MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 2 — Ātmān Sebagai Sumber Hidup INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Ātmān Sebagai Sumber Hidup |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 40 menit = 480 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.2.1 Menjelaskan hakikat Atman sebagai sumber hidup bagi makhluk hidup
- TP 7.2.2 Mengidentifikasi sifat-sifat Atman dalam ajaran Sraddha dan Bhakti
- TP 7.2.3 Menganalisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia
- TP 7.2.4 Menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan bagi makhluk hidup
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa yang menyebabkan tubuh manusia, hewan, dan tumbuhan dapat bernapas serta bergerak hidup di dunia ini?
- Bagaimana hubungan antara Sang Hyang Widhi Wasa (Brahman) dengan Atman yang bersemayam dalam diri setiap makhluk?
- Jika tubuh manusia dapat menua, terluka, dan rusak, apakah jiwa (Atman) di dalamnya juga dapat terbakar atau terluka?
- Bagaimanakah sloka Bhagawadgita menggambarkan sifat-sifat Atman yang abadi?
- Mengapa raga atau tubuh manusia yang semula dapat bergerak lincah seketika menjadi kaku dan mati ketika ditinggalkan oleh Atman?
- Bagaimana hubungan saling ketergantungan antara Atman dengan tiga lapisan raga manusia (Tri Sarira) dalam menggerakkan kehidupan sehari-hari?
- Mengapa badan manusia diibaratkan berlapis-lapis seperti lapisan bawang membungkus inti sejatinya?
- Bagaimana Atman menghidupi dan terhubung dengan setiap lapisan Panca Maya Kosa pada diri kita?
- Apa yang menyebabkan organ tubuh manusia dapat bergerak dan bernapas secara harmonis?
- Bagaimanakah keterkaitan antara keberadaan Atman dalam tubuh dengan napas kehidupan makhluk hidup?
- Bagaimana pemahaman kita terhadap hakikat dan sifat-sifat Atman memperkuat keyakinan Sraddha kita kepada Sang Hyang Widhi Wasa?
- Mengapa raga dan lapisan badan manusia tidak dapat berfungsi tanpa keberadaan Atman sebagai pemberi napas kehidupan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Hakikat Atman sebagai Sumber Hidup bagi Makhluk Hidup — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Menjelaskan hakikat Atman sebagai sumber hidup bagi makhluk hidup
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan memandu doa bersama Gayatridevi/Dainika Upasana untuk menumbuhkan suasana hening dan kesadaran spiritual (5 menit).
- Guru memeriksa kehadiran murid serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan hakikat Atman sebagai percikan terkecil Brahman yang menjadi sumber hidup makhluk hidup (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Siapakah sumber utama asal mula seluruh kehidupan di alam semesta?' (acuan jawaban: Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa), dan (2) 'Apa sebutan percikan sinar suci Brahman yang menghidupkan raga makhluk hidup?' (acuan jawaban: Atman/Jiwatman) untuk memetakan kesiapan belajar murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati analogi visual sumber tenaga dan cahaya: genset sebagai Brahman (sumber energi utama), kabel/aliran listrik sebagai Atman (daya hidup penghantar), dan lampu bohlam sebagai raga/badan fisik makhluk hidup (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai hakikat Atman menurut ajaran Sraddha: Atman adalah percikan terkecil dari Brahman (sinar suci Hyang Widhi) yang bersemayam dalam tubuh makhluk hidup (disebut Jiwatman) sehingga badan jasmani dan alat indra dapat berfungsi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi aktif dalam kuis tantangan berpasangan 'Pasang Cepat Analogi Hakikat Atman': murid menjodohkan 3 kartu analogi dengan maknanya secara tepat: (1) Genset/Matahari -> Hyang Widhi Wasa/Brahman sebagai sumber hidup utama; (2) Aliran Listrik/Sinar -> Atman sebagai percikan penghidup; (3) Bola Lampu/Bumi -> Badan raga makhluk hidup; pasangan dinilai langsung bersama teman sebangku (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Pemahaman Mandiri untuk menjelaskan hakikat Atman dengan menjawab 2 pertanyaan terstruktur: (1) Jelaskan pengertian Atman dan hubungannya dengan Sang Hyang Widhi Wasa (Brahman); (2) Jelaskan mengapa badan jasmani makhluk hidup tidak dapat bergerak dan bernapas apabila Atman meninggalkannya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi pemahaman dirinya dengan merumuskan satu intisari penjelasan hakikat Atman di buku catatan masing-masing, menyadari bahwa setiap hembusan napas bersumber dari sinar suci Hyang Widhi Wasa (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari materi bahwa Atman adalah percikan terkecil dari Brahman yang menghidupkan semua ciptaan; tanpa Atman badan jasmani mati (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai sifat-sifat Atman dalam ajaran Sraddha dan Bhakti (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa parama santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disajikan bagan visual analogi matahari-sinar atau genset-listrik yang dilengkapi teks panduan sederhana; bagi murid yang berpikiran cepat disediakan sloka Bhagavadgita 10.20 sebagai bahan telaah konsep.
- Proses: Murid yang memerlukan bantuan mendapatkan bimbingan terfokus dari guru saat merumuskan kalimat penjelasan; murid yang sudah mahir menyusun penjelasan mandiri dengan membandingkan analogi matahari-sinar dan genset-lampu.
