Modul AjarBab 1Fase CSemester 1

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 1: Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti kelas 5 untuk Bab 1 "Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti Kelas 5 Bab 1: Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti - Kelas 5

Bab 1

MODUL AJAR

Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 1 — Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranPendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 1 — Nilai-Nilai dalam Kitab Mahābhārata
Alokasi Waktu19 JP (19 x 35 menit = 665 menit)
Jumlah Pertemuan7
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.1.1 Mengidentifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Kitab Weda Smrti beserta pembagian Astadasaparwa di dalamnya
  2. TP 5.1.2 Menjelaskan nilai kedisiplinan para tokoh dalam kisah Kitab Mahābhārata sebagai ajaran Kitab Weda Smrti
  3. TP 5.1.3 Menguraikan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan dalam Kitab Mahābhārata sebagai wujud pengenalan ajaran Kitab Weda Smrti
  4. TP 5.1.4 Menjelaskan nilai kesetiaan dan kejujuran dalam Kitab Mahābhārata sebagai ajaran kebajikan Kitab Weda Smrti

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa✓
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Di mana letak kedudukan Kitab Mahābhārata dalam kelompok Kitab Suci Weda Smrti?
  2. Apa arti dari istilah Astadasaparwa dan parwa apa saja yang berada di bagian awalnya?
  3. Jika pada pertemuan sebelumnya kita telah mengenal parwa ke-1 sampai ke-5, parwa apa sajakah yang memuat kisah pertempuran Bharatayuda?
  4. Apa nama kitab parwa terakhir dalam Astadasaparwa yang menceritakan perjalanan Pandawa menuju surga?
  5. Bagaimana usaha disiplin (tapa) yang dilakukan Arjuna hingga berhasil memperoleh senjata Pasupati?
  6. Mengapa sikap disiplin berlatih Bambang Ekalawya dan Karna membuat mereka mahir memanah seperti halnya Pandawa?
  7. Apa yang kalian ketahui tentang sikap rela berkorban demi kebenaran (dharma)?
  8. Siapakah tokoh dalam kisah Mahābhārata yang berani berkorban dan patut diteladani nilai kepahlawanannya?
  9. Bagaimana sikap Yudhisthira saat memimpin dan memberikan teladan kebajikan kepada rakyatnya?
  10. Apa yang terjadi jika seorang pemimpin tidak menerapkan prinsip kebenaran (Dharma) dan cinta kasih (Prema)?
  11. Mengapa sikap jujur dan setia lebih mulia daripada sekadar menjadi orang pintar tetapi suka berbohong?
  12. Bagaimanakah tokoh Bhisma membuktikan kesetiaan dan kejujuran pada janjinya dalam kisah Mahābhārata?
  13. Bagaimana nilai-nilai luhur seperti kedisiplinan, kepahlawanan, kepemimpinan, dan kejujuran dalam Kitab Mahābhārata menuntun perilaku kita sehari-hari?
  14. Mengapa penting bagi kita untuk memahami pembagian parwa dan kedudukan Kitab Mahābhārata dalam pustaka suci Weda Smrti?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengidentifikasi Kedudukan Kitab Mahābhārata dalam Kitab Weda Smrti dan Bagian Awal Astadasaparwa — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.1 Mengidentifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Kitab Weda Smrti beserta pembagian Astadasaparwa di dalamnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali 'Om Swastyastu', doa pembuka belajar bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Kitab Mahābhārata termasuk kelompok Weda Sruti atau Weda Smrti?' (acuan: Weda Smrti / Upaweda / Itihasa); (2) 'Ada berapa parwa/kitab dalam Mahābhārata?' (acuan: 18 parwa atau Astadasaparwa) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid mengamati bagan kodifikasi Weda di papan tulis dan menyimak penjelasan guru tentang kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Weda Smrti pada kelompok Upaweda (bagian Itihasa) yang dihimpun oleh Maharsi Wyasa (10 menit).
  • Murid mencermati istilah Astadasaparwa (Asta = 8, Dasa = 10, Parwa = bagian/kitab; artinya 18 parwa) dan mengidentifikasi 4 parwa awal: 1. Adiparwa (silsilah keluarga Bharata), 2. Sabhaparwa (permainan dadu dan persidangan di balai pertemuan), 3. Wanaparwa (pengasingan Pandawa 12 tahun di hutan), 4. Wirataparwa (penyamaran Pandawa selama 1 tahun di Kerajaan Wirata) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Tepat Parwa': setiap pasang murid menerima kartu nama parwa awal dan kartu intisari ceritanya, lalu berlomba menjodohkannya secara tepat di mejanya (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Identifikasi yang memuat 4 butir penjodohan nama parwa awal dan ringkasan isinya: (1) Adiparwa -> Silsilah keluarga wangsa Bharata; (2) Sabhaparwa -> Kisah permainan judi dadu dan terusirnya Pandawa; (3) Wanaparwa -> Pengembaraan Pandawa selama 12 tahun di hutan Kamyaka; (4) Wirataparwa -> Kisah penyamaran Pandawa di Kerajaan Wirata (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan kunci acuan dan menandai butir parwa yang sudah dipahami dengan tepat maupun yang masih perlu diingat kembali (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid terkait kedudukan Mahābhārata dalam Weda Smrti dan 4 parwa awal Astadasaparwa (5 menit).
  • Guru menyampaikan kegiatan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (mempelajari parwa-parwa lanjutan dalam Astadasaparwa) dan menutup pembelajaran dengan doa Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bagan hierarki Weda visual dengan kode warna untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkrit.
  • Proses: Bagi murid yang masih keliru membedakan Sabhaparwa dan Wanaparwa diberikan kartu petunjuk kata kunci (Sabhaparwa = judi/balai sidang; Wanaparwa = wana/hutan), sedangkan murid yang cepat mengidentifikasi diminta mengurutkan nomor parwa 1 sampai 4 secara acak.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan identifikasi melalui lembar kerja tertulis atau menempel kartu jodoh parwa.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 1. 'Dalam pembagian Kitab Suci Weda, Kitab Mahābhārata termasuk kelompok Weda Sruti atau Weda Smrti?' (acuan: Weda Smrti / cabang Upaweda bagian Itihasa); 2. 'Berapa jumlah parwa yang menyusun Mahābhārata?' (acuan: 18 parwa / Astadasaparwa).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan saat permainan kartu pasang 'Tebak Tepat Parwa' dan pengecekan ketepatan pengerjaan Lembar Kerja Identifikasi 4 parwa awal Mahābhārata (acuan: Adiparwa = silsilah Bharata, Sabhaparwa = sidang permainan dadu, Wanaparwa = 12 tahun di hutan, Wirataparwa = penyamaran di Wirata).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan 2 butir penutup: 1. Sebutkan kedudukan Mahābhārata dalam Weda Smrti (acuan: bagian dari Upaweda / Itihasa); 2. Sebutkan secara runtut 4 nama parwa awal Astadasaparwa (acuan: Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik awal lisan tentang kelompok Weda dan jumlah parwa.
  • Asesmen formatif tertulis melalui Lembar Kerja Identifikasi 4 parwa awal Mahābhārata.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Kedudukan Mahābhārata dalam Weda SmrtiBelum mampu menyebutkan kedudukan Kitab Mahābhārata dalam pembagian Weda Smrti (masih keliru mengelompokkan ke Sruti).Mampu menyebutkan Kitab Mahābhārata masuk kelompok Weda Smrti namun belum tepat mengidentifikasi subkelompoknya (Upaweda/Itihasa).Mampu mengidentifikasi dengan tepat bahwa Kitab Mahābhārata berkedudukan dalam Kitab Weda Smrti pada cabang Upaweda (kelompok Itihasa).Mampu mengidentifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata dalam Weda Smrti cabang Upaweda/Itihasa secara tepat, mandiri, dan menyebutkan Maharsi Wyasa sebagai penghimpunnya tanpa ragu.
Identifikasi 4 Bagian Awal AstadasaparwaMengidentifikasi dengan tepat 0 atau 1 dari 4 parwa awal (Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa).Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 parwa awal beserta intisari isinya sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 parwa awal beserta intisari isinya sesuai acuan.Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 parwa awal (Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa) beserta intisari isinya secara mandiri tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami struktur penempatan Mahābhārata dalam bagan Weda Smrti secara jelas?
  • Apakah permainan kartu berpasangan efektif membantu murid mengenali 4 parwa awal Astadasaparwa?

