Modul AjarBab 10Fase ASemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 10: Nabi Adam a.s Manusia Pertama

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti kelas 1 untuk Bab 10 "Nabi Adam a.s Manusia Pertama", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 1 Bab 10: Nabi Adam a.s Manusia Pertama

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti - Kelas 1

Bab 10

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 10 — Nabi Adam a.s Manusia Pertama

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 10 — Nabi Adam a.s Manusia Pertama
Alokasi Waktu10 JP (10 x 35 menit = 350 menit)
Jumlah Pertemuan4
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.10.1 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan sebagai manusia pertama
  2. TP 1.10.2 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga
  3. TP 1.10.3 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait sikap mau bertobat dan meminta ampun dari peristiwa Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi
  4. TP 1.10.4 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait sikap sabar Nabi Adam a.s. dalam menghadapi cobaan di bumi

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Swt.?
  2. Dari bahan apakah Allah Swt. menciptakan Nabi Adam a.s.?
  3. Bagaimana sikap Nabi Adam a.s. saat menerima perintah dari Allah Swt.?
  4. Di manakah tempat tinggal pertama Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa yang penuh kenikmatan?
  5. Bagaimanakah sikap Nabi Adam a.s. atas semua nikmat dan makanan lezat yang ada di surga?
  6. Apa yang dilakukan Nabi Adam a.s. kepada Allah Swt. saat menyadari kesalahannya melanggar larangan makan buah khuldi?
  7. Bagaimana sikap Nabi Adam a.s. ketika harus berpisah lama dengan Hawa dan tinggal di bumi?
  8. Bagaimana urutan kisah Nabi Adam a.s. dari pertama kali diciptakan Allah Swt. hingga diturunkan ke bumi?
  9. Keteladanan apa saja dari Nabi Adam a.s. yang dapat kita ceritakan kembali kepada teman dan guru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menceritakan Kisah Keteladanan Ketaatan Nabi Adam a.s. Saat Diciptakan sebagai Manusia Pertama — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.1 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan sebagai manusia pertama

