Modul AjarBab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 7 Bab 1: Upaweda

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 7 untuk Bab 1 "Upaweda", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 7 Bab 1: Upaweda

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 7

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 1 — Upaweda

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 1 — Upaweda
Alokasi Waktu12 JP (12 x 40 menit = 480 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.1.1 Menjelaskan pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup
  2. TP 7.1.2 Mengidentifikasi kedudukan ajaran Kitab Upaweda dalam pengelompokan Weda
  3. TP 7.1.3 Menguraikan bagian-bagian ajaran Kitab Upaweda
  4. TP 7.1.4 Menerapkan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa arti kata Upaweda berdasarkan asal katanya (etimologi)?
  2. Mengapa ajaran Kitab Upaweda penting dijadikan pedoman hidup bagi umat Hindu?
  3. Di manakah posisi Kitab Upaweda dalam pengelompokan besar Kitab Suci Weda?
  4. Apakah Upaweda tergolong ke dalam kelompok Weda Sruti atau Weda Smrti?
  5. Mengapa kisah kepahlawanan Ramayana dan Mahabharata digolongkan ke dalam kelompok Itihasa dalam Kitab Upaweda?
  6. Apa perbedaan pokok antara uraian sejarah kepahlawanan dalam Itihasa dan kumpulan cerita kuno penciptaan alam semesta dalam Purana?
  7. Selain kisah kepahlawanan seperti Mahabharata dan Ramayana, kitab Upaweda apa sajakah yang mengatur ilmu tata negara, ilmu pengobatan, seni pertunjukan, dan keselarasan rasa?
  8. Bagaimana ajaran Kitab Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, dan Kamasastra dapat saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia?
  9. Bagaimana kisah Rama dan Pandawa dalam Itihasa dapat menjadi teladan tindakan kita saat menghadapi cobaan sehari-hari?
  10. Mengapa menjaga kesehatan fisik menurut ajaran Ayurweda dan menaati aturan hidup bermasyarakat termasuk wujud penerapan Upaweda?
  11. Bagaimana pemahaman terhadap Kitab Upaweda menuntun kita dalam berpikir, berkata, dan berbuat bajik setiap hari?
  12. Mengapa penting bagi seorang murid untuk mengukur penguasaan pengetahuannya tentang kodifikasi dan nilai luhur Upaweda secara mandiri dan jujur?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Pengertian Ajaran Kitab Upaweda sebagai Pedoman Hidup — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.1 Menjelaskan pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu', memimpin doa bersama Gayatri Mantram, mengecek kehadiran, serta mengondisikan kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan arti kata 'Upa' dan 'Weda'! (acuan: 'Upa' = dekat, 'Weda' = pengetahuan suci/kitab suci); (2) Apakah Upaweda tergolong kitab suci yang menuntun kehidupan? (acuan: ya, karena bersumber dari kebenaran Weda untuk pedoman bertindak/pedoman hidup) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan membaca teks pada Buku Siswa halaman 3-4 mengenai pengertian etimologis Upaweda ('Upa' = dekat, 'Weda' = pengetahuan suci/kitab suci; secara etimologi berarti dekat dengan pengetahuan suci) serta sloka Manava Dharmasastra Bab II.10 yang menegaskan bahwa kitab suci merupakan sumber dharma yang menjadi pedoman hidup (15 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan kuis tebak kartu etimologi Upaweda secara menyenangkan: mencocokkan potongan kartu kata 'Upa', 'Weda', dan maknanya, lalu membacakan maknanya secara bergantian (acuan: Upa berpasangan dengan dekat; Weda berpasangan dengan pengetahuan suci/kitab suci; Upaweda berpasangan dengan dekat dengan pengetahuan suci) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja berisi 3 butir pertanyaan untuk menjelaskan pengertian Upaweda sebagai pedoman hidup: (1) Jelaskan arti kata Upaweda secara etimologis (acuan: berasal dari kata 'Upa' yang artinya dekat dan 'Weda' yang artinya pengetahuan suci, sehingga berarti dekat dengan pengetahuan suci); (2) Jelaskan kedudukan pengertian Upaweda berdasarkan sloka Manava Dharmasastra Bab II.10 (acuan: Upaweda merupakan bagian dari Smrti yang bersumber dari Weda dan berfungsi sebagai sumber dharma/kebenaran); (3) Jelaskan mengapa ajaran Kitab Upaweda dijadikan pedoman hidup umat Hindu (acuan: karena Upaweda menguraikan nilai-nilai kebenaran suci Weda secara lebih aplikatif dan dekat dengan kehidupan manusia untuk menuntun perilaku menuju kebajikan) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru membahas jawaban dari ketiga pertanyaan lembar kerja dan murid melakukan pengecekan mandiri terhadap penjelasan yang telah ditulisnya (10 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan intisari materi pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup (5 menit).
  • Guru menyampaikan tindak lanjut untuk membaca pengantar kedudukan Upaweda pada pertemuan berikutnya, mengakhiri pembelajaran dengan Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' dan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu kata kunci (Upa, Weda, dekat, pengetahuan suci, pedoman hidup, Manava Dharmasastra II.10) bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan terstruktur berupa kalimat pemandu saat menyusun penjelasan, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diminta menuliskan penjelasan secara mandiri dan komprehensif tanpa kalimat pemandu.
  • Produk: Semua murid menghasilkan penjelasan tertulis mengenai pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan: (1) Sebutkan arti kata 'Upa' dan 'Weda'! (acuan: 'Upa' = dekat, 'Weda' = pengetahuan suci/kitab suci); (2) Apakah Upaweda tergolong pedoman hidup? (acuan: ya, karena bersumber dari kebenaran Weda untuk menuntun perilaku/dharma manusia).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid pada kuis pencocokan kartu etimologi (acuan pasangan: Upa = dekat, Weda = pengetahuan suci, Upaweda = dekat dengan pengetahuan suci).
  • Pemeriksaan lembar kerja penjelasan pengertian Upaweda dengan 3 butir acuan: (1) arti etimologis Upaweda, (2) Upaweda berdasarkan Manava Dharmasastra II.10 sebagai sumber dharma, (3) alasan Upaweda dijadikan pedoman hidup.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir melalui perumusan 1 kesimpulan tertulis: 'Jelaskan dalam 1 paragraf pengertian Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup!' (Kriteria penerimaan: penjelasan memuat minimal 2 unsur, yaitu makna dekat dengan pengetahuan suci dan perannya sebagai sumber kebenaran/penuntun perilaku hidup manusia).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran
  • Kuis tebak pasangan kartu etimologi Upaweda
  • Tugas tertulis menjelaskan pengertian Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Pengertian Kitab Upaweda sebagai Pedoman HidupMenjelaskan kurang dari 2 butir pertanyaan pada lembar kerja secara tepat, atau penjelasan belum memuat arti etimologi maupun alasan Upaweda sebagai pedoman hidup.Menjelaskan tepat 2 dari 3 butir pertanyaan pada lembar kerja sesuai daftar acuan (memuat arti etimologis dan salah satu dari sloka Manava Dharmasastra II.10 atau alasan Upaweda sebagai pedoman hidup) dengan bimbingan guru.Menjelaskan seluruh 3 butir pertanyaan pada lembar kerja secara tepat sesuai daftar acuan (arti etimologis, rujukan Manava Dharmasastra II.10 sebagai sumber dharma, dan alasan Upaweda sebagai pedoman hidup) secara mandiri.Menjelaskan seluruh 3 butir pertanyaan pada lembar kerja secara tepat sesuai daftar acuan serta mampu menguraikan keterkaitan antara makna etimologis dan penerapannya sebagai pedoman hidup secara runtut dan utuh.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid telah mampu menjelaskan pengertian Upaweda baik secara etimologi maupun fungsinya sebagai pedoman hidup?
  • Bagian kegiatan mana yang paling membantu murid memahami makna ajaran Upaweda?

