MODUL AJAR Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A) Topik: Nabi Adam a.s. dan Malaikat serta Iblis INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Nabi Adam a.s. dan Malaikat serta Iblis |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan peristiwa perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis untuk bersujud kepada Nabi Adam a.s. dengan benar
- Murid dapat menjelaskan sikap sombong iblis yang menolak perintah Allah Swt. sebagai perbuatan yang tidak terpuji
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Anak-anak, siapa yang tahu siapa manusia pertama yang diciptakan Allah Swt.?
- Ketika Allah Swt. memerintahkan malaikat dan iblis untuk menghormati Nabi Adam a.s., apakah semuanya mau melakukannya?
- Mengapa kita harus selalu patuh pada perintah Allah Swt.?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa bersama dipimpin salah satu murid
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan kembali materi pertemuan sebelumnya tentang penciptaan Nabi Adam a.s. dari tanah
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa sederhana: 'Hari ini kita akan belajar tentang perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis untuk menghormati Nabi Adam a.s.'
- Guru melontarkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
- Guru mengajak murid bernyanyi atau bertepuk tangan bersama untuk membangun suasana pembelajaran yang menyenangkan
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menayangkan atau menunjukkan Gambar 10.2 (Nabi Adam a.s.) dan meminta murid mengamati dengan saksama
- Guru menceritakan kisah perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis untuk bersujud menghormati Nabi Adam a.s. dengan gaya bercerita yang menarik dan ekspresif
- Guru menjelaskan bahwa malaikat dengan patuh melaksanakan perintah Allah Swt., tetapi iblis menolak karena merasa lebih baik dari Nabi Adam a.s.
- Guru menghubungkan cerita dengan kehidupan sehari-hari: 'Seperti ketika Ibu meminta kalian membereskan mainan, apakah kalian langsung menurut atau membantah?'
- Murid diajak berdiskusi singkat tentang perbedaan sikap malaikat yang patuh dan iblis yang sombong
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Guru menunjukkan Gambar 10.3 (Gilang yang ragu antara salat dan bermain bola) dan meminta murid mengamati
- Murid diminta memberikan komentar tentang gambar: 'Apa yang sedang dialami Gilang? Mana pilihan yang benar?'
- Guru menjelaskan bahwa iblis selalu menggoda manusia agar tidak melaksanakan perintah Allah Swt., seperti menggoda Gilang untuk tidak salat
- Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 anak) untuk bermain peran sederhana: satu anak berperan sebagai anak yang akan salat, teman lain menggoda untuk bermain, dan ada yang mengingatkan untuk tetap salat
- Setiap kelompok mempraktikkan di depan kelas dan teman-teman memberikan tepuk tangan
- Guru membimbing murid mengucapkan kalimat sikap: 'Aku memohon perlindungan Allah Swt. dari godaan iblis' secara berulang-ulang dengan penuh kesadaran
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid merefleksikan pembelajaran dengan bertanya: 'Apa yang kalian pelajari hari ini tentang sikap malaikat dan iblis?'
- Murid diminta menyebutkan contoh perilaku patuh seperti malaikat dan perilaku sombong seperti iblis dalam kehidupan sehari-hari
- Guru menanyakan: 'Bagaimana perasaan kalian ketika mendengar kisah iblis yang tidak mau menurut perintah Allah Swt.?'
- Murid diajak membuat komitmen pribadi: 'Mulai hari ini, aku akan selalu berusaha patuh pada perintah Allah Swt. dan orang tua'
- Guru memberikan penguatan positif dan mengajak murid mengucapkan kalimat sikap sekali lagi dengan penuh keyakinan
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 2-3 murid menceritakan kembali peristiwa perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya sikap patuh dan bahaya sikap sombong
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: malaikat patuh pada Allah Swt., iblis sombong dan menolak perintah Allah Swt., dan kita harus selalu memohon perlindungan dari godaan iblis
- Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang aktif dalam pembelajaran
- Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid yang cepat memahami diberikan tambahan cerita tentang akibat kesombongan iblis (dikeluarkan dari surga). Murid yang lambat diberikan penjelasan ulang dengan alat peraga boneka atau gambar yang lebih sederhana
- Proses: Murid yang cepat dapat memimpin kelompok bermain peran dan membantu teman yang kesulitan. Murid yang lambat diberikan waktu lebih banyak untuk berlatih menceritakan ulang kisah dengan bimbingan guru secara individual
- Produk: Murid yang cepat dapat menceritakan kisah dengan lebih lengkap dan menambahkan detail sikap yang harus diteladani. Murid yang lambat cukup menceritakan poin-poin utama: Allah Swt. memerintahkan, malaikat patuh, iblis menolak
ASESMENAwal:- Guru menanyakan pertanyaan sederhana: 'Siapa yang masih ingat dari apa Nabi Adam a.s. diciptakan?'
