Modul AjarPertemuan 6Bab 10Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Asesmen Sumatif Bab 10: Nabi Adam a.s. Manusia Pertama

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 10: Nabi Adam a.s. Manusia Pertama". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1: Asesmen Sumatif Bab 10: Nabi Adam a.s. Manusia Pertama

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 10 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 10: Nabi Adam a.s. Manusia Pertama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikAsesmen Sumatif Bab 10: Nabi Adam a.s. Manusia Pertama
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan pemahaman tentang proses penciptaan Nabi Adam a.s. dan kehidupannya dari surga hingga di bumi melalui asesmen sumatif secara lisan maupun tertulis dengan benar
  2. Murid dapat menunjukkan sikap meneladani akhlak Nabi Adam a.s. seperti bertobat, meminta maaf, dan bersabar melalui penilaian sikap dengan benar

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang kalian ingat tentang kisah Nabi Adam a.s. yang kita pelajari?
  2. Siapa yang bisa menceritakan bagaimana Allah Swt. menciptakan Nabi Adam a.s.?
  3. Apa yang harus kita lakukan ketika melakukan kesalahan seperti yang dilakukan Nabi Adam a.s.?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid dengan penuh perhatian
  • Guru melakukan ice breaking ringan dengan bernyanyi atau tepuk semangat untuk menciptakan suasana ceria
  • Guru menyampaikan bahwa hari ini adalah kegiatan penilaian untuk mengetahui seberapa besar pemahaman tentang Nabi Adam a.s.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan mengajukan pertanyaan pemantik untuk mengaktifkan ingatan murid tentang materi Bab 10
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberikan motivasi bahwa ini adalah kesempatan untuk menunjukkan hasil belajar mereka

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengingat kembali seluruh materi Bab 10 melalui tanya jawab interaktif
  • Guru menampilkan gambar atau alat peraga tentang kisah Nabi Adam a.s. untuk merangsang ingatan visual murid
  • Murid diberi kesempatan bertanya tentang hal yang masih belum jelas sebelum asesmen dimulai
  • Guru menjelaskan instruksi pelaksanaan asesmen sumatif dengan bahasa yang sederhana dan jelas
  • Guru membagikan lembar soal asesmen tertulis kepada murid

Mengaplikasi (Kemandirian, Berkesadaran):

  • Murid mengerjakan soal asesmen tertulis tentang penciptaan Nabi Adam a.s., kehidupan di surga, sebab diturunkan ke bumi, dan keteladanan Nabi Adam a.s. secara mandiri
  • Guru melakukan observasi sikap murid selama mengerjakan (kejujuran, kemandirian, kesabaran)
  • Setelah selesai asesmen tertulis, guru melakukan asesmen lisan dengan memanggil murid satu per satu untuk menceritakan salah satu bagian kisah Nabi Adam a.s.
  • Guru mencatat hasil asesmen lisan pada lembar penilaian yang telah disiapkan
  • Murid yang sudah selesai diminta duduk tenang dan tidak mengganggu teman lain

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid merefleksikan proses mengerjakan asesmen: apakah mereka sudah berusaha maksimal dan jujur?
  • Murid diminta mengungkapkan perasaan mereka setelah mengerjakan asesmen (senang, deg-degan, percaya diri)
  • Guru mengarahkan refleksi ke keteladanan Nabi Adam a.s.: ketika kita salah mengerjakan soal, kita harus belajar lagi seperti Nabi Adam a.s. yang bertobat
  • Murid diminta menyebutkan satu sikap Nabi Adam a.s. yang akan mereka tiru dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan apresiasi dan motivasi kepada semua murid atas usaha mereka

Penutup:

  • Guru menyampaikan kesimpulan bahwa asesmen ini untuk mengetahui pemahaman kita tentang Nabi Adam a.s. dan bukan untuk membuat takut
  • Guru mengingatkan murid untuk terus mencontoh akhlak baik Nabi Adam a.s. dalam kehidupan sehari-hari
  • Guru memberikan penguatan positif bahwa setiap usaha yang dilakukan adalah berharga
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa kafaratul majelis bersama-sama
  • Guru mengucapkan salam penutup dengan penuh kehangatan

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang belum lancar membaca, soal dibacakan oleh guru. Untuk murid yang sudah lancar, diberikan soal dengan tingkat kesulitan sedikit lebih tinggi (uraian singkat)
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama diberi kesempatan tambahan. Murid yang cepat selesai diminta menggambar tokoh dalam kisah Nabi Adam a.s. sebagai pengayaan
  • Produk: Asesmen tertulis menggunakan soal isian singkat untuk semua. Asesmen lisan disesuaikan: murid pemalu cukup menjawab pertanyaan pendek, murid percaya diri diminta menceritakan lebih panjang

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan pertanyaan pemantik untuk mengecek ingatan murid tentang materi Bab 10
  • Observasi kesiapan emosional murid menghadapi asesmen