Murid:

  • Apa arti kata Upaweda yang telah saya pelajari hari ini?
  • Mengapa ajaran Upaweda penting saya jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Kedudukan Ajaran Kitab Upaweda dalam Pengelompokan Kodifikasi Weda — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.2 Mengidentifikasi kedudukan ajaran Kitab Upaweda dalam pengelompokan Weda

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (2 menit).
  • Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan untuk memetakan pemahaman awal: 'Sebutkan 2 kelompok besar kodifikasi Weda!' (acuan jawaban benar: Weda Sruti dan Weda Smrti) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi kedudukan ajaran Kitab Upaweda dalam bagan kodifikasi Weda (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati bagan pohon kodifikasi Weda yang ditampilkan guru di papan tulis, memperlihatkan cabang utama Weda Sruti (Mantra, Brahmana, Upanisad) dan Weda Smrti (Wedangga, Upaweda) (10 menit).
  • Murid bersama guru membaca teks Buku Siswa halaman 24-25 tentang kodifikasi Weda untuk menemukan kedudukan Upaweda sebagai bagian dari Weda Smrti (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid membentuk kelompok berpasangan untuk memainkan tantangan sortir kartu 'Bagan Kodifikasi Weda', di mana murid menempelkan 6 kartu label pada posisi bagan rumpang: (1) Weda, (2) Sruti, (3) Smrti, (4) Wedangga, (5) Upaweda, (6) Mantra (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi untuk melengkapi 4 butir pernyataan kedudukan: Butir 1: 'Secara garis besar Weda dibagi menjadi 2 kelompok yaitu... dan...' (Kunci: Sruti dan Smrti); Butir 2: 'Upaweda berkedudukan di dalam kelompok Weda...' (Kunci: Smrti); Butir 3: 'Pasangan cabang dari Upaweda dalam kelompok Smrti adalah...' (Kunci: Wedangga); Butir 4: 'Mantra, Brahmana, dan Upanisad termasuk dalam kelompok Weda...' (Kunci: Sruti) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil pengelompokan bagan bersama teman sebangku berdasarkan kunci verifikasi yang ditampilkan guru, lalu menandai ketepatan kedudukan Upaweda yang telah diidentifikasi (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan inti materi bahwa kedudukan Upaweda berada di bawah kelompok Weda Smrti berdampingan dengan Wedangga (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan mengucapkan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bagan dengan petunjuk visual kode warna bagi murid yang membutuhkan bimbingan, serta bagan struktur hierarkis lengkap tanpa warna bagi murid yang siap tantangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan mendapat panduan bertahap saat memasangkan kartu label cabang Weda, sedangkan murid yang cepat langsung menyusun bagan rumpang secara mandiri.
  • Produk: Format penyajian lembar identifikasi bagan kodifikasi dapat dilengkapi dengan diagram alur panah atau tabel klasifikasi hierarki.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 2 pembagian besar kodifikasi Kitab Suci Weda!' (Acuan jawaban benar: Weda Sruti dan Weda Smrti).

Proses:

  • Tugas mandiri Lembar Kerja Identifikasi 4 butir pernyataan kedudukan Upaweda dalam kodifikasi Weda. Butir 1: 'Secara garis besar Weda dibagi menjadi 2 kelompok yaitu ... dan ...' (Kunci: Sruti dan Smrti); Butir 2: 'Upaweda berkedudukan di dalam kelompok Weda ...' (Kunci: Smrti); Butir 3: 'Pasangan cabang dari Upaweda dalam kelompok Smrti adalah ...' (Kunci: Wedangga); Butir 4: 'Mantra, Brahmana, dan Upanisad termasuk dalam kelompok Weda ...' (Kunci: Sruti).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 1 butir cepat di akhir sesi: 'Di dalam kelompok Weda manakah Upaweda dikodifikasikan, apakah Sruti atau Smrti?' (Acuan jawaban benar: Smrti).

Formatif:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di pendahuluan
  • Observasi unjuk kerja permainan sortir kartu bagan kodifikasi
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi 4 butir kedudukan Upaweda

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Kedudukan Upaweda dalam Kodifikasi WedaMengidentifikasi dengan tepat 0-1 butir dari 4 butir pernyataan lembar kerja kedudukan Upaweda (Acuan kunci butir 1-4: Sruti & Smrti; Smrti; Wedangga; Sruti).Mengidentifikasi dengan tepat 2 butir dari 4 butir pernyataan lembar kerja kedudukan Upaweda (Acuan kunci butir 1-4: Sruti & Smrti; Smrti; Wedangga; Sruti).Mengidentifikasi dengan tepat 3 butir dari 4 butir pernyataan lembar kerja kedudukan Upaweda (Acuan kunci butir 1-4: Sruti & Smrti; Smrti; Wedangga; Sruti).Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 butir pernyataan lembar kerja kedudukan Upaweda secara mandiri (Acuan kunci butir 1-4: Sruti & Smrti; Smrti; Wedangga; Sruti).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu bagan memudahkan murid mengidentifikasi cabang kedudukan Upaweda?
  • Apakah alokasi waktu 80 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk menguasai posisi kodifikasi Weda?