- Produk: Penjelasan murid dituangkan dalam bentuk deskripsi paragraf singkat atau bagan alur konsep berpenjelasan tertulis sesuai kenyamanan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 1. 'Siapakah sumber utama asal mula seluruh kehidupan di alam semesta?' (Acuan jawaban benar: Brahman / Sang Hyang Widhi Wasa). 2. 'Apa sebutan percikan sinar suci Brahman yang bersemayam dalam tubuh dan menghidupkan makhluk hidup?' (Acuan jawaban benar: Atman / Jiwatman).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dan ketepatan pada permainan tantangan berpasangan 'Pasang Cepat Analogi Hakikat Atman' (3 pasangan kartu: Genset/Matahari = Brahman; Aliran listrik/Sinar = Atman; Bola lampu/Bumi = Badan raga makhluk hidup).
- Pemeriksaan hasil kerja Lembar Kerja murid: Ketepatan penjelasan hakikat Atman sebagai percikan suci Brahman dan peranannya menghidupkan badan raga jasmani.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir): (1) 'Jelaskan arti Atman dalam hubungannya dengan Brahman!' (Kriteria penerimaan: Memuat konsep bahwa Atman adalah percikan terkecil atau sinar suci dari Brahman/Sang Hyang Widhi Wasa). (2) 'Jelaskan apa yang terjadi pada raga makhluk hidup bila Atman meninggalkannya dan mengapa!' (Kriteria penerimaan: Menyatakan raga mati/tidak berfungsi/tidak bernapas karena Atman adalah sumber penggerak dan napas kehidupan).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal pembelajaran tentang pengertian dasar Brahman dan Atman
- Kuis tantangan berpasangan menjodohkan kartu analogi hakikat Atman
- Pemeriksaan Lembar Kerja pemahaman hakikat Atman sebagai sumber hidup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Hakikat Atman sebagai Sumber Hidup Makhluk Hidup | Belum mampu menjelaskan Atman sebagai percikan Brahman ataupun kaitannya dengan sumber hidup raga, atau penjelasan keliru. | Mampu menjelaskan Atman hanya sebatas percikan Brahman atau hanya menyebutkan raga mati tanpa Atman, namun belum mengaitkan hubungan keduanya secara tepat. | Mampu menjelaskan hakikat Atman secara tepat sebagai percikan terkecil Brahman dan menjelaskan peran Atman sebagai sumber hidup raga makhluk hidup secara mandiri. | Mampu menjelaskan hakikat Atman secara mendalam dan terperinci sebagai percikan terkecil Brahman, menjelaskan fungsinya sebagai daya penggerak seluruh indra dan napas raga, serta menguraikan analogi genset/matahari secara runtut tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah analogi genset dan sinar matahari berhasil memfasilitasi murid memahami konsep abstrak Atman dan Brahman secara bermakna?
- Apakah seluruh murid aktif berpartisipasi dalam kuis tantangan berpasangan dan mampu menyelesaikan lembar kerja pemahaman hakikat Atman?
Murid:- Bagian penjelasan mana yang paling membantuku memahami bahwa Atman adalah sumber hidup dalam diriku?
- Bagaimana perasaan dan kesadaranku setelah mengetahui bahwa ada percikan suci Sang Hyang Widhi Wasa (Atman) di dalam setiap makhluk hidup?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Sifat-Sifat Atman dalam Ajaran Sraddha dan Bhakti — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.2 Mengidentifikasi sifat-sifat Atman dalam ajaran Sraddha dan Bhakti
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal singkat secara lisan untuk mendiagnosis pemahaman dasar: 'Apakah Atman dapat basah oleh air atau terbakar oleh api?' (acuan: Atman bersifat tidak terbasahkan dan tidak terbakar) serta mengaitkannya dengan tujuan pembelajaran hari ini mengenai sifat-sifat Atman dalam ajaran Sraddha (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak ulasan guru mengenai sloka Bhagawadgita II.24 tentang sifat-sifat Atman dan membaca tabel daftar 12 sifat Atman dalam teks materi: (1) Acchedya = tak terlukai senjata, (2) Adahya = tak terbakar api, (3) Akledya = tak terkeringkan angin, (4) Acesya = tak terbasahi air, (5) Nitya = kekal abadi, (6) Sarwagata = ada di mana-mana, (7) Sthanu = tak berpindah-pindah, (8) Acala = tak bergerak, (9) Sanatana = selalu sama, (10) Awyakta = tak terlahirkan/tak berwujud, (11) Acintya = tak terpikirkan, (12) Awikara = tak berubah (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan tantangan permainan kartu kata 'Teka-Teki Pasangan Sifat Atman' (menjodohkan 6 istilah sifat Atman dengan maknanya pada kartu latihan: Kartu A1 'Acchedya' -> M1 'tak terlukai oleh senjata', A2 'Adahya' -> M2 'tak terbakar oleh api', A3 'Akledya' -> M3 'tak terkeringkan oleh angin', A4 'Acesya' -> M4 'tak terbasahkan oleh air', A5 'Nitya' -> M5 'kekal abadi', A6 'Awikara' -> M6 'tidak mengalami perubahan') (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar tugas mengidentifikasi sifat-sifat Atman berdasarkan 4 cuplikan kasus/pernyataan: (1) 'Meskipun raga terkena pedang tajam, Atman tetap utuh tak terluka' -> sifat: Acchedya; (2) 'Saat kremasi jenazah dalam api membara, Atman tidak hangus terbakar' -> sifat: Adahya; (3) 'Di tengah lautan samudera yang dalam, Atman tidak basah atau larut' -> sifat: Acesya; (4) 'Kondisi fisik manusia berubah dari bayi hingga renta, namun hakikat jiwa tidak pernah berubah' -> sifat: Awikara (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi sifat Atman dengan lembar kunci dan menyimpulkan bersama bahwa Atman memiliki sifat serba sempurna dan berbeda dengan raga jasmani (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap latihan identifikasi dan mengonfirmasi pemahaman murid (3 menit).
- Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya (Hubungan Atman dengan Tri Sarira) serta menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar glosarium sifat Atman berserta arti kata harfiahnya bagi murid yang memerlukan panduan kosakata Sanskerta.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, identifikasi difokuskan pada 4 sifat utama (Acchedya, Adahya, Akledya, Acesya); bagi murid yang cepat selesai, diberikan pengayaan mandiri mengidentifikasi 4 sifat lanjutan (Sarwagata, Acala, Acintya, Sanatana).
- Produk: Hasil identifikasi dapat berupa penyelesaian tabel jodoh kata atau penulisan nama sifat langsung pada lembar kasus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: 'Berdasarkan keyakinan Hindu, apakah Atman dapat hancur terbakar api saat upacara kremasi atau basah oleh air?' (Acuan jawaban: Atman tidak dapat terbakar [Adahya] dan tidak dapat basah [Acesya] karena bersifat kekal dan rohani).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berpasangan menjodohkan 6 kartu sifat Atman dan artinya: Kartu A1 'Acchedya' pasangannya 'tak terlukai senjata'; A2 'Adahya' pasangannya 'tak terbakar api'; A3 'Akledya' pasangannya 'tak terkeringkan angin'; A4 'Acesya' pasangannya 'tak terbasahkan air'; A5 'Nitya' pasangannya 'kekal abadi'; A6 'Awikara' pasangannya 'tidak mengalami perubahan'.
Akhir Pertemuan:- Lembar identifikasi mandiri berisi 4 pernyataan kasus sifat Atman (Acuan kunci: butir 1 = Acchedya; butir 2 = Adahya; butir 3 = Acesya; butir 4 = Awikara).
Formatif:- Tes lisan diagnostik singkat di awal pertemuan
- Kuis berpasangan menjodohkan kartu istilah-arti sifat Atman
- Lembar identifikasi 4 sifat Atman berdasarkan pernyataan kasus
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi sifat-sifat Atman dalam pernyataan kasus | Mengidentifikasi dengan tepat 1 dari 4 sifat Atman pada lembar kasus (acuan: 1 Acchedya, 2 Adahya, 3 Acesya, 4 Awikara). | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 sifat Atman pada lembar kasus (acuan: 1 Acchedya, 2 Adahya, 3 Acesya, 4 Awikara). | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 sifat Atman pada lembar kasus (acuan: 1 Acchedya, 2 Adahya, 3 Acesya, 4 Awikara). | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 sifat Atman pada lembar kasus secara mandiri (acuan: 1 Acchedya, 2 Adahya, 3 Acesya, 4 Awikara). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah permainan kartu istilah membantu murid mengenali istilah Sanskerta tentang sifat-sifat Atman dengan lebih mudah?
- Bagian mana dari penjelasan sloka sifat Atman yang paling membutuhkan penguatan visual atau analogi?
Murid:- Sifat Atman mana yang paling mudah kamu ingat artinya?
- Mengapa penting bagi kita mengetahui bahwa Atman dalam diri kita tidak dapat rusak atau hancur oleh senjata dan api?
Pertemuan 3 — Menganalisis Hubungan Atman dengan Raga atau Lapisan Tri Sarira — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.3 Menganalisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid menjawab pertanyaan pemetaan awal mengenai 3 bagian Tri Sarira beserta unsurnya: (1) Sthula Sarira, (2) Suksma Sarira, dan (3) Antakarana Sarira (acuan: Sthula Sarira = badan kasar/fisik dari Panca Maha Bhuta; Suksma Sarira = badan halus/pikiran, perasaan, indria; Antakarana Sarira = badan penyebab/jiwatman yang menghidupkan) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati analogi kereta dan kusir (Katha Upanisad/Buku Siswa Bab 2): Atman diibaratkan sebagai kusir, badan/raga (sthula sarira) sebagai kereta, pikiran/manah (suksma sarira) sebagai tali kekang, dan indria sebagai kuda penariknya (10 menit).
- Murid berpasangan menyimak paparan guru tentang keterkaitan sistemik Tri Sarira: tanpa Atman (Antakarana Sarira), raga fisik (Sthula Sarira) dan badan halus (Suksma Sarira) menjadi benda mati tanpa kesadaran (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berkelompok (3-4 orang) memainkan tantangan analisis cepat 'Urai Hubungan Tri Sarira' dengan menganalisis lembar kasus perubahan fungsi organ saat Atman hadir vs saat Atman pergi (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Hubungan Atman dengan Tri Sarira yang memuat 3 butir analisis: (1) Menganalisis hubungan Atman dengan Sthula Sarira (acuan: Atman menghidupkan sel dan organ fisik; jika Atman lepas, raga fisik mati/membusuk); (2) Menganalisis hubungan Atman dengan Suksma Sarira (acuan: Atman memberi daya kesadaran pada alam pikiran, akal budi, dan indria; jika Atman lepas, pikiran dan perasaan tidak lagi beroperasi pada raga tersebut); (3) Menganalisis peran Antakarana Sarira terhadap eksistensi Tri Sarira secara keseluruhan (acuan: Antakarana Sarira sebagai badan penyebab/unsur Atman yang menjadi inti penggerak utama seluruh lapisan badan manusia) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Setiap kelompok menyampaikan satu kesimpulan analisis hubungan ketergantungan antara Atman dan Tri Sarira, lalu ditanggapi singkat bersama guru (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa raga manusia (Sthula Sarira) dan badan halus (Suksma Sarira) hanya dapat berfungsi jika bersatu dengan Atman (Antakarana Sarira) (6 menit).
