Modul AjarPertemuan 6Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Upaya Melestarikan Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Upaya Melestarikan Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Upaya Melestarikan Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Upaya Melestarikan Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikUpaya Melestarikan Peninggalan Sejarah Agama Hindu di Indonesia
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjabarkan upaya-upaya melestarikan peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia seperti merawat candi, prasasti, dan situs bersejarah
  2. Murid dapat mencontohkan sikap tanggung jawab dalam menjaga peninggalan sejarah agama Hindu sebagai bagian dari kekayaan budaya bangsa

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengunjungi candi atau situs bersejarah Hindu? Bagaimana kondisinya?
  2. Mengapa kita perlu melestarikan peninggalan sejarah agama Hindu di Indonesia?
  3. Apa yang dapat kalian lakukan untuk ikut menjaga peninggalan sejarah di sekitar kalian?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang kunjungan ke candi atau museum peninggalan Hindu
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menjabarkan upaya melestarikan peninggalan sejarah dan mencontohkan sikap tanggung jawab menjaganya
  • Guru menampilkan gambar candi, prasasti, atau arca Hindu yang kondisinya terawat dan kurang terawat sebagai pemantik diskusi
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks tentang upaya melestarikan peninggalan sejarah agama Hindu dari buku siswa halaman 135-136
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas tentang berbagai bentuk peninggalan sejarah Hindu di Indonesia (candi, prasasti, arca, museum)
  • Murid mengidentifikasi berbagai upaya pelestarian seperti: membangun museum, menetapkan cagar budaya, merawat dan memelihara, melakukan pemugaran, dan tidak memindahkan atau menjual benda bersejarah
  • Guru menjelaskan pentingnya pelestarian sebagai bentuk rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap warisan leluhur
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang upaya pelestarian dalam buku catatan masing-masing

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk mendiskusikan contoh konkret upaya pelestarian
  • Setiap kelompok memilih satu peninggalan sejarah Hindu (misalnya Candi Prambanan, Museum Mpu Purwa, atau situs lokal) dan merancang langkah pelestarian yang dapat dilakukan
  • Murid dalam kelompok mendiskusikan sikap tanggung jawab yang perlu ditunjukkan saat mengunjungi situs bersejarah (tidak merusak, tidak mencoret, menjaga kebersihan)
  • Setiap kelompok membuat poster sederhana atau daftar aksi nyata yang bisa dilakukan anak-anak untuk ikut melestarikan peninggalan sejarah
  • Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi refleksi dengan menanyakan: Apa yang kalian pelajari hari ini? Mengapa pelestarian peninggalan sejarah itu penting?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang komitmen mereka untuk menjaga peninggalan sejarah sebagai bentuk tanggung jawab terhadap warisan budaya bangsa
  • Murid berbagi refleksi secara sukarela tentang pengalaman belajar yang paling berkesan
  • Guru memberikan umpan balik positif dan penguatan terhadap pemahaman dan sikap yang ditunjukkan murid
  • Murid menyusun rencana tindak lanjut: mengunjungi situs bersejarah terdekat bersama keluarga atau ikut kegiatan pelestarian di lingkungan

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran tentang upaya melestarikan peninggalan sejarah agama Hindu
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan soal reflektif atau tugas tertulis singkat
  • Guru memberikan tugas mandiri: mencari informasi tentang satu situs peninggalan Hindu di daerah masing-masing dan cara pelestariannya
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan mengucapkan Om Santih Santih Santih Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang lebih cepat dapat membaca sumber tambahan tentang peninggalan sejarah Hindu di berbagai daerah Indonesia. Murid yang membutuhkan dukungan lebih dapat fokus pada peninggalan sejarah di daerah lokal yang lebih familiar
  • Proses: Murid visual dapat menggunakan gambar dan poster, murid auditori dapat berdiskusi dan mendengarkan penjelasan guru, murid kinestetik dapat terlibat dalam simulasi berkunjung ke situs bersejarah atau membuat model sederhana
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk produk akhir: poster, esai pendek, video presentasi, atau drama singkat tentang pentingnya melestarikan peninggalan sejarah

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid mengunjungi candi atau museum
  • Pertanyaan diagnostik: Apa yang kalian ketahui tentang peninggalan sejarah Hindu di Indonesia?
  • Observasi respons murid terhadap gambar peninggalan sejarah yang ditampilkan