Murid:

  • Bagian mana dari 4 parwa awal Mahābhārata (Adiparwa, Sabhaparwa, Wanaparwa, Wirataparwa) yang paling mudah kamu ingat?
  • Apakah kamu sudah memahami arti kata Astadasaparwa?

Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Kelanjutan Pembagian Parwa dalam Astadasaparwa Kitab Mahābhārata — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.1 Mengidentifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Kitab Weda Smrti beserta pembagian Astadasaparwa di dalamnya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', memimpin doa belajar, dan mengecek kehadiran murid (5 menit).
  • Guru mengingatkan kembali sekilas letak Mahābhārata dalam kelompok Upaweda (Weda Smrti) dan parwa 1–5 yang sudah diidentifikasi pada pertemuan sebelumnya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan singkat untuk mengidentifikasi pengetahuan awal murid terkait urutan parwa setelah Udyogaparwa (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid mengamati bagan alur 18 parwa Astadasaparwa pada papan tulis/layar fokus pada parwa ke-6 sampai ke-18: 6. Bhismaparwa, 7. Dronaparwa, 8. Karnaparwa, 9. Salyaparwa, 10. Sauptikaparwa, 11. Striparwa, 12. Santiparwa, 13. Anusasanaparwa, 14. Aswamedhikaparwa, 15. Asramawasikaparwa, 16. Mausalaparwa, 17. Mahaprashthanikaparwa, 18. Swargarohanaparwa (15 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru mengenai kedudukan kitab Mahābhārata dalam Itihasa (bagian Weda Smrti/Upaweda) serta peristiwa inti yang melatarbelakangi pengelompokan parwa peperangan (parwa 6-10) dan pascaperang (parwa 11-18) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang dan memberikan permainan kartu tantangan bertajuk 'Estafet Kartu Astadasaparwa' yang menyenangkan (5 menit).
  • Setiap kelompok menerima 8 kartu potongan nama parwa dan 8 kartu ringkasan peristiwa untuk dipasangkan secara tepat. Rincian kartu: (1) Bhismaparwa -> Panglima Bisma gugur di medan Kuruksetra; (2) Dronaparwa -> Gugurnya Mahaguru Drona; (3) Karnaparwa -> Gugurnya Karna oleh panah Arjuna; (4) Salyaparwa -> Gugurnya Prabu Salya dan Duryodhana; (5) Sauptikaparwa -> Penyerbuan perkemahan Pandawa di malam hari oleh Aswatama; (6) Striparwa -> Ratapan para janda dan wanita wangsa Kuru; (7) Mahaprashthanikaparwa -> Perjalanan suci Pandawa mendaki Gunung Himalaya; (8) Swargarohanaparwa -> Perjalanan jiwa Pandawa mencapai surga (acuan pasangan sesuai kunci di atas) (10 menit).
  • Murid secara mandiri dalam kelompok mencocokkan nomor urutan parwa (ke-6 hingga ke-18) pada lembar kerja klasifikasi parwa yang disediakan guru (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap perwakilan kelompok saling memeriksa hasil pemasangan kartu dan nomor urutan parwa kelompok lain menggunakan daftar kunci acuan yang dibuka bersama di papan tulis (15 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan kemudahan dan kesulitan dalam mengingat urutan nama-nama parwa ke-6 hingga ke-18 dalam Astadasaparwa (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang kelanjutan pembagian Astadasaparwa (parwa ke-6 hingga ke-18) sebagai bagian dari Weda Smrti (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman singkat lisan dan menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya tentang nilai-nilai kedisiplinan tokoh Pandawa dan Korawa (4 menit).
  • Pembelajaran ditutup dengan doa Parama Santih: 'Om Santih, Santih, Santih Om' (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi daftar urut 18 nama parwa; murid yang cepat diberikan teks cuplikan kisah tanpa nama parwa untuk diidentifikasi nama parwanya.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu langsung oleh guru dalam menyusun urutan parwa 6-10 terlebih dahulu; murid yang mahir mengurutkan seluruh parwa 6-18 secara mandiri bersama teman kelompoknya.
  • Produk: Lembar kerja klasifikasi parwa dapat diisi berupa penomoran garis hubung (visual) bagi murid berkembang atau penulisan daftar tabel terurut bagi murid mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan parwa ke-6 yang memuat perang Bharatayuda hari pertama dan gugurnya Bhisma!' (Acuan jawaban: Bhismaparwa)
  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan nama parwa ke-18 yang merupakan parwa terakhir dalam Astadasaparwa!' (Acuan jawaban: Swargarohanaparwa)

Proses:

  • Observasi ketepatan kerja kelompok saat menjodohkan 8 kartu nama parwa dan peristiwanya: (1) Bhismaparwa -> Gugurnya Bisma, (2) Dronaparwa -> Gugurnya Drona, (3) Karnaparwa -> Gugurnya Karna, (4) Salyaparwa -> Gugurnya Salya/Duryodhana, (5) Sauptikaparwa -> Penyerbuan malam hari, (6) Striparwa -> Ratapan kaum wanita, (7) Mahaprashthanikaparwa -> Perjalanan ke Himalaya, (8) Swargarohanaparwa -> Masuk surga (Acuan: minimal 6 dari 8 pasangan tepat).
  • Pemeriksaan lembar kerja klasifikasi urutan nomor parwa 6 s.d. 18 (Acuan kunci: 6=Bhismaparwa, 7=Dronaparwa, 8=Karnaparwa, 9=Salyaparwa, 10=Sauptikaparwa, 11=Striparwa, 12=Santiparwa, 13=Anusasanaparwa, 14=Aswamedhikaparwa, 15=Asramawasikaparwa, 16=Mausalaparwa, 17=Mahaprashthanikaparwa, 18=Swargarohanaparwa; minimal 10 dari 13 nomor parwa tepat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjuk dua nama parwa acak dari parwa 6-18 (misalnya Dronaparwa dan Mahaprashthanikaparwa) lalu meminta murid mengidentifikasi nomor urut parwa tersebut (Acuan: Dronaparwa = parwa ke-7; Mahaprashthanikaparwa = parwa ke-17).

