MODUL AJAR Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C) Topik: Kerajaan Hindu di Kalimantan Timur dan Jawa Barat INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Kerajaan Hindu di Kalimantan Timur dan Jawa Barat |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menceritakan perkembangan agama Hindu di Kalimantan Timur melalui Kerajaan Kutai beserta bukti peninggalannya seperti Prasasti Yupa
- Murid dapat menceritakan perkembangan agama Hindu di Jawa Barat melalui Kerajaan Tarumanegara beserta bukti peninggalannya seperti Prasasti Ciaruteum dan Prasasti Tugu
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | ✓ | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian mendengar tentang kerajaan Hindu yang ada di Indonesia?
- Mengapa kerajaan-kerajaan Hindu meninggalkan prasasti sebagai bukti sejarah?
- Apa yang membuat Raja Mulawarman dan Raja Purnawarman dikenang hingga sekarang?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru mengucapkan salam 'Om Swastyastu' dan mengajak murid berdoa bersama
- Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan murid
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengetahuan murid tentang kerajaan Hindu di Indonesia
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: menceritakan perkembangan agama Hindu di Kalimantan Timur dan Jawa Barat
- Guru menampilkan gambar Prasasti Yupa dan kehidupan zaman kerajaan Hindu sebagai pemantik
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru mengajak murid mengamati peta persebaran kerajaan Hindu di Indonesia dengan penuh kesadaran
- Murid membaca teks tentang Kerajaan Kutai di Kalimantan Timur dari buku siswa secara saksama
- Guru menjelaskan sejarah Kerajaan Kutai yang berkembang pada abad ke-4 Masehi di tepi Sungai Mahakam
- Murid mengidentifikasi tokoh penting: Raja Kundungga, Raja Aswawarman, dan Raja Mulawarman
- Guru menampilkan gambar Prasasti Yupa dan menjelaskan fungsinya sebagai bukti peninggalan Kerajaan Kutai
- Murid mencatat informasi penting tentang upacara kurban 20.000 ekor sapi yang dilakukan Raja Mulawarman
- Guru melanjutkan dengan materi Kerajaan Tarumanegara di Jawa Barat yang berkembang pada abad ke-5 Masehi
- Murid membaca tentang Raja Purnawarman yang dikenal bijaksana dan adil seperti Dewa Wisnu
- Guru menjelaskan peninggalan Saila Prasasti: Prasasti Ciaruteum, Prasasti Kebon Kopi, Prasasti Tugu, dan lainnya
- Murid mengamati gambar Raja Purnawarman, Prasasti Ciaruteum, dan Prasasti Tugu dengan cermat
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (4-5 orang) untuk diskusi
- Setiap kelompok mendapat tugas membuat tabel perbandingan antara Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara
- Murid mengisi tabel dengan aspek: lokasi, masa berkembang, raja terkenal, dan peninggalan prasasti
- Kelompok berdiskusi mengapa kedua kerajaan ini penting dalam sejarah perkembangan Hindu di Indonesia
- Murid mengerjakan latihan 'Ayo Berlatih' di buku siswa dengan memberi tanda centang atau silang pada pernyataan tentang Kerajaan Kutai
- Murid menuliskan alasan untuk setiap jawaban yang mereka pilih
- Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi dan tabel perbandingan mereka di depan kelas
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan pertanyaan kepada kelompok yang presentasi
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memfasilitasi murid untuk merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: 'Apa yang paling menarik dari kerajaan Hindu yang kita pelajari hari ini?'
- Murid menuliskan refleksi pribadi tentang nilai-nilai kepemimpinan Raja Mulawarman dan Raja Purnawarman yang bisa diteladani
- Murid mengidentifikasi hubungan antara kemurahan hati raja (memberi 20.000 sapi, melindungi rakyat) dengan ajaran Hindu tentang karma baik
- Guru mengajak murid berpendapat tentang pertanyaan di buku: 'Mengapa Kerajaan Kutai dikatakan sebagai awal mula masuknya babak baru masa sejarah di Indonesia?'
- Murid menyampaikan pendapat mereka dengan percaya diri tanpa ragu
- Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melestarikan peninggalan sejarah sebagai bukti kejayaan Hindu di Nusantara
- Murid mengevaluasi proses belajar mereka sendiri: apa yang sudah dipahami dan apa yang masih perlu dipelajari lebih lanjut
Penutup:- Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara
- Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan pertanyaan lisan atau tertulis singkat
- Guru memberikan umpan balik positif terhadap partisipasi dan hasil kerja murid
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang kerajaan Hindu di Jawa Tengah
- Guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan mengucapkan 'Om Santih, Santih, Santih, Om'
Diferensiasi:- Konten: Murid cepat: diberi tugas tambahan membaca tentang prasasti lain seperti Prasasti Kebon Kopi atau Prasasti Pasir Jambu. Murid lambat: fokus pada informasi inti (nama kerajaan, raja, dan satu prasasti utama)
- Proses: Murid cepat: bekerja mandiri dan diminta menjadi tutor sebaya. Murid lambat: mendapat bimbingan lebih intensif dari guru dan diberi waktu lebih banyak untuk memahami
- Produk: Murid cepat: membuat peta konsep atau mind map tentang kedua kerajaan dengan detail. Murid lambat: cukup melengkapi tabel perbandingan sederhana yang sudah disediakan
ASESMENAwal:- Guru menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang kerajaan Hindu di Indonesia?'
