Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kerajaan Hindu di Jawa Tengah

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Kerajaan Hindu di Jawa Tengah". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Kerajaan Hindu di Jawa Tengah

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Kerajaan Hindu di Jawa Tengah

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikKerajaan Hindu di Jawa Tengah
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menceritakan perkembangan agama Hindu di Jawa Tengah beserta bukti peninggalannya seperti Prasasti Tuk Mas dan Candi Prambanan
  2. Murid dapat menunjukkan letak wilayah kerajaan Hindu di Jawa Tengah pada peta Indonesia

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mendengar tentang Kerajaan Kalingga atau melihat Candi Prambanan?
  2. Menurut kalian, bagaimana cara Raja-raja Hindu di Jawa Tengah membangun kerajaan yang besar?
  3. Apa saja peninggalan kerajaan Hindu di Jawa Tengah yang masih bisa kita lihat sampai sekarang?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing (5 menit)
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid (2 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang kerajaan Hindu?' dan mencatat respon murid (3 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menceritakan kerajaan Hindu di Jawa Tengah dan menunjukkan lokasinya di peta (2 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Pernahkah kalian mendengar tentang Candi Prambanan? Di mana lokasinya?' untuk membangkitkan rasa ingin tahu (3 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan peta Indonesia dan menunjukkan lokasi Jawa Tengah sambil mengajak murid mengamati dengan penuh perhatian
  • Murid mengamati gambar Prasasti Tuk Mas dan Candi Prambanan yang ditampilkan guru
  • Guru membacakan cerita singkat tentang Kerajaan Kalingga (Holing) yang berkembang sekitar abad VII Masehi dengan bahasa yang mudah dipahami
  • Murid membaca teks tentang kerajaan Hindu di Jawa Tengah dari buku siswa secara mandiri
  • Guru menjelaskan bukti peninggalan Kerajaan Kalingga: Prasasti Tuk Mas yang ditemukan di lereng Gunung Merbabu dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta
  • Murid mencatat informasi penting tentang Prasasti Tuk Mas: isinya berupa atribut suci Dewa Tri Murti (trisula, cakra, kendi, kapak, bunga teratai)
  • Guru menceritakan tentang dua dinasti besar di Jawa Tengah: Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra, serta perkawinan yang menyatukan keduanya
  • Murid mengidentifikasi candi-candi bercorak Hindu hasil dinasti tersebut: Candi Arjuna, Prambanan, Bhima, Srikandi, Sinta di Dieng

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan untuk melengkapi tabel tentang Kerajaan Kalingga: nama, masa berkembang, bukti peninggalan, lokasi
  • Guru membagikan peta kosong Indonesia kepada setiap murid
  • Murid menandai lokasi Jawa Tengah dan menuliskan nama kerajaan Hindu serta peninggalannya (Kerajaan Kalingga, Prasasti Tuk Mas, Candi Prambanan) pada peta
  • Beberapa murid maju ke depan untuk menunjukkan hasil pekerjaan mereka dan menceritakan lokasi kerajaan Hindu di Jawa Tengah
  • Guru memberikan umpan balik positif dan melakukan asesmen proses dengan mengamati kemampuan murid menunjukkan lokasi dan menceritakan peninggalan
  • Murid membuat cerita singkat (3-5 kalimat) tentang kehidupan di Kerajaan Hindu Jawa Tengah berdasarkan pemahaman mereka

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Apa yang paling menarik dari kerajaan Hindu di Jawa Tengah? Mengapa?'
  • Murid menuliskan refleksi pribadi: apa yang sudah dipahami, apa yang masih sulit, dan bagaimana perasaan mereka setelah belajar
  • Beberapa murid berbagi refleksi mereka secara sukarela
  • Guru mengaitkan pembelajaran dengan nilai spiritual: bagaimana peninggalan kerajaan Hindu menunjukkan keimanan dan ketakwaan nenek moyang kita
  • Murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: Kerajaan Kalingga berkembang di Jawa Tengah dengan bukti Prasasti Tuk Mas dan Candi Prambanan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid menjawab pertanyaan lisan: 'Sebutkan dua bukti peninggalan kerajaan Hindu di Jawa Tengah dan di mana lokasinya!' (5 menit)
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melestarikan peninggalan sejarah kerajaan Hindu sebagai warisan budaya bangsa (3 menit)
  • Guru memberikan tugas mandiri: menggambar atau membuat sketsa salah satu peninggalan kerajaan Hindu di Jawa Tengah (2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan mengucapkan salam Om Shanti Shanti Shanti Om (3 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid cepat: menyediakan bacaan tambahan tentang Dinasti Sanjaya dan Syailendra. Untuk murid lambat: menyediakan teks dengan font lebih besar dan gambar lebih banyak
  • Proses: Untuk murid cepat: mengerjakan secara mandiri dan diminta membuat perbandingan dengan kerajaan Hindu di daerah lain. Untuk murid lambat: bekerja dengan pendampingan guru atau teman tutor sebaya
  • Produk: Untuk murid cepat: membuat peta lengkap dengan keterangan detail dan cerita panjang. Untuk murid lambat: cukup menandai 2-3 lokasi utama dan membuat cerita 3 kalimat