Murid:

  • Bagian mana dari bagan kodifikasi Weda yang paling mudah kamu ingat kedudukannya?
  • Apakah kamu sudah memahami dengan jelas bahwa Upaweda merupakan bagian dari Weda Smrti?

Pertemuan 3 — Menguraikan Bagian-Bagian Ajaran Kitab Upaweda Kelompok Itihasa dan Purana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.3 Menguraikan bagian-bagian ajaran Kitab Upaweda

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguraikan bagian-bagian Kitab Upaweda khususnya kelompok Itihasa dan Purana (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 2 wiracarita besar yang termasuk kelompok Itihasa! (acuan: Ramayana dan Mahabharata); (2) Berapa jumlah kitab Maha Purana yang dihimpun oleh Rsi Wyasa? (acuan: 18 Purana) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan interaktif guru mengenai kedudukan Itihasa (wiracarita/sejarah kepahlawanan yang terbagi menjadi Ramayana dengan 7 Kanda dan Mahabharata dengan 18 Parwa) serta Purana (cerita kuno mitologi, silsilah raja/resi, penciptaan alam semesta yang terbagi menjadi 18 Maha Purana) (15 menit).
  • Secara berpasangan, murid memainkan tantangan cepat kartu sortir 'Cocokkan Kelompok Upaweda' berisi 6 kartu bagian: Kartu 1 'Bala Kanda', Kartu 2 'Adi Parwa', Kartu 3 'Ayodhya Kanda', Kartu 4 'Bhagawata Purana', Kartu 5 'Bhisma Parwa', Kartu 6 'Wisnu Purana'. Murid memilahnya ke dalam 3 wadah: Ramayana (Kartu 1, 3), Mahabharata (Kartu 2, 5), dan Purana (Kartu 4, 6) (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid bekerja mandiri mengerjakan Lembar Kerja Uraian Itihasa dan Purana yang berisi 4 butir penugasan tertulis: (1) Menguraikan pembagian Itihasa Ramayana yang terdiri dari 7 Kanda (Bala, Ayodhya, Aranyaka, Kiskindha, Sundara, Yuddha, Uttara Kanda); (2) Menguraikan isi pokok epos Mahabharata dan menyebutkan 3 parwa utamanya (acuan: Adi Parwa, Sabha Parwa, Bhisma Parwa); (3) Menguraikan pengertian Kitab Purana beserta pembagian 18 Maha Purana berdasarkan tri guna; (4) Menguraikan perbedaan karakteristik naskah Itihasa (catatan peristiwa kepahlawanan nyata di masa lampau) dan Purana (kumpulan cerita mitologi kosmis dan tradisi kuno) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dengan mencocokkan pada acuan kunci uraian, kemudian murid menandai sendiri konsep pembagian Itihasa dan Purana yang sudah dipahami dan yang masih perlu dipelajari ulang (10 menit).

Penutup:

  • Murid dibimbing guru merumuskan simpulan pembelajaran bahwa Upaweda kelompok Itihasa dan Purana merupakan uraian pustaka suci yang membumikan nilai Weda melalui sejarah kepahlawanan dan cerita kuno (6 menit).
  • Guru memberikan informasi tindak lanjut materi pertemuan berikutnya mengenai Upaweda kelompok Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, dan Kamasastra, lalu menutup pertemuan dengan doa dan Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan silsilah 7 Kanda dan daftar nama 18 Maha Purana sebagai panduan, sedangkan murid mahir mengkaji perincian parwa penting seperti Bhisma Parwa (kandungan Bhagawadgita).
  • Proses: Murid pemula dibimbing secara terstruktur dalam mengelompokkan kanda dan parwa, murid yang sudah mahir menguraikan secara mandiri perbedaan sistematika isi antara Itihasa dan Purana.
  • Produk: Uraian disajikan dalam bentuk tabel perbandingan atau bagan alur uraian sesuai tingkat kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan materi: (1) Sebutkan 2 wiracarita besar yang termasuk kelompok Itihasa! (acuan: Ramayana dan Mahabharata); (2) Berapa jumlah kitab Maha Purana yang dihimpun oleh Rsi Wyasa? (acuan: 18 Purana).

Proses:

  • Observasi ketepatan murid memilah 6 kartu sortir: Kartu 1 'Bala Kanda' -> Ramayana; Kartu 2 'Adi Parwa' -> Mahabharata; Kartu 3 'Ayodhya Kanda' -> Ramayana; Kartu 4 'Bhagawata Purana' -> Purana; Kartu 5 'Bhisma Parwa' -> Mahabharata; Kartu 6 'Wisnu Purana' -> Purana.

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan hasil kerja lembar uraian mandiri dengan 4 butir target: (1) Menguraikan 7 Kanda Ramayana secara lengkap (Bala, Ayodhya, Aranyaka, Kiskindha, Sundara, Yuddha, Uttara Kanda); (2) Menguraikan Mahabharata dan menyebutkan minimal 3 parwa (Adi, Sabha, Wana, Wirata, Udyoga, Bhisma, Drona, Karna, Salya, Sauptika, Stri, Santi, Anusasana, Aswamedhika, Asramawasika, Mausala, Mahaprastanikha, Swargarohanika Parwa); (3) Menguraikan pembagian Purana (18 Maha Purana kelompok Satwika, Rajasika, Tamasika); (4) Menguraikan 1 perbedaan pokok karakteristik Itihasa (wiracarita/sejarah nyata masa lalu) dan Purana (kumpulan mitologi kuno/penciptaan alam).