- Guru memberikan penguatan, menyampaikan materi pertemuan berikutnya (analisis Atman dengan Panca Maya Kosa), dan menutup pembelajaran dengan Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan diagram visual analogi kereta kuda untuk memetakan hubungan Atman dan raga; murid mahir menganalisis teks kutipan analogi sloka secara langsung.
- Proses: Scaffolding bertahap dengan pertanyaan pemandu untuk kelompok yang belum lancar mengurai konsep badan halus vs badan kasar.
- Produk: Format penyajian lembar kerja analisis dapat berupa bagan relasi terstruktur atau deskripsi analitis tertulis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik: Murid diminta mengidentifikasi 3 komponen Tri Sarira dan fungsinya secara singkat. (Acuan: 1. Sthula Sarira = badan kasar/jasmani; 2. Suksma Sarira = badan halus/mental/pikiran/indria; 3. Antakarana Sarira = badan penyebab/Atman sumber hidup).
Proses:- Observasi kinerja diskusi dan telaah pengerjaan LKPD analisis hubungan Atman dengan raga/Tri Sarira yang mencakup 3 aspek analisis: (1) Atman dengan Sthula Sarira, (2) Atman dengan Suksma Sarira, dan (3) peran Antakarana Sarira sebagai penyebab hidup.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (3 butir): (1) Apa yang terjadi pada Sthula Sarira ketika ditinggalkan oleh Atman? (acuan: Sthula Sarira menjadi kaku, mati, membusuk, dan kembali ke Panca Maha Bhuta); (2) Bagaimana hubungan Atman dengan fungsi berpikir pada Suksma Sarira? (acuan: Atman memberikan pancaran kesadaran/citta sehingga pikiran, perasaan, dan indria dapat bekerja mengamati dan menimbang); (3) Mengapa Antakarana Sarira disebut inti penentu kehidupan raga manusia? (acuan: Karena Antakarana Sarira memuat unsur Atman/jiwatman yang langsung bersumber dari Brahman sebagai penggerak kehidupan Tri Sarira).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan pengenalan komponen Tri Sarira di awal pembelajaran
- Penilaian proses lembar kerja analisis hubungan Atman dengan Tri Sarira (Sthula, Suksma, Antakarana Sarira)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Hubungan Atman dengan Sthula Sarira | Belum mampu menganalisis hubungan Atman dengan badan kasar (Sthula Sarira) meski telah dipandu guru. | Menyebutkan hubungan Atman dengan Sthula Sarira sebatas raga bisa bergerak, namun belum mampu menganalisis akibat pemisahan Atman dari raga fisik sesuai acuan. | Menganalisis hubungan Atman dengan Sthula Sarira secara tepat (Atman menghidupkan raga biologis; ketiadaan Atman menyebabkan raga mati/rusak) dengan sedikit arahan. | Menganalisis hubungan Atman dengan Sthula Sarira secara mandiri, tepat, dan mendalam (mengaitkan fungsi organ biologis dan fenomena kematian raga secara runtut sesuai acuan). | | Analisis Hubungan Atman dengan Suksma Sarira | Belum mampu menghubungkan keberadaan Atman dengan kesadaran mental atau pikiran pada Suksma Sarira. | Menyebutkan bahwa Atman ada hubungannya dengan pikiran secara umum tanpa menguraikan peran kesadaran indria dan mental. | Menganalisis hubungan Atman dengan Suksma Sarira secara tepat (Atman memberikan kesadaran pada akal budi, manah/pikiran, dan indria) sesuai acuan. | Menganalisis hubungan Atman dengan Suksma Sarira secara mandiri dan utuh mencakup ketergantungan daya pikir, rasa, dan fungsi indria terhadap kesadaran Atman. | | Analisis Peran Antakarana Sarira dalam Kesatuan Tri Sarira | Belum mampu mengidentifikasi posisi Antakarana Sarira sebagai badan penyebab dalam raga manusia. | Menyebutkan Antakarana Sarira sebagai badan penyebab tetapi belum mengaitkannya dengan keberlangsungan Sthula dan Suksma Sarira. | Menganalisis Antakarana Sarira sebagai inti jiwa/Atman yang menjadi sumber daya penggerak bagi Sthula dan Suksma Sarira sesuai acuan. | Menganalisis keterpaduan ketiga sarira secara komprehensif dengan menempatkan Antakarana Sarira sebagai sumber esensial kehidupan seluruh lapisan badan manusia. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan analogi kusir dan kereta memudahkan murid memahami hubungan Atman dengan lapisan Tri Sarira?
- Bagian mana dari analisis lapisan badan halus (Suksma Sarira) yang masih memerlukan penjelasan tambahan bagi murid?
Murid:- Hal baru apa yang saya pelajari hari ini tentang mengapa tubuh fisik kita bisa bergerak dan berpikir?
- Bagaimana perasaan saya setelah memahami bahwa raga hanyalah tempat bersemayam sementara bagi Atman?