Formatif:

  • Penilaian kinerja aktivitas kelompok 'Estafet Kartu Astadasaparwa' (ketepatan memasangkan 8 nama parwa dengan ringkasan peristiwanya)
  • Lembar kerja murid mencocokkan urutan angka parwa ke-6 sampai ke-18

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi Pembagian Parwa (Parwa 6–18 dalam Astadasaparwa)Mengidentifikasi dengan tepat kurang dari 5 dari 13 nomor urut dan nama parwa lanjutan (parwa 6-18) dalam Astadasaparwa.Mengidentifikasi dengan tepat 5 sampai 8 dari 13 nomor urut dan nama parwa lanjutan (parwa 6-18) dalam Astadasaparwa.Mengidentifikasi dengan tepat 9 sampai 11 dari 13 nomor urut dan nama parwa lanjutan (parwa 6-18) dalam Astadasaparwa.Mengidentifikasi dengan tepat 12 sampai seluruh 13 nomor urut dan nama parwa lanjutan (parwa 6-18) dalam Astadasaparwa secara lengkap dan mandiri.
Ketepatan Memasangkan Nama Parwa Lanjutan dengan Pokok PeristiwanyaMemasangkan dengan tepat kurang dari 4 dari 8 pasangan kartu nama parwa dan ringkasan peristiwa yang disediakan.Memasangkan dengan tepat 4 sampai 5 dari 8 pasangan kartu nama parwa dan ringkasan peristiwa yang disediakan.Memasangkan dengan tepat 6 sampai 7 dari 8 pasangan kartu nama parwa dan ringkasan peristiwa yang disediakan.Memasangkan dengan tepat seluruh 8 pasangan kartu nama parwa dan ringkasan peristiwa yang disediakan tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu dalam aktivitas estafet berhasil meningkatkan keaktifan dan ketepatan murid dalam mengidentifikasi nama serta urutan parwa 6-18?
  • Bagian parwa mana dari parwa ke-6 hingga ke-18 yang paling banyak mengalami kekeliruan urutan oleh murid?

Murid:

  • Parwa apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu ingat urutannya dari parwa 6 sampai 18?
  • Apakah kegiatan mencocokkan kartu berkelompok membantumu lebih cepat mengenali nama-nama parwa dalam Mahābhārata?

Pertemuan 3 — Menjelaskan Nilai Kedisiplinan Tokoh Pandawa dan Korawa dalam Kisah Kitab Mahābhārata — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.2 Menjelaskan nilai kedisiplinan para tokoh dalam kisah Kitab Mahābhārata sebagai ajaran Kitab Weda Smrti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa belajar bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui tanya jawab lisan singkat: (1) Siapa lima bersaudara putra Pandu? (acuan: Yudhisthira, Bhima, Arjuna, Nakula, Sadewa); (2) Siapa nama seratus saudara dari Dinasti Kuru putra Dretarastra? (acuan: Korawa / Duryodhana dan adik-adiknya) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan nilai kedisiplinan tokoh Pandawa dan Korawa dalam kisah Kitab Mahābhārata sebagai ajaran Kitab Weda Smrti (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks ringkas tentang nilai kedisiplinan para tokoh Kitab Mahābhārata pada buku siswa, khususnya disiplin tapa Arjuna demi senjata Pasupati, ketekunan Karna berlatih memanah, ketaatan Pandawa mengabdi saat menyamar di Kerajaan Wirata, serta disiplin Bambang Ekalawya berguru (15 menit).
  • Guru memberikan penjelasan konsep bahwa disiplin dalam ajaran Weda Smrti diwujudkan melalui tapa (usaha dan kerja keras teratur), pengendalian diri, dan ketekunan belajar demi tercapainya dharma (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan kuis permainan cepat 'Tebak Disiplin Tokoh' berpasangan: satu murid membacakan kartu bentuk disiplin dan pasangannya menyebutkan nama tokohnya. Bahan 4 kartu kuis: (1) 'Tekun bertapa memohon anugerah senjata Brahmastra Pasupati' (acuan: Arjuna); (2) 'Disiplin mengabdi dan menjalankan tugas penyamaran di istana Raja Wirata' (acuan: Pandawa); (3) 'Disiplin dan gigih berlatih memanah walau penuh keterbatasan hingga setara ksatria Dinasti Kuru' (acuan: Karna); (4) 'Disiplin berlatih sendiri di depan patung Guru Drona demi menguasai panah' (acuan: Bambang Ekalawya) (15 menit).
  • Murid secara individu mengerjakan Lembar Kerja Menjelaskan Kedisiplinan Tokoh berisi 4 butir tugas: (1) Menjelaskan bentuk kedisiplinan Arjuna dalam Wanaparwa (acuan: disiplin menjalankan tapa dan olah batin hingga dianugerahi panah Pasupati oleh Dewa Siwa); (2) Menjelaskan bentuk kedisiplinan Pandawa dalam Wirataparwa (acuan: disiplin mematuhi aturan penyamaran dan setia mengabdi kepada Raja Matsya/Wirata tanpa membongkar rahasia); (3) Menjelaskan bentuk kedisiplinan tokoh Karna (acuan: disiplin dan kerja keras tanpa menyerah berlatih senjata olah keprajuritan); (4) Menjelaskan makna disiplin sebagai tapa dalam ajaran Weda Smrti berdasarkan kisah tersebut (acuan: disiplin adalah wujud kerja keras, pengendalian hawa nafsu, dan ketekunan untuk mencapai tujuan luhur) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil penjelasan pada Lembar Kerja dengan acuan kebenaran konsep kedisiplinan Weda Smrti, mengoreksi kekeliruan pemahaman secara mindful (10 menit).
  • Murid menyimpulkan makna penting nilai kedisiplinan yang diteladankan para tokoh Mahābhārata untuk diterapkan dalam ketekunan belajar sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan atas hasil penjelasan murid mengenai bentuk-bentuk kedisiplinan tokoh Pandawa dan Korawa (5 menit).
  • Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 4) mengenai Nilai Kepahlawanan dan Pengorbanan Tokoh Mahābhārata, kemudian menutup kelas dengan doa parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bacaan dengan penanda visual (warna sorotan pada nama tokoh dan bentuk kedisiplinannya) bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan panduan berupa kata kunci rintisan; bagi murid cepat, diminta menjelaskan hubungan langsung antara kedisiplinan tokoh dengan hasil keberhasilan yang mereka capai.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan penjelasan 4 butir lembar kerja kedisiplinan dengan format tulisan terstruktur.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Sebutkan lima tokoh Pandawa bersaudara!' (acuan: Yudhisthira, Bhima, Arjuna, Nakula, Sadewa); (2) 'Siapa sebutan bagi seratus putra Dretarastra?' (acuan: Korawa).

Proses:

  • Observasi partisipasi dan ketepatan pada permainan kartu kuis 'Tebak Disiplin Tokoh' berpasangan.
  • Pemeriksaan ketepatan penjelasan pada Lembar Kerja Menjelaskan Kedisiplinan Tokoh berisi 4 butir (acuan: butir 1 kedisiplinan tapa Arjuna; butir 2 kedisiplinan penyamaran Pandawa; butir 3 kedisiplinan latihan Karna; butir 4 disiplin sebagai tapa Weda Smrti).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: 'Jelaskan mengapa ketekunan Arjuna dan Karna dalam berlatih/bertapa disebut menerapkan ajaran kedisiplinan Weda Smrti?' (acuan: karena keduanya menunjukkan sikap tapa, yakni usaha kerja keras teratur, pengendalian diri, dan tidak pantang menyerah demi mencapai keahlian/tujuan mulia).

