik saat hendak berangkat sekolah?' (acuan: berpamitan dengan santun/mencium tangan/memohon doa restu) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan rasa bersyukur atas nikmat Allah Swt. dan menerapkan sikap santun dalam berbicara serta bergaul (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati gambar keluarga Ahmad yang rukun menikmati rezeki dan gambar Ahmad mencium tangan orang tua saat berpamitan, lalu menyimak penjelasan guru tentang arti bersyukur (memuji Allah Swt. atas nikmat-Nya) serta sikap santun (berkata sopan dan berakhlak baik kepada orang tua serta teman) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi contoh perilaku bersyukur dan santun melalui tanya jawab terpandu berdasarkan 3 contoh tindakan: (1) mengucap alhamdulillah saat kenyang, (2) pamit dan cium tangan orang tua sebelum keluar rumah, (3) berbicara lemah lembut kepada teman (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Melalui permainan interaktif 'Kartu Tindakan Mulia', secara bergiliran murid mengambil kartu dan memperagakan tindakannya di depan kelas: kartu 1 'Menerima hadiah buku' (memperagakan ucapan Alhamdulillah dan terima kasih), kartu 2 'Berpamitan pergi ke sekolah' (memperagakan sikap santun berpamitan dan cium tangan), kartu 3 'Melihat teman terjatuh' (memperagakan tutur kata santun menawarkan bantuan) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan mencocokkan 3 gambar situasi dengan perilaku tepat: situasi A (diberi bekal makanan) dipasangkan dengan bersyukur membaca hamdalah; situasi B (berangkat sekolah) dipasangkan dengan pamit mencium tangan orang tua; situasi C (berbicara dengan teman) dipasangkan dengan bertutur kata sopan tanpa berteriak (acuan: pasangan situasi A, B, C tepat sesuai peruntukannya) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan perasaan setelah mempraktikkan cara berpamitan santun dan bersyukur, serta mengidentifikasi satu hal santun yang akan dipraktikkan langsung di rumah hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap praktik syukur dan sikap santun yang telah dilakukan murid sepanjang kegiatan (4 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran dan menutup pelajaran dengan membaca doa kafaratul majelis serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu bergambar konkret dengan simbol isyarat, sedangkan murid cepat diberikan kartu tantangan skenario bertutur santun yang lebih variatif.
  • Proses: Pada simulasi bermain peran, murid yang belum lancar dibimbing langsung oleh guru melalui modeling bertahap; murid mandiri mempraktikkan peran secara langsung tanpa arahan.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman penerapan syukur dan santun melalui peragaan langsung di kelas atau menuntaskan lembar pasang gambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan 2 butir: (1) 'Apa yang diucapkan dan dilakukan saat menerima nikmat makanan dari Allah Swt.?' (acuan: membaca hamdalah/bersyukur/memuji Allah); (2) 'Bagaimana ucapan dan sikapmu kepada ayah ibu sebelum berangkat ke sekolah?' (acuan: berpamitan dengan tutur kata sopan/mencium tangan/memohon doa restu).

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja murid dalam bermain peran simulasi: (1) Praktik bersyukur memuji Allah saat menerima rezeki/nikmat (melafalkan hamdalah); (2) Praktik santun saat berpamitan kepada orang tua (berbicara sopan dan mencium tangan); (3) Praktik tutur kata santun dalam bergaul dengan teman (berbicara ramah tanpa membentak). Acuan ketepatan: murid mempraktikkan minimal 2 dari 3 skenario perilaku dengan runtut dan santun.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Murid menyebutkan 1 cara bersyukur kepada Allah atas nikmat sehat dan 1 contoh tutur kata santun kepada orang tua/teman (acuan: bersyukur dengan mengucap alhamdulillah/merawat tubuh; santun dengan pamit sopan/meminta tolong/terima kasih).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi bermain peran bersyukur dan santun bertutur kata
  • Pemeriksaan lembar latihan mencocokkan gambar perilaku syukur dan santun

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan perilaku bersyukur atas nikmat Allah Swt.Belum mampu menunjukkan tindakan bersyukur (mengucap pujian hamdalah) meskipun diberikan bimbingan.Mampu menunjukkan perilaku bersyukur atas nikmat Allah Swt. dengan tuntunan dan arahan langsung dari guru.Mampu menerapkan perilaku bersyukur atas nikmat Allah Swt. (mengucap hamdalah dan mengakui nikmat) secara tepat dan mandiri.Mampu menerapkan perilaku bersyukur atas nikmat Allah Swt. secara konsisten, tepat, mandiri, serta memberikan contoh tindakan syukur tambahan (seperti berbagi rezeki).
