Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam Pelaksanaan Pañca Yajña

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam Pelaksanaan Pañca Yajña". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam Pelaksanaan Pañca Yajña

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam Pelaksanaan Pañca Yajña

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikNitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam Pelaksanaan Pañca Yajña
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengidentifikasi perbedaan antara Nitya Yajña (pelaksanaan Yajña setiap hari) dan Naimitika Yajña (pelaksanaan Yajña pada hari-hari tertentu)
  2. Murid dapat menyebutkan contoh-contoh pelaksanaan Pañca Yajña secara Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam kehidupan umat Hindu

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah keluarga kalian melaksanakan persembahyangan setiap hari di rumah? Kapan saja dilakukan?
  2. Pernahkah kalian mengikuti upacara besar seperti Nyepi atau Galungan? Apa bedanya dengan persembahyangan sehari-hari?
  3. Mengapa ada upacara yang dilakukan setiap hari dan ada yang hanya pada hari tertentu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengajak murid berdoa bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing
  • Guru melakukan presensi dan memeriksa kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid tentang pelaksanaan upacara agama di rumah dan di pura
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya tentang bagian-bagian Pañca Yajña
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan kegiatan yang akan dilakukan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan gambar atau video singkat tentang kegiatan persembahyangan harian dan upacara besar (Galungan, Nyepi, atau upacara lainnya)
  • Murid mengamati dengan seksama perbedaan antara kedua kegiatan tersebut dari segi waktu pelaksanaan
  • Guru membimbing murid membaca teks tentang Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dari buku siswa halaman 84-85
  • Guru menjelaskan pengertian Nitya Yajña sebagai persembahan yang dilakukan setiap hari secara rutin
  • Guru menjelaskan pengertian Naimitika Yajña sebagai persembahan yang dilakukan pada waktu-waktu tertentu sesuai perhitungan hari suci
  • Murid mencatat poin-poin penting tentang perbedaan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam buku catatan masing-masing
  • Guru memberikan kesempatan murid bertanya tentang materi yang belum dipahami

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi 5 kelompok kecil, masing-masing kelompok mewakili satu bagian Pañca Yajña (Dewa Yajña, Pitra Yajña, Rsi Yajña, Manusa Yajña, Bhuta Yajña)
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi contoh-contoh pelaksanaan bagian Pañca Yajña yang mereka dapatkan, baik yang termasuk Nitya Yajña maupun Naimitika Yajña
  • Murid dalam kelompok menuliskan hasil diskusi dalam tabel yang membedakan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña beserta contohnya
  • Contoh: Dewa Yajña → Nitya: persembahyangan setiap hari di sanggah keluarga; Naimitika: upacara Galungan, Kuningan, Nyepi
  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok dan memberikan bimbingan sesuai kebutuhan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelas
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau menambahkan contoh lain yang mereka ketahui

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi murid untuk merefleksikan pembelajaran dengan pertanyaan: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang Nitya Yajña dan Naimitika Yajña?
  • Murid diminta merefleksikan pelaksanaan Yajña di keluarga masing-masing: Yajña apa saja yang sudah dilakukan secara Nitya dan Naimitika?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang pentingnya melaksanakan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dalam kehidupan sehari-hari
  • Beberapa murid menyampaikan refleksi mereka secara lisan
  • Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas refleksi murid
  • Murid menyusun rencana tindak lanjut: komitmen untuk melaksanakan salah satu bentuk Nitya Yajña secara rutin di rumah

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang perbedaan dan contoh Nitya Yajña serta Naimitika Yajña
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya melaksanakan kedua jenis Yajña dalam kehidupan sebagai wujud Tri Rna
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 5 pertanyaan lisan atau tertulis singkat
  • Guru memberikan tugas rumah: mengamati dan mencatat pelaksanaan Nitya Yajña di rumah selama satu minggu
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang tingkatan-tingkatan Yajña
  • Pembelajaran ditutup dengan doa bersama dan salam Om Shanti Shanti Shanti Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membaca sumber tambahan tentang contoh Yajña dari daerah lain di Indonesia, sedangkan murid yang membutuhkan dukungan tambahan difokuskan pada contoh Yajña yang sering mereka jumpai di lingkungan sekitar
  • Proses: Murid yang cepat dapat menjadi tutor sebaya dalam kelompok dan membantu teman yang membutuhkan bimbingan. Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada kelompok yang mengalami kesulitan dengan memberikan contoh konkret dan pertanyaan terarah
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat tabel perbandingan yang lebih lengkap dengan menambahkan kolom manfaat dari setiap contoh Yajña, sedangkan murid lain cukup menuliskan minimal 2 contoh untuk Nitya dan Naimitika Yajña pada bagian Pañca Yajña mereka