Formatif:

  • Penilaian proses mencocokkan kartu sortir bagian Itihasa dan Purana
  • Penilaian tertulis lembar kerja uraian bagian Kitab Upaweda kelompok Itihasa dan Purana

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguraikan bagian Kitab Upaweda kelompok Itihasa (Ramayana dan Mahabharata)Belum mampu menguraikan bagian Itihasa (hanya menyebutkan nama Ramayana atau Mahabharata tanpa rincian kanda/parwa sama sekali).Mampu menguraikan 1 sampai 3 kanda Ramayana dan 1 parwa Mahabharata secara tepat sesuai acuan.Mampu menguraikan 4 sampai 6 kanda Ramayana serta menyebutkan 2 parwa Mahabharata secara tepat sesuai acuan.Mampu menguraikan seluruh 7 kanda Ramayana secara lengkap dan menyebutkan minimal 3 parwa Mahabharata secara tepat mandiri sesuai acuan.
Menguraikan bagian Kitab Upaweda kelompok PuranaBelum mampu menguraikan hakikat Kitab Purana dan pembagian 18 Maha Purana.Mampu menguraikan pengertian Purana namun keliru atau belum mampu menguraikan pengelompokan 18 Maha Purana.Mampu menguraikan pengertian Purana dan menyebutkan jumlah 18 Maha Purana beserta 1 kelompok pembagiannya (Satwika/Rajasika/Tamasika) secara tepat.Mampu menguraikan pengertian Purana, jumlah 18 Maha Purana, ketiga kelompok pembagiannya (Satwika, Rajasika, Tamasika), serta membedakannya dari Itihasa secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kartu sortir efektif membantu murid membedakan bagian antara Kanda Ramayana, Parwa Mahabharata, dan Purana?
  • Bagian mana dari uraian 18 Maha Purana yang paling membutuhkan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah saya sudah dapat menyebutkan dan menguraikan 7 Kanda dalam Kitab Ramayana?
  • Apa hal paling menarik yang saya pelajari tentang perbedaan naskah Itihasa dan Purana hari ini?

Pertemuan 4 — Menguraikan Bagian-Bagian Ajaran Kitab Upaweda Kelompok Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, dan Kamasastra — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.3 Menguraikan bagian-bagian ajaran Kitab Upaweda

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', memimpin doa bersama, memeriksa presensi kehadiran, serta memastikan kesiapan fisik dan mental murid untuk belajar (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan pengetahuan mengenai empat cabang Upaweda melalui tanya jawab lisan menggunakan 4 pertanyaan: (1) Kitab apa yang memuat ilmu kepemimpinan dan pemerintahan? [Acuan: Arthasastra]; (2) Kitab apa yang memuat ilmu pengobatan tradisional dan kesehatan holistik? [Acuan: Ayurweda]; (3) Kitab apa yang membahas seni suara, musik, dan tari? [Acuan: Gandharwaweda]; (4) Kitab apa yang membahas seni keindahan, cinta kasih, dan estetika rasa? [Acuan: Kamasastra] (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menguraikan bagian-bagian ajaran Kitab Upaweda kelompok Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, dan Kamasastra beserta cakupan isi pokoknya masing-masing (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak paparan ringkas dan membaca Buku Siswa materi bagian Upaweda yang menguraikan konsep pokok 4 kelompok kitab: Arthasastra (kitab ilmu pemerintahan, tata negara, kepemimpinan oleh Kautilya/Canakya), Ayurweda (kitab ilmu kedokteran dan pengobatan alternatif oleh Maharsi Caraka dan Susruta), Gandharwaweda (kitab seni musik, tembang keagamaan, dan tari oleh Maharsi Bharata), serta Kamasastra (kitab estetika rasa, seni bercinta, dan keselarasan rumah tangga oleh Maharsi Watsyayana) (15 menit).
  • Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Cocok Kartu Upaweda' yang menggembirakan: mencocokkan 4 kartu nama kitab dengan 4 kartu cakupan bidang ilmu. Kartu A: Arthasastra dipasangkan dengan Kartu 1: 'Ilmu ketatanegaraan dan ekonomi politik'; Kartu B: Ayurweda dipasangkan dengan Kartu 2: 'Ilmu pengobatan holistik dan menjaga kesehatan tubuh'; Kartu C: Gandharwaweda dipasangkan dengan Kartu 3: 'Pengetahuan seni pertunjukan, nada suara, dan tetabuhan'; Kartu D: Kamasastra dipasangkan dengan Kartu 4: 'Ilmu estetika rasa, seni menikmati keindahan dan keharmonisan'. Pasangan acuan: A-1, B-2, C-3, D-4 (10 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid bergabung dalam kelompok kecil (terdiri atas 3-4 murid) untuk mengerjakan lembar uraian terstruktur mengenai 4 cabang Upaweda: Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, dan Kamasastra. Setiap kelompok bertugas menguraikan minimal 3 aspek kunci pada masing-masing kitab: (a) arti/definisi istilah, (b) fokus isi/bidang bahasan, dan (c) tokoh Maharsi penyusun atau kitab rujukannya (15 menit).
  • Setiap kelompok saling bertukar lembar uraian secara silang dan melakukan verifikasi bersama dengan bimbingan guru menggunakan acuan kunci jawaban lengkap (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara hening dan berkesadaran merenungkan keterkaitan antara keempat ajaran kitab suci Upaweda tersebut: keteraturan tatanan masyarakat (Arthasastra), kesehatan fisik-mental (Ayurweda), kehalusan budi lewat seni (Gandharwaweda), dan keharmonisan relasi kemanusiaan (Kamasastra) sebagai penuntun keutuhan hidup (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan dan penegasan bahwa keempat kitab Upaweda ini membuktikan kelengkapan ajaran Hindu dalam mengelola kehidupan praktis duniawi menuju keharmonisan spiritual (5 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat akhir pertemuan, menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan ke-5 tentang penerapan ajaran Upaweda dalam perilaku sehari-hari, dan menutup kegiatan dengan melantunkan Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan dengan tabel kata kunci pemantik (misal kata kunci: pengobatan, pemerintahan, musik, keindahan), sedangkan murid yang berkemampuan lebih tinggi diberikan lembar telaah dengan teks uraian lanjutan yang mencakup nama kitab-kitab bagian (misal Caraka Samhita, Natyasastra, Arthasastra Kautilya).
  • Proses: Pada murid yang belum lancar menguraikan, guru memberikan bimbingan langsung (scaffolding) dengan mengajukan pertanyaan terarah per kitab, sementara murid yang mahir secara mandiri menguraikan rincian cabang keilmuan keempat kitab.
  • Produk: Uraian hasil kerja dapat dituangkan dalam bentuk bagan rincian berkolom terstruktur atau peta konsep analitis yang memuat perincian keempat kelompok kitab.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 4 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) Kitab apa yang memuat ilmu kepemimpinan dan tata pemerintahan? [Kunci acuan: Arthasastra]; (2) Kitab apa yang memuat ilmu pengobatan tradisional dan kesehatan tubuh? [Kunci acuan: Ayurweda]; (3) Kitab apa yang membahas seni suara, musik, dan tari? [Kunci acuan: Gandharwaweda]; (4) Kitab apa yang membahas seni keindahan, estetika rasa, dan kasih sayang? [Kunci acuan: Kamasastra]. Kriteria: murid yang menjawab benar minimal 3 butir siap lanjut tanpa scaffolding intensif.