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab tentang pengetahuan awal murid mengenai kerajaan Hindu
  • Mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat mengamati gambar Prasasti Tuk Mas dan Candi Prambanan
  • Penilaian saat murid bekerja berpasangan melengkapi tabel
  • Observasi kemampuan murid menandai peta dan menunjukkan lokasi Jawa Tengah
  • Mendengarkan presentasi murid di depan kelas

Akhir:

  • Tes lisan individu tentang bukti peninggalan kerajaan Hindu di Jawa Tengah
  • Penilaian produk peta yang telah diselesaikan murid
  • Refleksi tertulis murid tentang pembelajaran hari ini

Formatif:

  • Observasi saat murid mengamati gambar dan membaca teks
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian kerja berpasangan saat melengkapi tabel dan peta
  • Observasi kemampuan komunikasi saat presentasi di depan kelas

Sumatif:

  • Tes lisan: menyebutkan dan menceritakan peninggalan kerajaan Hindu di Jawa Tengah
  • Penilaian produk: peta yang sudah ditandai lokasi kerajaan Hindu
  • Penilaian tertulis: cerita singkat tentang kerajaan Hindu di Jawa Tengah

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menceritakan kerajaan Hindu di Jawa TengahBelum dapat menyebutkan nama kerajaan atau peninggalannya sama sekaliDapat menyebutkan 1 nama kerajaan atau 1 peninggalan dengan bantuan guruDapat menceritakan Kerajaan Kalingga dan menyebutkan 2 peninggalan (Prasasti Tuk Mas atau Candi Prambanan) dengan sedikit bantuanDapat menceritakan dengan detail tentang Kerajaan Kalingga, Prasasti Tuk Mas, dan Candi Prambanan secara mandiri dan runtut
Kemampuan menunjukkan lokasi pada petaBelum dapat menunjukkan lokasi Jawa Tengah pada peta IndonesiaDapat menunjukkan lokasi Jawa Tengah dengan bantuan guru atau temanDapat menunjukkan dan menandai lokasi Jawa Tengah serta 1-2 peninggalan dengan tepatDapat menunjukkan lokasi Jawa Tengah, menandai semua peninggalan, dan menjelaskan posisinya dengan detail
Keaktifan dan kolaborasi dalam pembelajaranPasif dan tidak terlibat dalam diskusi atau kerja kelompokMulai terlibat dalam kegiatan dengan dorongan guruAktif berdiskusi dan bekerja sama dengan pasanganSangat aktif, membantu teman, dan memberikan kontribusi bermakna dalam diskusi
Pemahaman nilai keimanan dalam peninggalan sejarahBelum memahami hubungan antara peninggalan sejarah dengan nilai keimananMulai memahami bahwa prasasti dan candi berhubungan dengan agama HinduMemahami bahwa Prasasti Tuk Mas berisi atribut suci Dewa Tri Murti sebagai bentuk keimananMemahami secara mendalam makna spiritual peninggalan dan dapat mengaitkannya dengan praktik keagamaan saat ini

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif untuk materi ini?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang sudah kamu pahami dengan baik tentang kerajaan Hindu di Jawa Tengah?
  • Apa yang masih membingungkan atau ingin kamu pelajari lebih lanjut?
  • Bagaimana perasaanmu setelah belajar tentang peninggalan nenek moyang kita?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V Kurikulum Merdeka
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V Kurikulum Merdeka
  3. Peta Indonesia (cetak atau digital)
  4. Gambar Prasasti Tuk Mas dari https://kebudayaan.kemdikbud.go.id
  5. Gambar Candi Prambanan dari berbagai sumber
  6. Papan tulis, spidol, kertas HVS
  7. Lembar kerja tabel dan peta kosong

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.