Formatif:

  • Tes lisan diagnostik awal kesiapan materi tokoh Mahābhārata
  • Kuis tebak pasangan disiplin tokoh
  • Lembar Kerja penjelasan tertulis nilai kedisiplinan tokoh Pandawa dan Korawa

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata dalam Kitab Weda SmrtiBelum mampu menjelaskan nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata; penjelasan kurang dari 2 butir yang sesuai dengan acuan (acuan 4 butir: kedisiplinan tapa Arjuna, kedisiplinan penyamaran Pandawa di Wirata, kedisiplinan latihan Karna, serta makna disiplin sebagai tapa).Menjelaskan dengan tepat 2 dari 4 butir nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata sesuai daftar acuan, dengan bantuan guru.Menjelaskan dengan tepat 3 dari 4 butir nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata sesuai daftar acuan secara mandiri.Menjelaskan dengan tepat seluruh 4 butir nilai kedisiplinan tokoh Mahābhārata sesuai daftar acuan secara mandiri dan rinci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas permainan kuis berpasangan membantu murid mengidentifikasi dan menjelaskan bentuk kedisiplinan tokoh dengan tepat?
  • Bagian mana dari konsep disiplin sebagai 'tapa' yang masih memerlukan bimbingan penjelasan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Sikap disiplin dari tokoh siapa dalam kisah Mahābhārata yang paling menginspirasiku untuk lebih rajin belajar?
  • Apa contoh perbuatan disiplin yang dapat kulakukan di sekolah setelah mempelajari kisah ketekunan para tokoh Mahābhārata?

Pertemuan 4 — Menguraikan Nilai Kepahlawanan dan Pengorbanan Tokoh dalam Kisah Kitab Mahābhārata — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.3 Menguraikan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan dalam Kitab Mahābhārata sebagai wujud pengenalan ajaran Kitab Weda Smrti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', doa bersama, dan memeriksa kesiapan belajar murid (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-4, yaitu menguraikan nilai kepahlawanan dan pengorbanan para tokoh dalam kisah Kitab Mahābhārata (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) 'Siapakah tokoh ksatria muda putra Arjuna yang gugur di medan Kuruksetra demi membela dharma?' (acuan: Abimanyu); (2) 'Sebutkan 2 wujud sikap kepahlawanan menurut ajaran Hindu!' (acuan: rela berkorban/bhakti/pelayanan tulus/seva) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca teks ringkas tentang kepahlawanan Abimanyu dan Bhisma dalam mempertahankan dharma serta pengorbanan mereka di Kuruksetra yang termuat dalam Kitab Mahābhārata (15 menit).
  • Guru menjelaskan konsep kepahlawanan dalam Kitab Mahābhārata yang bersumber dari ajaran Weda Smrti, mencakup unsur rela berkorban, ketulusan bakti, dan pengabdian/pelayanan tulus (seva) demi tegaknya kebajikan (dharma) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain kuis tantangan kartu berpasangan ceria: setiap murid menerima kartu tokoh atau kartu tindakan pengorbanan, lalu bergerak mencari pasangannya di kelas. Tersedia 3 pasang kartu: (1) Kartu Tokoh Abimanyu berpasangan dengan Kartu Tindakan 'Rela berkorban menembus formasi Cakrawyuha demi membela Pandawa dan dharma'; (2) Kartu Tokoh Bhisma berpasangan dengan Kartu Tindakan 'Rela gugur di atas ranjang panah demi menepati sumpah dan janji suci bakti'; (3) Kartu Tokoh Gatotkaca berpasangan dengan Kartu Tindakan 'Mengorbankan jiwa menghadang senjata sakti Kunta demi melindungi keselamatan Arjuna'. Kartu pengalih: Kartu Duryodana dengan Kartu Tindakan 'Menuntut tahta demi keserakahan pribadi' (pengalih, bukan kepahlawanan) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Menguraikan Kepahlawanan Tokoh Mahābhārata' yang memuat 3 tugas uraian: (1) Menguraikan wujud pengorbanan Abimanyu dalam perang Bharatayuddha (acuan: maju bertempur seorang diri ke formasi Cakrawyuha demi membela dharma); (2) Menguraikan makna nilai kepahlawanan rela berkorban dan seva dalam kehidupan sehari-hari (acuan: tulus menolong sesama tanpa pamrih, tekun belajar demi kemajuan bangsa); (3) Menguraikan nilai keteladanan dari sumpah Bhisma (acuan: memegang teguh janji suci dan berbakti tulus kepada orang tua/kebenaran) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil uraian mereka secara sadar dan menandai apakah ketiga aspek kepahlawanan (rela berkorban, bakti tulus, dan pelayanan/seva) telah terurai dengan jelas pada lembar kerja (10 menit).
  • Murid menyampaikan perenungan pribadi tentang satu nilai kepahlawanan tokoh Mahābhārata yang paling menyentuh hati dan ingin diterapkan dalam sikap disiplin belajar sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik atas hasil uraian lembar kerja murid dan menegaskan kembali intisari nilai kepahlawanan serta rela berkorban para tokoh Mahābhārata (5 menit).
  • Guru menginformasikan topik pertemuan berikutnya (Pertemuan 5: Menguraikan Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Ajaran Kebajikan dalam Kitab Mahābhārata), lalu menutup sesi dengan doa penutup dan parama santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang dilengkapi tanda garis bawah pada bagian tindakan pengorbanan tokoh; murid yang cepat diberikan teks narasi kisah pertempuran Abimanyu yang lebih lengkap.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru dengan pertanyaan penuntun terstruktur saat menulis uraian; murid mandiri menyelesaikan uraian secara penuh tanpa pendampingan.
  • Produk: Murid menulis uraian nilai kepahlawanan dan pengorbanan tokoh pada lembar kerja sesuai rubrik pencapaian (3 butir uraian target).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Siapakah ksatria muda putra Arjuna yang gugur membela kebenaran di Kuruksetra?' (acuan: Abimanyu); (2) 'Sebutkan 2 bentuk tindakan kepahlawanan dalam ajaran Hindu!' (acuan: rela berkorban demi dharma, pelayanan tulus/seva, bakti yang teguh).

Proses:

  • Aktivitas mencocokkan kartu kepahlawanan tokoh: Murid memasangkan 3 kartu tokoh dengan 3 kartu tindakan kepahlawanan yang tepat tanpa mengambil kartu pengalih (tokoh: Abimanyu, Bhisma, Gatotkaca; pengalih: Duryodana).
  • Pengerjaan Lembar Kerja Uraian: Menguraikan nilai kepahlawanan dan pengorbanan 3 tokoh/konsep: (1) Pengorbanan Abimanyu menembus Cakrawyuha demi dharma; (2) Makna rela berkorban dan seva; (3) Keteladanan sumpah dan pengorbanan Bhisma.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid menyebutkan 1 bukti pengorbanan tokoh Abimanyu atau Bhisma dan 1 wujud pengamalannya di lingkungan sekolah (acuan: membela teman yang benar/belajar tekun tanpa mengeluh/menolong sesama dengan tulus).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman awal tentang konsep kepahlawanan dan tokoh Mahābhārata
  • Observasi unjuk kerja pencocokan kartu kepahlawanan tokoh
  • Penilaian Lembar Kerja Uraian Nilai Kepahlawanan dan Pengorbanan Tokoh Mahābhārata

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguraikan nilai kepahlawanan dan pengorbanan tokoh dalam Kitab MahābhārataBelum mampu menguraikan nilai kepahlawanan dan pengorbanan tokoh (hanya menyebutkan nama 1 tokoh tanpa menguraikan tindakan pengorbanannya).Mampu menguraikan 1 dari 3 uraian nilai kepahlawanan dan pengorbanan tokoh (Abimanyu/Bhisma/makna seva) secara tepat sesuai acuan materi.Mampu menguraikan 2 dari 3 uraian nilai kepahlawanan dan pengorbanan tokoh secara tepat sesuai acuan materi.Mampu menguraikan seluruh 3 uraian nilai kepahlawanan dan pengorbanan tokoh (Abimanyu, Bhisma, serta makna rela berkorban/seva) secara lengkap dan tepat sesuai acuan materi secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah langkah pembelajaran aktif dan permainan kartu berhasil membantu murid menguraikan nilai kepahlawanan tokoh dengan tepat?
  • Apakah alokasi waktu 105 menit mencukupi bagi murid dalam menyelesaikan tugas uraian secara mendalam?