Pertemuan 4 — Menganalisis Hubungan Atman dengan Lapisan Badan Panca Maya Kosa — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.3 Menganalisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama Gayatri Mantram (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran murid dan menyiapkan kesiapan belajar dalam suasana tertib dan hening (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid menjawab 2 pertanyaan lisan mengenai konsep lapisan badan: (1) Sebutkan urutan 5 lapisan badan Panca Maya Kosa dari terluar ke terdalam (acuan: Annamaya Kosa, Pranamaya Kosa, Manomaya Kosa, Vijnanamaya Kosa, Anandamaya Kosa); (2) Di manakah letak kedudukan Atman di antara lapisan-lapisan tersebut? (acuan: Atman berada di pusat terdalam/dilingkupi lapisan terdalam Anandamaya Kosa) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati bagan konsentris 'Lapisan Panca Maya Kosa dan Atman' pada Buku Siswa serta menyimak penjelasan guru tentang analogi lapisan bawang yang membungkus sang diri/Atman (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berpartisipasi dalam permainan edukatif berpasangan 'Tebak Lapisan Panca Maya Kosa' menggunakan 5 kartu deskripsi lapisan: Kartu 1 'Lapisan fisik terluar terbentuk dari sari makanan' -> pasangan: Annamaya Kosa; Kartu 2 'Lapisan energi vital yang digerakkan oleh napas/prana' -> pasangan: Pranamaya Kosa; Kartu 3 'Lapisan mental emosional yang tersusun dari pikiran dan perasaan' -> pasangan: Manomaya Kosa; Kartu 4 'Lapisan kearifan budhi/kebijaksanaan pengetahuan luhur' -> pasangan: Vijnanamaya Kosa; Kartu 5 'Lapisan kebahagiaan sejati pembungkus langsung Atman' -> pasangan: Anandamaya Kosa (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Setiap kelompok menganalisis hubungan Atman dengan masing-masing lapisan Panca Maya Kosa melalui Lembar Analisis Hubungan Lapisan Badan (LKPD) yang memuat 5 butir analisis: (1) Hubungan Atman dengan Annamaya Kosa (acuan analisis: Atman memberi daya hidup pada raga fisik melalui sari makanan, tanpa Atman badan jasmani mati dan membusuk); (2) Hubungan Atman dengan Pranamaya Kosa (acuan analisis: Atman menggerakkan daya napas/energi prana yang mendistribusikan daya hidup ke seluruh organ); (3) Hubungan Atman dengan Manomaya Kosa (acuan analisis: Atman menyinari daya kesadaran manah sehingga pikiran dan indera dapat merasa dan berpikir); (4) Hubungan Atman dengan Vijnanamaya Kosa (acuan analisis: Atman memancarkan cahaya kebijaksanaan dan pengetahuan sejati melalui budhi); (5) Hubungan Atman dengan Anandamaya Kosa (acuan analisis: Atman merupakan sumber kebahagiaan rohani terdalam di mana Anandamaya Kosa adalah selubung langsung yang menikmati sukha sejati dari Atman) (25 menit).
- Setiap kelompok bertukar lembar analisis dengan kelompok sebelah untuk saling memvalidasi ketepatan uraian hubungan Atman dan lapisan badan berdasarkan rubrik dan bimbingan guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berkesadaran (mindful) melakukan hening sejenak, mengamati napas, dan merenungkan bahwa keberadaan raga, napas, dan pikiran mereka semata-mata bersumber dari kehadiran Atman di dalam diri (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan keterkaitan utuh bahwa kelima lapisan Panca Maya Kosa digerakkan dan disinari oleh Atman sebagai inti kehidupan (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis kelompok dan melaksanakan cek pemahaman akhir secara lisan (2 menit).
- Pembelajaran ditutup dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan bagan visual terstruktur yang mencantumkan nama lapisan dan kata kunci fungsi (makanan, napas, pikiran, pengetahuan, kebahagiaan). Murid dengan penguasaan cepat diberikan bahan analisis tambahan mengenai dampak ketidakharmonisan pikiran terhadap lapisan Annamaya Kosa.
- Proses: Murid yang belum lancar menganalisis dibimbing secara intensif dengan pertanyaan pemandu bertahap oleh guru, sedangkan murid yang mandiri menganalisis hubungan kelima lapisan secara mandiri dalam kelompok.
- Produk: Uraian hasil analisis pada LKPD dapat disajikan dalam bentuk tabel relasi terstruktur atau peta konsep visual analitis mengenai hubungan Atman dengan kelima lapisan Panca Maya Kosa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang urutan 5 lapisan Panca Maya Kosa dan letak kedudukan Atman (acuan jawaban: 5 lapisan berurutan Annamaya, Pranamaya, Manomaya, Vijnanamaya, Anandamaya; Atman berkedudukan di inti terdalam/dilingkupi Anandamaya Kosa)
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 5 kartu lapisan Panca Maya Kosa pada tahap Memahami
- Pemeriksaan ketepatan analisis hubungan Atman dengan masing-masing lapisan Panca Maya Kosa pada LKPD (5 butir analisis: Annamaya, Pranamaya, Manomaya, Vijnanamaya, Anandamaya)
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir lisan: Murid menganalisis apa yang terjadi pada lapisan Manomaya dan Pranamaya apabila Atman meninggalkan badan (acuan: fungsi pikiran/manah dan napas/prana berhenti seketika karena Atman adalah sumber energi dan kesadaran penggerak seluruh lapisan)
Formatif:- Penilaian kerja analisis LKPD Hubungan Atman dengan Lapisan Panca Maya Kosa (instrumen lembar kerja dengan acuan analisis 5 lapisan)
- Observasi partisipasi dan penalaran kritis dalam diskusi kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis hubungan Atman dengan lapisan badan Panca Maya Kosa | Mampu menganalisis hubungan Atman dengan lapisan badan secara tepat pada 1 dari 5 lapisan Panca Maya Kosa (daftar lapisan acuan: Annamaya Kosa, Pranamaya Kosa, Manomaya Kosa, Vijnanamaya Kosa, Anandamaya Kosa) dengan bantuan penuh pendidik. | Mampu menganalisis hubungan Atman dengan lapisan badan secara tepat pada 2-3 dari 5 lapisan Panca Maya Kosa (daftar lapisan acuan: Annamaya Kosa, Pranamaya Kosa, Manomaya Kosa, Vijnanamaya Kosa, Anandamaya Kosa) dengan sedikit arahan pendidik. | Mampu menganalisis hubungan Atman dengan lapisan badan secara tepat pada 4 dari 5 lapisan Panca Maya Kosa (daftar lapisan acuan: Annamaya Kosa, Pranamaya Kosa, Manomaya Kosa, Vijnanamaya Kosa, Anandamaya Kosa) secara mandiri. | Mampu menganalisis hubungan Atman dengan lapisan badan secara tepat dan lengkap pada seluruh 5 lapisan Panca Maya Kosa (daftar lapisan acuan: Annamaya Kosa, Pranamaya Kosa, Manomaya Kosa, Vijnanamaya Kosa, Anandamaya Kosa) secara mandiri dan komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan analogi lapisan bawang dan kartu Panca Maya Kosa efektif membantu murid menganalisis hubungan Atman dengan lapisan badan?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam merefleksikan kehadiran Atman dalam setiap lapisan kesadaran diri saat sesi hening?