Menerapkan perilaku santun dalam bertutur kata dan bergaulBelum mampu mempraktikkan tutur kata dan pergaulan yang santun (seperti pamit atau berbicara sopan) walau telah dicontohkan.Mampu mempraktikkan tutur kata atau pergaulan santun dengan dorongan dan bantuan guru.Mampu menerapkan sikap santun dalam berpamitan dan bertutur kata kepada orang lain secara tepat dan mandiri.Mampu menerapkan sikap santun dalam bertutur kata dan bergaul secara luwes, tepat, mandiri, serta konsisten dalam berbagai situasi bermain peran.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas bermain peran efektif melatih murid kelas 1 bersikap santun dan bersyukur secara nyata?
  • Bagaimana keterlibatan murid yang pemalu saat diminta mempraktikkan cara berpamitan dan bertutur kata sopan di depan kelas?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berlatih berpamitan santun kepada orang tua dan guru?
  • Perilaku santun apa yang ingin kamu lakukan kepada ayah dan ibu di rumah nanti?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan menyucikan-Nya melalui pembiasaan membaca basmalah pada awal kegiatan
  • TP 1.3.2 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui pembiasaan membaca hamdalah pada akhir kegiatan
  • TP 1.3.3 Menerapkan akhlak terhadap Allah Swt. dengan memuji-Nya melalui perilaku bersyukur atas nikmat-Nya
  • TP 1.3.4 Menerapkan akhlak terhadap diri sendiri melalui perilaku santun dalam bertutur kata dan bergaul

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengondisikan tempat duduk murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai asesmen (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-4, yaitu asesmen sumatif untuk mengukur kemampuan melafalkan basmalah dan hamdalah, menyebutkan contoh bersyukur, serta mengamati sikap santun bertutur kata selama berada di kelas (4 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen sumatif: murid dipanggil bergantian ke meja guru untuk unjuk kerja lisan selama 2 menit, sedangkan murid yang menunggu di tempat duduk mewarnai lembar kartu kaligrafi lafal basmalah dan hamdalah secara tenang, tertib, dan santun (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan mengenai alur unjuk kerja lisan di meja guru: (1) melafalkan basmalah saat mengawali aktivitas, (2) melafalkan hamdalah saat mengakhiri aktivitas, dan (3) menyebutkan secara lisan 1 contoh nyata cara bersyukur atas nikmat Allah Swt. (3 menit).
  • Guru membagikan lembar kartu kaligrafi lafal basmalah dan hamdalah kepada seluruh murid untuk diwarnai sebagai aktivitas bermakna pengisi waktu saat menunggu giliran unjuk kerja lisan (2 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Tugas 1 (TP 1.3.1, TP 1.3.2, TP 1.3.3): Guru memanggil murid secara bergiliran satu per satu ke meja guru (alokasi 2 menit per murid x 30 giliran) untuk melaksanakan unjuk kerja lisan: (a) melafalkan lafal basmalah secara mandiri (acuan lafal: 'Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm' tanpa terbalik atau tertukar), (b) melafalkan lafal hamdalah secara mandiri (acuan lafal: 'Alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn' tanpa terbalik atau tertukar), dan (c) menyebutkan secara lisan 1 contoh cara bersyukur (acuan kriteria penerimaan: mengucapkan hamdalah saat kenyang/selesai belajar/sembuh dari sakit, menjaga tubuh tetap sehat, menggunakan tangan/mata untuk kebaikan, berbagi makanan/alat tulis dengan teman, atau merawat perlengkapan sekolah); guru mencatat capaian pada rubrik unjuk kerja (57 menit).