Proses:

  • Observasi keaktifan murid dalam membaca dan mendiskusikan teks
  • Penilaian kualitas diskusi kelompok dan kemampuan berkolaborasi
  • Penilaian presentasi kelompok: kejelasan penyampaian dan kelengkapan ide
  • Catatan tentang sikap dan nilai yang muncul selama pembelajaran (tanggung jawab, menghargai warisan budaya)

Akhir:

  • Tugas tertulis individu: menjabarkan upaya pelestarian dan mencontohkan sikap tanggung jawab
  • Penilaian refleksi tertulis menggunakan rubrik
  • Evaluasi pemahaman melalui soal uraian singkat: Mengapa kita harus melestarikan peninggalan sejarah? Apa yang dapat kamu lakukan?
  • Penilaian komitmen tindak lanjut murid

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil diskusi kelompok dan presentasi
  • Catatan anekdotal tentang sikap tanggung jawab yang ditunjukkan murid

Sumatif:

  • Tugas tertulis: menjelaskan minimal 5 upaya melestarikan peninggalan sejarah Hindu dan memberikan 3 contoh sikap tanggung jawab
  • Penilaian poster atau produk kelompok menggunakan rubrik
  • Refleksi tertulis individu tentang komitmen melestarikan warisan budaya

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman upaya pelestarian peninggalan sejarahMurid belum dapat menyebutkan upaya pelestarian dengan tepatMurid dapat menyebutkan 1-2 upaya pelestarian dengan bimbingan guruMurid dapat menjabarkan 3-4 upaya pelestarian dengan cukup jelasMurid dapat menjabarkan 5 atau lebih upaya pelestarian dengan jelas dan memberikan contoh konkret
Sikap tanggung jawab terhadap peninggalan sejarahMurid belum menunjukkan pemahaman tentang sikap tanggung jawab dalam menjaga peninggalan sejarahMurid dapat menyebutkan 1 contoh sikap tanggung jawab dengan bimbinganMurid dapat mencontohkan 2-3 sikap tanggung jawab dengan cukup tepatMurid dapat mencontohkan berbagai sikap tanggung jawab (3 atau lebih) dengan tepat dan menunjukkan komitmen untuk menerapkannya
Kolaborasi dalam diskusi kelompokMurid pasif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompokMurid mulai terlibat namun masih perlu dorongan untuk berkontribusiMurid aktif berdiskusi dan memberikan kontribusi ide dalam kelompokMurid sangat aktif, memberikan ide kreatif, dan membantu anggota kelompok lain dalam diskusi
Kemampuan merefleksi pembelajaranMurid belum dapat merefleksikan pembelajaran dengan bermaknaMurid dapat menyampaikan refleksi sederhana dengan bimbinganMurid dapat merefleksikan pembelajaran dan mengaitkan dengan pengalaman pribadiMurid dapat merefleksikan pembelajaran secara mendalam, mengaitkan dengan kehidupan nyata, dan menyusun rencana tindak lanjut konkret

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah metode pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sudah terlaksana dengan efektif?
  • Bagaimana respons dan keterlibatan murid selama pembelajaran? Apakah ada yang membutuhkan pendampingan khusus?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Apa yang akan saya tingkatkan atau ubah untuk pembelajaran serupa di masa mendatang?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling berkesan dari pembelajaran hari ini?
  • Upaya apa yang paling penting menurutmu untuk melestarikan peninggalan sejarah Hindu?
  • Sikap tanggung jawab apa yang akan kamu terapkan saat mengunjungi situs bersejarah?
  • Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut tentang peninggalan sejarah Hindu?
  • Bagaimana kamu akan mengajak teman dan keluarga untuk ikut melestarikan warisan budaya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V halaman 135-136
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V halaman 158-159
  3. Gambar atau foto candi-candi Hindu di Indonesia (Prambanan, Penataran, Singosari, dll)
  4. Gambar Museum Mpu Purwa Malang atau museum sejenis
  5. Poster tentang pelestarian cagar budaya
  6. Video pendek tentang upaya pelestarian peninggalan sejarah (opsional)
  7. Papan tulis, spidol, kertas karton untuk poster kelompok
  8. Laptop dan proyektor untuk menampilkan media visual
  9. Platform daring seperti Google Classroom atau Zoom (jika pembelajaran hybrid)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.