Murid:

  • Apa nilai keteladanan kepahlawanan tokoh Abimanyu dan Bhisma yang paling kamu kagumi?
  • Bagaimana caramu menunjukkan sikap rela berkorban dan melayani dengan tulus (seva) di sekolah?

Pertemuan 5 — Menguraikan Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Ajaran Kebajikan dalam Kitab Mahābhārata — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.3 Menguraikan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan dalam Kitab Mahābhārata sebagai wujud pengenalan ajaran Kitab Weda Smrti

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan 2 pertanyaan lisan: (1) 'Siapa tokoh Pandawa yang terkenal paling bijaksana dan menegakkan kebenaran?' (acuan jawaban: Yudhisthira/Dharmawangsa); (2) 'Apa arti memimpin berdasarkan Dharma?' (acuan jawaban: memimpin dengan kebenaran/kebajikan/kejujuran) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca teks narasi ringkas tentang nilai kepemimpinan dalam Kitab Mahābhārata (kisah Yudhisthira mengajarkan kepemimpinan berlandaskan Dharma di Wirataparwa) pada Buku Siswa (15 menit).
  • Guru membimbing murid mengidentifikasi 4 prinsip nilai kepemimpinan kebajikan dalam teks: Dharma (kebenaran), Prema (cinta kasih), Ahimsa (tanpa kekerasan), dan Vinayam (kebijaksanaan/kerendahan hati) (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu 'Cocok Pasang Kepemimpinan': menjodohkan 4 kartu kutipan tindakan tokoh Mahābhārata dengan kartu nilai kepemimpinannya: (1) Kartu 'Yudhisthira menolak masuk surga tanpa anjing setianya' -> Pasangan: Dharma (kebenaran/kewajiban suci); (2) Kartu 'Yudhisthira memperlakukan seluruh rakyat dan saudaranya dengan penuh kasih tanpa membedakan' -> Pasangan: Prema (cinta kasih); (3) Kartu 'Yudhisthira memilih jalan damai dan menghindari pertumpahan darah sebelum perang Baratayuda' -> Pasangan: Ahimsa (tanpa kekerasan); (4) Kartu 'Yudhisthira dengan rendah hati berguru dan menghormati nasihat Resi Bhisma di Shantiparwa' -> Pasangan: Vinayam (kebijaksanaan/kerendahan hati) (20 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan Lembar Kerja 'Uraian Kepemimpinan Kebajikan' untuk menguraikan 4 prinsip kepemimpinan tokoh Mahābhārata beserta contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (acuan: Dharma = bertindak jujur dan adil saat memimpin kelompok; Prema = menyayangi seluruh teman; Ahimsa = tidak menyakiti atau mengejek anggota tim; Vinayam = mau mendengar masukan teman dengan rendah hati) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengheningkan cipta sejenak dan merenungkan satu nilai kepemimpinan Mahābhārata yang paling ingin ia terapkan saat menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri atau dalam kelompok (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 4 prinsip nilai kepemimpinan kebajikan dalam Mahābhārata: Dharma, Prema, Ahimsa, dan Vinayam (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen akhir singkat secara lisan kepada 2 murid acak dan menutup pembelajaran dengan Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu bantuan bertuliskan kata kunci arti nilai (Dharma=kebenaran, Prema=kasih, Ahimsa=tanpa kekerasan, Vinayam=bijaksana); bagi murid yang cepat disediakan kartu studi kasus kepemimpinan Mahābhārata tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipasangkan dengan teman sebaya atau dibimbing langsung oleh guru dalam menjodohkan kartu tindakan tokoh.
  • Produk: Murid yang cepat menguraikan 4 nilai kepemimpinan beserta 2 contoh tindakan konkret per nilai; murid yang berkembang cukup menguraikan 4 nilai beserta 1 contoh tindakan konkret per nilai.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Siapa tokoh Pandawa yang memimpin dengan menegakkan kebajikan dan kebenaran?' (acuan: Yudhisthira/Dharmawangsa); (2) 'Sebutkan apa arti memimpin dengan Dharma!' (acuan: memimpin berlandaskan kebenaran, keadilan, dan kebajikan).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid saat mencocokkan 4 kartu tindakan tokoh Mahābhārata dengan prinsip kepemimpinan yang tepat (acuan: 4 pasangan kartu pada langkah inti Mengaplikasi).
  • Pemeriksaan ketepatan penguraian 4 prinsip nilai kepemimpinan (Dharma, Prema, Ahimsa, Vinayam) pada Lembar Kerja mandiri.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan penutup: Guru menyebutkan 2 skenario tindakan: (1) 'Pemimpin yang tidak mau berkelahi dan menjaga perdamaian menerapkan ajaran apa?' (acuan: Ahimsa); (2) 'Pemimpin yang melayani dengan tulus dan penuh kasih menerapkan ajaran apa?' (acuan: Prema).

Formatif:

  • Penilaian kinerja berpasangan pada permainan kartu Cocok Pasang Kepemimpinan
  • Pemeriksaan Lembar Kerja 'Uraian Kepemimpinan Kebajikan'

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menguraikan Nilai Kepemimpinan Berdasarkan Ajaran Kebajikan dalam Kitab MahābhārataBelum mampu menguraikan nilai kepemimpinan kebajikan dalam Mahābhārata (hanya menyebutkan 1 prinsip dengan tepat atau keliru memasangkan kartu tindakan tokoh).Mampu menguraikan 2 dari 4 nilai kepemimpinan kebajikan dalam Mahābhārata (Dharma, Prema, Ahimsa, Vinayam) secara tepat sesuai tindakan tokoh dengan bimbingan guru.Mampu menguraikan 3 sampai 4 nilai kepemimpinan kebajikan dalam Mahābhārata (Dharma, Prema, Ahimsa, Vinayam) beserta contoh tindakan tokoh secara tepat secara mandiri.Mampu menguraikan seluruh 4 nilai kepemimpinan kebajikan dalam Mahābhārata (Dharma, Prema, Ahimsa, Vinayam) beserta contoh tindakan tokoh dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari secara tepat dan komprehensif tanpa kekeliruan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu tindakan tokoh efektif membantu murid memahami konsep nilai kepemimpinan Dharma, Prema, Ahimsa, dan Vinayam?
  • Bagaimana keterlibatan aktif murid saat berdiskusi dan menguraikan nilai kepemimpinan dalam lembar kerja?

Murid:

  • Nilai kepemimpinan tokoh Mahābhārata mana yang paling kamu kagumi dan ingin kamu tiru?
  • Bagaimana caramu menerapkan ajaran Prema (cinta kasih) dan Ahimsa ketika memimpin teman dalam tugas kelompok?