  • Tugas 2 (TP 1.3.4): Bersamaan selama proses berjalannya aktivitas di kelas, guru melakukan observasi perilaku terstruktur terhadap seluruh murid menggunakan lembar ceklis amatan untuk menilai penerapan tutur kata santun (menggunakan kata 'tolong' saat meminta bantuan pewarna, 'maaf' saat tidak sengaja menyenggol, 'terima kasih' saat menerima bantuan/pinjaman alat, atau 'permisi' saat melintas/ke meja guru) dan sikap bergaul santun tanpa mengejek atau mengganggu teman (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setelah seluruh murid selesai unjuk kerja lisan, guru mengumpulkan lembar mewarnai kartu kaligrafi dan mengajak seluruh murid mengevaluasi bersama pengalaman melaksanakan pembiasaan basmalah, hamdalah, bersyukur, dan bertutur kata santun selama pembelajaran di kelas (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian, ketertiban, dan kesantunan murid selama sesi asesmen sumatif berlangsung (3 menit).
  • Guru menyampaikan simpulan dan pesan penguatan agar pembiasaan membaca basmalah, hamdalah, bersyukur, dan tutur kata santun selalu diamalkan di rumah dan sekolah setiap hari (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak seluruh murid melafalkan hamdalah secara bersama-sama dan mengucap salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses: Bagi murid yang pemalu atau cemas berbicara di depan meja guru, guru memberikan jarak yang tenang dan nada bicara hangat untuk memancing pelafalan tanpa mengubah materi yang diujikan; bagi murid yang mengalami hambatan motorik halus dalam mewarnai kaligrafi diberikan alat krayon berdiameter lebih tebal.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • penilaian unjuk kerja lisan dan observasi perilaku terstruktur: rekaman lembar observasi unjuk kerja pelafalan basmalah dan hamdalah beserta contoh rasa syukur, serta lembar ceklis amatan perilaku santun bertutur kata di kelas
  • unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja pelafalan basmalah saat mengawali aktivitas, hamdalah saat mengakhiri aktivitas, dan penyebutan lisan 1 contoh cara bersyukur dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain mewarnai kartu kaligrafi lafal basmalah/hamdalah (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan pelafalan dan pemahaman syukur)
  • observasi perilaku terstruktur: catatan amatan langsung keterbiasaan berbicara santun (mengucapkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi) serta bergaul ramah dengan teman sebaya selama aktivitas kelas berlangsung secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi perilaku santun dan santun bertutur kata)

Sumatif:

  • penilaian unjuk kerja lisan dan observasi perilaku terstruktur: rekaman lembar observasi unjuk kerja pelafalan basmalah dan hamdalah beserta contoh rasa syukur, serta lembar ceklis amatan perilaku santun bertutur kata di kelas
  • unjuk kerja lisan bergiliran: kinerja pelafalan basmalah saat mengawali aktivitas, hamdalah saat mengakhiri aktivitas, dan penyebutan lisan 1 contoh cara bersyukur dinilai 2 menit per murid secara rotasi ke meja guru sementara murid lain mewarnai kartu kaligrafi lafal basmalah/hamdalah (60 menit / 2 menit = 30 murid, mencukupi 28 murid satu kelas) (60 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan pelafalan dan pemahaman syukur)
  • observasi perilaku terstruktur: catatan amatan langsung keterbiasaan berbicara santun (mengucapkan tolong, maaf, terima kasih, dan permisi) serta bergaul ramah dengan teman sebaya selama aktivitas kelas berlangsung secara serentak (45 menit; kelompok; instrumen: lembar ceklis observasi perilaku santun dan santun bertutur kata)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pelafalan Basmalah pada Awal Kegiatan (TP 1.3.1) [Acuan lafal: Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm]Belum mampu melafalkan basmalah secara tepat meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu melafalkan basmalah secara utuh namun masih terbata-bata atau membutuhkan dorongan kata awal dari guru.Mampu melafalkan basmalah (Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm) secara lancar, tepat, dan mandiri tanpa bimbingan.Mampu melafalkan basmalah secara sangat lancar, tepat, mandiri, serta terbiasa melafalkannya spontan saat memulai kegiatan unjuk kerja.
