Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Pengenalan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 dengan topik "Pengenalan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5: Pengenalan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Pengenalan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikPengenalan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pengertian kata Mahābhārata dan kedudukannya sebagai Itihasa dalam tradisi agama Hindu.
  2. Murid dapat menyebutkan 18 nama Parwa (Astadasaparwa) beserta urutan dan bagian-bagiannya dalam Kitab Mahābhārata.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apakah kalian pernah mendengar cerita tentang Pandawa dan Korawa? Di kitab manakah cerita itu berasal?
  2. Mengapa kitab Mahābhārata begitu istimewa dalam tradisi agama Hindu?
  3. Kitab Mahābhārata terdiri dari berapa bagian dan apa nama bagian-bagian tersebut?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan Om Swastyastu.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid.
  • Guru mengingatkan kembali pembelajaran kelas II tentang tokoh-tokoh Pandawa dan Korawa (apersepsi).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengenal Kitab Mahābhārata dan 18 Parwa di dalamnya.
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan: Siapa yang masih ingat cerita Pandawa Lima? Dari kitab mana cerita itu berasal?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan gambar atau sampul Kitab Mahābhārata dan mengajukan pertanyaan pemantik: Apa yang kalian ketahui tentang kitab ini?
  • Guru menjelaskan arti kata Mahābhārata: Maha (agung) + Bharata (bangsa Bharata), sehingga berarti 'Kisah Agung Bangsa Bharata'.
  • Guru menjelaskan bahwa Mahābhārata termasuk Itihasa (sejarah suci) yang disusun oleh Maharsi Wyasa dan berkisah tentang dua keluarga besar: Pandawa dan Korawa.
  • Murid membaca teks singkat di buku siswa tentang pengertian Mahābhārata dan menggarisbawahi kata-kata kunci (Itihasa, Pandawa, Korawa, Wyasa).
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: Mengapa kitab ini disebut Itihasa? Apa bedanya dengan Weda?
  • Guru menjelaskan bahwa Mahābhārata terdiri dari 18 bagian yang disebut Astadasaparwa (Asta=8, Dasa=10, Parwa=kitab/bagian).
  • Guru menampilkan daftar 18 Parwa secara berurutan di papan tulis atau slide: Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Udyogaparwa, Bhismaparwa, Dronaparwa, Karnaparwa, Salyaparwa, Sauptikaparwa, Striparwa, Shantiparwa, Anusasanaparwa, Aswamedhikaparwa, Asramaparwa, Mausalaparwa, Mahaprashthanikaparwa, Swargarohanaparwa.
  • Murid menyimak penjelasan singkat tentang isi dari 3-4 Parwa pertama sebagai contoh (Adiparwa: silsilah keluarga, Sabhaparwa: persidangan dan perjudian, Wanaparwa: pengasingan di hutan, Wirataparwa: penyamaran).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi 6 kelompok kecil (masing-masing kelompok mendapat 3 Parwa untuk dipelajari).
  • Setiap kelompok membaca ringkasan singkat tentang 3 Parwa yang ditugaskan dari buku siswa atau lembar kerja.
  • Setiap kelompok membuat kartu nama Parwa yang berisi: nomor urut, nama Parwa, dan satu kalimat inti ceritanya.
  • Perwakilan kelompok maju ke depan dan menempelkan kartu Parwa mereka di papan sesuai urutan yang benar (1-18).
  • Guru membimbing murid menyusun urutan 18 Parwa secara lengkap di papan tulis, dan seluruh kelas membaca nama-nama Parwa bersama-sama secara berurutan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat di buku tugas: Apa yang paling menarik dari Kitab Mahābhārata? Parwa mana yang ingin kalian pelajari lebih dalam?
  • Beberapa murid diminta membagikan refleksinya secara sukarela di depan kelas.
  • Guru mengajak murid merefleksikan proses belajar hari ini: Apakah kalian merasa lebih memahami Kitab Mahābhārata? Kesulitan apa yang kalian alami?
  • Guru memberikan penguatan: Mahābhārata bukan sekadar cerita, tetapi sumber nilai-nilai kehidupan yang akan kita pelajari lebih lanjut di pertemuan berikutnya.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir secara lisan: menyebutkan nama 5 Parwa secara acak dan meminta murid mengurutkannya.
  • Guru memberikan kuis singkat tertulis: Apa arti kata Mahābhārata? Sebutkan 5 nama Parwa yang kalian ingat!
  • Guru merangkum pembelajaran: Hari ini kita telah belajar bahwa Mahābhārata adalah Itihasa yang terdiri dari 18 Parwa dan ditulis oleh Maharsi Wyasa.
  • Guru memberikan tugas rumah: Menghafal 18 nama Parwa secara berurutan dan membaca salah satu ringkasan Parwa pilihan sendiri.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan mengucapkan Om Shanti Shanti Shanti Om.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang cepat dapat membaca ringkasan lebih banyak Parwa (5-6 Parwa), sementara yang lambat cukup fokus pada 3 Parwa yang ditugaskan dengan bimbingan guru.
  • Proses: Kelompok dapat dibentuk secara heterogen agar murid saling membantu. Murid yang kesulitan mengingat urutan dapat menggunakan gambar atau mnemonic sederhana.
  • Produk: Murid yang cepat dapat membuat peta konsep 18 Parwa dengan ilustrasi, sedangkan yang lambat cukup membuat daftar nama Parwa dengan nomor urut.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang masih ingat cerita Pandawa dan Korawa? Dari mana asal cerita itu?
  • Mengamati respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengukur pengetahuan awal.