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman murid mengikuti upacara agama di rumah dan di pura
  • Guru menilai pemahaman awal murid tentang jenis-jenis upacara yang pernah mereka ikuti

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat membaca dan mencatat materi
  • Penilaian keterampilan kolaborasi dan komunikasi saat diskusi kelompok
  • Pemantauan kemampuan murid mengidentifikasi dan membedakan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña melalui tabel yang dibuat
  • Penilaian presentasi kelompok dan kemampuan merespons pertanyaan

Akhir:

  • Tes lisan: Guru memberikan 5 pertanyaan singkat tentang perbedaan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña serta contohnya
  • Penilaian refleksi tertulis murid tentang pemahaman dan komitmen melaksanakan Yajña
  • Evaluasi tugas rumah: catatan observasi pelaksanaan Nitya Yajña di rumah (dikumpulkan pertemuan berikutnya)

Formatif:

  • Observasi aktivitas diskusi kelompok
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran
  • Penilaian hasil diskusi kelompok tentang contoh Nitya Yajña dan Naimitika Yajña

Sumatif:

  • Tes tertulis atau lisan tentang perbedaan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña
  • Penilaian kemampuan menyebutkan contoh pelaksanaan Pañca Yajña secara Nitya dan Naimitika

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan mengidentifikasi perbedaan Nitya Yajña dan Naimitika YajñaBelum dapat membedakan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña sama sekaliDapat menyebutkan salah satu jenis Yajña (Nitya atau Naimitika) tetapi belum dapat menjelaskan perbedaannyaDapat membedakan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dengan bantuan guru atau contohDapat membedakan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dengan jelas dan mandiri, serta menjelaskan karakteristik masing-masing
Kemampuan menyebutkan contoh pelaksanaan Pañca Yajña secara Nitya dan NaimitikaBelum dapat menyebutkan contoh pelaksanaan Pañca Yajña baik Nitya maupun NaimitikaDapat menyebutkan 1 contoh pelaksanaan Pañca Yajña untuk salah satu jenis (Nitya atau Naimitika)Dapat menyebutkan minimal 2 contoh pelaksanaan Pañca Yajña untuk Nitya Yajña dan Naimitika YajñaDapat menyebutkan minimal 3 contoh pelaksanaan Pañca Yajña untuk Nitya Yajña dan Naimitika Yajña dengan penjelasan yang tepat
Keterampilan kolaborasi dalam diskusi kelompokPasif dalam diskusi kelompok dan tidak memberikan kontribusiMengikuti diskusi kelompok tetapi kontribusi masih minimalAktif berdiskusi, memberikan pendapat, dan mendengarkan teman kelompokSangat aktif berdiskusi, memberikan ide kreatif, membantu teman, dan menjadi fasilitator diskusi kelompok
Refleksi dan kesadaran spiritualBelum menunjukkan kesadaran tentang pentingnya pelaksanaan Yajña dalam kehidupanMulai menyadari pentingnya pelaksanaan Yajña tetapi belum dapat mengaitkan dengan kehidupan pribadiMenyadari pentingnya pelaksanaan Yajña dan dapat mengaitkan dengan praktik di keluargaMenunjukkan kesadaran mendalam tentang pentingnya Yajña, mampu merefleksikan praktik keluarga, dan membuat komitmen konkret untuk melaksanakannya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah tujuan pembelajaran tercapai dengan baik?
  • Apakah strategi pembelajaran yang digunakan efektif untuk membantu murid memahami perbedaan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi pembelajaran sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Apakah murid menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam pembelajaran?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Apa perbedaan Nitya Yajña dan Naimitika Yajña yang sudah saya pahami?
  • Contoh Yajña apa saja yang sudah dilakukan keluarga saya di rumah?
  • Apa yang masih membuat saya bingung dan ingin saya tanyakan lebih lanjut?
  • Yajña apa yang akan saya lakukan secara rutin mulai sekarang sebagai wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V halaman 84-89
  2. Buku Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V
  3. Gambar atau video pelaksanaan persembahyangan harian dan upacara besar Hindu
  4. Papan tulis dan spidol
  5. Laptop dan proyektor (infokus)
  6. Kertas plano dan spidol warna untuk kerja kelompok
  7. Lingkungan sekitar sebagai sumber belajar kontekstual

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.