Modul AjarPertemuan 6Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai-Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Dharma dan Cinta Kasih dalam Kitab Mahābhārata

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Nilai-Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Dharma dan Cinta Kasih dalam Kitab Mahābhārata". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Nilai-Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Dharma dan Cinta Kasih dalam Kitab Mahābhārata

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Nilai-Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Dharma dan Cinta Kasih dalam Kitab Mahābhārata

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikNilai-Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Dharma dan Cinta Kasih dalam Kitab Mahābhārata
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyebutkan contoh-contoh nilai kepemimpinan berdasarkan ajaran Dharma dan cinta kasih (Prema) yang terdapat dalam Kitab Mahābhārata
  2. Murid dapat mengingat keteladanan tokoh-tokoh Kitab Mahābhārata yang mencerminkan nilai kepemimpinan berdasarkan Dharma dan Prema

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Siapakah tokoh dalam Kitab Mahābhārata yang paling kalian kagumi sebagai pemimpin? Mengapa?
  2. Menurut kalian, apa yang membuat seorang pemimpin menjadi baik dan dicintai rakyatnya?
  3. Bagaimana cara kalian menerapkan sikap kepemimpinan berdasarkan Dharma dan cinta kasih di lingkungan sekolah?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam Om Swastyastu dan meminta salah satu murid memimpin doa Tri Sandya
  • Guru melakukan presensi kehadiran murid dan mengecek kesiapan belajar
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: 'Siapa yang pernah mendengar cerita Kitab Mahābhārata? Tokoh mana yang kalian ingat?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mempelajari nilai kepemimpinan berdasarkan Dharma dan cinta kasih dari tokoh-tokoh Mahābhārata
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: 'Menurut kalian, apa yang membuat seorang pemimpin menjadi baik dan dicintai rakyatnya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati gambar atau ilustrasi tokoh Yudhisthira dalam kisah Wirata Parwa yang ditampilkan di papan tulis atau layar
  • Guru menceritakan kisah singkat tentang Yudhisthira yang mengajarkan ilmu kepemimpinan kepada Raja Wirata dengan berlandaskan ajaran Dharma
  • Murid mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting dari kisah tersebut
  • Guru menjelaskan dua nilai kepemimpinan utama: (1) Kepemimpinan berdasarkan prinsip Dharma (kebenaran), (2) Kepemimpinan berdasarkan Prema (cinta kasih)
  • Murid membaca teks dalam buku siswa halaman tentang nilai kepemimpinan dalam Kitab Mahābhārata
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan bertanya: 'Mengapa pemimpin harus berpegang pada Dharma?' dan 'Bagaimana cinta kasih membantu seorang pemimpin?'
  • Murid diminta mengidentifikasi contoh-contoh nilai kepemimpinan dari kisah yang telah dibacakan

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang per kelompok)
  • Setiap kelompok diberi tugas untuk mendiskusikan satu tokoh Mahābhārata (Yudhisthira, Bima, Arjuna, atau tokoh lain) dan mengidentifikasi nilai kepemimpinan yang mereka miliki
  • Murid dalam kelompok berdiskusi dan menuliskan: (a) Nama tokoh, (b) Contoh sikap kepemimpinan tokoh tersebut, (c) Nilai Dharma atau Prema yang tercermin, (d) Bagaimana nilai tersebut bisa diterapkan di sekolah
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas
  • Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan
  • Guru memberikan penguatan dan klarifikasi terhadap hasil diskusi kelompok

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing untuk refleksi pribadi
  • Murid diminta menuliskan refleksi individu dalam buku catatan dengan panduan pertanyaan: 'Nilai kepemimpinan apa yang paling berkesan bagiku?', 'Bagaimana aku bisa menerapkan nilai Dharma dan Prema dalam kehidupan sehari-hari?', 'Tokoh mana yang ingin aku teladani?'
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksi mereka secara sukarela
  • Guru memberikan apresiasi atas refleksi murid dan menekankan pentingnya meneladani nilai kepemimpinan dalam kehidupan sehari-hari, baik sebagai ketua kelas, anggota kelompok, atau bahkan dalam keluarga

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 3-5 pertanyaan lisan atau tertulis singkat tentang nilai kepemimpinan Dharma dan Prema
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: nilai kepemimpinan dalam Mahābhārata mengajarkan pentingnya Dharma (kebenaran) dan Prema (cinta kasih) dalam memimpin
  • Guru memberikan penguatan positif dan apresiasi kepada murid yang aktif
  • Guru memberikan tindak lanjut: murid diminta mencari satu contoh pemimpin di sekitar mereka (kepala sekolah, ketua kelas, orang tua) yang menunjukkan nilai Dharma dan Prema, untuk dibagikan pada pertemuan berikutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa Shanti Patha dan salam Om Shanti Shanti Shanti Om