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru mengajak murid menyanyikan tepuk ceria 'Nabi Adam Manusia Pertama' untuk membangkitkan semangat belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan pemantik: (1) 'Siapakah manusia pertama yang diciptakan Allah?' (acuan: Nabi Adam a.s.) dan (2) 'Dari apakah Nabi Adam a.s. diciptakan?' (acuan: tanah) serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati Gambar 10.2 pada Buku Siswa yang memperlihatkan ilustrasi penciptaan Nabi Adam a.s. sebagai manusia pertama yang diciptakan dari tanah dalam bentuk yang sempurna (5 menit).
  • Murid menyimak cerita guru tentang kisah penciptaan Nabi Adam a.s., perintah Allah Swt. kepada malaikat dan iblis untuk menghormati Nabi Adam a.s., ketaatan malaikat, penolakan iblis karena sombong, serta bagaimana Nabi Adam a.s. senantiasa taat dan patuh menjalankan perintah Allah Swt. sejak awal penciptaannya (10 menit).
  • Murid melafalkan bersama kalimat penegasan ketaatan: 'Aku percaya Nabi Adam a.s. manusia pertama ciptaan Allah Swt. dan aku meneladani ketaatan Nabi Adam a.s. kepada Allah Swt.' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid diajak bermain kuis interaktif 'Tebak Benar-Salah Kisah Adam': Guru membacakan 3 pernyataan: (1) Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama ciptaan Allah (Benar); (2) Nabi Adam a.s. diciptakan dari api (Salah, yang benar dari tanah); (3) Nabi Adam a.s. taat dan tunduk pada perintah Allah (Benar). Murid merespons dengan gerakan jempol ke atas jika benar dan menyilangkan tangan di dada jika salah (5 menit).
  • Secara berpasangan dengan teman sebangku, murid berlatih menceritakan kisah ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan dengan bantuan 3 kartu gambar alur peristiwa: Kartu 1: Allah menciptakan Nabi Adam a.s. dari tanah; Kartu 2: Malaikat taat bersujud menghormati Nabi Adam a.s. sedangkan iblis membangkang; Kartu 3: Nabi Adam a.s. taat menyembah dan berbakti kepada Allah Swt. (10 menit).
  • Perwakilan murid secara bergantian menceritakan kembali kisah keteladanan ketaatan Nabi Adam a.s. di hadapan kelas berdasarkan ketiga urutan kartu gambar tersebut (acuan alur: penciptaan dari tanah -> malaikat taat dan iblis ingkar -> ketaatan Nabi Adam a.s. kepada Allah Swt.) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan makna kisah penciptaan Nabi Adam a.s. bahwa manusia diciptakan untuk taat dan patuh pada setiap perintah Allah Swt. serta menjauhi sifat sombong seperti iblis (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama ciptaan Allah dari tanah yang selalu taat kepada Allah Swt. (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan pesan moral untuk meneladani ketaatan Nabi Adam a.s. dalam kehidupan sehari-hari (misalnya taat beribadah dan patuh pada orang tua/guru), lalu menutup pembelajaran dengan doa hamdalah dan salam (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan petunjuk simbol/nomor urut visual alur cerita yang jelas, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan kartu gambar tanpa nomor urut untuk diurutkan mandiri.
  • Proses: Murid yang belum lancar berbicara dibimbing dengan pertanyaan penuntun ('Ini gambar siapa? Diciptakan dari apa? Apa yang dilakukan Nabi Adam?'), sedangkan murid yang mahir didorong menceritakan dengan kalimatnya sendiri secara utuh.
  • Produk: Murid dapat menceritakan kisah minimal memuat 2 poin utama (penciptaan dan ketaatan), sedangkan murid yang mahir menceritakan ketiga urutan peristiwa secara lengkap dan runtut.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan materi: (1) 'Siapakah manusia pertama yang diciptakan oleh Allah Swt.?' (acuan: Nabi Adam a.s.); (2) 'Dari bahan apakah Nabi Adam a.s. diciptakan?' (acuan: tanah).

Proses:

  • Pengamatan performa lisan saat murid menceritakan kisah ketaatan Nabi Adam a.s. berdasarkan 3 kartu alur gambar: Kartu 1 (penciptaan Nabi Adam dari tanah), Kartu 2 (perintah menghormati Adam: malaikat taat, iblis sombong membangkang), dan Kartu 3 (sikap ketaatan Nabi Adam a.s. mematuhi perintah Allah Swt.). Indikator: ketepatan menyebutkan fakta penciptaan (manusia pertama dari tanah) dan keteladanan sikap ketaatan Nabi Adam a.s.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan akhir sesi: Guru menunjuk 2-3 murid untuk menyebutkan 2 poin inti keteladanan kisah Nabi Adam a.s. saat diciptakan: (1) Nabi Adam a.s. adalah manusia pertama ciptaan Allah dari tanah dalam bentuk sempurna; (2) Nabi Adam a.s. selalu taat dan patuh kepada perintah Allah Swt. (acuan: kedua poin tersebut disampaikan dengan benar).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman awal tentang manusia pertama dan bahan penciptaannya.
  • Observasi unjuk kerja saat murid menceritakan kisah keteladanan ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan dengan panduan 3 kartu gambar alur peristiwa.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah penciptaan dan ketaatan Nabi Adam a.s.Belum mampu menceritakan kisah penciptaan maupun sikap ketaatan Nabi Adam a.s. meskipun telah dibimbing dengan kartu gambar.Mampu menceritakan sebagian kisah (hanya menyebutkan Nabi Adam a.s. diciptakan dari tanah) namun belum menyebutkan keteladanan ketaatan Nabi Adam a.s. kepada Allah Swt. meski dibantu pertanyaan penuntun.Mampu menceritakan kisah keteladanan ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan sebagai manusia pertama (mencakup bahan ciptaan dari tanah dan sikap ketaatannya mematuhi perintah Allah Swt.) sesuai alur 3 kartu gambar secara tepat.Mampu menceritakan kisah keteladanan ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan sebagai manusia pertama secara mandiri, lengkap (mencakup penciptaan dari tanah, kepatuhan malaikat vs kesombongan iblis, dan keteladanan ketaatan Nabi Adam a.s.), serta runtut tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu gambar berseri efektif membantu murid kelas 1 menceritakan kisah ketaatan Nabi Adam a.s.?
  • Bagaimana keterlibatan seluruh murid dalam kegiatan kuis interaktif dan latihan bercerita berpasangan?