Murid:- Setelah menganalisis hubungan Atman dengan Panca Maya Kosa, bagian lapisan badan mana yang paling sering kamu rasakan dalam kehidupan sehari-hari?
- Bagaimana pemahaman bahwa Atman adalah sumber dari segala lapisan badan memengaruhi caramu merawat badan dan pikiran?
Pertemuan 5 — Menelaah Fungsi Atman sebagai Pemberi Napas Kehidupan bagi Makhluk Hidup — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.4 Menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan bagi makhluk hidup
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, dan presensi (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Apakah fungsi utama Atman saat berada di dalam badan jasmani makhluk hidup?' dan (2) 'Apa yang terjadi pada proses pernapasan dan gerak tubuh ketika Atman meninggalkan badan?' (acuan jawaban: (1) sebagai sumber hidup/pemberi tenaga dan napas kehidupan; (2) pernapasan berhenti/tubuh mati/jasmani tidak lagi berfungsi) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yakni menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan bagi makhluk hidup, serta mengaitkan pentingnya menyadari napas sebagai tanda kehadiran Atman (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati teks materi fungsi Atman serta sloka Bhagawadgita II.22 mengenai Atman sebagai sumber tenaga hidup bagi sthula sarira (10 menit).
- Murid melakukan hening sejenak, mengamati aliran napas sendiri secara sadar (pranayama sederhana) untuk merasakan langsung fungsi Atman yang memberikan kekuatan hidup dan napas pada raga jasmani (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpartisipasi dalam kuis tantangan telaah interaktif bertajuk 'Tebak Benar/Salah Fungsi Atman' berisi 3 pernyataan: (1) Badan jasmani dapat bernapas sendiri tanpa adanya Atman (Salah, karena Atman adalah sumber napas/prana); (2) Ketika Atman meninggalkan tubuh, napas terhenti dan badan menjadi mati (Benar); (3) Atman ikut musnah dan mati saat napas tubuh terhenti (Salah, Atman kekal dan hanya berpindah badan) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Telaah mandiri untuk menganalisis 3 kasus penelaahan fungsi Atman: Kasus A (Tubuh orang yang telah meninggal dunia tidak bernapas lagi meskipun organ paru-parunya masih utuh; telaah: ketiadaan Atman menyebabkan hilangnya tenaga hidup/prana), Kasus B (Ibarat bohlam yang padam saat arus listrik diputus; telaah: bohlam adalah badan, aliran listrik adalah Atman sebagai sumber daya penggerak kehidupan), dan Kasus C (Sloka Bhagawadgita II.22 tentang bergantinya pakaian tua; telaah: badan jasmani yang rusak ditinggalkan Atman sehingga napas kehidupan pada badan lama berhenti) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil telaah ketiga kasus dengan kunci telaah acuan guru untuk mengevaluasi ketepatan pemahaman (10 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi kesadaran singkat mengenai rasa syukur atas napas kehidupan yang dianugerahkan Atman dari Hyang Widhi Wasa di buku catatan masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari telaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan dan daya hidup sthula sarira (3 menit).
- Guru memberikan informasi persiapan asesmen sumatif pada pertemuan berikutnya serta menutup pelajaran dengan Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan analogi sederhana genset-bohlam listrik; murid yang lebih cepat diberikan studi kasus penelaahan relasi prana (napas) dan Atman pada teks sloka.
- Proses: Scaffolding bertahap bagi murid yang memerlukan bantuan dalam merumuskan kalimat telaah kasus.
- Produk: Kedalaman telaah kasus: murid berkembang menelaah poin inti fungsi Atman, sedangkan murid mahir menguraikan hubungan sebab-akibat ketiadaan Atman terhadap berhentinya napas raga secara komprehensif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Apa fungsi utama Atman di dalam badan? (Acuan jawaban benar: sebagai sumber hidup/pemberi tenaga dan napas kehidupan); (2) Mengapa orang yang meninggal tidak lagi bernapas meski organ tubuhnya masih ada? (Acuan jawaban benar: karena Atman telah pergi/meninggalkan badan sehingga sumber daya napas/hidup tiada).
Proses:- Pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Kerja Telaah 3 Kasus fungsi Atman: Kasus A (Acuan telaah: Berhentinya napas karena Atman telah meninggalkan badan kasar sehingga daya hidup/prana hilang); Kasus B (Acuan telaah: Aliran listrik analog dengan Atman yang memberi daya sehingga lampu/tubuh dapat menyala/bernapas); Kasus C (Acuan telaah: Atman berpindah meninggalkan badan jasmani yang rusak sehingga badan lama kehilangan napas hidup).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat 1 butir simpulan: 'Jelaskan hubungan langsung antara keberadaan Atman dengan napas kehidupan pada makhluk hidup!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat secara eksplisit bahwa Atman berfungsi sebagai sumber/pemberi tenaga hidup (prana) sehingga tanpa kehadiran Atman proses pernapasan dan fungsi hidup badan jasmani berhenti).