Pertemuan 6 — Menjelaskan Nilai Kesetiaan dan Kejujuran Tokoh Berdasarkan Konsep Panca Satya dalam Kitab Mahābhārata — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.4 Menjelaskan nilai kesetiaan dan kejujuran dalam Kitab Mahābhārata sebagai ajaran kebajikan Kitab Weda Smrti

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan panganjali umat 'Om Swastyastu', berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan arti kata 'Satya'! (acuan jawaban: kebenaran, kejujuran, atau kesetiaan); (2) Siapakah tokoh Mahābhārata yang terkenal rela tidak menikah seumur hidup demi memegang sumpah janjinya? (acuan jawaban: Bhisma / Bisma) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan nilai kesetiaan dan kejujuran para tokoh Mahābhārata berdasarkan ajaran kebajikan Panca Satya dalam Kitab Weda Smrti (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang kedudukan nilai kesetiaan dan kejujuran (Satya) sebagai sarana penyucian pikiran dalam ajaran kebajikan Kitab Weda Smrti (Mahābhārata) serta menyimak 5 bagian Panca Satya: (1) Satya Wacana (jujur/setia dalam perkataan), (2) Satya Mitra (setia kepada sahabat/teman), (3) Satya Hrdaya (jujur/setia terhadap kata hati), (4) Satya Laksana (jujur/setia dalam perbuatan), (5) Satya Semaya (setia/jujur menepati janji) (10 menit).
  • Murid membaca teks ringkas kisah kesetiaan 4 tokoh dalam Kitab Mahābhārata: (1) Bhisma (menepati sumpah brahmacarya seumur hidup demi ayahnya/hastinapura - Satya Semaya & Satya Laksana), (2) Dewi Kunti (setia merawat dan mendampingi Pandawa dalam masa pengasingan - Satya Mitra & Satya Laksana), (3) Karna (setia pada janji persahabatan dengan Duryodhana - Satya Mitra & Satya Semaya), dan (4) Yudhistira (selalu jujur dalam perkataan demi menegakkan dharma - Satya Wacana) (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tebak Kartu Panca Satya Tokoh': secara bergantian murid mengambil 1 dari 4 kartu cuplikan tindakan tokoh lalu pasangannya menyebutkan nama bagian Panca Satya yang sesuai secara tepat dan gembira (6 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja 'Analisis Nilai Kesetiaan Tokoh Mahābhārata' yang berisi 4 pernyataan berikut: (1) 'Yudhistira selalu menolak untuk berbohong dalam perkataan walau dalam situasi tertekan' (acuan kunci: Satya Wacana); (2) 'Bhisma memegang teguh sumpah janji tidak menikah demi menjaga keutuhan Hastinapura' (acuan kunci: Satya Semaya / Satya Laksana); (3) 'Karna membela Duryodhana karena ia memegang teguh ikatan persahabatan' (acuan kunci: Satya Mitra); (4) 'Dewi Kunti senantiasa mengikuti bisikan hati sucinya membimbing Pandawa di jalan kebajikan dharma' (acuan kunci: Satya Hrdaya). Murid menuliskan nama bagian Panca Satya dan penjelasan singkat nilai kejujuran/kesetiaan tokoh tersebut (16 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis lembar kerja berdasarkan acuan kunci jawaban, serta mendiskusikan mengapa orang yang setia dan jujur dipandang mulia dalam ajaran Weda Smrti (6 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi pribadi di lembar tugas tentang bagian Panca Satya mana yang sudah ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari (4 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan pengertian 5 bagian Panca Satya dan keteladanan nilai kejujuran serta kesetiaan para tokoh Kitab Mahābhārata (5 menit).
  • Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan kepada murid, memberikan penguatan bahwa pertemuan berikutnya adalah pelaksanaan asesmen sumatif bab, lalu menutup pelajaran dengan doa dan Parama Santih 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan definisi 5 bagian Panca Satya; murid berpencapaian tinggi diberikan teks cuplikan tindakan tokoh Mahābhārata dengan analisis konteks dilema moral yang lebih luas.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu guru dalam mengenali kata kunci tindakan tokoh (ucapan, sahabat, janji, kata hati, perbuatan); murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis 4 pernyataan secara langsung.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar kerja 4 butir; murid cepat menuliskan penjelasan alasan keterkaitan nilai kesetiaan tokoh secara lebih terperinci.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Apa arti dari kata Satya?' (acuan kunci: kebenaran, kejujuran, atau kesetiaan); (2) 'Siapa nama tokoh Mahābhārata yang setia memegang sumpah janjinya untuk tidak naik tahta dan tidak menikah seumur hidup?' (acuan kunci: Bhisma / Bisma).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar kerja mandiri 'Analisis Nilai Kesetiaan Tokoh Mahābhārata' yang memuat 4 butir soal: (1) Yudhistira selalu berkata benar (kunci: Satya Wacana), (2) Bhisma setia menepati sumpah janji (kunci: Satya Semaya), (3) Karna setia pada ikatan persahabatan Duryodhana (kunci: Satya Mitra), (4) Dewi Kunti mengikuti bisikan kata hati sucinya (kunci: Satya Hrdaya). Kriteria ketercapaian: tepat menentukan minimal 3 dari 4 bagian Panca Satya beserta alasan tindakan tokoh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir lisan: Guru menyebutkan 1 situasi 'Seseorang yang selalu menepati janji yang pernah ia ucapkan', murid secara serentak/bergiliran menyebutkan bagian Panca Satya yang dimaksud (acuan kunci: Satya Semaya).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan tanya jawab konsep dasar kesetiaan (Satya) di awal pelajaran
  • Penilaian unjuk kerja tertulis analisis nilai kesetiaan dan kejujuran tokoh Mahābhārata berdasarkan Panca Satya pada lembar kerja mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan nilai kesetiaan dan kejujuran tokoh Mahābhārata berdasarkan Panca SatyaTepat menjelaskan 1 atau belum ada dari 4 butir nilai kesetiaan/kejujuran tokoh Mahābhārata sesuai acuan bagian Panca Satya (Satya Wacana, Satya Semaya, Satya Mitra, Satya Hrdaya) dengan bantuan penuh guru.Tepat menjelaskan 2 dari 4 butir nilai kesetiaan/kejujuran tokoh Mahābhārata sesuai acuan bagian Panca Satya (Satya Wacana, Satya Semaya, Satya Mitra, Satya Hrdaya) dengan sedikit bimbingan guru.Tepat menjelaskan 3 dari 4 butir nilai kesetiaan/kejujuran tokoh Mahābhārata sesuai acuan bagian Panca Satya (Satya Wacana, Satya Semaya, Satya Mitra, Satya Hrdaya) secara mandiri.Tepat menjelaskan seluruh 4 butir nilai kesetiaan/kejujuran tokoh Mahābhārata sesuai acuan bagian Panca Satya (Satya Wacana, Satya Semaya, Satya Mitra, Satya Hrdaya) beserta alasan tindakan tokoh secara tepat dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan permainan kartu dan lembar analisis kisah tokoh efektif mempermudah murid memahami konsep Panca Satya dalam Mahābhārata?
  • Bagian penjelasan manakah yang masih memerlukan penguatan agar murid tidak tertukar antara Satya Wacana dan Satya Semaya?

Murid:

  • Nilai kesetiaan dan kejujuran dari tokoh Mahābhārata manakah yang paling menginspirasiku hari ini?
  • Apakah aku sudah mampu membedakan jenis-jenis kesetiaan dalam Panca Satya?