- Guru mengamati kesiapan belajar murid melalui respons terhadap pertanyaan pemantik
Proses:- Observasi saat murid mengamati gambar dan memberikan komentar
- Penilaian keterampilan komunikasi saat bermain peran
- Pengamatan partisipasi murid dalam diskusi kelompok
- Catatan anekdotal tentang pemahaman murid terhadap konsep patuh dan sombong
Akhir:- Asesmen lisan individu: murid diminta menceritakan peristiwa perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis
- Penilaian kemampuan menjelaskan sikap sombong iblis sebagai perbuatan tidak terpuji
- Observasi kesungguhan murid saat mengucapkan kalimat 'Aku memohon perlindungan Allah Swt. dari godaan iblis'
Formatif:- Observasi aktivitas murid saat berdiskusi dan bermain peran
- Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman
- Pengamatan sikap dan partisipasi murid dalam kegiatan kelompok
Sumatif:- Asesmen lisan: murid menceritakan kembali peristiwa perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis
- Penilaian sikap: pengamatan kesungguhan murid saat mengucapkan kalimat komitmen untuk patuh pada Allah Swt.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menceritakan peristiwa perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis | Murid belum dapat menceritakan peristiwa atau hanya menyebutkan satu tokoh (malaikat atau iblis) tanpa alur cerita | Murid dapat menyebutkan tokoh (malaikat dan iblis) tetapi belum dapat menjelaskan perintah Allah Swt. dan perbedaan sikap keduanya | Murid dapat menceritakan peristiwa dengan menyebutkan perintah Allah Swt., sikap malaikat yang patuh, dan sikap iblis yang menolak, meskipun masih memerlukan sedikit bantuan | Murid dapat menceritakan peristiwa secara lengkap dan runtut: perintah Allah Swt., sikap malaikat yang patuh, sikap iblis yang sombong, dan akibatnya, dengan bahasa sendiri tanpa bantuan | | Menjelaskan sikap sombong iblis sebagai perbuatan tidak terpuji | Murid belum dapat menjelaskan atau tidak memahami bahwa sikap iblis adalah perbuatan tidak terpuji | Murid dapat menyebutkan bahwa iblis tidak patuh, tetapi belum dapat menjelaskan bahwa itu adalah sikap sombong dan tidak terpuji | Murid dapat menjelaskan bahwa iblis bersikap sombong dan itu adalah perbuatan tidak terpuji, tetapi belum dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari | Murid dapat menjelaskan dengan baik bahwa sikap sombong iblis adalah perbuatan tidak terpuji dan dapat memberikan contoh konkret sikap sombong yang harus dihindari dalam kehidupan sehari-hari | | Sikap spiritual (kesungguhan mengucapkan kalimat komitmen) | Murid tidak bersungguh-sungguh atau tidak mau mengucapkan kalimat 'Aku memohon perlindungan Allah Swt. dari godaan iblis' | Murid mengucapkan kalimat tetapi masih ragu-ragu dan tidak penuh kesadaran | Murid mengucapkan kalimat dengan baik dan menunjukkan kesungguhan meskipun masih perlu diingatkan | Murid mengucapkan kalimat dengan penuh kesungguhan, kesadaran, dan keyakinan tanpa diminta, serta menunjukkan komitmen untuk patuh pada Allah Swt. | | Keterampilan bermain peran dan kolaborasi | Murid tidak mau berpartisipasi dalam bermain peran atau tidak dapat bekerja sama dengan kelompok | Murid mau berpartisipasi tetapi masih pasif dan belum dapat menunjukkan peran dengan jelas | Murid aktif dalam bermain peran, dapat menunjukkan perannya dengan cukup baik, dan bekerja sama dengan kelompok | Murid sangat aktif dan ekspresif dalam bermain peran, dapat menghayati perannya dengan baik, membantu teman, dan menunjukkan kolaborasi yang sangat baik dalam kelompok |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah metode bercerita dan bermain peran efektif membantu murid memahami perbedaan sikap patuh dan sombong?
- Apakah semua murid dapat terlibat aktif dalam pembelajaran, termasuk yang pemalu atau lambat belajar?
- Diferensiasi apa yang perlu ditambahkan untuk pertemuan selanjutnya agar semua murid mencapai tujuan pembelajaran?
- Apakah suasana pembelajaran cukup menggembirakan namun tetap bermakna dan penuh kesadaran spiritual?
Refleksi Murid:- Apa yang paling berkesan dari kisah malaikat dan iblis hari ini?
- Sikap siapa yang ingin kamu tiru, malaikat atau iblis? Mengapa?
- Kapan kamu pernah merasa sulit untuk patuh? Apa yang akan kamu lakukan mulai sekarang?
- Bagaimana perasaanmu setelah belajar hari ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas 1, Bab 10 halaman 170-172
- Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas 1, Bab 10 halaman 219-226
- Gambar 10.2 (Nabi Adam a.s., manusia pertama) dan Gambar 10.3 (Gilang ragu antara salat dan bermain bola)
- Boneka tangan atau alat peraga sederhana untuk bercerita (opsional)
- Papan tulis dan spidol untuk menulis poin-poin penting
- Kartu bergambar untuk diferensiasi murid yang memerlukan visual tambahan
|