- Guru meminta murid menyebutkan nama kerajaan atau raja Hindu yang pernah mereka dengar
- Guru mengamati pengetahuan awal murid melalui jawaban spontan
Proses:- Observasi aktivitas murid saat membaca dan mencatat informasi penting
- Penilaian proses diskusi kelompok: kemampuan bekerja sama dan berkontribusi
- Pemeriksaan tabel perbandingan yang dibuat kelompok
- Pertanyaan formatif: 'Siapa raja Kerajaan Kutai yang paling terkenal?', 'Apa peninggalan Kerajaan Tarumanegara?'
- Penilaian hasil latihan 'Ayo Berlatih' dengan memeriksa ketepatan jawaban dan alasan yang diberikan
Akhir:- Tes lisan: murid diminta menceritakan salah satu kerajaan (Kutai atau Tarumanegara) di depan kelas
- Tes tertulis: 5 pertanyaan pilihan ganda dan 2 pertanyaan uraian singkat tentang kedua kerajaan
- Penilaian refleksi tertulis murid tentang nilai kepemimpinan yang dapat diteladani
- Penilaian kemampuan mengidentifikasi peninggalan prasasti dari kedua kerajaan
Formatif:- Observasi partisipasi murid saat diskusi kelompok
- Penilaian hasil tabel perbandingan Kerajaan Kutai dan Tarumanegara
- Pertanyaan lisan selama proses pembelajaran
- Penilaian jawaban latihan 'Ayo Berlatih' di buku siswa
Sumatif:- Tes tertulis singkat tentang Kerajaan Kutai dan Kerajaan Tarumanegara
- Penilaian kemampuan menceritakan kembali sejarah kedua kerajaan secara lisan
- Penilaian refleksi tertulis murid
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan menceritakan Kerajaan Kutai | Murid belum mampu menyebutkan informasi dasar tentang Kerajaan Kutai (lokasi, raja, peninggalan) | Murid dapat menyebutkan 1-2 informasi tentang Kerajaan Kutai tetapi masih memerlukan bimbingan | Murid dapat menceritakan Kerajaan Kutai dengan menyebutkan lokasi, raja (Mulawarman), dan Prasasti Yupa secara cukup lengkap | Murid dapat menceritakan Kerajaan Kutai secara runtut dan detail, termasuk raja-raja (Kundungga, Aswawarman, Mulawarman), Prasasti Yupa, dan upacara kurban dengan percaya diri | | Kemampuan menceritakan Kerajaan Tarumanegara | Murid belum mampu menyebutkan informasi dasar tentang Kerajaan Tarumanegara | Murid dapat menyebutkan 1-2 informasi tentang Kerajaan Tarumanegara tetapi kurang lengkap | Murid dapat menceritakan Kerajaan Tarumanegara dengan menyebutkan lokasi, Raja Purnawarman, dan peninggalan prasasti (Ciaruteum, Tugu) | Murid dapat menceritakan Kerajaan Tarumanegara secara lengkap, termasuk karakteristik Raja Purnawarman (bijaksana seperti Dewa Wisnu) dan beberapa Saila Prasasti dengan rinci dan sistematis | | Kemampuan mengidentifikasi peninggalan prasasti | Murid belum dapat mengidentifikasi prasasti dari kedua kerajaan | Murid dapat menyebutkan 1 prasasti tetapi belum tepat menghubungkan dengan kerajaannya | Murid dapat mengidentifikasi Prasasti Yupa untuk Kerajaan Kutai dan minimal 1 prasasti untuk Kerajaan Tarumanegara | Murid dapat mengidentifikasi semua prasasti yang dipelajari (Yupa, Ciaruteum, Tugu) dan menjelaskan fungsinya sebagai bukti peninggalan sejarah | | Partisipasi dan kolaborasi dalam diskusi kelompok | Murid pasif dan tidak berkontribusi dalam diskusi kelompok | Murid mulai terlibat tetapi kontribusinya masih minimal | Murid aktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan berkontribusi dalam mengisi tabel perbandingan | Murid sangat aktif, memimpin diskusi, membantu teman, dan memberikan kontribusi signifikan dalam hasil kelompok |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah tujuan pembelajaran tercapai sesuai yang direncanakan?
- Apakah strategi pembelajaran (diskusi kelompok dan tabel perbandingan) efektif untuk topik ini?
- Murid mana yang masih memerlukan bimbingan tambahan?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sudah memenuhi kebutuhan murid cepat dan lambat?
- Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran topik serupa di masa depan?
Refleksi Murid:- Apa hal paling menarik yang kamu pelajari hari ini tentang kerajaan Hindu?
- Nilai kepemimpinan apa yang bisa kamu teladani dari Raja Mulawarman atau Raja Purnawarman?
- Apa yang masih membuatmu bingung tentang materi hari ini?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja dalam kelompok?
- Apa yang akan kamu lakukan untuk lebih memahami sejarah perkembangan Hindu di Indonesia?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
- Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V
- Gambar ilustrasi Prasasti Yupa, Prasasti Ciaruteum, dan Prasasti Tugu
- Gambar Raja Purnawarman dan kehidupan zaman kerajaan Hindu
- Peta persebaran kerajaan Hindu di Indonesia
- Papan tulis, spidol, dan alat tulis
- Lembar kerja tabel perbandingan untuk diskusi kelompok
|