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan diskusi dan ketepatan pengisian lembar kerja penguraian 4 cabang Upaweda. Acuan rincian uraian: (1) Arthasastra: memuat ilmu pemerintahan/tata negara, ekonomi, kepemimpinan (tokoh: Kautilya/Canakya); (2) Ayurweda: memuat ilmu kedokteran, pengobatan herbal/alami, kesehatan jasmani-rohani (tokoh/kitab: Maharsi Caraka/Caraka Samhita, Maharsi Susruta/Susruta Samhita); (3) Gandharwaweda: memuat ilmu seni musik, kidung keagamaan, tari, dan drama/pertunjukan (tokoh/kitab: Maharsi Bharata/Natyasastra); (4) Kamasastra: memuat ilmu estetika, seni keindahan, keharmonisan relasi rasa/cinta kasih (tokoh/kitab: Maharsi Watsyayana/Kamasutra).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pembelajaran berisi 4 butir uraian ringkas mandiri: (1) Uraikan pokok isi Kitab Arthasastra! [Acuan jawaban: membahas ilmu tata negara, pemerintahan, ekonomi politik, dan kepemimpinan]; (2) Uraikan pokok isi Kitab Ayurweda! [Acuan jawaban: membahas ilmu kedokteran, penyembuhan penyakit, pemeliharaan kesehatan holistik, dan ramuan obat herbal]; (3) Uraikan pokok isi Kitab Gandharwaweda! [Acuan jawaban: membahas seni musik, tata vokal tembang rohani, seni tari, dan seni pertunjukan]; (4) Uraikan pokok isi Kitab Kamasastra! [Acuan jawaban: membahas ilmu estetika rasa, keindahan, keharmonisan relasi cinta kasih dalam rumah tangga]. Kriteria ketercapaian: tepat menguraikan minimal 3 dari 4 kitab sesuai cakupan acuan jawaban.

Formatif:

  • Penilaian proses keterlibatan kerja kelompok dalam menguraikan 4 cabang Upaweda
  • Pemeriksaan lembar kerja uraian bagian-bagian ajaran Upaweda (Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, Kamasastra) dengan panduan kunci acuan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguraikan pokok isi Kitab ArthasastraBelum mampu menyebutkan pokok isi Kitab Arthasastra atau uraian keliru di luar bahasan ilmu tata negara/pemerintahan/ekonomi.Mampu menyebutkan bidang bahasan Kitab Arthasastra secara terbatas (misal hanya menyebut kata 'pemerintahan') tanpa menguraikan konsep kepemimpinan maupun tatanan ekonominya.Mampu menguraikan pokok isi Kitab Arthasastra secara tepat mencakup ilmu ketatanegaraan, tata kelola pemerintahan, dan ekonomi/kepemimpinan sesuai acuan materi.Mampu menguraikan secara komprehensif pokok isi Kitab Arthasastra mencakup ilmu ketatanegaraan, sistem kepemimpinan, perekonomian, serta menyebutkan tokoh pelopornya (Kautilya/Canakya) secara tepat dan mandiri.
Menguraikan pokok isi Kitab AyurwedaBelum mampu menyebutkan isi Kitab Ayurweda atau uraian sama sekali tidak terkait dengan bidang kesehatan/kedokteran.Menyebutkan Kitab Ayurweda sebatas kitab obat-obatan tanpa mampu menguraikan aspek pemeliharaan kesehatan tubuh secara luas.Mampu menguraikan pokok isi Kitab Ayurweda secara tepat mencakup ilmu kedokteran, pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan holistik jasmani-rohani, dan sistem pengobatan alami.Mampu menguraikan secara rinci dan tepat pokok isi Kitab Ayurweda sebagai ilmu kedokteran/kesehatan holistik serta mengaitkannya dengan rujukan Samhita (Caraka/Susruta) secara mandiri.
Menguraikan pokok isi Kitab Gandharwaweda dan KamasastraBelum mampu menguraikan pokok isi Kitab Gandharwaweda maupun Kamasastra dengan tepat.Hanya mampu menguraikan salah satu kitab (Gandharwaweda saja atau Kamasastra saja) dengan benar, sementara kitab lainnya keliru.Mampu menguraikan kedua kitab secara tepat: Gandharwaweda mencakup seni suara/musik, tembang keagamaan, dan tari; Kamasastra mencakup ilmu estetika rasa, keindahan, dan keharmonisan relasi kasih sayang.Mampu menguraikan kedua kitab secara mendalam, lengkap dengan tokoh atau pustaka penyusunnya (Maharsi Bharata/Natyasastra untuk Gandharwaweda; Maharsi Watsyayana untuk Kamasastra) dengan bahasa yang runtut dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu selama kuis berpasangan dan diskusi penguraian 4 kitab Upaweda berjalan efisien dan terarah?
  • Apakah seluruh murid telah mampu membedakan dan menguraikan secara jelas fokus isi dari Kitab Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, dan Kamasastra?
  • Langkah scaffolding apa yang paling efektif bagi murid yang masih tertukar dalam menguraikan cakupan cabang-cabang Upaweda ini?

Murid:

  • Bagian isi kitab Upaweda manakah di antara Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, atau Kamasastra yang paling menarik minat belajarku?
  • Mengapa menurutmu ajaran Hindu juga mengatur ilmu kesehatan (Ayurweda) dan kesenian (Gandharwaweda), bukan hanya doa semata?
  • Bagian mana dari keempat kitab Upaweda ini yang penjelasannya masih terasa sulit untuk kuuraikan sendiri?