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kemampuan tinggi diberi teks tambahan tentang tokoh-tokoh Mahābhārata lainnya (seperti Nakula, Sadewa, Kresna), sedangkan murid dengan kemampuan rendah fokus pada tokoh utama Yudhisthira dengan penjelasan yang lebih sederhana
  • Proses: Murid cepat dapat menjadi ketua kelompok dan membantu teman yang membutuhkan, sedangkan murid yang lambat diberi scaffolding berupa kartu kata kunci atau tabel sederhana untuk membantu mengidentifikasi nilai kepemimpinan
  • Produk: Murid cepat diminta menuliskan refleksi yang lebih mendalam dengan contoh konkret penerapan nilai di kehidupan sehari-hari, sedangkan murid lambat cukup menuliskan 2-3 kalimat refleksi atau menggambar simbol yang merepresentasikan nilai kepemimpinan yang mereka pelajari

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai Kitab Mahābhārata dan tokoh-tokohnya
  • Observasi respons murid terhadap pertanyaan pemantik

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat mendengarkan cerita dan membaca teks
  • Penilaian partisipasi murid dalam diskusi kelas
  • Observasi kerja sama murid dalam diskusi kelompok
  • Penilaian presentasi kelompok menggunakan rubrik

Akhir:

  • Kuis singkat tertulis atau lisan: menyebutkan contoh nilai kepemimpinan Dharma dan Prema dari tokoh Mahābhārata
  • Penilaian refleksi tertulis individu menggunakan rubrik
  • Penilaian pemahaman murid melalui pertanyaan: 'Sebutkan dua tokoh Mahābhārata yang memiliki nilai kepemimpinan berdasarkan Dharma dan jelaskan contohnya'

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi kelas dan kerja kelompok
  • Penilaian proses diskusi kelompok melalui lembar observasi
  • Tanya jawab lisan selama pembelajaran

Sumatif:

  • Penilaian hasil diskusi kelompok (tertulis)
  • Penilaian refleksi individu murid
  • Tes tertulis singkat (3-5 pertanyaan) tentang nilai kepemimpinan Dharma dan Prema dalam Mahābhārata

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menyebutkan contoh nilai kepemimpinan Dharma dan PremaBelum mampu menyebutkan contoh nilai kepemimpinan dari tokoh MahābhārataMampu menyebutkan 1 contoh nilai kepemimpinan tetapi kurang tepat atau kurang jelasMampu menyebutkan 2 contoh nilai kepemimpinan Dharma atau Prema dengan cukup jelasMampu menyebutkan 3 atau lebih contoh nilai kepemimpinan Dharma dan Prema dengan jelas dan tepat
Kemampuan mengingat keteladanan tokoh MahābhārataBelum mampu mengingat tokoh dan keteladanannyaMampu menyebutkan 1 tokoh tetapi belum bisa menjelaskan keteladanannyaMampu menyebutkan 2 tokoh dan menjelaskan keteladanan salah satunya dengan cukup baikMampu menyebutkan 3 atau lebih tokoh dan menjelaskan keteladanan masing-masing dengan detail dan benar
Partisipasi dalam diskusi kelompokTidak berpartisipasi atau pasif selama diskusi kelompokSesekali memberikan pendapat tetapi masih sangat terbatasAktif berdiskusi dan memberikan kontribusi ide kepada kelompokSangat aktif, memimpin diskusi, memberikan ide kreatif, dan membantu teman dalam kelompok
Kualitas refleksi pribadiRefleksi tidak ditulis atau tidak relevan dengan materiRefleksi ditulis tetapi hanya berisi 1 kalimat sederhana tanpa penjelasanRefleksi ditulis dengan baik, menunjukkan pemahaman nilai kepemimpinan dan kaitannya dengan kehidupan pribadiRefleksi mendalam, menunjukkan pemahaman nilai kepemimpinan, contoh konkret penerapan, dan komitmen untuk meneladani tokoh Mahābhārata

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami nilai kepemimpinan Dharma dan Prema dalam pembelajaran hari ini?
  • Strategi mana yang paling efektif dalam membantu murid memahami keteladanan tokoh Mahābhārata?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah memenuhi kebutuhan murid dengan kemampuan beragam?
  • Bagaimana saya bisa meningkatkan keterlibatan murid yang masih pasif dalam diskusi kelompok?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah tepat dan efektif?

Refleksi Murid:

  • Nilai kepemimpinan apa yang paling berkesan bagiku dari pembelajaran hari ini?
  • Tokoh Mahābhārata mana yang ingin aku teladani? Mengapa?
  • Bagaimana aku bisa menerapkan nilai Dharma dan Prema dalam kehidupan sehari-hari di sekolah dan di rumah?
  • Apa yang sudah aku pahami dengan baik? Apa yang masih membuatku bingung?
  • Bagaimana perasaanku selama belajar hari ini? Apakah aku menikmati pembelajaran ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  3. Kitab Mahābhārata (versi ringkas atau cerita bergambar untuk anak)
  4. Gambar atau ilustrasi tokoh-tokoh Mahābhārata (Yudhisthira, Bima, Arjuna, Raja Wirata)
  5. Papan tulis atau layar proyektor
  6. Kartu kata kunci tentang nilai kepemimpinan (Dharma, Prema, kebenaran, cinta kasih)
  7. Lembar kerja kelompok
  8. Buku catatan atau jurnal refleksi murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.