Formatif:- Penilaian lisan asesmen awal tentang pemahaman fungsi Atman dan kondisi napas
- Kuis tantangan interaktif Benar/Salah telaah fungsi Atman
- Lembar Kerja Telaah Mandiri 3 kasus fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan bagi makhluk hidup | Belum mampu menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan pada ketiga kasus yang disajikan. | Mampu menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan secara tepat pada 1 dari 3 kasus yang disajikan (Kasus A, Kasus B, atau Kasus C sesuai acuan). | Mampu menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan secara tepat pada 2 dari 3 kasus yang disajikan sesuai acuan. | Mampu menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan secara tepat pada seluruh 3 kasus yang disajikan (Kasus A, B, dan C) sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas praktik pranayama sederhana dan analogi bohlam listrik berhasil memfasilitasi murid memahami fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan secara bermakna?
- Bagian telaah kasus manakah yang paling membutuhkan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Apa hal paling berharga yang saya sadari tentang keterkaitan antara napas yang saya hirup setiap saat dengan keberadaan Atman?
- Bagaimana saya menunjukkan rasa syukur terhadap Atman yang menghidupkan raga saya hari ini?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Menjelaskan hakikat Atman sebagai sumber hidup bagi makhluk hidup
- TP 7.2.2 Mengidentifikasi sifat-sifat Atman dalam ajaran Sraddha dan Bhakti
- TP 7.2.3 Menganalisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia
- TP 7.2.4 Menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan bagi makhluk hidup
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa bersama Gayatri Mantram, serta memeriksa kesiapan fisik dan ruang kelas (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-6 sebagai sesi asesmen sumatif Bab 2 untuk mengukur ketercapaian empat TP melalui dua sesi tugas mandiri: lembar kerja tertulis analisis sifat & lapisan badan Atman, serta unjuk kerja lisan stasiun singkat di meja guru (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai tata tertib pelaksanaan asesmen sumatif, mekanisme pengerjaan lembar kerja tertulis selama 35 menit pertama, serta pembagian nomor antrean giliran unjuk kerja paparan lisan 1 menit di meja guru yang berjalan tertib (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual mengerjakan Lembar Kerja Tertulis Sumatif (Tugas 1) yang memuat: Bagian A (Identifikasi 4 sifat Atman dalam Bhagawadgita: Achadya, Adahya, Akledya, Nitya; opsi pengalih: Awidya, Maya, Prakrti, Asih) dan Bagian B (Analisis hubungan Atman dengan 3 lapisan Tri Sarira [Sthula, Suksma, Antakarana] serta 5 lapisan Panca Maya Kosa [Annamaya, Pranamaya, Manomaya, Wijnanamaya, Anandamaya] sebagai wadah/sarira yang dihidupkan Atman) (35 menit).
- Secara paralel dan bergantian teratur, murid menuju meja guru untuk melaksanakan Tugas 2 (Unjuk Kerja Lisan Stasiun Singkat selama 1 menit per murid) guna menjelaskan hakikat Atman sebagai percikan terkecil Paramatman/Brahman yang menjadi sumber hidup dan menelaah fungsinya sebagai pemberi napas kehidupan (prana) bagi makhluk hidup sesuai acuan materi bab (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh lembar kerja tertulis ke meja guru dan melakukan hening sejenak (pranayama singkat) menyadari proses evaluasi belajar mandiri yang telah diselesaikan dengan jujur (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan integritas seluruh murid dalam menyelesaikan asesmen sumatif tertulis dan lisan bab Atman sebagai sumber hidup (2 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa Parama Santhi 'Om Santih, Santih, Santih, Om' secara khidmat (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Lembar asesmen disajikan dengan teks berformat jelas dan ukuran huruf yang terbaca baik bagi semua murid.
- Proses: Penyediaan akomodasi akses berupa pembacaan instruksi ulang secara perlahan bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah indikator soal, kunci jawaban, maupun rubrik penilaian.