Murid:

  • Bagian mana dari cerita Nabi Adam a.s. yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu merasa senang saat berlatih menceritakan gambar bersama teman sebangku?

Pertemuan 2 — Menceritakan Kisah Keteladanan Rasa Syukur Nabi Adam a.s. Ketika Tinggal di Surga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.2 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal lisan dengan menanyakan 2 pertanyaan diagnostik: (1) Siapakah teman Nabi Adam a.s. saat tinggal di surga? (acuan jawaban: Siti Hawa); (2) Apakah yang diucapkan saat bersyukur menerima kenikmatan Allah Swt.? (acuan jawaban: Alhamdulillah / memuji Allah) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak penuturan guru berbantu 2 gambar cerita tentang kehidupan Nabi Adam a.s. dan Hawa di surga: Gambar A (Nabi Adam a.s. dan Hawa menikmati buah-buahan surga) dan Gambar B (Nabi Adam a.s. bersyukur dengan memuji kebesaran Allah Swt.) (10 menit).
  • Murid menirukan pengucapan kalimat syukur keteladanan Nabi Adam a.s.: 'Alhamdulillahirabbil 'alamin' atas limpahan nikmat tempat tinggal dan makanan di surga (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid secara bergantian memainkan permainan 'Estafet Cerita Syukur': murid yang memegang tongkat bergilir menceritakan 1 bagian kisah rasa syukur Nabi Adam a.s. di surga sesuai Gambar A atau Gambar B di hadapan teman sebangku (10 menit).
  • Murid secara berpasangan menceritakan kembali kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga secara lengkap mencakup 3 unsur cerita: (1) tempat tinggal di surga bersama Siti Hawa, (2) limpahan nikmat dan makanan lezat di surga, dan (3) sikap bersyukur Nabi Adam a.s. kepada Allah Swt. (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru merefleksikan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga yang telah diceritakan (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti cerita keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas penuturan cerita murid, mengingatkan materi berikutnya tentang Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi, dan menutup pelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi menggunakan kartu gambar berseri berurutan dengan panduan kata kunci lisan, sedangkan murid yang sudah mahir menceritakan kisah berdasarkan gambar tanpa bantuan kata kunci.
  • Proses: Murid yang lancar menceritakan kisah secara mandiri berpasangan, sedangkan murid yang masih terbata-bata mendapatkan giliran bercerita dengan dipandu pertanyaan pemancing dari guru.
  • Produk: Semua murid menceritakan secara lisan kisah rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga; murid yang berkembang menceritakan 3 unsur lengkap secara mandiri, sedangkan murid yang mulai berkembang menceritakan minimal 2 unsur dengan bimbingan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Siapakah teman Nabi Adam a.s. saat tinggal di surga?' (acuan: Siti Hawa); (2) 'Bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah atas nikmat-Nya?' (acuan: mengucapkan Alhamdulillah / memuji Allah Swt.).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga dengan mengecek ketercakupan 3 unsur cerita: (1) tokoh dan tempat: Nabi Adam a.s. dan Hawa di surga, (2) nikmat: makanan dan kehidupan serba ada di surga, (3) teladan rasa syukur: memuji dan berterima kasih kepada Allah Swt.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: menyebutkan kembali sikap teladan Nabi Adam a.s. ketika diberi kenikmatan tinggal di surga (acuan: selalu bersyukur dan memuji Allah Swt.).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berupa penuturan lisan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga saat kegiatan inti berpasangan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surgaBelum mampu menceritakan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga walau diberikan bimbingan penuh.Mampu menceritakan sebagian kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga (mencakup 1 dari 3 unsur: tempat/tokoh, nikmat surga, atau sikap bersyukur) dengan bantuan panduan guru.Mampu menceritakan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga secara mandiri mencakup 2 dari 3 unsur cerita (acuan: tinggal di surga bersama Hawa, kenikmatan makanan di surga, ucapan syukur kepada Allah Swt.).Mampu menceritakan kisah keteladanan rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga secara lengkap dan mandiri mencakup seluruh 3 unsur cerita (acuan: tinggal di surga bersama Hawa, kenikmatan makanan di surga, ucapan syukur kepada Allah Swt.).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar berseri efektif membantu murid kelas 1 menceritakan rasa syukur Nabi Adam a.s.?
  • Bagian cerita mana yang paling mudah dipahami dan dituturkan kembali oleh murid?