Pelafalan Hamdalah pada Akhir Kegiatan (TP 1.3.2) [Acuan lafal: Alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn]Belum mampu melafalkan hamdalah secara tepat meskipun telah dibimbing guru.Mampu melafalkan hamdalah namun masih ada lafal yang tertukar atau membutuhkan tuntunan kata dari guru.Mampu melafalkan hamdalah (Alḥamdulillāhi rabbil ‘ālamīn) secara lengkap, lancar, dan mandiri.Mampu melafalkan hamdalah secara sangat lancar, lengkap, mandiri, serta langsung mengucapkannya spontan di akhir unjuk kerja.
Penerapan Perilaku Bersyukur atas Nikmat Allah Swt. (TP 1.3.3) [Acuan contoh: mengucap hamdalah, merawat barang/badan, berbagi makanan/alat tulis, memanfaatkan mata/tangan untuk kebaikan]Belum mampu menyebutkan contoh nyata cara bersyukur kepada Allah Swt. meski dibimbing.Mampu menyebutkan 1 contoh cara bersyukur tetapi masih membutuhkan pertanyaan pemantik terbimbing dari guru.Mampu menyebutkan minimal 1 contoh cara bersyukur secara tepat dan mandiri sesuai kriteria acuan.Mampu menyebutkan lebih dari 1 contoh nyata cara bersyukur dalam keseharian secara mandiri dan tepat sesuai kriteria acuan.
Penerapan Perilaku Santun dalam Bertutur Kata dan Bergaul (TP 1.3.4) [Acuan kata: tolong, maaf, terima kasih, permisi]Belum menunjukkan pembiasaan berbicara santun dan masih sering bersikap kurang ramah saat berinteraksi di kelas.Menunjukkan tutur kata santun (mengucap tolong, maaf, terima kasih, atau permisi) hanya jika diingatkan oleh guru.Menerapkan tutur kata santun (minimal menggunakan 2 kata santun yang relevan) dan bergaul tertib tanpa diingatkan guru.Menerapkan tutur kata santun secara konsisten dalam seluruh interaksi serta bersikap ramah dan saling menghargai teman sekelas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu rotasi unjuk kerja lisan 2 menit per murid berjalan efektif dan tertib?
  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam melafalkan basmalah, hamdalah, bersyukur, dan bersikap santun secara mandiri?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil melafalkan basmalah dan hamdalah di depan bapak/ibu guru?
  • Apakah kamu merasa senang telah belajar berkata santun tolong, maaf, dan terima kasih kepada teman-teman?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek, 2021
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek, 2021
  3. Kartu peraga lafal dan arti Basmalah
  4. Gambar/poster kegiatan harian anak (makan, belajar, minum)
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021).
  7. Kartu gambar situasi kegiatan (selesai makan, selesai belajar, selesai bermain).
  8. Lembar kerja kaligrafi lafal hamdalah untuk ditebalkan.
  9. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  10. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  11. Kartu Gambar Tindakan Santun dan Bersyukur
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 3)
  13. Buku Teks Utama Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 3)
  14. Lembar kerja kartu kaligrafi lafal basmalah dan hamdalah untuk mewarnai
  15. Lembar rubrik observasi unjuk kerja lisan dan ceklis perilaku santun

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.