Proses:

  • Observasi sikap kejujuran, kemandirian, dan kesabaran selama mengerjakan asesmen tertulis
  • Penilaian kemampuan komunikasi lisan saat menceritakan kisah Nabi Adam a.s.
  • Catatan jurnal untuk perilaku yang mencerminkan keteladanan Nabi Adam a.s. (meminta maaf jika salah, bersabar menunggu giliran)

Akhir:

  • Penilaian hasil tes tertulis menggunakan kunci jawaban dan rubrik penskoran (nilai = perolehan skor x 100 / 50)
  • Penilaian tes lisan menggunakan rubrik dengan skala A-D
  • Penilaian sikap spiritual dan sosial menggunakan jurnal observasi dengan tindak lanjut
  • Analisis ketercapaian tujuan pembelajaran untuk menentukan murid yang perlu perbaikan atau pengayaan

Formatif:

  • Observasi sikap selama mengerjakan asesmen (kejujuran, kemandirian, kesabaran)
  • Tanya jawab lisan untuk menggali pemahaman murid
  • Catatan anekdot untuk perilaku keteladanan yang muncul

Sumatif:

  • Tes tertulis berupa soal isian singkat tentang kisah Nabi Adam a.s. (5 soal, masing-masing bernilai 10 poin)
  • Tes lisan untuk menceritakan salah satu bagian kisah Nabi Adam a.s.
  • Penilaian sikap spiritual dan sosial menggunakan jurnal observasi

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman tentang penciptaan Nabi Adam a.s.Belum dapat menjawab pertanyaan tentang proses penciptaan Nabi Adam a.s. dengan benarDapat menjawab 1-2 pertanyaan tentang penciptaan Nabi Adam a.s. dengan benarDapat menjawab 3-4 pertanyaan tentang penciptaan Nabi Adam a.s. dengan benarDapat menjawab semua (5) pertanyaan tentang penciptaan dan kehidupan Nabi Adam a.s. dengan benar dan lengkap
Kemampuan menceritakan kisah Nabi Adam a.s. secara lisanBelum dapat menceritakan kisah Nabi Adam a.s. secara runtut dan jelas (skor D: 10-69)Dapat menceritakan sebagian kecil kisah dengan bimbingan guru (skor C: 70-79)Dapat menceritakan kisah dengan cukup runtut dan jelas (skor B: 80-89)Dapat menceritakan kisah dengan sangat runtut, jelas, dan ekspresif (skor A: 90-100)
Sikap meneladani akhlak Nabi Adam a.s. (bertobat, meminta maaf, bersabar)Belum menunjukkan sikap keteladanan Nabi Adam a.s. dalam kegiatan pembelajaranMulai menunjukkan 1 sikap keteladanan Nabi Adam a.s. dengan pengingat guruMenunjukkan 2 sikap keteladanan Nabi Adam a.s. secara konsistenMenunjukkan 3 sikap keteladanan Nabi Adam a.s. (bertobat/mengakui kesalahan, meminta maaf, bersabar) secara konsisten dan inisiatif sendiri
Kemandirian dan kejujuran saat asesmenMasih sering melihat pekerjaan teman atau meminta bantuan terus-menerusBerusaha mengerjakan sendiri namun sesekali masih meminta bantuanMengerjakan dengan mandiri dan jujur dengan pengawasan guruMengerjakan dengan penuh kemandirian, kejujuran, dan percaya diri tanpa perlu pengawasan ketat

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instrumen asesmen yang saya siapkan sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran dan tingkat perkembangan murid kelas 1?
  • Bagaimana saya dapat menciptakan suasana asesmen yang tidak menegangkan tetapi tetap serius dan bermakna bagi murid?
  • Murid mana yang memerlukan perbaikan dan pengayaan berdasarkan hasil asesmen ini?
  • Apakah saya sudah memberikan kesempatan yang adil bagi semua murid dengan berbagai gaya belajar untuk menunjukkan pemahaman mereka?
  • Apa yang perlu saya perbaiki dalam pembelajaran Bab selanjutnya berdasarkan hasil asesmen ini?

Refleksi Murid:

  • Apakah aku sudah berusaha mengerjakan asesmen dengan jujur dan maksimal?
  • Bagian mana dari kisah Nabi Adam a.s. yang paling aku ingat dan mengapa?
  • Sikap baik apa dari Nabi Adam a.s. yang akan aku tiru mulai hari ini?
  • Apa yang membuatku senang atau khawatir saat mengerjakan asesmen hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021) Bab 10
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 (Kemendikbudristek, 2021) Bab 10
  3. Lembar soal asesmen tertulis (isian singkat 5 soal)
  4. Lembar penilaian asesmen lisan
  5. Jurnal observasi penilaian sikap spiritual dan sosial
  6. Gambar atau poster kisah Nabi Adam a.s. sebagai alat bantu visual
  7. Alat tulis (pensil, penghapus, kertas)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.