Proses:

  • Observasi saat murid membaca dan menggarisbawahi kata kunci di teks.
  • Observasi saat kerja kelompok membuat kartu Parwa dan mengurutkannya.
  • Tanya jawab selama kegiatan inti untuk mengecek pemahaman murid.
  • Penilaian kartu Parwa yang ditempel di papan (ketepatan urutan, kelengkapan informasi).

Akhir:

  • Kuis lisan: guru menyebutkan 5 nama Parwa secara acak dan murid mengurutkannya.
  • Kuis tertulis individu: Apa arti kata Mahābhārata? Sebutkan minimal 10 nama Parwa secara berurutan.
  • Penilaian refleksi tertulis individu tentang pembelajaran hari ini.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid saat diskusi dan kegiatan kelompok.
  • Tanya jawab lisan selama pembelajaran berlangsung.
  • Penilaian kartu Parwa yang dibuat kelompok (kelengkapan nama, urutan, dan ringkasan).

Sumatif:

  • Kuis tertulis: menjelaskan pengertian Mahābhārata dan menyebutkan minimal 10 nama Parwa secara berurutan.
  • Refleksi tertulis individu tentang pemahaman terhadap Kitab Mahābhārata.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan pengertian Mahābhārata dan kedudukannya sebagai ItihasaBelum dapat menjelaskan arti Mahābhārata dan tidak mengenal istilah Itihasa.Dapat menyebutkan arti kata Mahābhārata tetapi belum memahami Itihasa.Dapat menjelaskan arti Mahābhārata dan menyebutkan bahwa ia termasuk Itihasa, meskipun penjelasan masih terbatas.Dapat menjelaskan dengan lengkap arti Mahābhārata, kedudukannya sebagai Itihasa, dan perbedaannya dengan kitab suci lainnya.
Menyebutkan 18 nama Parwa secara berurutanBelum dapat menyebutkan nama Parwa atau hanya menyebutkan 1-3 nama tanpa urutan.Dapat menyebutkan 4-7 nama Parwa dengan sebagian urutan yang benar.Dapat menyebutkan 8-14 nama Parwa dengan urutan yang sebagian besar benar.Dapat menyebutkan 15-18 nama Parwa secara berurutan dengan tepat dan lancar.
Keterlibatan dan antusiasme dalam pembelajaranPasif, tidak berpartisipasi dalam diskusi atau kegiatan kelompok.Mulai terlibat dalam kegiatan tetapi masih perlu banyak dorongan dari guru.Aktif dalam kegiatan kelompok dan diskusi, menunjukkan minat pada materi.Sangat aktif, antusias, mengajukan pertanyaan, dan membantu teman dalam kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah strategi pembelajaran yang saya gunakan hari ini efektif membantu murid memahami Kitab Mahābhārata dan 18 Parwa?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling menarik bagi murid? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang saya berikan sudah mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda di pertemuan berikutnya untuk meningkatkan pemahaman murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini tentang Kitab Mahābhārata?
  • Parwa mana yang paling ingin kamu pelajari lebih dalam? Mengapa?
  • Apa kesulitan yang kamu alami saat mempelajari 18 nama Parwa?
  • Bagaimana cara yang menurutmu paling mudah untuk mengingat urutan Parwa?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V Kurikulum Merdeka
  2. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas V Kurikulum Merdeka
  3. Gambar atau sampul Kitab Mahābhārata
  4. Karton/kertas untuk membuat kartu nama Parwa
  5. Papan tulis/whiteboard dan spidol
  6. Lembar kerja ringkasan 18 Parwa
  7. Video pendek tentang pengenalan Kitab Mahābhārata (opsional, jika tersedia)
  8. Poster atau chart daftar Astadasaparwa

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.