Pertemuan 5 — Menerapkan Ajaran Kitab Upaweda dalam Perilaku Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.4 Menerapkan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama Tri Sandhya atau doa belajar (3 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid serta menyampaikan topik pembelajaran hari ini, yaitu menerapkan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku kehidupan sehari-hari (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Bila berpedoman pada kisah Itihasa Rama, apa tindakan konkret yang kalian lakukan saat diperintah orang tua?' (acuan: menaati dan menghormati orang tua tanpa membantah); (2) 'Menurut ajaran Ayurweda, apa tindakan harian untuk menjaga tubuh?' (acuan: menjaga pola makan sehat, menjaga kebersihan, beristirahat cukup) untuk memetakan kesiapan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks ringkas pada buku siswa mengenai contoh-contoh tindakan konkret dalam kehidupan sehari-hari yang bersumber dari cabang Upaweda: Itihasa (kesetiaan dan kejujuran), Purana (ketaatan bersembahyang/berdoa), Ayurweda (pola makan bersih/sehat dan kebugaran tubuh), serta Arthasastra (disiplin mematuhi aturan dan tata tertib) (10 menit).
  • Guru memberikan penguatan konsep bahwa ajaran Upaweda bukan sekadar teks bacaan melainkan pedoman tingkah laku nyata yang menuntun tindakan manusia menuju dharma (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru menyajikan permainan berpasangan interaktif 'Tantangan Kartu Skenario Upaweda' yang menyenangkan di mana setiap pasangan murid menerima 4 kartu kasus/skenario kehidupan nyata: Skenario 1: 'Kadek diajak teman membolos kelas dan berbohong kepada guru'; Skenario 2: 'Wayan sering begadang bermain game hingga lemas dan malas makan sayur'; Skenario 3: 'Putu melihat temannya diejek dan merasa ragu untuk membela kebenaran'; Skenario 4: 'Made tergoda melanggar rambu lalu lintas saat mengendarai sepeda karena jalanan sepi' (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid menyelesaikan tantangan dengan menerapkan ajaran cabang Upaweda yang tepat pada keempat skenario tersebut dengan menuliskan tindakan solusi konkret: Kartu 1 mengaplikasikan ajaran Itihasa/Satya (menolak ajakan teman secara tegas dan berkata jujur kepada guru); Kartu 2 mengaplikasikan ajaran Ayurweda (mengatur jam istirahat dan mengonsumsi makanan bergizi seimbang); Kartu 3 mengaplikasikan ajaran Itihasa/Dharma (membela kebenaran dan menolong teman yang terzalimi); Kartu 4 mengaplikasikan ajaran Arthasastra/Diti (menaati aturan keselamatan dan hukum yang berlaku) (10 menit).
  • Guru berkeliling mengobservasi pengerjaan murid, memberikan bimbingan bagi yang mengalami kesulitan mencocokkan tindakan dengan cabang Upaweda, dan memverifikasi ketepatan penerapan solusi tindakan murid (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Dua perwakilan pasangan membacakan solusi penerapan tindakan untuk skenario yang ditentukan, dan murid lainnya mencocokkan solusi dengan acuan yang dibimbing oleh guru (10 menit).
  • Murid merenungkan dan menuliskan satu komitmen tindakan pribadi pada lembar kerja refleksi: 'Satu perilaku sehari-hari berlandaskan Upaweda yang akan saya biasakan mulai hari ini' (acuan kriteria: menyebutkan tindakan konkret etis/sehat yang selaras dengan nilai cabang Upaweda) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menarik kesimpulan bersama mengenai wujud nyata penerapan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku harian keluarga, sekolah, dan masyarakat (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian kegiatan penerapan hari ini dan mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Sumatif Bab 1 pada pertemuan berikutnya (5 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan parama santih: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan kata kunci pembantu (misal: label cabang Upaweda tertera di kartu); murid yang mahir diberikan skenario kompleks tanpa bantuan label.
  • Proses: Bagi murid yang belum mandiri, guru memberikan scaffolding bertahap dengan mendiskusikan skenario 1 terlebih dahulu bersama kelompok kecil sebelum mengerjakan kartu berikutnya.
  • Produk: Semua murid menghasilkan analisis tindakan penerapan pada 4 kartu skenario yang sama, dengan variasi kedalaman uraian argumentasi tindakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan penerapan: (1) Tindakan berbakti kepada orang tua cerminan Itihasa Rama (acuan: menuruti nasihat orang tua dan bertutur kata santun); (2) Tindakan menjaga fisik sesuai Ayurweda (acuan: memilah makanan bergizi, menjaga kebersihan tubuh, istirahat teratur).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan penerapan solusi pada 4 kartu skenario: (1) Skenario ajakan membolos (acuan: menolak dan memilih bersikap jujur sesuai ajaran kejujuran Itihasa); (2) Skenario begadang dan pola makan buruk (acuan: memperbaiki pola istirahat dan menjaga pola makan sehat sesuai Ayurweda); (3) Skenario teman diejek (acuan: berani menegakkan kebenaran/menolong sesuai kebajikan Itihasa/Purana); (4) Skenario pelanggaran rambu jalan (acuan: patuh pada tertib hukum sesuai Arthasastra).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu melalui 1 butir refleksi tindakan: 'Tuliskan 1 tindakan nyata yang akan kamu lakukan di rumah yang mencerminkan ajaran Ayurweda atau Itihasa!' (Kriteria penerimaan: tindakan berupa perilaku konkret etis/kesehatan yang relevan dengan prinsip cabang Upaweda, misal membantu orang tua atau menjaga kebersihan diri dan makanan).