Murid:

  • Bagian cerita Nabi Adam a.s. dan Siti Hawa di surga mana yang paling kamu sukai?
  • Bagaimana perasaanmu setelah berhasil menceritakan kisah rasa syukur Nabi Adam a.s. di depan teman?

Pertemuan 3 — Menceritakan Kisah Keteladanan Sikap Bertobat dan Meminta Ampun Saat Nabi Adam a.s. Diturunkan ke Bumi serta Sikap Sabar Menghadapi Cobaan di Bumi — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.3 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait sikap mau bertobat dan meminta ampun dari peristiwa Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi
  • TP 1.10.4 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait sikap sabar Nabi Adam a.s. dalam menghadapi cobaan di bumi

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan menyanyikan yel-yel Islami tentang sikap terpuji (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menceritakan kembali keteladanan Nabi Adam a.s. saat bertobat memohon ampun serta bersabar menghadapi ujian di bumi (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan terarah: (1) 'Siapa yang dimintai ampun oleh Nabi Adam a.s. saat berbuat salah?' (acuan: Allah Swt.); (2) 'Bagaimana sikap Nabi Adam a.s. saat diturunkan ke bumi dan berpisah dengan Hawa?' (acuan: bersabar/tidak mengeluh) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penuturan guru berbantuan 2 gambar besar berseri: Gambar A memperlihatkan Nabi Adam a.s. dan Hawa tertunduk berdoa memohon ampun kepada Allah Swt. setelah diturunkan dari surga; Gambar B memperlihatkan Nabi Adam a.s. yang sabar mencari Hawa dan bertahan hidup di bumi hingga bertemu di Jabal Rahmah (15 menit).
  • Murid bersama guru menelaah 2 peristiwa inti tersebut melalui tanya jawab berkesadaran: mengenali bahwa bertobat artinya segera meminta ampun kepada Allah Swt. dan berjanji tidak mengulangi, serta mengenali bahwa kesabaran Nabi Adam a.s. tampak saat tabah berpisah selama bertahun-tahun di bumi tanpa putus asa (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain 'Estafet Tongkat Cerita' (Talking Stick gembira): saat rebana berbunyi murid mengoper tongkat, dan saat rebana berhenti murid yang memegang tongkat mengambil 1 dari 2 kartu peristiwa untuk diceritakan (15 menit).
  • Murid yang memegang kartu peristiwa menceritakan isi kartu tersebut di depan teman sebaya: Kartu 1 berisi peristiwa tobat Nabi Adam a.s. (acuan cerita memuat: menyadari kesalahan memakan buah terlarang, bersujud memohon ampun kepada Allah Swt., dan menyesali perbuatan); Kartu 2 berisi peristiwa kesabaran Nabi Adam a.s. di bumi (acuan cerita memuat: menerima hukuman diturunkan ke bumi, sabar terpisah dari Hawa selama puluhan tahun, tetap tabah berikhtiar hingga bertemu di Jabal Rahmah) (15 menit).
  • Murid berpasangan saling menceritakan secara bergantian kedua kisah keteladanan tersebut (sikap tobat/meminta ampun dan sikap sabar menghadapi cobaan) menggunakan kartu visual mini masing-masing (15 menit).

Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dipandu guru melafalkan ikrar sikap teladan: 'Jika aku salah, aku segera minta maaf dan memohon ampun; jika mendapat ujian, aku akan bersabar' secara khidmat (5 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan dua keteladanan utama Nabi Adam a.s. yang telah dipelajari, yaitu bersegera bertobat memohon ampun dan bersabar dalam menghadapi cobaan hidup (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap cerita murid, menyampaikan rencana asesmen kartu bergambar pada pertemuan berikutnya, dan menutup kelas dengan doa kafaratul majlis serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar berseri dengan teks pemandu sederhana bagi murid yang memerlukan dukungan visual, dan gambar tanpa teks bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Bagi murid yang masih terbata-bata, guru memandu dengan pertanyaan pancingan bertahap; bagi murid yang sudah lancar, diberikan kesempatan menceritakan hubungan sebab-akibat peristiwa tobat dan sabar secara mandiri.
  • Produk: Semua murid menceritakan secara lisan kisah keteladanan tobat dan sabar Nabi Adam a.s. sesuai rubrik ketercapaian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tanya jawab lisan singkat pada awal pelajaran dengan 2 pertanyaan: (1) 'Kepada siapa Nabi Adam a.s. memohon ampun saat berbuat salah?' (acuan: Allah Swt.); (2) 'Bagaimana sikap Nabi Adam a.s. saat diturunkan dan berpisah dengan Hawa di bumi?' (acuan: bersabar/tabah menjalani hukuman Allah).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja menceritakan 2 kartu peristiwa Nabi Adam a.s. dengan acuan cerita: (1) Kartu Tobat: menceritakan Nabi Adam a.s. memohon ampun/tobat kepada Allah Swt. setelah melanggar larangan di surga; (2) Kartu Sabar: menceritakan ketabahan/kesabaran Nabi Adam a.s. menghadapi ujian diturunkan ke bumi dan terpisah lama dari Hawa hingga bertemu kembali di Jabal Rahmah.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru meminta 2 perwakilan murid menyebutkan inti cerita keteladanan Nabi Adam a.s. (acuan: (1) keteladanan tobat yaitu langsung meminta ampun saat berbuat salah; (2) keteladanan sabar yaitu tabah dan tidak mengeluh saat diuji Allah di bumi).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja bercerita secara lisan saat aktivitas 'Estafet Tongkat Cerita' dan latihan berpasangan menggunakan rubrik observasi bercerita kisah tobat dan sabar Nabi Adam a.s.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan kisah keteladanan sikap tobat dan memohon ampun Nabi Adam a.s. (TP 1.10.3)Belum mampu menceritakan kisah tobat dan permohonan ampun Nabi Adam a.s. meski telah dipandu dengan pertanyaan pembimbing.Mampu menceritakan kisah tobat Nabi Adam a.s. secara terbata-bata dengan bantuan pertanyaan pemantik guru (menyebutkan memohon ampun kepada Allah Swt.).Mampu menceritakan kisah tobat Nabi Adam a.s. secara mandiri dan tepat (memuat peristiwa melanggar larangan, menyadari kesalahan, dan memohon ampun kepada Allah Swt.).Mampu menceritakan kisah tobat Nabi Adam a.s. secara mandiri, runtut, lengkap, dan lancar tanpa keraguan.
Menceritakan kisah keteladanan sikap sabar menghadapi cobaan di bumi (TP 1.10.4)Belum mampu menceritakan sikap sabar Nabi Adam a.s. saat menghadapi cobaan di bumi walau telah dibimbing.Mampu menceritakan sikap sabar Nabi Adam a.s. di bumi dengan bantuan arahan guru (menyebutkan sabar terpisah dari Hawa).Mampu menceritakan sikap sabar Nabi Adam a.s. di bumi secara mandiri dan tepat (memuat peristiwa diturunkan ke bumi, tabah berpisah selama puluhan tahun, hingga dipertemukan di Jabal Rahmah).Mampu menceritakan kisah kesabaran Nabi Adam a.s. di bumi secara mandiri, runtut, lengkap, dan lancar tanpa bantuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid kelas 1 aktif dan berani tampil menceritakan kembali kisah keteladanan Nabi Adam a.s. melalui permainan tongkat cerita?
  • Bagian mana dari langkah bercerita tentang sikap tobat dan sabar yang masih memerlukan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Bagian cerita Nabi Adam a.s. mana yang paling kamu sukai saat bercerita tadi?
  • Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak sengaja berbuat salah kepada teman atau orang tua?