Pertemuan 7 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.1.1 Mengidentifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Kitab Weda Smrti beserta pembagian Astadasaparwa di dalamnya
  • TP 5.1.2 Menjelaskan nilai kedisiplinan para tokoh dalam kisah Kitab Mahābhārata sebagai ajaran Kitab Weda Smrti
  • TP 5.1.3 Menguraikan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan dalam Kitab Mahābhārata sebagai wujud pengenalan ajaran Kitab Weda Smrti
  • TP 5.1.4 Menjelaskan nilai kesetiaan dan kejujuran dalam Kitab Mahābhārata sebagai ajaran kebajikan Kitab Weda Smrti

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam panganjali 'Om Swastyastu', doa bersama Gayatri Mantram, serta mengecek kesiapan fisik dan psikis murid untuk asesmen (5 menit).
  • Guru menjelaskan tujuan pertemuan asesmen sumatif bab 1, menegaskan tata tertib kejujuran akademik dan kemandirian dalam mengerjakan tes tertulis terpadu (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bagian 1 dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan tes tertulis objektif (pilihan ganda dan menjodohkan) secara teliti (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri mengerjakan Asesmen Sumatif Bagian 1 (durasi 30 menit) yang terdiri atas 5 butir soal pilihan ganda kedudukan Mahābhārata dan 5 butir soal menjodohkan parwa: [Pilihan Ganda] (1) Kitab Mahābhārata digolongkan ke dalam kelompok Weda Smrti bagian... (Kunci: Itihasa; Pengalih: Purana, Wedangga, Upanisad); (2) Penulis atau penghimpun kisah agung Mahābhārata adalah... (Kunci: Rsi Wyasa; Pengalih: Rsi Walmiki, Rsi Kanwa, Rsi Wiswamitra); (3) Jumlah bagian buku dalam Kitab Mahābhārata dikenal dengan sebutan... (Kunci: Astadasaparwa; Pengalih: Caturweda, Sadripu, Pancayadnya); (4) Kisah peperangan besar Bharatayuddha di Kurukshetra yang memuat wejangan Bhagawadgita termuat pertama kali dalam... (Kunci: Bhismaparwa; Pengalih: Adiparwa, Sabhaparwa, Wirataparwa); (5) Kitab Mahābhārata dikelompokkan sebagai Weda Smrti karena... (Kunci: Merupakan ajaran yang diingat dan disusun kembali oleh para rsi agung; Pengalih: Merupakan wahyu langsung yang didengar tanpa perantara, Berisi mantra puja tri sandhya saja, Merupakan kitab tata bahasa murni). [Menjodohkan 5 Parwa] (1) Adiparwa -> Pasangan: Kitab pertama menceritakan silsilah keluarga Kuru dan masa kecil Pandawa-Korawa; (2) Wanaparwa -> Pasangan: Kisah pengasingan Pandawa selama 12 tahun di dalam hutan; (3) Wirataparwa -> Pasangan: Kisah penyamaran Pandawa selama 1 tahun di Kerajaan Wirata; (4) Bhismaparwa -> Pasangan: Permulaan perang Bharatayuddha dan turunnya wejangan Bhagawadgita; (5) Swargarohanaparwa -> Pasangan: Perjalanan terakhir Yudhisthira mencapai surga (30 menit).
  • Guru mengumpulkan lembar jawaban Bagian 1, kemudian membagikan Lembar Asesmen Sumatif Bagian 2 (tabel analisis dan uraian) serta membacakan panduan pengerjaannya (5 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Asesmen Sumatif Bagian 2 (durasi 45 menit) yang memuat tabel analisis dan pertanyaan uraian terstruktur: [Soal 1 - Disiplin] 'Jelaskan nilai kedisiplinan yang ditunjukkan Arjuna saat berlatih memanah di bawah bimbingan Guru Drona!' (Acuan Kunci: Arjuna menunjukkan disiplin tinggi, konsentrasi penuh hanya fokus pada sasaran mata burung, tidak terganggu lingkungan, rajin berlatih siang dan malam); [Soal 2 - Tabel Penerapan Nilai Kepahlawanan dan Kepemimpinan] Murid melengkapi tabel 3 tokoh berikut: (a) Tokoh Bisma: Nilai kepahlawanan/pengorbanan (Acuan Kunci: Rela berkorban tidak naik takhta demi keutuhan kerajaan dan memegang sumpah wadat/tidak menikah demi baktinya kepada orang tua/negara); (b) Tokoh Yudhisthira: Nilai kepemimpinan kebajikan (Acuan Kunci: Memimpin dengan prinsip Dharma, keadilan, cinta kasih, mengutamakan kesejahteraan rakyat tanpa kekerasan/Ahimsa); (c) Tokoh Karna: Nilai kepahlawanan/kesetiaan ksatria (Acuan Kunci: Menunjukkan sifat ksatria berkorban di medan laga untuk memenuhi janji dan kesetiaan persahabatan walaupun tahu konsekuensi gugur); [Soal 3 - Kesetiaan & Kejujuran / Panca Satya] 'Jelaskan bagaimana Yudhisthira menerapkan nilai Satya Wacana (kejujuran dalam perkataan) dan kesetiaannya pada ajaran Dharma dalam kisah Mahābhārata!' (Acuan Kunci: Yudhisthira selalu berkata jujur dan menolak berdusta karena berpegang teguh pada prinsip kebenaran dan kesetiaan pada janji dharma, bahkan saat menghadapi ujian berat di hutan maupun saat perang Bharatayuddha) (45 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban asesmen murid, kemudian murid diajak meninjau kembali pengalaman mengerjakan ujian dan menilai tingkat kejujuran serta kemandirian diri selama asesmen (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan integritas seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh asesmen tertulis Bab 1 (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa paramasanti bersama: 'Om Santih, Santih, Santih, Om' (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format teks dengan ukuran huruf lebih besar atau pendampingan pembacaan petunjuk soal bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan/literasi tanpa mengubah isi kompetensi yang dinilai.
  • Proses: Penyediaan posisi duduk yang tenang dan penyesuaian waktu jeda singkat antar-bagian tes tertulis bagi murid yang memerlukan perhatian fokus khusus tanpa mengurangi jumlah soal atau mengubah indikator capaian.
  • Produk: Format penulisan jawaban uraian dapat berupa tulisan tangan standar atau didiktekan kepada pendamping khusus bagi murid dengan hambatan motorik halus, dengan kriteria jawaban tetap mengacu penuh pada pedoman rubrik.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • tes tertulis terpadu bab 1: lembar jawaban asesmen tertulis murid yang memuat identifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa, penjelasan nilai kedisiplinan tokoh, uraian nilai kepahlawanan dan kepemimpinan, serta penjelasan nilai kesetiaan dan kejujuran (Panca Satya) dalam Kitab Mahābhārata
  • tes tertulis serentak bagian 1 (pilihan ganda dan menjodohkan): lembar jawaban murid yang memuat identifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Weda Smrti dan pemasangan nama-nama parwa dalam Astadasaparwa secara tepat (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • tes tertulis serentak bagian 2 (tabel analisis dan uraian): lembar jawaban uraian murid yang memuat penjelasan nilai kedisiplinan tokoh, tabel analisis penerapan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan, serta penjelasan nilai kesetiaan dan konsep Panca Satya dalam kisah Mahābhārata (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian jawaban uraian dan tabel analisis)

Sumatif:

  • tes tertulis terpadu bab 1: lembar jawaban asesmen tertulis murid yang memuat identifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata dan Astadasaparwa, penjelasan nilai kedisiplinan tokoh, uraian nilai kepahlawanan dan kepemimpinan, serta penjelasan nilai kesetiaan dan kejujuran (Panca Satya) dalam Kitab Mahābhārata
  • tes tertulis serentak bagian 1 (pilihan ganda dan menjodohkan): lembar jawaban murid yang memuat identifikasi kedudukan Kitab Mahābhārata sebagai bagian dari Weda Smrti dan pemasangan nama-nama parwa dalam Astadasaparwa secara tepat (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif)
  • tes tertulis serentak bagian 2 (tabel analisis dan uraian): lembar jawaban uraian murid yang memuat penjelasan nilai kedisiplinan tokoh, tabel analisis penerapan nilai kepahlawanan dan kepemimpinan, serta penjelasan nilai kesetiaan dan konsep Panca Satya dalam kisah Mahābhārata (70 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian jawaban uraian dan tabel analisis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Identifikasi Kedudukan Mahābhārata dan Astadasaparwa (TP 5.1.1)Menjawab dengan tepat 1–3 butir dari total 10 butir soal objektif (5 pilihan ganda kedudukan Mahābhārata dalam Smrti/Itihasa dan 5 penjodohan parwa Adiparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa, Swargarohanaparwa).Menjawab dengan tepat 4–6 butir dari total 10 butir soal objektif (5 pilihan ganda kedudukan Mahābhārata dalam Smrti/Itihasa dan 5 penjodohan parwa Adiparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa, Swargarohanaparwa).Menjawab dengan tepat 7–8 butir dari total 10 butir soal objektif (5 pilihan ganda kedudukan Mahābhārata dalam Smrti/Itihasa dan 5 penjodohan parwa Adiparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa, Swargarohanaparwa).Menjawab dengan tepat 9–10 butir dari total 10 butir soal objektif (5 pilihan ganda kedudukan Mahābhārata dalam Smrti/Itihasa dan 5 penjodohan parwa Adiparwa, Wanaparwa, Wirataparwa, Bhismaparwa, Swargarohanaparwa) secara mandiri.
Penjelasan Nilai Kedisiplinan Tokoh Mahābhārata (TP 5.1.2)Penjelasan nilai kedisiplinan tokoh Arjuna belum memuat indikator fokus sasaran mata burung, kepatuhan arahan Guru Drona, maupun ketekunan berlatih.Menjelaskan nilai kedisiplinan tokoh Arjuna dengan memuat 1 indikator acuan (antara fokus sasaran mata burung, kepatuhan instruksi Guru Drona, atau ketekunan berlatih rutin).Menjelaskan nilai kedisiplinan tokoh Arjuna dengan memuat 2 indikator acuan (antara fokus sasaran mata burung, kepatuhan instruksi Guru Drona, atau ketekunan berlatih rutin).Menjelaskan nilai kedisiplinan tokoh Arjuna secara lengkap mencakup 3 indikator acuan (fokus konsentrasi penuh pada mata burung, kepatuhan arahan Guru Drona, dan ketekunan berlatih siang-malam).
Penguraian Nilai Kepahlawanan dan Kepemimpinan (TP 5.1.3)Menguraikan dengan tepat nilai kepahlawanan/kepemimpinan hanya pada 1 tokoh dalam tabel (dari 3 tokoh: Bisma - rela berkorban/bhisma pratajna; Yudhisthira - memimpin berlandaskan Dharma/Ahimsa; Karna - ksatria membela janji).Menguraikan dengan tepat nilai kepahlawanan/kepemimpinan pada 2 tokoh dalam tabel (dari 3 tokoh: Bisma - rela berkorban/bhisma pratajna; Yudhisthira - memimpin berlandaskan Dharma/Ahimsa; Karna - ksatria membela janji).Menguraikan dengan tepat nilai kepahlawanan dan kepemimpinan pada seluruh 3 tokoh dalam tabel (Bisma, Yudhisthira, Karna) sesuai acuan kunci namun masih dalam frasa singkat.Menguraikan dengan tepat, terstruktur, dan mendalam nilai kepahlawanan serta kepemimpinan pada seluruh 3 tokoh dalam tabel (Bisma, Yudhisthira, Karna) sesuai acuan ajaran kebajikan Weda Smrti.
Penjelasan Nilai Kesetiaan dan Kejujuran / Panca Satya (TP 5.1.4)Belum mampu menjelaskan nilai kejujuran Satya Wacana maupun keteguhan kesetiaan janji Dharma pada tokoh Yudhisthira.Menjelaskan nilai kejujuran atau kesetiaan tokoh Yudhisthira tetapi hanya menyebutkan bahwa ia tidak berbohong tanpa menghubungkannya dengan konsep Satya Wacana atau ajaran Dharma.Menjelaskan nilai kejujuran dan kesetiaan tokoh Yudhisthira dengan memuat konsep Satya Wacana (selalu berkata benar) dan kesetiaan pada janji ajaran kebenaran Dharma.Menjelaskan secara komprehensif nilai kejujuran dan kesetiaan tokoh Yudhisthira yang mencakup konsep Satya Wacana, keteguhan memegang kebenaran meski dalam kesulitan, dan kesetiaan mutlak pada jalan Dharma.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh butir instrumen tes tertulis sumatif telah mampu mengukur ketercapaian keempat TP Bab 1 secara valid dan reliabel?
  • Bagaimana tingkat kemandirian dan integritas murid saat mengerjakan tes objektif dan uraian selama alokasi waktu yang ditentukan?

Murid:

  • Nilai-nilai kebajikan apa dari tokoh-tokoh Mahābhārata (kedisiplinan, kepahlawanan, kejujuran) yang sudah berhasil saya terapkan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari?
  • Bagian mana dari materi Kitab Mahābhārata yang sudah saya kuasai dengan sangat baik dan bagian mana yang masih perlu saya pelajari kembali?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021).
  2. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021).
  3. Bagan Kodifikasi Weda dan Kartu Pasangan Nama Parwa Astadasaparwa.
  4. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  5. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kemendikbudristek RI, 2021
  6. Set kartu nama parwa dan kartu peristiwa Astadasaparwa (parwa 6-18)
  7. Bagan dinding Astadasaparwa Kitab Mahābhārata
  8. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  9. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek RI, 2021)
  10. Set kartu kuis 'Tebak Disiplin Tokoh'
  11. Lembar Kerja Murid: Menjelaskan Kedisiplinan Tokoh Mahābhārata
  12. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  13. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek, 2021)
  14. Set kartu pasangan tokoh dan tindakan kepahlawanan Mahābhārata
  15. Lembar Kerja Murid 'Menguraikan Kepahlawanan Tokoh Mahābhārata'
  16. Set kartu 'Cocok Pasang Kepemimpinan Mahābhārata'
  17. Lembar Kerja Murid 'Uraian Kepemimpinan Kebajikan'
  18. Buku Panduan Guru Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021
  19. Buku Siswa Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021 (Halaman 18-21)
  20. Kartu permainan kutipan tokoh Mahābhārata dan lembar kerja analisis Panca Satya
  21. Buku Siswa: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021, Penulis: Made Mardika)
  22. Buku Panduan Guru: Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti untuk SD Kelas V (Kemendikbudristek 2021)
  23. Naskah Lembar Soal dan Lembar Jawab Asesmen Sumatif Bab 1 (Bagian 1 Objektif dan Bagian 2 Uraian)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.