Formatif:

  • Penilaian kinerja unjuk kerja analisis penerapan ajaran Upaweda pada 4 kartu skenario kasus kehidupan nyata
  • Observasi partisipasi dan penalaran murid saat menentukan solusi tindakan berbasis ajaran Upaweda

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menerapkan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku kehidupan sehari-hariBelum mampu menerapkan tindakan yang tepat atau hanya tepat pada 1 dari 4 skenario kasus Upaweda yang disediakan.Mampu menerapkan tindakan solusi perilaku yang tepat pada 2 dari 4 skenario kasus Upaweda (skenario: ajakan membolos, pola hidup tidak sehat, teman diejek, pelanggaran rambu).Mampu menerapkan tindakan solusi perilaku yang tepat pada 3 dari 4 skenario kasus Upaweda sesuai acuan nilai ajaran Upaweda.Mampu menerapkan tindakan solusi perilaku yang tepat pada seluruh 4 skenario kasus Upaweda (Itihasa, Ayurweda, Purana, Arthasastra) secara mandiri dan tepat sesuai acuan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan tantangan kartu skenario membantu murid memahami cara menerapkan ajaran Upaweda secara kontekstual?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam menghubungkan nilai-nilai sastra suci Upaweda dengan keputusan perilaku sehari-hari mereka?

Murid:

  • Perilaku nyata apa yang paling mudah dan paling menantang untuk saya terapkan dari ajaran Kitab Upaweda?
  • Bagaimana perasaan saya setelah mengetahui bahwa menjaga kesehatan dan menaati tata tertib adalah bagian dari ajaran suci Upaweda?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.1.1 Menjelaskan pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup
  • TP 7.1.2 Mengidentifikasi kedudukan ajaran Kitab Upaweda dalam pengelompokan Weda
  • TP 7.1.3 Menguraikan bagian-bagian ajaran Kitab Upaweda
  • TP 7.1.4 Menerapkan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama Gayatri Mantram, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab Upaweda, prosedur teknis pelaksanaan 3 stasiun bukti (tes tertulis serentak, rotasi tes lisan ke meja guru, dan pengisian lembar refleksi diri), serta pentingnya sikap jujur dan mandiri (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk pengerjaan lembar kerja tertulis (bagan kodifikasi dan uraian 6 bagian Upaweda), mekanisme panggilan tes lisan giliran ke meja guru, serta instruksi lembar refleksi diri penerapan Upaweda (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak dan mandiri mengerjakan tes tertulis: (1) melengkapi bagan kodifikasi kedudukan Upaweda dalam Weda [acuan: Weda terbagi menjadi Sruti dan Smrti; Upaweda berkedudukan sebagai kelompok kedua dari Weda Smrti/Upaweda sejajar dengan Wedangga; bukan bagian Weda Sruti], dan (2) menguraikan intisari serta kekhasan isi 6 bagian Upaweda [acuan: Itihasa = epos kepahlawanan Ramayana & Mahabharata; Purana = cerita kuno penciptaan alam semesta dan silsilah raja/resi; Arthasastra = ilmu ketatanegaraan dan pemerintahan; Ayurweda = ilmu kesehatan dan pengobatan holistik; Gandharwaweda = ilmu seni musik, tari, dan suara; Kamasastra = ilmu seni membina cinta kasih dan keharmonisan] (32 menit).
  • Bersamaan dengan pengerjaan tes tertulis, guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru secara rotasi terstruktur (rata-rata 1,2 menit per murid untuk 28-29 murid) untuk melaksanakan tes lisan menjawab pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup [acuan pertanyaan lisan: 'Jelaskan pengertian kata Upaweda secara etimologi dan maknanya sebagai pedoman hidup!'; acuan jawaban: kata 'Upa' berarti dekat/sekitar dan 'Weda' berarti pengetahuan suci, sehingga Upaweda bermakna dekat dengan pengetahuan suci atau penuntun praktis untuk memahami nilai-nilai suci Weda agar dapat diterapkan sebagai pedoman moral dan susila kehidupan sehari-hari] (30 menit).
  • Murid menyelesaikan lembar refleksi diri tertulis dengan menuliskan minimal 2 tindakan konkret penerapan nilai Upaweda dalam kehidupannya [acuan kriteria: menyebutkan nilai luhur Upaweda seperti satya/kejujuran dari Ramayana, kesetiaan/dharma dari Mahabharata, atau menjaga kesehatan tubuh sesuai Ayurweda, disertai deskripsi tindakan nyata di keluarga/sekolah] (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Seluruh murid menghentikan pengerjaan, memeriksa kelengkapan identitas pada lembar kerja dan lembar refleksi, lalu mengumpulkannya secara tertib di meja pengumpulan (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas integritas dan kemandirian murid selama asesmen berlangsung, serta mengulas secara ringkas rangkuman pembelajaran Bab 1 Upaweda (2 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa Parama Santhi 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau kontras tinggi bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir pertanyaan dan acuan kunci jawaban.
  • Proses: Memberikan pendampingan pembacaan instruksi secara privat di meja guru bagi murid yang membutuhkan akomodasi membaca tanpa memberikan petunjuk jawaban materi.
  • Produk: Format tugas dan kriteria bukti tetap sama bagi seluruh murid sesuai acuan asesmen sumatif bab.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes lisan bergiliran di meja guru, tes tertulis serentak, dan lembar refleksi diri penerapan: rekaman respons lisan tentang pengertian Upaweda, lembar kerja bagan kodifikasi dan uraian bagian Upaweda, serta lembar refleksi diri penerapan nilai Upaweda
  • tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat bagan kodifikasi kedudukan Kitab Upaweda dalam Weda serta uraian penjelasan bagian-bagian dan kekhasan isi Kitab Upaweda (Itihasa, Purana, Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, Kamasastra) (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • tes lisan bergiliran: penjelasan lisan terstruktur mengenai pengertian Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup yang disampaikan langsung ke meja guru secara rotasi 1,2 menit per murid (35 menit / 1,2 menit = 29 murid, tuntas untuk 28 murid) saat murid lain menyelesaikan tugas tertulis dan refleksi (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan)
  • penilaian diri tertulis: lembar refleksi diri berisi inventarisasi dan deskripsi tindakan konkret penerapan nilai-nilai luhur ajaran Upaweda (seperti nilai kejujuran, kepemimpinan, dan kesetiaan dari Itihasa/Purana) dalam kehidupan sehari-hari murid (5 menit; individual; instrumen: lembar penilaian diri dengan rubrik refleksi)

Sumatif:

  • kombinasi tes lisan bergiliran di meja guru, tes tertulis serentak, dan lembar refleksi diri penerapan: rekaman respons lisan tentang pengertian Upaweda, lembar kerja bagan kodifikasi dan uraian bagian Upaweda, serta lembar refleksi diri penerapan nilai Upaweda
  • tes tertulis serentak: lembar kerja tertulis yang memuat bagan kodifikasi kedudukan Kitab Upaweda dalam Weda serta uraian penjelasan bagian-bagian dan kekhasan isi Kitab Upaweda (Itihasa, Purana, Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, Kamasastra) (40 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • tes lisan bergiliran: penjelasan lisan terstruktur mengenai pengertian Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup yang disampaikan langsung ke meja guru secara rotasi 1,2 menit per murid (35 menit / 1,2 menit = 29 murid, tuntas untuk 28 murid) saat murid lain menyelesaikan tugas tertulis dan refleksi (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lisan)
  • penilaian diri tertulis: lembar refleksi diri berisi inventarisasi dan deskripsi tindakan konkret penerapan nilai-nilai luhur ajaran Upaweda (seperti nilai kejujuran, kepemimpinan, dan kesetiaan dari Itihasa/Purana) dalam kehidupan sehari-hari murid (5 menit; individual; instrumen: lembar penilaian diri dengan rubrik refleksi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian ajaran Kitab Upaweda sebagai pedoman hidup (Tes Lisan)Belum mampu menjelaskan arti kata upa dan weda serta belum mampu mengaitkannya sebagai pedoman hidup.Menjelaskan arti etimologi Upaweda (upa = dekat, weda = pengetahuan suci) namun belum menguraikan maknanya sebagai pedoman hidup.Menjelaskan arti etimologi Upaweda (upa = dekat, weda = pengetahuan suci) dan menguraikan maknanya sebagai pedoman hidup dengan tepat.Menjelaskan arti etimologi Upaweda dan menguraikan maknanya sebagai pedoman hidup secara tepat, runtut, mendalam, dan menggunakan kalimat sendiri secara lugas.
Mengidentifikasi kedudukan ajaran Kitab Upaweda dalam pengelompokan Weda (Tes Tertulis - Bagan)Menempatkan kedudukan Upaweda secara keliru pada bagan kodifikasi Weda (misalnya salah memasukkan ke kelompok Sruti).Menempatkan Upaweda ke dalam kelompok Smrti namun keliru dalam bagan posisi pembagian utama Weda.Mengidentifikasi dan menempatkan kedudukan Upaweda secara tepat pada bagan kodifikasi (Weda terbagi menjadi Sruti dan Smrti; Upaweda berada di kelompok Smrti sejajar dengan Wedangga).Mengidentifikasi dan menempatkan kedudukan Upaweda secara tepat, lengkap, dan sistematis pada bagan kodifikasi Weda beserta penjelasannya tanpa kekeliruan.
Menguraikan bagian-bagian ajaran Kitab Upaweda (Tes Tertulis - Uraian)Menguraikan dengan tepat kurang dari 3 dari 6 bagian Upaweda (acuan: Itihasa, Purana, Arthasastra, Ayurweda, Gandharwaweda, Kamasastra).Menguraikan intisari dan kekhasan isi 3 sampai 4 dari 6 bagian Upaweda dengan tepat sesuai acuan materi.Menguraikan intisari dan kekhasan isi 5 sampai 6 bagian Upaweda dengan tepat sesuai acuan materi (Itihasa = epos kepahlawanan; Purana = cerita kuno & silsilah; Arthasastra = ketatanegaraan; Ayurweda = kesehatan; Gandharwaweda = seni suara/musik; Kamasastra = seni cinta kasih).Menguraikan seluruh 6 bagian Upaweda secara lengkap, tepat, dan mendalam sesuai acuan materi materi pokok masing-masing kitab.
Menerapkan ajaran Kitab Upaweda dalam perilaku kehidupan sehari-hari (Lembar Refleksi Diri)Belum menuliskan tindakan konkret penerapan nilai Upaweda atau hanya menuliskan pernyataan umum tanpa kaitan nilai kitab.Menuliskan 1 tindakan konkret penerapan nilai Upaweda namun deskripsi pengamalannya belum spesifik.Menuliskan 2 tindakan konkret penerapan nilai ajaran Upaweda (seperti nilai kejujuran/satya, kesetiaan/dharma, atau pemeliharaan kesehatan) dalam kehidupan sehari-hari secara jelas.Menuliskan lebih dari 2 tindakan konkret penerapan nilai ajaran Upaweda dalam kehidupan sehari-hari disertai analisis reflektif yang mendalam dan relevan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah pengelolaan waktu tes lisan bergiliran di meja guru berjalan efektif tanpa mengganggu ketertiban murid yang mengerjakan tes tertulis?
  • Bagaimana tingkat ketuntasan murid pada keempat TP Bab 1 Upaweda berdasarkan hasil asesmen sumatif ini?

Murid:

  • Bagian materi Upaweda manakah yang paling mudah dan paling menantang untuk saya jelaskan selama asesmen?
  • Apakah tindakan penerapan nilai Upaweda yang saya tuliskan dalam lembar refleksi sudah benar-benar saya jalankan dengan sungguh-sungguh?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 1: Upaweda, halaman 1-5)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 1: Upaweda, halaman 29-34)
  3. Teks Sloka Manava Dharmasastra Bab II.10
  4. Kartu kata etimologi Upaweda
  5. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2021).
  6. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII (Kemendikbudristek, 2021, hlm. 24-25).
  7. Bagan dinding / kartu label Kodifikasi Weda.
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021 (Bab 1: Upaweda)
  10. Set kartu sortir bagian Upaweda (Kanda, Parwa, Purana) dan Lembar Kerja Murid
  11. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SMP Kelas VII, Kemendikbudristek 2021
  12. Kartu Kuis Berpasangan 'Upaweda Match' (berisi nama 4 kitab dan 4 definisi bidang keilmuan)
  13. Lembar Kerja Murid (LKPD) Penguraian 4 Cabang Upaweda
  14. Set Kartu Skenario Kasus Penerapan Upaweda (4 skenario perilaku harian)
  15. Lembar Kerja Refleksi Penerapan Upaweda
  16. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 1 (Bagan Kodifikasi, Uraian Bagian Upaweda, dan Lembar Refleksi Diri)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.