Pertemuan 4 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.10.1 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan sebagai manusia pertama
  • TP 1.10.2 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait rasa syukur Nabi Adam a.s. ketika tinggal di surga
  • TP 1.10.3 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait sikap mau bertobat dan meminta ampun dari peristiwa Nabi Adam a.s. diturunkan ke bumi
  • TP 1.10.4 Menceritakan kisah keteladanan beberapa nabi dan rasul terkait sikap sabar Nabi Adam a.s. dalam menghadapi cobaan di bumi

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid kelas 1 (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan, yaitu pelaksanaan asesmen sumatif bab melalui penuturan lisan kisah keteladanan Nabi Adam a.s. menggunakan 4 kartu gambar berseri (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menunjukkan 4 kartu gambar berseri di meja guru dan menjelaskan tata cara penuturan lisan: setiap murid akan maju bergantian menceritakan 4 adegan secara berurutan, sementara murid yang menunggu giliran duduk tertib mewarnai kartu cerita refleksi di bangku masing-masing (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagikan lembar kartu cerita refleksi bergambar Nabi Adam a.s. kepada seluruh murid untuk diwarnai secara mandiri dan tenang di meja masing-masing sebagai aktivitas pendamping selama asesmen berlangsung (3 menit).
  • Setiap murid secara bergantian dipanggil ke meja guru untuk menuturkan kisah keteladanan Nabi Adam a.s. berpanduan 4 kartu gambar berseri berurutan (Kartu 1: Allah Swt. menciptakan Nabi Adam a.s. dari tanah dan malaikat bersujud taat; Kartu 2: Nabi Adam a.s. dan Hawa bersyukur menikmati kenikmatan tinggal di surga; Kartu 3: Nabi Adam a.s. dan Hawa bertobat memohon ampun kepada Allah Swt. setelah melanggar larangan memakan buah khuldi lalu diturunkan ke bumi; Kartu 4: Nabi Adam a.s. dan Hawa bersabar menghadapi cobaan terpisah di bumi hingga dipertemukan kembali di Jabal Rahmah) dengan alokasi 3 menit per murid untuk 28 murid (total 84 menit) (79 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak seluruh murid merapikan lembar pewarnaan kartu cerita dan duduk tenang bersama untuk memaknai pengalaman menceritakan keteladanan Nabi Adam a.s. (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban seluruh murid dan merangkum pesan utama Bab 10 tentang meneladani ketaatan, rasa syukur, sikap mau bertobat, dan kesabaran Nabi Adam a.s. (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan sumatif dengan doa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Isi kartu gambar berseri seragam untuk semua murid sesuai 4 adegan keteladanan Nabi Adam a.s.
  • Proses: Akomodasi akses berupa pemberian waktu jeda sejenak bagi murid yang pemalu atau ragu sebelum memulai menuturkan kartu gambar di meja guru tanpa mengubah kriteria penilaian.
  • Produk: Semua murid menuturkan kisah secara lisan berdasarkan 4 urutan kartu gambar berseri yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan asesmen sumatif: Guru menanyakan kesiapan murid untuk bercerita menggunakan kartu gambar berseri (acuan: murid mengonfirmasi kesiapan duduk tenang dan bercerita saat dipanggil).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam menjaga ketertiban kelas dan menyelesaikan pewarnaan kartu cerita refleksi secara mandiri di bangku saat menunggu antrean unjuk kerja lisan.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja lisan terstruktur berbasis urutan kartu gambar berseri: penuturan lisan sederhana yang mencakup 4 adegan berurutan pada kartu gambar seri oleh setiap murid: menceritakan ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan, rasa syukur saat tinggal di surga, sikap mau bertobat memohon ampun saat diturunkan ke bumi, serta sikap sabar saat menjalani cobaan di bumi
  • unjuk kerja lisan individual terstruktur: setiap murid secara bergantian menuturkan kisah keteladanan Nabi Adam a.s. di meja guru berpanduan 4 kartu gambar seri berurutan (ketaatan saat diciptakan, syukur di surga, tobat memohon ampun saat turun ke bumi, dan sabar menghadapi cobaan di bumi) dengan durasi 3 menit per murid untuk 28 murid kelas 1 yang dilaksanakan secara bergiliran dalam 3 JP (84 menit waktu panggilan bergantian) sementara murid lain mewarnai kartu cerita refleksi secara mandiri di bangku masing-masing (84 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (kriteria ketaatan penciptaan, rasa syukur di surga, tobat/mohon ampun, dan kesabaran di bumi))