- Produk: Format penyampaian jawaban tertulis dan pemaparan lisan tetap terstandar sesuai rubrik baku asesmen sumatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif bab Atman sebagai sumber hidup.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan unjuk kerja lisan stasiun singkat: lembar kerja analisis tertulis mengenai sifat dan lapisan badan Atman serta rekaman lisan/rubrik paparan singkat hakikat dan fungsi Atman
- tes tertulis dan penugasan terstruktur: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi identifikasi sifat-sifat Atman berdasarkan pustaka suci serta analisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia (Tri Sarira/Panca Maya Kosa) (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian analisis)
- penilaian kinerja paparan lisan bergantian: penjelasan dan simpulan lisan terstruktur selama 1 menit per murid di meja guru secara bergantian mengenai hakikat Atman sebagai sumber hidup serta fungsinya sebagai pemberi napas kehidupan (40 menit / 1,4 menit = 28 murid muat satu kelas penuh) (40 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pemahaman konsep dan penyampaian lisan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis penugasan serentak dan unjuk kerja lisan stasiun singkat: lembar kerja analisis tertulis mengenai sifat dan lapisan badan Atman serta rekaman lisan/rubrik paparan singkat hakikat dan fungsi Atman
- tes tertulis dan penugasan terstruktur: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid berisi identifikasi sifat-sifat Atman berdasarkan pustaka suci serta analisis hubungan Atman dengan raga atau lapisan badan manusia (Tri Sarira/Panca Maya Kosa) (40 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penilaian analisis)
- penilaian kinerja paparan lisan bergantian: penjelasan dan simpulan lisan terstruktur selama 1 menit per murid di meja guru secara bergantian mengenai hakikat Atman sebagai sumber hidup serta fungsinya sebagai pemberi napas kehidupan (40 menit / 1,4 menit = 28 murid muat satu kelas penuh) (40 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pemahaman konsep dan penyampaian lisan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Sifat-Sifat Atman (TP 7.2.2 - Tugas Tertulis Bagian A) | Mengidentifikasi 1 atau tidak ada sifat Atman secara tepat, atau memilih 3-4 opsi pengalih. | Mengidentifikasi 2 dari 4 sifat Atman secara tepat dengan memilih 2 opsi pengalih. (Acuan benar: Achadya [tak terlukai], Adahya [tak terbakar], Akledya [tak terkeringkan], Nitya [kekal/abadi]; Opsi pengalih: Awidya, Maya, Prakrti, Asih). | Mengidentifikasi 3 dari 4 sifat Atman secara tepat dengan maksimal memilih 1 opsi pengalih sesuai acuan daftar sifat Atman. | Mengidentifikasi seluruh 4 sifat Atman secara tepat (Achadya, Adahya, Akledya, Nitya) tanpa memilih opsi pengalih (Awidya, Maya, Prakrti, Asih). | | Analisis Hubungan Atman dengan Lapisan Badan Manusia (TP 7.2.3 - Tugas Tertulis Bagian B) | Analisis belum tepat; keliru mengaitkan kedudukan Atman dengan lapisan Tri Sarira maupun Panca Maya Kosa. | Menganalisis hubungan Atman dengan menyebutkan keterkaitan pada 1 lapisan badan saja (hanya Tri Sarira [Sthula, Suksma, Antakarana] atau hanya sebagian Panca Maya Kosa) dengan penjelasan yang belum lengkap. | Menganalisis hubungan Atman dengan raga secara tepat pada Tri Sarira (Sthula, Suksma, Antakarana) dan Panca Maya Kosa (Annamaya, Pranamaya, Manomaya, Wijnanamaya, Anandamaya) sebagai sarira/wadah yang digerakkan oleh Atman. | Menganalisis secara komprehensif, tepat, dan mendalam hubungan Atman sebagai sumber penggerak utama bagi keseluruhan lapisan Tri Sarira dan kelima lapisan Panca Maya Kosa beserta fungsi keterikatannya saat hidup. | | Penjelasan Hakikat Atman sebagai Sumber Hidup (TP 7.2.1 - Tugas Lisan) | Belum mampu menjelaskan hakikat Atman sebagai sumber hidup atau penjelasan menyimpang dari ajaran Sraddha. | Menjelaskan hakikat Atman secara terbatas (hanya menyebut Atman ada di dalam tubuh tanpa mengaitkan dengan Brahman/sumber hidup). | Menjelaskan hakikat Atman secara tepat sesuai konsep Sraddha: Atman adalah percikan sinar suci terkecil dari Brahman/Paramatman yang menghidupkan sarira makhluk hidup. | Menjelaskan hakikat Atman secara runtut, tepat, dan mendalam sebagai percikan Brahman (Brahman Atman Aikyam) yang esensial sebagai sumber utama kehidupan seluruh makhluk hidup. | | Telaah Fungsi Atman sebagai Pemberi Napas Kehidupan (TP 7.2.4 - Tugas Lisan) | Belum mampu menelaah fungsi Atman sebagai pemberi napas kehidupan pada makhluk hidup. | Menelaah fungsi Atman sebatas menyebutkan Atman membuat makhluk bernapas tanpa menguraikan peran prana dan dampak kepergian Atman dari raga. | Menelaah fungsi Atman secara tepat sebagai penggerak tenaga prana (napas kehidupan) yang apabila Atman meninggalkan badan jasmani, raga menjadi mati/rusak (mati). | Menelaah secara mendalam dan kritis fungsi Atman sebagai pengendali napas kehidupan (prana), pertanggungjawaban karmawasana, dan sumber dinamisasi seluruh indria pada raga makhluk hidup. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit tertulis dan 30 menit stasiun lisan efektif mencakup seluruh murid kelas 7?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid pada keterkaitan antara Atman dengan lapisan Tri Sarira dan Panca Maya Kosa berdasarkan hasil asesmen sumatif?
Murid:- Bagian mana dari asesmen tertulis dan lisan bab Atman ini yang paling mudah dan paling menantang bagi saya?
- Bagaimana pemahaman tentang Atman sebagai sumber hidup mempengaruhi rasa syukur dan perilaku saya sehari-hari terhadap sesama makhluk ciptaan Sang Hyang Widhi?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021 (Bab 2 Halaman 32-35)
- Gambar ilustrasi analogi Genset, Kabel Listrik, dan Lampu Bohlam
- Kitab Suci Bhagavadgita (khususnya Adhyaya X Sloka 20)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek RI, 2021, Bab 2)
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek RI, 2021)
- Kitab Bhagawadgita (khususnya Bab II sloka 23-25)
- Set kartu pasangan istilah dan makna sifat-sifat Atman
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2021
- Bagan/Ilustrasi Analogi Kereta dan Kusir (Tri Sarira & Atman)
- Lembar Kerja Analisis Hubungan Atman dan Tri Sarira
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021)
- Bagan visual konsentris Panca Maya Kosa dan seperangkat kartu tebak lapisan Panca Maya Kosa
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek 2021, Bab 2)
- Kitab Bhagawadgita (khususnya sloka II.22)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Telaah Kasus Fungsi Atman
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2021) Bab 2: Ātmān Sebagai Sumber Hidup
- Kitab Bhagawadgita (khususnya Adhyaya II)
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 2 (Instrumen Tertulis dan Rubrik Unjuk Kerja Lisan)
|