Sumatif:

  • unjuk kerja lisan terstruktur berbasis urutan kartu gambar berseri: penuturan lisan sederhana yang mencakup 4 adegan berurutan pada kartu gambar seri oleh setiap murid: menceritakan ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan, rasa syukur saat tinggal di surga, sikap mau bertobat memohon ampun saat diturunkan ke bumi, serta sikap sabar saat menjalani cobaan di bumi
  • unjuk kerja lisan individual terstruktur: setiap murid secara bergantian menuturkan kisah keteladanan Nabi Adam a.s. di meja guru berpanduan 4 kartu gambar seri berurutan (ketaatan saat diciptakan, syukur di surga, tobat memohon ampun saat turun ke bumi, dan sabar menghadapi cobaan di bumi) dengan durasi 3 menit per murid untuk 28 murid kelas 1 yang dilaksanakan secara bergiliran dalam 3 JP (84 menit waktu panggilan bergantian) sementara murid lain mewarnai kartu cerita refleksi secara mandiri di bangku masing-masing (84 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja lisan analitik (kriteria ketaatan penciptaan, rasa syukur di surga, tobat/mohon ampun, dan kesabaran di bumi))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menceritakan ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan (Kartu 1)Belum mampu menceritakan kisah penciptaan Nabi Adam a.s. dari tanah dan ketaatan mematuhi Allah Swt. meski telah dipandu kartu gambar.Mampu menceritakan sebagian kecil kisah penciptaan (hanya menyebut Nabi Adam a.s. manusia pertama atau dari tanah) dengan bimbingan dan pancingan pertanyaan guru.Mampu menceritakan kisah ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan sebagai manusia pertama dari tanah secara runtut sesuai kartu gambar 1 secara mandiri.Mampu menceritakan kisah ketaatan Nabi Adam a.s. saat diciptakan dari tanah sebagai manusia pertama serta ketaatan malaikat mematuhi perintah Allah Swt. secara lengkap, runtut, dan mandiri.
Menceritakan rasa syukur tinggal di surga (Kartu 2)Belum mampu menceritakan kehidupan dan rasa syukur Nabi Adam a.s. di surga berdasarkan kartu gambar 2.Mampu menceritakan kehidupan di surga secara singkat (hanya menyebut Nabi Adam a.s. tinggal di surga bersama Hawa) dengan dorongan pertanyaan guru.Mampu menceritakan kisah rasa syukur Nabi Adam a.s. bersama Hawa saat menikmati kenikmatan tinggal di surga secara runtut dan mandiri.Mampu menceritakan kisah rasa syukur Nabi Adam a.s. bersama Hawa atas limpahan kenikmatan surga dan ketaatan menjaga larangan Allah Swt. secara lengkap, runtut, dan mandiri.
Menceritakan sikap bertobat dan memohon ampun saat turun ke bumi (Kartu 3)Belum mampu menceritakan peristiwa turunnya Nabi Adam a.s. ke bumi dan sikap bertobat berdasarkan kartu gambar 3.Mampu menceritakan peristiwa turun ke bumi akibat bujukan iblis memakan buah khuldi namun belum menyebutkan sikap bertobat memohon ampun tanpa diingatkan guru.Mampu menceritakan peristiwa diturunkannya Nabi Adam a.s. ke bumi serta sikapnya yang segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah Swt. secara runtut dan mandiri.Mampu menceritakan secara lengkap dan runtut peristiwa melanggar larangan karena bujukan iblis, diturunkannya ke bumi, serta keteladanan sikap langsung bertobat memohon ampunan Allah Swt. secara mandiri.
Menceritakan sikap sabar menghadapi cobaan di bumi (Kartu 4)Belum mampu menceritakan sikap sabar Nabi Adam a.s. saat menghadapi cobaan terpisah di bumi berdasarkan kartu gambar 4.Mampu menceritakan peristiwa terpisahnya Nabi Adam a.s. dan Hawa di bumi secara singkat dengan pancingan pertanyaan guru.Mampu menceritakan kisah keteladanan sikap sabar Nabi Adam a.s. dalam menghadapi cobaan terpisah di bumi hingga dipertemukan kembali di Jabal Rahmah secara mandiri.Mampu menceritakan secara mendalam dan runtut keteladanan sikap sabar Nabi Adam a.s. dan Hawa dalam menjalani cobaan hidup di bumi hingga akhirnya dipersatukan kembali di Jabal Rahmah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 3 menit per anak cukup efektif untuk mengamati capaian unjuk kerja lisan setiap murid?
  • Bagaimana keterlibatan dan kemandirian murid di bangku saat menunggu giliran asesmen sumatif?

Murid:

  • Kisah keteladanan Nabi Adam a.s. mana dari keempat gambar tadi yang paling kamu sukai ceritanya?
  • Apakah kamu merasa percaya diri saat menceritakan kartu gambar Nabi Adam a.s. di depan bapak/ibu guru?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021)
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek RI, 2021) Bab 10
  3. Set kartu gambar alur penciptaan Nabi Adam a.s. (Kartu 1: Penciptaan dari tanah; Kartu 2: Malaikat bersujud hormat & iblis membangkang; Kartu 3: Ketaatan Nabi Adam beribadah kepada Allah)
  4. Mushaf Al-Qur'an dan Terjemah (Kementerian Agama RI)
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  7. Gambar ilustrasi kehidupan Nabi Adam a.s. dan Hawa di surga (Gambar A dan Gambar B)
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021 (Bab 10)
  10. Gambar berseri ukuran A3: Nabi Adam a.s. memohon ampun dan Jabal Rahmah tempat pertemuan
  11. Kartu bergambar mini kisah keteladanan tobat dan sabar
  12. Tongkat bercerita dan rebana sederhana untuk aktivitas kelas
  13. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I, Kemendikbudristek 2021
  14. Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti SD Kelas I Bab 10, Kemendikbudristek 2021
  15. Set 4 Kartu Gambar Berseri Kisah Nabi Adam a.s. (Kartu 1: Penciptaan manusia pertama, Kartu 2: Bersyukur di surga, Kartu 3: Bertobat saat turun ke bumi, Kartu 4: Bersabar di bumi)
  16. Lembar pewarnaan kartu cerita refleksi untuk aktivitas mandiri murid di bangku

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.